Anda di halaman 1dari 15

TUGAS INDIVIDU PT.

FKTP

SWAMEDIAKASI GANGGUAN SALURAN CERNA DAN SSP

Nama Penyakit dan


Keterangan
Kriteria Swamedikasi
Mual&Muntah
Penyebab - Infeksi virus dan gastroentritis akut
- Penderita alergi dan hipersensitif saluran cerna
- Stenosis pilorus
- Obstruksi usus
- Terlalu banyak makan
- Akut abdomen dan / peritonitis
- Keracunan makanan
- Kehamilan
Tanda & Gejala Mual adalah sensasi tidak nyaman pada perut bagian atas yang disertai dorongan untuk muntah.
Namun, mual belum tentu diikuti dengan muntah
Cara mencegah - Memandang kerlap kerlip lampu, karena dapat memicu migrain.
- Kondisi panas dan lembap.
- Perjalanan laut.
- Bau yang menyengat dan tidak sehat.
- Mengubah pola makan, bisa menurunkan risiko mual.
- Hindari aktivitas fisik berat setelah makan.
- Hindari makanan pedas, berlemak tinggi, dan
- Hindari makanan yang telah diproses, atau yang mengandung banyak garam.
Hindari minuman yang mengandung kafein, alkohol atau bergas (carbonated drink).
Terapi Non- - Pemberian cairan (minum) untuk menggantikan cairan yang telah hilang dan mencegah terjadinya
Farmakologi dehidrasi.
- Posisikan anak pada posisi telungkup atau miring (miring ke kiri atau ke kanan) untuk
menghindari isi muntahan masuk ke saluran napas.
- Modifikasi pola makan. Hindari pemberian makanan yang padat, berserat dan keras dan berlemak
karena makanan tersebut relatif lebih lama dicerna dan dapat merangsang muntah
Terapi Farmakologi Metoclopramide – 10mg (Dexa)
(Dengan Obat) Indikasi:
Mual dan muntah
Kontra Indikasi:
Kondisi dimana perangsangan motilitas GI berbahaya, seperti obstruksi intestinal, perdarahn GI,
feokromositoma, epilepsy
Efek Samping:
kegelisahan, kantuk, kelelahan dan kelemahan.
Dosis:
- Dewasa : sehari 3 kali ½ – 1 tablet (1 tablet = 10 mg)
- Anak-anak usia 5-14 tahun : sehari 3 kali ¼ – ½ tablet (1 tablet = 10 mg)
Diberikan 30 menit sebelum makan dan waktu mau tidur.
Atau menurut petunjuk dokter.
Hal yang perlu diperhatikan:
Antikolinergik dan analgesic narkotik, antagonis. Depresan SSP, meningkatkan sedasi. Menghambat
absorpsi digoksin dan simetidin. Meningkatkan absorpsi parasetamol, tetrasiklin, levodopa.
Mempengaruhi besarnya kebutuhan insulin karena perubahan lamanya perjalanan makanan dari mulut
ke usus.
Domperidone – 10mg (Medikon) – Obat Keras
Indikasi:
Mual dan muntah akut
Kontra Indikasi:
Tumor pituitari yg melepaskan prolactin. Anak (kecuali untuk mual dan muntah pd kemoerapi dan
radioterapi kanker)
Efek Samping:
Ruam pada kulit kemerahan dan gatal gatal
Dosis:
Dewasa dan anak diatas 16 tahun: 10-20 mg dengan interval waktu 4-8 jam
Anak-anak di bawah 16 tahun (pasca kemoterapi dan radioterapi) : 0,2 – 0,4 mg/kgBB dengan interval
4-8 jam
Hal yang perlu diperhatikan:
Penggunaan obat secara bersamaan dengan Bromokriptin, antikolinergik, obat muskarinik dan opiat
Antimo – 50mg (Phaapros)-Obat Bebas Terbatas
Indikasi:
Mabuk perjalanan, penyakit iridiasi
Kontra Indikasi:
Hipersensitif
Efek Samping:
Gangguan penglihatan, mengantuk, pusing, mulut kering, hipotensi, lemas otot, gangguan GI, sakit
kepala.
