Anda di halaman 1dari 4

Faktor Penyebab serta Pencegahan Diare

Aurelia Wirasdita Woen

102017116

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta Barat, Indonesia


Aurelia.2017fk116@civitas.ukrida.ac.id

Abstrak
Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena
merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak diberbagai Negara
Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO) pengertian diare adalah buang air besar
dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari (24 jam).
Kebanyakan orang yang meninggal akibat diare disebabkan oleh dehidrasi berat dan kehilangan
cairan. penyebab utama kematian akibat diare adalah dehidrasi akibat kehilangan cairan dan
elektrolit melalui tinja. penyebab diare terjadi karena keracunan makanan, adanya infeksi kuman,
stress pikiran, dan banyak faktor lain. Penyakit ini biasanya dapat sembuh dengan sendiri karena
sebenarnya diare adalah mekanisme tubuh untuk membuang racun dan kuman yang ada di
usus. Pengobatan diare dapat dilakukan dengan cara banyak minum air putih dalam jumlah
banyak, minum obat diare. Jika diikuti mual dan muntah, minuman tentu tidak dapat masuk,
padahal asupan air (hidrasi) sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Untuk mencegah penyakit
ini butuh kesadaran dari individu untuk mulai menggunakan air bersih, mencuci tangan,
menggunakan jamban yang bersih, dan makanan bersih.
Kata kunci: diare,dehidrasi,elektrolit

Abstract
Diarrheal disease is still one of the important public health problems because it is the main
contributor to the three morbidity and mortality rates of children in various countries of
Indonesia. According to WHO understanding of diarrhea is defecation with consistency of liquid
(diarrhea) as much as 3 times or more in one day (24 hours). Most people who die from diarrhea
are caused by severe dehydration and fluid loss. the main cause of death from diarrhea is
dehydration due to fluid loss and electrolytes through the stool. causes of diarrhea due to food
poisoning, the presence of germ infections, stress of mind, and many other factors. This disease
can usually heal by itself because the actual diarrhea is the body's mechanism to get rid of toxins
and germs in the gut. Treatment of diarrhea can be done by drinking lots of water in large
quantities, taking diarrhea medicine. If followed by nausea and vomiting, the drink certainly can
not enter, but the water intake (hydration) is very important to prevent dehydration. To prevent
this disease requires awareness of the individual to start using clean water, wash hands, use
clean latrines, and clean food.
Keywords: diarrhea, dehydration, electrolytes

Pendahuluan
Diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak 3 kali atau lebih dalam
satu hari (24 jam). Diperkirakan lebih dari 1,3 miliar serangan dan 3,2 kematian per tahun pada
balita disebabkan oleh diare.1 Setiap anak mengalami episode serangan diare rata-rata 3,3 kali
setiap tahun.1 Lebih kurang 80% kematian terjadi pada anak berusia kurang dari dua tahun.1
Ketika seseorang terkena diare, cairan tubuh dan zat elektrolit akan terbuang sebelum sempat
terserap oleh tubuh. Dehidrasi merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat menggantikan
cairan tubuh yang hilang akibat diare.

Definisi

Diare adalah perubahan frekuensi dan konsistensi tinja.1 Diare dapat diartikan juga sebagai
buang air besar yang tidak normal atau tinja yang encer dan frekuensinya lebih banyak dari
biasanya. Dinyatakan diare apabila frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali. Namun untuk bayi
berumur lebih dari satu bulan dan anak dikatakan diare bila frekuensinya lebih dari 3 kali.2 Diare
sering dikaitkan dengan infeksi gastrointestinal (saluran cerna), yang dapat disebabkan oleh
berbagai macam organisme seperti bakteri, virus dan parasit.2

Faktor yang mempengaruhi


Terjadi diare yaitu faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi
dan perilaku masyarakat.3 Diare dibedakan menjadi dua berdasarkan waktu serangan yaitu, diare
akut kurang dari dua minggu. Dan diare kronik lebih dari dua minggu.1 Dua faktor yang
dominan, yaitu: sarana air bersih dan pembuangan tinja. Kedua faktor ini akan berinteraksi
bersama dengan perilaku manusia. Faktor lingkungan yang tidak sehat pula, yaitu melalui
makanan dan minuman dapat menimbulkan penyakit diare. Faktor diare menyebabkan gizi
kurang dan memperberat diarenya. Oleh karena itu, pengobatan dengan makanan yang baik
merupakan komponen utama penyembuhan diare tersebut.
Diare secara garis besar dibagi atas radang dan non radang. Diare radang dibagi lagi atas infeksi
dan non infeksi. Diare non radang bisa karena hormonal, anatomis, obat-obatan dan lain-lain.
Penyebab infeksi bisa virus, bakteri, parasit dan jamur, sedangkan non infeksi karena alergi,
radiasi. Penularan diare sebagian besae disebabkan oleh keman seperti virus dan bakteri.

