Anda di halaman 1dari 17

Asuhan Keperawatan Pada Anak BBLR

24 April 2015 Tinggalkan komentar

BAB I

PENDAHULUAN

 LATAR BELAKANG

Kongres Kedokteran Perinatologi Eropa Ke-2, 1970, mendefinisikan Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR) adalah bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir £ 2500 gr dan
mengalami masa gestasi yang diperpendek maupun pertumbuhan intra uterus kurang dari
yang diharapkan (Rosa M. Sacharin, 1996).

Berat Badan Lahir Rendah tergolong bayi yang mempunyai resiko tinggi untuk kesakitan dan
kematian karena BBLR mempunyai masalah terjadi gangguan pertumbuhan dan pematangan
(maturitas) organ yang dapat menimbulkan kematian.

Angka kejadian (insidens) BBLR di negara berkembang seperti di Inggris dikatakan sekitar 7
% dari seluruh kelahiran. Sedangkan di Indonesia masih merupakan masalah yang perlu
diperhatikan, karena di Indonesia angka kejadiannya masih tinggi.

Berkenaan dengan itu upaya pemerintah untuk pencegahan dan pengelolaan BBLR sangat
penting. Dengan penanganan yang lebih baik dan pengetahuan yang memadai tentang
pengelolaan BBLR, diharapkan angka kematian dan kesakitan dapat ditekan.

Peran serta perawat dalam pencegahan BBLR dengan meningkatkan kesejahteraan ibu dan
janin yang dikandung, maka perlu dilakukan deteksi dini melalui pemantauan Ante Natal
Care dan pengelolaan BBLR dengan penanganan dan pengetahuan yang memadai dengan
menggunakan pendekatan asuhan keperawatan.

 TUJUAN
 Tujuan Umum

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini untuk mengetahui asuhan keperawatan pada
neonatus dengan BBLR.

2. Tujuan Khusus

 Mengetahui pengertian BBLR


 Mengetahui defenisi BBLR
 Mengetahui patofisiologi BBLR
 Dapat melakukan pengkajian dan pengumpulan data pada bayi BBLR
 Dapat mengidentifikasi dan merumuskan diagnosa keperawatan bayi dengan BBLR
 Dapat menentukan intervensi BBLR

BAB II
PEMBAHASAN

 DEFENISI

Bayi berat badan lahir rendah ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari
2500 gram ( WHO, 1961 ).

Berat badan lahir rendah yaitu bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram
tanpa memperhatikan usia gestasi (dihitung satu jam setelah melahirkan). Menurut Ribek
dkk. (2011).

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan 2500 gram atau kurang
pada saat lahir, bayi baru lahir ini dianggap mengalami kecepatan pertumbuhan intrauterine
kurang dari yang diharapkan atau pemendekan periode gestasi (Bobak, 2004).

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang atau
sama dengan 2500 gram (Surasmi, 2003).

Berat Badan Bayi Rendah (BBLR) merupakan bayi (neonatus) yang lahir dengan memiliki
berat badan kurang dari 2500 gram atau sampai dengan 2499 gram (Hidayat, 2005).

Menurut Hasan Rusepno (1995), berdasarkan hasil konggres kedoktren Perinatologi Eropa II
yang disebut bayi berat lahir rendah adalah bayi yang beratnya kurang atau sama dengan
2500 gram saat lahir.dianggap sebagai mengalami masa gestasi yang diperpendek, maupun
pertumbuhan intra uterus kurang dari yang diharapkan atau keduanya.

Dalam hal in dapat dibedakan menjadi :

 Prematuritas murni, yaitu bayi pada kehamilan


 Small for date (SFD) atau kecil untuk masa kehamilan adalah bayi yang berat
badannya kurang dari yang seharusnya umur kehamilan
 Retardasi pertumbuhan janin intrauterine (IUGR) yaitu bayi yang lahir dengan berat
badan rendah dan tidak sesuai dengan usia kehamilan
 Dismaturitas, yaitu suatu sindrom klinik dimana terjadi ketidakseimbangan antara
pertumbuhan janin dengan lanjutnya kehamilan atau bayi-bayi yang lahir dengan BB
tidak sesuai dengan tuanya kehamilan. Atau bayi yang dengan gejala intrauterine
malnutrition or wasting.

Large for date adalah bayi yang dilahirkan lebih besar dari seharusnya tua kehamilan,
misalnya pada diabetes mellitus

 ETIOLOGI

Penyebab berat badan lahir rendah belum diketahui, Menurut Huda dan Hardhi dalam
NANDA NIC-NOC (2013). Penyebab kelahiran bayi berat badan lahir rendah, yaitu:

 Factor genetik atau kromosom


 Infeksi
 Bahan toksik
 Insufisiensi atau disfungsi plasenta
 Radiasi
 Faktor nutrisi
 Isufisiensi atau disfungsi plasenta
 Factor lain seperti merokok, peminum alkohol, bekerja berat pada masa kehamilan,
plasenta previa, kehamilan ganda, obat-obatan, dan sebagainya.