Dosis:
Untuk pengobatan: 2–3 tablet sehari Untuk anti mabok: diminum 1/2 jam sebelum perjalanan, bila
perlu dapat diulang tiap 4 jam. Dewasa dan Anak di atas 14 tahun: 1 tablet Anak 8–12 tahun: 1/2 tablet
Anak 5–8 tahun: 1/4 tablet
GERD
Penyebab  Makanan
Makanan berlemak, Karkinatif (peppermint dan spearmint), Kafein coklat, Kopi, Cola teh Bawang,
bawang putih Paprika cabai, Alkohol (anggur), Nikotin, Makanan pedas Jus jeruk , Jus, Kopi,
Tembakau, tomat.
 Obat
Antikolinergik, Barbiturat, Dihydropyridine , calcium channel blocker, Dopamin, Estrogen, Nitrat ,
Progesteron, Tetrasiklin, Teofilin, Aspirin, Bifosfonat, Obat antiinflamasi nonsteroid, Quinidine
Potasium klorida, besi.
 Kelebihan Berat badan
 Merokok
 Minum alkohol
 Mengenakan pakaian ketat
 Stres
Tanda & Gejala Mules, sensasi hangat atau terbakar naik dari perut yang menyebar ke leher
Cara mencegah 1. Menghindari makanan yang dapat menurunkan tekanan LES (lemak, coklat, kopi, kola, teh bawang
putih, bawang merah, cabe, alkohol, karminativ (pepermint, dan spearmint))
2. Menghindari makanan yang secara langsung mengiritasi mukosa esofagus (makanan pedas, jus
jeruk, jus tomat dan kopi)
3. Makan makanan yang tinggi protein (meningkatkan tekanan LES)
4. Makan sedikit dan menghindari tidur segera setelah makan (jika mungkin 3 jam) (menurunkan
volume lambung)
5. Penurunan berat badan (mengurangi gejala)
6. Berhenti merokok (menurunkan relaksasi spontan sfingter esofagus).
7. Menghindari minum alkohol (meningkatkan amplitudo sfinter esofagus, gelombang peristaltik dan
frekuensi kontraksi).
8. Menghindari pakai pakaian yang ketat.
Terapi Non- 1. Mengangkat kepala saat tidur (meningkatkan bersihan esofageal). Gunakan penyangga 6-10 inchi di
Farmakologi bawah kepala. Tidur pada kasur busa.
2. Menghentikan, jika mungkin, penggunaan obat-obat yang dapat menurunkan tekanan LES
(Antikolinergik, barbiturat, benzodiazepin (misalnya diazepam), kafein, penghambat kanal kalsium
dihidropiridin, dopamin, estrogen, etanol, isoproterenol, narkotik (meperidin, morfin), nikotin
(merokok) nitrat, fentolamin, progesteron dan teofilin).
3. Menghentikan, jika mungkin, penggunaan obat-obat yang dapat mengiritasi secara langsung mukosa
esofagus (tetrasiklin, quinidin, KCl, garam besi, aspirin, AINS dan alendronat).
Terapi Farmakologi Magasida- Bebas
(Dengan Obat) ( AlOH, MgOH, Simetikon)
Indikasi:
Tukak lambung dan usus 12 jari, gastritis, GERD, hiperasiditas lambung, perut kembung karena gas
dalam perut
Kontraindikasi:
Jangan diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal parah
Efek Samping:
Gangguan fungsi usus, hipolosfatemia, konstipasi, diare (jarang)
Dosis:
1-2 tablet atau 102 sendok 5 ml suspensi setelah makan dan sebelum tidur
Ranitidin 150 mg -DOWA No.3
Indikasi:
Pengobatan jangka pendek tukak duodenum aktif, tukak lambung aktif, gejala GERD, keadaan
hipersekresi patologis ( sindrom Zollinger-Ellison)
Kontraindikasi:
Hipersensitifitas ranitidine
Efek Samping:
Sakit kepala, gangguan kardiovaskular, gangguan GI, ganggu
Dosis:
Sehari 2x 150 mg
Keteangan DOWA:
Pemberian obat hanya atas dasar pengobatan ulangan dari dokter.
