Anda di halaman 1dari 3

Pemeriksaan Bence Jones

 Definisi

Protein Bence Jones merupakan protein globulin monoclonal yang dapat ditemui di dalam darah
dan urin yang berukuran kecil dengan berat molekul antara 22 hingga 24 kDa (kilo Dalton). Pada
keadaan normal, protein Bence Jones tidak ditemukan pada urin manusia. Jika protein Bence Jones
ditemukan pada urin seseorang, maka hal itu merupakan indikasi bahwa orang tersebut menderita
Multiple Myeloma yang dikenal juga dengan nama Plasma Cell Myeloma atau Kahler’s disease.
Multiple myeloma merupakan bentuk kanker dari sel-sel plasma dimana sel-sel yang abnormal akan
terakumulasi di tulang sehingga menyebabkan terjadinya lesi atau luka pada tulang.

Protein bence jones adalah suatu protein dengan berat molekul kecil (± 44.000) terdiri dari rantai
ringan (light chains) kappa atau lambda immunoglobin yang ditemukan di urin. Karena berat
molekulnya yang kecil, protein bence jones mudah ditemukan difiltrasi diglomerolus ginjal dan
ditemukan diurin.
Sifat Protein ini yaitu bila dipanaskan sampai suhu 40-600 terjadi presipitat dan pada saat pemanasan
diteruskan sampai mendidih presipitat menghilang. Ketika didinginkan, protein bence jones akan
menjadi presipitat pada suhu 600C dan akan larut pada suhu kurang dari 400C.
Protein bence jones disebut sebagai tumor marker dimana suatu zat yang dibuat oleh tubuh sebagai
tanda yang berhubungan dengan kanker tertentu, atau keganasan.
 Cara kerja

Tes Asam Asetik

1. Masukkan 4,0 ml urin jernih ke tabung tes (centrifuge bila perlu)


2. Tambahkan 1, 0 ml asetat buffer (tambahkan 17,5 gm sodium acetate trihydrate dan 4,1 ml asam asetic
glacial untuk menyaring air; cairkan dilute ke 100 ml dengan air yang disuling).
3. Masukkan 560c air mandi dan panaskan selama 15 menit
4. Presipitat menunjukkan adanya Bence Jones Proteinuria
5. Jika presipitat terjadi, panaskan tabung pada air mendidih selama 3 menit dan amati protein Bence
Jones akan larut kembali
6. Dinginkan tabung. Presipitat akan berulang karena larutan mendingin pada 45-600c dan larut kembali
karena larutan dingin dibawah 400c.

 Gambaran Klinis
Multiple mieloma adalah keganasan yang menyerang sel plasma, biasanya terjadi pada sum-sum
tulang. Penyakit ini sering dihubungkan dengan terbentuknya protein bence jones. Keganasan ini
didapatkan pada kasus limfoma, makroglobulinemia, leukemi, osteogenik, sarkoma, amiloidosis, dan
keganasan lainya. Terjadinya Proteinuria bence jones yang cukup lama, menyebabkan permeabilitas
membran glomerulus menjadi bertambah besar terhadap protein, dan kebutuhan reabsrbsi tubulus
yang menjadi lebih besar menyebabkan terjadi degenerasi tubulus, sehingga serum protein, albumin
dan globulin sering ditemukan diurin.
Pemeriksaan Darah Samar
 Definisi
 Cara Kerja
Test terhadap darah samar penting sekali untuk mengetahui adanya perdarahan kecil yang tidak dapat
dinyatakan secara makroskopi atau mikroskopi.
A.Cara dengan Benzidine Basa
1.Buatlah emulsi tinja dengan air atau dengan larutan garam kira-kira 10 ml dan panasilah hingga mendidih.
2.Saringlah emulsi yang masih panas itu dan biarkan filtrate sampai menjadi dingin kembali.
3.Ke dalam tabung reaksi lain dimasukkan benzidine basa sebanyak sepucuk pisau.
4.Tambahkan 3ml asam acetat glacial, kcoklah sampai benzidine itu larut dengan meninggalkan beberapa
Kristal.
5.Bubuhilah 2ml filtrate emulsi tinja, campur.
6.Berilah 1ml larutan hydrogen peroksida 3 %, campur.
7.Hasil dibaca dalam waktu 5 menit ( jangan lebih lama ).
Catatan :
Hasil dinilai dengan cara :
Negative - tidak ada perubahan warna atau samar-samar hijau
Positif + hijau
Positif 2 + biru bercampur hijau
Positif 3 + biru
Positif 4 + biru tua

B.Cara dengan Benzidine Dihidrochlorida


Jika hendak memakai benzidine dihirochlorida sebagai pengganti benzidine basa dengan maksud mengurangi
hasil positif palsu, maka caranya sama.

C.Cara Guajac
1. Buatlah emulsi tinja sebanyak 5ml dalam tabung reaksi dan tambahkan 1ml asam acetat glacial, campur.
2. Dalam tabung reaksi lain dimasukkan sepucuk pisau serbuk guajac dan 2ml alcohol 95 %, campur.
3. Tuang hati-hati isi tabung kedua dalam tabung yang berisi emulsi tinja sehingga kedua jenis campuran tetap
sebagai lapisan terpisah.
4. Hasil positif kelihatan dari warna biru yang terjadi pada batas kedua lapisan itu. Derajat kepositifan dinilai
dari warna itu.

 Klinis
Sperma yang sering disebut juga mani atau semen adalah ejakulat yang berasal dari seorang pria
berupa cairan kental dan keruh, berisi sekret dari kelenjar prostat, kelenjar-kelenjar lain dan
spermatozoa. Pemeriksaan sperma merupakan salah satu elemen penting dalam penilaian fertilitas
atau infertilitas. Pemeriksaan sperma meliputi maksroskopis (hal-hal yang terlihat dengan mata
telanjang), mikrospkopis, kimia dan imunologi.