Anda di halaman 1dari 170

Bab I Pendahuluan I - 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kabupaten Kendal yang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah
yang terletak pada jalur pantai utara. Kabupaten Kendal mempunyai letak yang
strategis, berbatasan dengan Laut Jawa di wilayah utara dan juga berbatsan
dengan Kodya Semarang dan wilayah timur. Kabupaten Kendal juga terletak

dalam jalur Semarang-Jakarta, tepatnya pada 109º40’ – 110º18’ BT.


Di Kabupaten Kendal, pertanian mempunyai potensi yang besar untuk
dikembangkan. Hasil-hasil pertaniannya lebih dari yang dibutuhkan sendiri
sehingga ada potensi untuk memasarkan hasil-hasil tersebut ke daerah lain. Di
samping itu ada juga perkebunan karet milik PTP Nusantara yang produktif dalam
menghasilkan karet. Kayu-kayu yang cukup berkualitas dihasilkan oleh Perhutani.
Selain pertanian, perekonomian Kabupaten Kendal juga didukung oleh
sektor industri dan perdagangan yang cukup maju.
Dengan melihat potensi yang ada ini, bisa dilihat bahwa salah satu
kebutuhan infrastruktur yang penting di Kabupaten Kendal adalah sarana
transportasi baik darat, laut maupun udara. Secara khusus dalam transportasi laut,
Kabupaten Kendal belum mempunyai fasilitas yang memadai. Di era otonomi
daerah sekarang ini alangkah baiknya untuk mempersiapkan fasilitas transportasi
laut yang lebih memadai. Hal ini bisa dilakukan dengan membangun pelabuhan
barang.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari perencanaan ini untuk membangun dermaga kapal barang
yang memadai di Kabupaten Kendal. Adapun yang menjadi tujuan pembangunan
dermaga kapal barang di Kabupaten Kendal ini adalah :

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab I Pendahuluan I - 2

- Meningkatkan kegiatan ekonomi daerah Kendal dengan jalan memasarkan


barang-barang industri dan perdagangan, juga hasil-hasil pertanian ke
daerah lain.
- Menunjang kelancaran perdagangan Kendal dengan pulau lain, bahkan
mungkin dengan negara lain.
- Memberikan tempat bongkar muat bagi kapal-kapal barang.

1.3 LOKASI PROYEK


Lokasi proyek Perencanaan Pelabuhan Barang ini terletak di Desa
Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal Propinsi Jawa Tengah.

Gambar 1.1 Peta lokasi proyek


Pembangunan Pelabuhan Barang Kabupaten Kendal didasarkan pada
kebutuhan yang ada untuk menunjang kemandirian Kabupaten Kendal.
Dalam Tugas Akhir ini penyusun memfokuskan pada perencanaan layout
(fender, bolder), pelabuhan, pembangunan dermaga beserta perlengkapannya
(alur pelayaran dan kolam pelabuhan) beserta pemecah gelombangnya.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab I Pendahuluan I - 3

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN


Laporan Tugas Akhir ini tersusun dari beberapa bab, yang di dalamnya
terdapat beberapa sub bab. Adapun isi dari tiap-tiap bab tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan
Bab ini berisi mengenai uraian singkat yang menggambarkan keadaan
lokasi serta aspek-aspek yang saling berhubungan.
Dalam hal ini juga menerangkan secara garis besar isi dari laporan
Tugas Akhir ini.
Bab II: Studi Pustaka
Bab ini berisi uraian tentang rumus-rumus yang dipergunakan,
peraturan-peraturan maupun standar-standar yang diperlukan baik
dalam tahap perencanaan maupun perhitungan konstruksi.
Bab III : Metodologi
Bab ini berisi tentang metode-metode pengumpulan data yang
diperlukan untuk perencanaan dermaga.
Bab IV: Analisis Data
Dalam bab ini data-data yang diperoleh diolah dan dianalisis menjadi
data-data yang siap dipakai untuk keperluan perencanaan dan
perhitungan konstruksi dermaga.
Bab V : Perhitungan
Bab ini merupakan bab yang terpenting di mana dalam bab ini
dilakukan perencanaan dan perhitungan konstruksi dermaga beserta
fasilitas pendukungnya, sehingga didapatkan desain yang baik yang
sesuai dengan umur dan kekuatan yang direncanakan.
Bab VI: Rencana Kerja dan Syarat-Syarat
Bab ini berisi tentang syarat-syarat umum, syarat-syarat administrasi
dan syarat-syarat teknis yang terkait dengan pekerjaan tersebut.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab I Pendahuluan I - 4

Bab VII: Rencana Anggaran Biaya


Bab ini berisi harga satuan upah dan bahan, daftar analisa harga satuan,
perhitungan volume, jadwal pekerjaan dan network planning.
Bab VIII: Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan saran mengenai hasil-hasil perhitungan
dan perencanaan dermaga tersebut.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 1

