Anda di halaman 1dari 10

PENGAUDITAN 2

BAB 16

PENYELESAIAN PENGUJIAN DALAM SIKLUS PEMBELIAN DAN PEMBAYARAN :


PENGAUDITAN AKUN-AKUN TERPILIH

Dosen Pengampu:

Dr.Drs.I Dewa Gede Dharma Suputra.MSi.,Ak.

OLEH: KELOMPOK 12

NAMA NIM / ABSEN

Ni Kadek Puspita Yadnya Dewi 1607532014 / 13

Ni Kadek Sri Rahayu 1607532013 / 12

Ni Kadek Indri Pradnyavita 1607532020 / 18

PROGRAM STUDI AKUNTANSI NON REGULER

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2018
0
I. JENIS AKUN-AKUN LAIN DALAM SIKLUS PEMBELIAN DAN PEMBAYARAN
Jenis aset, beban dan utang berbeda untuk masing-masing perusahaan, terutama untuk
industri yang bukan ritel, grosir dan manufaktur. Metodelogi yang berkaitan dengan audit
akun-akun tersebut sama dengan audit akun-akun lainnya yang dibahas pada bab-bab
sebelumnya.. Dalam bab ini, pembahasan untuk beberapa akun utama dalam siklus ini akan
dibahas, yang disebut audit atas: aset tetap (properti dan peralatan), beban duibayar
dimuka, utang lain-lain dan akun pendapatan dan beban. Akun yang umumnya berkaitan
dengan transaksi Siklus Akuisisi dan Pembayaran
Aktiva Beban Kewajiban
Kas Harga pokok penjualan Utang usaha
Persediaan Beban sewa Utang sewa
Perlengkapan Pajak properti Biaya profesional akrual
Properti, pabrik, dan peralatan Beban pajak penghasilan Pajak properti akrual
Paten, merek dagang, dan hak cipta Beban Asuransi Beban akrual lainnya
Sewa dibayar dimuka Biaya Profesional Utang pajak penghasilan
Pajak dibayar dimuka Tunjangan Pensiun
Asuransi dibayar dimuka Utilitas

II. PENGADUTIAN ATAS PROPERTI, MESIN, DAN PERALATAN


Property, mesin dan peralatan tergolong asset tetap, yakni asset yang diharapkan akan bisa
digunakan dalam jangka wkatu lebih dari satu tahun , digunakan dalam operasi perusahaan
dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.
II.1 AKUN-AKUN TERKAIT DENGAN AKUN PERALATAN
Catatan akuntansi yang utama untuk peralatan dan property, mesin dan peralatan
lainnya biasanya adalah master file tetap. Tiga alasan audit atas peralatan dan asset-aset
tetap berbeda dengan aduit akun-akun asset lancer, yaitu : pembelian peralatan dalam
suatu periode biasanya tidak sering terjadi, jumlah material dari setiap pembelian
biasanya material, dan peralatan biasanya dibukukan. Dalam audit atas peralatan
manufaktur dan akun-akun yang terkait, auditor harus memisahkan pengujian ke dalam
kategori berikut : Melaksanakan prosedur analitis, Memverifikasi akuisisi tahun berjalan,
Memverifikasi pelepasan atau pembuangan tahun berjalan, Memverifikasi saldo akhir
akun aktiva, Memverifikasi beban penyusutan, dan Memverifikasi saldo akhir akumulasi
penyusutan.
II.2 MELAKSANAKAN PROSEDUR ANALITIS
1
Sebagian besar prosedur analitis berkaitan dengan kemungkinan kesalahan penyajian
dalam beban depresiasi dan akumulasi depresiasi.
a. MEMERIKSA PEMBELIAN PERALATAN TAHUN INI
Perusahaan harus mencatat dengan benar penambahan (pembelian)yang terjadi pada tahun
ini, karena aset akan mempunyai dampak jangka panjang dalam laporan keuangan.
Prosedur Analitis Kemungkinan Salah Saji
Membandingkan beban penyusutan yang dibagi Salah saji beban penyusutan dan akumulasi
dengan biaya peralatan manufaktur kotor dengan penyusutan.
tahun sebelumnya.
Membandingkan akumulasi penyusutan yang Salah saji akumulasi penyusutan.
dibagi dengan biaya peralatan manufaktur kotor
dengan tahun sebelumnya.
Membandingkan reparasi dan pemeliharaan Membebankan jumlah yang harus dikapitalisasi.
bulanan atau tahunan, beban perlengkapan, beban
peralatan kecil, dan akun-akun serupa dengan
tahun sebelumnya.
Membandingkan biaya manufaktur kotor yang Peralatan yang menganggur atau peralatan yang
dibagi dengan beberapa ukuran produksi dengan disingkirkan tetapi belum dihapus.
tahun sebelumnya.

