Anda di halaman 1dari 2

Revolusi Industri telah memberi dampak terhadap perkembangan arsitektur baik secara

langsung maupun tidak langsung


Revolusi Industri adalah penyebab terjadinya peralihan massa, dimana dari Massa
Arsitektur Klasik menuju Massa Arsitektur Modern, karena Ilmu pengetahuan yang baru di dunia
Industri khususnya Industri Arsitektur.
Akibat dari munculnya Revolusi Industri ini, ada beberapa dampak yang ditimbulkan baik
secara langsung maupun tidak langsung. diantaranya :
Dampak langsung

 Munculnya arsitektur modern (para arsitek mulai mempergunakan material-material


fabrikasi dan metode konstruksi baru)
 Produksi material dan elemen-elemen dekorasi secara massal (pra-fabrikasi)
yang merubah warna, kesan,gaya dan sistem konstruksi.
 Mudahnya distribusi material dan elemen-elemen dekorasi baru karena adanya sistem
transportasi massal yang mendukung
 Dipisahkannya dua profesi keahlian yaitu arsitek dan ahli struktur
 Produk dari arsitektur modern akan sangat berbeda dengan arsitektur klasik. karena
banyak pergeseran dari paradigma keindahan, dimana arsitektur modern mendefinisikan
keindahan menjadi bentukan murni (purism) dan fungsional.
 Proses pembangunan lebih singkat dan murah

Dampak tidak langsung

 Terjadinya perubahan pola pikir serta budaya didalam masyarakat yang tentu saja juga
berpengaruh pada kehidupan sosial dan ekonomi. dan hal ini juga berpengaruh terhadap
dunia arsitektur.
 Kemajuan teknologi yang memudahkan proses perancangan, dan juga biaya yang jauh
lebih murah karena kecangihan teknologi yang mampu memproduksi material dan
elemen-elemen dekorasi secara massal. dengan kualitas yang sama bahkan bisa lebih
bagus.
 Akan tetapi, karena hal tersebut hilannya karya manusia yang digantikan dengan adanya
revolusi industri, meskipun dampak positifnya juga dapat meringankan pekerjaan.

Sudut pandang para arsitek mengenai massa ini (Massa Arsitektur Modern) :
1. Augustin Welby Northmore Pugin (1812- 1852)
Seorang Arsitek ahli Teori yang tidak menyetujui dengan superioritasnya arsitektur medieval
(Sumalyo, 1997), akan tetapi lebih memperhatikan seni dari hasi karya manusia. Beliau juga
mengakui bahwa barang produksi mesin tidak kalah indah dan sempurna dengan hasil karya
manusia, dan yang dikawatirkan adalah hilangnya seni kerajinan tangan dimassa yang akan
datang.
2. Viollet le Duc (1814-1879)
Seorang arkeolog,arsitek,ahli kritik dan ahli teori yang berasal dari Perancis. Beliau
sangat mendukung dengan adanya pemanfaatan material baru pada arsitektur. Dan karena hal
ini beliau juga mencetuskan sebuah gagasan arsitektur modern, yaitu :
“apabila suatu bentuk tidak dapat menjelaskan alasan mengapa demikian maka dia tidak akan
memancarkan keindahan“ (Le Duc dalam Sumalyo,1997)
dimana mana fungsi sangat berperan penting dalam hubungan antara bentuk yang memiliki
estetika.
3. Jonh Ruskin (1819-1900)
Seorang arsitek dan seorang ahli kritik berasal dari Inggris. beliau menyukai bangunan
gotik, salah satunya adalah Gereja. karena gereja ini memiliki identitas dan ciri khas antara lain
lengkungan lengkungan runcing. Oleh karena itu Jonh Ruskin sangat tidak menyukai dengan
adanya revolusi industi karena seorang arsitektur akan mengalami kehilangan identitas karena
pengaruh eklektisme dimana semua seni kerajinan tidak lagi dilakukan oleh manusia.
4. William Morris ( 1834-1836)
Salah seorang murid dari 1. Augustin Welby Northmore Pugin pun juga tidak
menentang mengenai bahan produksi pabrik. karena hal ini akan berpengaruh banyak pada
masyarakat miskin dan lingkungan,