Anda di halaman 1dari 6

JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA, 2(1), 2017

Jurnal Akademi Farmasi Prayoga


ISSN-Online : 2548-141X
Diterbitkan Oleh Akademi Farmasi Prayoga Padang
http:// jurnal.akfarprayoga.ac.id

UJI DAYA HAMBAT INFUSA TANAMAN AKAR KUCING (Acalypha


indica L.) TERHADAP JAMUR Candida albicans

Suzana Devi, S. Si, M. Farm, Apt


Akademi Farmasi Prayoga, Jl. Sudirman No. 50, Padang, Sumbar
Corresponding author :

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang uji daya hambat tanaman akar kucing yang bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian infusa daun akar kucing (Acalypha indica L.) terhadap
pertumbuhan jamur Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium
yang menggunakan biakan jamur Candida albicans yang diperoleh dari Laboratorium
Mikrobiologi Kopertis WILAYAH X PADANG. Penelitian ini menggunakan mediaPotato
Dextrosa Agar (PDA)sebagai mediabiakan jamur Candida albicans. Uji statistik menggunakan
uji One Way ANOVAdengan menggunakan SPSS 15.0 for Windows. Uji One Way ANOVA
menunjukkan adanya perbedaan rata-rata diameter zona hambatan antara semua konsentrasi
infusa daun akarkucing(AcalyphaindicaL.) yang signifikan (α< 0,05). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa infusa daun akarkucing(Acalypha indicaL.) pada konsentrasi 20 %, 40 %,
60 % mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
Kata Kunci : Tanaman akar kucing (Acalypha indica L), jamur Candida albicans, infusa, uji one
way ANOVA.

PENDAHULUAN sulit diobati apabila bakteri dan jamur


Iklim Indonesia berpotensi menjadi penyebab infeksi kulit adalah berasal dari
tempat yang subur untuk pertumbuhan jamur seperti Candida albicans. (Setiawati
bakteri dan jamur. Sebagian besar Maharani, 2012)
mikroorganisme ini bersifat patogen pada Candida albicans pertumbuhannya
manusia. Salah satunya merupakan penyakit akan dikontrol oleh bakteri baik yang ada
infeksi kulit. Infeksi menjadi suatu hal yang ditubuh agar tetap dalam jumlah yang kecil.
Uji Daya Hambat Infusa Tanaman Akar Kucing (Acalypha Indica L.) Terhadap Jamur Candida Albicans Devi S

Bakteri baik dalam tubuh akan bekerja Pada penelitian ini melihat pengaruh
dengan cara memakan Candida albicans infusa daun Akar Kucing (Acalypha Indica
Saat pertumbuhannya berlebihan, (Pratiwi, L.) terhadap daya hambat dari jamur
ST. 2008). Candida albicans.
Indonesia sebagai Negara kedua
tertinggi keanekaragaman hayati nya, METODOLOGI
didunia memiliki potensi yang besar untuk Persiapan sampel
mendapatkan senyawa-senyawa baru yang Sampel daun akar kucing (Acalypha
berkhasiat sebagai obat. Salah satu tanaman indica L.) diambil dari lingkungan sekitar
yang di manfaatkan sebagai obat adalah akar tempat tinggal dikelurahan Andalas padang
kucing (Acalypha indica L.) atau masyarakat timur. Daun akar kucing (Acalypha indica
sering menyebut dengan tanaman anting- L.) diambil pada pagi hari yaitu daun yang
anting. Tumbuhan dengan nama latin masih segar, dipetik secara langsung dengan
(Acalypha indica L.) ini banyak tumbuh tangan. Daun yang telah dikumpulkan dicuci
secara liar di indonesia. (Tan, H.T, 2008) dengan air mengalir, kemudian dikeringkan.
Tanaman akar kucing (Acalyhpa
indica L.) ini secara ilmiah bermanfaat Pembuatan Infusa.
sebagai anti radang, antibiotic, peluruh Infusa yang dibuat adalah 20%, 40% dan
kencing (diuretic) pencahar dan penghenti 60% dari daun akar kucing (Acalypha indica
pendarahan (haemostatis). Tanaman ini L.) yang telah dikeringkan dan dirajang-
merupakan family Euphobiaceae. Senyawa rajang kasar dipanaskan dengan air ad
yang terdapat didalamnya seperti senyawa mendidih, dan saring.
fenol dan flavonoid. Daun dan akar
mengandung saponin dan tanin. Senyawa Pembuatan Media
fenol bersifat antibakteri, antiradang, dan Timbang 3,9 gram Potato Dextrosa
aktif dapat menghilangkan rasa sakit Agar (PDA) masukkan dalam erlemeyer
setempat, mencegah bahkan menyembuhkan ditambahkan 100 ml air suling, kemudian
rematik arthritis. Senyawa flavonoid bersifat dipanaskan diaduk sampai jernih dan
antioksidan, yang dapat menghambat mendidih kemudian disterilkan dalam
pembentukan asam urat. (A. Latief, 2012). autoklaf selama 15 menit pada suhu 121 ºC.

