Anda di halaman 1dari 2

FONTERRA

Di Selandia Baru, Fonterra Co-operative Group Ltd. merupakan perusahaan


berbentuk koperasi terbesar. Dengan omset tahunan US$ 8 miliar, Fonterra merupakan
perusahaan produk susu dan turunannya (dairy products) nomor lima terbesar di dunia
sekaligus eksportir dairy products terbesar sejagat. Perusahaan ini menyumbang 20% dari
total nilai ekspor Selandia Baru atau 7% produk domestik bruto negara ini.

Fonterra resmi didirikan pada Oktober 2001, sebagai hasil merger the New Zealand
Dairy Board (badan usaha milik Pemerintah Selandia Baru yang mengelola bisnis persusuan
di negara ini) dengan dua koperasi persusuan terbesar, New Zealand Dairy Group dan Kiwi
Co-operative Dairies. Sebagai sebuah koperasi, kepemilikan Fonterra dipegang oleh sekitar
12 ribu peternak sapi Selandia Baru (yang juga merupakan pemasok susu buat Fonterra).

Meski baru berdiri pada awal 2000-an, cikal bakal bisnis Fonterra sudah berkembang
sejak awal 1900-an. Di awal abad ke-20 itu, mayoritas pabrik susu di Selandia Baru dimiliki
koperasi. Jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 400 perusahaan hingga 1930-an. Ratusan
perusahaan susu kecil ini tentu repot harus melayani permintaan dari luar negeri. Karena
itu, pada 1923, pemerintah mendirikan badan usaha the Dairy Export Produce Control Board
untuk mengontrol kegiatan ekspor produk susu negeri ini. Badan usaha pemerintah inilah
yang kemudian menjadi the New Zealand Dairy Board (atau biasa disingkat the Dairy Board).
Chairman: Henry van der Heyden
CEO : Andrew Ferrier
CIO : Greg James

NESTLÉ
Nestlé merupakan produsen makanan terkemuka di
dunia yang memasok lebih dari 10 juta produk makanan ke pasaran setiap
tahunnya. Nestlé didirikan pada tahun 1866 di Vevey, Swiss.
Pendirinya adalah Henry Nestlé, seorang ahli gizi berkebangsaan Jerman. Hal
yang melatarbelakangi Henry Nestlé adalah banyaknya bayi yang meninggal dunia
sebelum usia mereka mencapai satu tahun, hal ini dikarenakan para ibu tidak
dapat menyusui sendiri bayinya. Terlebih lagi saat teman Henry Nestlé
menghampiri dirinya untuk menyelamatkan bayi prematur. Henry Nestlé kemudian
membawa bayi itu kerumahnya dan memberikan makanan berupa paduan dari roti,
susu dan gula. Kondisi bayi tersebut pun berangsur pulih dari hari ke hari.
Penemuan ini memberikan kabar gembira dan langsung tersebar luas.

“Ferine Lactee Nestlé‟ mejadi makanan pendamping ASI sekaligus makanan


penambah gizi yang berhasil menekan angka kematian bayi. Sejak saat itu Nestlé menjadi
perusahaan produsen makanan yang mendapat kepercayaan dari masyarakat. Henry Nestlé
memanfaatkan nama keluarganya ‘Nestlé’, yang dalam bahasa Jerman Swiss berarti sarang
burung kecil (little nest), menjadi logo perusahaannya. Logo tersebut menjadi
lambang rasa aman, kasih sayang, kekeluargaan dan pengasuhan.

Pada tahun 1910 susu „Tjap Nona‟ masuk ke


pasaran Indonesia melalui distributor yang ada di Singapura. Setelah Indonesia
merdeka, pada tahun 1965 pemerintah membuka kesempatan berinvestasi bagi
investor asing. Kebijakan ini mendorong Nestlé dan para mitranya untuk membuka
usaha di Indonesia. Pada tanggal 29 Maret 1971, Nestlé S.A yang berpusat di Vevey,
Swiss bersama mitra lokalnya mendirikan PT. Food Specialties Indonesia.
Pabrik pertama didirikan di Waru, Jawa Timur. Pabrik ini didirikan pada tahun
1972 dan mulai beroperasi pada tahun 1973 yang menghasilkan susu Tjap Nona.

CAMPINA

Pada tanggal 22 juli 1972 di kota surabaya lahir salah satu produsen es krim yang
didirikan oleh Bapak Darmo Hadipranoto berserta istrinya, mereka menciptakan es krim
yang bernama Campina di garasi rumah yang terletak di Jl. Gembong Sawah, Surabaya. Saat
itulah mereka mendirikan CV Pranoto. Es krim Campina milik Bapak Darmo mulai dikenal
dan menjadi es krim favorit bagi masyarakat sampai mengundang agenda kunjungan
Gubernur Jawa Timur, Bapak H.M.Noer ke pabrik Campina pada tahun 1973. Pada tahun
1984, Campina memindahkan lokasi pabriknya ke Rungkut, Surabaya yang sampai saat ini
masih digunakan. Perkembangan cara penjualan Campina juga mulai beragam, dari
menggunakan armada sepeda, freezer hingga van.

Sesuai dengan visi Campina untuk menjadi produsen es krim terbesar, pada tahun
1994 keluarga Bp. Sabana Prawirawidjaja (PT Ultrajaya Milk Industry) berpartisipasi dalam
kepemilikan saham sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Campina Ice Cream
Industry. Campina juga terus berkembang memperkuat produk-produknya, salah satunya
dengan membuat hubungan kerja sama bersama jaringan TV kabel khusus untuk tayangan
anak-anak Nicklodeon. Campina menjadi satu-satunya pemegang lisensi produk es krim
‘Spongebob’ dan ‘Avatar’ di Asia tenggara

INDOLAKTO

PT. Indolakto adalah anak perusahaan dari PT. Indofood Group . PT Indolakto
bergerak dalam sektor penglahan susu (Dairy Manufacture). Minuman susu dalam kemasan
dan produk olahan susu merupakan produk yang dihasilkan PT Indolakto.

Awalnya Australian Dairy Produce Board ( Dewan Hasil Peternakan Susu Australia )
telah berhasil mendapat hasil dan kerjasama di Filiphina, Thailand, dan Singapura. Kemudian
dengan adanya kesempatan mendirikan usaha serupa di Indonesia, maka tahun 1967 PT.
Australia Indonesian Milk Industries (PT. INDOMILK) yang merupakan induk PT
Indolakto didirikan. Pada bulan April 2008 dilakukan merger terhadap PT. Australia
Indonesian Milk Industries (PT. INDOMILK), PT. Ultrindo, PT. Indomurni Dairy Industries, PT.
INDOLAKTO dan PT. Indoeskrim ke dalam satu payung usaha, yaitu PT. INDOLAKTO. Tahun
2007, PT. INDOLAKTO mendapatkan penghargaan Piagam Bintang Tiga Keamanan Pangan
(Food Star Award) dari Badan POM Republik Indonesia karena berprestasi dalam
menerapkan Manajemen Keamanan Pangan berdasarkan Sistem HACCP, ISO 22000 secara
konsisten. PT Indolakto juga telah mendapatkan sertifikat ISO sejak tahun 2000 hingga 2015.