Anda di halaman 1dari 7

BAB I

TEPUNG TULANG IKAN

1.1 PENDAHULUAN

1.1.1 Latar Belakang

Tulang atau kerangka adalah jaringan yang kuat dan tangguh yang
memberi bentuk pada tubuh. Tersusun atas matriks organic keras yang
diperkuat dengan endapan garam kalsium dan garam mineral lain dalam
tulang. Menurut Anonymous (2009) fungsi tulang antara lain memberi
kekuatan pada kerangka tubuh ,Tempat melekatnya otot

Tulang merupakan komponen yang keras, sehingga hal inilah yang


menyebabkan tulang tidak mudah diuraikan oleh decomposer, sehingga
tulang tersebut menjadi limbah padat yang lebih dikenal sebagai sampah
yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai
ekonomis. Oleh karena itu, perlu pengolahan lebih lanjut agar limbah tulang
tidak menjadi sampah yang mencemari lingkungan dan dapat dimanfaatkan
secara maksimal, salah satu penangannya adalah dengan cara ditepungkan.
Hal ini disebabkan tingginya kandungan mineral yang ada pada tulang,
sehingga sayang apabila dibuang dengan percuma. Selain itu dengan cara
pengolahan lebih lanjut pada limbah tulang ini akan memberikan nilai
ekonomis.

Selama ini yang telah direkomendasikan sebagai sumber kalsium


terbaik adalah susu. Tetapi harga susu bagi sebagian masyarakat masih
terhitung mahal, oleh karena itu perlu dicari alternative sumber kalsium lain
yang lebih murah, mudah didapat dan mudah diabsorbsi.

Kalsium yang berasal dari hewan ternak seperti limbah tulang


sampai saat ini masih belum banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan
manusia. Tulang merupakan salah satu bentuk limbah dari industri yang
memiliki kandungan kalsium terbanyak karena unsure utama dari tulang
adalah kalsium, fosfor dan karbonat.

1.1.2 Tujuan Praktikum


1.1.2.1 Memanfaatkan limbah perikanan dalam hal ini tulang dari ikan
1.1.2.2 Mengetahui proses pembuatan tepung tulang ikan secara umum

1.1.3 Alat dan bahan yang digunakan


1.1.3.1 Alat yang digunakan sebagai berikut:
1. Oven
2. Pisau
3. Talen
4. Ayakan/Mesh 80
5. Sikat/kuas
6. Keranjang/saringan
7. Kompor
8. Baskom/wadah
9. Panci pengukus
10. Timbangan

1.1.3.2 Bahan yang digunakan:


1. Ikan cakalang 16 ekor
2. Jeruk nipis 7 buah
3. Air bersih

1.1.4 Prosedur Pratikum

1. Tulang ikan dipisahkan dari dagingnya dan cuci bersih


2. Rendam dalam air perasan jeruk nipis selama ± 1 jam
3. Lakukan perebusan selama 15 menit
4. Bersihkan daging ikan yang tersisa dengan menggunakan sikat
5. Lakukan pencucian sehingga daging ikan betul-betul tidak ada lengket
6. Lakukan perebusan tulang ikan pada suhu 120 0C selama 1 jam
7. Tulang ikan dikerikan dengan menggunakan oven pada suhu 50-70 0C
selama
30 menit
8. Tulang ikan yang telah kering di giling dan diayak
9. Panaskan disinar matahari atau di oven dengan suhu 60 0C selama 1,5
jam

1.2 LANDASAN TEORI

Tepung tulang merupakan hasil penggilingan tulang yang telah dipisahkan


dari kandungan colagennya. Produk ini digunakan untuk bahan baku pakan yang
merupakan sumber mineral (terutama kalsium) dan sedikit asam amino. Tepung
tulang berbentuk serpihan (tepung) berwarna coklat dengan tekstur yangkasar jika
dirasakan, dengan aroma khas seperti daging sapi tapi ada juga yang tidak berbau.
Berasal dari tulang hewan ternak yang sehat (tidak memiliki virus atau
penyakit seperti rabies, anthraks, dan penyakit lainnya yang membahayakan apabila
dikonsumsi) dan yang telah dibersihkan dari sisa-sisa daging yang diproses
sehingga dapat berbentuk tepung, berwarna coklat dengan tekstur kasar. Dalam
pembuatan pakan, tepung tulang tidak terlalu banyak digunakan, dengan kata lain
tepung tulang merupakan suatu pelengkap dalam pembuatan pakan guna
melengkapi mineral yang ada dalam pakan.Biasanya tepung tulang digunakan
sebagai pendamping bagi tepung ikan yang kaya protein karena mineral merupakan
trace element yang tidak dibutuhkan terlalu banyak tetapi harus ada dalam ransum
pakan (Aninda,2009).