14 Jurnal Akademi Farmasi Prayoga, Vol 2 No 1, 2017


Uji Daya Hambat Infusa Tanaman Akar Kucing (Acalypha Indica L.) Terhadap Jamur Candida Albicans Devi S

Pembuatan Suspensi Jamur


Diambil koloni Jamur dengan HASIL DAN PEMBAHASAN.
menggunakan jarum ose, lalu dimasukkan
1. Uji aktivitas infusa daun akar kucing
kedalam tabung reaksi yang berisi 9 ml
(Acalhypha indica L.) terhadap jamur
NaCl fisiologis, kocok homogen.
Candida albicans, maka hasilnya dapat
dilihat dibawah ini :
Pembuatan Suspensi Ketokonazol 0.2 %
a. Konsentrasi 20% terdapat zona
Ditimbang Na CMC 1 gram,
hambat 5.8 mm
ditambahkan air suling panas 20 kalinya
b. Konsentrasi 40% terdapat zona
sedikit demi sedikit, gerus kuat hingga
hambat 7.03 mm
terbentuk korpus suspensi, kemudian
c. Konsentrasi 60% terdapat zona
ditambahkan tablet ketokonazol 200 mg
hambat 11.6 mm
yang sudah digerus terlebih dahulu,
Pada tabel dapat dilihat bahwa Zona
kemudian tambahkan air suling sampai 100
hambatan jamur dinyatakan dalam milimeter
ml, gerus homogen.
(mm), yang diukur dari diameter zona
bening yang terbentuk. Dari hasil
Pengujian Daerah Antijamur
pengukuran diameter daerah hambatan
Dimasukan 1 ml suspensi Candida
infusa daun tanaman akar kucing (Acalypha
albicans kedalam cawan petri, lalu
indica L.) terhadap jamur Candida albicans
tambahkan media PDA 15 ml, cawan petri
didapat diameter hambat rata-rata yaitu,
ditutup dan digoyangkan hingga media
pada konsentrasi 20% memiliki daya hambat
homogen, dan media dibiarkan hingga
5.8 mm, konsentrasi 40% memiliki daya
membeku. Dicelupkan kertas cakram
hambat 7.03 mm, dan kosentrasi 60%
kedalam masing-masing konsentrasi dari
memiliki daya hambat 11.6 mm. Pada hasil
sampel uji, lalu kering anginkan, kemudian
statistik one way ANOVA, didapat
diletakan kedalam media yang telah beku.
signifikan zona hambatnya 0,093 > 0,05,
Disimpan dalam suhu 36ºC -37ºC selama
artinya tidak ada perbedaan bermakna antar
tiga kali 24 jam dan amati daya hambat yang
kosentrasi yang digunakan pada penelitian
terjadi pada masing-masing sampel,
ini.
kemudian diukur daya hambat yang terjadi.

