Anda di halaman 1dari 6

PANITIA UJIAN AKHIR TRIMESTER I

TA. 2014/2015
PROGRAM STUDI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Mata Ujian : Filsafat ilmu & Etika Bisnis Islami


Dosen : Prof. Soewito, Sp.THT (K)
Hari, Tanggal : Kamis, 22 Januari 2015
Waktu : dikumpulkan hari Sabtu 24 Januari 2015
Sifat : Take Home

Petunjuk:
Kerjakan soal berikut dengan diketik dan dikerjakan dilembar folio yang berbeda untuk
masing-masing nomor.

1. Sebagai seorang direktur rumah sakit (pemerintah/swasta) dituntut memiliki


kemampuan serta pengalaman manajerial yang profesional (setidaknya lulusan
MMR atau MARS). Menurut pendapat anda dalam melaksanakan manajemen
rumah sakit tersebut apakah perlu memasukkan unsur spiritual (agama).
Jelaskan peran utama unsur “Spiritual” yang menjiwai tiap bidang pengelolaan
serta strategi anda dalam menerapkan unsur spiritual sewaktu mengelola tiap
bidang kegiatan. Apakah keduanya (manajemen dan spiritual) dilakukan serta
terpisah (dikotomi) atau digabungkan.

2. Pada saat ini sebagian besar penduduk negara kita masih berada di bawah garis
kemiskinan, sedangkan biaya kesehatan (berobat) makin mahal apalagi bila
menggunakan alat diagnostik atau terapi canggih. Sebagai direktur rumah sakit
(pemerintah/swasta) dengan dana terbatas apa prioritas anda untuk menarik
“image” masyarakat untuk berobat atau mengembangkan terapi pola holistik
sebagai komplemen (pelengkap) terapi konvensional dengan biaya lebih
ekonomis? Jelaskan pendapat anda.

3. Hingga saat ini pelayanan kesehatan di masyarakat masih belum efektif


menjangkau lapisan masyarakat miskin baik segi kuantitas maupun kualitas,
sehingga timbul ungkapan “orang miskin dilarang sakit”. Hal ini disebabkan
karena biaya pemeriksaan medis dan obat tidak terjangkau orang miskin. Walau
berbagai upaya telah dilakukan pemerintah JPSBK (1977), ASKESKIN (2004)
yang kini berubah menjadi JamKesMas namun pelaksanaannya masih banyak
hambatan dan tersendat. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dikembangkan
inovasi wiraausaha pelayanan medis dengan biaya terjangkau masyarakat
miskin tetapi juga cukup berkualitas dan harus surplus dan berkembang.
Uraikan bentuk pelayanan kesehatan inovatif tersebut di atas menurut pendapat
anda.
EVALUASI HASIL BELAJAR

Evaluasi hasil belajar dilakukan dengan “take home Assignment”, yaitu peserta didik
diberi soal minimal 3 (tiga) tentang masalah yang terkait dengan Filosofi Ilmu
Kedokteran (Gigi) dan Etika Profesi untuk dapat dibuat jawabannya di rumah dalam
waktu 2 hari secara tertulis (diketik).

Tugas pekerjaan rumah ini sifatnya individual dan harus dijawab dengan penalaran
(reasoning, Logika) sendiri.

Cara Penilaian

1. Tata atulis dan bahasa


2. Sistematik dan alur penulisan
3. Penalaran (reasoning): Logika – Relevansi – konsistensi – Serta Koherensi.
4. Jumlah rujukan yang diacu
5. Adanya pendapat sendiri yang muncul
6. Daftar pustaka dengan sistem penulisan yang benar
7. Pengemasan masalah
Soal no 1

Rumah sakit sebagai salah satu sistem pelayanan kesehatan melaksanakan dua jenis
pelayanan untuk masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan administrasi. Untuk itu
diperlukan manajemen yang baik untuk mengatur alokasi dan penggunaan sumber daya
agar tujuan rumah sakit dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Penerapan nilai-nilai
spiritual dalam manajemen rumah sakit tentu tidak dapat dipisahkan. Ada banyak
manfaat yang dapat ditemukan, bukan hanya manfaat bagi pribadi saja tetapi juga untuk
organisasi rumah sakit sendiri. Nilai-nilai spiritual ini penting dalam membangun
berbagai fungsional manajemen seperti dalam manajemen sumber daya manusia dan
juga manajemen pemasaran. Dalam membentuk sumber daya manusia yang ideal, orang
yang memiliki kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Diperlukan juga kecerdasan
emosi yang dapat membangun hubungan yang baik dengan internal rumah sakit
maupun dengan pasien. Selain kecerdasan intelektual dan emosi, juga dibutuhkan
pengembangan nilai-nilai spiritual. Pengembangan nilai-nilai spiritual bertujuan untuk
megingatkan kembali bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang mempunyai nurani
untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal mana yang
haram. Membentuk sumber daya manusia yang berspiritual juga membantu manajemen
dalam membangun budaya yang sehat karena aspek-aspek spiritual akan mendorong
karyawan untuk melakukan hal-hal yang bemanfaat bagi dirinya maupun
lingkungannya. Dalam manajemen pemasaran juga dapat diterapkan nilai spiritual
dalam komunikasi pemasarannya. Nilai spiritual yang bisa diambil contohnya adalah
kejujuran. Sehingga pasien mendapat informasi tentang penyakit yang dialaminya sesuai
keadaan sebenarnya. Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari penerapam nilai-
nilai spiritualitas :