Selain penyebab diatas ada beberapa penyebab kelahiran berat badan lahir rendah yang
berhubungan, yaitu :

 Faktor ibu
 Paritas
 Abortus spontan sebelumnya
 Infertilitas
 Gizi saat hamil yang kurang, umur kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun
 Jarak hamil dan persalinan terlalu dekat, pekerjaan yang terlalu berat
 Penyakit menahun ibu : hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah, perokok
 Faktor kehamilan

1. Hamil dengan hidramnion, hamil ganda, perdarahan antepartum


2. Komplikasi kehamilan : preeklamsia/eklamsia, ketuban pecah dini

 Faktor janin
 Cacat bawaan, infeksi dalam rahim.
 Infeksi congenital (missal : rubella)

 . KLASIFIKASI BBLR

Menurut Ribek dkk. (2011), ada 3 klasifikasi dari berat badan lahir rendah, yakni:

 Berat badan lahir rendah sedang yaitu bayi lahir dengan berat badan 1501 sampai
2500 gram.
 Berat badan lahir sangat rendah yaitu bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1500
gram.
 Berat badan lahir sangat rendah sekali yaitu bayi lahir dengan berat badan kurang dari
1000 gram.

 PATOFISIOLOGI

Bayi berat badan lahir rendah adalah bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gram pada
waktu lahir. Secara umum penyebab dari bayi berat badan lahir rendah dipengaruhi oleh
beberapa factor antara lain gizi saat hamil yang kurang dengan umur kurang dari 20 tahun
atau diatas 35 tahun, jarak hamil dan persalinan terlalu dekat, pekerjaan yang terlalu berat,
penyakit menahun ibu : hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah, perokok.

BBLR biasanya disebabkan juga oleh hamil dengan hidramnion, hamil ganda, perdarahan,
cacat bawaan, infeksi dalam rahim. Hal ini akan menyebabkan bayi lahir dengan berat 2500
gram dengan panjang kurang dari 45 cm, lingkar dada kurang dari 30 cm kepala lebih besar,
kulit tipis, transparan, rambut lanugo banyak, lemak kurang, otot hipotonik lemah,
pernapasan tak teratur dapat terjadi apnebiasanya terjadi pada umur kehamilan kurang dari 37

minggu.

Kemungkinan yang terjadi pada bayi dengan BBLR adalah Sindrom aspirasi mekonium,
asfiksia neonatorum, sindrom distres respirasi, penyakit membran hialin, dismatur preterm
terutama bila masa gestasinya kurang dari 35 minggu, hiperbilirubinemia, patent ductus
arteriosus, perdarahan ventrikel otak, hipotermia, hipoglikemia, hipokalsemia, anemi,
gangguan pembekuan darah, infeksi, retrolental fibroplasia, necrotizing enterocolitis (NEC),
bronchopulmonary dysplasia, dan malformasi kongineta.

 MANIFESTASI KLINIS

1. Sebelum bayi lahir

 Pada anamnesa sering dijumpai adanya Riwayat abortus, pertus prematurus dan lahir
mati
 Pembesaran uterus tidak sesuai dengan tuanya kehamilan
 Pergerakan janin yang pertama terjadi lebih lambat dan tidak sesuai menurut yang
seharusnya
 Sering dijumpai dengan kehamilan oliradramnion gravidarum atau perdarahan
anterpartum

2. Setelah bayi lahir

 Bayi dengan retardasi pertumbuhan intrauterine


 Bayi premature yang lahir sebelum kehamilan 37 minggu
 Bayi small for date sama dengan bayi retardasi pertumbuhan intrauterine
 Bayi premature kurang sempurna pettumbuhan alat-alat dalam tubuhnya.

Tanda dangejala yang dijumpai pada Bayi Berat Lahir Rendah antara lain :

1. Berat Badan Kurang dari 2.500 gram, panjang badan kurang dari 45 cm, lingkar
kepala kurang dari 33 cm, lingkar dada kurang dari 30 cm.
2. Masa gestasi kurang dari 37 minggu.
3. Kepala lebih besar dari badan.
4. Lanugo (bulu halus ) banyak terutama pada dahi, pelipis, telinga dan lengan
5. Lemak sub kutan kurang.
6. Ubun – ubun dan sutura melebar
7. Genitalia belum sempurna, labia minora belun tertup oleh labia mayora (pada
wanita) pada pria testis
8. Pembuluh darah kulit banyak terlihat peristaltik usus dapat terlihat.
9. Rambut halus dan tipis.
10. Banyak tidur dan tangis lemah.
11. Kulit tampak mengkilat dan licin
12. Pergerakan kurang dan lemah.
13. Refleks tonus leher lemah, refleks isap kurang, refleks menelan kurang dan
refleks batuk masih lemah.