Maksimal 10 tablet 150 mg
Famotidine-DOWA No. 3
Indikasi:
Antiulkus Peptik
Kontraindikasi:
Hipersensitifitas
Efek Samping:
Sakit kepala, konstipasi, pusing, diare, demam, aritmia, palpitasi, mengantuk, kelelahan
Dosis:
Dewasa : sehari 1x 40 mg atau 2x 2mg sebelum tidur
Keterangan DOWA:
Pemberian obat hanya atas dasar pengobatan ulangan dari dokter.
Maksimal 10 tablet 20 mg/40 mg
Omeprazole kapsul 20 mg-DOWA No. 2
Indikasi:
Tukak duodenum, tukak lambung, GERD, kondisi hipersekresi patologis
Kontraindikasi:
Hipersensitifitas
Efek Samping:
Sakit kepala, pusing, mengantuk, diare, konstipasi, dan mual. Efek samping jangka panjang yang
potensial termasuk infeksi enterik, kekurangan vitamin B12, hypomagnesemia, dan patah tulang
Dosis:
Sehari 1x 20 mg – 40 mg 2-4 minggu
Keterangan DOWA:
Maksimal pemberian 7 tablet
Sucralfare 500 mg-DOWA No. 2
Indikasi:
Tukak lambung dan usus 12 jari, gastritis kronik
Kontraindikasi:
Hipersensitifitas
Efek Samping:
pencernaa, mulut kering, pusing, gangguan kulit, kembung, insomnia, vertigo.
Dosis:
Sehari 3-4 kali 2 kaplet, diminum 1 jam sebelum makan dan sebelum tidur, lama pengobatan 408
minggu
Keterangan DOWA:
Maksimal diberikan
20 tablet
Peptic Ulcer
Penyebab Peptic Ulcer
Suatu gangguan pada lambung dapat berupa peningkatan asam lambung atau luka pada lambung yang
umumnya disebabkan oleh Bakteri H.pylori, penggunaan obat-obatan NSAID, dan kerusakan pada
mukosa lambung karena stress
(Marie, 2016)
Tanda & Gejala - Dyspepsia atau nyeri pada lambung
- Rasa tidak nyaman dan seperti terbakar pada lambung
- Perut kembung, serta rasa mual dan muntah
- Selera meakan menurun hingga berat badan menurun secara tidak wajar.
- Muntah darah
- Tinja berwarna gelap
Cara mencegah - Hindari penggunaan obat NSAID bagi penederita peptic ulcer
- Hindari stress, hindari konsumsi alkohol dan rokok.
- Menjaga kebersihan lingkungan dan hindari tinggal pada lingkungan yang padat penduduk.
- Hindari kontak fisik dan penggunaan alat makan bersama pada penderita H.pylori
Terapi Non- -
Farmakologi
Terapi Farmakologi ACTAL/ACTAL PLUS-Obat Bebas
(Dengan Obat) (Al.Hidroksida)
Indikasi:
Meredakan gejala hiperadisitas lambung, gastritis,tukak peptic, dyspepsia dan kembung.
Kontraindikasi:
Penderita gangguan ginjal parah karena dapat menimbulkan hipermagnesia.
Efek Samping:
- Mual
- Muntah
- Konstipasi
Dosis:
- 1-2 tab 3-4 x sehari.
ALUDONNA D- Obat Bebas
(Al.OH2,MgOH2,Simetikon)
Indikasi:
Mengatasi hiperadisitas lambung, gastritis,tukak peptic, esophagitis peptic.
Kontraindikasi:
Pasien hipersensitivitas dengan Al(OH)3/ Mg(OH)2/ simetikon
Efek Samping:
- Mual
- Muntah
- Konstipasi
Dosis:
Susp : 1-2 sendok takar (5 mL) diantara waktu makan menjelang tidur.
LOKEV-DOWA No.2
(Omeprazole)
Indikasi:
Terapi jangka pendek ulkus duodenum yg tdk responsive thd obat antagonis H2. Terapi jangka pendek
ulkus gaster. Refluks esophagitis erosive atau ulseratif yg sudah didiagnosa melalui endoskopi.