1. Terhindar dari kecurangan (fraud)yang mungkin terjadi akibat menghalalkan


segala cara untuk memperoleh keuntungan
2. Meningkatnya produktivitas dan kinerja rumah sakit
3. Terbangunnya suasana yang harmonis
4. Menciptakan image atau citra positif kepada pasien
Soal no 2

Kesehatan holistic adalah sebuah konsep yang mamandang seluruh faktor potensial
yang dapat memberikan efek pada kesehatan pasien pada saat melakukan pemeriksaan
kesehatan seseorang. Kesehatan holistic membawa pada seluruh aspek pada seseorang
seperti kebutuhan fisik, kondisi social, status mental sebagai suatu kesatuan yang
dipandang secara menyeluruh. Selain itu aspek spiritual juga harus dipertimbangkan
dalam melakukan analisa secara keseluruhan. Terapi secara holistic akan melakukan
pendekatan terhadap ketidakseimbangan dalam tubuh yang menyebabkan gangguan
pada sistem tubuh. Ada beberapa jenis terapi yang sering dihubungkan dengan
pendekatan kesehatan holistic, diantaranya:

 Kedokteran alternative

Sering digunakan masyarakat atau beberapa praktisi kesehatan dengan


menggunakan teknik medis yang belum diterima oleh mayoritas praktisi
konvensional. Teknik ini tidak invasive dan tidak menggunakan obat-obatan.

 Kedokteran komplimenter

Salah satunya adalah bioresonansi yaitu memulihkan kondisi tubuh dengan


mengembalikan frekuensi elektromagnetik yang patologis ke ferkuensi normal
tubuh. Selain itu dapat menggunakan aromaterapi, hypnosis maupun meditasi.

Menurut saya, apabila terapi holistic dijadikan sebagai pelengkap terapi konvensional
maka akan didapatkan hasil yang maksimal karena dengan pengobatan holistic maka
pengobatan dilakukan tidak hanya kimiawi saja tetapi juga meningkatkan imun pasien
dan memperbaiki secara menyeluruh dari faktor pencetus penyakit. Pendekatan
kedokteran komplimenter dapat digunakan bersama dengan pengobatan konvensional.
Misalnya, menggunakan aromaterapi untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien
setelah pembedahan atau dengan metode terapi bioresonansi yang dapat digunakan
bersama dengan terapi sensitisasi pada alergi.
Soal no 3

Kesehatan merupakan hak fundamental setiap individu tanpa membeda-bedakan orang


tersebut mampu atau tidak mampu. Oleh karena itu, menjadi tugas Negara untuk
menyediakan segala fasilitas yang diperlukan agar rakyatnya tetap sehat. Jamkesmas
adalah salah satu program bantuan social untuk pelayanan bagi masyarakat miskin dan
tidak mampu. Program ini diselenggarakan secara nasional agar terjadi subsidi silang
dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat
miskin.

Program jamkesmas ini mempunyai keterbatasan, diantaranya adanya pembatasan


beberapa pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada prakteknya, program
jamkesmas ini tidak meliputi perlindungan di bidang promotif dan preventif serta
pembatasan di bidang kuratif dan rehabilitative. Adanya keterbatasan pelayanan
membawa dampak bagi warga miskin yakni rentan terhadap berbagai macam penyakit
karena pengetahuan yang kurang, lingkungan pemukiman yang buruk dan akses
informasi yang kurang.

Menurut saya, dengan melihat kendala-kendala diatas maka seharusnya pelayanan


kesehatan harus lebih menekankan pada aspek promotif dan preventif. Kedua aspek
tersebut tidak membutuhkan biaya yang besar tetapi memberi dampak maksimal untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, dalam penegakan diagnosis
diupayakan dengan menggunakan kemampuan individual dan meminimalkan
pemeriksaan penunjang yang relative mahal apabila tidak benar-benar dibutuhkan.

Daftar pustaka :

1. Poedjosumarmo, Soepomo. 2001. Filsafat Bahasa. Surakarta : MUP Press.


2. Suriasumantri, yuyun. 2009. Ilmu dalam perspektif : kumpulan karangan tentang hakikat
ilmu. Jakarta: Gramedia
3. What Is Holistic Medicine. http://www.holisticmed.com/whatis.html
4. Winarto,dkk. 2013. Nilai-Nilai Spiritualitas dan Dampaknya terhadap Kinerja Perusahaan.
Jurnal Administrasi Bisnis vol 14 No. X.