Penularan penyakit diare


Penularan secara langsung : Dapat ditularkan dari orang satu ke orang lain secara langsung
melalui fecal – oral dengan media penularan utama adalah makanan atau minuman yang
terkontaminasi agen penyebab diare (Suharyono, 1991).4
Penularan secara tidak langsung : Penyakit diare dapat ditularkan secara tidak langsung melalui
air. Air yang tercemar bila digunakan orang untuk keperluan sehari-hari tanpa direbus atau
dimasak terlebih dahulu.4

Pengobatan diare dapat dilakukan dengan cara:


Meningkatkan konsumsi cairan, mengganti kehilangan cairan dan elektrolit/ion adalah salah satu
kunci penting dalam penanganan diare.5 Hal ini diperlukan untuk menghindari maupun
menangani dehidrasi. disarankan untuk minum beberapa teguk cairan sesering mungkin meski
mengalami gejala muntah. Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali. Hindarilah jus buah dan
minuman bersoda karena dapat memperparah kondisi diare

Makanlah makanan mudah dicerna, yaitu makanan semipadat dan makanan rendah serat secara
bertahap hingga buang air besar kembali normal.5 Contohnya roti, biskuit, telur, nasi atau ayam.
Hindarilah makanan tertentu, seperti produk susu, makanan berlemak, makanan tinggi serat atau
makanan berbumbu tajam serta makanan pedas selama beberapa hari hingga diare teratasi.5

Minum obat anti-diare.5 Di apotek atau toko obat banyak sekali obat untuk mengobati diare (obat
diare) yang dapat membantu mengurangi pergerakan usus sehingga dapat membantu mengatasi.
Pencegahan

Menggunakan air bersih, tanda air bersih adalah tidak berwarna,tidak berbau,tidak berasa.6
Kemudian memasak air sampai mendidih sebelum diminum, mencuci tangan juga sangat penting
karena banyak kuman ditangan manusia, untuk seorang ibu dengan memberikan ASI kepada
bayi sampai usia 2 tahun, kamar mandi harus bersih dan membuang tinja bayi dengan benar.

Kesimpulan
Penyakit diare sangat rentan menyerang manusia, terlebih anak-anak. Maka dari itu peran orang
tua sangat penting untuk mengontrol kesehatan anak-anak. Pencegahan penyakit ini dapat
dilakukan sejak dini mulai dari hal kecil. Bila tidak dilakukan pengobatan, penyakit ini bisa
membawa kematian.

Daftar pustaka
1. Widoyono. Penyakit tropis epidemiologi, penularan, pencegahan dan pemberantasan.
Semarang: penerbit erlangga; 2005.h.145-46
2. Mediskus. Diare:Gejala,Penyebab dan Pengobatan. 2017. Tersedia:
https://mediskus.com/diare.
3. Arif YS, Qur’aniati N, Sukut SS. Faktor Kejadian Diare Pada Balita dengan Pendekatan
Teori Nola J. Pender Di Igd Rsud Ruteng. 2015. Diunduh dari
http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-pmnj4be06ad84dfull.pdf, 6 November
2017.
4. Kesmas, “Penularan Penyakit Diare “.2014. Tersedia: http://www.indonesian-
publichealth.com/penularan-penyakit-diare.6 November 2017
5. Departemen kesehatan RI. Situasi Diare Di Indonesia. Edisi Maret 2011. Diunduh dari
http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-diare.pdf
6 November 2017.
6. Atik Sri Wulandari. Hubungan Kasus Diare dengan Faktor Sosial Ekonomi dan
Perilaku.2010.Diunduh dari http://elib.fk.uwks.ac.id, 6 November 2017.