 PENATALAKSANAAN
 Medis
 Resusitasi yang adekuat, pengaturan suhu, terapi oksigen
 Pengawasan terhadap PDA (Patent Ductus Arteriosus)
 Keseimbangan cairan dan elektrolit, pemberian nutrisi yang cukup
 Pengelolaan hiperbilirubinemia, penanganan infeksi dengan antibiotik yang tepat
 Keperawatan:
 Penanganan bayi

Semakin kecil bayi dan semakin premature bayi, maka semakin besar perawatan yang
diperlukan, karena kemungkinan terjadi serangan sianosis lebih besar. Semua perawatan bayi
harus dilakukan didalam incubator

 Pelestarian suhu tubuh

Bayi dengan berat lahir rendah, mempunyai kesulitan dalam mempertahankan suhu tubuh.
Bayi akan berkembang secara memuaskan, asal suhu rectal dipertahankan antara 35,50 C s/d
370 C.Bayi berat rendah harus diasuh dalam suatu suhu lingkungan dimana suhu normal
tubuhnya dipertahankan dengan usaha metabolic yang minimal. Bayi berat rendah yang
dirawat dalam suatu tempat tidur terbuka, juga memerlukan pengendalian lingkungan secara
seksama. Suhu perawatan harus diatas 25 0 C, bagi bayi yang berat sekitar 2000 gram, dan
sampai 300C untuk bayi dengan berat kurang dari 2000 gram

 Inkubator

Bayi dengan berat badan lahir rendah, dirawat didalam incubator. Prosedur perawatan dapat
dilakukan melalui “jendela“ atau “lengan baju“. Sebelum memasukkan bayi kedalam
incubator, incubator terlebih dahulu dihangatkan, sampai sekitar 29,4 0 C, untuk bayi dengan
berat 1,7 kg dan 32,20C untuk bayi yang lebih kecil. Bayi dirawat dalam keadaan telanjang,
hal ini memungkinkan pernafasan yang adekuat, bayi dapat bergerak tanpa dibatasi pakaian,

observasi terhadap pernafasan lebih mudah.

 Pemberin oksigen

Ekspansi paru yang buruk merupakan masalah serius bagi bayi preterm BBLR, akibat tidak
adanya alveolo dan surfaktan. Konsentrasi O2yang diberikan sekitar 30- 35 % dengan
menggunakan head box, konsentrasi o2 yang tinggi dalam masa yang panjangakan
menyebabkan kerusakan pada jaringan retina bayi yang dapat menimbulkan kebutaan

 Pencegahan infeksi

Bayi preterm dengan berat rendah, mempunyai system imunologi yang kurang berkembang,
ia mempunyai sedikit atau tidak memiliki ketahanan terhadap infeksi. Untuk mencegah
infeksi, perawat harus menggunakan gaun khusus, cuci tangan sebelum dan sesudah merawat
bayi.

 Pemberian makanan

Pemberian makanan secara dini dianjurkan untuk membantu mencegah terjadinya


hipoglikemia dan hiperbillirubin. ASI merupakan pilihan pertama, dapat diberikan melalui
kateter ( sonde ), terutama pada bayi yang reflek hisap dan menelannya lemah. Bayi berat
lahir rendah secara relative memerlukan lebih banyak kalori, dibandingkan dengan bayi
preterm.

 PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :

1. Pemeriksaan skor ballard


2. Tes kocok (shake test), dianjur untuk bayi kurang bulan
3. Darah rutin, glukosa darah, kalau perlu dan tersedia fasilitas diperiksa kadar elektrolit
dan analisa gas darah.
4. Foto dada ataupun babygram diperlukan pada bayi baru lahir dengan umur kehamilan
kurang bulan dimulai pada umur 8 jam atau didapat/diperkirakan akan terjadi sindrom
gawat nafas.
5. USG kepala terutama pada bayi dengan umur kehamilan
6. Pemeriksaan glucose darah terhadap hipoglikemia
7. Pemantauan gas darah sesuai kebutuhan
8. Pemeriksaan kromosom sesuai indikasi