Auditor menggunakan tujuh dari delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo sebagai
kerangka referensi bagi pengujian atas rincian saldo: eksistensi, kelengkapan, keakuratan,
klasifikasi, pisah batas, detail tie-in, serta hak dan kewajiban.
Tujuan Audit yang Pengujian atas Rincian Saldo yang Komentar
Berkaitan dengan Saldo Umum

Akuisisi tahun berjalan dalam Memfooting skedul akuisisi. Menelusuri Memfooting skedul akuisisi dan
skedul akuisisi sama dengan setiap akuisisi ke file induk untuk menelusuri setiap akuisisi yang harus
jumlah file induk terkait, dan melihat jumlah dan deskripsinya. dibatasi kecuali pengendaliannya lemah.
totalnya sama dengan buku
besar umum (detail tie-in) Menelusuri total ke buku besar umum Semua kenaikan saldo buku besar umum
selama tahun tersebut harus direkonsiliasi
dengan skedul

Akuisisi tahun berjalan Memeriksa faktur vendor dan laporan Bukanlah hal yang umum untuk
seoerti yang tercantum dalam penerimaan. memeriksa secara fisik aktiva yang
daftar memang ada diperoleh kecuali pengendaliannya lemah
(eksistensi) Memeriksa aktiva secara fisik atau jumlahnya material

Akuisisi yang ada telah Memeriksa faktur vendor yang Tujuan ini merupakan salah satu yang
dicatat (kelengkapan) berhubungan erat dengan akun sepertri paling penting untuk peralatan manufaktur
reparasi dan pemeliharaan untuk
mengungkapkan item-item yang akan
menjadi peralatan manufaktur.

Mereview perjanjian lease dan sewa

Akuisisi tahun berjalan yang Memeriksa faktur vendor Luasnya tergantung pada risiko inheren
2
ada dalam daftar sudah akurat dan efektivitas pengendalian internal
(keakuratan)

Akuisisi tahun berjalan yang Mmeriksa faktur vendor dalam akun Tujuannya berkaitan erat dengan pengujian
ada dalam daftar telah peralatan manufaktur untuk untuk kelengkapan. Hal ini dilakukan
diklasifikasikan dengan benar mengungkapkan item-item yang harus dalam kaitannya dengan tujuan terserbut
(klasifikasi) diklasifikasikan sebagai peralatan kantor, dan pengujian untuk keakuratan
bagian dari bangunan, atau reparasi.

Memeriksa faktur vendor yang


berhubungan mengungkapkan item-ietm
yang akan menjadi peralatan manufaktur.

