Anda di halaman 1dari 4

Nama: Suka Damawanti Suhita

Nim: 041711333217

Kelas : Pengauditan I / L

BAB 3

LAPORAN AUDITING
Laporan Audit Standar Tanpa Pengecualian untuk entitas Non Publik

Standar auditing AICPA telah menyediakan kata-kata baku untuk laporan audit
standar tanpa pengecualian. Masing-masing auditor dapat mengubah sedikit kata-kata atau
penyajian tetapi artinya harus sama.

Laporan audit standar tanpa pengecualian berisi delapan bagian yang berbeda yaitu

1. Judul Laporan
Standar auditing mensyaratkan bahwa laporan harus diberi judul yang
mengandung kata independen. Kewajiban pencantuman kata ini untuk memberi tahu
para pemakai laporan bahwa audit yang dilakukan tidak bias.
2. Alamat Laporan Audit
Laporan biasanya ditujukan kepada perusahaan, para pemegang saham atau
dewan direksi perusahaan.
3. Paragraf Pendahuluan
Paragraf pertama laporan menunjukkan bahwa kantor akuntan publik
bersangkutan telah melaksanakan audit, hal ini yang membedakan laporan audit dari
laporan kompilasi atau laporan review.
4. Tanggung Jawab Manajemen
Judul dan paragraf ini menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan
tanggung jawab manajemen. Tanggung jawab ini meliputi prinsip-prinsip akuntansi
yang tepatdan penyelanggaraan pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
5. Tanggung Jawab Auditor
Paragraf pertama menyatakan bahwa audit telah dilaksanakan sesuai dengan
standar auditing yang telah ada dan berlaku umum.
Paragraf kedua menunjukkan bahwa prosedur yang digunakan tergantung pada
pertimbangan auditor dan mencakup penilaian resiko salah saji material dalam
laporan keuangan.
Paragraf ketiga menunjukkan auditor yakin bahwa bukti audit yang tepat dan
menucukupi telah diperoleh demi mendukung pendapat auditor.
6. Paragraf pendapat
Paragraf terakhir dalam laporan audit standar menyatakan kesimpulan auditor
berdasarkan kesimpulan auditor berdasarkan hasil audit. Paragraf pendapat
dinyatakan sebagai suatu pendapat bukan sebagai pendapat yang mutlak.
7. Nama dan Alamat KAP
Nama mengidentifikasi kantor akuntan publik(KAP) atau praktisi yang
melaksanakan audit. Kota dan negara bagian lokasi KAP itu juga harus dicantumkan.
8. Tanggal laporan audit
Tanggal yang tepat untuk dicantumkan pada laporan audit adalah ketika
auditor menyelesaikan prosedur audit di lokasi pemeriksaan. Tanggal ini penting
karena menunjukan hari terakhir dari tanggung jawab auditor untuk mereview
peristiwa yang penting setelah tanggal laporan keuangan.
Laporan audit standar itanpa pengecualian diterbitkan bila kondisi-kondisi
berikut terpenuhi :
1. Semua laporan-neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas
pemegang sahanm dan laporan arus kas- sudah termasuk ke dalam laporan
keuangan
2. Bukti audit yang cukup memadai telah terkumpul dan auditor telah
melaksanakan penugasan audit dengan cara yang memungkinkan untuk
menyimpulkan audit telah terlaksana.
3. Laporan keuangan telah tersaji sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi.
4. Tidak terdapat situasi yang membuat auditor merasa perlu untuk
menambahkan sebuah paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata.

Keempat kondisi telah terpenuhi


Wajar tanpa pengecualian
Standar

Wajar tanpa pengecualian Suatu audit yang lengkap telah dilaksanakan dengan
dengan paragraf hasil yang memuaskan tetapi auditor yakinbahwa
penjelasan penting untuk memberi informasi tambahan.