 KOMPLIKASI

 Sindrom aspirasi mekonium, asfiksia neonatorum, sindrom distres respirasi, penyakit


membran hialin
 Dismatur preterm terutama bila masa gestasinya kurang dari 35 minggu
 Hiperbilirubinemia, patent ductus arteriosus, perdarahan ventrikel otak
 Hipotermia, Hipoglikemia, Hipokalsemia, Anemi, gangguan pembekuan darah
 Infeksi, retrolental fibroplasia, necrotizing enterocolitis (NEC)
 Bronchopulmonary dysplasia, malformasi konginetal

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN BBLR

1. PENGKAJIAN
2. Identitas Klien

Nama :

Umur :

Pendidikan :

Suku bangsa :

Pekerjaan :

Penanggung jawab :

Agama :
Status perkawinan :

Alamat :

No. Medikal Record :

Ruang rawat :

Tanggal masuk :

Diagnosa medic :

Yang mengirim / merujuk :

Tinggi / berat badan :

Golongan darah :

Sumber informasi :

2. Tanda – tanda vital

Nadi :120 x/menit

Tekanan darah :

Pernafasan :56 x/menit

Suhu : 35,5 0C

3. Riwayat Kesehatan
4. Riwayat antenatal yang perlu dikaji atau diketahui dari riwayat antenatal pada kasus
BBLR yaitu:

 Keadaan ibu selama hamil dengan anemia, hipertensi, gizi buruk, merokok
ketergantungan obat-obatan atau dengan penyakit seperti diabetes mellitus,
kardiovaskuler dan paru.
 Kehamilan dengan resiko persalinan preterm misalnya kelahiran multiple, kelainan
kongenital, riwayat persalinan preterm.
 Pemeriksaan kehamilan yang tidak kontinyuitas atau periksa tetapi tidak teratur dan
periksa kehamilan tidak pada petugas kesehatan.
 Hari pertama hari terakhir tidak sesuai dengan usia kehamilan (kehamilan postdate
atau preterm).

1. Riwayat natalkomplikasi persalinan juga mempunyai kaitan yang sangat erat dengan
permasalahan pada bayi baru lahir. Yang perlu dikaji :

 Kala I : perdarahan antepartum baik solusio plasenta maupun plasenta previa.


 Kala II : Persalinan dengan tindakan bedah caesar, karena pemakaian obat penenang
(narkose) yang dapat menekan sistem pusat pernafasan.
1. Riwayat post natal

Yang perlu dikaji antara lain :

 Agar score bayi baru lahir 1 menit pertama dan 5 menit kedua AS (0-3) asfiksia berat,
AS (4-6) asfiksia sedang, AS (7-10) asfiksia ringan.
 Berat badan lahir : Preterm/BBLR < 2500 gram, untu aterm ³ 2500 gram lingkar
kepala kurang atau lebih dari normal (34-36 cm).
 Adanya kelainan kongenital : Anencephal, hirocephalus anetrecial aesofagal.

4. Pemeriksaaan Fisik

 Keadaan umum

Pada neonatus dengan BBLR, biasanya keadaannya lemah dan hanya merintih. Keadaan akan
membaik bila menunjukkan gerakan yang aktif dan menangis keras. Kesadaran neonatus
dapat dilihat dari responnya terhadap rangsangan. Adanya BB yang stabil, panjang badan
sesuai dengan usianya tidak ada pembesaran lingkar kepala dapat menunjukkan kondisi
neonatus yang baik.

 Kulit

Biasanya warna kulit tubuh merah, sedangkan ekstrimitas berwarna biru, pada bayi preterm
terdapat lanugo dan verniks.

 Kepala

Biasanya ditemukan caput succedaneum atau cephal haematom, ubun-ubun besar cekung
atau cembung kemungkinan adanya peningkatan tekanan intrakranial.

 Mata

Biasanya warna conjunctiva anemis atau tidak anemis, tidak ada bleeding conjunctiva, warna
sklera tidak kuning, pupil menunjukkan refleksi terhadap cahaya.

 Hidung

Biasanya terdapat pernafasan cuping hidung dan terdapat penumpukan lendir.

 Mulut

Biasanya bibir berwarna pucat ataupun merah, ada lendir atau tidak.

 Telinga

Biasanya tidak ada kelainan pada telinganya, tidak ada pembengkakan

 Leher

Perhatikan kebersihannya karena leher nenoatus pendek


 Thorax
 Inspeksi :biasanya bentuk dada simetris, terdapat tarikan intercostals,
 Palpasi : biasanya premitus simetris ki/ka
 Perkusi : biasanya sonor
 Auskultasi : biasanya vesikuler,suara tambahan wheezing
 Jantung
 Inspeksi : biasanya ictus cordis terlihat, frekuensi jantung > 100
 Palpasi : biasanya ictus cordis teraba 1 jari di intercostal IV
 Perkusi : biasanya pekak
 Auskultasi : biasanya irama jantung tidak teratur
 Abdomen
 Inspeksi : biasanya bentuk silindris, perut cekung adanya hernia diafragma
 Palpasi : biasanya hepar bayi terletak 1-2 cm dibawah arcus coatae pada garis papilla
mamae, lien tidak teraba
 Perkusi : biasanya jarang dilakukan perkusi pada bayi
 Auskultasi : bising usus timbul 1-2 jam setelah masa kelahiran bayi
 Umbilikus

Biasanya tali pusat layu, perhatikan ada pendarahan atau tidak, adanya tanda – tanda infeksi
pada tali pusat.