Memeriksa beban sewa dan lease untuk


lease yang dapat dikapitalisasi

Akuisisi tahun berjalan Mereview transaksi yang mendekati Biasanya dilakukan sebagai bagian dari
dicatat pada periode yangh tanggal neraca pada periode yang benar pengujian pisah batas utang usaha
benar (pisah batas)

Klien memiliki hak atas Memeriksa faktur vendor Biasanya tidak ada masalah untuk
akuisisi tahun berjalan (hak) peralatan

Akte properti, aktiva berswujud, dan


tagihan pajak sering kali diperiksa untuk
tanah dan bangunan utama.

b. MEMERIKSA PELEPASAN ASET (DISPOSAL) TAHUN INI


Titik awal untuk memverifikasi pelepasan adalah skedul klien yang berisi catatan
tentang pelepasan itu. Skedul tersebut umumnya mencantumkan tanggal kapan aktiva
dilepas atau dibuang, nama orang atau perusahaan yang mengakuisisi aktiva, harga jual,
biaya awal, tanggal akuisisi, dan akumulasi penyusutan. Pengujian detail tie-in atas skedul
yang mencatat pelepasan diperlukan, termasuk memfooting skedul, menelusuri total pada
skedul ke pelepasan yang tercatat dalam buku besar umum, serta menelusuri biaya dan
akumulasi penyusutan pelepasan ke file induk properti. Prosedur berikut seringkali
digunakan untuk memverifikasi pelepasan:
 Mereview apakah aktiva yang baru diakuisisi menggantikan aktiva yang ada
 Menganalisis keuntungan dan kerugian atas pelepasan aktiva dan pendapatan rupa-rupa
yang diterima dari pelepasan aktiva
 Mereview modifikasi pabrik dan perubahan lini produk, pajak properti, atau cakupan
asuransi untuk indikasi penghapusan peralatan

3
 Melakukan tanya-jawab dengan manajemen dan personil produksi mengenai
kemungkinan pelepasan aktiva
c. MEMERIKSA SALDO AKHIR AKUN ASET
Dua tujuan auditor mengaudit peralatan manufaktur termasuk menentukan bahwa:
1. Semua peralatan yang tercatat ada secara fisik pada tanggal neraca (eksistensi)
2. Semua peralatan yang dimiliki telah dicatat (kelengkapan)
Jika jumlahnya material, auditor harus mengevaluasi apakah peralatan itu harus dicatat pada
nilai realisasi bersih (tujuan nilai realisasi) atau setidaknya diklasifikasikan secara terpisah
sebagai “peralatan nonoperasi”. Auditor dapat menggunakan beberapa metode untuk menentukan
apakah peralatan manufaktur terbebani, termasuk:
 Membaca syarat-syarat dalam perja njian pinjaman dan kredit
 Mengirimkan permintaan konfirmasi pinjaman kepada bank dan institusi pemberi
pinjaman lainnya
 Melakukan diskusi dengan klien atau mengirimkan surat ke penasihat hukum
d. MEMERIKSA BEBAS DEPRESIASI
Jika beban penyusutan berjumlah material, akan diperlukan lebih banyak pengujian yang
terinci atas beban penyusutan ketimbang untuk akun yang telah diverifikasi melalui pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo
yang paling penting untuk beban penyusutan adalah keakuratan. Dalam menentukan hal yang
pertama, auditor harus mempertimbangkan empat aspek: Umur manfaat akuisisi periode
berjalan, Metode penyusutan, Estimasi nilai sisa, dan Kebijakan penyusutan aktiva dalam tahun
akuisisi dan disposisi
e. MEMERIKSA SALDO AKHIR DALAM AKUN AKUMULASI DEPRESI
Dua tujuan yang biasanya ditekankan dalam audit atas saldo akhir akumulasi penyusutan
adalah (1) Akumulasi penyusutan yang dinyatakan pada file induk properti sama dengan buku
besar umum. Tujuan ini dapat dipenuhi dengan menguji footing akumulasi penyusutan dalam file
induk properti dan menelusuri totalnya ke buku besar umum dan (2) Akumulasi penyusutan
dalam file induk sudah akurat.

III. PENGAUDITAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA

4
Beban dibayar di muka, beban yang ditangguhkan, dan aktiva berwujud . hal tersebut termasuk:
sewa dibayar dimuka, biaya organisasi, pajak dibayar di muka, paten, asuransi dibayar dimuka,
merek dagang, beban yang ditangguhkan, hak cipta, copyright, dan goodwill.

