Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH DESA TANJUNGSARI

KECAMATAN SUKAHAJI KABUPATEN MAJALENGKA


PERATURAN DESA TANJUNGSARI

NOMOR : 11 TAHUN 2016

TENTANG
PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN DESA SIAGA AKTIF

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA DESA TANJUNGSARI

Menimbang : a. bahwa kesehatan merupakan hak fundamental dan hak azasi


setiap warga negara yang juga merupakan suatu investasi yang
perlu diupayakan, diperjuangkan dan ditingkatkan oleh seluruh
individu komponen bangsa;
b. bahwa upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa
Tanjungsari dalam bidang kesehatan, pemeliharaan dan
peningkatan derajat kesehatannya sendiri dan pemanfaatan
fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat serta
terwujudnya pelembagaan upaya kesehatan masyarakat di
tingkat lapangan perlu adanya penggerakan dan
pemberdayaan masyarakat melalui Desa Siaga Aktif;
c. bahwa berdasarkan perimbangan sebagaimana dimaksud pada
hurf (a) dan (b) di atas dan agar pelaksanaannya sesuai dengan
sasaran yang ditetapkan, maka perlu dibuat Peraturan Desa
tentang Pembentukan dan Penyelenggaraan Desa Siaga Aktif .

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran


Negara tahun Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5068);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang
Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
213, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5539);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana
Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5558);
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014
tentang Pengelolaan Keuangan Desa;
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014
tentang Pedoman Teknis Peraturan di Desa;
7. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1529/Menkes/SK/X/2010 tentang Pedoman Umum
Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga dan Kelurahan Siaga
Aktif;
8. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 02 Tahun
2015 tentang Desa (Lembaran daerah Kabupaten Majalengka
Tahun 2015 Nomor 02 );
9. Peraturan Desa Tanjungsari Nomor 10 Tahun 2016 tentang
Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2017;

DENGAN PERSETUJUAN
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA TANJUNGSARI
MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DESA TANJUNGSARI TENTANG PEMBENTUKAN


DAN PENYELENGGARAAN DESA SIAGA AKTIF

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan Desa yang dimaksudkan dengan :
1. Desa adalah Desa Tanjungsari.
2. Pemerintahan Desa adalah Kegiatan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh
Pemerintah Desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD).
3. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa Tanjungsari dibantu perangkat Desa
Tanjungsari.
4. Kepala Desa adalah Kepala Desa Tanjungsari.
5. Badan Permusyawaratan Desa yang untuk selanjutnya di sebut BPD adalah
Badan Permusyawaratan Desa Tanjungsari.
6. Peraturan Desa adalah peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Desa bersama BPD.
7. Desa Siaga Aktif adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan
kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan
terutama kesehatan ibu dan anak secara mandiri dengan tenaga kesehatan dan
masyarakat sebagai unsur utama dalam menggerakkan melalui pengurus forum
Desa Siaga.
8. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat, selanjutnya disingkat UKBM
adalah upaya kesehatan yang dilakukan dari dan oleh masyarakat sebagai bentuk
peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan pembangunan bidang
kesehatan.
9. Forum Masyarakat Desa Siaga Aktif atau selanjutnya disebut FMD adalah tenaga
sukarelawan yang dipilih oleh, dari dan untuk masyarakat yang memiliki
pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk menggerakkan masyarakat secara
partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan bidang kesehatan
di desa;
10. Kader adalah kader kesehatan di wilayah Desa Tanjungsari
11. Bidan desa adalah Bidan Desa Tanjungsari
12. Petugas kesehatan adalah petugas kesehatan Puskesmas Salagedang
13. Dukun bayi adalah seorang wanita atau pria yang mempunyai kemampuan yang
didapatkan secara turun-temurun dalam keluarga untuk mendampingi seorang
ibu sejak masa kehamilan, menolong persalinan sebagai pendamping bidan dan
setelah persalinan atau oleh karena ia merasa mendapat panggilan untuk
menjalankan tugasnya dan telah mendapat pelatihan.
14. Kehamilan adalah suatu peristiwa mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-
kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu).
15. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari
dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.
16. Nifas adalah keadaaan yang dimulai setelah persalinan selesai dan berakhir
setelah kira-kira 6 minggu.
17. Forum Siaga Desa yang dimaksudkan adalah semua pengurus di Desa Siaga.
18. Yang dimaksudkan Forum Desa Siaga Aktif adalah forum yang membidangi
pengembangan organisasi, playanan kesehatan dan rujukan, pergerakan dan
pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan PHBS.