Kontraindikasi:
Pasien hipersensitif dengan omeprazole
Efek Samping:
Diare, nyeri perut, sembelit, mual dan muntah. Polip lambung dan hiperplasia dilaporkan terjadi pada
penggunaan jangka panjang.
Dosis:
Tukak peptic : 20-40mg 4-8 minggu.
MEISEC
Indikasi:
Ulkus duodenum, ulkus peptic dan sindrom zollinger-ellison.
Kontraindikasi:
Pasien hipersensitif dengan omeprazole
Efek Samping:
Diare, nyeri perut, sembelit, mual dan muntah. Polip lambung dan hiperplasia dilaporkan terjadi pada
penggunaan jangka panjang.
Dosis:
Tukak peptic : 20mg 1x/hari selama 4 mnggu dan dilanjutkan slama 8 mnggu
PROTOP-DOWA No.2
(Omeprazole)
Indikasi:
Ulkus duodenum, ulkus peptic dan sindrom zollinger-ellison.
Kontraindikasi:
Pasien hipersensitif dengan omeprazole
Efek Samping:
Mual, Sakit kepala, muntah, Diare,
Dosis:
Tukak peptic : 20mg 1x/hari selama 4-8 mnggu.
MAGARD FA- Obat BebasTerbatas
(Famotidine, Simetikon, MgOH2)
Indikasi:
Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan asam lambung berlebih sperti tukak
lambung.
Kontraindikasi:
Mual, Muntah, Konstipasi, Sakit kepala, Ruam kulit, Pusing, Diare
Efek Samping:
Pasien dengan hipersensitifitas, pasien dengan riwayat gangguan ginjal, hati dan ibu hamil serta
menyusul.
Dosis:
Tablet kunyah 2x/hari, diberikan sebelum makan. Maks: 2 tablet/ hari
ACIBLOCK- Obat DOWA
(Ranitidine)
Indikasi:
Terapi jangka pendek untuk tukak lambung, meredakan gejala refluks esophagitis.
Kontraindikasi:
Pasien hipersensitif dengan ranitidine
Efek Samping:
Insomnia, Vertigo, Depresi, Sakit kepala, Halusinasi, Pusing, Ruam kulit
Dosis:
Tukaklambung aktif : 150mg 2x/hari (pagi dan malam hari). Pemeliharaan : 150mg sbelum tidur.
DENUFAM- Obat DOWA
(Famotidine)
Indikasi:
Terapi jangka pendek untuk tukak lambung, meredakan gejala refluks esophagitis.
Kontraindikasi:
Pasien hipersensitif dengan famotidine atau golongna H2 Blocker lainnya.
Efek Samping:
Insomnia, Vertigo, Depresi, Sakit kepala, Halusinasi, Pusing, Ruam kulit
Dosis:
Ulserasi : 20-40mg 2x/hari (pagi dan malam hari) selama 12 minggu.
NECIBLOK- Obat DOWA
(Sukralfate)
Indikasi:
Pengobatan jangka pendek ulkus gaster, ulkus duodenum, gastritis kronik.
Kontraindikasi:
Pasien hipersensitif dengan sukralfat, pasien dengna gangguan ginjal kronis, dan tidak dianjurkan
untuk pasien <15 tahun.
Efek Samping:
Vertigo, Depresi, Sakit kepala, Halusinasi, Pusing, Ruam kulit
Dosis:
Ulkus peptic : 1 gram 4x/hari selama 4-8 mnggu

TAXILAN- Dowa No.2


Indikasi:
Terapi jangka pendek (8 minggu) tukak lambung dan tukak duodenum
Kontraindikasi:
Pasien hipersensitif dengan sukralfat, pasien dengna gangguan ginjal kronis, dan tidak dianjurkan
untuk pasien <15 tahun.
Efek Samping:
Mulut kering dan Konstipasi
Dosis:
Susp : 10 mL 4x/hari.

Diare
Penyebab Diare akut :
- Pertumbuhan flora normal yang tidak terkendali
- Infksi organisme seperti parasit, virus, dan bakter
- Gangguan fungsi pencernaan atau penyerapan makanan
Diare kronis :
- Beberapa penyakit seperti irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease, AIDS, kanker
kolon.