III.1 GAMBARAN UMUM ASURANSI DIBAYAR DIMUKA


Karena sumber debet dalam akun aktiva asuransi dibayar dimuka adalah jurnal
akuisisi, pembayaran premi asuransi dapat dengan mudah dibagi ke dalam tiga kategori;
pengendalian terhadap akuisisi dan pencatatan asuransi, pengendalian terhadap register
asuransi, dan pengendalian terhadap penghapusan beban asuransi.
III.2 PENGENDALIAN INTERNAL
Otorisasi yang tepat atas polis asuransi yang baru dan pembayaran premi asuransi
merupakan pengendalian yang penting. Register asuransi adalah catatan polis yang berlaku
dan tanggal jatuh tempo setiap polis. Syarat dan jumlah itu menyediakan dasar untuk
menentukan jumlah asuransi dibayar dimuka, auditor secara independen akan memverifikasi
syarat dan jumlah tersebut ke polis asuransi atau kontrak yang mendasari. Auditor harus
mengingat bahwa jumlah beban asuransi merupakan nilai residu. Nilai residu ini didasarkan
pada saldo awal asuransi dibayar dimuka, pembayaran premi selama tahun berjalan, dan
saldo akhir.

III.3 PENGUJIAN AUDIT


Auditor memperoleh skedul klien atau membuat sendiri skedul yang mencantumkan
rincian mengenai polis tertentu yang berlaku, nomor polis, cakupan asuransi untuk setiap
polis, jumlah premi, periode premi, beban asuransi untuk tahun berjalan, dan asuransi dibayar
di muka pada akhir tahun. Biasanya auditor melakukan prosedur analitis berikut untuk
asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi:
 Membandingkan total asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi dengan tahun sebelumnya
 Menghitung rasio asuransi dibayar di muka terhadap beban asuransi dan membandingkannya
dengan tahun sebelumnya
 Membandingkan setiap cakupan polis asuransi skedul asuransi yang diperoleh dari klien
dengan skedul tahun sebelumnya sebagai pengujian atas eliminasi polis tertentu atau
perubahan cakupan asuransi

5
 Membandingkan saldo asuransi dibayar di muka yang dihitung selama tahun berjalan atas
dasar polis per polis dengan yang ada tahun sebelumnya sebagai pengujian terhadap kesalahn
perhitungan
 Mereview cakupan asuransi yang tercantum pada skedul asuransi dibayar di muka dengan
pejabat klien yang berwenang atau broker asuransi menyangkut kememadaian cakupan.
a. Polis Asuransi Dalam Daftar Asuransi Dibayar Dimuka Benar-Benar Ada Dan
Semua Polis Yang Berlaku Tercantum Dalam Daftar (Keberadaan Dan
Kelengkapan) : Pengujian atas eksistensi dan pengabaian polis asuransi yang berlaku
dapat dilakukan pada skedul asuransi dibayar di muka klien dengan salah satu dari dua
cara, yaitu (1) Memeriksa sampel faktur asuransi dan polis yang berlaku untuk
dibandingkan dengan skedul dan (2)Memperoleh konfirmasi i nformasi asuransi dari
agen asuransi perusahaan.

b. Klien Memiliki Hak Atas Semua Polis Asuransi Yang Tercantum Dalam Daftar
Asuransi Dibayar Dimuka (Hak) : Biasanya, penerima yang disebutkan dalam polis
adalah klien, tetapi apabila ada hipotik atau hak gadai lainnya, klaim asuransi mungkin
dapat dibayarkan kepada kreditor.