 Genitalia

Biasanya pada neonatus aterm testis turun, lihat adakah kelainan letak muara uretra pada
neonatus laki – laki, neonatus perempuan lihat labia mayor dan labia minor, adanya sekresi
mucus keputihan, kadang perdarahan.

 Ekstremitas

Biasanya warna biru, gerakan lemah, akral dingin, perhatikan adanya patah tulang atau
adanya kelumpuhan syaraf atau keadaan jari-jari tangan serta jumlahnya.

 Refleks

Biasanya pada neonatus preterm post asfiksia berat reflek moro dan sucking lemah. Reflek
moro dapat memberi keterangan mengenai keadaan susunan syaraf pusat atau adanya patah
tulang

5. Pola-Pola Kebiasaan Sehari-hari

 Pola nutrisi

Yang perlu dikaji pada bayi dengan BBLR gangguan absorbsi gastrointentinal, muntah
aspirasi, kelemahan menghisap sehingga perlu diberikan cairan parentral atau personde sesuai
dengan kondisi bayi untuk mencukupi kebutuhan elektrolit, cairan, kalori dan juga untuk
mengkoreksi dehidrasi, asidosis metabolik, hipoglikemi disamping untuk pemberian obat
intravena.

 Pola eliminasi
Yang perlu dikaji pada neonatus adalah BAB : frekwensi, jumlah, konsistensi. BAK :
frekwensi, jumlah

 Latar belakang sosial budaya

Kebudayaan yang berpengaruh terhadap BBLR kebiasaan ibu merokok, ketergantungan obat-
obatan tertentu terutama jenis psikotropikaKebiasaan ibu mengkonsumsi minuman
beralkohol, kebiasaan ibu melakukan diet ketat atau pantang makanan tertentu.

 Hubungan psikologis

Sebaiknya segera setelah bayi baru lahir dilakukan rawat gabung dengan ibu jika kondisi bayi
memungkinkan. Hal ini berguna sekali dimana bayi akan mendapatkan kasih sayang dan
perhatian serta dapat mempererat hubungan psikologis antara ibu dan bayi. Lain halnya
dengan BBLR karena memerlukan perawatan yang intensif

1. DIAGNOSA KEPERAWATAN
2. Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh b.d kegagalan mempertahankan suhu tubuh,
penurunan jaringan lemak subkutan
3. Ketidakefektifan pola makan bayi b.d prematuritas
4. Diskontinuitas pemberian ASI b.d prematuritas
5. Resiko infeksi b.d pertahanan imunologis tidak adekuat
6. Iketrus neonates b.d bilirubin tak terkonjugasi dalam sirkulasi.

1. INTERVENSI KEPERAWATAN

N
Diagnosa keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
o
Resiko NIC :
ketidakseimbangan
suhu tubuh b.d Temperature Regulation
kegagalan (pengaturan suhu)
mempertahankan NOC :
suhu tubuh, – Monitor suhu minimal tiap 2
penurunan jaringan v Hydration jam
lemak subkutan
v Adherence Behavior – Rencanakan monitoring suhu
Definisi : Risiko secara kontinyu
1 kegagalan v Immune Status
mempertahankan suhu – Monitor TD, nadi, dan RR
tubuh dalam batas v Infection status
normal. – Monitor warna dan suhu kulit
v Risk control
Faktor factor resiko: – Monitor tanda-tanda
v Risk detectio hipertermi dan hipotermi
– Perubahan
metabolisme dasar – Tingkatkan intake cairan dan
nutrisi
– Penyakit atau
trauma yang – Selimuti pasien untuk
mempengaruhi mencegah hilangnya kehangatan
pengaturan suhu tubuh

– Pengobatan – Ajarkan pada pasien cara


pengobatan yang mencegah keletihan akibat panas
menyebabkan
vasokonstriksi dan – Diskusikan tentang
vasodilatasi pentingnya pengaturan suhu dan
kemungkinan efek negatif dari
– Pakaian yang kedinginan
tidak sesuai dengan
suhu lingkungan – Beritahukan tentang indikasi
terjadinya keletihan dan penanganan
– Ketidakaktifan emergency yang diperlukan
atau aktivitas berat
– Ajarkan indikasi dari
– Dehidrasi hipotermi dan penanganan yang
diperlukan
– Pemberian obat
penenang – Berikan anti piretik jika perlu

