Anda di halaman 1dari 3

Penentuan Strategi Produksi dan Perencanaan Produk

Agar jasa dapat memenuhi kebutuhan konsumennya, sebelum melempar jasa ke pasar, biasa nya
perusahaan lebih dulu melakukan kegiatan penelitian, seperti penelitian pasar dan pemasaran.
Berdasarkan masukan yang diperoleh dari penelitian pasar dan pemasaran ini, ditetapkanlah
macam-macam produk sebagai alternatif. Mengacu pada produk ini akan dikaji pula kaitannya
dengan aspek-aspek yang lain, seperti aspek keuangan, SDM, dan lainnya.[4]
Setelah beberapa alternatif ide produk tersaring, selanjutnya akan dikaji produk (beberapa
produk) apa yang menjadi prioritas untuk diproduksi. Biasaya, penetapan produk (produk-
produk) tersebet dilakukan melalui beberapa tahapan pekerjaan. Tahapan pada umumnya
dimulai dengan penetuan ide produk. Setelah itu, pembuatan desain produk awal untuk
berikutnya di tindaklanjuti dengan pembuatan prototipe. Selanjutnya, jika prototipe dinyatakan
baik, tahapan berikutnya adalah mengimplementasikan dengan memproduksinya. Jadi, proses
desain adalah suatu proses yang berulang. Informasi baru yang diberikan oleh pemakai dapat
dimanfaatkan untuk menemukan cara-cara meningkatkan desain, misalnya untuk penghematan
biaya produksi ataupun untuk mencapai sasaran kualitas. Selanjutnya, berdasarkan desain yang
ditetapkan tersebut, perencanaan proses produksi dilakukan dengan menetapkan rincian
spesifikasi pross serta urusan secara cermat.

Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk
diperkenalkan ke pasar. Selain itu, perusahaan harus memiliki strategi cadangan apabila produk
gagal dalam pemasarannya. Termasuk diantaranya ekstensi produk atau perbaikan, distribusi,
perubahan harga dan promosi.
Kesuksesan ekonomi suatu perusahaan manufaktur tergantung kepada kemampuan untuk
mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara cepat menciptakan produk yang dapat
memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung
jawab bagian pemasaran, bagian manufaktur, atau bagian desain saja, melainkan merupakan
tanggung jawab yang melibatkan banyak fungsi yang ada di perusahaan. Metode pengembangan
produk berdasarkan kepada permintaan atau persyaratan serta spesifikasi produk oleh customer
adalah metode yang cukup baik, karena dengan berbasis keinginan customer maka kemungkinan
produk tersebut tidak diterima oleh customer menjadi lebih kecil.
Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba, usaha pengembangan
produk dikatakan sukses jika produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan
laba.Namun laba seringkali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung.

Terdapat 5 dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk menilai
kinerja usaha pengembangan produk, yaitu:
1. Kualitas Produk
Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan dapat memuaskan
kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akan mempengaruhi pangsa pasar dan
menentukan harga yang ingin dibayar oleh pelanggan.
2. Biaya Produk
Biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit disebut biaya
manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang dihasilkan oleh
perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.
3. Waktu Pengembangan Produk
Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi,
menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi dan pada akhirnya akan
menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang
dilakukan tim pengembangan.
4. Biaya Pengembangan
Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang penting dari investasi yang
dibutuhkan untuk mencapai profit.
5. Kapabilitas Pengembangan.
Kapabilitas pengembangan merupakan asset yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk
mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis dimasa yang akan datang.

Perancangan dan pembuatan suatu produk baik yang baru atau yang sudah ada merupakan
bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik yang telah ada. Kegiatan ini didapat dari
persepsi tentang kebutuhan manusia, kemudian disusul oleh penciptaan suatu konsep produk,
perancangan produk, pengembangan dan penyempurnaan produk, dan diakhiri dengan
pembuatan dan pendistribusian produk tersebut.
Di dalam suatu produk yang akan dikembangkan, tiap - tiap elemen suatu produk mempunyai
fungsi - fungsi sendiri. Diantara fungsi - fungsi satu dengan yang lain terkadang ada saling terkait,
sehingga suatu fungsi komponen akan menentukan fungsi komponen lainnya.
Secara umum penentuan fungsi produk dapat dicari dengan dua langkah, yaitu :
Ø Identifikasi dan penyusunan fungsi produk.
Ø Pengelompokan fungsi produk.
Proses adalah merupakan urutan langkah-langkah pengubahan sekumpulan input menjadi
sekumpulan output. Proses Pengembangan produk adalah langkah-langkah atau kegiatan-
kegiatan di mana suatu perusahaan berusaha untuk menyusun, merancang, dan
mengkomersialkan suatu produk.

http://hasnah921.blogspot.com/2015/10/studi-kelayakan-bisnis-aspek-teknik-dan.html?m=1

Sebelumnya dijelaskan bahwa Konsep Dasar Total Quality Management dapat meliputi 3 hal
yakni Perencanaan (Planning), Pengendalian (Control) dan Peningkatan (Improvement). Untuk
selanjutnya Anda akan diajak lebih memahami tentang Perencanaan Kualitas (Quality Planning).
Sebagaimana ajaran dari Dr. Joseph M. Juran salah satu Guru dalam Bidang Quality Management,
maka Perencanaan Kualitas (Quality Planning) meliputi beberapa aktivtas sebagai berikut:

