Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH ELEMEN MESIN TEKSTIL

MACAM-MACAM ELEMEN MESIN


(MESIN ROVING)

DISUSUN

ANGGOTA :
1. BAGASWARA GALANG (17010018
2. EFILLIA A.F (17010027
3. HAZIMAH MIRATUN NISA (17010036)
4. KEVIN ARDENA (17010045

POLITEKNIK STTT BANDUNG


2018
I. PENDAHULUAN
Hasil dari mesin Drawing berupa sliver yang lebih rata dan letak serat–seratnya
sudah sejajar satu sama lain. Walaupun dari bentuk sliver dapat juga berlangsung dibuat
menjadi benang, namun untuk memperoleh hasil benang yang baik, maka sliver tersebut
perlu diperkecil tahap demi tahap dengan menggunakan mesin Flyer. Akibat pengecilan,
sliver tersebut akan menjadi lemah dan untuk memperkuatnya perlu diberikan sedikit twist
(antihan) sebelum digulung pada bobin.
Menurut sistem konvensional, makin tinggi nomor benang yang akan dibuat, maka
makin banyak proses flyer yang akan diperlukan. Pada proses yang pertama di mesin flyer
yang biasanya disebut mesin slubbing, sliver hasil mesin drawing passage terakhir
ditempatkan satu persatu di bagian belakang mesin slubbing untuk setiap spindlenya, dan
satu persatu ujung slivernya dimasukan ke rol peregang yang biasanya menggunakan 3 – 4
pasang rol peregang.
Setelah mengalami regangan, kemudian keluar dari rol depan terus dimasukan
dibagian atas dari flyer terus ke lengan flyer lalu dibelitkan pada pengantar roving, kemudian
digulung pada bobin. Hasil dari proses ini disebut Roving.

Elemen Mesin adalah Bagian-bagian suatu konstruksi yang mempunyai bentuk serta
fungsi tersendiri, seperti baut-mur, pene , pasak, poros, kopling, sabuk-pulli, rantai-
sprocket, roda gigi dan sebagainya. Dalam penggunaan elemen mesin bias berfungsi sebagai
elemen pengikat, elemen peindah atau transmisi, elemen penyangga elemen pelumas,
elemen pelindung dansebagainya.

1.2 Pembagian Elemen Mesin


Elemen Mesin dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Elemen-elemen Sambungan
a. mur dan baut
b. sabuk
c. rantai

2. Elemen-elemen Transmisi
a. gear
b. roda gigi
c. pulli

3. Elemen Penyangga
a. Pegas
b. Bantalan

II. PEMBAHASAN
A. Mesin roving
Fungsi utama dari Mesin Roving adalah memperkecil sliver hasil mesin Drawing menjadi
sliver Roving yang kecil dimana telah diberi peregangan dan antihan.
Mesin Roving terdiri dari tiga bagian utama gerakan yaitu :
1. Peregangan (Drafting)
Proses peregangan ini terjadi pada tiga pasang rol peregang (Draft Roller) dimana
kecepatan permukaan dari rol depan (front roll) lebih besar dari rol tengah (middle roll) dan
kecepatan permukaan dari rol tengah lebih besar dari rol belakang (back roll). Akibat dari
peregangan ini maka serat menjadi lebih tegang tetapi kekuatannya masih kurang.
2. Antihan (Twisting)
Setelah serat mengalami peregangan dan keluar dari rol depan (front roll) maka serat
digulung dengan bantuan manusia (operator) dan dimasukan ke axial pada bagian atas flyer,
dan keluar secara radial melalui lobang yang terus membelit dengan flyer. Karena
putaran flyer yang cepat maka antihan sudah terlihat pada waktu serat mulai masuk axial.
3. Penggulungan (Winding)
Serat yang telah berupa sliver roving dimana telah diregangkan dan diberi antihan, maka
sliver roving akan digulung melalui lengan flyer pada bobbin akibat kecepatan putaran
bobbin lebih cepat dari kecepatan putaran flyer.
Proses jalannya serat bermula dari Sliver hasil mesin Drawing yang berada dalam can yang
diletakkan pada bagian belakang mesin, kemudian sliver tersebut melalui pengantar dan
masuk pada condensor/terompet supaya gerak sliver tidak bergeser ke kiri dan ke kanan.
Kemudian masuk ke bagian peregangan yang terdiri dari 3 pasang rol peregang, setelah
keluar dari rol depan bagian peregangan, maka masuk ke bagian atas flyer dan keluar pada
bagian lengan flyer yang akhirnya digulung pada bobbin.