– Paparan dingin
atau
hangat/lingkungan
yang panas
Ketidakefektifan pola NOC : NIC :
makan bayi b.d
prematuritas – breastfeeding Breastfeeding assistance
establishment : infant
Definisi : Gangguan – fasilitasi kontak ibu dengan
kemampuan bayi – knowledge : bayi sawal mungkin (maksimal 2 jam
untuk menghisap atau breastfeeding setelah lahir)
mengkoordinasikan
respons – breastfeeding – monitor kemampuan bayi
menghisap/menelan maintenance untuk menghisap
yang mengakibatkan
2 ketidakadekuatan Kriteria Hasil : – dorong orang tua untuk
nutrisi oral untuk meminta perawat untuk menemani
kebutuhan metabolik – klien dapat saat menyusui sebanyak 8-10
menyusui dengan efektif kali/hari
Batasan
karakteristik: – memverbalisasikan – sediakan kenyamanan dan
teknik untuk mengatasi privasi selama menyusui
– masalah menyusui
ketidakmampuan – monitor kemampuan bayi
untuk – bayi menandakan untuk mengapai putting
mengkoordinasikan kepuasaan menyusu
menghisap, menelan – dorong ibu untuk tidak
dan bernafas – ibu menunjukkan membatasi bayi menyusu
harga diri yang positif
– dengan menyusui – monitor integritas kulit sekitar
ketidakmampuan putting
untuk v
mempertahankan – instruksikan perawatan
menghisap yang putting untuk mencegah lecet
efektif
– diskusikan penggunaan
– pompa ASI kalau bayi tidak mampu
ketidakmampuan menyusu
untuk memulai
menghisap yang – monitor peningkatan
efektif pengisian ASI

faktor yang – jelaskan penggunaan susu


berhubungan formula hanya jika diperlukan

– abnormalitas – instruksikan ibu untuk makan


anatomik makanan bergizi selama menyusui

– keterlambatan – dorong ibu untuk minum jika


neurologis sudah merasa haus

– gangguan – dorong ibu untuk menghindari


neurologis penggunaan rokok dan pil KB selama
menyusui

hipersensitifitas oral – anjurkan ibu untuk memakai
Bra yang nyaman, terbuat dari cootn
– prematuritas dan menyokong payudara

– status puasa – dorong ibu untuk melanjutkan


yang lama laktasi setelah pulang bekerja/sekolah


Diskontinuitas NIC
Nj NOC:
pemberian ASI b.d
prematuritas Bbottle feeding
v Breastfeding ineffective
Defenisi: penghentian – Posisikan bayi semi fowler
v Breathing pattern
kontinuitas proses
ineeffective
3 pemberian ASI akibat – Leakkan pentil dot diatas
ketidak mampuan atau lidah bayi
v Breasfeeding interupted
kesalahan dalam
mengubah posisi bayi – Monitor atau evaluasi reflek
Kriteria hasil:
pada payudara unttuk menelan sebelum memberiakn susu
menyusui
v Menyusui secara
– Tentukan sumber air yang
Batas karakteristik; mandiri digunakan untuk mengencerkan susu
formula yang kental atau dalam
· kurang v Tetap mempertahankan bentuk bubuk
pengetahuan tentang laktasi
cara pemberian ASI – Tentukan kandungan flouride
v Pertumbuhan dan air yang digunakan untuk
· Kurang perkembangan bayi dalam mengencerkan formula bubuk atau
pengetahuan tentang batas normal konsentrat dan rujukan penggunaan
cara penyimpanan ASI suplemen lour,jika diindikasikan
v Mengetahui tanda tanda
· Bayi tidak penurunan suplai ASI – Pantau berat badan bayi,jika
mendapat nutrisi dari diperlukan
payudara untuk v Ibu mampu
beberapa atau semua mengumpulkan dan – Ingatkan orangtua atau
pemberian makanan menyimpan ASI secara pengasuh bayi tentang penggunaan
aman oven microwave untuk
· Keinginan ibu menghangatkan formula
untuk untuk pada v Penyapihan pemberian
akhirnya memberikan ASI diskontinuitas – Instruksikan dan
ASI gguna memenuhi proggresi pemberian ASI demonstrasikan keadaan orangtua
kebutuhan nutrisi anak teknik membersihkan mulut bayi
v Kemampuan penyedia setelah bayi diberikan susu
· Keinginan ibu perawatan untuk
untuk mencairkan,menghangatka Lactation supresion
mempertahankan n,dan menyimpan ASI
pemberian ASI untuk secara aman – Fasilitasi proses bantuan
memenuhhi kebutuhan interakti untuk membantu
nutrisi anak v Menunjukkan teknik mempertahankan keberhasilan proses
dalam memompa ASI pemberian ASI
· Perpisahan ibu
dan anak v Berat badan bayi=masa – Sediakan informasi tentang
tubuh laktasi dan teknik memompa
Faktor yang ASI(secara manual atau dengan
berhubungan: v Tidak ada respon aleri pompa elektrik),cara mengumpulkan
sistematik dan menyimpan ASI
· Konttraindikasi
terhadap v Respirasi status: jalan – Tunjukkan dan
menyusui(mis.,agens nafas,perttukaran gas,dan demonsttrasikan berbagai jenis
armaseutik tertentu) ventilasi naas bayi adekuat pompa payudara,tentang
biaya,keefektifan,dan ketersediaan
· Penyakit bayi v Tanda-tanda vital bayi alat tersebut
dalam batas normal
· Prematuritas – Ajarkan pengasuh bayi
mengenai topik-tpoik,seperti
· Ibu bekerja penyimpanan dan pencarian ASI dan
penghindaranmemberi susu botol
· Penyakit ibu pada dua jam sebelum ibu pulang