BAB II
PEMBENTUKAN DESA SIAGA AKTIF

Pasal 2
(1) Pembentukan Desa Siaga Aktif dilakukan melalui Musyawarah Masyarakat Desa
(MMD).
(2) MMD sebagimana dimaksud pada ayat 1 harus dihadiri oleh seluruh perwakilan
masyarakat Desa serta petugas kesehatan, minimal bidan desa.
(3) Perwakilan masyarakat sebagimana dimaksud pada ayat 2 adalah dari unsur
Pimpinan dan Anggota BPD, Pengurus dan Kader, Pengurus RT,RW dan Lembaga
Desa Lainnya serta perwakilan tokoh masyarakat desa

Pasal 3
(1) Pengurus FMD terdiri dari Penanggungjawab, Ketua, Sekretaris, Bendahara,
Koordinatoor bidang
(2) Pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah sebagai berikut:
a. Kepala Desa sebagai Penanggungjawab.
b. Ketua, Sekretaris dan Bendahara berasal dari unsur tokoh masyarakat atau
kader dan atau perangkat desa yang mempunyai latar belakang pengetahuan
formal atau informal tentang kesehatan masyarakat.
c. Koordinator bidang berasal dari unsur tokoh masyarakat dan atau kader yang
berasal atau perwakilan dari setiap dusun
(3) Koordinator bidang sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf adalah sebagai
berikut
a. pengembangan organisasi,;
b. playanan kesehatan dan rujukan;
c. pergerakan dan pemberdayaan masyarakat; serta
d. pengembangan PHBS

BAB III
TUGAS POKOK DAN FUNGSI (TUPOKSI)
FORUM DAN BIDANG DESA SIAGA

Pasal 4
(1) Kepala Desa selaku penanggungjawab Program Desa Siaga Aktif memantau
pelaksanaan program dilakukan oleh pengurus FMD serta melakukan pemecahan
masalah secara bersama-sama dengan pengurus FMD jika ada masalah.
(2) Penanggungjawab menyampaikan laporan tentang pelaksanaan tugas
penangungjawab Program Desa Siaga Aktif kepada masyarakat serta kepada
Pembina Desa Siaga Aktif pada tingkat yang lebih tinggi.

Pasal 5
(1) Ketua FMD mempunyai tugas selaku pimpinan Forum Desa Siaga Aktif dalam
pelaksanaan Program Desa Siaga Aktif serta bertanggungjawab kepada
masyarakat melalui Kepala Desa.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Ketua Forum
Desa Siaga Aktif mempunyai fungsi :
a. Memimpin dan mengendalikan seluruh kegiatan Forum Desa Siaga Aktif.
b. Bersama pengurus lainnya menetapkan program kerja, melakukan evaluasi
dan membahas rencana tindak lanjut kegiatan Forum desa siaga aktif.
c. Memberikan bimbingan, motivasi dan pengarahan dalam pelaksanaan Program
Desa Siaga Aktif kepada Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, para Koordinator
bidang dalam Forum Desa Siaga Aktif.
d. Menyampaikan laporan rutin setiap bulan dan laporan insendential sesuai
kebutuhan tentang pelaksanaan tugas kepada penangungjawab Desa Siaga
Aktif.

