Anda di halaman 1dari 7

TUGAS I

REKAYASA GEMPA

JENIS-JENIS DAMPER

OLEH
NAFIATUSSA’IDAH
NIM 170523627157

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL
2018
MENGENAL DAMPER

Untuk melindungi struktur bangunan dari gempa, dapat menggunakan alat-alat


peredam gempa(damper), mulai dari bantalan karet (base isolation seismic bearing) hingga
alat-alat berteknologi tinggi.
Gempa yang terjadi di indonesia saat ini sangat memprihatinkan, banyak korban jiwa
akibat tertimbun runtuhan gedung-gedungnya. Salah satu pilihan yang kini banyak
digunakan untuk melindungi struktur bangunan dari gempa, adalah dengan alat-alat peredam
gempa (damper). Adapun alat peredam gempa tersebut, cukup banyak jenisnya,
1. Bantalan Karet Tahan Gempa (Seismic Bearing)
2. Lock Up Device (LUD)
3. Fluid Viscous Damper (FVD)
4. High Damping Device (HIDAM)
5. Dan Lainnya
Penggunaan peralatan tahan gempa tersebut, pada prinsipnya berfungsi untuk
menyerap energi gempa yang dipikul oleh elemen-elemen struktur. Sehingga, struktur
bangunan menjadi lebih elastis dan terhindar dari kerusakan gempa yang parah.
No. Jenis Damper Gambar
1. Bantalan karet tahan gempa
(Seismic Bearing)
- sering dikenal sebagai base
isolation
- bahan dasar karet alam
- Bantalan karet ini tergolong
murah
- Dipasang pada setiap
kolom, yaitu diantara
pondasi dan bangunan
- Berfungsi untuk
mengurangi getaran akibat
gempa.
- Sedangkan lempengan baja,
digunakan untuk menambah
kekakuan bantalan karet,
sehingga penurunan
bangunan saat bertumpu di
atas bantalan karet tidak
terlalu besar.
2 Fluid Viscous Damper (FVD)
- Fungsi utama menyerap
energi gempa dan
mengurangi gaya gempa
rencana yang dipikul
elemen-elemen struktur
- membuat struktur bangunan
menjadi lebih elastis dan
mampu meredam guncangan
gempa
- membuat gempa rencana
yang dipikul elemen struktur
menjadi lebih kecil
- sebagai disipator energi,
dengan cara memberikan
perlawanan gaya melalui
pergerakan yang dibatasi
- dipasang pada kolom

3 High Damping Device


(HIDAM)
- menggunakan prinsip
viskositas dalam menciptakan
gaya redaman
- mempunyai kemampuan
meredam gempa sangat baik
- rasio redaman struktur yang
mampu ditingkatkan oleh
HiDAM berkisar 10 – 20 %
- diterapkan pada kolom

4. Lock Up Devices (LUD)


- Seperti dongkrak
atau shockbreaker pada
pertemuan antara tiang dan
segmen jalan layang
- Prinsip kerja LUD sangat
sangat sederhana, jika
diibaratkan tiang dan badan
jalan layang sebagai
huruf T. Dimana garis
melintang sebagai badan
jalan. Gerak redam LUD
pada saat terjadi gempa, akan
berlangsung dari arah kiri ke
kanan atau sebaliknya.
Dengan penggunaan cairan
khusus (gel silikon) yang
menjadi bantalan pada LUD,
guncangan ekstrem akibat
gempa, pada saat tertentu
mengakibatkan LUD
terkunci, dan mengakibatkan
seluruh badan jalan dan tiang
akan bergerak serentak ke
arah yang sama seperti huruf
T, ke kanan dan ke kiri.
Sistem ini, juga bisa
meredam gerakan liar, akibat
guncangan yang disebabkan
oleh getaran lainnya.
Kekuatan LUD dengan gaya
horizontal, adalah 3.400
kN/unit.
- Diaplikasikan pada jembatan
5. Oil Damper
- Berupa cairan peredam
yang bersifat semi aktif
yaitu minyak kental, ketika
bangunan mulai bergetar,
peredam akan
menyeimbangkan bangunan
- Minyak dalam peredam
tergelincir ke arah yang
berlawanan dari arah
getaran gempa atau angin
sehingga melawan dan
meminimalkan goyangan
pada bangunan.
- Diletakkan pada strktur pipa
yang diletakkan di tengah
struktur
- Biasanya ditemukan pada
tower atau bangunan
pencakar langit

6. Tuned Mass Damper


- Berbentuk seperti bola
dinamis
- sebuah massa pegas dan
peredam yang terhubung
dengan struktur utama yang
bertujuan mengurangi
getaran dinamik yang
disebabkan oleh beban
angin atau beban gempa
- Kelebihan kontrol pasif
khususnya TMD adalah
karena kesederhanaan
dalam desain pemasangan
dan terutama
pemeliharaannya
- Dipasang pada struktur
utama bangunan