Pembuatan tepung tulang juga merupakan upaya untuk mendayagunakan


limbah tulang yang biasanya tidak terpakai dandibuang di rumah pemotongan
hewan. Hasil-ikutan (by-products) ternak merupakan salah satu potensi dari
subsektor peternakan yang sampai saat ini masih belum banyak dimanfaatkan,
khususnya untuk industri pangan. Tulang, tulang rawan dan daging dari sisa
deboning di industri pangan hasil ternak dan rumah pemotongan ayam adalah
contoh hasil-ikutan ternak yang cukup besar peluangnya untuk dapat diolah
kembali menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi, selain
itu tepung tulang juga merupakan sumber mineral yang mampu mencukupi
kebutuhan asupan mineral terutama kalsium dalam tubuh.

Dilihat dari kandungan nutrisinya, tepung tulang banyak mengandung


kalsium, sehingga manfaat dari tepung tulang tidak lepas dari peranan kalsium,
yaitu berperan dalam pembentukan tulang, sisik serta sirip khususnya pada ikan
serta menjaga dari kekeroposan akibat asupan kandungan mineral yang minim dari
pakan ternak yang lebih kaya akan protein. Perpaduan dari formulasi pakan ini
sangat menguntungkan karena pada pakan mengandung banyak protein yang
akan berperan dalam penyerapan kalsium ke dalam mukosa usus, karena
transportasi kalsium melalui sel usus terjadi secara difusi melalui jasa protein dari
ransum pakan tersebut (Kaup,1991)
Didalam tubuh manusia kalsium merupakan unsure terbanyak kelima dan
kation terbanyak, yaitu sekitar 1,5-2% dari keseluruhan berat tubuh. Kalsium
dibutuhkan untuk proses pembentukan dan perawatan jaringan rangka tubuh, serta
berperan dalam kegiatan penting seperti membantu pengaturan transport ion – ion
lainnya kedalam maupun keluar membrane, penerimaan dan interpretasi pada
impuls saraf , pembekuan darah dan pemompaan darah, kontraksi otot, menjaga
keseimbangan hormone dan katalisator pada reaksi biologis (Almatsier, 2002;
Whitney dan Hamilton, 1987).

World health organization merekomendasikan jumlah asupan kalsium


perhari yang dianjurkan untuk orang dewasa sekitar 400-500mg, tetapi bila
konsumsi proteinnya tinggi, dianjurkan mengkonsumsi 700-800 mg. untuk anak-
anak dan remaja lebih tinggi asupannya dan untuk wanita hamil/ menyusui
dianjurkan mengkonsumsi 1200 mg (Whitney dan Hamilton,1987). Konsumsi
kalsium sebaiknya tidak melebihi 2500 mg sehari untuk menghindari kondisi
hiperkalsiura (kadar kalsium di urin melebihi 300 mg/hari). Dan kebutuhan akan
tepung tulang sebagai campuran pakan hanya sedikit,. Hal ini dikarenakan peranan
dari tepung tulang hanya sebagai sumber mineral dan bukan sebagai pertumbuhan
pada ternak. Penggunaan tepung tulang ini hanya sekitar 2,5 – 10% dalam
formula pakan, apabila digunakan secara berlebihan maka akan menurunkan selera
makan pada ternak (Trilaksani,2006)
1.3 HASIL PERCOBAAN

1.3.1 Bahan yang digunakan

- Tulang ikan cakalang 16 ekor


- Jeruk nipis 10 buah
- Air bersih secukupnya
1.3.2 Data Pengamatan
Tabel 1.3.1 Data pengamatan tepung tulang ikan
No Data Pengamatan Nilai Rata-rata
1 Rasa -
2 Warna 4
3 Aroma 4
4 Tekstur 3
Jumlah = 25 gram
Sumber. Laboratorium Teknologi Proses Agro II, 2018

Data Pengamatan Tepung Tulang Ikan

4
3.5
3
2.5
2
1.5
1.4 PEMBAHASAN
1.4.1 Rasa
1.4.2 Warna
1.4.3 Aroma
1.4.4 Tekstur
Lampiran
1. Rasa : -
4+4+5+4+4+4+4+4+3+4+4+4+4 52
2. Warna = =13 = 4
13

4+4+4+4+4+4+4+4+3+4+3+4+4 50
3. Aroma = =13 = 3,8
13

3+3+3+3+4+4+3+3+3+3+3+4+4 43
4. Tekstur = =13 = 3,3
13