1. Identifikasi Pelanggan. Anda sebagai Pelaksana Lapangan ataupun sebagai Konseptor sebuah
Perencanaan Kualitas perlu menegaskan Tipe dan Karakter Pelanggan yang akan dijadikan
Konsumen Produk Perusahaan, baik Barang atau Jasa. Identifikasi Pelanggan ini memperkuat
Anda dalam melangkah menentukan Perencanaan Kualitas yang Tepat dan Benar. Pelanggan
merupakan setiap orang yang akan dipengaruhi oleh jenis produk Anda, baik Barang atau Jasa.

quality planning2. Menentukan Kebutuhan Pelanggan. Dengan adanya Identifikasi Pelanggan


yang Tepat, maka Anda akan mampu menemukan Jenis Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan dari
Produk yang akan dibuat. Pada umumnya Pelanggan selalu menginginkan Produk Terbaik, artinya
memiliki Kualitas yang Sempurna dari sebuah Produk. Tingkat toleransi seorang Pelanggan
sangat rendah dalam melihat Kulitas sebuah Produk. Sedemikian Anda perlu mempertegas
kepada seluruh Level Organisasi dalam Proses dan Operasional akan pentingnya memperhatikan
Kebutuhan Pelanggan.

3. Menciptakan Keistimewaan Produk. Produk yang akan Anda buat dan di-deliver kepada
Pelanggan tidak harus merupakan Produk Temuan Baru atau Jenis yang belum pernah ada
sebelumnya di pasar. Anda cukup memberikan Nilai atau Value yang berbeda dari Produk Anda
sehingga menjadi sebuah Keistimewaan Produk bagi Pelanggan. Nilai atau Value ini didapatkan
dari Identifikasi Pelanggan dan Kebutuhan mereka. Anda dapat melakukan market research
sebelumnya, atau sekedar melempar Kuisioner kepada pelanggan lama untuk mencari Umpan
Balik (feedback) dari Produk Anda.

4. Menciptakan Proses yang Menghasilkan Keistimewaan Produk. Produk Istimewa merupakan


hasil dari sebuah Proses yang Benar dan menghasilkan Output sebuah Produk yang Istimewa.
Dalam Perencanaan Kualitas Anda harus dapat melakukan identifikasi setiap Proses di setiap level
pelaksana, dan melakukan perubahan menjadi sebuah proses yang Efektif dan Efisien serta
memberikan Peningkatan Mutu atau Kualitas Hasil Akhir. Dalam beberapa contoh produk yang
istimewa diantaranya adalah Hasil Buatan Tangan Manusia, dimana nilai Seni dan Artistik sangat
Berharga dan Istimewa bagi Pelanggan dibandingkan Kompilasi Mesin Canggih.

5. Transformasi Proses menjadi Operasional. Sebuah Proses yang dirancang dalam bentuk
System Operating Procedure perlu diimplementasikan sampai level Operasional, dan Anda serta
Tim perlu melakukan Sosialisasi dan Pelatihan. Proses yang telah dibuat dengan Baik dan Benar
dalam Tahapan Operasional mungkin mendapatkan beberapa kendala, sehingga disinilah peran
Anda dalam meyakinkan setiap Proses dapat berjalan pada setiap Fungsi Operasional.

Juran mengatakan bahwa Perencanaan Kualitas seharusnya melibatkan Partisipasi mereka yang
akan dipengaruhi oleh Rencana. Mereka yang merencanakan pun dilatih dalam penggunaan Alat
dan Metode Perencanaan Modern, Pengendalian dan Peningkatan. Quality Planning adalah
Langkah Awal Anda dalam mendalami dan memahami Konsep Total Quality Management.

https://www.google.com/search?safe=strict&hl=in-ID&source=android-
browser&ei=5SqKW4meEoeMvQT-
7YvICQ&q=Rencana+kualitas&oq=Rencana+kualitas&gs_l=mobile-gws-wiz-
serp.3..35i39j0l3j0i22i30.111898.114256..115025...0.0..0.491.1987.0j5j0j1j2......0....1.........0i71.Ii
yZMGUi0_k

Perencanaan Kapasitas Produksi (Production Capacity Planning) – Perencanaan Kapasitas


Produksi atau Production Capacity Planning merupakan salah satu proses yang penting dalam
suatu sistem produksi. Kapasitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mencapai,
menyimpan atau menghasilkan sedangkan yang dimaksud dengan Kapasitas Produksi adalah
jumlah unit maksimal yang dapat dihasilkan dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan
sumber daya yang tersedia. Dalam Manajemen Operasi dan Produksi, Kapasitas Produksi perlu
ditentukan dan direncanakan dengan baik sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan.
Baca juga : Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi.

Kapasitas produksi ini biasanya dinyatakan dengan jumlah unit yang dihasilkan (Volume) per
satuan waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi diantaranya seperti
jumlah tenaga kerja yagn digunakan, kemampuan dan keahlian tenaga kerja, jumlah mesin dan
peralatan kerja yang digunakan, perawatan mesin, tingkat kecacatan produk, pemborosan dalam
proses produksi, pasokan bahan baku dan bahan-bahan pendukung dan produktivitas kerja.
Jadi secara definisi kita dapat mengartikan bahwa Perencanaan Kapasitas Produksi adalah proses
untuk menentukan kapasitas produksi yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan manufakturing
untuk memenuhi perubahaan permintaan terhadap setiap produknya. Proses perencanaan
Kapasitas Produksi ini sangat penting untuk dilakukan karena dengan perencanaan kapasitas
produksi ini manajemen dapat menentukan pemanfaatan sumber daya yang optimal serta
membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kapasitas
produksi seperti penambahan fasilitas produksi, modifikasi lini produksi, penambahan tenaga
kerja, pembelian mesin dan peralatan kerja.
https://ilmumanajemenindustri.com/perencanaan-kapasitas-produksi-production-capacity-
planning/