· Kebutuhan – Ajarkan orang tua


untuk segera menyapih mempersiapkan,menyimpan,menghan
bayi gatkan dan kemungkinan tambahan
pemberian susu formula

– Apabila penyapihan
diperlukan,inormasikan ibu mengenai
kembalinya proses ovulasi dan
seputar alat kontrasepsi yang sesuai

Lactation counseling

– Menggunakan bantuan
interaktif untuk membantu ibu
mempertahankan keberhasilan proses
pemberian ASI

– Beri dorongan untuk tetap


menyusui sepulang kerja atau sekolah

NOC NIC
Resiko infeksi b.d
pertahanan imunologis
v Immune status Infection control (kontrol infeksi):
tidak adekuat
v Knowledge:infection – Bersihkan lingkungan setelah
– Penurunan
control dipakai pasien lain
hemoglobin
v Risk control – Pertahankan teknik isolasi

Imunosupresi(mis.imu
Kriteria hasil: – Batasi pengunjungan
nitas didapat tidak
adekuat,agen
v Klien bebas dari tanda – Mencuci tangan saat
farmaseutikal
dan gejala infeksi berkunjung dan setelah berkunjung
termasuk
meninggalkan pasien
imunosupresan
v Mendeskripsikan proses
4 steroid,antibodi
penularan penyakit,faktor – Gunakan sabun anti mikrobia
yang mempengaruhi untuk cuci tangan
– Vaksinasi tidak
penularan serta
adekuat
penatalaksanaannya – Tingkatkan intake nutrisi
– Pemajanan
v Menunjukkan – Berikan terapi antibiotik bila
terhadap patogen
kemampuan untuk perlu
lingkungan meningkat
mencegah timbulnya
infeksi – Monitor tanda dan gejala
-wabah
infeksi sistemik dan lokal
v Jumlah leukosit dalam
– Prosedur
batas normal – Monitor hitungan granulosit
invasif
v Menunjukkan perilaku – Inspeksi kulit dan membran
– malnutrisi
hidup sehat mukosa terhadap
kemerahan,panas,drainase

– Instruksi pasien untuk minum


antibiotik sesuai resep

– Ajarkan keluarga tanda dan


gejala infeksi

– Ajarkan cara menghindari


infeksi

– Laporkan kecurigaan infeksi


Iketrus neonates b.d NOC
bilirubin tak
terkonjugasi dalam v Breasfeeding infektif
sirkulasi
v Breasfeeding interupted NIC
Defenisi: kulit dan
membran mukosa v Liver function,risk of Phototheraphy:neonatus
neonatus berwarna impaired
kuning yang terjadi – Meninjau sejarah ibu dan bayi
setelah 24 jam v Blood glucose,risk or faktor resiko untuk
kehidupan sebagai unstable hiperbilirubinemia
akibat bilirubin tak
terkonjugasi ada di Kriteria hasil: – Amati tanda-tanda ikteris
dalam sirkulasi
v Menyusui secara – Tempat bayi di isolette
Batas karakteristik: mandiri
– Instruksi keluarga pada
– Proil darah v Tetap mempertahankan prosedur fototerapi dan perawatan
5 abnormal laktasi
(hemolisis;bilirubin – Terapkan tambalan untuk
serum total v Pertumbuhan dan menutup mata,menghindari
>2mg/dl;bilirubin perkembangan bayi dalam memonitor tanda-[tanda vital
serum total pada batas normalrespirasi perprotokol sesuai kebutuhan
rentang resiko tinggi status:jalan memantau tingkat bilirubin
menurut usia pada nafas,pertukaran gas,dan perprotokolmengevaluasi status
nonmogram spesifik- ventilasi naas bayi adekuat neurologi setiap 4 jam atau
waktu) perprotokol
v Penerimaan :kondisi
– Memar kulit kesehatan – Dorong keluarga untuk
abnormal berpartisipasi dalam terapi cahaya
v Dapat mengontrol kadar
– Membran glukosa darah – Instruksikan keluarga pada
mukosa kuning fototerapi diruamh yang sesuai.
v Dapat memanajement
– Kulit kuning dan mencegah penyakit
sampai orange semakin parah
– Sclera kuning v Tingkat pemahaman
untuk dan pencegahan
Factor yang komplikasi
berhubungan:
v Dapat meningkatkan
– Penurunan istirahat
berat badan abnormal
(>7-8% pada bayi baru v Status nutrisi adekuat
lahir yang menyusui
ASI ;15% pada bayi v Control resiko proses
cukup bulan) infeksi