15 Jurnal Akademi Farmasi Prayoga, Vol 2 No 1, 2017


Uji Daya Hambat Infusa Tanaman Akar Kucing (Acalypha Indica L.) Terhadap Jamur Candida Albicans Devi S

Tabel 1. Rata-rata zona hambat konsentrasi infusa daun akar kucing terhadap jamur Candida
albicans.

Diameter Zona Hambat (mm)


No Konsentrasi
P1 P2 P3 Rata2

1 20 % 6.5 5.75 5.25 5.8

2 40 % 6 7 8.1 7.03

3 60 % 11 11 13 11.6

4 Ketokonazol 20 20 21 20.1

5 Air suling 0 0 0 0

Gambar 1. Cawan petri yang berisi kertas cakram yang mempunyai konsentrasi 20, 40, 60%,
kontrol Positif dan kontrol negatif.

16 Jurnal Akademi Farmasi Prayoga, Vol 2 No 1, 2017


Uji Daya Hambat Infusa Tanaman Akar Kucing (Acalypha Indica L.) Terhadap Jamur Candida Albicans Devi S

Gambar 2. Gambar descriptive dari one way ANOVA pada perbedaan kosentrasi perlakuan.

Gambar 3. Grafik rata-rata zona hambatan infusa tanaman akar kucing pada berbagai
konsentrasi.

17 Jurnal Akademi Farmasi Prayoga, Vol 2 No 1, 2017


Uji Daya Hambat Infusa Tanaman Akar Kucing (Acalypha Indica L.) Terhadap Jamur Candida Albicans Devi S

KESIMPULAN. Jones, David S. 2010. Statistic Farmasi.


Jakarta: penerbit buku Dasar-dasar
Hasil yang didapat menggunakan uji One
Mikrobiologi kedokteran EGC.
Way Anova adalah sangat signifikan dengan
Latief A. 2012. Obat Tradisional. Jakarta:
perbedaan rata-rata zona hambatan yang
penerbit buku kedokteran EGC.
didapat (α < 0.05).
Pratiwi, ST. 2008. Mikrobiologi Farmasi.
Pengambilan keputusan : Jakarta: Erlangga.
Pelczar dan Chan, 2009. Jakarta: Universitas
Ho diterima bila Fhitung < Ftabel
Indonesia.
Ho ditolak bila Fhitung > Ftabel Tan, H.T dan Kirana Rahardja, 2008. Obat-
Nilai Fhitung > Ftabel (272,970 > 3,48), maka Obat Penting. Jakarta: PT Elex Media
Ho ditolak. Komputindo.
Setiawati Maharani, 2012. “Pengaruh
UCAPAN TERIMA KASIH.
Pemberian Larutan Ekstrak Siwak
Terima kasih kepada semua pihak (Salvadora persica) pada Berbagai
yang telah membantu dalam pelaksanaan Konsentrasi terhadap Pertumbuhan
penelitian ini. Candida albicans”. Laporan akhir
penelitian Karya Tulis lmiah. Fakultas
DAFTAR PUSTAKA
Kedokteran Universitas Diponegoro.
Aldi Y dan Elmitra. 2013. Penuntun Sukandar EY, Retnosari A, Joseph I sigit, I
Praktikum Mikrobiologi dan ketut andyana, Adji PS, Kusnandar,
Parasitologi. Padang: Akademi Farmasi 2008. Isofarmakoterapi. Jakarta: PT
Yayasan Prayoga. ISFI Penerbitan.
Corner, E.J.H. 1952. Wayside Of Malay Vol
2. Singapore: Government printing
office.
Jawetz D & adelbergs. 2001. Mikrobiologi
Kedokteran. Jakarta: Penerjemah
bagian mikrobiologi fakultas
kedokteran air langga. Salemba medika.

18 Jurnal Akademi Farmasi Prayoga, Vol 2 No 1, 2017