Anda di halaman 1dari 4

Problem Pendidikan

Pendidikan sebagai suatu aktivitas yang merupakan proses itu banyak dijumpai problema
yang memerlukan pemikiran pemecahannya.

Pendidikan yang merupakan alat memanusiakan manusia, perlu memperhatikan sifat dan
hakikat manusia itu sendiri, bahwa manusia adalah:

1. Homo Religious (mahluk beragama)


2. Homo Sapiens (mahluk berpikir/berakal)
3. Homo Faber (mahluk berikhtiar/berusaha)
4. Homo Economicus (mahluk berkesadaran ekonomi)
5. Homo Scre res homini (mahluk suci bagi manusia lain)
6. Homo Socius (mahluk berkawan bagi manusia lain)
7. Zon Politican (mahluk berkesadaran politik)

Problema yang menyangkut proses pendidikan menyangkut 5W dan 1H, yaitu.

1. Problema WHO
Dalam pendidikan, problema Who adalah masalah pendidikan (subyek} yang
melaksanakan aktivitas pendidikan dan masalah anak didik (Obyek) yang dikenal sebagai
sasaran aktivitas pendidikan.

a. Problem Pendidikan
Masalah yang berkaitan dengan pendidikan, baik pendidik dalam keluarga, disekolah
maupun dimasyarakat cukup banyak sekali.
Problem-problem itu akan menjadi penghambat apabila tidak mendapat pemecahan
antara lain:
1) Problem kemamapuan ekonomi
2) Proble kemampuan pengetahuan dan pengalaman
3) Problem kemampuan skill
4) Problem kewibawaan
5) Problem kepribadian
6) Problem ittiud (sikap)
7) Problem sifat
8) Problem kebijaksanaan
9) Problem kerajinan
10) Problem tanggung jawab
11) Problem kesehatan, dan sebagaimya.
b. Problem Anak didik
Anak didik adalah pihak yang digarap untuk dijadikan manusia yang diharapkan, baik
dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Adapun problem- problem yang ada pada anak didik antara lain:
1) Problem kemampuan ekonomi keluarga
2) Problem intelegensi
3) Problem bakat dan minat
4) Problem pertumbuhan dan perkembangan
5) Problem kepribadian
6) Problem sikap
7) Problem sifat
8) Problem kerajinan dan ketekunan
9) Problem pergaulan
10) Problem kesehatan.

2. Problematika WHY

Poblematika WHY (mengapa) menyangkut pelaksanaan pendidikan. Kesulitan- kesulitan


tersebut bias tedapat pada semua faktor pendidikan yang menghambat jalannya proses
pendidikan.

Seperti Mengapa:

a. Mengapa anak-anak sulit bekerja sama sesame mereka.


b. Mengapa masyarakat tidk menghargai jasa guru yang mendidik putera-putera mereka.
c. Mengapa masyarakat sulit diminta sumbangan tenaga pikiran dan dana dalam
pembangunan prasarana, pendidikan untuk kepentingan anak-anak mereka.
d. Mengapa orang tua anak-anak menghalangi kegiatan ekstrakurikuler putera-puternya.
e. Mengapa pejabat setempat mengizinkan mendirikan pabrik di sebelah sekolah yang
mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
f. Mengapa droping buku-buku paket tidak sampai/selalu terlambat dating disekolah.
g. Mengapa terjadi kasus amoral dikalangan guru/murid/orang tua anak.
Dan banyak lagi hal-hal yang menjadikan hambatan pelaksannaan proses pendidikan ,
yang memerlukan jalan keluar

3. Problematika WHERE

Ad 3 (tiga) tempat pendidikan, yaitu di keluarga sekolah dan masyarakat.

Problema pendidikan keluarga sebagai tempat pendidikan anak-anak antara lain adalah
situasi keluarga itu sendiri dan letak keluarga yang berada ditengah-tengah lingkungan yang
kurang menguntungkan. Demikian pula sekolah sebaga tempat pendidikan murid-murid, bila
letak skolah itu di tengah-tengah lingkungan yang tidak menguntungkan, juga akan menjadi
problema.

Apabila tempat pendidikan itu dimasyarakat, yang menjadi problem tempat di


masyarakat adalah jika kebudayaan dan peradaban masyarakat itu bertentangan dengan
norma-norma agama atau norma-norma Pancasila.

4. Problematika WHEN

Problem When (bilamana/kapan) banyak menyangkut tentang timing penyampaian


sesuatu kepada anak didik, sehingga akan timbul beberapa pertnyaan yaitu:

a. Kapan sesuatu materi itu disampaikan


b. Kapan sesuatu hukuman itu dijatuhkan
c. Kapan sesuatu ganjaran itu diberikan
d. Kapan sesuatu kewajiban itu bebankan
e. Kapan sesuatu perintah itu dilaksnakan

Masalah When (kapan) tidak hanya berkenaan dengan sesuatu yang diberikan, tetapi
juga berkenaan dengan usia anak, seperti:

a. Pada usia berapa anak akan mulai pendidikan


b. Pada usia berapa pendidikan berakhir.

Anak dari segi pertumbuhan dan perkembangan mengalami perubahan dengan standar
periodesasi usia, baik usia Kronologis, Psikologis, Biologis, Kejasmaniaan, Pengalaman, dan
sebagainya.
Yang menjadi problem lagi adalah berkenaan dengan anak yang kurang normal
pikirannya, sedang dirundung malang, sangat perasa, sangat acuh dan sebagainya.

5. Problematika WHAT
Problematika What (apa) menyangkut dasar, tujuan, bahan/materi, sarana, prasarana dan
media.
Masalah dasar, dan tujuan, apabila berkenaan atas Pancasila bagi bangsa Indonesia
tidaklah menjadi problem tetapi bila berkeaan dengan agama atau aliran, maka pendidikan
perlu berhati hati.
Masalah agama/aliran adalah masalah rawan dan oleh karenanya pimpinan sekolah atau
guru agama tida boleh main paksa pada anak untuk harus mengikuti pelajaran agama yang
bukan fahamnya si anak.
Masalah bahan/materi erat hubungannya dengan kurikulum, silabi dan SAP. Apakah
kurikulum silabi dan SAP tidak sesuai dengan situasi saat itu dan kondisi anak?
Perubahan sistem pendidikan secara otomatis juga mempengaruhi perubahan kurikulum,
silabi dan SAP.
Apabila kurikulum selalu berubah, maka pendidikan dan anak didik di sekolah akan
terombang ambing.
Masalah sarana adalah bila tidak ada/tidak lengkap sarana pendidikan yang hal ini akan
mengganggu jalannya pendidikan, seperti kursi kurang, meja kurang, buku kurang dan
sebagainya.
Masalah saranan pendidikan di beberapa daerah ada yang tidak memenuhi syarat sebagai
tempat belajar-mengajar. Seperti di suatu daerah ada yang tidak punya/kekurangan gedung
sekola atau ada tapi membahayakan.

6. Problematia HOW
Masalah How (bagaimana) berkenaaan dengan cara/metode yang digunakan dalam
proses pendidikan.
Anak didik mempunyai sifat dan bakat yang berbeda-beda pendidik harus mengikuti
adanya perbedaan tersebut.