Anda di halaman 1dari 10

NAMA : ATIN TAMIMI

KELAS : IPA-B
NO. PESERTA : 18022709710008

Instructions
Untuk memperdalam pemahaman Anda tentang materi yang telah dipelajari pada
Kegiatan Belajar 1 maka kerjakanlah tugas berikut!
1. Membandingkan. Titik leleh dan titik didih merupakan sifat fisika yang dimiliki oleh
suatu materi dan khas untuk setiap materi. Pikirkan apa yang terjadi dengan partikel-
partikel materi di dalamnya ketika materi tersebut mendidih atau meleleh? Buatlah
sketsa gambar untuk merepresentasikan keadaan partikel pada kedua keadaan
tersebut, kemudian tentukan perbedaan dan persamaan dari kedua proses tersebut.
Jawaban
1. Yang terjadi dengan partikel materi ketika meleleh dan mendidih adalah:
Saat meleleh:
.Es dalam bentuk padat akan meleleh menjadi air akibat pemanasan, partikel
dalam benda padat sangat rapat sehingga partikel hanya dapat bergetar pada
tempatnya (vibrasi), dengan pemanasan gerakan vibrasi partikel semakin cepat
sehingga jarak antar partikel menjadi lebih renggang. Apabila es dipanaskan
terus menerus akan terjadi kerusakan susunan partikel dari teratur menjadi tidak
teratur. Pada keadaan ini benda akan terlihat berubah wujud dari padat menjadi
cair.
Saat mendidih:
Jika zat cair dipanaskan lagi sampai mencapai titik didihnya, partikel- partikel akan
lebih cepat bergerak dan semakin tidak teratur, pada keadaan ini benda akan
terlihat berubah wujud dari cair menjadi uap.
2. Gambaran susunan partikel
Berikut adalah gambaran susunan partikel air saat padat, kemudian menjadi cair, lalu
dididihkan dan menjadi uap air.
a. Gambaran susunan partikel sebelum dididihkan
1) Gambaran susunan partikel saat padat (contoh es)

Saat air berwujud padat (es) partikel-partikel air berdekatan, rapat, teratur dan tidak
dapat bergerak saling menjauh.
Ciri-ciri zat padat:

No Tinjauan Keadaan
1 Bentuk Tetap
2 Volume tetap
3 Letak partikel Berdekatan
4 Gerakan partikel Tidak bebas
5 Gaya tarik antar partikel Sangat kuat
6 Susunan partikel rapat dan teratur

2) Gambaran susunan partikel saat cair (ketika air mencair atau meleleh)

Saat es mencair atau meleleh, susunan partikel menjadi lebih renggang, sehingga
partikel lebih dapat bergerak.
Ciri-ciri zat cair:

No Tinjauan Keadaan
1 Bentuk Berubah, mengikuti wadahnya
2 Volume Tetap
3 Letak partikel Berjauhan
4 Gerakan partikel Bebas
5 Gaya tarik antar partikel Lemah
6 Susunan partikel Renggang
b. Gambaran susunan partikel setelah dididihkan
1) Gambaran partikel saat mendidih (contoh air mendidih)

Saat mendidih, partikel-partikel air saling menjauh dan bergerak sangat cepat dan
acak.
2) Gambaran partikel zat gas (contoh uap air)

Saat sudah menjadi uap air, partikel-partikel air saling menjauh dan bergerak
sangat cepat dan acak. Lebih berjauhan dan lebih cepat daripada saat mendidih.
Ciri-ciri zat gas:

No Tinjauan Keadaan
Berubah, mengikuti wadahnya
1 Bentuk atau tempatnya
2 Volume Berubah
3 Letak partikel Sangat berjauhan
4 Gerakan partikel Sangat bebas
5 Gaya tarik antar partikel Sangat lemah
6 Susunan partikel Sangat renggang dan tidak teratur

c. Perbedaan dan persamaan susunan partikel sebelum didihkan (saat meleleh) dan
sesudah dididihkan (saat mendidih)
1) Persamaan
 Saat meleleh dan saat mendidih, penyusun partikelnya sama, yaitu air
dengan rumus kimia H2 O
 Saat meleleh dan saat mendidih, kedua peristiwa ini menyerap kalor (panas).
2) Perbedaan

Keadaan saat meleleh Keadaan saat mendidih


No Tinjauan
(cair) (gas)
Berubah, mengikuti Berubah, mengikuti
1 Bentuk
wadahnya wadahnya atau tempatnya
2 Volume Tetap Berubah
3 Letak partikel Berjauhan Sangat berjauhan
Keadaan saat meleleh Keadaan saat mendidih
No Tinjauan
(cair) (gas)

