Anda di halaman 1dari 4

Alkaloid

Alkaloid tanaman mempunyai kemampuan


mengikat tubulin, yaitu suatu protein yang
menyusun mikrotubulus dengan
menghambat polimerisasi protein ke dalam
mikrotubulus sehingga terjadi penghancuran
mikrotubulus menjadi kristal-kristal kecil.
Alkaloid tanaman ini dapat pula
mengantagonisir perbaikan protein
sitoskeleton yang menyebabkan
pembundelan mikrotubulus dan gangguan
struktur mikrotubulus. Sedangkan
mikrotubulus ini sangat penting untuk
pergerakan sel (Wurlina, 2006).

alkaloid karena ekstrak tersebut bereaksi dengan reagen Wagner yang ditandai dengan terbentuk
endapan berwarna coklat, dan dengan reagen Dragendroff ditandai dengan terbentuk endapan
berwarna kemerahan.

Pelarut pengembang yang digunakan pada KLT


untuk alkaloid adalah etil asetat : metanol : air
(100:16,5:13,5). Setelah plat disemprot dengan
pereaksi Dragendorff akan menunjukkan bercak
coklat jingga berlatar belakang kuning (Harborne,
1996).

Pada pengujian senyawa fitokimia, hasil pembacaan noda warna yang tampak pada silika gel
disajikan pada Tabel 1. Pada pengujian senyawa golongan alkaloid, plat silika gel hasil uji KLT
disemprot dengan pereaksi Dragendorff, uji positif apabila menghasilkan noda berwarna coklat
atau jingga. Pada uji alkaloid, warna yang dihasilkan adalah berwarna jingga yang menandakan
uji positif pada golongan alkaloid
Pada pengujian senyawa flavonoid, plat silika gel hasil uji KLT disemprot dengan amonia.
Timbul noda berwarna kuning (cepat memudar) yang menandakan ekstrak mengandung
flavonoid bebas. Flavonoid bebas jenis flavonol akan memberikan warna kuning ketika
disemprot dengan penampak noda uap amonia [10]. Untuk memastikan terdapat senyawa
flavonoid pada plat KLT, plat KLT dilihat dengan sinar UV. Sinar UV yang biasa digunakan
adalah sinar UV dengan panjang gelombang 365 nm dengan tujuan untuk menampakkan noda
yang berfluoresensi sehingga pada pengamatan terlihat noda yang memancarkan cahaya. Pada
sinar UV 365 nm, noda pada plat silika gel akan berfluoresensi yaitu memancarkan cahaya
tampak saat dikenai sinar UV karena senyawa tersebut akan mengadsorpsi sinar UV, sedangkan
silika gel yang tidak berfluoresensi pada UV 365 nm akan berwarna gelap sehingga noda yang
tampak pada sinar UV 365 nm terlihat terang dan silika gel akan tampak sebagai daerah gelap di
bawah sinar UV [7].
Hasil pengamatan pada UV 365 nm, plat KLT menghasilkan fluoresensi kuning. Senyawa
flavonoid jenis flavonol akan berfluoresensi kuning, kuning redup atau jingga apabila diamati
pada sinar UV 365 nm [10]. Senyawa golongan flavonoid terdapat pada hampir seluruh tanaman
hijau.
Flavonoid merupakan golongan fitokimia yang bersifat polar karena memiliki gugus hidroksil
(gula) sehingga flavonoid merupakan senyawa yang bersifat polar dan larut pada pelarut polar
seperti etanol, metanol, aseton, air, dan lain-lain [8].

Saponin
Saponin adalah suatu glikosida yang
mungkin ada pada banyak macam tanaman

keberadaan saponin di dalam ekstrak tersebut ditandai dengan terbentuknya busa permanen ± 15
menit. Pemeriksaan Saponin
Larutan ekstrak sebanyak 1mL
ditambahkan 10mL aquades dan dikocok kuat
selama 10 menit. Hasil dinyatakan positif apabila
buih yang terbentuk stabil selama tidak kurang
dari 10 menit, setinggi 1cm sampai 10cm. Pada
penambahan 1 tetes HCl 2 N, buih tidak hilang
(Marliana, dkk., 2005)
Senyawa Uraian Yang akan diteliti
3.1.1. steroid / triterpenoid
Triterpeoid adalah seyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isoprane
dan secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C3O a siklik yaitu skulen. Senyawa ini
berstruktur siklik yang hisbi rumit kebanyakan berupa alkohol, aldehida atau sama karbohidrat.
Uji yang banyak digunakan adalah reaksi Lieberman-Buchard (aldehida asetat –H2S04 pekat)
yang dengan kebanyakan triterpen dan sterol memberikan warna hijau-biru ( Harbone, 1987)
3.1.2. Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa yang larut air, dapat diekstrasi dengan etanol 70% dan
tetap ada dalam lapisan air setelah ekstrak ini dikocok dengan eter minyak bumi. Flavonoid
berupa senyawa fenil oleh karakter itu warnnya berubah bila ditambah basa atau amonia.
Flavonoid mengandung sistem aromatik yang terkonjungsi sehingga kan menunjukan pita
serapan yang kuat pada sinar UV(ulta violet) dan sinar tampak (Harbone 1987)
3.1.3.Tanin
Tanin meruapakan senyawa polivenol yang berarti termasuk dalam senyawa fenolik.tanin
dapat bereaksi dengan protein membentuk kopolimer mantap yang tidak larut dalam air.
3.1.4.Saponin
Saponin atau glikosida sapongenin adalah salah satu tipe glikosida yang tersebar lus
dalam tanaman. Tipe saponin terdiri dari sapongenin yang merupakan molekul aglikon dan
sebuah gula.saponin merupakan senyawa yang menimbulkan busa jika dikocok dengan air dan
pada konsentrasi rendah sering menyebabkan hemolisis sel darah merah, sering digunakan
sebagai detergen (Clauss dkk 1970)

Kromatografi Lapis Tipis

Prinsip dari kromatografi lapis tipis adalah untuk memisahkan komponen-komponen kimia yang
ditentukan oleh fase diam (adsorben) dan fase gerak (eluen), komponen-komponen kimia yang
terdapat pada sampel bergerak naik mengikuti fase gerak karena kemampuan adsorben dalam
menyerap komponen-komponen kimia yang tidak sama sehingga komponen-komponen ini bisa
bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda tergantung pada tingkat kepolarannya yang
memyebabkan terjadinya pemisahan komponen. Uji kualitatif kromatografi lapis tipis (KLT)
pada penelitian ini dilakukan untuk melihat berapa noda yang terdapat pada sampel.
Penyemprotan plat KLT menggunakan DPPH 0,002 % dalam metanol berfungsi untuk melihat
senyawa yang bersifat sebagai antioksidan atau memiliki kemampuan dalam menangkap radikal
bebas (Masoko dan Eloff, 2007). Penyemprotan menggunakan FeCl3 dan H2SO4 untuk melihat
adanya kandungan senyawa fenolik dan senyawa flavonoid. Berikut adalah foto hasil uji
Kromatografi Lapis Tipis