B. elemen-elemen mesin
berikut merupakan elemen-elemen yang beradapada mesin roving
1. Elemen penggerak
a. Motor Listrk
Mesin-mesin yang dinamakan motor listrk dirancang untuk mengubah energy
listrik menjadi energy mekanik, untuk menggerakkan berbagai peralatan, mesin-
mesin industry, pengangkutan dan lain-lain. Pada dasarnya motor listrik
digunakan untuk menggerakan elemen mesin, seperti pulley, poros dll.
Sebagai alat penggerak, motor listrik lebih unggul disbanding alat-alat
pengerak jenis lain karena motor listrik dapat dikonstruksikan sesuai dengan
kebutuhan dan karakteristik penggerakkan, antara lain :
 Bisa dibuat dalam berbagai ukuran tenaga
 Mempunyai batas-batas kecepatan (speed range) yang luas
 Pelayangan operasi mudah dan pemeliharaannya sederhana
 Bisa dikendalikan secara manual dan otomatis
2. Elemen Transmisi
Elemen transmisi adalah elemen yang
a. Roda Gigi
Gear (Roda Gigi)1 merupakan komponen mekanikal yang
menstransmisi-kan daya dan gerakan diantara sumbunya. Gear juga dapat
mengubah arah putaran dan mengubah gerakan rotasi menjadi gerakan
linier. Gear menjadi komponen permesinan yang digunakan diberbagai
industri seperti: automotive industries, coal plants industry, steel plants
industry, paper industry, etc.
Gear biasaya digunakan dengan dua tujuan dasar:
i. Menaikkan atau menurunkan kecepatan putar
ii. Menaikkan atau menurunkan daya (power) atau torsi (torque)2.
Berikut ini adalah klasifikasi daripada gear:
Pada mesin roving ini hanya terdapat satu jenis roda gigi saja yang digunakan
yaitu : spur gear

• Spur gear berbentuk silindris dengan gigi lurus dan parallel terhadap
sumbunya.
• Merupakan bentuk yang paling banyak dipakai
• Variasi dari spur gear adalah pinion, rack dan internal gear
Spur gear ini digunakan untuk menghubungkan motor yang akan memutarkan
torsi.

a. Sproket

Sproket adalah roda bergerigi yang berpasangan


dengan rantai, track, atau benda panjang yang bergerigi
lainnya. Sproket berbeda dengan roda gigi; sproket tidak
pernah bersinggungan dengan sproket lainnya dan tidak
pernah cocok. Sproket juga berbeda dengan puli di mana
sproket memiliki gigi sedangkan puli pada umumnya tidak
memiliki gigi.
Sproket yang digunakan pada sepeda, sepeda motor,
mobil, kendaraan roda rantai, dan mesin lainnya digunakan
untuk mentransmisikan gaya putar antara dua poros di
mana roda gigi tidak mampu menjangkaunya.
Perawatan yang digunakan untuk sprocket yaitu: (1) pemberian pelumas =
pemberian pelumas pada sprocket bertujuan agar saat sprocket bergesekan dengan
rantai tidak akan merusak sprocket dan juga akan memberikan kelancaran bagi
rantai untuk berjalan serta menghindari kedatangan karat denan cepat. (2) suku
cadang = untuk beberapa tahun sprocket wajib diganti saat sudah timbul karat agar
tidak menghambat jalannya mesin.
b. Pulley (Puli)
Pulley merupakan tempat bagi ban mesin/sabuk
atau belt untuk berputar..Jarak antara kedua poros ter-
sebut cukup panjang , dan ukuran ban mesin yang
dipegunakan dalam sistem transmisi sabuk ini
tergantung dari jenis ban sendiri.
Berdasarkan pada jenis kedudukannya, pulley
dibagi menjadi beberapa jenis, yakni adalah puli tetap
(fixed pulley), puli tidak tetap (moving pulley) dan
gabungan antara
keduanya.
Berikut ini
adalah gambar
contoh dari jenis pulli tersebut.
Keterangan:
Merah : adalah pulli yang
dipasang/dipaten ke objek padat
Biru :Ujung dari belt yang
dipasang/dipaten ke objek padat
Kuning : pulli yang dipasang bersamaan
Pulli itu sendiri biasanya memiliki belt yang dibentuk sedemikian rupa agar
belt dapat bergerak secara optimum terhadap pulli. Sehingga ditinjau dari
bentuknya, puli memiliki beberapa jenis bentuk seperti berikut.
Pulli yang dipakai pada mesin roving merupakan fixed pulli yang bergerigi
mengikuti belt yang digunakan.
3. Elemen Penghubung
a. Baut dan Mur
Baut (Bolt) merupakan suatu batang atau tabung yang membentuk alur heliks
atau tangga spiral pada permukaannya dan mur (Nut) adalah pasangannya. Fungsi
utama baut dan mur adalah menggabungkan beberapa komponen sehingga
tergabung menjadi satu bagian yang memiliki sifat tidak permanen. Maka dari itu
komponen yang menggunakan sambungan ini dapat dengan mudah dilepas dan
dipasang kembali tanpa merusak benda yang disambung.
Sebagian besar baut dan mur digunakan sebagai pengerat dengan memutar
searah dengan jarum jam yang disebut dengan ulir kanan. Sedangkan baut dan mur
dengan ulir kiri digunakan pada kebutuhan tertentu yang berlawanan dengan arah
jarum jam, seperti pedal pada sepeda. Jenis-jenis baut.
b. Belt
Ban (sabuk) atau belt
merupakan suatu
material yang
berbentuk seperti pada
gambar dibawah ini.
Sabuk (belt) digunakan
untuk menghubungkan
dua atau lebih pulli,
yakni untuk
mentransmisikan
gerakan antar satu puli
pada puli lainnya. Terdapat berbagai macam jenis dan bentuk dari belt, yang jelas
bentuk permukaan dan konstruksi daripada belt telah disesuaikan sedemikian
rupa dengan pasangan pulley nya.
Diatas merupakan belt konvensional yang biasa digunakan.