BAB II STUDI PUSTAKA

2.1 TINJAUAN UMUM


Pada bab ini dibahas mengenai gambaran perencanaan dan perhitungan
yang akan dipakai pada perencanaan Dermaga Kapal Barang Kabupaten Kendal.
Pada perencanaan tersebut digunakan beberapa metode dan perhitungan yang
bersumber dari berbagai referensi yang terkait dengan jenis proyek ini .
Perencanaan dermaga tergantung dari berbagai faktor di mana setiap
faktor tersebut memiliki permasalahan dan pengaruh sendiri. Permasalahan dan
pengaruh yang timbul harus dapat dicermati dan diantisipasi dengan baik sehingga
nantinya diharapkan dapat menghasilkan kualitas perencanaan yang baik dan
efektif.

2.2 PERENCANAAN PELABUHAN BARANG


2.2.1 Alur Pelayaran
Alur pelayaran digunakan untuk mengarahkan kapal yang mau masuk ke
kolam pelabuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan alur pelayaran
adalah :
Keadaan trafik kapal
Keadaan geografi dan meteorologi daerah alur
Karakteristik maksimum kapal-kapal yang menggunakan pelabuhan
Kondisi pasang surut, arus dan gelombang

2.2.1.1 Kedalaman alur


Untuk mendapatkan kondisi operasional yang ideal, kedalaman air di
alur masuk harus cukup besar untuk memungkinkan pelayaran pada muka air
terendah dengan kapal bermuatan penuh.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 2

Kedalaman air ini ditentukan oleh berbagai faktor dan dapat dinyatakan
sebagai berikut :

H=d+G+z+R+P+S+K
(1, hal 112)

G+z+R+P+S+K

Gambar 2.1 Kedalaman Alur Pelayaran


Dengan:
H = kedalaman alur (m)
d = draft kapal
G = gerak vertikal kapal karena gelombang
Z = squat
R = ruang kebebasan bersih
P = Ketelitian pengukuran
S = Pengendapan sedimen antara dua pengerukan
K = Toleransi pengerukan

• P + S + K diambil sebesar 0,5 m


• d = draft kapal
Draft kapal ditentukan oleh karakteristik kapal terbesar yang menggunakan
pelabuhan, dalam perencanaan ini kapal terbesar adalah kapal dengan bobot
5000 dwt.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 3

Tabel 2.1 Draft Kapal (1, hal 22)


Kapal Barang
Bobot (DWT) Panjang / Loa (m) Lebar / B (m) Draft (m)
700 58 9,7 3,7
1000 64 10,4 4,2
2000 81 12,7 4,9
3000 92 14,2 5,7
5000 109 16,4 6,8

Jadi untuk kapal 5000 dwt diperoleh draft kapal = 6,8 m.


• G = gerak vertikal kapal karena gelombang
G = 0,5 * B * sin α° , dimana α adalah sudut kemiringan kapal
• Z = squat
Besar squat bisa dihitung dengan rumus berikut :
∆ Fr 2
z = 2,4 (1, hal 114)
Lpp 2 1 − Fr 2
Dengan :
∆ = volume air yang dipindahkan ( m3 )
Lpp = panjang garis air ( m )
V = kecepatan kapal ( m/dt )
G = percepatan gravitasi = 9,8 m/dt2
H = kedalaman air ( m )
V
Fr = = angka Fraude
gh
Lpp = 0,846 Loa1,0193 m
∆ = d*Lpp*B m3
Kecepatan kapal (V) dapat diperoleh dari tabel 2.2 sebesar 0,2 m/dt sedangkan
kedalaman air pada tabel 2.3 sebesar 7,5 m.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 4

Tabel 2.2 Kecepatan merapat kapal pada dermaga (1, hal 170)
Kecepatan merapat
Ukuran Kapal (DWT)
Pelabuhan (m/d) Laut terbuka (m/d)
≤ 500 0,25 0,30
500-10000 0,15 0,20
10000-30000 0,15 0,15
≥ 30000 0,12 0,15

Tabel 2.3 Kedalaman kolam pelabuhan (1, 121)


Kapal Barang
Bobot (DWT) Kedalaman (m)
700 4,5
1000 5,0
2000 5,5
3000 6,5
5000 7,5

• R = ruang kebebasan bersih


R = 0,2 d

2.2.1.2 Lebar alur


Lebar alur tergantung pada beberapa faktor, yaitu:
Lebar,kecepatan dan gerakan kapal
Trafik kapal, apakah direncanakan untuk satu atau dua jalur
Kedalaman alur
Angin, gelombang dan arus

Tidak ada rumus yang memuat faktor-faktor tersebut secara eksplisit,


tetapi beberapa kriteria telah ditetapkan berdasarkan pada lebar kapal dan faktor
faktor tersebut secara implisit. Pada alur untuk satu jalur (tidak ada simpangan),

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 5

lebar alur adalah tiga sampai empat kali lebar kapal. Jika kapal boleh
bersimpangan, lebar alur adalah enam sampai tujuh kali lebar kapal. Gambar 2.2.a
dan 2.2.b menunjukkan cara menentukan lebar alur untuk satu jalur dan dua jalur.