c. Jumlah Yang Dibayar Dimuka Dalam Daftar Adalah Akurat Dan Totalnya Telah
Dijumlah Dengan Benar Dan Cocok Dengan Buku Besar (Ketelitian Dan
Kecocokan Saldo) : Pengujian audit untuk memverifikasi keakuratan asuransi dibayar
di muka melibatkan verifikasi jumlah premi asuransi, lama periode polis, dan alokasi
premi ke asuransi yang belum jatuh tempo. Jumlah premi untuk polis tertentu dan periode
waktunya dapat diverifikasi dengan pemeriksaan faktur premi atau konfirmasi dari agen
asuransi.

d. Beban Asuransi Yang Berkaitan Dengan Asuransi Dibayar Dimuka Telah


Digolongkan Dengan Benar (Penggolongan) : Contoh: asuransi kebakaran atas suatu
bangunan mungkin memerlukan alokasi ke beberapa akun, termasuk overhead
manufaktur. Membebankan akun yang tepat dan konsistensi dengan tahun sebelumnya
merupakan pertimbangan utama dalam mengevaluasi klasifikasi.

6
e. Transaksi Asuransi Dicatat Pada Periode Yang Tepat (Pisah Batas) : Jika auditor
mengecek pisah batas akuisisi asuransi, mereka melakukannya sebagai bagaian dari
pengujian pisah batas utang usaha.

IV. PENGAUDITAN BEBAN BEBAN TERUTANG


Kategori ketiga dari akun-akun siklus pembelian dan pembayaran ialah beban-beban
terutang, yaitu estimasi kewajiban yang belum dibayar yang timbul dari jasa atau manfaat
yang telah diterima sebelum tanggal neraca . Kewajiban serupa lainnya termasuk : utang
gaji dan upah, utang pajak penghasilan karyawan, utang bonus pimpinan, utang komisi,
utang sewa, utang horrorarium professional dan utang bunga.

 PENGAUDITAN PAJAK KEKAYAN TERUTANG


Verifikasi beban akrual bervariasi tergantung pada sifat akrual dan situasi yang
dihadapi klien. Bagi sebagian besar audit, akrual hanya memerlukan waktu audit yang
sedikit. Karena sumber debet adalah jurnal pengeluaran kas, pembayarran pajak properti.
Ketika auditor memverifikasi pajak properti, kedelapan tujuan audit yang berkaitan dengan
saldo kecuali niulai realisasi bersifat relevan. Dua yang paling penting adalah:
1. Properti yang ada pada skedul akrual sudah tepat untuk mengakrualkan pajak.
Kelalaian untuk mencantumkan properti dimana pajak harus diakrualkan akan
menyatakan terlalu rendah kewajiban pajak properti (kelengkapan). Sebagai contoh
salah saji yang material dapat terjadi jika pajak properti belum dibayarkan hingga
tanggal neraca dan tidak dimasukkan sebagai pajak properti akrual.
2. Pajak properti akrual telah dicatat secara akurat. Auditor memperhatikan perlakuan
yang konsisten terhadap akrual dari tahun ke tahun (keakuratan)

V. PENGADUITAN AKUN-AKUN PENDAPATAN DAN BEBAN


Dua konsep berikut dalam audit atas akun pendapatan dan beban akan diperlukan
ketika mempertimbangkan tujuan laporan laba rugi: (1) Penandingan pendapatan dan beban
periodik diperlukan untuk menentukan hasil operasi yang tepat dan (2) Penerapan prinsip
akuntansi secara konsisten selama periode yang berbeda diperlukan untuk komparabilitas.
V.1 Pendekatan Untuk Pengauditan Akun-Akun Pendapatan Dan Beban : bagian audit
yang secara langsung mempengaruhi akun-akun tersebut adalah prosedur analitis,
7
pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, dan pengujian atas
rincian saldo.