c. Rantai
Rantai digunakan untuk mentransmisikan daya dimana jarak kedua poros besar
dan dikehendaki tidak terjadi slip. Dibandingkan dengan transmisi roda gigi,
rantai jauh lebih murah akan tetapi brisik serta kapasitas daya dan kecepatanya
lebih kecil

Rantai sebagian besar digunakan untuk mengirimkan gerakan dan daya dari
satu poros ke poros yang lain, seperti ketika jarak pusat antara poros pendek
seperti pada sepeda, sepeda motor, mesin pertanian, konveyor, dll dan juga
rantai
mungkin dapat juga digunakan untuk jarak pusat yang panjang (sampai 8 meter).
Rantai yang digunakan pada mesin roving merupakan jenis rantai pena
silinder.

4. Elemen Khusus
a. Sensor
Terdapat beberapa jenis sensor yang biasanya dipakai di industri tekstil
dalam pembuatan Drawn Textured Yarn.1.

a) Sensor Kapasitif (MCL1)Memonitor variasi ketegangan yang dihasilkan


oleh benang dalamgerakan linear. Prinsip kerja dari sensor ini adalah
mengontrol geakan lineardari setiap jenis benang tekstil, ketika terdapat
benang yang putus atauscrollingnya berhenti, MCL1 akan
menginformasikan kepada penggunaatau operator dengan cara LED
berkedip di posisi dimana benang
tersebut putus, hal ini juga dapat mengaktifkan pemotong benang. Senso
r MCL1tidak sensitif terhadap debu ataupun getaran.2.
b) Sensor Optik (MOS-E)Sensor optik mengontrol benang dalam posisi linear
maupun bolak- balik, benang yang sedang dipantau tidak menyentuh
sensor. Prinsip kerjadari sensor ini adalah mengonrol adanya benang
yang bergerak linearmaupun bolak balik, ketika terdapat benang yang
putus atau benang
tersebut berhenti, sensor akan mengindikasikan situasi tersebut dengan c
aramemberikan informasi kepada pengguna maupun opeator dengan
saranaLED, hal ini pun dapat mengaktifkan pemotong benang. Sensor ini
tidaksensitif terhadap cahaya dari luar.
c) Sensor Piezo-Electric (MPS)Sensor piezo-electric menmberikan sinyal
dengan
frekuensi proporsional yang menjadikannya dapat mengontrol torsi di set
iap benangnya. Prinsip kerja dari sensor ini adalah ketika satu atau dua
benangterputus atau pada saat scrollingnya berhenti, MPS akan
menginformasikankepada pengguna atau operator bahwa terjadi kondisi
demikian yang jugadapat mengaktifkan pemotong benang.4.
d) Sensor Elektromekanis (XC2-F)Sensor ini merupakan sensor yang murah
dan digunakan sebagaidetector benang yang putus. Ketika benang
terputus, yang XC2-F akan bertindak sebagai saklar off di sirkuit dan
menghentikan posisi atau mesin.Hal ini umumnya digunakan pada
winders dan creels, karena ukuran danmudahnya penyimanan detektor
kecil.
e) Sensor dalam DTYSemua sensor diatas terintegrasi satu sama lain, untuk
memberikan perintahyang sama yaitu pada saat benang yang terputus,
sensor akan memberikan outputuntuk menghentikan posisi tersebut. Hal
ini berfungsi untuk meminimalisirkesalahan operator threading, karena
pada prinsipnya sensor ini dapat melakukanself-threading. Unit ini sendiri
terdiri dari konstruksi kuat dan benar-benar disegeluntuk mencegah
kerusakan akibat masuknya minyak, salju atau puing-puinglainnya. Juga
dilindungi terhadap kerusakan dari short-circuit.