– Pola makanan
tidak ditetapkan
dengan baik

– Bayi
menunjukkan kesulitan
dalam transaksi ke
kehidupan ekstrauterin

– Usia neonatus
1-7 hari

– Feses
(mekonium) terlambat
keluar

BAB IV

PENUTUP

 KESIMPULAN

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan 2500 gram atau kurang
pada saat lahir, bayi baru lahir ini dianggap mengalami kecepatan pertumbuhan intrauterine
kurang dari yang diharapkan atau pemendekan periode gestasi (Bobak, 2004).

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang atau
sama dengan 2500 gram (Surasmi, 2003).

Berat Badan Bayi Rendah (BBLR) merupakan bayi (neonatus) yang lahir dengan memiliki
berat badan kurang dari 2500 gram atau sampai dengan 2499 gram (Hidayat, 2005).

Menurut Hasan Rusepno (1995), berdasarkan hasil konggres kedoktren Perinatologi Eropa II
yang disebut bayi berat lahir rendah adalah bayi yang beratnya kurang atau sama dengan
2500 gram saat lahir.dianggap sebagai mengalami masa gestasi yang diperpendek, maupun
pertumbuhan intra uterus kurang dari yang diharapkan atau keduanya.

Dalam hal in dapat dibedakan menjadi :

 Prematuritas murni, yaitu bayi pada kehamilan


 Small for date (SFD) atau kecil untuk masa kehamilan adalah bayi yang berat
badannya kurang dari yang seharusnya umur kehamilan
 Retardasi pertumbuhan janin intrauterine (IUGR) yaitu bayi yang lahir dengan berat
badan rendah dan tidak sesuai dengan usia kehamilan
 Dismaturitas, yaitu suatu sindrom klinik dimana terjadi ketidakseimbangan antara
pertumbuhan janin dengan lanjutnya kehamilan atau bayi-bayi yang lahir dengan BB
tidak sesuai dengan tuanya kehamilan. Atau bayi yang dengan gejala intrauterine
malnutrition or wasting.

Large for date adalah bayi yang dilahirkan lebih besar dari seharusnya tua kehamilan,
misalnya pada diabetes mellitus

Penyebab kelahiran bayi berat badan lahir rendah, yaitu:

1. Factor genetik atau kromosom


2. Infeksi
3. Bahan toksik
4. Insufisiensi atau disfungsi plasenta
5. Radiasi
6. Faktor nutrisi
7. Isufisiensi atau disfungsi plasenta
8. Factor lain seperti merokok, peminum alkohol, bekerja berat pada masa kehamilan,
plasenta previa, kehamilan ganda, obat-obatan, dan sebagainya.

 SARAN

1. Bagi para pembaca, diharapkan dapat memetik pemahaman dari uraian yang
dipaparkan diatas, sehingga dapat menjadi sumber informasi dan pengetahuan
tambahan.
2. Bagi dosen pembimbing, diharapkan dapat memberi masukan, baik dalam proses
penyusunan maupun dalam pemenuhan referensi untuk membantu kelancaran dan
kesempurnaan pembuatan makalah kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Betz, L C dan Sowden, L A. 2002. Keperawatan Pediatri Edisi 3. Jakarta : EGC.


Doenges, E. Marilynn. (1999), Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3. Jakarta: EGC.
Mansjoer, Arif, dkk. (2001). Kapita Selekta Kedokteran Edisi ketiga Jilid 1. Jakarta : EGC.

Huda , Amin N dan Hardhi Kusuma. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan
Diagnosa NANDA & NIC-NOC Jilid 1. Jakarta : EGC
Tambayong, (2000) . Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.