Tanda & Gejala Frekuensi buang air besar melebihi normal, kotoran encer / cair, sakit / kejang perut, pada beberapa
kasus, demam dan muntah. pada beberapa kasus. Adapun gejala pada anak meliputi :
- Dehidrasi ringan/sedang; gelisah, rewel, mata cekung, mulut kering, sangat haus, kulit kering
Dehidrasi berat, lesu, tak saadar, mata sangat cekung, mulut sangat kering, malas/tidak bisa minum,
kulit sangat kering
Cara mencegah Pencegahan diare pada dasarnya harus ditunjukkan pada tindakan hygiene yang cermat mengenai
kebersihan, khususnya mencuci tangan dengan baik sebelum makan dan mengolah makanan, misalnya
sayuran atau lalapan supaya dicuci dengan baik. Daging, ikan, bistik, barbeque hendaknya dimasak
hingga matang dan hidangan perlu disimpan tertutup untuk mencegah tumbuhnya kuman.
Terapi Non- kebanyakan kasus diare disebabkan oleh keracunan makanan. Maka perlu diperhatikan serta menjauhi
Farmakologi makanan-makanan yang memicu diare contohnya seperti sambel khususnya yang paling disukai orang
dewasa, jajanan pada anak sekolah yang tidak tahu apakah bersih atau tidaknya,dll
Selain itu apabila terserang diare bisa menggunakan daun jambu biji untuk mengurangi diare.
Mengonsumsi langsung daun jambu biji muda, atau dengan cara menumbuk daun jambu biji kemudian
dimasukan dalam 1 cangkir air matang kemudian diperas, dan ir perasannya diminum 2x sehari rutin
hingga sembuh.
Terapi Farmakologi Biodiar-Obat Bebas
(Dengan Obat) Mengandung:attapulgit
Indikasi:
diindikasikan untuk perawatan diare, kram dan kondisi lainnya
Kontraindikasi:
Hipersensitivitas terhadap Attapulgite.
Efek Samping:
Efek-efek samping ini memungkinkan, tetapi tidak selalu terjadi :
 Sembelit
 Ruam
 Hives
 Sulit bernafas
Dosis:
Dewasa : 2 tablet, max. Sehari 12 tablet.
Anak 6-10 tahun : ½ dosis dewasa, max sehari 6 tablet.
Neo Kaolana-Obat Bebas
(Mengandung Kaolin 700 mg Pektin 66 mg)
Indikasi:
Terapi simtomatis diare non spesifik.
Kontraindikasi:
Tidak boleh digunakan pada pasien yang harus menghindari konstipasi/sembelit (susah buang air
besar), sumbatan pada usus.
Efek Samping:
Dapat terjadi sembelit
Dosis:
Dewasa : 2 tablet setiap telah buang air besar, max sehari 2 x tablet (sehari 3-4 x2 sdt takar masimum 8
sdt takar) anak 6-12 tahun : 1 tablet tiap telah buang air besar (sehari 3-4x 1 sdt takar maksimum 4 sdt
takar).
Oralit
Indikasi:
untuk mengganti cairan pada keadaan kekurangan cairan (dehidrasi)
Kontraindikasi:-
Tidak ada kontraindikasi
Efek Samping:
Tidak ada efek samping
Dosis:
Sediaan oralit dalam bentuk bubuk, per bungkusnya cukup untuk membuat 200 cc larutan oralit (satu
gelas). Untuk melarutkan bubuk oralit sebaiknya digunakan air matang. Hendaknya tidak
menggunakan air mentah atau air yang sedang mendidih. Dosis oralit menurut umur adalah sebagai
berikut:
 Anak umur di bawah 1 tahun, 3 jam pertama 1,5 gelas dan selanjutnya setengah gelas
setiap muntah atau diare;
 Anak umur 1 – 5 tahun, 3 jam pertama 3 gelas dan selanjutnya 1 gelas setiap muntah atau diare;
 Anak umur 5 – 12 tahun, 3 jam pertama 6 gelas, dan selanjutnya 1,5 gelas setiap muntah atau diare
 > 12 tahun, 3 jam pertama 12 gelas, dan selanjutnya 2 gelas setiap muntah atau diare.