4 Gerakan partikel Bebas Sangat bebas


Gaya tarik antar
5 Lemah Sangat lemah
partikel
6 Susunan partikel Renggang, tidak teratur Sangat Renggang, Acak

2. Membuat keputusan. Oksigen merupakan materi yang dalam suhu ruang berwujud
gas.Temukan referensi mengenai sifat fisika dan kimia oksigen dari data keselamatan
bahan (MSDS) kemudian: 1. Buat lembar data keselamatan bahan untuk oksigen.
2. kemukakan apa bahaya yang dapat terjadi jika dalam proses distribusi, oksigen
tersebut diangkut dalam keadaan cair? 3. Sarankan bagaimana cara menyelesaikan
masalah tersebut?
JAWABAN:
a. Identifikasi Sifat fisika dan kimia Oksigen:
1) O2 berbentuk gas/cair. Keadaan normal (suhu dan tekanan atmosfir) berbenntuk
gas.
2) O2 bersifat oksidator, membantu pembakaran.
3) Tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa.
4) Berat molekul = 31.9988 g/mol.
5) Titik Didih pada 1 Atm = - 182,92 OC
6) Spesifikasi gravity gas (21,11 OC, 1 atm) = 1,1053
7) Berat jenis (21,11 OC, 1 atm) = 1,3265 g / liter.
8) Dapat larut dalam alkohol.
b. Lembar data keselamatan bahan untuk oksigen

LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN


OKSIGEN
Nama bahan : Oksigen
Sifat : Oksidator
Rumus kimia : O2
Berat molekul : 31,9988 g/mol

1. TIPE BAHAYA

a. Kebakaran
Bahaya :
 Bersifat oksidator
 Membantu proses pembakaran/memperbesar nyala api.
Pencegahan :
 Jauhkan dari minyak, oli, gemuk, api dan zat-zat lain yang mudah terbakar.
Keterangan :
 Jika terjadi kebakaran gunakan pemadam api : Dry chemical, CO2
 Semprotkan air pada silinder O2

b. Ledakan
Bahaya :
 Bisa menimbulkan ledakan/pecahnya tabung silinder
Pencegahan :
 Jauhkan dari api atau sumber panas lainnya
Keterangan :
 Tabung silinder Oksigen bertekanan tinggi (150 atm) dapat meledak/pecah jika
terkena panas yang tinggi.

2. PEMAPARAN

a. Inhalasi
Gejala Akut :
 Menyebabkan iritasi, pusing, jika menghirup Oksigen murni dalam jumlah besar
Pencegahan:
 Hindari hirup O2 dalam jumlah besar
 Pindahkan, atasi jika ada tabung bocor
Pertolongan pertama:
 Bawa penderita ke tempat yang segar dan istirahatlah, jika perlu bawa segera ke
poliklinik/ rumah sakit terdekat.

b. Kulit
Gejala Akut:
 Kulit melepuh atau luka/beku karena pengaruh dingin, jika terkena O2 cair
Pencegahan:
 Pakai sarung tangan, sepatu pelindung
 Hindari kontak kulit dengan O2 cair
Pertolongan pertama:
 Siram dengan air hangat (30-40 C) pada bagian kulit yang terbakar atau luka
karena dingin, jika perlu bawa segera ke rumah sakit terdekat.

c. Mata
Gejala Akut:
 Penglihatan kabur atau iritasi
Pencegahan:
 Pakai pelindung mata saat menangani O2 cair
Pertolongan pertama:
 Bilas mata dengan air bersih kurang lebih 15 menit dan jika perlu bawa ke rumah
sakit terdekat.
3. PENANGANAN KEBOCORAN ATAU KETUMPAHAN
Penanganan kebocoran / Penyimpanan Wadah dan
Tumpahan Penandaan
Stop kebocoran jika dapat Simpan pada tempat yang Wadah :
dilakukan tanpa resiko. kering dan berventilasi baik. Silinder / Tangki O2.
Jauhkan dari bahan yang
Jika tidak bisa diatasi segera mudah terbakar , api / Penandaan :
pindahkan panas, minyak, oli dan Oksidator
ke tempat yang terbuka, yang dapat menyebabkan
dijaga / dijauhkan dari api / kerusakan.
sumber panas serta bahan
yang mudah terbakar. Isolasi
daerah sekitar dan dilarang
masuk orang yang tidak
berkepentingan.

DATA PENTING

 O2 harus dijauhkan dari minyak, oli, gemuk, dan bahan lain yang mudah terbakar
 Tabung O2 harus dijauhkan dari suhu/ panas yang tinggi, karena bisa meledak jika
terkena panas yang tinggi dan dijauhkan dari zat-zat yang menyebabkan
terjadinya karatan/kerusakan

National Fire Protection Association (NFPA)


NFPA RATINGS : Health = 0, Fire = 0, Reactivity = 0 (O2 gas)
NFPA RATINGS : Health = 3, Fire = 0, Reactivity = 0 (O2 gas)

Data Reactivitas:
Stabil pada suhu dan tekanan normal

INFORMASI TAMBAHAN

 Pada saat menutup kebocoran O2 perhatikan arah angina, jangan menghadap


kea rah angina
 Jenis material yang direkomendasikan untuk keperluan instalasi gas O2 Copper
(Tembaga), Stainless Steel dan Alumunium.

SIFAT FISIKA/KIMIA

 O2 berbentuk gas/cair. Keadaan normal (suhu dan tekanan atmosfir) berbenntuk


gas.
 O2 bersifat oksidator, membantu pembakaran.
 Tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa.
 Berat molekul = 31.9988 g/mol.
 Titik Didih pada 1 Atm = - 182,92 OC
 Spesifikasi gravity gas (21,11 OC, 1 atm) = 1,1053
 Berat jenis (21,11 OC, 1 atm) = 1,3265 g / liter.
1) Dapat larut dalam alkohol.
c. Bahaya yang dapat terjadi jika dalam proses distribusi, oksigen tersebut
diangkut dalam keadaan cair adalah:
 Bila oksigen cair tumpah, tumpahan oksigen cair dapat menyebabkan kabut dan
meningkatkan kandungan oksigen di udara
 Apabila cairan oksigen terserap dalam tanah yang mengandung material organik
seperti kayu, aspal dan lain-lain, menimbulkan situasi yang berbahaya karena
material organik tersebut mudah meledak apabila ada tumbukan.
 Dalam distribusi, kadang ada oli tercecer di mobil, dan ini berbahaya bila ada
kebocoran oksigen. Oli tadi bila berada pada ruangan dengan konsentarsi
oksigen tinggi akan mudah terbakar dan menimbulkan ledakan hebat.
 Kebocoran oksigen dapat meningkatkan kebakaran dan juga sifat oksigen yang
tidak berwarna dan tidak berbau serta tidak berasa, maka peningkatan
kandungan oksigen di udara tidak dapat dideteksi oleh perasaan normal
manusia.
 Dalam bentuk cairan jika terkena kulit dapat menyebabkan terbakar hebat dan
kerusakan jaringan badan
Saran untuk mengatasi masalah tersebut adalah:
 Stop kebocoran jika dapat dilakukan tanpa resiko.
 Jika tidak bisa diatasi segera pindahkan, ke tempat yang terbuka, dijaga /
dijauhkan dari api / sumber panas serta bahan yang mudah terbakar. Isolasi
daerah sekitar dan dilarang masuk orang yang tidak berkepentingan

Selain itu bisa juga dilakukan tindakan pencegahan, diantaranya:

Keselamatan
 Jauhkan Oksigen dari minyak, gemuk dan zat-zat yang mudah terbakar lainnya.
 Jauhkan Oksigen dari sumber api dan bunga api.
 Di larang menggunakan api sebagai pengganti udara tekan.
 Tidak di perkenankan memindahkan Oksigen dari satu botol baja ke botol baja
yang lain.
 Di larang menggunakan silinder Oksigen sebagai penyangga atau roller.
 Di larang merubah atau memindahkan setiap tanda yang digunakan untuk
petunjuk-petunjuk isinya.
Pemindahan dan penyimpanan
1. Pemindahan
 Tutup botol baja harus dalam keadaan tertutup
 Tidak boleh di jatuhkan, berbenturan satu sama lain, menerima goncangan,
dan diseret ( Terutama tabung isi ).
 Menurunkan botol daja dari truk harus diberikan bantalan kayu atau karet.
 Pemindahan botol harus menggunakan kereta dorong, dmana botol baja
dalam keadaan tegak.
2. Penyimpanan
 Dilarang menyimpan botol baja Oksigen dekat bahan yang mudah terbakar.
 Dilarang menyimpang botol baja Oksigen dekat sumber api dan sumber panas
lainnya.
 Penyimpanan botol baja kosong dan botol berisi harus dipisahkan.
 Botol baja harus di simpan di tempat yang aman terhadap getaran atau
penyebab-penyebab lain yang mengakibatkan terjatuhnya botol baja.
 Tutup valves harus selalu terpasang dengan baik.
 Botol baja harus disimpan dalam ruangan yang kering dengan ventilasi yang
baik dan dijauhkan dari zat-zat yang bersifat kososif.
 Botol baja harus disimpan dalam ruangan yang kering dan vetilasi yang baik
dan dijauhkan dari zat-zat yang bersifat korosif.
 Dalam penyimpanan botol baja kosong semua valve harus tertutup.
Tindakan yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran adalah sebagai berikut :
 Cepat tutup valve pada botol baja
 Kosongkan tempat tersebut, kemudian padamkan api.
 Semprotkan air pada botol-botol baja yang ada sekitarnya supaya dingin.
 Jika terkena Oksigen cair pada tubuh, siram dengan air segera mungkin.
3. Berpikir deduksi. Argon, helium, dan boron adalah contoh campuran gas yang
terdapat di udara. Seorang siswa mengisi masing-masing balon dengan ketiga gas
tersebut secara terpisah dan membiarkan balon tersebut beberapa waktu. Setelah
didiamkan beberapa saat, siswa tersebut menemukan bahwa balon berisi gas helium
dan neon menjadi mengecil, sedangkan balon berisi gas argon hanya berubah sedikit.
Tarik kesimpulan terhadap percobaan siswa tersebut dan temukan percobaan sejenis
untuk memberikan ekperimen lainnya kepada siswa.
JAWABAN:
Berpikir Deduksi
Mengidentifikasi sifat fisika masing-masing gas.
Argon
Massa atom relatif (Ar) 40
Sifat fisika

Fase gas
Titik lebur 83.81 K (−189.34 °C, −308.81 °F)
Titik didih 87.302 K (−185.848 °C, −302.526 °F)
Kepadatan pada sts (0 °C dan 1.784 g/L
101,325 kPa)
saat cair, pada t.d. 1.3954 g/cm3
Titik tripel 83.8058 K, 68.89 kPa[1]
Titik kritis 150.687 K, 4.863 MPa[1]
Kalor peleburan 1.18 kJ/mol
Kalor penguapan 6.53 kJ/mol
Kapasitas kalor molar 20.85[2] J/(mol·K)
Helium
Massa atom relatif (Ar) 4
Sifat fisika

Fase gas
Titik lebur (at 2.5 MPa) 0.95 K (−272.20 °C, −457.96 °F)
Titik didih 4.22 K (−268.93 °C, −452.07 °F)
Kepadatan pada sts (0 °C dan 0.1786 g/L
101,325 kPa)
saat cair, pada t.l. 0.145 g/cm3

saat cair, pada t.d. 0.125 g/cm3


Titik kritis 5.19 K, 0.227 MPa
Kalor peleburan 0.0138 kJ/mol
Kalor penguapan 0.0829 kJ/mol
Kapasitas kalor molar 5R/2 = 20.786 J/(mol·K)
Neon
Massa atom relatif (Ar) 20
Sifat fisika

Fase gas
Titik lebur 24.56 K (-248.59 °C, -415.46 °F)
Titik didih 27.07 K (-246.08 °C, -410.94 °F)

Kepadatan pada sts (0 °C dan 0.9002 g/L


101,325 kPa)
saat cair, pada t.d. 1.207[1] g/cm3
Titik tripel 24.5561 K, 43[2][3] kPa
Titik kritis 44.4 K, 2.76 MPa
Kalor peleburan 0.335 kJ/mol
Kalor penguapan 1.71 kJ/mol
Kapasitas kalor molar 5R/2 = 20.786 J/(mol·K)

Kesimpulan:
Seorang siswa mengisi masing-masing balon dengan ketiga gas tersebut secara
terpisah dan membiarkan balon tersebut beberapa waktu. Setelah didiamkan beberapa
saat, siswa tersebut menemukan bahwa balon berisi gas helium dan neon menjadi
mengecil, sedangkan balon berisi gas argon hanya berubah sedikit. Hal tersebut
disebabkan karena Argon memiliki kerapatan dan ukuran partikel yang lebih besar
daripada gas lainnya. Besarnya kerapatan dan ukuran partikel sebanding dengan
bilangan Ar masing masing gas, yaitu Argon 40, Helium 4 dan Neon 20. Hasil identifikasi
sifat fisika juga menunjukkan bahwa Argon memiliki kerapatan atau massa jenis yang
paling besar diantara gas lainnya. Saat balon merenggang karena ditiup, pori-pori balon
membesar. Balon yang berisi helium dan neon menjadi mengecil setelah didiamkan
beberapa saat karena gas dari dalam balon ada yang lepas melalui pori-pori balon yang
tidak terlihat secara kasat mata. Berbeda dengan argon, karena ukuran partikelnya lebih
besar, maka sedikit yang dapat melewati pori-pori balon.

Percobaan sejenis yang dapat dilakukan adalah mengisi balon dengan bahan-bahan
yang mudah didapat, yaitu:
 Balon diisi dengan udara biasa (hasil tiupan mulut misalnya).
 Balon diisi dengan gas hasil reaksi cuka dengan soda kue.
 Kemudian dibiarkan/didiamkan dan diamati penyusutan balon.