Pasal 6
(1) Sekretaris mempunyai tugas membantu Ketua berupa pelayanan admistrasi,
pengumpulan data, pelaporan dan bantuan pelayanan lainnya untuk kelancaran
kegiatan Forum Desa Siaga Aktif.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam ayat 1, Sekretaris
mempunyai fungsi :
a. Menyelenggarakan pelayanan admistrasi surat menyurat, kearsipan dan
pendataan.
b. Menyusun rencana kegiatan dan laporan yang berasal dari para Koordinator.
c. Menyelenggarakan urusan umum, urusan rumah tangga, urusan Organisasi,
Humas dan Dukumentasi serta urusan Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi,
dengan memperhatikan pengarahan dari Ketua.
d. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua.
e. Melaksanakan tugas dan fungsi Ketua, apabila semuanya berhalangan atas
penugasan Ketua.
f. Memberikan saran dan pendapat kepada Ketua.

Pasal 7
(1) Bendahara mempunyai tugas membantu Ketua dalam menyelenggarakan
administrasi keuangan, menerima, menyimpan, dan mengeluarkan uang untuk
kepentingan kegiatan Forum Desa Siaga Aktif atas perintah Ketua.
(2) Untuk melaksnakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Bendahara
mempunyai fungsi :
a. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan penyusunan laporan
pertanggungjawaban keuangan.
b. Menerima serta menyimpan uang dan surat-surat berharga.
c. Mengadakan pencatatan terhadap bantuan dari pihak lain yang tidak
mengikat.
d. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua.

Pasal 8
(1) Koordinator bidang dalam Forum Desa Siaga Aktif mempunyai tugas membantu
dan mewakili Ketua dalam memimpin dan mengendalikan program sesuai dengan
bidangnya masing-masing.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam ayat 1 Koordinator
dalam Forum Desa Siaga Aktif mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinasikan dan mengendalikan program kegiatan Desa Siaga Aktif
serta melakukan pembinanan sesuai dengan bidangnya masing-masing.
b. Melakasnakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Ketua.

BAB IV
MASA BAKTI KEPENGURUSAN

Pasal 9
(1) Kepengurusan Forum Bidang desa Siaga aktif dipilih melalui MMD dan ditetapkan
dengan Surat Keputusan Kepala Desa.
(2) Masa Bakti Kepengurusan Forum Desa Siaga Aktif adalah 3 (tiga) tahun.
(3) Anggota Forum Desa Siaga Aktif dapat berhenti sebelum masa bakti selesai atas
permintaan sendiri atau diberhentikan atas permintaan MMD.
(4) Penggantian anggota Forum Desa Siaga Aktif sebelum masa jabatan berakhir
dengan penunjukan langsung oleh Kepala Desa.

BAB V
ANGGARAN DESA SIAGA AKTIF

Pasal 10
Anggaran Program Desa Siaga Aktif dapat berasal dari :
a. Bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten.
b. Pemerintah Desa melalui APBDes sesuai dengan kemampuan keuangan Desa.
c. Iuran dari masyarakat, dengan sistem dan nominal berdasarkan hasil
musyawarah berjenjang mulai dari tingkat RW, Dusun, sampai ke tingkat Desa.
Iuran tersebut berupa Tabulin dan Dasolin.
d. Sponsor, Perusahaan, Pengusaha, LSM, baik yang ada di wilayah Desa
Tanjungsari maupun di luar wilayah Desa Tanjungsari yang sifatnya tidak
mengikat dan peduli terhadap kesehatan masyarakat

Pasal 11
(1) Tabulin (tabungan ibu bersalin) adalah uang yang dikumpulkan oleh ibu hamil dan
disimpan sendiri di rumah, di bank atau di Bidan yang akan membantu
persalinan.
(2) Besarnya Tabulin disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
(3) Tabulin akan dikembalikan secara utuh kepada ibu hamil pada saat akan
melahirkan di fasilitas kesehatan untuk membiayai kebutuhan pada saat
melahirkan tersebut.
(4) Peran Forum Desa Siaga Aktif adalah menyarankan atau memotivasi ibu-ibu hamil
agar mempunyai tabungan untuk persiapan biaya persalinan nanti

Pasal 12
(1) Dasolin (Dana Solidaritas Bersalin) adalah dana bersama yang wajib dikumpulkan
setiap warga dan dikelola oleh pengurus desa siaga.
(2) Besarnya Dasolin dengan kemampuan masing-masing
(3) Peran Forum Desa Siaga Aktif adalah menggerakan masyarakat agar mau
mernyisihkan sedikit penghasilannya sebagai dana sosial