Dengan Pengecualian Auditor menyimpulakn bahwa keseluruhan laporan


keuangan tetapi lingkup audit tekah dibatasi secara
material

Tidak wajar atau menolak Auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan tidak
memberikan pendapat disajikan secara wajar. Penyimpangan Dari Laporan
Audit Wajar Tanpa Pengecualian

Dalam studi laporan audit yang menyimpang dari laporan tanpa pengecualiaan yaitu
kondisi yang memerlukan penyimpangan dari pendapat wajar tanpa pengecualian, jenis
pendapat lain tanpa pengecualuan dan materialitas.

Pertama, ketiga kondisi yang memerlukan penyimpangan diikhtisarkan secara singkat


yaitu:
1. Ruang lingkup Audit Dibatasi
Apabila auditor tidak dapat mengumpulkan bukti audit yang mencukupi untuk
menyimpulkan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan kerangka kerja
laporan keuangan yang tepat. Ada 2 penyebab utama pembatasan ruang lingkup audit
yaitu pembatasan oleh klien dan pembatasan yang disebabkan oleh situasi yang berada
di luar kendali.
2. Laporan Keuangan Tidak Sesuai Dengan Prinsip-Prinsip Akuntansi yang berlaku
umum(Penyimpangan GAAP)
3. Auditor Tidak Independen
Tiga jenis utama laporan audit yang diterbitkan menurut ketiga kondisi tersebut
adalah pendapat wajar tanpa pengecualian(Qualified Opinion), pendapat tidak
wajar(Adverse Opinion) serta menolak memberikan pendapat (Disclaimer of
Opinion).
Laporan pendapat wajar tanpa pengecualian(Qualified Opinion) dapat
diterbitkan akibat pembatasan ruang lingkup audit untuk mematuhi prinsip akuntasi
yang berlaku umum. Laporan ini cuman bisa diterbitkan apabila auditor
menyimpulkan bahwa laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan secara
wajar.
Pendapat tidak wajar(Adverse Opinion) digunakan apabila auditor tidak yakin
bahwa laporan keuangan secara keseluruhan mengandung salah saji material atau
menyesatkan sehingga tidak secara wajar menyajikan posisi keuangan.
Menolak memberikan pendapat (Disclaimer of Opinion) diterbitkan apabila
auditor tidak dapat menyakinkan dirinya sendiri bahwa laporan keuangan yang secara
keseluruhan telah disajikan secara wajar

Materialitas

Materialitas adalah pertimbangan penting dalam menentukan jenis laporan


yang tepat untuk diterbitkan dalam situasi tertentu. Dalam penerapan definisi ini, tiga tingkat
materialitas digunakan untuk menentukan jenis pendapat yang akan diterbitkan.

Jumlahnya Tidak Material

Apabila ada salah kaji dalam laporan keuangan tetapi cenderung tidak
mempengaruhi keputusan pemakai laporan, hal tersebut dianggap sebagai tidak material.

Jumlah material tetapi tidak memperburuk laporan keuangan secara keseluruhan

Tingkat materialitas yang kedua terjadi apabila ada salah kaji dalam laporan
keuangan akan mempengaruhi keputusan para pemakai laporan itu, tetapi laporan keuangan
secara keseluruhan tetap disajikan secara wajar sehingga masih berguna.

Audit perlu mempertimbangkan dampak gabungan materialitas terhadap


persediaan, total aset lancar, total modal kerja, total aset, pajak penghasilan, utangpajak
penghasilan, total kewajiban lancar, harga pokok penjualan, laba bersih sebelum pajak dan
laba bersih sesudah pajak.
Jumlahnya sangat material atau begitu pervasif sehingga kewajaran laporan keuangan secara
keseluruhan

Tingkat materialitas tertinggi terjadi apabila pemakai mungkin akan membuat


keputusan yang tidak benar jika mereka mengandalkan laporan keuangan secara keseluruhan.
Laporan auditor harus menunjukkan bahwa laporan keuangan secara keseluruhan tidak dapat
dipandang sebagai telah disajikan secara wajar.