C. PERAWATAN PADA MESIN TEKSTIL


Jenis-jenis Maintenance (Perawatan) Mesin/Peralatan Kerja – Yang dimaksud dengan
Maintenance adalah suatu kegiatan untuk merawat atau memelihara dan menjaga Mesin/peralatan
dalam kondisi yang terbaik supaya dapat digunakan untuk melakukan produksi sesuai dengan
perencanaan. Dengan kata lain, Maintenance adalah kegiatan yang diperlukan untuk
mempertahankan (retaining) dan mengembalikan (restoring) mesin ataupun peralatan kerja ke
kondisi yang terbaik sehingga dapat melakukan produksi dengan optimal.
Dengan berkurangnya tingkat kerusakan mesin dan peralatan kerja, kualitas, produktivitas dan
efisiensi produksi akan meningkat dan menghasilkan profitabilitas yang tinggi bagi perusahaan.
Pada dasarnya Maintenance atau Perawatan Mesin/Peralatan kerja memerlukan beberapa kegiatan
seperti dibawah ini :
– Kegiatan Pemeriksaan/Pengecekan
– Kegiatan Meminyaki (Lubrication)
– Kegiatan Perbaikan/Reparasi pada kerusakan (Repairing)
– Kegiatan Penggantian Suku Cadang (Spare Part) atau Komponen
Jenis-jenis Maintenance (Perawatan)
Maintenance atau Perawatan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah:
1. Breakdown Maintenance (Perawatan saat terjadi Kerusakan)
Breakdown Maintenance adalah perawatan yang dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada
mesin atau peralatan kerja sehingga Mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara normal atau
terhentinya operasional secara total dalam kondisi mendadak. Breakdown Maintenance ini harus
dihindari karena akan terjadi kerugian akibat berhentinya Mesin produksi yang menyebabkan tidak
tercapai Kualitas ataupun Output Produksi.
2. Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan)
Preventive Maintenance atau kadang disebut juga Preventative Maintenance adalah jenis
Maintenance yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mesin selama operasi
berlangsung. Contoh Preventive maintenance adalah melakukan penjadwalan untuk pengecekan
(inspection) dan pembersihan (cleaning) atau pergantian suku cadang secara rutin dan berkala.
Preventive Maintenace terdiri dua jenis, yakni :
a. Periodic Maintenance (Perawatan berkala)
Periodic Maintenance ini diantaranya adalah perawatan berkala yang terjadwal dalam melakukan
pembersihan mesin, Inspeksi mesin, meminyaki mesin dan juga pergantian suku cadang yang
terjadwal untuk mencegah terjadi kerusakan mesin secara mendadak yang dapat menganggu
kelancaran produksi. Periodic Maintenance biasanya dilakukan dalam harian, mingguan, bulanan
ataupun tahunan.
b. Predictive Maintenance (Perawatan Prediktif)
Predictive Maintenance adalah perawatan yang dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan sebelum
terjadi kerusakan total. Predictive Maintenance ini akan memprediksi kapan akan terjadinya
kerusakan pada komponen tertentu pada mesin dengan cara melakukan analisa trend perilaku
mesin/peralatan kerja. Berbeda dengan Periodic maintenance yang dilakukan berdasarkan waktu
(Time Based), Predictive Maintenance lebih menitikberatkan pada Kondisi Mesin (Condition Based).
3. Corrective Maintenance (Perawatan Korektif)
Corrective Maintenance adalah Perawatan yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi penyebab
kerusakan dan kemudian memperbaikinya sehingga Mesin atau peralatan Produksi dapat beroperasi
normal kembali. Corrective Maintenance biasanya dilakukan pada mesin atau peralatan produksi
yang sedang beroperasi secara abnormal (Mesin masih dapat beroperasi tetapi tidak optimal).

III. KESIMPULAN
Jadi, pada mesin roving terdapat beberapa elemen mesin yaitu :
 Elemen penggerak = Motor, pada mesin roving Rpmnya adalah 1500 Rpm
 Elemen transmisi = Gear, Sproket, Pulli
 Elemen penghubung = Baut dan mur, Belt, Rantai
 Elemen Khusus = Sensor

IV. DAFTAR PUSTAKA


 http://ittykarmiati.blogspot.co.id/2015/07/pengenalan-mesin-roving-
pemintalan.html
 http://seputar-tekstil.blogspot.co.id/p/roving.html
 https://www.scribd.com/doc/289422487/Laporan-Drawn-Texture-Yarn-DTY
 https://www.scribd.com/document/372347780/Cara-Perawatan-Belt-Rantai-Dan-
Roda-Gigi
 https://dokumen.tips/documents/elemen-mesin-rantai.html