V.2 Prosedur Analitis :

Prosedur Analitis Salah Saji yang Mungkin


Membandingkan setiap beban dengan tahun Lebih saji atau kuirang saji saldo akun beban
sebelumnya
Membandingkan setiap saldo aktiva dan Lebih saji atau kurang saji akun neraca yang
kewajiban dengan tahun sebelumnya juga akan mempengaruhi akun laporan laba
rugi (sebagai contoh, salah saji persediaan
mempengaruhi harga pokok penjualan)
Membandingkan setiap beban dengan yang Salah saji beban dan akun neraca yang
dianggarkan berhubungan
Membandingkan presentase marjin kotor Salah saji harga pokok penjualan dan
dengan tahun sebelumnya persediaan
Membandingkan rasio perputaran persediaan Salah saji harga pokok penjualan dan
dengan tahun sebelumnya persediaan
Membandingkan beban asuransi dibayar Salah saji beban asuransi dan asuransi
dimuka dengan tahun sebelumnya dibayar di muka
Membandingkan beban komisi yang dibagi Salah saji beban komisi dan komisi akrual
dengan penjualan dengan tahun sebelumnya
Membandingkan setiap beban manufaktur Salah saji setiap beban manufaktur dan akun
yanbg dibagi dengan total beban manufaktur neraca yang berhubungan
dengan tahun sbelumnya

V.3 Pengujian Pengendalian Dan Pengujian Substantif Golongan Transaksi: baik


pengujian pengendalian maupun pengujian substantif atas transaksi memiliki dampak
yang secara simultan memverifikasi akun neraca dan laporan laba rugi. Jika auditor
menyimpulkan setelah melakukan pengujian yang memadai bahwa risiko pengendalian
dapat dinilai secara layak sebagai rendah untuk transaksi dalam siklus akuisisi dan
pembayaran, satu-satunya verifikasi tambahan terhadap akun laporan laba rugi yang
berhubungan, seperti utilitas, iklan, dan pembelian, akan dilakukan melalui kinerja
prosewdur analitis dan pengujian pisah batas.

8
V.4 Pengujian Saldo-Saldo Akun -Analisis Beban : analisis akun beban melibatkan
pemeriksaan auditor terhadap pendokumentasian yang mendasari setiap transaksi dan
jumlah yang terdiri dari rincian total akun beban. Meskipun anailisis akun beban
berfokus pada transaksi , pengujian tersebut berbeda dengan pengujian pengendalian
dan pengujian substantif atas transaksi. Pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi ditujuksn untuk menuilai risiko pengendalian. Auditor
memverifikasi transaksi pada akun-akun khusus ubtuk menentukan apakah transaksi itu
dilakukan klien yang sesuai, diklasifikasikan dengan benar dan divatat secara akurat.
Sebagai contoh auditor sering kali menganalisis: Akun beban reparasi dan
pemeliharaan untuk menentukan apakah mereka telah bsalah mencantumkan transaksi
properti, pabrik, dan peralatan, Beban sewa dan lease guna menentukan kebutuhan
untuk mengkapitalisasi lease, Beban hukum untuk menentukan apakah ada kewajiban
kontijen yang potensial, perselisihan, tindakan ilegal, atau masalah hukum lainnya yang
dapat mempengaruhi laporan keuangan.

VI. PENGUJIAN RINCI SALDO AKUN PENGALOKASIAN


Dua prosedur audit yang paling penting untuk mengaudit alokasi adalah pengujian
atas kelayakan secara keseluruhan dengan menggunakan prosedur analitis dan
penghitungan ulang hasil klien. Biasanya auditor melaksanakan pengujian tersebut sebagai
bagian dari audit atas akun aset atau kewajiban terkait. Hal ini meliputi memverifikasi
beban penyusutan sebagai bagian dari audit properti, pabrik, peralatan, pengujian
amortisasi untuk paten sebagai bagian dari memverifikasi paten baru atau pelepasan paten
yang ada, dan memverifikasi alokasi antara persediaan serta harga pokok penjualan sebagai
bagian dari audit persediaan.

REFERENSI

Yusuf,Haryono.2014.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi.Auditing.Yogyakarta


Jusup, Haryono Al. 2011. Auditing (Pengauditan Berbasis ISA). Edisi II. Yogyakarta: Unit
Penerbitan dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN