Anda di halaman 1dari 73

APIKES IRIS

Program Studi Ilmu Rekam Medis (D-III)


Jl. Gajah Mada 23, Padang 25143 – http://www.apikes.com – iris@apikes.com

DIKTAT PENUNTUN PERKULIAHAN

TERMINOLOGI MEDIS I
Oleh
Dr. Erkadius, M.Sc.

PADANG
2002
DAFTAR ISI

I. ORIENTASI TERMINOLOGI MEDIS .............................................................................................. 1

II. TERMINOLOGI KULIT DAN PAYUDARA .................................................................................. 14

III. TERMINOLOGI TULANG DAN OTOT ......................................................................................... 18

IV. NEUROLOGIK DAN PSIKIATRIK ................................................................................................ 24

V. KELAINAN KARDIOVASKULER ................................................................................................. 30

VI. DARAH DAN ORGAN PEMBENTUK DARAH ............................................................................ 34

VII. KELAINAN PERNAFASAN ........................................................................................................... 38

VIII. KELAINAN PENCERNAAN ........................................................................................................... 42

IX. KELAINAN UROGENITALIS ........................................................................................................ 49

X. KELAINAN GINEKOLOGIS .......................................................................................................... 54

XI. MATERNAL, ANTENATAL, DAN NEONATAL.......................................................................... 57

XII. KELAINAN ENDOKRIN DAN METABOLIK ............................................................................... 60

XIII. ORGAN PENGLIHATAN ................................................................................................................ 63

XIV. ORGAN PENDENGARAN .............................................................................................................. 66

XV. KELAINAN SISTEMIK ................................................................................................................... 68


I. ORIENTASI TERMINOLOGI MEDIS
SASARAN DAN NILAINYA
Terminologi medis adalah bahasa profesional yang digunakan oleh orang-orang yang
secara langsung atau tidak langsung bekerja di dunia penyembuhan. Kehadirannya pertama kali
bisa terasa membingungkan bagi umumnya mahasiswa, dan kerumitannya bisa menuntut
konsentrasi penuh. Namun kesulitan ini perlahan-lahan menghilang ketika mahasiswa terbiasa
dengan elemen-elemen istilah medis yang memungkinkan mereka menganalisa kata
berdasarkan asal-usulnya dan menurut artinya.
Tujuan utama pengenalan istilah medis ini adalah untuk membantu mahasiswa
memiliki kemampuan membaca dan memahami bahasa medis. Kuliah dikonsentrasikan pada
pengetahuan akan elemen-elemen istilah medis, pemahaman singkatan standard medis,
kemampuan mengeja istilah medis, dan menghayati metode logis yang terdapat pada
terminologi medis.

KONSEP DASAR
Istilah medis umumnya berasal dari bahasa Greek dan Latin. Beberapa di antaranya
diadopsi dari bahasa modern, terutama German dan French. Penggabungan berbagai istilah
bisa saja mencampurkan berbagai asal bahasa, misalnya „teleradiography‟ yang prefix-nya
berasal dari „tele‟ (Greek: jauh), dengan root-nya „radius‟ (Latin: sinar) dan „graphein‟ (Greek:
menulis); atau istilah „claustrophobia‟ yang rootnya berasal dari „claustrum‟ (Latin: ruang
tertutup) dan „phobia‟ (Greek: takut).
Tulisan Hippocrates (460-370 BC) banyak berisi istilah yang masih terpakai sampai saat
ini. Beberapa di antaranya mengenai anatomy seperti acromion, apophysis, olecranon,
bronchus, thorax, meninges, peritoneum, symphysis; dan ureter. Lainnya merujuk pada konsep
obstetri seperti bregma, chorion, dan lochia; atau pun pada penyakit seperti carcinoma,
emphysema, ileus, nephritis, phthisis, kyphosis, dan lordosis. Begitu pula dengan Aristotle
(384-322 BC), yang pertama kali menggunakan istilah alopecia untuk botak abnormal, dan
penyakit mata seperti glaucoma, exophthalmos dan leukemia.. Untuk tujuan pendidikan di
Apikes Iris, pembedaan atas asal-usul Greek atau Latin tidak dilakukan.
Analisa istilah medis dilakukan dengan pemecahan istilah tersebut atas bagian-bagian
komponennya, yaitu suffixes, roots, dan prefixes, misalnya appendectomy yang terbagi atas :
ectomy (pembuangan) dan appendec (appendix), dan berarti „pembuangan appendix‟. Kadang-
kadang istilah ini tidak pas, misalnya „anemia‟ yang memiliki prefix „an‟ dan root „emia‟; pada
hal artinya kekurangan sel-sel darah merah dan hemoglobin, bukan tidak memiliki darah.

Elemen-elemen Istilah Medis


Suffix (akhiran) dan elemen tambahan
Suffix sejati adalah kata „preposisi‟ atau „adverb‟ yang disambungkan pada akhir suatu
kata untuk mengubah maknanya. Banyak pula akhiran ini berupa „adjective‟ atau „noun‟ yang
ditambahkan untuk membentuk kata majemuk; mereka disebut „pseudosuffixes‟. Untuk
memudahkan belajar, akhiran yang mengubah makna ini diklasifikasikan atas suffix diagnostik,
operasi, dan gejala; dan elemen tambahan.
Dalam menganalisa suatu istilah dianjurkan untuk mulai dengan suffix, dan kemudian
root atau root dan prefix. Cara ini bisa membuka definisi sesungguhnya istilah tersebut, atau
mendapatkan artinya yang dikiaskan.
Tabel 1. Suffix Diagnostik dan Elemen Tambahannya
Suffix Term Analisis Definisi
-cele cystocele kystis = bladder hernia kandung kemih
hernia gastrocele gaster = lambung hernia lambung
tumor hydrocele hydor = air tumor serosa testis
penonjolan myelocele myelos = sumsum penonjolan korda spinalis keluar
omphalocele omphal = pusat penonjolan pusat
-emia hyperglycemia hyper = berlebihan gula darah tinggi
darah hyperglycosemia glykys = manis, gula
haima = darah
polycythemia polys = banyak, berlebihan kadar sel darah merah dan hemoglobin
kythos = sel berlebihan di darah
-ectasis angiectasis angeion = pembuluh pelebaran abnormal pembuluh darah
expansi / ektasis = pelebaran
perluasan atelectasis ateles = tak sempurna paru-paru tak berisi udara dan tak
dilatasi / berfungsi
pelebaran - neonatorum neos = baru cacad pelebaran paru-paru waktu bayi
natus = lahir baru lahir
bronchiectasis bronchos = bronchus pelebaran abnormal bronkhus
-iasis lithiasis lithos = batu pembentukan batu
keadaan cholelitihasis iasis = kehadiran kehadiran batu di kandung empedu
pembentukan chole = empedu
kehadiran nephrolithiasis nephros = ginjal kehadiran batu di ginjal
-itis carditis kardia = jantung radang jantung
peradangan iritis iris = pelangi, iris radang iris
poliomyelitis polios = abu-abu radang sumsum abu-abu
otitis ot = telinga radang telinga
-malacia encephalomalacia enkephalos = otak pelunakan otak
pelunakan malakia = pelunakan
osteomalacia osteon = tulang pelunakan tulang
splenomalacia splen = limpa pelunakan limpa
keratomalacia kerat = tanduk atau kornea pelunakan kornea
-megaly acromegaly akros = ujung pembesaran ujung tulang
pembesaran megas = besar
hepatomegali hepat = hati pembesaran hati
splenomegaly splen = limpa pembesaran limpa
-oma adenoma aden = kelenjar tumor kelenjar
tumor oma = tumor
carcinoma karkinos = kanker tumor ganas jaringan epitel
sarcoma sark = jaringan lunak tumor ganas jaringan penyambung
-osis arteriosclerosis arteria = arteri pengerasan arteri
keadaan sklerosis = pengerasan
penyakit dermatosis derma = kulit suatu keadaan pada kulit
peningkatan osis = keadaan
neurosis neuron = syaraf gangguan fungsi sistem syaraf
cirrhosis hepatis cirrhosis = kematian sel kematian sel-sel hati
diganti jaringan ikat
-pathy adenopathy pathos = penyakit penyakit kelenjar
penyakit myopathy mys = otot penyakit otot
myelopathy myelos = sumsum penyakit sumsum (korda spinalis)
-ptosis blepharoptosis blepharon = kelopak mata kelopak jatuh
kejatuhan gastroptosis gastr = lambung lambung turun
nephroptosis nephro = ginjal ginjal turun
-rhexis angiorrhexis angeion = pembuluh pembuluh (darah/limpa) pecah
ruptur/pecah cardiorrhexis cardi = jantung jantung pecah
hysterorrhexis hysteria = uterus / rahim rahim pecah

2
Tabel 2. Suffix Operasi dan Elemen Tambahannya
Suffix Term Analisis Definisi
-centesis paracentesis para= di samping penusukan rongga
penusukan, kentesis = tusukan
puncture abdominal - abdomen = perut penusukan dan penyedotan rongga perut
thoracocentesis thorax = dada penyedotan rongga pleura
-ectomy myomectomy mys = otot pemotongan tumor otot
penyayatan oma = tumor
pembuangan ektome =
pemotongan pemotongan
oophorectomy oophor =ovarium pembuangan ovarium
tonsillectomy tonsilla = tonsil pembuangan tonsil
-desis arthrodesis arthron = sendi pengikatan sendi (bedah)
pengikatan spondylosyndesis spondylo = pengikatan vertebra
pelekatan vertebra
fiksasi tenodesis tenon = tendon pelekatan tendon ke tulang
-lithotomy cholelithotomy chole = empedu sayatan kandung empedu untuk membuang
sayatan untuk batu
membuang batu nephrolithotomy nephro = ginjal sayatan ginjal untuk membuang batu
sialolithotomy sialon = saliva sayatan kelenjar liur untuk membuang batu
-pexy hysteropexy hysteria = rahim fiksasi rahim di abdomen
penggantungan pexis = fiksasi
fiksasi mastopexy mastos = mamma fiksasi mammae jatuh
orchiopexy orchis = testis fiksasi testis yang tidak turun
-plasty arthroplasty arthron = sendi rekonstruksi sendi
perbaikan bedah plassein =
reparasi plastik membentuk
hernioplasty hernos = tunas perbaikan hernia
proctoplasty proksos = anus, perbaikan rektum
rectum
-rrhapy perineorrhapy perinaion = penjahitan perineum robek
penjahitan perineum
rhaphe = jahitan
staphylorrhapy staphyle = uvula penjahitan langit-langit belah
trachelorrhapy trachelos = leher penjahitan leher rahim yang robek
-scopy bronchoscopy bronchos = saluran mengamati bronkus dengan endoscope
inspeksi / melihat udara
examination / skopein =
pengamatan mengamati
cystoscopy kystis = bladder melihat bladder dengan cystoscope
esophagoscopy eisophagus = mengamati esofagus dengan endoscope
esophagus
-stomy colostomy kolon = colon membuat lobang di kolon melalui perut
pembuatan lobang stoma = lobang
cystostomy kystis = bladder membuat lobang di bladder melalui perut
gastroduodeno- gaster = lambung membuat lobang antara lambung dan
stomy duoden = duodenum
duodenum
-tomy antrotomy antron = antrum sayatan ke dalam „antrum Highmore‟ untuk
sayatan ke dalam tome = sayatan ke membuat saluran pembuangan
dalam
neurotomy neuron = syaraf penyayatan syaraf
thoracotomy thorax = dada pembukaan rongga dada
-trypsi lithotrypsi lithos = batu penghancuran batu (di bladder atau urethra)
penghancuran tripsis =
penghancuran penghancuran nervus Phrenicus (syaraf ke
phrenicotrypsi phren = diafragma diafragma)

3
Tabel 3. Suffix Simptomatik (gejala) dan Elemen Tambahannya.
Suffix Term Analisis Definisi
-algia gastralgia gaster = lambung nyeri ulu hati
nyeri algos = nyeri
nephralgia nephros = ginjal nyeri ginjal
neuralgia neuron = syaraf nyeri syaraf
-genic bronchogenic bronchos = saluran udara berasal dari bronkhus
asal gennan = berasal dari
berasal dari neurogrnic neuron = syaraf berasal dari syaraf
osteogenic osteon = tulang berasal dari tulang
pathogenis pathos = penyakit asal penyakit
carcinogenic karkinos= kanker asal kanker
-lysis hemolysis haima = darah pecahnya sel-sel darah merah
larut, becah lysis = pecah
myolysis mys = otot kerusakan jaringan otot
neurolysis neuron = syaraf pecahnya jaringan syaraf
-oid fibroid fibra = serat tumor jaringan ikat, mirip serat
mirip eidos = menyerupai mirip lemak
lipoid lipos = lemak mirip cairan getah bening
lymphoid lympha = getah bening
-osis anisocytosis anisos = tidak seimbang ukuran sel-sel tidak seragam
peningkatan kytos = sel
keadaan osis = keadaan
lymphocytosis lympha = getah bening sel-sel lympha (limfosit) berlebihan
-penia leukopenia leukos = putih penurunan kadar lekosit
kekurangan penia = menurun
penurunan neutropenia neuter = netral penurunan kadar netrofil
-spasm chirospasm cheir = tangan kontraksi kejang tangan
kontraksi spasmos = kontraksi otot
bawah sadar dactylospasm dactylos = jari kramp jari tangan/kaki
enterospasm enteron = usus kontraksi usus yang menyakitkan

Root.
Bagian akar kata ini merupakan organ atau bagian yang diubah artinya oleh suffix,
prefix, atau keduanya. Seharusnya, root Greek hanya digunakan bersama suffix dan prefix
Greek, begitu pula dengan root Latin digunakan bersama suffix dan prefix Latin. Dalam
kenyataannya, ini tidak konsisten. Suatu huruf hidup, biasanya a, i, atau o, disisipkan antara
root dengan prefix atau suffx untuk menimbulkan bunyi yang enak.
Tabel 4. Root dan elemen-elemennya
Root Term Analisis Definisi
aden- adenectomy aden = kelenjar sayatan kelenjar
kelenjar ektome = sayatan
adenoma oma = tumor tumor kelenjar
adenocarcinoma karkinos = kanker tumor ganas epitel kelenjar
aer- aerated aer = udara diisi udara
udara aerobic bios = kehidupan hidup butuh udara
aeroneurosis neuron = syaraf gangguan syaraf waktu terbang
osis = keadaan sakit
angio- angiotomy angeion = pembuluh memotong pembuluh
pembuluh tome = pemotongan
angitis/angiitis itis = radang radang pembuluh
arth- arthralgia arthron = sendi nyeri sendi
sendi arthritis algos = nyeri radang sendi
arthrology logos = ilmu ilmu tentang sendi

4
Root Term Analisis Definisi
blephar- blepharedema blepharon = kelopak mata sembab kelopak
kelopak mata oidema = sembab
blepharoplasty plassein = membentuk operasi plastik kelopak
blepharoptosis ptosis = jatuh kelopak jatuh
cardi- cardiac kardia = jantung tentang jantung atau muara
jantung phonocardiography phono = suara esofagus di lambung
graphein = menulis rekaman suara jantung
electrocardiogram elektron =amber (kuning coklat) rekaman denyut jantung dengan
gramma = menulis elektrometer
cerebro- cerebral cerebrum = otak tentang otak
otak cerebromalacia malakia = pelunakan pelunakan otak
cerebrospinal spina = duri, tulang punggung tentang otak dan sumsum
punggung
cephal- cephalad kephale = kepala ke arah kepala
kepala ad = ke arah
cephalic ic = tentang tentang kepala
cephalitis itis = radang radang otak
cerv- cervical cervix = leher tentang leher
leher al = tentang
cervicectomy ektome = sayatan sayatan leher rahim
cervicovesical vesica = bladder tentang leher rahim dan bladder
cheil- cheilitis cheilos = bibir radang bibir
chil- itis = radang
bibir cheiloplasty plassein = membentuk operasi plastik bibir
cheilosis osis = keadaan sakit sakit bibir karena kekurangan vit B
chir- chiromegaly cheir = tangan pembesaran tangan, pergelangan,
tangan megas = besar atau tumit
chiroplasty plassein = membentuk operasi plastik tangan
chiropody pous = kaki pengobatan keadaan tangan dan
kaki
chol- cholangitis chole = empedu radang pembuluh empedu
empedu angeion = pembuluh
itis = radang
cholecyst kystis = bladder, kantong kandung empedu
cholecystogram gramma = menandai gambaran penyinaran kandung
empedu
chondr- chondrectomy chondros= tulangrawan penyayatan tlg rawan
tlg rawan ektome = sayatan
chondrofibroma fibra = serat tumor campur jar. serat dan rawan
chondroma oma = tumor tumor tulang rawan
cost- costochondral costa = iga tentang iga dan rawannya
iga chondros = rawan
costophrenic angle phren = diafragma sudut iga dan diafragma
angle = sudut
costosternal sternon = dada tentang iga dan tulang dada
crani- cranial kranion = tengkorak tentang tengkorak
tengkorak al = tentang
craniotabes tabes = kurus kering penipisan tulang tengkorak
craniotomy tome = sayatan pembukaan tengkorak
cysto- cyst kystis = bladder, kantong kantong berisi cairan
bladder, cystography graphein = menulis pembuatan gambar radiography
kantong bladder
cystoscope skopein = melihat alat untuk melihat isi bladder
cyt- cytology kytos = sel ilmu tentang sel
sel logos = belajar, ilmu
erythrocyte erythros = merah sel darah merah
lymphocyte lympha = getah bening sel limfe, sel darah putih tanpa
granul

5
Root Term Analisis Definisi
dacry- dacryadenitis dakry = air mata radang kelenjar air mata
air mata aden = kelenjar
itis = radang
dacryocele kele = hernia tonjolan kantong air mata
dacryocyst kystis = kantong kantong air mata
dactyl- dactylitis dactylos = jari penyakit kronis tulang jari
jari dactylogram gramma = suatu tanda sidik jari
dactylomegaly megas =besar jari-jari besar
derm- dermatitis derma = kulit radang kulit
kulit itis = radang
dermal -al = tentang tentang kulit
dermopathy pathos = penyakit penyakit kulit
encephal- encephalitis encephal = otak radang otak
otak itis = radang
encephaloma oma = tumor tumor otak
encephalography graphein = menulis pemeriksaan radiografi otak
enter- enteritis enteron = usus radang usus
usus itis = radang
enterocele kele = hernia hernia usus
enterocolitis kolon = colon radang usus dan kolon
gastr- gastrectasis gaster = lambung pelebaran lambung
lambung ectasis = pelebaran
gastroenterostomy enteron = usus pembentukan saluran antara
stoma = muara, lobang lambung dan usus
gastrointestinal intestinum = usus tentang lambung dan usus
glyco- glycemia / glykys = manis gula di dalam darah
manis glycosemia haima = darah
glycosuria ouron = urine gula di dalam urin
hem- hematemesis haima = darah muntah darah
hemat- emesis = muntah
darah hematoma oma = tumor tumor terbuat dari darah
hemophilia philein = mencintai kegagalan darah membeku
hepat- hepatic flexure hepat = hati pembelokan kolon di bawah hati
hati flexura = pembelokan
hepatitis itis = radang radang hati
hepatolysis lysis = kehancuran kehancuran sel-sel hati
hyster- hysterectomy hystera = uterus pemotongan rahim
rahim ektoma = pemotongan
hysteria -ia penyakit dari psikoneurosis – ditandai oleh emosi
labil dan gejala badan
hysteropexy pexis = pelekatan pengikatan rahim dengan
menggantungnya ke abdomen
ile- ileum ileum = ileum bagian 1/3 akhir usus halus
eile ileocecal valve caecus = buta, buntu dua lipatan di pertemuan ileum
ileum valva = daun pintu dengan caucum
ileostomy stoma = muara, lobang pembuatan lobang ke ileum melalui
abdomen
ili- ilium ilium = sisi, samping tulang panggul, bagian atas
ilium iliofemoral femoralis = femur tentang ilium dan femur
iliosacral sacral = sacrum tentang ilium dan sacruk
leuk- leukemia leukos = putih penyakit dengan sel darah putih
putih leukocytosis haima = darah sangat banyak
leukopenia osis =kelebihan/keadaan sel darah putih berlebihan
penia = kekurangan sel darah putih berkurang
lip- lipectomy lipos = lemak pembuangan jar. lemak
lemak ektome = pemotongan
lipemia haima = darah lemak di dalam darah
lipiodol iodium minyak opak yang disuntikkan ke
oleum = minyak rongga tubuh untuk radiografi

6
Root Term Analisis Definisi
lith- lithiasis lithos = batu kehadiran batu
batu iassis = kehadiran
lithocystotomy kystis = kantong, bladder sayatan bladder untuk membuang
tome = sayatan batu
lithoscope skopein = memeriksa alat pemeriksa batu di bladder
mening- meningeal meninx = selaput tentang meningen
membran al = tentang
selaput meningitis itis = radang radang selaput meningen
meningioma oma = tumor tumor meningen
meningococcus kokkos = buah berry kuman penyebab meningitis
metr- metritis metra= rahim radang rahim
rahim metrorrhagia regnunai = menyemprot perdarahan dari rahim
metrorrhexia rhexis = robekan ruptura/robekan rahim
myel- myelitis myelos = sumsum radang sumsum tulang atau medulla
sumsum itis = radang spinalis
myelogenous gennan = menghasilkan berasal dari sumsum
myelosarcoma sark = daging tumor ganas sumsum tulang
my- myitis atau myositis mys = otot radang otot
otot myocardium itis = radang
kardia = jantung otot jantung
nephr- nephropexy nephros = ginjal operasi melekatkan ginjal yang
ginjal pexis = melekatkan lepas dari dinding belakang perut
nephrosclerosis sklerosis = pengerasan pengerasan ginjal
nephrosis osis =suatu kondisi kerusakan ginjal
ophthalm- ophthalmia ophthalmos = mata radang berat mata
mata - - neonatorum ia = penyakit - - pada bayi baru lahir
neos = baru; natus = lahir
ophthalmology logos = ilmu ilmu tentang mata dan penyakitnya
osteo- osteoclasia osteon = tulang pematahan tulang untuk
tulang klasis = pematahan memperbaiki cacad
osteoma oma = tumor tumor tulang
osteomalacia malakia = pelunakan pelunakan tulang
pneum- pneumococcus pneumon = paru-paru kuman penybab pneumonia
paru-paru kokkos= buah berry radang paru-paru dengan
udara pneumonia ia = menyakit pemadatan dan pengeluaran cairan
pneumothorax thorax = dada masuknya udara ke rongga pleura
pneumoperitoneum peritonaion = peritoneum masuknya udara ke peritoneum
proct- proctology proktos = rektum ilmu penyakit rektum
rektum logos = ilmu
anus proctoscopy skopein = memeriksa alat pemeriksa rektum
proctopexy pexis = fixasi penjahitan rektum untuk
melekatkannya ke bagian lain
psycho- psychiatry psyche = fikiran ilmu pengobatan penyakit jiwa dan
jiwa iatreia = penyambuhan neurosis
psychoneurosis neuron = syaraf gangguan fungsi tubuh akibat
osis = penyakit atau keadaan gangguan jiwa
psychopathy pathos = penyakit penyakit jiwa dengan gangguan
kepribadian
pyel- pyelitis pyelos = pelvis radang pelvis ginjal
panggul pyelogram gramma = suatu tanda radiogram ureter dan pelvis ginjal
pelvis pyelography graphein = menulis radiografi ureter dan pelvis ginjal
pyloro- pylorus pyloros = penjaga gerbang saluran antara lambung dan
pylorus stenosis = penyempitan duodenum
penjaga pylorostenosis mys = otot penyempitan pylorus
gerbang pyloromyotomy tome = pemotongan penyayatan otot sfingter pilorus
pyo- pyogenic pyon = nanah pembentukan nanah
nanah genesis = pembentukan
pus pyometritis metra = rahim radang bernanah rahim
pyonephrosis nephros = ginjal nanah di pelvis ginjal

7
Root Term Analisis Definisi
radi- radioactivity radius = sinar daya memancarkan sinar yang bisa
sinar activus = bertindak menembus berbagai zat
radiosensitive sensitivus = merasakan bisa dihancurkan oleh zat radioaktif
penggunaan radiasi untuk
radiotherapy therapeia= pengobatan mengobati penyakit
spondyl- spondylitis spondylos = vertebra radang vertebrae
vertebra spondylolisthesis olisthesis = tergelincir pergeseran vertebra lumbalis pada
tulang kelainan panggul
punggung spondylosyndesis syndesis = saling melekat pembentukan ankylosis secara
bedah antara vertebra
trachel- trachelitis trachelos = leher radang leher rahim
leher tracheloplasty plassein = membentuk operasi plastik leher rahim
trachelorrhaphy rhaphe = jahitan penjahitan leher rahim yang robek
tubercul- tubercle tuberculum = sedikit lesi (tempat rusak) tuberkulosis;
tuberkel penyembaban juga tonjolan bulat tulang
bulatan tubercle bacillus bacillus = batang kuman penyebab penyakit
tuberkulosis
tubercular aris = mirip dengan tentang tonjolan tulang
tuberculous ous = penuh dengan terkena tuberculosis
tuberculoma oma = tumor abses atau tumor tuberkulosis
tuberculosis osis = proses penyakit dengan pembentukan
tuberkel di jaringan mana pun
viscer- visceral viscus = organ tentang organ dalam
organ al = tentang
viscus organ
viscera organ-organ
visceroptosis ptosis = jatuh penurunan letak viscera (penyakit
Glenard)

Prefix.
Prefix merupakan elemen yang termasuk paling sering digunakan, terdiri dari satu atau
dua suku-kata yang diletakkan sebelum suatu kata untuk mengubah artinya. Suku kata ini
sering berupa preposisi atau adverbs. Beberapa prefix yang umum digunakan adalah seperti
pada Tabel 5.
Tabel 5. Prefix dan elemen-elemennya
PREFIX Term Analisis Definisi
ab – abductor ab = jauh dari yang menjauhkan dari pusat
dari ductor = yang menarik
jauh dari abnormal norma = aturan jauh dari aturan
abruptio placentae ruptere = robek robek dan lepasnya plasenta dari
placenta = kue datar perlekatannya di rahim
a, an – anesthesia an = tanpa hilangnya sensasi rasa
tanpa, aesthesis = perasaan
tidak apnea a = tanpa nafas berhenti sementara
pnoe = nafas
asthenia sthenos = kekuatan lemah, hilang kekuatan
atresia tresis = lobang tidak ada atau menutupnya lobang
atau saluran yang biasanya ada

8
PREFIX Term Analisis Definisi
ad – adductor ad = ke arah yang menarik ke arah pusat
perlekatan, ductor = yang menarik bersama
meningkat, adrenal ad = dekat kelenjar buntu dekat ginjal
dekat, ren = ginjal
ke arah adhesion ad = melakukan perlekatan abnormal permukaan
haerere = menempel satu sama lain
adnexa nectere = mengikat bagian tambahan, misalnya adnexa
uteri
ante- anteflexion ante = ke depan pergeseran organ ke depan,
sebelum flectere = membengkok misalnya uterus
antenatal natus = lahir sebelum lahir
antepartum partum = melahirkan sebelum proses melahirkan
anti – antisepsis anti = melawan penjauhan kuman pembusuk
melawan sepsis = pembusukan protein yang mempertahankan
antitoxin toxikon = racun tubuh dari racun
antipyretic pyretos = demam obat yang menurunkan demam
bi – biceps bi = dua kepala kembar dua
dua caput = kepala
keduanya -brachii brachii = lengan atas otot berkepala dua di lengan atas
kembar -femoris femoris = paha otot paha
biconvex convexus = permukaan lensa dengan dua permukaan
cembung cembung
bilateral latus = sisi mengenai kedua sisi
bifurcation furca = garpu pemisahan atas dua cabang
co, con – congenital defect con = dengan cacad yang dibawa dari lahir
bersama genitus = lahir
dengan defectus = cacad
conjunctiva jungere = gabungan membran mukosa pelapis mata
dan kelopak mata
connctive tissue con = bersama jaringan yang menghubungkan
nectere = mengikat atau mengikat
contra – contraception contra = berlawanan pencegahan konsepsi /
melawan, concipera = pembuahan pembuahan
berlawanan contraindication indicare = menunjukkan keadaan yang bertentangan dengan
pengobatan
contralateral contra = sebaliknya mempengaruhi sisi lain tubuh
latus = sisi
dys- dysentery dys = menyakitkan radang membran mukosa usus
jelek, enteron = usus dengan nyeri
susah, dysmenorrhea men = bulan menstruasi yang nyeri
menyakitkan rhoia = aliran
dyspepsia dys = jelek pencernaan tak sempurna
peptein = mencernakan
dysphagia dys = susah susah menelan
phagein = makan
dysphasia phasis = bicara susah bicara
dyspnea pnoe = bernafas susah bernafas
dystocia tokos = lahir susah lahir
dysuria ouron = urine susah /nyeri urinasi
ec- luar ectropion ek = luar
ectopic = kelopak mata trepein = belokan pembelokan kelopak mata
di luar cervix uteri cervix = leher keluarnya saluran cervix uteri
uteri = rahim
ecopic pregnancy ecto = di luar hamil di luar rahim
topos = tempat
prae = sebelum
natus = lahir

9
PREFIX Term Analisis Definisi
em, en empyema em = di dalam nanah di rongga tubuh. terutama
di dalam pyon = nanah / pus rongga pleura
encephalopathy en = di dalam penyakit otak
kephale = kepala
pathos = penyakit
epi = epidermis epi = pada lapisan terluar kulit
tentang, pada, derma = kulit
sebagai epigastrium gaster = lambung daerah ulu lambung / hati
tambahan pada epiphysis epi = pada pusat pemanjangan tulang pada
physis = tumbuh pada tulang panjang tubuh
endo- endocardium endon = di dalam selaput pelapis dinding dalam
di dalam kardia = jantung jantung
endocarditis itis = radang radang endokardium
endocrine gland krinein = men-sekresi kelenjar buntu penghasil hormon
glans = kelenjar
endocrinology logos = ilmu ilmu kelenjar buntu
endometrium metra = rahim selaput pelapis dalam rahim
endometritis itis = radang radang endometrium
endoscope skopeion = memeriksa alat pemeriksa rongga tubuh
melalui lobang alamiah
endoscopy endo = dalam pemeriksaan rongga tubuh dengan
skopein = memeriksa endoskop
endosteum osteon = tulang lapisan pembatas rongga tulang
panjang
endostitis itis = radang radang endosteum
ex-= exacerbation ex = melewati pengawatan gejala
keluar, acerbus = kasar
jauh dari, exeresis ex = keluar penyayatan bagian tubuh
melewati eiresis = mengambil
exophtalmia ophthalmos = mata penonjolan bola mata
exophthalmic goiter goiter = tenggorokan goiter dengan mata menonjol
expectoration pector = dada pengeluaran mukus dari paru-paru
exudate sudare = berkeringat penumpukan cairan akibat radang
hemi - = hemiglossectomy glossa = lidah pembuangan setengah lidah
setengah ektome = sayatan
hemigastrectomy gaster = lambung pembuangan setengah lambung
hemiplegia plege = stroke kelumpuhan setengah tubuh
hyper = hyperacidity acidus = masam kelebihan asam lambung
di atas, hyperadrenalism ad = dekat sekresi adrenal berlebihan
berlebihan, ren = ginjal
melewati ismos = keadaan
hypercalcemia calx = kapur kalsium darah berlebihan
haima = darah
hyperemesis emesis = muntah muntah berlebihan pada hamil
gravidarum gravida = wanita hamil bendungan darah
hyperemia haima = darah
hyperpyrexia pyrexia = demam demam tinggi >41ºC/>ºF
hypertension tensio = tekanan tekanan darah tinggi
hypertrophy trophe = pemberian makanan pembesaran organ
hypo = hypochondriac chindros = rawan bagian abdomen di bawah iga
sebelum, region regio = daerah
di bawah, hypodermic injection derma = kulir suntikan di bawah kulit
kekurangan injectus = melempar ke dalam
hypoglycemia glykys = gula gula darah rendah

10
PREFIX Term Analisis Definisi
para, par = paracentesis kentesis = tusukan penusukan rongga dengan
di samping, penarikan cairan
sekitar, parametrium metra = rahim jaringan lemak dan penyambung
dekat, itis = radang di sekitar uterus
abnormal parametritits itis = radang radang parametrium
paranephritis nephros = ginjal radang kapsul atau jaringan
penyambung ginjal
paranoia nous = pikiran penyakit jiwa dengan curiga tinggi
parathyroid thyreos = tameng kelenjar buntu dekat kelenjar tiroid
eidos = bentuk
parotitis ot = telinga radang kelenjar parotid
peri = pericardium kardia = jantung selaput pembungkus jantung
di sekitar, pericarditis itis = radang radang perikardium
tentang perimetritis metra = rahim radang peritoneum penutup rahim
periosteum osteon = tulang selaput yang melapisi dan
memberi makan tulang
periostitis itis = radang radang periosteum
pre = precancerous prae = sebelum sebelum kanker berkembang
sebelum, cancer = kepiting
di depan precordium cor = jantung daerah sebelum jantung
eclampsia ek = luar keracunan darah sewaktu hamil
lampein = memancar
preeclampsia sebelum eklampsia
prepatellar bursitis prae = di depan radang bursa di depan lutut
patella = lutut
bursa = kantong
presentation praesentation = penempatan bentuk penempatan janin di leher
sebelum rahim
pro = prognosis pro = sebelum ramalan akhir penyakit
di depan, gnosis = pemahaman
sebelum, prolapse pro = ke depan bergeser ke depan, biasa pada
ke depan lapse = bergeser rektum / uterus
procidentia jatuh ke depan prolapse lengkap (uterus)
retro = retroflexion retro = ke arah belakang fleksi ke belakang (uterus)
ke arah flexio = membengkok
belakang, retrogasserian retro = di belakang pemotongan akar posterior
di belakang, neurotomy gasserian = suatu ganglion ganglion gasseria (ganglion
tertinggal neuron = syaraf sensoris n. trigeminus)
tome = sayatan ke dalam
retro = di balik
retroperitoneal version = membelok di belakang peritoneum
retroversion keadaan posisi membelok ke
belakang (uterus)
semi- = semicircular canal circulus = cincin satu dari tiga saluran di labirinth
setengah canal = saluran telinga
semicoma coma = koma koma ringan
semilunar valves luna = bulan katup berbentuk setengah bulan
valva= daun pintu (aorta dan a. pulmonalis)
sub - = subclavicular clavicular = kunci kecil di bawah tulang clavicula
di bawah, subcostal costa = iga di bawah iga
lebih bawah subcutaneous cutis = kulit di bawah kulit
subinvolution involution = berubah menjadi pengecilan rahim yang tidak
memadai setelah melahirkan
suppuration pur = pusa proses pembentukan nanah
tion = keadaan

11
PREFIX Term Analisis Definisi
super, supra = supernatant natare = mengapung apungan di permukaan
di atas, supraoccipital occiput = tulang tengkorak berada di atas occiput
melewati, suprapubic pubis = tulang pelvis sayatan menuju bladder melalui
lebih tinggi cystotomy kystys = bladder atas pubis
tome = sayatan
suprarenal ren = ginjal kelenjar adrenal di atas ginjal
al = tentang
sym, syn - = symphisis of pubis sym = bersama penyatuan tulang-tulang pubis di
dengan, physis = pertumbuhan garis tengah depan
di sepanjang, synarthrosis syn = bersama sendi yang tidak bisa digerakkan
bersama, arthron = sendi
di samping osis = keadaan
syndactylism daktylos = jari, angka penyatuan dua atau lebih jari-jari
ismos = keadaan
trans- = transection trans = melintasi sayatan melintasi sumbu panjang,
melintasi, sectio = memotong = cross-section
di atas transfusion fusio = menuangkan injeksi darah ke orang lain
transurethral- ourethra = utrethra pembuangan kelenjar prostat
prostatectomy prostates = prostat melalui urethra
ektome = sayatan/ membuang
tri- = tricuspid tres, tria = tiga memiliki tiga cuspis, katup
tiga cuspis = suatu titik tricuspidalis
trifacial facialis = facial syaraf kepala nomor V
trigone trigonon = bentuk bersudut rongga segitiga, terutama bagian
tiga bawah bladder

ISTILAH-ISTILAH SEHUBUNGAN DENGAN TUBUH KESELURUHAN


Pembagian Abdomen secara Anatomik
1. regio hipokhondriaka (daerah lateral atas di bawah iga) kiri dan kanan
2. regio epigastrika (daerah pada tengah atas)
3. regio lumbalis (daerah lateral tengah) kiri dan kanan
4. regio umbilikalis (daerah di sekitar pusat)
5. regio inguinalis (daerah lateral bawah) kiri dan kanan
6. regio hipogastrika (daerah di bawah pusat)
Pembagian Abdomen secara Klinis
1. kwadran kanan atas
2. kwadran kiri atas
3. kwadran kanan bawah
4. kwadran kiri bawah
Pembagian Belakang Tubuh secara Anatomik
1. regio cervicalis – leher
2. regio thoracalis – punggung
3. regio lumbalis – pinggang
4. regio sacralis - panggul

12
Posisi dan Arah
1. afferent – bergerak ke arah struktur
2. anterior atau ventral – di depan tubuh
3. central – ke arah tengah
4. deep – menjauh dari permukaan
5. distal atau peripheral – menjauh dari pangkal struktur atau dari pusat
6. efferent – bergerak menjauh dari struktur
7. inferior atau caudal – menjauh dari kepala; berada di bawah struktur lain
8. intermediate – antara median dan lateral
9. lateral – ke arah sisi
10. medial – kearah bidang median (tengah)
11. median – di pertengahan struktur
12. posterior atau dorsal – belakang tubuh
13. proximal – ke arah awal struktur
14. superficial – dekat permukaan
15. superior atau cephalic – ke arah kepala; berada di atas struktur lain
Bidang-bidang Tubuh
1. Frontal atau coronal – bidang vertikal paralel dengan sutura koronalis tengkorak.
Bidang ini membagi tubuh atas bagian depan dan belakang
2. Horizontal – bidang yang paralel dengan horizon
3. Longitudinal – bidang yang paralel dengan sumbu panjang struktur
4. Median – bidang yang membagi tubuh atas bagian kiri dan kanan sama banyak
5. Sagittal – bidang vertikal yang paralel dengan sutura sagitalis tengkorak dan
dengan bidang median
6. Transversal – bidang yang tegak lurus pada sumbu panjang struktur
Posisi Anatomis
Semua ahli anatomi menerapkan istilah anatomi pada tubuh seolah-olah ia berada pada
posisi yang dikenal dengan nama posisi anatomik. Pada posisi ini, tubuh berdiri tegak, mata
lurus menatap ke depan, anggota atas tergantung di sisi tubuh dengan telapak tangan
menghadap ke depan, dan anggota bawah sejajar dengan jari mengarah ke depan. Apakah
tubuh sedang berbaring telentang atau telungkup, posisi dan hubungan struktur selalu
diuraikan seolah-olah tubuh berada pada posisi anatomik.

13
II. TERMINOLOGI KULIT DAN PAYUDARA
KULIT
Asal-usul Istilah
cutis – kulit pilus, pili – rambut
derma – kulit pruritus – gatal
erythema – memerah psora – gatal
hidros – keringat pyon – nanah
kelis – noda scabo – gores
kerato – zat tanduk sebum – minyak, sabun
macula – bintik squama – sisik
onyx, onych – kuku sudor – keringat
papula – tonjolan tegmen - pelapis
pemphix – kantong tinea – jamur
phyton – tanaman vesica - kantong
pigmentum – cat
Istilah Anatomik
1. corium – kulit atau lapisan dalamnya.
2. derma, dermis – nama lain cutis
3. epidermis – kutikula atau lapisan terluar kulit, kulit ari
4. jaringan subkutis – lapisan jaringan penyambung longgar bawah kulit berisi lemak
5. integument – kulit, terdiri dari corium dan epidermis
6. pilosebacea – tentang rambut dan kelenjar minyak
7. sebum – zat berminyak yang dihasilkan kelenjar sebasea
8. kelenjar sebacea – kelenjar minyak pada kulit
9. kelenjar sudorifera – kelenjar keringat
10. pigment – zat pewarna
11. epithelium – lapisan sel-sel yang melapisi permukaan luar dan dalam tubuh
Istilah Simptomatik
1. anular (dulu annular) – berbentuk cincin
2. „cafe au laits‟ spot – bintik datar coklat muda, neurofibromatosis (von Recklinghausen)
3. chloasma – garis pigmentasi coklat atau kekuningan pada kulit normal
4. cicatrix – parut yang disebabkan luka yang sembuh
5. cicatrization – penyermbuhan dengan pembentukan parut
6. comedo (pl. comedones) – saluran ekskresi kulit ditutup oleh sebum yang berubah warna
7. confluent – lesi yang bergabung atau muncul bersamaan
8. depigmentation – kehilangan pigment; timbul pada albinisme, kulit atrofi, dan parut.
9. dermatographisme, dermatographia – menulis kulit (sembab urtikaria muncul di tempat
kulit ditandai dengan pensil atau alat lain yang tumpul).
10. discoid- berbentuk seperti cakram.
11. discrete – lesi-lesi yang tidak saling menyambung, saling terpisah.
12 ecchymosis (ecchymoses pl.) – bintik ungu atau lebam karena rembesan darah ke kulit.
13. eczematoid, eczematous – lesi radang mirip eksim yang cenderung menebal, bersisik,
berkantong, berkerak, dan berair.
14. erupsi – tonjolan merah pada lesi kulit
15. erythema – kemerahan luas pada kulit.
16. excoriation – luka atau goresan seperti garis akibat trauma permukaan
17. granulation – cara perbaikan kulit setelah kehilangan jaringan atau infeksi bernanah.

14
18. guttate – mirip tetesan.
19. keratotic – penebalan dengan penandukan.
20. hyperpigmentation – peningkatan pigmen kulit
21. intertriginous – di antara du lipatan kulit.
22. macule – garis atau bintik yang berubah warna pada kulit.
23. milia (milium pl.) – nodul kecul putih , sering pada kulit di bawah mata
24. moniliform – berbentuk bundaran-bundaran
25. multiform – berbagai bentuk lesi kulit.
26. papule – tonjolan pada kulit
27. petechiae – bintik perdarahan kulit sebesar ujung jarum
28. proliferation – proses perbanyakan sel-sel sejenis dengan cepat.
29. pustule – tonjolan kecil yang berisi nanah atau limfe.
30. seborrheic – tentang sekresi kelenjar sebasea.
31. serpiginous – berbentuk seperti lekukan ular.
32. vesication – pembentukan kantong
Istilah Diagnostik
1. acne –radang kelenjar sebasea; jerawat
 acne albida (dengan bintik putih, di muka)
 acne papulosa (dengan lesi papula)
 acne rosacea (penebalan kulit akibat hipertrofi kelenjar sebasea, terutama di hidung)
 acne vulgaris (bentuk jerawat dengan papula, pustula, dan komedo).
2. albinisme – tidak memiliki pigmen normal kulit (kongenital).
3. alopecia – kehilangan rambut, botak.
4. angioedema, edema angioneurotik, edema Quincke – sembab luas pada jaringan longgar
muka, kelopak mata, bibir, lidah, larings, saluran pencernaan, dsb.
5. kelainan kulit atopik – alergi kulit seperti angioedema, urtikaria, reaksi obat secara atopik,
dan alergi makanan pada dermatitis atopik;.
6. atopy = alergi keturunan.
7. burn – efek dari panas, zat kimia, listrik, atau cahaya matahari; derajat kerusakan:
 derajat 1 kemerahan di lapisan superfisial kulit,
 derajat 2 dengan blister dan vesika yang melibatkan lapisan dalam kulit
 derajat 3 kerusakan mencakup jaringan di bawah lapisan kulit
8. callositas, keratosis – penebalan dan hipertrofi berbatas tegas pada sel tanduk epidermis.
8. carbuncle – radang berbatas tegas, kulit dan bawah kulit, dengan nekrosis dan nanah.
9. cellulitis – radang kulit dan bawah kulit dengan atau tanpa nanah.
10. decubitus ulcer, bedsore, pressure sore – ulkus yang timbul di kulit pelapis tulang, yang
rusak akibat tekanan terus menerus, sirkulasi dan makanan yang terganggu.
11. dermatitis – radang kulit; bentuk yang umum adalah
 dermatitis kontak atau venenata (radang akibat zat pengiritasi atau terlalu sensitif),
 dermatitis exfoliatifa (kulit terkelupas, pembentukan kerak, kemerahan, dan sembab)
 dermatitis medicamentosa (akibat obat-obatan)
12. dermatophytosis – infeksi jamur permukaan (mycosis) akibat dermatophyta.
13. dermatophytosis kaki, epidermophytosis, tinea pedis, „athlete‟s foot‟ – infeksi jamur di
sela jari kaki, dengan gatal, lembab, retak, blister kecil, dan bersisik.
14. eczema – radang kulit dengan lesi papula dan vesikula merah, kerak, dan sisik.
15. epidermolysis – epidermis mudah terkelupas dari corium, membentuk blister
16. epidermolysis bullosa, acantholysis bullosa, penyakit Goldschneider –kehancuran lapisan
kulit dan pembentukan blister hanya akibat iritasi ringan, penyakit keturunan.
17. gangrene – bentuk nekrosis atau pembusukan jaringan
18. leukoderma – garis-garis putih kulit akibat kekurangan pigment.

15
19. lichen planus – radang kulit dan membran mukosa, dengan papula kecil, datar, berkilat,
kering dan bewarna violet.
20. lupus vulgaris – sejenis TB kulit, dengan garis-garis coklat kemerahan berisi nodul kecil
21. melanoderma – pigmentasi coklat atau hitam di kulit.
22. onychia – peradangan tempat landasan kuku.
23. paronychia – infeksi kulit di sekitar kuku.
24. pediculosis – infestasi kutu
25. pemphigus – penyakit kulit dengan belompok bullae berbagai ukuran
26. pilonidal cyst – kista epidermis di daerah sakrum, berambut (teratomatosa).
27. psoriasis – erupsi dalam area lingkaran dan berbagai ukuran, berbatas tegas.
28. pyoderma – infeksi kuman:
 pada kulit (impetigo contagiosa dan pyoderma faciale)
 pada rambut dan kelenjarnya (furunculosis dan folikulitis stafilokokus).
29. rhinophyma – massa hipertrofi merah, besar, menonjol di ujung dan sisi hidung.
30. scabies – penyakit menular kulit akibat Sarcopter scabiei yang bertelur di terowongan bawah
kulit, dengan vesikula gatal di sela jari, axilla, panggul, di bawah payudara, dsb.
31. steatoma – kista sebasea.
32. tinea – penyakit jamur kulit
 tinea barbae atau tinea sycosis (jamur jenggot)
 tinea capitis atau tinea tonsurans (pada kulit kepala sehingga seperti botak)
 tinea corporis atau tinea cincinata (pada badan)
 tinea pedis (pada kaki)
 tinea unguium (pada kuku)
33. tumor kulit –
 basal cell epithelioma, basal cell carcinoma (tumor yang tumbuh lambat, nodul
seperti mutiara atau lilin, mudah bertukak dan berdarah),
 keloid (pertumbuhan baru jarungan parut),
 keratoacanthoma (nodul yang tumbuh cepat, dari epidermis, kawah berisi zat
tanduk),
 nevus, mole, tanda lahir – pigmentasi kongenital di area kulit yang berbatas tegas
 keratosis seborrheica, papilloma sel basal (tumor jinak epitel, banyak zat tanduk)
 squamous cell epithelioma (tumor ganas epitel, mudah bertukak, membentuk kerak).
34. ulcer – kerusakan kulit atau membran mukosa akibat varises, trauma, dsb.
35. urticaria, hives, nettle rash – sembab pucat atau kemerahan dan sangat gatal

PAYUDARA
Asal-usul Istilah
areola – area kecil atau ruang mastos – payudara
grapho – menulis thele – puting susu
lac – susu therme – panas
mamma - payudara xeros - kering
Istilah Anatomik
1. areola – area kulit perpigmen mengitari puting.
2. mammary gland – jaringan kelenjar 15-20 lobi, hubungan ke puting oleh lactiferous duct
3. papilla mammae – puting susu
Istilah Simptomatik
1. mastalgia, mastodynia – nyeri payudara sebelum mens. atau pada mastitis.
2. peau d‟orange – kulit jeruk, pada kanker payudara yang meradang.
3. retraksi kulit – penarikan kulit ke dalam akibat lesi jinak atau ganas di bawahnya.

16
Istilah Diagnostik
1. abscess mammae – rongga berisi pus di jaringan payudara
2. amastia – tidak ada payudara
3. athelia – tidak ada puting
4. kanker mammae – karsinoma (dari epitel saluran), sarkoma (jaringan non-epitel)
5. cystic disease of the breast – kista mammae:
 galactoceles (kista berisi rembesan susu),
 duct ectasia (pelebaran saluran),
 akibat nekrosis lemak pada trauma,
 kista yang berhubungan dengan intraductal papilloma.
6. fissura puting – retak yang dalam di puting susu.
7. hyperplasia payudara – payudara jauh lebih besar daripada normal
8. hypoplasia payudara - payudara jauh lebih kecil daripada normal
9. oklusi lactiferous duct – sumbatan saluran pembawa susu.
10. penyakit Paget puting – kanker tepat di bawah puting
11. thelitis – radang puting susu
Istilah Operatif
1. biopsy of breast – penyayatan sedikit jaringan untuk diagnosa
2. mammaplasty, mammoplasty, mastoplasty – rekonstruksi payudara
3. mastectomy, mammectomy –:
 radikal (payudara dan jaringan otot)
 simple (payudara saja)
 subkutis (hanya jaringan payudara di bawah kulit)
4. mastopexy – fiksasi payudara yang semula berayun.
5. mastotomy – sayatan dan drainase abses payudara

17
III. TERMINOLOGI TULANG DAN OTOT
TULANG
Asal-usul Istilah
calcaneus – tulang tmit os (ossa pl.) – tulang
cancellus – jaring osteon – tulang
coxa – tulang panggul pes, ped – kaki
diploe – lipatan physis – tumbuh
femur – paha pelvis – basin, tempat cucian
genu – lutut planta – telapak
ischion – panggul pod, podo – kaki
lacuna – danau sternon – tulang dada
medulla – sumsum trochanter – pelari
myelos - sumsum xiphoid - pedang
Istilah Anatomik
1. bone, osseu tissue – jaringan penyambung terkeras.
2. bone marrow – sumsum tulang, bagian tengah tulang yang lunak:
 sumsum merah (mengisi tulang cancellus, sumber eritrosit dan hemoglobin)
 sumsum kuning (mengisi rongga medulla dan berisi sel-sel lemak)
3. cancellus bone – tulang pipih, dengan sumsum merah di antara jaringan trabekula.
4. compact bone, cortex of bone – tulang padat yang kaya dengan kalsium
5. diaphysis – batang tulang panjang
6. diploe – jaringan tulang pipih di antara dua lapisan tulang tengkorak
7. endosteum – lapisan pembatas dinding rongga medulla
8. epiphysis (epiphyses pl.) – ujung tulang panjang, tempat awal pemanjangan tulang
9. matrix tulang – serat kolagen dan zat dasar tempat kalsium ditumpukkan
10. medullary cavity – rongga berisi sumsum di dalam batang tulang panjang
11. metaphysis – bagian batang tulang panjang yang melebar dekat epiphysis
12. ossifikasi – pembentukan tulang
13. osteoblasts – sel-sel pembentuk tulang
14. osteoclasts – sel-sel penyerap tulang
15. osteosit – sel tulang
16. osteoid – jaringan tulang yang belum mendapatkan kalsium
17. periosteum – lapisan luar tulang
18. trabekulae – bagian tulang yang membentuk jaringan di tulang pipih
19. trochanter – tonjolan tulang di ujung atas femur, mayor dan minor
Istilah Simptomatik
1. callus – bagian pertumbuhan di ujung patahan tulang
2. crepitation – suara geseran akibat gerakan pada bagian patah
3. decalcification – pembuangan garan-garam kapur, terutama dari tulang
4. demineralization - kehilangan mineral pada osteoporosis, osteomalasia, kanker dsb.
5. necrosis of bone - kematian jaringan tulang
6. nidus – fokus awal lesi patologis
7. ostealgia, osteodynia – nyeri tulang
8. osteophyte - pertumbuhan keluar dari jaringan tulang
9. phantom limb pain – nyeri pada tulang yang sesungguhnya telah teramputasi
10. sequestration – proses nekrosis yang menghasilkna tulang mati

18
Istilah Diagnostik
1. bone cyst – kista tulang, lesi tulang berisi cairan
2. cervical rib – iga berlebih yang melekat di vertebra cervicalis
3. coxa plana – pendataran caput femoris (kepala femur); coxa = sendi panggul
4. coxa valga – pembesaran sudut antara batang dan leher femur
5. coxa vara – pengecilan sudut antara batang dan leher femur
6. deformitas tulang – kelainan tulang yang menyebabkan perubahan bentuk
7. epiphysitis – radang epiphysis tulang panjang
8. epiphysiolysis – longgar atau lepasnya epiphysis dari batang tulang
9. epulis – tumor fibrosis yang muncul dari gusi
10. Ewing‟s sarcoma – tumor ganas batang tulang panjang
11. exostosis (exostoses pl.) – pertumbuhan tulang berupa tumor jinak
12. fibrosarkoma tulang – tumor ganas dari sumsum tulang, metaphysis atau periosteum
13. fibrous dysplasia tulang, sindroma Albright – penyakit metabolisme dengan penyerapan
tulang dan penukaran sumsum dengan jaringan fibrosa, kerusakan bentuk satu tulang
atau lebih, pigmentasi coklat pada kulit, dan pubertas dini perempuan
14. fraktura – patah tulang; terbuka (dengan luka yang berhubungan dengan patahan),
tertutup (tanpa luka)
a. capillary – garis patah seperti rambut
b. comminuted – tulang pecah atau fragmen kecil-kecil
c. complicated – patahan tulang melukai jaringan sekitar, misalnya paru-paru
d. compound – luka terbuka yang berhubungan dengan patahan
e. depressed – tulang patah ke dalam, seperti fraktur tengkorak
f. greenstick – patah tak sempurna
g. pathologic – fraktur spontan akibat kerusakan tulang
h. simple – fraktur tanpa komplikasi, tanpa luka terbuka
i. transversae – patah tegak lurus melintasi tulang
15. fraktura panggul (hip fracture) – patah di ujung atas femur
16. genu valgum – keadaan lutut beradu dan tumit menjauh waktu berdiri ---“X”
17. genu varum – keadaan lutut menjauh dan tumit beradu waktu berdiri ----“O”
18. giant cell tumor – tumor osteolitik berisi sel-sel raksasa
19. myeloma, plasmacytoma – neoplasma ganas dari sel-sel plasma, mengenai tulang
20. osteitis – radang tulang
21. osteitis deformans – penyakit Paget tulang, menghancurkan tulang
22. osteoblastoma – tumor jinak, pada vertebrae bisa menekan medulla spinalis
23. osteochondritis deformans, coxa plana – pendataran caput femoris sehingga pincang
24. osteoclasia – osteolysis – penyerapan dan penghancuran jaringan tulang
25. osteoclastoma – tumor osteoclast yang menghancurkan tulang dari dalam
26. osteogenic sarcoma – tumor ganas jaringan yang berasal dari tulang
27. osteoid osteoma – tumor kecil jinak yang sangat nyeri, sering pada anggota bawah
28. osteoma – tumor jinak tulang, biasa di tulang muka
29. osteomalacia – pelunakan tulang, biasa karena kekurangan Ca dan P
30. osteomyelitis – radang tulang dan sumsum tulang
31. osteoporosis – tulang berpori, penurunan kepadatan tulang dan berongga-rongga
32. osteodistrophy – kelainan tulang karena mineralisasi yang berkurang
33. rickets, rachitis – demineralisasi dan kerusakan bentuk tulang karena kekurangan Ca dan
vitamin D pada masa kanak-kanak
34. sequestrum – tulang mati yang terpisah dari jaringan sekitarnya
35. supernumerary bone – tulang extra
36. vitamin D refractory rickets, familial hypophosphatemia – mineralisasi berkurang, fosfat
hilang karena insufisiensi tubuli ginjal

19
37. whiplash injury of the neck – penekanan vertebra cervicalis akibat kecelakaan
Istilah Operatif
1. amputation – pembuangan anggota sebagian atau seluruhnya
2. bone grafting – transplantasi tulang
a. autografting, auto tranplantation – pada orang yang sama
b. homografting, homotransplantation – penggunaan tulang dari bank tulang
3. koreksi fraktur secara bedah
a. reduksi tertutup – manipulasi dan pemasangan cast (gips), dan pemasangan splint
atau traksi kalau ujung patahan tidak bertemu
b. reduksi terbuka dan fiksasi internal – manipulasi diikuti pemasangan plat dan baut,
paku melewati medulla, paku dengan plat samping, atau prosthesis
c. immobilisasi sederhana – pemasangan cast atau splint kalau ujung patahan bertemu
4. koreksi cacad muka secara bedah
a. bone graft pada cacad hemimandibula
b. rekonstruksi bone graft setelah hemimandibulektomi
c. osteotomi kraniofasialis untuk perbaikan kelainan muka
5. ostectomy - eksisi tulang
6. osteoclasis – pematahan kembali (refraktur) tulang patah yang salah sambung
7. osteoplasty – rekonstruksi atau reparasi tulang
8. osteotomy – penyayatan tulang, terutama untuk menghilangkan nyeri pada sendi
9 sequestrectomy – pembuangan bagian tulang mati

SENDI, BURSA, RAWAN, LIGAMEN


Asal-usul Istilah
ankyle – sendi kaku lordosis – punggung bengkok
arthron – sendi luxatio – terkilir, dislokasi
bursa – domper, kantong malleus – palui
cartilage – tulang rawan mandibulum – tulang rahang bawah
cavus – rongga meniskon – sabit
chondros – tulang rawan pes, pedes - kaki
condylos – tonjolan tinju / knuckle planus – datar
cubitus – siku scolios – lengkung
hallux – ibu jari kaki spondylos – vertebra
kyphos – bungkuk talus- tumit
ligament – yang mengikat taliped - kelainan bentuk kaki
Istilah Anatomik
1. acetabulum – lekuk seperti mangkok di tulang innominata, tempat kepala femur
2. articulation - sendi
a. cartilaginous – tulang disatukan oleh rawan fibrosa atau rawan hyalin
b. fibrosa - tulang disatukan oleh rawan fibrosa
c. synovial, diarthrodial – tulang dihubungkan dengan kapsul sendi dan ligamen.
3. bursa – kantong jaringan ikat berisi cairan pelumas, kadang-kadang synovia
4. intervertebral disc – rawan fibrosa antara corpus vertebrae, terdiri dari
 nucleus puposus (massa gelatinosa) di bagian tengah
 anulus fibrosus (cincin luar) yang melingkarinya
5. ligaments – pita jaringan ikat fibrosa, menghubungan ujung tulang yang saling bersendi
6. meniscus – rawan fibrosa yang terdapat pada sendi tertentu
7. synovial membrane – selaput pelapis bagian dalam pada kapsul sendi yang menghasilkan
synovia
8. volar – tentang telapak tangan atau telapak kaki

20
Istilah Simptomatik
1. arthralgia – nyeri sendi
2. laserasi kapsul – robekan kapsul sendi
3. crepitus, artikularis – geseran (grating) sendi
4. detachment of cartilage – pemisahan zat rawan dari sendi.
5. effusi, hemorrhagic – perdarahan ke dalam kantong synovium
6. effusi, synovium – produksi cairan sendi berlebihan
7. nodus Heberden – nodul keras di distal sendi jari padaosteoarthritis
8. lipping – pertumbuhan tulang seperti bibir di sendi yang mengalami osteoarthritis
9. lumbago – nyeri tumpul pada daerah lumbalis di punggung
10. nodul rheumatoid – nodul subkutis di atas tonjolan tulang, siku atau belakang tumit
11. spur – penonjolan dari suatu tulang
12. tophus, tophi (pl.) – deposit kristal asam urat di jaringan subkutis dekat sendi
Istilah Diagnostik
1. ankylosis – sendi kaku
2. arthropathy – penyakit sendi
3. arthritis – peradangan sendi
 arthritis atrophic, rheumatoid arthritis – radang banyak sendi dengan gejala konstitusi
 gouty arthritis – kelainan metabolisme asam urat, biasanya satu sendi (monarticular)
 infectious, pyogenic, septic arthritis – radang infeksi, bisa akut dan kronis
 arthritis hypertrophic, osteoarthritis – keadaan degeneratif rawan sendi dan
pembesaran tulang pada sendi; sering pada orang tua..
 Mary-Strumpell arthritis, ankylosing spondylitis – pelunakan vertebrae, diikuti
penyatuan corpus vertebrae
 traumatic arthritis – kelainan akibat trauma tunggal atau berulang pada sendi
4. Baker‟s cyst – lesi berisi cairan sinovium, otot atau jaringan lain, pada osteoarthritis lanjut
5. bursitis – peradangan bursa
6. chondritis – peradangan tulang rawan
7. chondroblastoma – tumor jinak yang berasal dari epiphysis tulang panjang
8. chondrocalcinosis, pseusogout – penyakit rawan sendi besar terutama lutut; cairan
sinoviumnya berisi Ca-pyrophosphates
9. chondroma - tumor jinak dari rawan
10. chondrosarcoma – tumor ganas dari rawan
11. coxarthrosis – degenerasi sendi panggul
12. destructive coxopathy – penyakit sendi panggul berupa radang yang nyeri
13. dislocation – pergeseran tulang dari posisi alamiahnya di sendi
14. fibrositis periartikularis –rheumatoid yang mengganggu otot dan jaringan di sekitar sendi
15. hallux malleus – „hammer toe‟, sendi tengah jari kaki membengkok ke bawah
16. hallux valgus – pembengkokan ibu jari kaki ke arah jari lain sehingga timbul bunion
(tonjolan tulang) di sendi yang menonjol
17. hallux varus – pembengkokan ibu jari kaki ke arah sisi dalam kaki
18. hemarthrosis – cairan berdarah di dalam rongga sendi
19. herniated intervertebral disc, herniated nucleus pulposus – annulus fibrosis robek diikuti
oleh penonjolan nucleus pulposus, penekanan syaraf, dan nyeri punggung
20. internal derangement of knee joint – berbagai lesi sendi lutut yang mengganggu gerakan
21. kyphosis – „hunchback‟, kurvatura posterior berlebihan di vertebra thorakalis
22. lordosis – kurvatura anterior berlebihan di vertebra lumbalis
23. scoliosis – pembengkokan tulang punggung ke samping
24. painful shoulder, cervicobrachial pain syndromes – kelainan sendi atau luar sendi khas
dengan nyeri dan gerak terbatas di gelang bahu, leher, dan lengan
 adhesive capsulitis, adhesive bursitis – perlengketan sehingga bahu kaku dan atrofi

21
 carpal tunnel syndrome – gejala penekanan n. medianus di carpal tunnel
 cervical spondylosis – degenerasi diskus cervicalis
 epicondylalgia, tennis elbow – nyeri di sekitar siku
 hand-shoulder syndrome – nyeri dari bahu menjalar ke ujung jari
 supraclavicular n. entrapment syndrome – penekanan cabang tengah n.
supraclavicula
25. skeletal dysplasias – gangguan pertumbuhan tulang
 gangguan pertumbuhan chondroid – achondroplasia, osteochondromatosis
 gangguan produksi osteoid – osteogenesis imperfecta, osteoporosis
26. spondylitis – radang satu atau beberapa tulang punggung
27. spondylolisthesis – vertebra lumbalis tergeser ke depan dari vertebra di bawahnya
28. spondylosis - lesi degeneratif tulang punggung
29. sprain – cedera sendi dengan tendo atau ligamen robek
30. Still‟s disease – arthritis rheumatoid anak-anak dengan pembesaran limpa
31. subluxation – dislokasi tidak sempurna
32. synovioma – sarkoma fibroblast yang sangat ganas
33. talipes, „clubfoot‟ -
a. equinus – kaki depan di tanah, berjalan di atas jari-jari kaki
b. planus – lengkungan hilang– semua telapak berada di tanah
c. valgus – kaki bengkok ke luar – sisi dalam kaki berada di tanah
d. varus – kaki bengkok ke dalam - sisi luar kaki berada di tanah
Istilah Operatif
1. arthroclasia – pematahan sendi kaku secara bedah
2. arthrodesis – fiksasi sendi secara bedah untuk menghambat mobilitasnya
3. arthrolysis – pembebasan sendi dari band fibrosa atau rawan berlebihan
4. arthroplasty – perbaikan bentuk sendi, lutut, bahu, dan temporomandibularis
5. arthroscopy – pemeriksaan endoskopi pada sendi
6. arthrotomy – pembukaan sendi secara bedah
7. bunionectomy – pembuangan bunion dari medial kepala metatarsal I
8. chondrectomy – pembuangan tulang rawan
9. chondroplasty – perbaikan bentuk tulang rawan
10. instrumentasi dan fusi Harrington – operasi perbaikan skoliosis dan spondylolisthesis
11. synovectomy – pembuangan lapisan membran synovium pada kapsul sendi

DIAPHRAGMA, OTOT, TENDON


Asal-usul Istilah
fascia – band, pita phragm – pagar, dinding
leion – polos rhabdo – batang, lurik
myo – otot tendo-, teno- – tendon
Istilah Anatomik
1. aponeurosis – lembaran datar jaringan fibrosa, biasanya berfungsi untuk perlekatan otot
2. diaphragm – otot pembatas berbentuk kubah antara rongga dada dan perut
3. fascia – lembaran jaringan ikat yang menutup, menunjang, dan memisahkan otot
4. origin of muscle, origo –perelekatan otot pada tulang yang tidak bergerak ketika kontraksi
5. insertion of muscle, insertio – tempat perlekatan ujung otot di tulang yang bergerak saat
kontraksi
6. muscle – jaringan kontraktil, terdiri dari unit yang bisa berkontraksi kalau dirangasang
syaraf
7. tendons – pita jaringan fibrosa yang melekatkan otot ke tulang

22
Istilah Simptomatik
1. clonic spasm (spasme klonus) – kontraksi otot yang cepat dan berulang-ulang
2. cramp – spasme kuat yang lama pada satu otot
3. hyperkinesia – gerakan bawah-sadar yang berlebihan dan tanpa tujuan
4. hypotonia – penurunan tegangan otot sehubungan dengan distrofi otot.
5. rigidity, rigor – kaku, otot mengeras
6. tonic spasm (spasme tonik) – kontraksi otot yang berlebihan dan lama
7. tremor – gerakan kelompok otot yang berosilasi dan berirama
Istilah Diagnostik
1. carpoptosia – pergelangan „jatuh‟
2. claudication – pincang, timbul sesekali karena iskemia otot kaki
3. contracture – pemendekan permanen satu otot atau lebih akibat lumpuh, kejang, atau
pembentukan jaringan parut
4. disuse artrophy – otot mengecil karena tidak bergerak
5. facitis, fasciitis – radang fascia
6. graphospasm – „writer‟s cramp‟, nyeri otot tangan dan lengan bawah karena terlalu
banyak menulis
7. hiatus hernia, diaphragmatic hernia – penonjolan organ abdomen, biasanya bagian
lambung melalui lobang tempat esofagus melewati diafragma
8. leiomyoma – tumor jinak otot polos
9. rhabdomyoma – tumor otot lurik
10. muscular dystrophy – kerusakan otot dengan gangguan pertumbuhan
11. myasthenia gravis – kelainan neuromuskuler kronis dengan kelemahan, mulanya ditandai
dengan otot mata sehingga kedua kelopak mata „jatuh‟ dan terlihat seperti mengantuk
12. myoma – tumor otot jinak
13. myosarcoma – tumor ganas otot
14. myositis – proses peradangan otot
15. paralysis – hilangnya rasa dan gerakan sadar
a. flaccid – layu; akibat kerusakan neuron motorik bawah
b. spastic – kaku; akibat kerusakan neuron motorik atas
16. polymyositis – myopathy primer , bisa berhubungan dengan penyakit jaringan ikat
17. tenosynovitis, tendosynovitis – radang tendon dan selaput synoviumnya
18. torticollis, wryneck – kontraksi otot Sternocleidomastoideus, menarik kepala ke satu sisi
dan wajah jadi tidak simetris
Istilah Operatif
1. myoplasty – perbaikan otot secara bedah, misalnya dengan graft bebas
2. myorrhaphy – penjahitan otot
3. myotasis – peregangan otot
4. tenodesis – penjahitan ujung tendon ke tulang tempat lekatnya (tendon robek di tempat
insersi
5. tenoplasty, tendoplasty – perbaikan tendon secara bedah
6. tenosynovectomy – reseksi atau pembuangan selaput tendon

23
IV. NEUROLOGIK DAN PSIKIATRIK
SYARAF
Asal-usul Istilah
axon - axis nucleus – inti
dendron - pohon plexus – ekor kuda
ganglion – buhul, simpul radicle – akar
lemma – selubung, pelapis synapse - pegangan
Istilah Anatomik
1. nerve, syaraf – kumpulan serat-serat syaraf
 cranial nerves – Nervi Craniales I-XII, terdiri dari serat motoris dan/atau sensoris
 spinal nerves – 31 pasang syaraf dari medulla spinalis, campuran
2. sel syaraf, neuron – terdiri dari satu badan sel dan satu atau lebih tonjolan
3. serat syaraf – axon dengan selubungnya
4. struktur neuron
 badan sel – badan syaraf, terdiri dari satu inti dan sitoplasma.
 axon, axone – tonjolan halus badan syaraf, membawa sinyal ke luar
 dendrit, dendron – tonjolan yang memperluas area „reseptif‟ badan sel
 neurofibrils – benang-benang halus di dalam badan sel dan tonjolan neuron
 ganglion (ganglia pl.) – kumpulan badan sel syaraf di luar SSP (sistem syaraf pusat)
 nukleus – kumpulan badan sel syaraf di dalam SSP
 selubung myelin – pelindung axon, terputus-putus oleh penyempitan nodus Ranvier.
 neurilemma, neurolemma, selubung Schwann – membran sel tipis yang menutupi
selubung myelin serat syaraf perifer, atau menutupi serat syaraf tanpa myelin.
 organ effektor – bereaksi terhadap impuls, misalnya otot atau kelenjar
 organ reseptor – berespons terhadap rangsangan, dan mengubahnya menjadi impuls.
5. klasifikasi: neuron berdasarkan fungsi:
 afferent – mengantarkan impuls dari reseptor ke SSP.
 asosiasi, „intercalated‟, „internuncial, – menyalurkan impuls antara neuron-neuron.
 efferent – mengantarkan impuls dari SSP ke organ efektor
6. plexus (plexuses pl.) syaraf spinalis – suatu jaringan serat syaraf, misalnya
 plexus brachialis – dari vert cervicalis V-VIII dan thoracalis I, melayani anggota atas.
 plexus sacralis – dari v. lumbalis IV-V dan sacralis I, ikut melayani anggota bawah
7. spinal root nerves – melekatkan syaraf ke medulla spinalis
 ventral (anterior) root – terdiri dari serat efferent dan tidak memiliki ganglion.
 dorsal (posterior) root – terdiri dari serat afferent dan memiliki ganglion kecil
8. synapse – tempat kontak antara axon suatu neuron dan dendrit atau badan sel neuron lain
Istilah Simptomatik
1. aural vertigo – serangan episodik pusing berat akibat lesi di telinga
2. nyeri paroksismal – serangan nyeri tiba-tiba dan berulang, seperti pada tic doloureux
3. stimulasi taktil – merangsang respons dengan sentuhan
4. trigger area –.titik tempat nyeri dimulai seperti pada trigeminal neuralgia
Istilah Diagnostik
1. Bell‟s palsy – kelainan fungsi NC VII (N. Facialis), menyebabkan kontraksi otot wajah
tidak seimbang, dan sensasi rasa terganggu
2. causalgia – nyeri seperti terbakar di anggota tubuh, akibat kerusakan syaraf

24
3. Guillain Barrê syndrome, polyneuropathy idiopathic akut – demyelinasi spinal root dan
syaraf perifer, menyebabkan kelemahan umum dan kelumpuhan pernafasan
4. herniated nucleus pulposus, herniated intervertebral disc – kapsul sendi posterior robek
dan bagian diskus intervertebra menonjol, terjadi iritasi dan penekanan akar syaraf yang
disertai nyeri ischiadicus (sciatic pain), paresthesia, dan kadang-kadang kelumpuhan
5. neurilemoma – tumor jinak berkapsul yang berasal dari sel-sel Schwann
6. neuroma – tumor jaringan ikat yang terdapat pada sistem syaraf
7. polyneuritis, polyneuropathy – lesi luas syaraf; dengan nyeri dan paresthesia
8. radiculitis – masalah umum spinal nerve roots karena infeksi, toksin, trauma, penonjolan
diskus intervertebra, atau penyakit degenerasi
9. sciatic neuritis, sciatica – nyeri akibat keterlibatan n. Ischiadicus
10. trigeminal neuralgia, trifacial neuralgia, tic doloureux – serangan nyeri tajam pada satu
area atau lebih yang disyarafi oleh NC V (N. Trigeminus)
11. trigeminal neurimoma – tumor jinak pada NC V, khas dengan nyeri ringan, paresthesia,
penurunan refleks kornea, dan kelemahan otot pengunyahan.
Istilah Operatif
1. ganglionectomy – eksisi ganglion
2. neuroanastomosis – penyambungan bedah antara serat-serat syaraf
3. neurectomy – eksisi syaraf atau lesi syaraf, misalnya neuroma soliter
4. neurolysis – prosedur melepaskan syaraf dari perlengketan
5. neuroplasty– perbaikan plastik syaraf
6. neruorrhaphy – penjahitan syaraf yang robek
7. neurotomy – transeksi (pemotongan melintang) syaraf
8. sympathectomy – eksisi sebagian syaraf simpatis
9. vagotomy – transeksi N. Vagus (NC X)

OTAK DAN MEDULLA SPINALIS


Asal-usul Istilah
cerebrum - otak meninges – membran
cord – benang myelo – sumsum
cortex – kulit batang occiput – belakang kepala
encephalon – otak pons – jembatan
gyrus – lengkungan spina – duri
lamina – plat tipis thalamo – kamar
medulla - sumsum ventrikel – lambung / rongga kecil
Istilah Anatomik
1. brain, encephalon –terdiri dari forebrain (proencephalon), midbrain (mesencephalon),
dan hindbrain (rhombencephalon), dengan komponen berikut:
 cerebrum – bagian terbesar otak, dua hemisphere dibatasi oleh fissura longitudinalis.
 cerebellum – bagian terbesar kedua pada otak, pusat refleks koordinasi gerakan otot.
 cerebral cortex – permukaan, terdiri dari „gray matter‟ dan lipatan-lipatan gyri.
 area motorik, mempengaruhi aktifitas otot rangka
 area sensorik, tempat indera mencapai tingkat sadar (dikenali)
 corpus callosum – struktur serat-serat putih yang menghubungkan kedua hemisfer.
2. meninges – membran pelapis otak dan spinal cord
 dura mater – lapisan pelindung luar, terdiri dari jaringan fibrosa kuat
 arachnoid – lapisan berisi jaring tipis; rongga subarachnoid berisi cairan serebrospinal
 pia mater – langsung melapisi otak dan ikut memasuki cekungan-cekungannya.
3. brain stem (batang otak) – penerusan medulla spinalis, terdiri dari bundel-bundel serat
syaraf dan nuclei. Komponen strukturalnya mencakup:

25
 diencephalon, interbrain – bagian forebrain yang kecil namun penting, a.l.:
 (1) thalamus – di kiri kanan ventrikel III, merupakan stasiun relay yang besar.
 (2) hypothalamus – di bawah thalamus, pusat integrasi syaraf otonom dan hormon.
 (3) epithalamus, metathalamus, subthalamus
 medulla oblongata, myencephalon, marrow brain – muncul dari medulla spinalis;
mengatur pekerjaan jantung, aktifitas vasomotor, pernafasan, menelan, dan muntah.
 mesencephalon, midbrain – muncul dari pons ke forebrain
 pons – bagian metencephalon (afterbrain)
4. nucleus (nuclei pl.) – kelompok sel-sel syaraf di sistem syaraf pusat
5. ventrikel dan aqueduct – .
 ventrikel lateral – rongga berisi cairan, satu pada setiap hemisfer otak
 ventrikel ketiga (III) – rongga berisi cairan di bawah corpus callosum
 aqueductus cerebri – saluran sempit penghubung ventrikel III dan IV
 ventrikel IV – pelebaran kanalis sentral di medulla oblongata
6. spinal cord (medulla spinalis) – bagian SSP yang berada di dalam kanalis vertebralis
Istilah Simptomatik
1. analgesia – hilangnya sensasi nyeri normal
2. anesthesia – hilangnya sensasi; bisa berhubungan dengan tidak sadarkan diri
3. aphasia – sulit menggunakan atau memahami kata-kata akibat lesi di area asosiasi
 motorik – bisa memahami kata, tapi sulit menggunakan otot koordinasi bicara.
 sensorik – tidak mampu memahami kata yang diucapkan atau yang dituliskan
5. aura –.kesadaran akan datangnyaserangan kejang pada penderita epilepsy
6. cerebrospinal otorrhea –.LCS keluar dari telinga setelah cedera kepala dan otak
7. cerebrospinal rhinorrhea –. LCS keluar dari hidung setelah cedera kepala dan otak
8. coma –.tidak sadar atau stupor yang dalam
9. convulsion –.kontraksi dan relaksasi otot di luar kesadaran dengan hebat
10. diplegia –.paralysis kedua sisi tubuh
11. dysarthria –.tidak teraturnya otot bicara dan mengganggu pembicaraan
12. dyskinesia –.gerakan bawah sadar dan postur tubuh abnormal akibat lesi otak
 athetosis – gerakan sangat pelan seperti cacing, terutama tangan dan jari.
 ballism – gerakan anggota yang kasar dan bergetar
 chorea –. gerakan hebat tiba-tiba tanpa tujuan
 dystonia – postur abnormal dari gerakan memutar pada anggota dan badan
13. euphoria – perasaan sangat senang dengan sedikit mengambang
14. fasciculation – getaran bawah sadar sekelompok serat otot
15. festination – langkah cepat menggeser, pada Parkinsonisme
16. hemiparesis – kelumpuhan ringan satu sisi tubuh
17. hemiplegia –kelumpuhan satu sisi tubuh
18. hyperesthesia – peningkatan kepekaan terhadap rangsangan sensoris
19. intention tremor – getaran pada waktu ingin bergerak
20. nystagmus – gerakan konstan bola mata pada kerusakan otak
21. paraparesis – kelumpuhan ringan anggota bawah
22. paraplegia – kelumpuhan anggota bawah dan badan bawah
23. paresis – kelumpuhan sebagian
24. paresthesia – sensasi abnormal, menigginya respons sensoris terhadap rangsangan
25. scanning speech – bicara lambat, tertahan, pengucapan menurut suku kata
26. syncope - pingsan
27. tic – kontraksi tanpa tujuan bawah sadar kelompok otot; misalnya twitching (getaran)
otot muka, mengedip mata, atau menggoyang bahu.

26
Istilah Diagnostik
1. amyotropic lateral sclerosis – penyakit degeneratif medulla spinalis; menyebabkan otot
mengecil, lemah, dan kelumpuhan anggota bawah
2. anencephalia, anencephalus – otak tidak ada
3. abses otak – lesi bernanah di dalam otak; sering akibat infeksi telinga dan sinusitis
4. tumor otak, tumor intrakranium – lesi otak yang mengambil tempat di kepala
 tumor adnexa – berasal dari pineal body atau plexus choroidea
 medulloblastoma – tumor cerebellum yang sangat ganas
 meningioma – tumor meningen, menekan dan merusak otak
 tumor pituitary – berasal dari pituitary anterior (adenohypophysis)
 tumor primer otak – umumnya dari sel-sel glia, yaitu astrocytoma, ependymoma,
blioblastoma multiformis, dan oligodendroma
 tumor sekunder otak – umumnya berasal dari situs primer di mammae dan paru-paru
5. cerebral concussion – pingsan sementara setelah cedera kepala akibat kerusakan batang otak
6. cerebral palsy – fungsi motorik dan sensorik rusak, lumpuh, gangguan koordinasi
7. penyakit serebrovaskuler – kelainan dengan perubahan patologis pembuluh darah otak
 aneurisma – pelebaran arteri sehingga dindingnya menipis dan lemah
 malformasi arterio-vena – kerusakan struktural, umumnya pada pasien muda
 atherosclerosis – degenerasi tunica intima akibat penumpukan lemak di dinding
 embolisma – penutupan pembuluh oleh udara, bekuan darah, sel lemak, atau kuman
 infark – nekrosis jaringan otak akibat penyumbatan pembuluh darah
 iskemia – kekurangan darah otak akibat penurunan aliran darah
 trombosis – pembentukan trombus di arteri otak sehinga menyumbat aliran darah
 stroke, apoplexy – kelainan syaraf akibat kerusakan pembuluh darah: aterosklerosis,
episode embolisma, perdarahan, atau hipertensi, ini biasanya didahului oleh
 (1) transient ischaemic attack (TIA) - kerusakan minor otak; bisa kembali ke normal
 (2). stroke progresif – pemberatan gejala, pertanda stroke akan segera muncul.
 sindroma insufisiensi serebrovaskuler – gejala klinis kerusakan minor otak dengan
kesemutan, kelemahan motorik, bicara lamban, dsb.
 hematoma intrakranium – massa lokal dari rembesan darah setelah perdarahan
 perdarahan intrakranium – pecahnya pembuluh darah di bawah tulang tengkorak,
disusul oleh rembesan darah ke meningen dan otak
 perdarahan subarachnoid – darah memasuki rongga subarachnoid
8. chorea – gerakan aneh, tiba-tiba, bawah sadar
 chorea Huntington – kelainan herediter yang muncul setelah dewasa.
 chorea Sydenham - pada anak-anak atau dewasa muda, biasanya pada demam rematik
9. encephalitis lethargica – radang otak dengan gejala mengantuk dan bola mata lumpuh
10. encephalocele – penonjolan bagian otak melalui celah di tengkorak
11. epilepsy – kelainan dengan kejang berulang dan kehilangan kesadaran
12. ataxia Friedrich – gangguan herediter pada serebellum dan keseimbangan
13. craniocerebral trauma - cedera kepala yang melibatkan tengkorak dan otak
14 hydrocephalus – penumpukan cairan serebrospinal di ventrikel
15. ensefalopati hipertensif – kerusakan otak akibat hipertensi
16. meningitis – randan meningen akibat kuman, jamur, virus, dll
17. meningocele – penonjolan bagian meningen melalui celah di tengkorak
18. microcephalus – kepala sangat kecil, kadang-kadang juga idiot
19 multiple sclerosis – demielinisasi luas pada serat syaraf
20. myelitis – peradangan medulla spinalis
21 neurofibromatosis, penyakit von Recklinghausem – kelainan herediter dengan banyak
neurofibroma dan bintik „cafe-au-lait di kulit
22. paralysis agitans, sindroma Parkinson – kerusakan progresif, pada nucleus di batang otak

27
23. poliomyelitis – penyakit virus dengan lesi di SSP, bisa menyebabkan kelumpuhan
24. spina bifida – kongenital, dengan absennya arkus vertebralis, medulla spinalis menonjol
keluar kolom spinalis
25. cedera medulla spinalis – trauma akibat fraktur atau dislokasi vertebra
26. subacute sclerosing panencephalitis – radang otak pada usia 4-20 tahun; kelainan otak
diawali kelainan tingkah laku, lalu kemunduran mental, kejang-kejang, lalu koma
27. tabes dorsalis, ataxia lokomotor – gaya jalan tertentu akibat sifilis otak
Istilah Operatif
1. carotid artery ligation – pengikatan arteri karotid
2. carotid endarterectomy – pemotongan ujung arteri karotid
3. cordectomy – pembuangan bagian medulaa spinalis untuk mengubah lumpuh spastik
(kaku) menjadi flaccid (lemah)
4. cordotomy – pemotongan traktus syaraf di medulla spinalis
5. craniectomy– pembuangan bagian tengkorak, cara menuju otak
6. craniotomy – membuka tengkorak
7. laminectomy – pemotongan laminae vertebra untuk mencapai medulla spinalis
8. stereotactic neurosurgery – prosedur bedah syaraf dengan pengukuran tiga dimensi untuk
secara tepat menentukan posisi sasaran
9. tractotomy – pemotongan suatu traktus syaraf di batang otak
10. trephination – membuat lobang melingkar atau membor lobang ke tengkorak

KELAINAN PSIKIATRI
Asal-usul Istilah
analysis – pelarutan ment – pikiran
catatonia – tegangan rendah phren – pikiran
dement – pikiran sakit psyche – jiwa, pikiran
dynamo – tenaga psychedelic – penampilan pikiran
hallucinate – pikiran berkelana schizo – belah
mania - kegilaan soma - tubuh
Istilah Umum
2. psikiatri deskriptif – bidang psikiatri untuk mempelajari pola gejala dan klasifikasiklinis:
3. psikiatri dinamik – mempelajari proses emosi, asal-usulnya, dan mekanisme mental.
4. ego – pada teori psikoanalitik, model utama aparatus kejiwaan selain id dan superego
5. extrasensory perception - persepsi yang tidak menggunakan poanca-indera.
6. psychiatry – cabang ilmu kedokteran yang membahas kelainan jiwa dan emosi.
7. psychometry – ukuran psikologis proses dan potensi kejiwaan
8. surrogate – orang pengganti – dalam psikiatri berarti pasien secara emosional berespons
kepada seseorang, misalnya tokoh yang berkuasa, sebagaimana kepada orangtuanya.
9. telepathy – komunikasi pikiran tanpa alat; umumnya tidak dianggap sahih secara ilmiah.
Istilah Simptomatik
1. agresi – kasar, benar sendiri, menyerang baik secara verbal, fisik, atau simbolik
2. agitasi – reaksi psikomotor terhadap stress emosi berupa gelisah menahun
3. ambivalensi – dorongan atau emosi saling bertentangan, misalnya benci dan sayang pada
orang yang sama
5. amnesia – hilangnya memori yang bersifat patologis
6. anaclitic – bersandar; seperti bayi pada ibunya
7. autisma – pemikiran yang mencari pemuasan keinginan yang tak terpenuhi, tapi sama
sekali mengabaikan realitas
8. body image – gambaran akan diri sendiri baik sadar atau bawah sadar

28
9. catalepsy – penurunan respons yang khas dengan keadaan seperti kesurupan
10. catharsis – pembebasan emosi melalui pembicaraan tentang masalah atau perasaan
tertekan seseorang
11. compulsion – dorongan kuat untuk bertindak berulang-ulang; misalnya mencuci tangan
12. confabulation – membual sebagai respons terhadap pertanyaan akan situasi atau kejadian
yang tidak teringat
13. cyclothymic – perubahan mendadak alam perasaan yang tidak sesuai dengan rangsangan
14. delirium – kesadaran berubah, ide tidak koheren, mental bingung, halusinasi dan ilusi
15. delusions, waham – keyakinan palsu akibat kebutuhan bawah sadar, walau pun tidak
sesuai dengan bukti
 delusions of grandeur, waham kebesaran – ide berlebihan akan posisi dan status.
 delusions of persecution – yakin sekali akan menjadi target serangan/hinaan
 delusions of reference –. menganggap komentar yang ada ditujukan peadanya
16. dementia – kerusakan daya kognitif intelektual
17. depersonalisasi – kehilangan identitas diri sendiri
18. empathy – penghayatan objektif akan perasaan seseorang (berbeda dari simpati yaitu
perasaan subjektif dan emosional)
19. hallucinations – persepsi sensoris palsu (melihat, mendengar, membau) tanpa stimulasi
eksternal
20. illusions – persepsi sensoris yang diartikan secara salah
21. obsession – pemikiran yang timbul berulang-ulang walau pun disadari tidak realistik
22. phobia – setiap ketakutan berlebihan
23. somnambulism – tidur berjalan, menulis atau melakukan tindakan lain secara otomatis
dalam keadaan somnolen (tidur), tapi tidak ingat lagi setelah bangun.

Istilah Diagnostik
1. neurosis (neuroses pl.) –kelainan dengan gejala paling sering adalah cemas
2. depresi – kelainan psikiatri yang khas dengan sedih yang berlebihan.
3. gangguan kepribadian – kelainan dengan pola tingkah laku tertanam di kepribadiannya.
4. organic brain syndrome – sindroma kerusakan otak organik
5. mental retardation – fungsi intelektual sangat rendah; lima tingkatan:
 retardasi mental perbatasan – IQ 68 - 83
 retardasi mental ringan – IQ 52 - 67
 retardasi mental sedang – IQ 36 - 51
 retardasi mental berat – IQ 20 - 35
 retardasi mental sangat menonjol – IQ <20
6. kelainan psikofisiologis – kelainan yang muncul sebagai reaksi perut terhadap emosi,
misalnya irritable colon, mucous colitis, nyeri ulu hati, sesak nafas.
7. psychosis, psychoses pl. – penyakit jiwa dengan kegagalan fungsi intelek sehingga tidak
sesuai dengan kelaziman, dengan pola pikiran, perasaan, dan tindakan yang abnormal.
8. schizophrenia –psikosis berat dengan gangguan tingkah laku, alam perasaan dan daya
pikir; perubahan konsep menyebabkan pembelokan dari realitas, waham, dan halusinasi

29
V. KELAINAN KARDIOVASKULER
JANTUNG DAN ARTERIAE CORONARIA
Asal-usul Istilah
cardia – jantung cuspid – daun, titik
cor – jantung luna - bulan
corona - mahkota
Istilah Anatomik
1. rongga, cavitas – dua atrium dan dua ventrikel
2. septum – pembatas atrium dan ventrikel (septum AV), pembatas ventrikel kiri-kanann
(inter-ventrikel), dan pembatas atrium kiri-kanan (inter-atrium)
3. jaringan konduksi
 nodus SA (sino-atrial), nodus sinus – pusat listrik jantung, di bawah epikardium
atrium kanan
 nodus AV (atrio-ventrikel) – pusat relay listrik dari nodus SA ke bundel AV, di dasar
atrium kanan dekat septum inter-atrium, di bawah endokardium
 bundel AV (bundel His) – serat khusus yang mengantarkan impuls ke serat Purkinje,
di dalam septum interventrikel, bercabang ke kiri dan ke kanan
 serat Purkinje – serat konduksi di dalam otot jantung di bawah endokardium, cabang
dari bundel AV, mengirimkan sinyal ke otot-otot ventrikel
4. dinding dan pelapis jantung
 endokardium – lapisan dalam jantung
 miokardium – otot jantung
 sinusoid miokardium – ruang berbatas endothelium di antara serat otot
 perikardium viseralis (epikardium) – lapisan serosa yang melekat pada miokardium,
 perikardium parietalis – lapisan fibrosa yang membungkus jantung
 rongga perikardium – ruangan di antara perikardium veiseralis dan perietalis
5. lobang dan katup
 katup (AV) – katup mitral (bicuspid) di kiri, dan katup tricuspid di kanan.
 foramen ovale – lobang di septum inter-atrium di masa janin
 katup semilunaris – di dalam aorta (katup aorta) dan a. Pulmonalis (katup pulmonalis)
6. sinus, arteri dan syaraf
 sinus aorta atau sinus Valsalva – tiga ruang melebar di pangkal aorta
 arteri koronaria – cabang aorta yang muncul dari sinus aorta; mendarahi otot jantung
 sinus koronarius – pembuluh pendek, membawa darah dari vena ke atrium kanan
 a. thorakalis interna, internal mammary a. – dari a. subklavia ke kiri kanan sternum
 serat parasimpatis –memperlambat dan memperlemah kontraksi jantung
 serat simpatis –mempercepat dan memperkuat kontraksi jantung
Istilah Simptomatik
1. anasarca – edema massif dengan effusi cairan serosa di rongga pleura dan peritoneum
2. benda Aschoff – lesi berbentuk nodul di miokardium, khas pada rematik
3. asystole – jantung berhenti berkontraksi
4. bradikardia – jantung melambat
5. takikardia – jantung lebih cepat
6. cardiac syncope – pingsan karena penurunan cardiac output mendadak
7 cardiogenic shock – syok akibat penyakit kardiovaskuler
8. carotid sinus syndrome – penurunan kesadaran tanpa perubahan denyut nadi; akibat
sinus karotid sangat mudah terangsang

30
9. iskemia – penurunan aliran darah akibat penyempitan atau atherosklerosis
10. palpitasi – kesadaran subjektif akan denyut jantung, berdebar-debar
11. sindroma post-infark (Dressler) – gejala klinis di awal pasca infark miokardium
12. murmur – suara meniup pada auskultasi jantung
13. irama sinus – irama normal jantung yang dimulai oleh nodus SA
Istilah Diagnostik
1. aneurisma – pelebaran atau penonjolan dinding jantung, aorta atau arteri lainnya.
2. angina pektoris – serangan singkat nyeri prekordial, menyebar ke bahu dan lengan kiri
 klasik – dirangsang oleh olahraga, hilang dengan istirahat
 „unstable‟ – nyeri dada lebih lama dan berat, dan tetap ada waktu istirahat
 variant, Prinzmetal – nyeri waktu istirahat, sering terjadi ketika bangun tidur, akibat
spasme pembuluh besar
3. cardiac arrest –kerja efektif jantung stop, biasanya akibat asistole atau fibrilasi ventrikel
4. kelainan kongenital
 ASD, atrial septal defect – foramen ovale menetap setelah lahir (persisten), atau
defek lain di septum atrium
 VSD, ventricular septal defect – septum interventrikel hilang sebagian atau
seluruhnya
 Cor triatriatum – jantung dengan 3 atrium akibat membran yang membagi atrium kiri
 Cor triloculare – jantung 3 rongga karena septum atrium atau septum ventrikel absen
 Stenosis pulmonik – penyempitan pangkal a. Pulmonalis
 PDA, patent ductus arteriosus – aorta dan a. Pulmonalis tetap dihubungkan oleh
ductus arteriosus setelah 6 minggu kelahiran.
 Tetralogi Fallot – (1) VSD, (2) stenosis pulmonik, (3) dextroposisi aorta – aorta
berpindah ke kanan, dan (4) hipertrofi ventrikel kanan
5. cardiac arrhythmias – irama jantung tidak teratur
 aritmia atrium – berasal dari nodus SA:(fibrillasi dan flutter) atau di atrium
a. fibrillasi – sangat cepat, 350/menit
b. flutter – cepat dan teratur 250-350/menit, frekuensi lebih sering dari ventrikel
c. paroxysmal atrial tachycardia – teratur, 160-200/menit, frekuensi = ventrikel
 aritmia nodus AV – kelainan dimulai di nodus AV
 aritmia ventrikel – kelainan dimulai di ventriekl
a. kontraksi ventrikel prematur; kontraksi ekstra di luar irama normal
b. takikardia ventrikel, mencapai 150-250/menit
c. fibrillasi ventrikel, sangat cepat dan tidak beraturan
 gangguan konduksi –
a. blok AV – perlambatan impuls yang terjadi di bundel AV tingkat 1 s/d 3.
b. bundle branch block – blok terjadi di salah satu cabang bundel
c. hemiblock, gambaran EKG pada blok cabang bundel
d.sindroma Stokes-Adams – jantung berhenti pada saat blok
e. sindroma Wolff-Parkinson-White – kelainan kongenital konduksi AV.
6. cardiac/pericardial tamponade – penekanan jantung oleh cairan di rongga perikardium
7. cardiopulmonary arrest – jantung dan paru-paru berhenti tiba-tiba
8. congestive heart failure (CHF), gagal jantung kongestif – jantung tidak mampu
memompakan darah secukupnya ke organ dan jaringan.
9. cor pulmonale – penyakit jantung-paru yang khas dengan hipertrofi ventrikel kanan,
akibat kelainan paru-paru dan menyebabkan hipertensi paru (hipertensi a. pulmonalis),.
10. Ebstein‟s anomaly – insufisiensi katup trikuspid karena terpasang seperti spiral.
11. endokarditis bakteri – akut atau subakut, menyerang endokardium dan katup
12. endokarditis Libman-Sacks – lesi verrukosa (seperti jerawat) di endokardium, pada Lupus
Erythematosus Disseminata terminal

31
13. ischaemic heart disease – akibat penurunan aliran darah ke otot jantung; bisa berlanjut
dengan infark miokardium, kegagalan jantung atau angina pektoris.
14. myocarditis – radang otot jantung, bisa diikuti fibrosis dan pembesaran jantung,
15. myocardial infarction, acute – kematian otot jantung akibat sumbatan aliran darah
16. pericarditis – radang perikardium.
17. penyakit kronis katup – stenosis aorta, stenosis mitral, stenosis trikuspid
18. rheumatic heart disease – keterlibatan jantung pada demam rematik
Istilah Operatif
1. open cardiac massage – torakotomi darurat dan kompresi jantung 40-60 kali per menit
2. transplantasi jantung – pemasangan jantung kadaver pada penderita gagal jantung
3. valvotomy – sayatan ke dalam katup
4. cardiopulmonary bypass – mekanisme pengalihan darah dari jantung dan paru
5 perfusi a. koronaria – pengisian darah dengan kateter ketika akar aorta dibuka
6. revaskularisasi miokardium – operasi yang menyediakan darah arteri untuk jantung:
 aorto-coronary artery bypass – penggunaan vena saphena untuk menghubungkan
aorta dengan a. koronaria di distal sumbatan
 anatomosis arteri mammary internal – a. koronaria
7. cardiopulmonary resuscitation (CPR) – usaha penyelamatan pernafasan dan sirkulasi
dengan obat, rangsangan listrik, dan kompresi jantung secara terbuka atau tertutup
8. defibrillator – alat pemberi kejutan listrik pada jantung untuk menghentikan aritmia
9. sphygmomanomater – alat pengukur tekanan darah
10. stethoscope – alat untuk mendengarkan bunyi di dalam tubuh
11. two-step exercise test, Master‟s test – uji latihan untuk cadangan koroner dengan naik-
turun tangga 9 inci, 15-25 kali dalam 1½ menit
12. manuver Valsalva – bernafas dalam, disusul dengan menahan nafas dan mengedan 10
detik; untuk pengobati takiakrdia atrium paroksismal, dan menguji cadangan jantung

ARTERI, KAPILER, DAN VENA


Asal-usul Istilah
angio – pembuluh pulsus - pukulan
artery – saluran udara systole – kontraksi, penyempitan
diastole – ekspansi, perluasan thrombos – clot, bekuan
hemangio – pembuluh darah varix – vena melebar
phleb- - vena vena - vena
Istilah Anatomik
1. aorta – arteri utama di badan
2. tekanan darah - daya tekanan darah terhadap dinding arteri
 sistolik – di akhir kontraksi ventrikel kiri.
 diastolik – di akhir relaksasi ventrikel kiri
3. Lapisan arteri
 tunica eksterna atau adventitia – lapisan luar
 tunica media – lapisan tengah
 tunica intima – lapisan dalam
Istilah Simptomatik
1. acrocyanosis – jari kaki dan tangan bewarna kebiruan
2. angiospasm, vasospasm – kontraksi lapisan media pembuluh darah
3. extravasation – keluarnya cairan, darah, serum atau limfe ke jaringan sekitar
4. claudication – limping, jalan lemah akibat aliran darah tidak mencukupi
5. iskemia – anemia lokal suatu organ atau bagian akibat obstruksi sirkulasi

32
6. pulse deficit – perbedaan denyut nadi di apex jantung dan di a. Radialis
7. syok – sindroma kompleks sistem tubuh akibat sel tidak bisa menggunakan oksigen dan
zat lain secara normal.
 cardiogenic shock – akibat penurunan cardiac output
 hypovolemic shock – akibat penurunan tajam volume darah
 septic shock – akibat infeksi
8. vasokonstriksi – pengecilan lumen pembuluh darah
9. vasodepression – kolaps akibat depresi vasomotor
10 vasodilatation – pembesaran lumen pembuluh darah
11. vasomotor – tentang syaraf yang mengontrol kontraksi otot pembuluh darah
Istilah Diagnostik
1. acute limb ischemia – penghentian akut aliran darah ke anggota.
2. aneurisma aorta – pelebaran bagian aorta yang melemah
 dissekans – secara progresif membelah tunika media
 fusiformis – pelebaran melibatkan ketiga lapisan dinding aorta
 sacculata – penonjolan seperti kantong oleh lapisan media dan adventitia
3. sindroma arkus aorta, Takayasu, penyakit „pulseless‟ – sumbatan pembuluh di arkus aorta
yang menyebabkan nadi lemah, tekanan darah anggota atas dan sirkulasi otak berkurang
4. atresia aorta – lobang ke aorta tidak ada, kongenital
5. stenosis aorta – penyempitan lobang ke aorta, kongenital atau didapat.
6. penyakit aorto-iliaka, sindroma Lariche – trombosis perlahan ujung aorta dekat bifurcatio
iliaka dan menyebar ke aa. iliacae, sering diikuti claudicatio dan perubahan trophic
7. arteriosclerosis – kelainan degeneratif dengan penebalan dan kakunya dinding arteri:
 atherosklerosis – plak atau atheroma intima dibentuk oleh deposit lemak, lama-lama
mengalami fibrosis, kalsifikasi atau ulserasi; digunakan juga untuk arteriosklerosis
 arteriolosklerosis – pada arteri kecil dan arteriol
 calcinosis media, Monckeberg sclerosis – kalsifikasi seperti cincin di lapisan media.
8. arteriosklerosis obliterans – arteriosklerosis yang menyumbat arteri
9. carotid occlusive disease – penyakit sumbatan a. carotis, menurunkan aliran darah ke otak
10. coarctatio aorta – penyempitan suatu segmen aorta
11. embolisme – „lempar ke dalam‟; penyumbatan pembuluh oleh bekuan atau zat lain yang
terbawa oleh aliran darah
12. hypertensive vascular disease – peny. kardiovaskuler, ginjal, dan retina akibat hipertensi
13. phlebitis – peradangan vena
14. phlebosclerosis – pengerasan dinding vena
15. penyakit Raynaud – spasme nyeri arteriol di jari, dan bisa menyebabkan gangren
16. thromboangiitis obliterans, penyakit Buerger – radang obstruktif pembuluh darah perifer
17. thrombosis – pembentukan bekuan darah di pembuluh darah
18. varicose veins, varicosity – vena melebar dan berbelok-belok.
Istilah Operatif
1. anastomosis pembuluh darah – penyatuan ujung-ujung pembuluh darah
2. aneurysmectomy – pembuangan aneurisma
3. embolectomy – pembuangan embolus
4. endarterectomy – pembuangan tunica intima pada arteri yang tersumbat
5. phleborrhaphy – penjahitan vena
6. phlebotomy – pembukaan vena; untuk mengeluarkan darah
7 venesection – penyayatan/insisi vena; untuk memasukkan infus dsb.

33
VI. DARAH DAN ORGAN PEMBENTUK DARAH
DARAH
Asal-usul Istilah
blast – benih osis – peningkatan, keadaan
cyto – sel penin – penurunan - miskin
emia – darah phage - makan
erythro – merah plasma – berbentuk apa saja
hemo – darah polymorph – banyak bentuk
leuko – putih reticulum – jaring-jaring
Istilah Anatomik
1. erythroblast – eritrosit muda, berinti, terdapat pada darah janin
2. erythrocytes – sel darah merah matang, tidak berinti
3. erythropoiesis – pembentukan eritrosit
4. hematopoiesis, hemopoiesis – pembentukan sel-sel darah
5. hemoglobin – dalam eritrosit, mengandung zat besi pembawa oksigen
6. leukocytes – sel darah putih, terdiri dari sel-sel bergranul (granulosit: netrofil, basofil dan
eosinofil), dan sel tanpa granul (agranulosit: limfosit dan monosit)
7. lymphocytes – lekosit yang banyak di jaringan limfoid
8. monocytes - lekosit yang banyak di jaringan limfoid, membentuk makrofag
9. myelopoiesis – pembentukan sel darah dan elemen jaringan sumsum tulang
10. myeloproliferasi – peningkatan produksi sel darah dan elemen sumsum tulang
11. normoblast – eritrosit yang berada di tingkat perkembangan awal
12. normocytes – eritrosit normal
13. phagocytes – sel pemakan bakteri, sel mati dan jaringan mati
14. plasma – cairan darah tanpa elemen sel
15. serum – cairan darah yang fibrinogennya telah digunakan untuk pembekuan
16. plasma cells, plasmocytes – meningkat pada infeksi, membuat immunoglobulin
17. platelets, thrombocytes – mengontrol pembentukan dan penarikan bekuan darah
18. polymorphonuclear – memiliki inti berbagai bentuk
19. reticulocytes – eritrosit muda, memiliki jaring-jaring di dalam selnya
20. sideroblasts – eritrosit muda berisi granul zat besi
21. siderocytes – eritrosit yang mengandung granul zat besi.
Istilah Simptomatik
1. anisocytosis – ukuran eritrosit bervariasi
2. blood dyscrasia – kondisi penyakit darah
3. erythrocytosis – peningkatan eritrosit secara abnormal
4. erythropenia – penurunan eritrosit secara abnormal
5. fibrinolysis – pelarutan fibrin, bekuan darah mencair
6. hemosiderosis – kelebihan besi intrasel
7. hemolysis – penghancuran eritrosit diikuti oleh pembebasan hemoglobin
8. leukocytosis – peningkatan kadar lekosit
9. leukopenia – penurunan kadar lekosit
10. macrocytosis – eritrosit yang sangat besar secara abnormal di darah
11. megaloblastosis – sel-sel eritrosit besar berbentuk oval, bersifat embrionik
12. microcytosis – eritrosit yang sangat kecil secara abnormal di darah
13. neutropenia – penurunan tajam jumlah netrofil
14. neutrophilia peningkatan jumlah netrofil

34
15. pancytopenia – penurunan jumlah semua sel-sel darah
16. poikilocytosis – eritrosit berbentuk tidak beraturan, pada anemia pernisiosa
17. proliferasi – perbanyakan reproduksi sel-sel sejenis
18. reticulocytosis – peningkatan kadar retikulosit
19. thrombocytopenia – penurunan kadar trombosit
20. thrombocytosis – peningkatan kadar trombosit.
Istilah Diagnostik untuk Keadaan Eritrosit Umumnya
1. anemia – berkurangnya kadar eritrosit dan/atau hemoglobin
2. anemia hemoragika – akibat kehilangan darah
3. anemia karena gangguan produksi (eritopoiesis)
 anemia defisiensi besi – akibat kekurangan zat besi
 anemia megaloblast – akibat kekurangan vitamin B12 atau asam folat
 anemia pernisiosa – akibat kekurangan faktor intrinsik, vitamin B12 tak diserap
 anemia sideroblast – anemia dengan kelebihan deposit besi di normoblast
4. anemia karena kegagalan sumsum tulang
 anemia aplastika – pembentukan sel darah di sumsum tulang sangat terganggu
 pansitopenia kongenital, sindroma Fanconi – idiopatik, semua sel berkurang
5. penghancuran eritrosit berlebihan
 anemia hemolitika – usia sel singkat, penghancuran sel berlebihan
 eliptositosis – kelainan herediter dengan eristrosit elips banyak di darah
 sferositosis – kelainan herediter dengan eritrosit seperti bola banyak
 eritroblastosis fetalis – penurunan usia sel akibat reaksi janin Rhesus positif dengan
ibu Rhesus negatif (kadar eritroblast janin tinggi karena eritrosit hancur),
 paroxysmal nocturnal hemoglobinuria – kerusakan membran eritrosit sehingga
mudah pecah dan hemoglobin keluar bersama urin malam hari.
6. defisiensi enzim metabolisme yang perlu untuk metabolisme sehingga eritrosit cepat mati
 defisiensi G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase)
 defisiensi PK (pyruvate kinase)
7. penurunan produksi dan peningkatan penghancuran
 sickle cell anemia –hemolisis dan eritrosit mirip sabit akibat kehadiran Hb S
 thalassemia – pembentukan Hb A (hemoglobin dewasa) berkurang
8. polycythemia – jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin meningkat:
 primer – sebab tak diketahui
 sekunder – akibat oksigen di udara berkurang
Istilah Diagnostik Gangguan Pembekuan darah
1. diffuse intravasular coagulation (DIC) – pembekuan darah abnormal yang luas
2. purpura anaphylactoid, Henoch Schonlein – perdarahan abnormal dengan purpura
(bercak perdarahan) yang luas
3. hemophilia – gangguan pembekuan sehingga perdarahan berlangsung lama
4. telangiektasia – bintik-bintik merah gelap, dibentuk oleh kapiler yang melebar
5. purpura – kelainan yang khas dengan bintik perdarahan (petechiae) dan lesi kulit yang
lebih besar (ecchymoses)
6. ecchymoses – area gelap, dibentuk oleh darah yang merembes ke kulit setelah terpukul
7. faktor pembekuan I-XII – faktor yang terlibat dalam mekanisme pembekuan darah
Istilah Diagnostik untuk Lekosit
1. leukemia – penyakit neoplasma yang khas dengan kelebihan produksi lekosit
2. lekemia akut – sel-sel terlalu muda sehingga tidak jelas jenisnya
3. lekemia limfositik kronis – sel-sel limfosit sangat banyak
4. lekemia mielositik kronis – mielosit (lekosit termuda) sangat banyak
5. leukopenia, granulocytopenia, agranulocytosis – kadar granulosit sangat rendah

35
6. neutropenia – kadar netrofil sangat rendah
Istilah yang Berhbungan dengan Transfusi dan Transplantasi
1. transfusi – transfer darah atau komponennya ke sirkulasi penerima (resipien)
2. autologous transfusion – transfusi dari darah sendiri yang disimpan sebel;umnya
3. homologous transfusion – darah donor dikumpulkan sebelum kebutuhan datang
4. whole blood – darah yang diberi anti pembekuan, untuk mengembalikan volume darah
5. blood cells – sel-sel dipisahkan untuk tujuan transfusi khusus: lekosit, eritrosit, platelet
6. protein darah dan fraksi plasma – bagian plasma darah untuk transfusi khusus
7. transplantasi sumsum tulang – penanaman sumsum tulang dari donor atau pasien sendiri

SALURAN LIMFE, NODUS LIMFE DAN LIMPA


Asal-usul Istilah
adeno – kelenjar lymph - limfe
angi, angio – pembuluh reticulum - jaringkecil
histio, histo – jaringan spleen, lien - limpa
Istilah Anatomik
1. histiocytes, histocytes – sel atau makrofag jaringan, bagian sistem retikuloendotel
2. lymph – cairan jernih, kadang-kadang seperti susu di dalam limfatik
3. lymphatics – pembuluh berdinding tipis , memiliki banyak katup
4. lymph nodes – jaringan limfoid berkapsul di sepanjang rantai limfatik
5. lymphatic duct, right – menyalurkan limfe ¼ kanan atas tubuh
6. thoracic duct – menyalurkan limfe dari ¼ kiri atas dan ½ bawah tubuh
7. reticuloendothelial system – berada di jaringan longgar tubuh, sinusoid hati, limpa, nodus
limfe, sumsum tulang, paru-paru, dll; berisi sel-sel fagosit seperti makrofag dan histiosit.
8. limpa – organ limfoid di regio hipokondriaka kiri
Istilah Simptomatik
1. lymphocytosis – peningkatan abnormal limfosit di darah
2. lymphocytopenia – penurunan jumlah limfosit darah
3. demam Pel-Ebstein – pada Hodgkin, demam tinggi dan normal setiap 5-6 hari
4. autosplenectomy – limpa kecil fibrosis, pada sickle cell anemia
5. splenomegaly – pembesaran limpa
Istilah Diagnostik
1. limfoma Burkitt – tumor ganas jaringan limfoid
2. histiositosis X – peningkatan histiosit pada keadaan bukan infeksi
3. penyakit Hodgkin – tumor ganas yang melibatkan kelenjar limfe
4. lymphadenitis – radang kelenjar limfe
5. lymphadenopathy – penyakit kelenjar limfe, misalnya pembesaran
6. lymphangioma – tumor dari jaringan limfatik
7. lymphangitis – radang limfatik
8. lymphedema – edema karena rembesan cairan limfe dari limfatik
9. lymphocytic choriomeningitis – radang meningen dengan kadar limfosit tinggi di cairan
otak (cairan serebro-spinalis)
10. lymphoma – tumor jaringan limfoid, jenis dan keganasan bervariasi
11. mycosis fungoides, granuloma fungoides – tumor limfomatosa pada kulit
12. limpa aksesoris – limpa kedua yang berfungsi sama, cukup sering
13. asplenia – limpa tidak ada
14. splenomegali kongestif kronis – pembesaran limfe akibat hipertensi porta
15. hipersplenisme – aktifitas limpa berlebihan dalam menghancurkan sel-sel darah
16. splenitis, lienitis – radang limpa

36
17. splenorrhexis – ruptur limpa akibat cedera atau penyakit lanjut

37
VII. KELAINAN PERNAFASAN
HIDUNG DAN SINUS PARANASALIS
Asal-usul Istilah
choane – saluran berbentuk cerocok osme – sensasi bau
concha – shell, bungkus rhin- – hidung
meatus – saluran septum - penyekat
antrum – rongga maxilla – tulang rahang atas
ethmo – saringan sinus – ruang kosong
front – dahi sphen – baji
Istilah Anatomik
1. choana (pl. choanae) – lobang rongga hidung ke belakang (nasofarings0
2. concha (pl. conchae), turbinate – tulang bergulung di dinding lateral hidung
3. naris (pl. nares) – cuping hidung
4. nasal meatus – ruangan pada gulungan concha nasalis
5. nasal septum – penyekat yang membagi hidung atas dua bagian
6. nasopharynx – ruang terbuka di belakang hidung, di bawah lantai tengkorak
8. ethmoidal sinus – rongga-rongga kecil atau sel udara di dalam os. ethmoid
9. frontal sinus – rongga udara di dalam os frontalis di atas orbita
10. maxillary sinus, antrum of Highmore – sinus udara besar pada os. maxillaris
11. sphenoidal sinus – rongga udara di dalam os. sphenoid
Istilah Simptomatik
1. anosmia – hilangnya sensasi bau
2. epistaxis – perdarahan hidung
3. rhinorrhea – discharge cairan encer dari hidung
Istilah Diagnostik
1. atresia choanae – tertutupnya choanae secara patologis atau kongenital
2. coryza - pilek
3. defleksi septum – deviasi atau pembengkokan septum
4. polyp hidung – lesi jinak yang bisa menutupi saluran hidung
5. kanker kulit hidung – lesi kulit pada sel basalis atau sel skuamosa
6. kanker nasofarings – kanker epidermoid atau limfosarkoma
7. rhinolith – kotoran hidung yang mengeras
8. actinomycosis sinus – infestasi jamur pada sinus
9. pansinusitis – radang semua sinus
10. sinusitis – radang sinus
Istilah Operatif
1. rhinoplasty – rekonstruksi bentuk hidung
2. dermoplasti septum – penggantian mukosa septum dengan kulit atau mukosa mulut
3. septectomy – penyayatan septum hidung atau bagiannya
4. turbinektomi – pembuangan tulang turbin (conchae)
5. turbinotomi – penyayatan tulang turbin
6. anthrotomy – membuka dinding antrum
7. ethmoidectomy – pembuangan sel-sel ethmoidalis
8. lavage of sinus – pencucian sinus untuk membuang material nanah

38
LARINGS, TRAKHEA DAN BRONKUS
Asal-usul Istilah
chondros – tulang rawan larynx – kotak suara
cricoid – mirip cincin phono- - suara
glottis – lobang larynx vox - suara
furca – garpu trachea – pipa angin, kasar
steno- – sempit scope – memeriksa
bronchus – pipa udara plasia – membentuk
Istilah Anatomik
1. cricoid cartilage – rawan berbentuk cincin di bagian terbawah larynx
2. endolarynx – bagian dalam larynx, dibagi atas supraglottis, glottis, dan subglottis
3. epiglottis – rawan tipis yang menutup larynx waktu menelan
4. glottis – dua lipatan/pita suara dengan rima glottidis di antaranya
5. larynx – organ penghasil suara
6. rima glottidis – bagian tersempit rongga larynx di antara dua pita suara
7. vocal folds, vocal cords – lipatan mukosa dengan ligamen dan otot
8. bifurcation – pembagian atas dua cabang
9. carina – tonjolan pada trakhea di tempat bifurkatio
10. trachea – saluran udara yang terdiri atas 18 rawan berbentuk C
11. bronchi – dua cabang utama dari trakhea dengan struktur yang mirip
12. bronchioli – subdivisi lebih lanjut bronkus, dindingnya tidak memiliki kartilago
Istilah Simptomatik
1. aphonia – suara hilang akibat penyakit lokal, histeria atau cedera syaraf larings
2. dysphonia – sulit bicara, suara kasar
Istilah Diagnostik
1. karsinoma endolarings – kanker pada struktur dalam larings
2. epiglottitis – radang epiglottis
3. hipoplasia epiglottis – kegagalan perkembangan epiglottis
4. laryngitis – radang larynx
5. laryngospasm, laryngismus, laryngeal stridor – otot larings dan pita suara saling mendekat
sehingga saluran udara terhambat; pada dyspnea inspirasi mendadak
6. laryngotracheobronchitis – radang membran mukosa larings, trakhea, bronkus
7. perichondritis – radang perichondrium, membran jaringan ikat yang mengelilingi rawan
8. stenosis laryngs – penyempitan atau kaku larings
9. kalsifikasi cincin trakhea – penumpukan kalsium di trakhea
10. stenosis trakhea – penyempitan atau pengecilan lumen trakhea
11. tracheoesophageal fistula – hubungan trakhea dan esofagus
12. tracheopleuro fistula – hubungan trakhea dengan pleura
13. aplasia bronkus – bronkus tidak berkembang
14. asthma bronkialis – sesak nafas dan bunyi „menciok‟ akibat bronchospasm
15. karsinoid bronkus – tumor yang sangat vaskuler di batang utama bronkus
16. bronchiectasis – pelebaran bronkus, dengan mengeluarkan banyak pus
17. bronchiogenic carcinoma – kanker paru yang berasal dari bronkus
18. bronchitis – radang bronchus
19. bronchopleural fistula – hubungan antara bronkus dan pleura
20. obstruksi paru kronis – terutama akibat asma, bronkitis kronis, emfisema
21. status asthmaticus – asma berat yang berlangsung lama
Istilah Operatif
1. tracheostomy – membuat lobang di trakhea untuk lewat saluran, = laryngostomy

39
2. tracheotomy – penyayatan trachea
3. tracheoscopy – melihat bagian dalam trachea
4. bronchotomy – syatan pada bronkus

PARU-PARU, THORAX, PLEURA DAN MEDIASTINUM


Asal-usul Istilah
alveolus – kantong kecil pneumo – udara
apex – ujung pulmo, pulmon – paru-paru
phthisis – pengkurusan segment - bagian
paries – dinding pyon – nanah
phren – diaphragma, pikiran thorax – dada
pleura viscus, viscer – daging, organ vital
Istilah Anatomik
1. alveoli – sel-sel udara tempat pertukaran gas terjadi
2. apex paru – bagian teratas paru di atas klavikula
3. basis paru – bagian bawah paru di atas diafragma
4. hilus – cekungan di permukaan medial paru, tempat lewat pembuluh darah dan limfe,
syaraf dan bronkus
5. „pohon‟ bronkopulmonalis – gambaran paru dan bronkus seperti pohon
6. lobus – pembagian utama paru; 3 di kanan dan 2 di kiri
7. segmen bronkopulmonalis – subdivisi lobus paru, memiliki bronkus, pembuluh darah
dan limfe. Paru kanan memiliki 10, dan paru kiri 9 segmen
8. parenchyme – jaringan fungsional suatu organ
9. mediastinum – rongga di antara dua pleura berisi jantung dan pembuluh besar
10. pleura – kantong tipis di antara paru dan dinding dada
11. rongga pleura – rongga „potensial‟ antara pleura visceralis dan parietalis
Istilah Simptomatik
1. anoxemia – tekanan oksigen rendah di darah arteri
2. anoxia, hipoxia – tak ada atau kurang oksigen di jaringan dan organ
3. apnea – penghentian sementara pernafasan
4. pernafasan bronkus– nafas kasar dengan bunyi ekspirasi yang bernada tinggi
5. pernafasan Cheyne-Stokes – nafas tidak teratur, mulai dari pelan dan dangkal, cepat dan
dalam, pelan dan dangkal lagi, lalu berhenti 10-20 detik; mulai lagi.
6. cyanosis – warna kulit kebiruan karena oksigenasi kurang
7. dyspnea – sesak nafas
8. expectoration – membatukkan benda-benda dari saluran nafas
9. hiccough, hiccup, singultus – „kesedak‟
10. hypercapnia – peningkatan tekanan CO2 di darah
11. hyperpnea – nafas cepat dan dalam
12. hyperventilasi – gerakan udara keluar masuk berlebihan
13. orthopnea – hanya bisa bernafas waktu duduk atau berdiri
14. paroxysmal nocturnal dyspnea – sesak nafas mendadak tengah malam
15 rales, rhonchi – bunyi gelembung terdengar pada inspirasi atau ekspirasi
15. tachypnea – nafas sangat cepat
Istilah Diagnostik
1. abses paru – area pernanahan di dalam paru
2. acute respiratory failure – keadaan darurat O2 rendah dan CO2 tinggi di arteri
3. anthracosis – penyakit kronis paru akibat menghirup debu batubara
4. atelectasis – bagian paru yang tidak berfungsi dan tidak berudara

40
5. blast injury – cedera paru, telinga usus; akibat gelombang tekanan tinggi ledakan
6. karsinoma paru – sering adenoCa, oat cell Ca, squamous cell Ca
7. penyakit paru obstruktif kronis – obstruksi lama saluran udara
8. cystic disease paru – terdapat kantong berisi udara atau cairan di dalam paru
9. emphysema – alveoli dan bronkiolus overdistensi (terlalu melebar)
10. hipertensi paru – peningkatan tekanan arteri Pulmonalis
11. empyema pleura, pyothorax - nanah di rongga pleura
12. hemothorax – darah di rongga pleura
13. hydropneumothorax – cairan encer dan udara di rongga pleura
14. mediastinitis – radang mediastinum
15. effusi pleura – pembentukan cairan berlebihan di rongga pleura
16. pleurisy, pleuritis – radang pleura
17. pyopneumothorax – nanah dan udara di rongga pleura
18. pneumothorax spontan – masuknya udara ke rongga pleura sehingga paru kolaps
19. tension atau valvular pneumothorax – udara memasuki rongga pleura waktu inspirasi,
tapi tak bisa keluar pada ekspirasi
Istilah Operatif
1. biopsi paru – pengambilan jaringan kecil paru untuk pemeriksaan
2. lobectomy – pembuangan satu lobus paru
3. reseksi paru – pembuangan sebagian paru;
 reseksi segmen – pembuangan satu segmen bronkopulmonalis
 reseksi subsegmen – pembuangan bagian dari satu segmen bronkopulmonalis
4. pneumonektomi – pembuangan seluruh paru
5. reseksi baji (wedge) – pembuangan suatu bagian segitiga, biasanya bagian perifer

41
VIII. KELAINAN PENCERNAAN
MULUT DAN SALIVA
Asal-usul Istilah
bucca – pipi lingua – lidah
cheilos – bibir os (pl. ora) – mulut
gingiva, odont, dent – gusi staphyle – setangkai anggur
glossa – lidah stoma – mulut
labium – bibir uvula – anggur kecil
parotid – di samping telinga sialon, ptyalin – saliva
sialaden – kelenjar saliva sialangi – saluran saliva
Istilah Anatomik
1. alveolus – tulang tempat lekat gigi
2. hard palate, bony palate, palatum durum, palatum tulang – langit-langit keras
3. soft palate, palatum molle – di belakang, ikut memisahkan mulut dari nasofarings
4. uvula – tonjolan ke bawah kecil di tengah palatum molle
5. kelenjar saliva utama –parotid, sublingualis, dan submandibularis
6. kelenjar saliva kecil – banyak di lidah, pipi, dan bibir.
Istilah Simptomatik
1. glossodynia – nyeri lidah akibat infeksi papilla lidah
2. leukoplakia mulut – bercak putih di membran mukosa lidah dan mukosa pipi
3. halitosis – bau nafas yang sangat mengganggu
4. ptyalism, salivation – sekresi saliva berlebihan
Istilah Diagnostik
1. ankyloglossia – lidah kaku, susah bergerak
2. candidiasis, moniliasis, thrush – jamur Candida albicans di mulut
3. chilitis, cheilitis – radang bibir
4. chilosis – keadaan sakit bibir akibat defisiensi vitamin
5. cleft lip, harelip – fissura vertikal bibir, sering bersama cleft palate
6. cleft palate – fissura di palatum karena tulang kiri-kanan tidak menyatu
7. dental caries – kerusakan progresif struktur gigi
8. epulis, giant cell epulis – lesi gusi, respons terhadap perdarahan atau trauma
9. glossitis – radang lidah
10. periapical abscess – gigi abses, dengan infeksi pulpa
11. periodontal disease –khas dengan pembentukan poket periodontium
12. stomatitis – radang mukosa mulut
13. stomatitis aphthosa – ulkus kecil membran mukosa mulut („sariawan‟)
14. infeksi Vincent – radang gusi dengan demam, ulkus, berdarah, limphadenopathy
15. karsinoma kelenjar saliva – muncul dari epitel kelenjar
16. parotitis – radang kelenjar parotid
17. ptyalith, sialolith – batu kelenjar saliva
18. ptyalocele – tumor berkista kelenjar saliva
19. tumor saliva – adenoma berbagai jenis di lidah, palatum dan bibir.
20. sialadenitis – radang kelenjar saliva
Istilah Operatif
1. cheiloplasty – perbaikan bibir
2. cheilostomatoplasty – perbaikan bibir dan mulut untuk cleft lip

42
3. palatoplasty – perbaikan cleft palate
4. glossectomy/hemiglossectomy – pembuangan seluruh/sebagian lidah
5. glossorrhaphy – penjahitan lidah yang cedera
6. stomatoplasty – perbaikan mulut
7. sialadenectomy – pembuangan kelenjar saliva
8. sialolithotomy – pembuangan batu dari kelenjar lidah

FARINGS DAN ESOFAGUS


Asal-usul Istilah
fauces – tenggorokan pharynx – tenggorokan
palatum – langit-langit tonsilla – buah almond, tonsil
esophagus – pembawa makanan
Istilah Anatomik
1. crypts – folikel atau lekukan pada tonsil
2. palatine tonsil, faucial tonsil –jaringan limfoid di kiri-kanan orofarings
3. pharyngeal tonsil – jaringan limfoid di dinding belakang nasofarings
4. pharynx – tabung fibromuskuler dengan membran mukosa
5. cervical/thoracic esophagus – bagian esophagus di daerah leher/thorax
Istilah Simptomatik
1. aphagia – tidak mampu menelan
2. deglutition - menelan
3. dysphagia – kesulitan menelan
4. dysphagia – sulit menelan
5. odynophagia – nyeri menelan
6. regurgitation – aliran membalik isi lambung ke mulut
Istilah Diagnostik
1. adenoid – pembesaran tonsil farings
2. adenotonsillitis – radang akibat kuman atau virus di farings
3. hipertrofi tonsil – pembesaran tonsil palatina
4. abses peritonsil, quincy – kumpulan nanah lokal di sekitar tonsil
5. pharyngitis – radang pharynx
6. tonsillitis – radang tonsil
7. achalasia – pelebaran esofagus, akibat gagalnya sfingter kardia relaksasi
8. atresia esofagus – muara esophagus tidak ada secara kongenital atau patologis
9. karsinoma esofagus – biasanya jenis epidermoid
10. divertikula esofagus – penonjolan dinding seperti kantong ke luar
11. ulkus refluks esofagus – akibat masuknya asam lambung ke esofagus
12. trauma esofagus – perforasi (menelan benda asing) atau penyempitan (zat kimiawi)
13. varises esofagus – pelebaran vena esofagus yang bisa pecah dan menyebabkan
hematemesis, umumnya akibat hipertensi porta
14. esofagitis – radang esofagus
Istilah Operatif
1. adenotonsillectomy – pembuangan adenoiddan tonsil
2. bouginage („businasi‟) striktura esofagus – pelebaran esofagus dengan bougies
3. diverticulectomy esofagus – pembuangan divertikulum esofagus
4. esophagojejunostomy – menghubungkan esofagus dengan jejunum
5. esophagoplasty – perbaikan cacad esofagus
6. esophagorrhaphy – penjahitan esophagus yang robek
7. fundoplication – perbaikan kompetensi gastroesophagus terhadap reflux asam

43
8. esophagomyotomy Heller – sayatan serat otot sirkuler esofagus distal, untuk achalasia

LAMBUNG
Asal-usul Istilah
fundus – basis pyloros – penjaga gerbang
gaster – lambung, perut ruga – lipatan
omentum – selaput penbungkus usus sphincter - pengikat
Istilah Anatomik
1. antrum, gastric – segmen distal yang tidak menghasilkan asam, atau daerah kelenjar
pilorus yang menghasilkan hormon gastrin
2. corpus – bagian terbesar lambung antara antrum dan fundus
3. cardia – daerah kecil di lambung dekat esophagogastric junction
4. orificium cardia – muara esofagus di lambung
5. kurvatura lambung – minor (pinggir kanan atas), major (pinggir kiri bawah)
6. fundus lambung – bagian yang lebih tinggi daripada orifisium kardia
7. omentum (pl. omenta) – lembar peritoneum penghubung lambung dengan hati, limpa,
dan kolon transversa.
8. pars pilorika lambung – bagian distal, yaitu area antrum dan kanalis pilorika
9. pylorus – muara lambung ke duodenum
10. pyloric sphincter – otot sirkuler melingkari pilorus
11. ruga (pl. rugae) – lipatan membran mukosa lambung
Istilah Simptomatik
1. akhlorhidria – tidak adanya HCl di cairan lambung
2. achylia gastrica – penurunan sekresi lambung karena atrofi mukosa
3. anorexia – hilang selera makan
4. bulimia – selera makan berlebihan
5. dumping syndrome – gejala setelah makan pasca gastrektomi
6. dyspepsia – pencernaan tidak sempurna
7. nyeri epigastrium – nyeri di ulu hati
8. eructation – belching atau „sendawa‟
9. hematemesis – muntah darah
10. hyperchlorhydria – HCl berlebihan di cairan lambung
11. hypergastrinemia – kadar gastrin serum sangat tinggi
12. faktor intrinsik – zat sekresi lambung yang perlu untuk penyerapan vitamin B12
13. polyphagia – makan berlebihan
14. pyrosis – heartburn, nyeri rasa terbakar di daerah jantung
Istilah Diagnostik
1. neoplasma jinak – adenoma (epitel kelenjar), gastrinoma (kelenjar gastrin), papilloma
(hipertrohy tegas mukosa), polyp (pertumbuhan bertangkai)
2. neoplasma ganas – carcinoma (biasanya adenocarcinoma), sarcoma (biasanya
lymphosarcoma)
3. gastric ulcer – erosi mukosa lambung, atau ulkus karena asam (peptic ulcer)
4. gastritis – radang lambung, bisa bersifat atrofik atau hipertrofik
5. gastrocele – hernia lambung (misalnya ke diafragma)
6. gastrocolitis – radang lambung dan kolon
7. gastroduodenitis – radang lambung dan duodenum
8. gastroenteritis – radang lambung dan usus
9. gastroptosis, penyakit Glenard – lambung tergeser ke arah bawah
10. hiatus hernia – penonjolan lambung melalui tempat lewat esofagus di diafragma

44
11. stenosis pilorus hipertrofik – penebalan otot sehingga lumen pilorus berkurang
12. sindroma Mallory-Weiss – laserasi (lecet) memanjang mukosa gastro-esofagus sehingga
menimbulkan perdarahan
13. sindroma Zollinger-Ellison – sekresi lambung berlebihan, ulkus peptikum yang timbul
cepat, hiperplasia sel-sel pulau pankreas; diduga akibat tumor di pankreas
Istilah Operatif
1. anastomosis – pembentukan hubungan antara dua saluran
2. gastrectomy – pembuangan lambung
3. reseksi lambung – pembuangan sebagian lambung, disusul oleh anastomoses
gastroduodenum atau gastrojejunum
4. gastrojejunostomy – menghubungkan gaster dan jejunum
5. gastrostomy – pembuatan lobang ke lambung melalui kulit
6. pyloromyotomy – sayatan otot pilorus yang mengalami hipertrofi
7. pyloroplasty – perbaikan mulut pilorus
8. vagotomy – pemotongan n. Vagus yang menuju kelenjar pilorus dan daerah sel parietal
9. gastric antrectomy – pembuangan antrum, bagian lambung penghasil gastrin

USUS HALUS DAN BESAR


Asal-usul Istilah
appendix – ujung ileum – memuntir
cecum – blind gut (usus „buntu‟) jejunum – kosong
colon – usus besar procto- - anus
duodenum – duabelas rectum – lurus
enteron – usus vermiform – seperti cacing
Istilah Anatomik
1. duodenum – bagian pertama usus halus
2. jejunum – bagian kedua usus halus
3. ileum – bagian ketiga usus halus
4. mesenterium – lipatan peritoneum yang menggantung jejunum dan ileum
5. cecum – ujung buntu usus besar di bawah level sfingter ileocecum
6. appendix vermiformis – suatu divertikulum usus dari cecum, usus buntu
7. colon – usus besar dari cecum sampai rectum
8. fleksura kolon – kanan (dekat hati), kiri (dekat limpa)
9. mesocolon – lipatan peritoneum penggantung kolon
Istilah Simptomatik
1. borborygmus – bunyi usus yang „rumbling‟ dan splashing
2. colic – spasme organ tabung dengan nyeri
3. fecalith – pengerasan feses seperti batu
4. melena – berak hitam akibat darah
5. obstipasi – konstipasi yang sangat hebat, biasanya karena obstruksi
6. pruritus ani – gatal sekitar anus
7. steatorrhea – peningkatan lemak di feses
Istilah Diagnostik
1. appendicitis – radang appendix
2. megacolon kongenital, penyakit Hirschprung – pembesaran kolon berlebihan
3. divertikulosis – terdapatnya divetikulum di usus
4. duodenal ulcer – erosi dinding duodenum, biasanya dekat pilorus
5. dysentery – radang mukosa usus, berak berdarah dan berlendir
6. fissura anus, fissura-in-ano – robek mukosa anus, bisa terinfeksi

45
7. fistula anus – saluran dari rektum atau kanal anus dengan kulit
8. hemorrhoids, piles – pelebaran vena varices saluran anus
9. duodenitis, enteritis, ileitis, colitis – radang duodenum, usus, ileum, colon
10. malabsorbsi – gangguan penyerapan makanan
11. ileus – obstruksi usus, bisa paralitik (kelumpuhan otot) atau mekanis (sumbatan)
12. intussusceptions – teleskopis, biasanya ileum memasuki cecum
13. divertikulum Meckel – kantong kongenital, muncul dari ileum dan bisa menyebabkan
intussusepsi, strangulasi (tercekik) atau volvulus
14. volvulus – usus terpuntir
15. trombosis arteri mesenterium, infark usus – sumbatan pada a. mesenterika
16. proctitis – radang rektum
17. prolapsus rektum – rektum bergeser ke bawah
18. rectocele – herniasi rektum ke dalam vagina
Istilah Operatif
1. appendectomy – pembuangan appendix
2. cecectomy – pembuangan cecum
3. cecostomy – pembuatan lobang di cecum melalui kulit
4. cocotomy – sayatan terhadap cecum
5. colectomy – pembuangan kolon
6. colostomy – pembuatan lobang melalui kulit ke kolon
7. hemorrhoidectomy – pembuangan hemorrhoid
8. proctocolectomy – pembuangan rektum dan kolon
9. reduksi volvulus – meluruskan lesi terpuntir secara manipulasi

HATI, SISTEM EMPEDU, PANKREAS, PERITONEUM


Asal-usul Istilah
bile – empedu choledoch – saluran empedu
celi- - abdomen cirrho- - kuning, kuning kecoklatan
cholangi – saluran empedu hepato- - hati
chole – empedu laparo- - dinding abdomen
cholecyst – kantong empedu peritoneum – regang melebar
Istilah Anatomik
1. ductus biliaris –dibentuk oleh d. hepaticus communis dengan d. cysticus
2. d. hepaticus communis –dibentuk oleh pertemuan dd. hepatici dextra et sinistra
3. d. cysticus – saluran empedu dari kantung empedu ke ductus biliaris
4. cholecyst – kantong empedu, organ seperti kantong tempat menyimpan empedu
5. pancreas – kelenjar endokrin dan eksokrin besar; bagian kepala yang besar tempat
lengkungan duodenum berada, bagian ekor di kiri dekat dengan limpa
6, ductus pancreaticus – saluran utama cairan pancreas menuju duodenum
7. cairan pankreas – 1000-2500 ml/hari, jernih, berisi enzim, elektrolit, protein
8. pulau pankreas, pulau Langerhans – kumpulan sel penghasil hormon insulin
9. peritoneum – kantong membran serosa, p. parietalis melapisi dinding abdomen, p.
viseralis melapisi hampir semua organ perut dan mempertahankan posisinya
10. sirkulasi porta –vena porta mengumpul darah dari GI tact, limpa, kantong empedu dan
pankreas, memasuki hati, keluar melalui v. hepatica, v. cava inferior
11. sphincter of Oddi, sfingter saluran empedu –melingkari ujung saluran empedu
12. sphincter ampulla hepatopancreatica –mengitari ujung ampulla
13. ampulla – penyatuan ductus biliaris dan ductus pancreaticus.

46
Istilah Simptomatik
1. alopecia, pektoralis/aksilaris – rambut dada dan aksila hilang pada kerusakan hati
2. spider arteri, spider nevi – lesi vaskuler kulit pada muka, leher dan bahu; pada kerusakan
hati lanjut, malnutrisi dan hamil; terdiri dari arteriol di pusatnya, dan pembuluh lain
menyebar dari situ
3. caput medusae – dilatasi vena abdomen di sekitar umbilikus, pada hipertensi portal
dengan kerusakan hati
4. cholestasis – aliran empedu terganggu atau tersumbat
5. fetor hepatikus – bau nafas tidak segar yang khas pada koma hepatikum
6. flapping tremor, liver flap – gerakan tak beraturan dan cepat pada pergelangan seperti
melambai, ketika tangan diluruskan dan lengan bawah disangga; menjelang koma
hepatikum
7. hiperammoniemia – jumlah amonia berlebihan di darah; pada koma hepatikum
8. icterus, jaundice – kuning di kulit, sclera (putih mata), membran, dan sekresi; akibat
kelebihan bilirubin darah
9. palmar erythema – liver palms – telapak dan jari tangan merah atau berbintik merah pada
penyakit hati; juga pada malnutrisi dan rheumatoid arthritis
Istilah Diagnostik pada Hati
1. acute yellow atrophy –hepatitis berat dengan penyusutan dan nekrosis hati
2. sindroma Budd-Chiari – sumbatan v. hepatika berakibat hepatomegali dan asites.
3. portal cirrhosis (Laennec) – sirosis hati akibat alkoholisme dan malnutrisi
4. biliary cirrhosis – sirosis akibat obstruksi dan radang saluran-saluran empedu
5. fatty liver – penumpukan lemak di hati
6. hemochromatosis – akibat peningkatan deposit yang mengandung zat besi (hemosiderin)
di hati, pankreas, jantung dan adrenal
7. hepatic calculi – batu dari hati atau saluran empedu di luar hati
8. hepatic coma, cholemia –otak diracuni ammonia yang tak diubah menjadi urea
9. hepatic encephalopathy – kerusakan otak akibat kegagalan metabolisme di hati
10. hepatic failure, fulminant – nekrosis hati, sering akibat obat-obat hepatotoksik
11. hepatic injury akibat obat – cholestatic (obstruksi); cytotoxic: (kerusakan sel hati)
12. hepatitis virus – hepatitis akibat virus hepatitis
13. hepatoma – tumor hati
14. sindroma hepatorenal – kegagalan hati dan ginjal, akibat cedera pada hati yang
menyebabkan perdarahan, syok, dan insufisiensi akut pada ginjal
15. abses hati – akibat amuba, atau akibat kuman
16. polycystic liver disease – degenerasi hati dengan kista
17. hipertensi porta – tekanan vena porta >20 mmHg, menyebabkan splenomegali,
peningkatan sirkulasi kolateral, varises, perdarahan dan asites
18. karsinoma hati – primer; sekunder (dari paru, mammae, atau saluran pencernaan)
Istilah Diagnostik pada Sistem Empedu
1. striktura biliaris – kontraksi saluran empedu sehingga menyempit
2. karsinoma kantong empedu -
3. cholangitis – radang saluran empedu
4. cholecystitis – radang kantong empedu
5. choledocholithiasis – batu di saluran empedu
6. cholelithiasis – batu kantong empedu
7. empyema kantong empedu – berisi nanah
8. hydrops kantong empedu – berisi cairan jernih

47
Istilah Diagnostik pada Pankreas
1. nekrosis hemoragika akut pankreas – major emergency, akibat kerja enzim pankreas yang
menghancurkan pankreas sendiri
2. cystic fibrosis pankreas – penyakit keturunan yang melibatkan pankreas
3. diabetes mellitus – akibat kekurangan jumlah atau kemampuan kerja insulin
4. pseudokista pankreas – kapsul fibrosa berisi cairan pankreas
5. tumor pankreas – karsinoma pankreas, fatal; tumor sel-sel pulau Langerhans
6. pankreatitis – radang pankreas, bisa akibat alkoholisme atau cholelithiasis
Istilah Diagnostik pada Peritoneum
1. ascites – penumpukan cairan di dalam kantong peritoneum
2. hemoperitoneum – darah di dalam kantong peritoneum
3. hernia – ruptur atau penonjolan satu bagian dari lokasi normalnya (misalnya penonjolan
lengkung usus melalui area lemah di dinding abdomen);
 lokasi bisa femoralis (anulus femoralis), inguinalis (canalis inguinalis), atau umbilicalis;
 jenis bisa inkarserata (obstruksi total), insisional (komplikasi bedah), dan strangulasi
(hernia terpuntir menyebabkan sirkulasi terhenti sehingga gangren terbentuk)
4. peritonitis – radang peritoneum
Istilah Operatif
1. hati
 liver biopsy – pengeluaran potongan kecil hati untuk pemeriksaan
 lobektomi hati – pembuangan lobus hati
 hepatotomy – sayatan ke dalam hati
 shunts (pengalihan aliran darah) untuk hipertensi porta ke vena sistemik: mesocaval
(v. mesenterika superior ke vena kava), portacaval (vena porta ke vena cava),
splenorenal (dari arteri lienalis ke arteri renalis)
2. sistem empedu
 cholecystectomy – pembuangan kantong empedu
 cholecystostomy – pembuatan lobang melalui kulit ke kantong empedu
 cholecystojejunostomy – anastomosis kantong empedu dan jejunum
 choledochoduodenostomy – pembuatan hubungan d. biliaris komunis ke duodenum
 choledochoplasty – perbaikan saluran empedu
 sphincteroplasty (Oddi) – perbaikan sfingter Oddi yang mengeras
3. pankreas
 pancreatectomy – pembuangan pankreas
 pancreatoduodenectomy – pembuangan pankreas dan duodenum
 pancreatojejunostomy – anastomoses pankreas ke jejunum
 sphincteroplasty (Vater) – perbaikan ampulla Vateri
4. peritoneum
 exploratory laparotomy – membuka perut untuk diagnosa
 hernioplasty/herniorrhaphy – perbaikan/penjahitan hernia
 insisi dan drainase abses – menyayat abses dan mengalirkan isinya
5. prosedur khusus
 tamponade balon – prosedur untuk mengontrol perdarahan esofagus
 endoskopi dengan fiberscope – melihat organ berongga: colonoscopy,
duodenoscopy, esophagogastroscopy, fiberoptic gastroscopy, peritoneoscopy,
proctosigmoidoscopy
 exchange transfusion – pada koma hepatikum, darah ditukar dengan darah segar

48
IX. KELAINAN UROGENITALIS
GINJAL
Asal-usul Istilah
calyx – cawan medulla – sumsum, bagian dalam
cortex – pinggir, kulit nephron - ginjal
glomerulus – gulungan benang ren - ginjal
Istilah Anatomik
1. ginjal – organ berbentuk kacang di balik peritoneum, di kiri kanan v. Lumbalis
2. korteks ginjal – bagian luar
3. medulla ginjal – bagian dalam, berisi piramid yang mencakup tubuli pengumpul dan
bagian tubuli sekresi
4. papilla ginjal – apex piramid yang berada pada calices
5. calyx (pl. calices) – cekungan seperti cawan di pelvis ginjal, tempat tubuli pengumpul
mencurahkan urin
6. hilus – tonjolan di permukaan medial ginjal, tempat lewat ureter dan pembuluh darah
7. pelvis ginjal – pembesaran ureter seperti cerocok
8. kapsul Bowman – dua lapis struktur epitel pembungkus glomerulus
9. glomerulus – kumpulan kapiler yang membentuk urin pertama kali
10. renal corpuscle – kapsul Bowman beserta glomerulus
11. tubuli sekresi – saluran terbagi atas tubuli proksimal, segmen pipih (loop Henle) dan
tubuli distal
12. tubuli pengumpul – membawa urin ke pelvis ginjal
13. nefron – terdiri atas renal corpuscle, tubuli sekresi dan tubuli pengumpul.
Istilah Simptomatik
1. anuria – penghentian produksi urin akibat gagal ginjal atau sumbatan saluran urin
2. krisis Dietl – nyeri pinggang dan perut pada ginjal yang tidak terfixir di tempatnya, akibat
ureter atau pembuluh darah ter‟patah‟ (kiniking)
3. insuffisiensi ginjal – penurunan fungsi ginjal
4. nyeri ginjal – nyeri pinggang, bisa tumpul, menusuk, atau berdenyut
5. uremic frost –pembuangan urea melalui kulit sehingga kulit berkabut
Istilah Diagnostik
1. nekrosis akut tubuli, gagal ginjal akut yang reversibel – nekrosis sel tubuli ginjal setelah
terjadinya syok, trauma, kerusakan nefrotoksik, reaksi transfusi, septikemi, dll
2. nefrosklerosis arteriol – penebalan intima arteriol afferent, sehingga suplai darah ke
neuron berkurang
3. anomali kongenital ginjal – agenesis (satu ginjal absen), dysplasia (ginjal berkista banyak
membentuk massa irreguler), ectopy (posisi lebih rendah), kelainan pembuluh darah (bisa
menekan ureter sehingga timbul hidronefrosis)
4. glomerulonefritis – nefritis yang melibatkan glomerulus kedua gijjal
5. hidronefrosis – penumpukan cairan di pelvis dan calices, menyebabkan ginjal membesar
lalu atrofi akibat desakan
6. infeksi ginjal: abses ginjal, abses perinefron, pyelonefritis
7. cedera ginjal: avulsion (terpisah dari suplai darah), kontusio (lecet jaringan fungsional
ginjal), ecchymoses (bercak biru atau hitam akibat darah yang lepas dari pembuluh),
fissura (robekan di kapsul atau pelvis ginjal), hematoma (massa bekuan darah menyusul
cedera pelvis ginjal), laserasi (robekan bisa melibatkan pelvis ginjal dan kapsulnya,

49
menyebabkan hematuria berat), ruptura (robekan luas ginjal; bisa menyebabkan
perdarahan masif dan kematian)
9. nefritis interstitialis- melibatkan jaringan ikat interstitium ginjal
10. neoplasma ginjal – jinak: adenoma, fibroma, lipoma; ganas: nephroblastoma,
hypernephroid carcinoma -
11. nephorlithiasis – umumnya di kaliks dan pelvis ginjal
12. nephropathy – penyakit pada ginjal
13. nephroptosis – ginjal terletak lebih rendah dari semestinya
14. sindroma nephrotik – khas dengan proteinuria (protein di dalam urin), edema massif,
dan albumin plasma rendah
15. uropathy obstruktif – sumbatan di saluran urin
16. oklusi arteri renalis – sumbatan akur arteri renalis akibat trombus dsb.
17. nephrocalcinosis – kalsifikasi (pengapuran) jaringan ginjal
18. renal cystic diseases – kista di berbagai tempat di ginjal, herediter
19. renal failure – akut: penurunan mendadak filtrasi glomerulus disertai nekrosis tubuli;
kronis: akibat jangka panjang penyakit ginjal
20. hipertensi ginjal (renovascular) –akibat berkurangnya aliran darah ke ginjal
21. nekrosis medulla/papilla ginjal – kokplikasi dari pyelonephritis
22. TB ginjal – degenerasi ginjal akibat TB
23. trombosis vena renalis – aliran darah dari ginjal terhambat, bisa menyebabkan proteinuria
dan bentuk lain sindroma nefrotik
Istilah Operatif
1. nephrectomy – pembuangan ginjal
2. nephrolithotomy – sayatan ke ginjal untuk membuang batu
3. nephrolysis – penghancuran perlengketan ginjal secara bedah
4. nephropexy – fiksasi ginjal yang salah letak
5. nephrorrhaphy – penjahitan ginjal yang cedera
6. nephrostomy – membuat fistula secara bedah untuk drainase
7. nephrotomy – sayatan terhadap ginjal
8. pyelolithotomy – insisi ke pelvis ginjal untuk mengeluarkan batu
9. pyeloplasty – perbaikan pelvis ginjal
10. pyelotomy – sayatan ke pelvis ginjal
11. biopsi ginjal – pengambila jaringan ginjal untuk pemeriksaan
12. transplantasi ginjal – penggantian ginjal dengan ginjal donor
13. operasi untuk hipertensi renovaskuler – menormalkan aliran darah ke ginjal

URETER
Asal-usul Istilah
junction – pertemuan pyelo- - pelvis, bak
Istilah Anatomik
1. ureter – saluran berotot berlapi membran mukosa; membawa urin ke bladder
2. ureteric orifice – muara ureter di trigonum bladder
3. ureteropelvic junction – pertemuan ureter dan pelvis ginjal
4. ureterovesical junction – pertemua nureter dengan bladder
Istilah Simptomatik
1. kolik ureter – nyeri tajam waktu batu melewati ureter
2. spasme ureter – kontraksi ureter, akibat peregangan ureter
Istilah Diagnostik
1. hydroureter – ureter melebar berisi urin akibat sumbatan

50
2. pyoureter – infeksi ureter, perluasan dari infeksi bladder atau ginjal
3. striktura ureter – penyempitan saluran, biasanya pada satu dari kedua junction
4. ureterocele – penonjolan berkantong ujung bawah ureter
5. oklusi ureter – penutupan ureter sebagian atau seluruhnya
6. ureteritis – radang ureter
Istilah Operatif
1. reseksi ureter – pembuangan lesi ureter
2. ureterektomi – pembuangan ureter
3. ureterocystostomy, ureteroneocystostomy – menghubungkan ureter kembali ke bladder
4. ureterolithotomy – sayatan ke ureter untuk membuang batu
5. ureterolysis – membebaskan ureter dari adhesi untuk mencegah obstruksi
6. ureteropelvioplasty – perbaikan ureteropelvic junction
7. ureteropyelostomy – anastomosis ureter dan pelvis ginjal
8. cutaneous ureterostomy – menghubungkan ureter dengan kulit
9. ureterovesicoplasty – perbaikan untuk mencegah refluks bladder ke ureter

BLADDER DAN URETHRA


Asal-usul Istilah
cysto – bladder urethra – urethra
trigone – segitiga vesica – bladder
Istilah Anatomik
1. urinary bladder – organ berotot yang bisa diregang, tempat sementara urin
2. otot detrusor urinae – jaringan otot, kontraksinya menyebabkan urin keluar
3. leher bladder – sudut terbawah bladder
4. vesical sphincter – serat otot detruso yang menebal di leher bladder
5. trigone – permukaan segitiga di dinding belakang bladder
6. urethra – saluran urin ke luar; pada laki-laki memiliki tiga bagian:
a. pars prostatica – melewati prostat
b. pars membranosa – melewati pelvis dan diafragma urogenitalis
c. pars spongiosa – melewati penis
Istilah Simptomatik
1. albuminuria, proteinuria – albumin atau protein terdapat di urin
2. dysuria – urinasi sulit atau pedih
3. enuresis – inkontinensia atau pengeluaran urin yang tak disadari
4. frequency (of urination) – urinasi sering, sekali atau lebih tiap dua jam
5. hematuria – darah di urin
6. glycosuria – gula di urin
7. hesitancy – dysuria akibat hamban syaraf atau obstruksi muara bladder
8. micturition - urinasi
9. nocturia – urinasi sering waktu malam
10. oliguria – jumlah produksi urin sedikit
11. proteinuria orthostatik, proteinuria postural – protein muncul di urin kalau berdiri
12. inkontinensia overflow – akibat bladder terlalu penuh
13. polyuria – urinasi berlebihan
14. pyuria – pus di urin
15. residual urin – urin yang tersisa setelah urinasi
16. spinal shock – akibat cedera transversa medulla spinalis, dapat menyebabkan kelumpuhan
otonom bladder, disusul oleh urinasi otomatis

51
17. suprapubic discomfort – rasa tidak nyaman di suprapubis, di waktu bladder yang
bermasalah sedang berisi
18. tenesmus sfingter vesicae – spasme nyeri di akhir urinasi
19. nyeri urethra – kolik akut menyebar dari pelvis ginjal ke perineum, bisakarena batu
sedang melewati ureter (!)
20 discharge urethra – exkresi cairan dari urethra
21. urgency – ingin urinasi segera
22. retensio urinae – tak bisa mengeluarkan urin, akibat sumbatan
23. refluks vesikoureter – aliran membalik ke ginjal
Istilah Diagnostik
1. atonia bladder – distensi (pelebaran) bladder karena daya pendorongan berkurang
2. obstruksi leher bladder – menyebabkan distensi bladder, aliran membalik ke ginjal, dan
akibat lainnya terhadap ginjal
3. vesicolithiasis – batu bladder
4. cystitis – peradangan bladder
5. megalocystis, megabladder – dilatasi hebat bladder
6. neoplasma bladder – jinak: papilloma, polyp; ganas: carcinoma
7. neurogenic bladder – flaccid (layu): akibat lesi neuron motoris bawah di medulla spinalis;
spastic (kaku): akibat lesi neuron motoris atas di otak
8. prolapsus vesicae – pergeseran bladder ke bawah
9. stresss incontinence – gagal menahan urin waktu tegang dan ketika bersin, batuk atau
ketawa
10. striktura urethra – penyempitan lumen urethra
11. striktura orificium vesicourethra – penyempitan pertemuan bladder dan urethra
12. trigonitis – infeksi basis bladder (trigonum)
13. urethritis – radang urethra, biasanya karena infeksi gonokokus
14. fistula vesicae – vesicoentericus, vesicorectal, vesicovaginal
Istilah Operatif
1. cystectomy – pembuangan bladder sebagian atau seluruhnya
2. cystolithotomy – insisi ke bladder untuk membuang batu
3. cystorrhaphy – penjahitan bladder cedera
4. cystoscopy – melihat bladder dengan endoskopi
5. cystostomy – pembuatan hubungan bladder ke kulit untuk drainase urin
6. meatotomy – sayatan meatus urinarius untuk menaikkan diameternya
7. urethroscopy, panendoscopy – pemeriksaan urethra dengan endoskopi
8. ureteroileostomy – penanaman ureter ke ileum
9. reseksi leher bladder transurethra – jaringan kaku dikeluarkan melalui urethra.

ORGAN GENITAL PRIA


Asal-usul Istilah
balano – glans orchido- - testis
deferens – membawa pergi semen – benih
didymos – testis, kembar vas - saluran
Istilah Anatomik
1. penis – organ vaskuler berisi 3 komponen jaringan erektil; glans diujungnya
2. prostate – organ mengandung jaringan otot polos, fibrosa dan kelenjar; secara struktural
merupakan sambungan bladder; dilewati oleh urethra dan duktus ejakulatorius; sekresinya
bagian dari cairan semen
3. skrotum – kantong longgar tempat testis

52
4. testis (pl. testes) – penghasil spermatozoa
5. epididymis – tempat penyimpanan sperma
6. ductus deferens, vas deferens – membawa sperma ke ductus ejaculatorius
7. ejaculatory duct – gabungan vas deferens dan saluran dari vesikula seminalis
8. vesicula seminalis – kantong tempat pembentukan cairan semen
9. tunica vaginalis testis –dua-lapisan serosa, melingkngi testis dan epididymis
10. spermatic cord – cord („kabel‟) yang berisi vas deferens, pembuluh darah, syaraf dan
limfatik
11. prepuce – kulit depan menutupi glans, foreskin
Istilah Simptomatik
1. azoospermia – semen tanpa sperma hidup
2. oligospermia – jumlah produksi dan pengeluaran sperma sedikit
3. lumbosacral pain – nyeri pada punggung tengah di bawah skapula
4. discharge mukopurulenta – pengeluaran cairan mukus dan pus
5. prostatismus – penyempitan leher bladder oleh prostat yang hipertrofi
6. strangury – urinasi nyeri, menetes, akibat kontraksi spasme bladder dan yrethra
Istilah Diagnostik
1. anorchysm – testis tidak ada
2. balanitis – radang glans penis
3. cryptorchism – testis yang penurunannya tidak sempurna
4. ectopy of testicle – testis di luar jalur penurunannya
5. epididymitis – radang epididymis
6. hydrocele – penumpukan cairan, bisa pada tunica vaginalis atau spermatic cord
7. orchitis – radang testis
8. phimosis – stenosis muara prepuce sehingga sangat halus atau menutup
9. polyorchism – testis lebih dari dua
10. prostatitis – radang kelenjar prostat
11. syphilis – penyakit hubungan seksual akibat Treponema pallidum
12. tumor testis: choriocarcinoma, seminoma (tumor sel benih), teratoma (berisi berbgai
jaringan termasuk gigi dan rambut), teratocarcinoma)
13. varicocele – pelebaran vena spermatic cord
Istilah Operatif
1. circumcision – pembuangan prepuce untuk membebaskan glans
2. epididyectomy – pembuangan epididymis
3. orchiectomy, orchentomy, orchidectomy – pembuangan testis
4. orchiopexy – penjahitan testis yang tidak turun ke skrotum
5. orchioplasty – perbaikan bentuk testis
6. prostatectomy – pembuangan prostat
 perineal – melalui sayatan peritoneum
 retropubic – melalui retropubis, ekstravesical (dari luar bladder)
 suprapubic – melalui lobang dari pubis ke bladder
 transurethral – pembuangan jaringan kelenjar yang menghambat melalui urethra
6. vasectomy – pembuangan segemen keci vas deferens dan menjahit ujung yang terputus

53
X. KELAINAN GINEKOLOGIS
VULVA DAN VAGINA
Asal-usul Istilah
colpo – vagina labia – bibir
flatula – tabung, pipa vagina – sarung
hymen – selaput vestibule – ruang depan
krauros – kering vulva – penutup
Istilah Anatomik
1. perineum – daerah antara vulva dan anus
2. kelenjar Skeine – kelenjar urethra pada wanita
3. vagina – tabung muskuloskeletal penghubung vulva dan uterus
4. vulva, pudendum – organ genitalia eksternaperempuan
5. clitoris – jaringan erektil kecilyang membesar akibat bendungan vaskuler
6. hymen – lipatan selaput yang menutupi sebagian vagina
7. labia majoradua lipatan membukit jaringan lemak dan erektil, ditutupi kulit
8. kelenjar vestibulum, Bartholini –kelenjar mukus di ujung posterior labia majora
9. vestibulum vagina – daerah antara labia minora yang berisi muara vagina dan urethra, dan
ujung saluran kelenjar vestibulum
Istilah Simptomatik
1. leukorrhea –discharge mukus putih atau kekuningan dari cervix atau vagina,
2. pruritus vulvae – gatal hebat pada vulva
Istilah Diagnostik
1. atresia vagina – vagina tidak ada
2. atresia vulva – vulva tidak ada
3. adenitis Bartholini – radang kelenjar Bartholini, biasanya akibat gonokokus
4. kista retensi Bartholini – tumor yang masih menghasilkan sekresi kelenjar
5. karsinoma vagina – janis sel-jernih (clear-cell) yang melapisi kelenjar dan saluran; dan
jenis epidermoid yang berasal dari epidermis
6. karsinoma vulva – biasanya jenis sel skuamosa
7. kondiloma – pertumbuhan seperti tahi-lalat menyebar di vulva
8. fistula rektovaginalis, vesikovaginalis – antara vagina dengan rektus atau bladder
9. kraurosis vulva – pengerutan dan atrofi vulva; sering pada pasca-menopause
10. leukoplakia vulva – plak keputihan yang cenderung membentuk retakan dan fissura; bisa
menimbulkan vulvitis leukoplakia
11. vaginitis – jenisnya gonorea, mikosis/moniliasis, senilis (tua), Trichomonas
12. dystrophia vulva – perubahan lapisan sel permukaan vulva
13. penyakit Paget pada vulva – bentuk kanker vulva
14. vulvovaginitis – radang vulva dan vagina
Istilah Operatif
1. colpectomy – pembuangan vagina
2. colpocleisis – penutupan vagina; untuk prolapsus vagina pada hysterectomy total
3. colporrhaphy – penjahitan vagina pada reparasi cystocele atau rectocele
4. colposcopy – melihat vagina dan cervix uteri dengan mikroskop binokuler
5. colpotomy – insisi vagina untuk memudahkan penyaluran cairan (drainage0
6. episioplasty – perbaikan bentuk vulva
7. vulvectomy – pembuangan vulva

54
UTERUS DAN STRUKTUR PENUNJANGNYA
Asal-usul Istilah
cervix - leher ostium – muara kecil
fundus - basis metra – rahim
hyster – rahim trachelo – leher
isthmus – saluran sempit uterus - rahim
Istilah Anatomik
1. cul-de-sac, kantong rekto-uterina, Douglas‟ puch – poket antara rektum dan uterus
belakang, dibentuyk oleh penerusan peritoneum
2. ligamentum latum (broad) – lembar peritoneum dua lapis dari rahim ke dinding pelvis
3. ligamentum rotundum (round) –pita fibromuskulerdari fundus ke labia majora
4. myometrium – dinding otot pada rahim
5. uterus – organ berbentuk pear, terdiri atas fundus, corpus, isthmus, dan cervix
6. endometrium – membran mukosa yang melapisi rongga rahim
Istilah Simptomatik
1. amenorrhea – menstruasi tidak ada selama 3 bulan atau lebih
2. cryptomenorrhea – mens ada tapi tak keluar, obstruksi saluran genital bawah
3. dysmenorrhea – mens nyeri
4. hypermenorrhea, menorrhagia – perdarahan premenstruasi
5. hypomenrrrhea – perdarahan dan lama hari menstruasi berkurang
5. metrorrhagia – perdarahan tak terautr dari rahim, bukan karena menstruasi
6. oligomenorrhea – darah mens jarang, siklus 38 hari sampai kurang dari 3 bulan
7. polymenorrhea – perdarahan berulang dalam periode 24 jam
8. premenstrual tension/syndrome – gejala/ketegangan menjelang menstruasi
Istilah Diagnostik
1. karsinoma servix – adenokarsinoma, karsinoma sel skuamos/epidermoid,
2. cervicitis – akut: akibat gonokokus; kronis: akibat infeksilainnya
3. endocervicitis – radang membran mukosa cervix
4. eversion of cervix, ectropion – penonjolan keluar membran mukosa yang sembab
5. polyp cervix – penonjolan bertangkai yang mudah berdarah
6. endometriosis – jaringan endometrium terdapat di bagian lain tubuh
7. endometritis – radang endometrium
8. dysfunctional uterine bleeding – perdarahan akibat sekresi hormon tidak beraturan
9. parametrititis – cellulitis (radang jaringan ikat / subkutis) jaringan dekat rahim
10. perimetritis – peritonitis pelvis
11. antefleksi uterus – uterus membengkok ke depan secara abnormal
12. prolapsus uteri – penurunan rahim, bisa menojol keluar melalui vagina
13. retrofleksi uterus - uterus membengkok ke belakang secara abnormal
14. retroversi uterus – uterus membelok ke belakang, cervix ke symphisis pubis
15. tumor jinak rahim – polip endometrium, leiomyoma, myoma
16. tumor ganas rahm – adenocarcinoma, leiomyosarcoma
Istilah Operatif
1. culdocentesis – penusukan cul-de-sac untuk prosedur diagnostik
2. culdoscopy – melihat cul-de-sac
3. dilatation and curettage (“D&C”) – pelebaran cervix dan pengambilan jaringan
4. hysterectomy – pembuangan rahim
5. hysteroscopy – pemeriksaan rahim dengan endoskopi
6. laparoscopy – melihat organ abdomen dengan endoskopi
7. trachelectomy, cevicectomy – pembuangan cervix uteri

55
OVARIUM DAN TUBA UTERINA
Asal-usul Istilah
albus – putih ifundibulum – funnel, cerocok
ampulla – pot kecil luteum – kuning
dehiscere – memisahkan ovarium – pemegang telur
fimbria – pinggir ovum, (pl. ova) – telur
folliculus – tas kecil salpingo- - tabung, trumpet
Istilah Anatomik
1. ova – sel reproduktif wanita
2. ovarium –kelenjar reproduksi wanita, menghasilkan ova setelah pubertas
3. follikel ovarium – folikel primer (belum matang), folikel Graaf (matang),. Folikel ini berisi
ovum dan menghasilkan hormon estrogen
4. korpus luteum – folikel Graaf tanpa ovum, kuning, menghasilkan progesteron
5. korpus albikans – korpus luteum yang sudah tidak berfungsi lagi, bewarna putih
6. tuba uterina, tuba fallopia, oviduct – saluran dari uterus menuju ke arah ovarium
7. fimbria – ujung tuba yang menerima ocum
8. ampulla – bagian yang melebar, berdindingtipis, di dekat ujung tuba
9. isthmus – bagian tuba yang lebih sempit, berdinding tebal, di dekat uterus
Istilah Simptomatik
1. anovulasi – berhentinya ovulasi karena berhenti atau tertahannya menstruasi
2. menopause – berhentinya menstruasi dan masa reproduktif
3. ovulasi – keluarnya ovum dari folikel Graaf yang pecah
Istilah Diagnostik
1. abses tuboovarium – abses di daerah tuba dan ovarium
2. tumor Brenner – tumor ovarium yang biasanya jinak, bisa menjadi ganas
3. kista ovarium – tumor ovarium yang berisi cairan; bisa berupa kista folikel Graaf, kista
korpus luteum, kista endometrium ektopik ovarium, atau kista theca lutein
4. cystadenoma ovarium – tumor yang „silent‟, mencakup 70& tumor ovarium
5. dysgerminoma – tumor sel benih
6. hydrosalpinx – tuba berisi cairan bening
7. infertilitas – kegagalan menerima pembuahan atau hamil
8. oophoritis – peradangan ovarium
9. pelvic inflammatory disease (PID) – istilah umum untuk peradangan pelvis
10. polycystic ovarian syndrome – pembesaran ovarium berisi banyak mikrokista
11. pyosalpinx – pus di dalam tuba
12. salpingitis – peradangan peradangan tuba
13. torsi pedikulum ovarium – terpuntirnya tangkai kista ovarium, sangat nyeri
14. tumor ovarium – bisa berbentuk kista atau padat, jinak atau ganas
15. tumor tuba – adenomyoma, carcinoma, sarcoma
Istilah Operatif
1. adnexectomy – pembuangan adnexa uterus, tuba dan ovarium
2. oophorectomy, ovariectomy – pembuangan ovarium
3. panhysterectomy dan salpingo-oophorectomy bilateral – pembuangan total rahim, tuba,
dan ovarium
4. ligasi tuba – pengikatan tuba, untuk sterilisasi
5. tubectomy – pembuangan bagian tuba, untuk sterilisasi

56
XI. MATERNAL, ANTENATAL, DAN NEONATAL
HAMIL, MELAHIRKAN, NIFAS
Asal-usul Istilah
gravida – kehamilan pelvis - basin
multi – banyak placenta - kue
nulli – tidak ada primi – pertama
parto – melahirkan puer - anak
Istilah Umum
1. suhu basal tubuh – suhu dalam keadaan basal sebelum bangun pagi. Suhu menjelang
ovulasi lebih rendah daripada postovulasi
2. kurve biphasic siklus menstruasi – suhu mulut basal
 fase estrogen sejak awal menstruasi sampai ovulasi, <36,6oC
 fase setelah ovulasi, >36,6oC
3. blighted ovum – ovum yang telah dibuahi tapi berhenti tumbuh dalam trimester I
4. kontrasepsi – penghambata nkehamilan secara sengaja
5. gestasi – perkembangan janin di dalam rahim
6. gravida – wanita hamil
7. gravida resiko tinggi – wanita hamil yang beresiko tinggi akankegagalan
8. neonatus resiko tinggi – bayi baru lahir yang memerlukan resusitasi
9. multipara – wanita yang telah melahirkan 2 anak atau lebih
10. parturient – wanita yang sedang melahirkan
11. perinatology – ilum tentang janin sebelum, selama, dan setelah lahir
12. primipara – wanita yang telah melahirkan 1 anak
13. teratogens – zat-zat yang bisa menyebabkan kematian atau cacad janin
14. teratology – ilmu tentang cacad akibat gangguan pertumbuhan di masa janin
Istilah Anatomik
1. pelvis – lingkaran tulang sacrum, coccyx, dan panggul
2. pelvis palsu –vertebra lumbalis di batas belakang untuk menyokong kehamilan
3. pelvis sejati – sacrum di batas belakang
4. pelvic brim, pintu atas panggul – batas atas panggul sejati
5. pelvic outlet, pintu bawah panggul –
6. plasenta – struktur vaskuler yang menyediakan makanan untuk janin
Istilah Simptomatik
1.attitude obstetri – posisi anak di dalam rahim
2.ballottement – cara mengenal kehamilan atau pasuknya kepala anak
3.cincin Bandl – cekungan antara pubis dan abdomen pada obstruksi kelahiran
4.tanda Braxton-Hicks – kontraksi ringan rahim sewaktu hamil
5.colostrum – cairan kekuningan dari mammae, hamil sampai 2-3 hari melahirkan
6.dilatasi cervix – pembukaan perlahan cervix menjelang melahirkan
7.dystovia – kelahiran sulit
8.effacement – penipisan dan pemendekan cervix menjelang melahirkan
9.hemorrhagia: antepartum, intrapartum, postpartum – perdarahan sebelum, sewaktu, atau
sesudah melahirkan
10. labor – kontraksi rahim yang menyebabkan anak lahir. Stadium (1): sampai dilatasi total
cervix, (2): sampai anak lahir, (3) sampai plasenta lahir
11. lochia – cairan dari saluran lahir setelah melahirkan

57
12. presentasi atau „lie‟ – longitudinal (sungsang atau kepala) dan transversa; yang paling
umum adalah peresentasi belakang kepala
Istilah Diagnostik
1. abortion – pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin mampu hidup
2. abortus habitualis – abortus spontan 3x beruturutan atau lebih
3. abortus imminent – perdarahan vagina, biasanya berakhir dengan pengeluaran janin
4. abortus insipient – ruptura membran ketuban diikuti oleh pengeluaran janin
5. abortus inkomplit – janin keluar tapi plasenta masih tertinggal bagiannya
6. induced abortion– pengeluaran janin dengan sengaja
7. missed abortion – abortus yang tidak disadari berhari-hari atau minggu
8. abortus septik – abortus disertai infeksi
9. kehamilan ektopik – ovum yang telah dibuahi tertanam di luar rongga rahim
10. hiperemesis gravidarum – mual dan muntah hebat selama trimester I
11. hipertensi pada kehamilan – tekanan darah >140/90 sebelum atau selama hamil
12. eklampsia – hamil dengan hipertensi, kejang, gangguan fungsi ginjal, demam
13. preeklampsia – ditandai oleh peningkatan tekanan darah, berat badan berlebihan,
gangguan fungsi ginjal, proteinuria
14. involusi uterus – kembalinya uterus ke ukuran sebelum hamil
15. oligohydramnios – jumlah cairan amnion sedikit
16. polyhydramnios hydramnios – jumlah cairan amnion berlebihan
17. ablatio plasenta, placenta abruptio – plasenta lepas dini, diikuti perdarahan
18. plasenta accreta – placenta melekat erat ke uterus, walau pun anak telah lahir
19. placenta previa – plasenta terletak lebih bawah di uterus
20. puerperal hematoma – penumpukan darah di jaringan setelah melahirkan
21. infeksi, demam, septikemia puerperal – infeksi di masa nifas
22. hysterorrhexis, metrorrhexis – robekan pada rahim
23. subinvolusi– rahim gagal kembali ke ukuran asalnya setelah melahirkan
24. trophoblast – lapisan ektoderm yang melekatkan hasil pembuahan ke rahim
25, penyakit trofoblast: chorioadenoma destruens (ganas), choriocarcinoma, hydatidiform
mole (mola hidatidosa, hamil anggur)
26, apopleksia uteroplasenta – perdarahan berat retroplasenta ke myometrium
Istilah Operatif
1. sectio cesaria – pengeluaran janin melalui sayatan pada rahim
2. breech extraction – ekstraksi, anak dalam posisi sungsang ditarik keluar
3. episiotomy – insisi perineum untuk memudahkan kelahiran
4. forceps extraction – penarikan anak dengan menggunakan forseps
5. vacuum extraction – penarikan anak dengan menggunakan ekstraktor vakum
6. version – proses pemutaran posisi anak sewaktu di dalam rahim

PERIODE ANTENATAL & NEONATUS


Asal-usul Istilah
amnion – selaput ketuban fetus - keturunan
teras – monster chorion – selaput ketuban
toxico - racun
neonate – bayi baru lahir umbulicus – tali pusat
Istilah Anatomik
1. amnion – kantong tipis berisi cairan yang melindungi janin di rahim
2. chorion – selaput yang melapisi hasil pembuahan
3. amniotic fluid – cairan ketuban

58
4. embryo – hasil pembuahan,sampai usia 3 bulan pertama
5. fetus – janin di dalam rahim sejak mencapai usia 3 bulan
6. fontanel – tempat pertemuan tulang kepala yang masih terbuka
7. umbilical cord – saluran penghubung plasenta dengan tali pusat janin
Istilah Simptomatik
1. Apgar score – cara menganalisa kondisi neonatus melalui denyut jantung, usaha bernafas,
refleks, dan warna kulit
2. congenital – lahir dengan kondisi tertentu
3. meconium – berak hitam neonatus
4. vernix caseosa – zat lemak yang melapisi neonatus
Istilah Diagnostik
1. abortus – pengeluaran janin <28 minggu atau <500 g, tak bisa bertahan hidup
2. fetal distress – kondisi mengancam pada janin akibat anoksia janin
3. asphyxia neonatorum – kekurangan oksigen di darah bayi baru lahir
4. atelectasis neonatorum – kegagalan paru-paru mengembang sewaktu lahir
5. caput succedanium – edema pada bagian kepala yang „presenting‟
6. hydrocephalus – kepala membesar karena penumpukan cairan di ventrikel otak
7. idiopathic respratory distress syndrome (IRDS0, hyaline membrane disease (HMD) –
kesulitan bernafas karena saluran alveolus dan alvelus diisi oleh hyalin.
8. atresia anus – rektum menemukan jalan buntu
9. kernicterus – ensefalopati akibat penumpukan bilirubin di otak; akibat penghancuran
eritrosit berlebihan
10. meningocele – meningen menonjol melalui cacad di tengkorak atau vertebrae
11. phocomelia – cacad kongenital dengan anggota pendek atau tidak ada, akibat thalidomide
yang dimakan ibu pada hamil trimester I
12. prematuritas – bayi lahir sebelum usia 37 minggu atau <2500 g
13. hernia umbilicalis, omphalocele –ruptura umbilicus dengan penonjolan usus
Istilah Prosedur Khusus
1. amniocentesis – penusukan rongga amnion
2. fetal electrocardiography – pencatatan impuls listrik jantung janin
3. fetal monitoring – pencatatan fetal heart rate (FHR, nadi) dan kontraksi rahim
4. fetal phonocardiography – pencatatan bunyi jantung dengan phonocardiograph

59
XII. KELAINAN ENDOKRIN DAN METABOLIK
KELENJAR ENDOKRIN
Asal-usul Istilah
acro – ekstremitas physis – tumbuh
crine – menyekresi edema – sembab
pituita – phlegm, cairan hidung/tenggorok thyro – perisai
goiter – tenggorok tropho – makanan
hormone - merangsang
Istilah Anatomik
1. kelenjar endokrin – kelenjar buntu penghasil sekresi internal yang langsung diserap darah
2. hormone – zat aktif dari sekresi internal
3. hypophysis, pituitary – kelenjar pada fossa hypofisis os. sfenoidalis
4. adenohypophysis – hipofisis yang berisi kelenjar
5. neurohypophysis – hipofisis yang merupakan penerusan hipotalamus, berisi ujung syaraf
6. parathyroid – kelenjar kecil di dekat kelenjar thyroid, penghasil hormon parathyroid
7. adrenal – kelenjar di atas ginjal
8. thymus – kelenjar di belakang sternum, untuk kekebalan di masa kanak-kanak
9. thyroid – kelenjar di depan kartilago tiroidea, hormonnya mengatur metabolisme
Istilah Simptomatik
1. exophthalmos – penonjolan bola mata akibat penumpukan cairan di belekang bola mata
2. hirsutism – pertumbuhan rambut berlebihan
3. hyperkinesia – pergerakan yang meningkat abnormal
4. hipertensi paroksismal – peningkatan tekanan darah mendadak setelah penurunan
5. hipotensi postural – hipotensi akibat berdiri mendadak
6. pressor effect – efek penigkatan tekanan darah (oleh simpatis atau epinefrin)
7. proptosis – exophthalmos, pergeseran bola mata ke depan
8. virilisme – maskulinisasi perempuan
9. vitiligo – bercak putih di kulit tangan dan kaki, bisa pada hipertiroidisme
Istilah Diagnostik
1. acromegaly – pembesaran ekstremitas, akibat hormon pertumbuhan (GH)
2. penyakit Addison – kekurangan primer hormon kortisol
3. adrenal crisis – krisis akibat hormon kortisol sangat sedikit
4. penyakit Cushing – penyakit produksi kortisol berlebihan
5. aldosteronisme, sindroma Conn – sekresi aldosteron berlebihan
6. apopleksia adrenal – infark adrenal
7. adenoma/adenocarcinoma adrenal – tumor korteks adrenal
8. neuroblastoma adrenal – tumor neuroblast medulla adrenal
9. pheochromocytoma – tumor medulla adrenal, khas dengan hipertensi mendadak
10. craniopharyngioma – tumor pituitary, menekan chiasma optikum sehingga buta
11. dwarfisme, cebol – akibat kekurangan hormon pertumbuhan
12. giantisme, gigantisme – pertumbuhan berlebihan akibat kelebihan GH
13. eunuchisme – pertumbuhan gonad sangat rendah
14. eunuchoidisme – pertumbuhan gonad rendah, mirip eunuch
15. adiposogenital dystrophy, sindroma Froehlich – panhypopituitarism, terutama akibat
kekurangan gonadotropin
16. goiter – pembesaran kelenjar tiroid; bernodul atau diffuse, toksik atau nontoksik

60
17. sindroma hiperkalsemia – kadar kalsium darah amat tinggi
18. hiperinsulinisme – insulin berlebihan akibat tumor sel-sel pankreas
19. hiperparatiroidisme – kelebihan produksi dan akitifitas PTH
20. hypoparathyroidisme – penurunan PTH, menimbulkan hipocalcemia
21. hypertiroidisme, thyrotoxicosis, exophthalmic goiter, penyakit Graves –produksi hormon
tiroid sangat berlebihan
22. hypothyroidisme – kondisi akibat penurunan sekresi hormon tiroid
23. multiple endocrine adenomatosis (MEA) – tumor, melibatkan banyak kelenjar endokrin
24. myxedema – hipotiroidisme; edema „non-pitting‟ akibat penumpukan zat di jaringan
25. tetany – spasme tonik akibat kekurangan kalsium pada hipoparatiroidisme
26. thymitis – radang kelenjar thymus, suatu reaksi autoimmun
27. thymoma – tumor kelenjar thymus, bisa menyebar
28. thymotoxicosis –sekresi thymin berlebihan sehingga memberi efek toksik
29 tiroiditis – radang kelenjar tiroid
30. neoplasma tiroid – bisa adenoma atau karsinoma

PENYAKIT METABOLIK
Asal-usul Istilah
keton – hasil metabolisme asam lemak metabole - mengubah
melano- – hitam porphyr- - ungu/purple
meli, melit – madu tophus – batu berpori
Istilah Simptomatik
1. exacerbation – pemberatan gejala
2. glycosuria – gula di dalam urin
3. hiperkhloremia – khlorida berlebihan di darah
4. hypercholesterolemia – kholesterol berlebihan di darah
5. hiperchylomicronemia – chylomicron berlebihan di darah
6. hyperglycemia – kadar gula darah berlebihan
7. hyperkalemia –potassium berlebihan di darah
8. hypertriglyceridemia – trigliserida berlebihan di darah
9. hyperuricemia – uric acid (asam urat) berlebihan di darah
10. hyponatremia – sodium sangat rendah di darah
11. ketosis – benda-benda keton berlebihan di darah, cairan dan jaringan tubuh
12. pernafasan Kussmaul – manifestasi asidosis diabetik dengan pernafasan dalam dan
dyspnea; akibat rangsangan asidosis terhadap pusta pernafasan di otak
13. melanosis – pigmen hitam disebarkan di berbagai jaringan tubuh
14. polyphagia – makan berlebihan
15. remisi – penurunan berat gejala
16. tophus (pl. tophi) – deposit Na-biurate di dekat sendi, pada penyakit gout / pirai
Istilah Diagnostik
1. asidosis – peningkatan abonormal keasaman darah
2. asidosis metabolik – pH berkurang akibat kekurangan alkali
3. asidosis respirasi – pH berkurang akibat kelebihan CO2
4. alkalosis – penurunan abnormal keasaman darah
5. alkalosis metabolik – pH meningkat akibat kehilangan asam
6. alkalosis respirasi – peningkatan pH pada hiperventilasi, demam, histeria, cemas
7. sindroma karsinoid, carcinoidosis – kelainan metabolik khas dengan flushing, diare,
dyspnea, dan penyakit katup jantung.
8. flushing – merasa panas-panas, berkeringat dan kulit kemerahan
9. diabetes insipidus – poliuria dan polidipsia akibat sekresi ADH sangat kurang

61
10. poliuria – banyak urinasi
11. polidipsia – banyak minum
12. ADH – antidiuretic hormone, bertugas untuk menarik air dari ginjal
13. diabetes mellitus – penyakit kekurangan efek insulin
14. occult diabetes – diabetes mellitus yang gejalanya belum menonjol
15. galaktosemia – peningkatan galaktosa darah, akibat gangguan metabolismenya
16. penyakit Gaucher – cacad metabolik, menyebabkan gangguan penyimpanan lipid
17. glikolisis – proses metabolisme glukosa menjadi asam piruvat dan ATP
18. siklus Kreb, siklus asam sitrat – proses lanjut metabolisme glukosa menjadi ATP
19. glikogenesis – proses perubahan glukosa menjadi glikoden
20. glikogenolisis – proses pemecahan glikogen menjadi glukosa
21. glukoneogenesis – proses pembentukan glukosa dari lemak atau asam amino
22. glikogenosis – penyakit akibat gangguan glikogenesis dan glikogenolisis
23. lipidosis –gangguan kadar lipid darah, cairan tubuh atau jaringan
 kelainan kadar lipoprotein: hyper-, dys-, atau hypo-lipoproteinemia
 gangguan penyaimpanan lemak, a.l. Gaucher‟s disease
 penyakit granulomatosis
 xanthomatosis – penyebaran plak kuning berisi lemak
 kelainan lemak jaringan adiposum – lipoatrophy, lipodystrophy
24. hiperglukagonemia – peningkatan kadar hormon glukagon di darah
25. metabolic stone disease – keadaan yang menyebabkan terjadinya nephrolithiasis
26. obesitas – kelebihan jaringan adiposum, biasanya trigiliserida dan kholesterol meningkat
27. phenylketonuria –phenyl keton di urin akibat kelainan metabolisme asam amino
28. porphyria – gangguan metabolisme porphyrin (suatu pigmen biologis)
29. porphyrinuria – porphyrin di urine, tanda porphyria atau keracunan logam
30. chylomicron – hasil penyerapan lemak dari usus, melalui limfe ke darah
Istilah Operatif
1. adrenalectomy – pembuangan kelenjar adrenal
2. cryohypophysectomy – pembuangan hypophysis dengan pendekatan stereotaksis
3. lobektomi toroid – pembuangan isthmus dan lobus tiroid
4. tiroidektomi – pembuangan tiroid

KELAINAN HORMONAL DAN CYTOGENETICS


Asal-usul Istilah
acro – ekstremita mitos - benang
chroma – warna mutant - berubah
gamete – pasangan (spouse) soma - badan
gen – menghasilkan sperm - bibit
idio- – jauh, sangat berbeda spermato- – menyemai bibit
karyo- inti syndrome – lari bersama
Istilah Diagnostik
1. syndroma Down – gejala dengan retardasi dan tanda mongolisme (pendek, mata miring,
mulut terbuka, lidah menonjol
2. sindrome Klinefelter – dysgenesis tubulus seminiferus (di dalam testes); bisa
menyebabkan aspermia, oligospermia, eunuchoidism, gynecomastia (mammae tumbuh
berlebihan pada lelaki), hypogonadism (hipoplasia testes, kecil dan padat); disertai
retardasi mental dan gangguan psikiatrik
3. sindroma Noonan – khas dengan cryptorchisme (testes tidak di skrotum)
4. sindroma Turner, dysgenesis gonad, dysgenesis ovarium – ovarium tidak berkembang

62
XIII. ORGAN PENGLIHATAN
MATA
Asal-usul Istilah
choroid – mirip kulit ophthalmo - mata
converge – menyatu opsis - penglihatan
cornea – bertanduk opto- – pandangan
crystal – sejernih es phakos - lensa
cyclo – lingkaran pyon - pus
enucleate-membuang biji schisis - pembelahan
iris – pelangi sclera - keras
kerato- – bertanduk uva – anggur (grape)
nystagmus – sinyal vitreous – seperti kaca
oculus – mata zonule – pita kecil
Istilah Anatomik
1. bulbus oculi – bola mata
2. chambers – ruang; anterior (di depan iris), posterior (di belakang lensa)
3. cornea – lapisan luar bagian depan, transparan,
4. retina – menerima cahaya, mengirim impuls sensoris ke nervus opticus (NC II)
5. uvea – lapisan antara, yaitu choroid, corpus ciliaris, iris
6. zonula ciliris – ligamen suspensorium (penggantung) lensa
7. fovea – cekungan kecil di makula, untuk pandangan paling tajam
8. macula lutea – daerah kecil tanpa pembuluh darah di sekeliling fovea
9. fundus oculi – bagian belakang dalam bola mata, terlihat dengan ophthalmoskop
10. lensa – benda bening, elastis, bikonveks, di belakang iris
11. orbit, orbita – rongga tulang tengkorak tempat bola mata
12. trabekula – serat longgar di chamber anterior, tempat aqueous humor lewat
13. aqueous humor – cairan encer di depan chamber anteriod
14. vitreous body – massa transparent seperti jelly, di belakang lensa
Istilah Simptomatik
1. amaurosis fugax – buta sementara pada satu mata, akibat gangguan sirkulasi
2. amblyopia – penurunan pandangan, kelainan mata tidak didapatkan
3. amblyopia ex anopsia – penurunan ketajaman pandangan tanpa kelainan organik
4. ametropia – kesalahan refraksi cahaya, bayangan tidak jatuh di di retina
5. anisometropia – daya refraksi mata kiri dan kana tidak sembang
6. pupil Argyll-Robertson – refleks cahaya pupil tidak ada, pada syphilis SSp
7. astigmatisma – bayangan di mata tidak sempurna karena fokus tidak sama
8. color blindness – buta warna
9. diplopia – pandangan kembar
10. emmetropia – penglihatan normal
11. enophthalmus – bola mata tertarik ke dalam orbita
12. exophthalmos – bola mata terdorong ke arah luar orbita
13. hypermetropia, hyperopia – rabun jauh; bayangan jatuh di belakang retina
14. hyphemia – darah di chamber anterio di depan iris
15. myopia – rabun dekat, bayangan jatuh di depan retina
16. nystagmus – gerakan bola mata yang konstan dan tidak disadari
17. photophobia – tak tahan cahaya
18. presbyopia – penurunan akomodasi secara perlahan

63
19. scotoma – bintik buta pemandangan
Istilah Diagnostik
1. arkus senilis – perubahan degenratif kornea, setelah usia 30 tahun
2. dystrophy kornea – degenrasi idiopatik kornea
3. corneal injury – akibat benda asing, zat kimiawi, panas, atau radiasi
4. ulkus kornea – bentuk keratitis yang diikuti kerusakan stroma
5. dermoid – tumor seperti kulit di kornea dan sklera
6. hypopyon – nanah di chamber anterior
7. keratitits – radang kornea, superfisial (dangkal) atau profunda (dalam)
8. keratoconus – penonjolan di pusat kornea
9. scar (parut) kornea – leukoma (opak putih), makula (bintik putih), nebula (opak abu-abu)
10. perdarahan khoroid – perdarahan lokal di khoroid
11. iridocyclitis – radang iris dan corpus ciliaris
12. iridodialysis – lepasnya pinggir luar iris dari corpus ciliaris
13. iritis – radang iris
14. synechia – perlekatan iris ke kornea (anterior) atau ke lensa (posterior)
15. tumor traktus uvea (khoroid, iris, corpus ciliaris) – nevi, melanoma jinak dan ganas
16. uveitis – alergi, kuman, iritan dan toksin, serta penyakit jaringan penyambung
17. degenerasi vitreoretina – khas dengan pengenceran vitreus sentralis dan tertariknya retina
18. detachment (ablatio, lepas), hemorrhagia, dan infeksi vitreus
19. aphakia – lensa tidak ada; binokuler atau monokuler
20. cataract – lensa keruh
21. ectopia lentis – pergeseran posisi lensa; pada sindroma Marfan atau trauma
22. glaucoma – peningkatan tekanan intraokuli; akut, kronis, dan malignant
23. atrofi dan degenerasi retina – disertai penurunan ketajaman pandangan
24. retinal detachment/ablatio – lepasnya retina dari choroid
25. edema retina – akibat trauma
26. diabetic retinopathy – perubahan retina pada diabetes
27. retinitis pigmentosa – sebaran pigmen seperti laba-laba di retina
28. retrolental fibroplasia – pertumbuhan jaringan ikat di balik lensa
29. optic neuritis- radang n. Opticus (NC II)
30. papilledema – edema papilla (kepala n. Opticus)
31. retrobulbar neuritis – radang n.Optikus di balik bola mata
32. endophthalmitis – radang intraokuli
33. panophthalmitis – infeksi luas mata
34. melanoma khoroid atau iris – tumor ganas sel pembentuk melanin
35. glioma – tumor glia yang berasal dari astrosit n. Optikus
36. meningioma – tumor orbita pada selaput n. Optikus
37. retinoblastoma – tumor ganas retina
Istilah Operatif
1. operasi katarak – membuang lensa yang telah opak
2. operasi kornea -
 keratocentesis – menusuk kornea
 keratoplasty, graft dan transplantasi– mengganti bagian opak dengan yang jernih
3. enukleasi – pembuangan bola mata
4. evisceration – pembuangan isi bola mata tapi meninggalkan kornea dan sklera
5. operasi glaukoma – untuk menurunkan tekanan bolamata
 cyclocryosurgery – menggunakan cryoprobe, menurunkan produksi cairan
 cyclodialysis – drainasi cairan
 iridencleisis – drainase ke dasar konjungtiva dan diserap darah kembali

64
 goniotomy – sayatan melalui chamber anterior
 bedah mikro: trabekulotomi atau trabekulektomy
 iridektomi perifer – membebaskan sudut filtrasi dari iris
 thermal sklerostomy – prosedur pembuatan saluran
6. ocular photocoagulation – penggunaan sinar laser atau xenon untuk koagulasi jaringan
7. viterctomy , subtotal – pembuangan bagian vitreous

ORGAN AKSESORIS PENGLIHATAN


Asal-usul Istilah
blepharo – kelopak mata cilia – bulu mata
canaliculus – saluran kecil dacryo- - airmata
cantho – sudut dacryoaden – kelenjar airmata
dacryocys – kantong airmata lacrima – airmata
fissura – celah oblique – miring
fornix – lengkung palpebra – kelopak mata
junctus – bergabung rectus – lurus
Istilah Anatomik
1. canthus – sudut medial atau lateral mata
2. cilia – bulu mata
3. conjunctiva – membran mukosa pelapis kelopak (palpebra) dan bola mata (bulbar)
4. ornix – sudut antara konjungtiva palpebra dan bulbar
5. lacrimal apparatus –penghasil airmata: kelenjar, saluran, kantong
Istilah Simptomatik
1. blepharedema – sembab kelopak mata
2. chemosis – sembab konjungtiva dekat kornea
3. epiphora – airmata berlebihan, akibat tersumbatnya ductus lacrimalis
4. pannus – kapiler terbentuk baru dan menutupi kornea sebagai lapisan tipis
5. symblepharon – perlekatan konjungtiva palpebra dan bulbar
6. xerophthalmia – kering berlebihan pada mata
Istilah Diagnostik
1. blepharitis – radang kelopak mata
2. blepharoptosis – jatuhnya kelopak mata
3. chalazion – granuloma mata
4. ectropion – pembelokan keluar kelopak mata
5. entropion – pembelokan ke dalam kelopak mata
6. conjunctivitis – radang konjungtiva
7. pterygium –jaringan konjungtiva yang meneruskan diri ke tengah kornea
8. trachoma – radang kronis konjungtiva akibat virus
9. dacryoadenitis – radang kelenjar airmata
10. dacryocystitis – kelenjar kantong air mata
11. ophthalmoplegia eksterna – kelumpuhan otot-otot bola mata
12. ophthalmoplegia interna – kelumpuhan serat n. Oculomotorius (NC III)
13. strabismus - juling
14. esotropia – juling ke arah medial
15. exotropia – juling ke arah lateral
Istilah Operatif
1. blepharectomy – pembuangan kelopak mata
2. dacryoadenectomy – pembuangan kelenjar air mata
3. tarsorrhaphy – penutupan kelopak secara bedah

65
XIV. ORGAN PENDENGARAN
TELINGA
Asal-usul Istilah
acoustic – pendengaran myringa – gendang telinga
aditus – pendekatan, tempat masuk ossicle – tulang kecil
auditios – pendengaran ot, oto - telinga
auricle – telinga salpingo – saluran, trumpet
cochlea – siput tympano – gendang telinga
labyrinth – terowongan berliku vestibule – ruang depan
Istilah Anatomik
1. Telinga luar – terdiri dari daun telinga dan liang telinga
 auricula, pinna, auricle – daun telinga
 cerumen – lilin telinga, dari sekresi kelenjar cerumen kulit liang telinga
 external auditory meatus – liang telinga
 helix – pinggir daun telinga yang melipat
2. Telinga tengah, rongga tympani – bagian telinga yang berisi tulang-tulang kecil
 tuba auditorius, tuba eustachius, tuba pharyngotympani – saluran komunikasi telinga
tengah dengan pharynx
 aditus ad antrum – lobang menuju antrum mastoid
 fenestra cochleae, fenestra rotunda – pintu bulat menghadap telinga dalam
 fenestra vestibuli, fenestra ovalis – pintu oval tempat tapak stapes berada
 ossicles: malleus, incus, dan stapes – mengantarkan getaran ke telinga tengah
3. Telinga dalam – berisi sejumlah rongga dan labyrinth membran
 cochlea – saluran spiral, organ penting pendengaran
 aparatus vestibularis – utrikulus & kanalis semisirkuler, untuk keseimbangan
 n. vestibulocochlearis (NC VIII), untuk pendengaran dan keseimbangan
Istilah Simptomatik
1. anacusis – suara tidak terdengar
2. auditory agnosia – suara terdengar utuh, tapi tidak dipahami oleh otak
3. aural discharge – keluar cairan dari telinga
4. impacted cerumen – lilin telinga mengering dan menyumbat
5. otalgia – nyeri di telinga
6. otorrhagia – perdarah ndari telinga
7. otorrhea – cairan bernanah dari telinga
8. paracusis Willis –penderita tuli mendengar lebih baik ketika bising
9. presbycusis – gangguan pendengaran karena penuaan
10. vertigo – ilusi gerakan dibandingkan dengan sekitarnya; pasien merasa berputar (jenis
subjektif), atau merasa objek yang berputar mengitarinya (objektif)
Istilah Diagnostik
1. Kondisi telinga luar
 abses: aurikula atau meatus auditorius eksterna
 cacad: atresia liang telinga (tertutup), mikrotia kongenital (daun telinga sangat kecil),
avulsi daun telinga karena trauma
 perichondritis aurikula – radang jaringan fibrosa sekitar kartilago
2. Kondisi membran timpani
 cedera – karena bersin keras dengan menutup hidung, bunyi keras

66
myringitis, tympanitis – radang membran
perforasi – kalau kecil sembuh sendiri, besar memerlukan tympanoplasty
tympanosclerosis – pengerasan membran timpani
3. Kondisi telinga tengah
 aerotitis media, barotitis media, aural barotrauma – nyeri karena perubahan tekanan
atmosfir di telinga tengah; ketika terbang atau menyelam
 chlesteatoma – massa seperti mutiara; pada infeksi telinga tengah
 malformasi ossikel – bentuk ossicle abnormal, menimbulkan tuli hantaran
 dislokasi ossikel – akibat cedera kepala yang mengenai membran timpani
 fraktura os temporalis – biasa melibatkan telinga tengah dengan keluar darah dan
cairan serebrospinal, vertigo, tuli dan paralisis n. Facialis (NC VII)
 mastoiditis – infeksi telinga tengah menyebar ke antrum dan sel-sel mastoid
 effusi telinga tengah – cairan di telinga tengah, umumnya tanpa infeksi
 otitis media – radang telinga tengah
 salpingitis tuba eustachius – radang tuba eustachius
4. Kondisi telinga dalam
 acoustic neuroma – tumor jinak NC VIII
 labyrinthitis – akibat otitis media supuratif
 penyakit Meniere, endolymphatic hydrops – kelainan syaraf dengan gejala vertigo,
gangguan pendengaran dan tinnitus
 tinnitus objektif – suara berdesis, berdering atau gemuruh didengar pasien
5. Kehilangan pendengaran
 jenis konduktif – akibat gelombang suara yang ke telinga dalam terhambat
 jenis sensori-neural – akibat gangguan syaraf dari cohlea ke otak
Istilah Operatif
1. otoplasty – perbaikan daun telinga yang cacad
2. mastoid antrotomy – membuka antrum mastoid, pada infeksi telinga tengah
3. mastoidektomi – pembuangan jaringan rusak mastoid
4. myringoplasty, tympanoplasty – perbaikan membran timpani
5. myringotomi, tympanotomy – melubangi membran timpani
6. cochlear implant – alat elektronik ditanmkan di dalam telinga

67
XV. KELAINAN SISTEMIK
PENYAKIT INFEKSI
Asal-usul Istilah
ameba – berubah pseudopod – kaki palsu
bacillus – batang saprophyte – tanaman busuk
coccus – berry spirochete – rambut berurai
gono – biji/benih (seed) staphy – setangkai anggur
helminth – cacing strepto - bengkok
inoculate – mengukir treponema – benang berbelok
lympha – air bersih trich - rambut
myco – jamur verctor – pembawa
platy – datar, lebar virus - racun
protozoon – hewan pertama zoster – ikat pinggang
Istilah dasar
1. agglutinasi – penggumpalan bakteria (atau sel darah) setelah diberi antigen
2. aerobe – organisme yang memerlukan oksigen untuk bertumbuh
3. anaerobe – organisme yang sanggup tumbuh tanpa adanya oksigen atmosfir
4. allergi – hipersensitif terhadap aleregen sehingga muncul gejala
5. allergen – zat yang mampu menimbulkan reaksi hipersensitif
6. contagious - menular
7. acid-fast bacilli – kuman tahan asam, (terhadap efek asam di laboratorium)
8. gram-negative – kuman yang tidak mempertahankan pewarnaan Gram
9. gram-positive – kuman yang mempertahankan pewarnaan Gram
10. antiseptik – zat yang menghambat pertumbuhan bakteri
11. antitoksin – serum imun yang menghambat aksi merusak toksin
12. medium kultur – lingkungan yang mendorong pertumbuhan kuman
13. eksudat – cairan atau elemen darah yang lolos ke rongga tubuh atau jaringan
14. infeksi nosokomial – infeksi yang diperleh di rumah sakit
15. parasit – makhluk yang menumpang dan makan dari sumber tuan rumahnya
16. saprophyte – organisme yang hidup dari sumber yang telah mati
17. putrefaction – dekompisisi material organik („pembusukan‟)
18. fungus – organisme bersel tunggal: yeast, mushrooms, mould, jamur
19. yeast – jamur yang digunakan untuk fermentasi alkohol dan membuat roti, ragi
Istilah pada infeksi virus
1. infeksi adenovirus – menular melalui kontak langsung dan mampu bersembunyi di
jaringan lymphoid; menyebabkan epidemi penyakit pernafasan akut, faringitis dengan
demam, keratokonjungtivitis, demam faringokonjungtiva, dan pneumonia
2. infeksi arbovirus – infeksi virusyang ditularkan oleh arthropoda („arthropode-borne‟
viruses), terutama insekta penghisap darah (hemaphagous)
3. chicken pox, varicella – cacar air
4. small pox, variola - cacar
5. German measles, rubella – mirip dengan morbilli
6. measles, rubeola, morbilli – „campak‟, kemerahan di sekujur tubuh
7. herpes simplex, herpes febrilis – mengenai kulit dan membran mukosa
8. herpes zoster – mengenai ganglion radix dorsalis
9. influenza – demam akut akibat virus influeanza
10. mumps, parotitis infeksiosa – mengenai saliva, bisa menyebar ke testes dan ovarium

68
11. infeksi cytomegalovirus (CMV) – kongenital atau acquired
12. rabies, hydrophobia – ensefalitis akut dengan lumpuh, delirium, kejang
13. hepatitis virus – menimbulkan kerusakan sel-sel hati
Istilah pada infeksi chlamydiae
1. chlamydia – mirokorganisme tidak bergerak, Gram negatif, parasit intrasel
2. lymphogenetic venereum – penyakit kelamin dengan radang kelenjar inguinal
3. psittacosis, ornithosis, parrot fever – melibatkan paru-paru, penularan melalui kontak
dengan burung yang terinfeksi atau sputum
4. trachoma dan inclusion conjungtivitis – menyebabkan scar cornea dan buta
Istilah pada infeksi kokus
1. erysipelas – radang akut, demam, lesi kulit berpindah; disebabkan Streptococcus pyogenes
2. furunculosis – vesikel-vesikel akibat Staphylococcus aureus
3. gonorrhea – infeksi yang dimulai di urethra dan menyerang membran mukosa genital;
akibat Neisseria gonorrhea (gonococcus)
4. meningitis – radang meningen akibat Neisseria meningitidis
5. keracunan makanan akibat staphylococcus – mual, muntah, diare
Istilah pada infeksi bacilli
1. bacillary dysnteri, shigellosis – diare akut akibat Shigella spp. (spp. = berbagai species)
2. diphtheria – infeksi akut dengan membran di tenggorokan, Corynebacterium diphtheriae
3. keracunan makanan botulismus – akibat Clostridium botulinum, menyebabkan kelemahan,
sakit kepala dan lumpuh
4. keracunan makanan Salmonella – akibat Salmonella typhi dan S. paratyphi, meneyebabkan
demam typhoid („tifus‟) dan paratyphoid
5. undulant fever – demam naik turun akibat Brucella sp.
Istilah pada infeksi fungi dan yeasts
1. actinomycosis – membentuk abses, pada muka, leher, paru-paru, abdomen
2. aspergillosis – menyerang paru-paru, kulit, sinus, telinga luar, meningen, tulang
3. blastomycosis – pada jaringan bawah kulit dan paru-paru
4. candidiasis – menyerang mulut, vagina, kuku, paru-paru
5. coccidioidomycosis – mengenai paru, kulit , kelenjar limfe, atau pun meningen
6. crytococcosis – abses pada kuli, bawah kulit, paru, dan meningen
7. histoplasmosis – lesi pada paru-paru
8. nocardiosis – pada paru-paru atau menyebar
9. mycosis – infeksi jamur
Istilah pada infeksi spirochete
1. leptospirosis – akibat Leptospira sp., melalui makanan tercampur kotoran anjing, tikus,
sapi atau babi
2. relapsing fever – akibat Borrrelia recurrentis; ditularkan melalui insekta
3. venereal syphilis – akibat Treponema pallidum; melalui hubungan seksual
Istilah pada infeksi protozoa
1. amebic dysenteri, amebiasis – akibat Entamoeba histolytica
2. malaria – akibat Plasmodium sp.; menggigil disaat sporulasi
3. pneumocystis pneumonia – akibat Pneumocystis carinii, pada penurunan daya tahan tubuh
Istilah pada infeksi metazoa
1. cestoda – cacing pita
 cestodiasis
 ecchinococcosis – kista hydatid berisi larva Ecchinococcus granulosa
 taeniasis – akibat makan daging sapi, babi atau ikan yang kurang dimasak

69
 cysticercosis – taenia dalam bentuk muda, pada daging atau ikan
2. nematoda – cacing bulat
 ascariasis
 enterobiasis
 filariasis
 hookworm disease – cacing tambang
 onchocercosis
 strongyloidosis
 trichiniasis
 trichuriasis
3. trematoda – cacing pipih
 fasciolopsis
 schistosomiasis

PENYAKIT IMMUNOLOGIS
Asal-usul Istilah
ana – tanpa immune – aman, dikecualikan
auto – sendiri lysis - mencair
fluorescent – mengalir phoresis - dibawa
histos – jaringan, jaring phylaxis - perlindungan
Istilah Dasar
1.antibody – protein khusus yang dibentuk sebagai respons terhadap antigen
2.antigen – yang menyebabkan tubuh membentuk antibodi
3.autoantibody – antibodi yang terbentuk akibat antigen milik tubuh sendiri
4.autohemolysin – antibodi yang menyerang sel darah sendiri
5.autoimmunization – pembentukan antibodi di tubuh tanpa intervensi dari luar
6.cytotoxicity – perusakan sel oleh autoantibodi
7.anaphylaxis – hipersensitifitas berlebihan, menimbulkan edema larings, hipoksia,
gangguan pernafasan, hipotensi dan kolaps vaskuler
8. hypersensitivity – kesensitifan berlebihan terhadap agen infeksi, kimia, dsb.
9. immune response – pembentukan antibodi akibat rangsangan spesifik
10. rejection phenomenon – reaksi penolakan terhadap organ yang berasal dari donor

PENYAKIT JARINGAN IKAT


Asal-usul Istilah
colla – perekat lupus – serigala, menghancurkan
erythema – kemerahan sclera, sclero - keras
Istilah Anatomik
1. collagen – jaringan antara serat-serat jaringan penyambung
2. penyakit kolagen – penyakit dengan perubahan patologis jaringan kolagen
3. jaringan penyambung – jaringan dengan sel-sel longgar, berisi material interseluler yang
menunjukkan kespesifikan jaringan tersebut.
Istilah Diagnostik
1. dermatomyositis – dimulai dari dermatitis dan menyebar ke otot rangka
2. disseminated lupus erythematosus – penyakit kolagen yang mengganggu membran
sinovium dan serosa serta sitem vaskuler
3. sindroma Marfan, arachnodactily – kerusakan jaringan ikat pada tulang, mata, dan
kardiovaskuler; khas dengan jari tangan dan kaki yang panjang

70
4. polyarteritis, periarteritis nodosa – penyakit sistemik dengan nodul di arteri otot.

71

Anda mungkin juga menyukai