BAB VI
PELAYANAN KEHAMILAN

Pasal 13
Pemeriksaan kehamilan :
a. Seorang ibu hamil perlu memeriksakan kehamilannya sejak dini atau umur
kehamilan 0 sampai 12 minggu kepada bidan desa dan didampingi suami.
b. Seorang ibu hamil perlu memeriksakan kehamilannya setiap bulan selama masa
kehamilan.
c. Dukun terlatih dan Kader wajib melaporkan dan membimbing ibu hamil untuk
memeriksakan kehamilannya di Poskesdes.
d. Setiap anggota keluarga wajib melapor, memberitahukan dan memeriksakan di
bidan desa apabila ada anggota keluarga yang mengalami masalah kehamilan.
e. Setiap anggota keluarga dan tetangga sekitarnya wajib melaporkan ke bidan desa,
jika mengetahui ada ibu hamil.
f. Suami yang istrinya hamil bertanggung jawab dan wajib menjadi suami yang
“SIAGA’’.

BAB VII
PELAYANAN PERSALINAN

Pasal 14
(1) Dilarang keras melakukan persalinan sendiri tanpa ditolong oleh petugas
kesehatan terlatih (bidan).
(2) Pertolongan persalinan harus dilakukan oleh bidan/petugas kesehatan di
Puskesmas
(3) Persalinan yang berisiko tinggi dirujuk ke Rumah Sakit dengan pemberitahuan
kepada Forum Desa Siaga. Ibu hamil dan keluarga tidak diperkenankan menolak
untuk di rujuk.
(4) Jika menolak untuk dirujuk, maka harus menandatangani surat pernyataan
penolakan yang diketahui oleh Forum penolong persalinan desa.
(5) Ibu yang akan bersalin sesuai dengan taksiran persalinannya, 2 minggu sebelum
taksiran persalinan, ibu hamil harus didekatkan sekitar Puskesmas.

BAB VIII
PELAYANAN NIFAS

Pasal 15
(1) Seorang ibu nifas wajib mengunjungi Polindes sekurang-kurangnya tiga kali dalam
masa nifas di Polindes atau Posyandu.
(2) Jika ibu nifas tidak memeriksakan diri, bidan wajib melakukan kunjungan di
rumah.

BAB IX
KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN

Pasal 16
(1) Setiap dukun wajib melakukan kerja sama antar dukun dengan bidan desa dalam
melayani kesehatan ibu hamil, persalinan dan nifas.
(2) Dukun bayi wajib menganjurkan ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi untuk datang
ke Posyandu atau Poskesdes.
(3) Dukun bayi wajib merujuk ibu hamil, bersalin dan nifas yang beresiko tinggi ke
Poskesdes.

BAB X
PELAYANAN KESEHATAN ANAK
Pasal 17
Pelayanan kesehatan anak, meliputi:
a. Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi anak dibawah usia lima tahun
balita di Posyandu pada setiap bulannya
b. Pemberian imunisasi
c. Pemberian kapsul vitamin
d. Pemantauan tanda-tanda lumpuh layu, kejadian diare, infeksi saluran pernafasan
akut (ISPA), dan pneumonia serta pelayanan rujukan bila diperlukan;
BAB XI
KETENTUAN LAIN – LAIN

Pasal 18
Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan Desa Tanjungsari ini, akan diatur
lebih lanjut dengan keputusan Kepala Desa menyangkut pelaksanaannya.

BAB XII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 19
Peraturan Desa Tanjungsari ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan agar setiap
masyarakat mengetahuinya, memerintahkan mengundangkan Peraturan Desa ini.

Ditetapkan di : Tanjungsari
Pada tanggal : 14 Desember 2016
KEPALA DESA TANJUNGSARI

TASRIP

Diundangkan dalam Lembaran Desa Tanjungsari


Nomor …… Tahun 2016 tanggal ……………………
SEKRETARIS DESA TANJUNGSARI

EDI SUPRIADI, S.Pd.I

Anda mungkin juga menyukai