Konstipasi
Penyebab Kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan, kebiasaan mengabaikan keinginan
untuk buang air besar
Tanda & Gejala Harus mengejan saat buang air besar, Proses buang air besar terasa tidak tuntas, Tinja terlihat kering,
keras, atau bergumpal, Ukuran tinja bisa besar atau sangat kecil, Terasa ada yang mengganjal pada
rectum, Sakit dan kram perut, terutama pada perut bagian bawah, Perut terasa kembung, Mual, Tidak
nafsu makan.
Cara mencegah Jangan mengabaikan keinginan untuk buang air besar, mengatur kebiasaan buang air besar
Terapi Non- Mengkonsumsi serat seperti sayur dan buah, banyak minum air putih,
Farmakologi
Terapi Farmakologi Pralax-Obat Keras
(Dengan Obat) Indikasi:
Konstipasi Kroik
Kontraindikasi:
Galaktosemia
Efek Samping:
Kembung,diare,mual,, muntah
Dosis:
1-2 sdm/hari(15-30 ml).jika perlu ditingkatkan sampai dengan 60 ml/hari.
Microlax-Obat Bebas
Indikasi:
Konstipasi rektal dan sigmoidal,konstipasi pada kehamilan
Kontraindikasi:
pada penderita wasir yang akut dan pada penderita yang mengalami perdarahan karena radang usus
besar.
Efek Samping:
belum pernah ada laporan adanya efek samping. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan diare dan
kekurangan cairan.
Dosis:
Untuk anak usia diatas 3 tahun dan dewasa diberikan 1 tube. Untuk anak usia 1-3 tahun cukup
diberikan ½ tube.
Dulcolax-Obat Bebas Terbatas
Indikasi:
Konstipasi, persiapan prosedur diagnostik terapi sebelum dan sesudah operasi, mempercepat defekasi
Kontraindikasi:
Ileus, obstruksi usus baru mengalami pembedahan dibagian perut, seperti usus buntu, radang usus akut,
nyeri perut yang parah dan pasien yang diketahui hipersensitif terhadap bisacodyl atau komponen lain
dalam produk
Efek Samping:
BAB darah, pusing, pingsan, serta iritasi pada anus (untuk dulcolax rektal).
Dosis:
Konstipasi : Tablet; dewasa dan anak >10thn: 1x1-2 tablet (5-10 mg); anak 6-10 thn: 1x1 tablet (5mg).
Suppo; dewasa dan anak > 10thn: 1x1 supp (10 mg); anak 6-10thn: 1x1 supp, pediatric (5 mg)
Solac-Obat Bebas
Indikasi:
konstipasi pada dewasa dan anak, ensefalopati portal-sistemik (termasuk keadaan prekoma dan koma
hepatic)
Kontraindikasi:
Obstruksi GI, galaktosemia
Efek Samping:
Diare, mual, muntah, sakit perut, ketidakseimbangan elektrolit karena diare
Dosis:
Deawasa keadaan berat: sehari 2x15 ml untuk 3 hari pertama, diikuti dengan sehari 15-25 ml, keadaan
sedang: 15-30 ml. keadaan ringan: sehari 15 ml untuk 3 hari pertama diikuti sehari 10 ml. Anak 5-
10thn: sehari 10 ml 2x untuk 3 hari
Laxana-Obat Bebas Terbatas
Indikasi:
Memudahkan BAB pada keadaan konstipasi sebelum dan setelah operasi
Kontraindikasi:
Kondisi op abdomen akut, apendisitis, perdarahan rektal, gastroenteritis
Efek Samping:
gangguan pada saluran pencernaan seperti rasa tidak nyaman atau kram perut, gripping
Dosis:
Dewasa: sehari 1x1 supp atau sehari 1x2 tab, jika perlu 4 tab; >4thn sehari 1 supp anak sehari 1x1 tab
diberikan pada malam hari sebelum tidur

Anda mungkin juga menyukai