Lebar Keamanan

Lebar Keamanan
Jalur Gerak
180% B
150% B

150% B
B

1,5B 1,8B 1,5B


4,8B

Gambar 2.2.a Lebar alur satu jalur


Antara Kapal 100%B
Jalur Gerak

Jalur Gerak
Lebar Keamanan

Lebar Keamanan
Lebar Keamanan

180%B

180%B

150%B
150%B

B B

1,5B 1,8B 1,0B 1,8B 1,5B


7,6B

Gambar 2.2.b Lebar alur dua jalur

Cara lain untuk menentukan lebar alur diberikan oleh OCDI (1991). Lebar
alur untuk dua jalur diberikan pada tabel 2.4 dibawah . Untuk alur diluar pemecah
gelombang, lebar alur harus lebih besar daripada yang diberikan dalam tabel

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 6

tersebut, supaya kapal bisa melakukan gerakan dengan aman dibawah pengaruh
gelombang, arus topografi dan sebagainya.
Tabel 2.4 Lebar alur menurut OCDI (1, hal 118)

Panjang alur Konndisi pelayaran Lebar

Kapal sering bersimpangan 2 Loa


Relatif panjang
Kapal tidak sering bersimpangan 1,5 Loa
Kapal sering bersimpangan 1,5 Loa
Selain dari alur diatas
Kapal tidak sering bersimpangan Loa

2.2.2 Kolam Pelabuhan


2.2.2.1 Luas Kolam Pelabuhan
Kolam pelabuhan harus tenang, mempunyai luas dan kedalaman yang
cukup, sehingga memungkinkan kapal berlabuh dengan aman dan memudahkan
bongkar muat barang. Selain itu tanah dasar harus cukup baik untuk bisa menahan
angker dari pelampung penambat. Ukuran kolam pelabuhan ditentukan oleh
jumlah dan ukuran kapal-kapal yang akan menggunakannya serta kondisi perairan
pantai yang ada. OCDI memberikan beberapa besaran untuk menentukan dimensi
kolam pelabuhan. Daerah kolam mempunyai luasan air yang melebihi daerah
lingkaran dengan jari-jari yang diberikan pada tabel 2.5.
Tabel 2.5 Luas Kolam untuk tambatan (1, hal 121)
Penggunaan Tipe Tambatan Tanah Dasar atau Jari-jari (m)
Kecepatan Angin
Penungguan di Tambatan bisa Pengangkeran baik Loa + 6H
lepas pantai atau berputar 3600 Pengangkaran jelek Loa + 6H
Bongkar muat Tambatan dengan Pengangkeran baik Loa + 4,5H
barang dua jangkar Pengangkaran jelek Loa + 4,5H + 25
Penambatan Kec. Angin 20 m/d Loa + 3H + 90
selama ada badai Kec. Angin 30 m/d Loa + 4H + 145
H: Kedalaman air

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 7

Dalam perencanaan ini diambil jari-jari = Loa + 4,5H + 25 . Dengan demikian


maka luas kolam yang diperlukan sebesar π * (Loa + 4,5H + 25)2

2.2.2.2 Kedalaman Kolam Pelabuhan


Dengan memperhitungkan gerak osilasi kapal karena pengaruh alam
seperti gelombang, angin dan arus pasang surut, kedalaman kolam pelabuhan
adalah 1,1 kali draft kapal pada muatan penuh di bawah elevasi muka air rencana.
Kedalaman tersebut diberikan dalam tabel 2.3. Untuk kapal 5000 dwt didapat
kedalaman kolam pelabuhan 7,5 m.

2.2.3 Dermaga
Dermaga adalah suatu bangunan pelabuhan yang digunakan untuk
merapat dan menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat barang dan
menaik turunkan barang.
Dasar pertimbangan dalam perencanaan dermaga :
• Pemilihan lokasi harus memperhitungkan arah angin, arah arus dan perilaku
kestabilan pantai.
• Panjang dan lebar dermaga disesuaikan dengan kapasitas/jumlah kapal yang
akan berlabuh.
• Lebar dermaga dipilih sedemikian rupa sehingga paling menguntungkan
terhadap fasilitas darat yang tersedia dengan masih mempertimbangkan
kedalaman air.

2.2.3.1 Type dermaga


Pemilihan type dermaga sangat dipengaruhi oleh kebutuhan yang akan
dilayani (dalam perencanaan ini dermaga barang), ukuran kapal, arah angin dan
gelombang, kondisi topografi dan tanah dasar laut dan yang paling penting adalah
tinjauan ekonomi untuk mendapatkan bangunan yang paling ekonomis. Dengan
mempertimbangkan perairannya yang landai maka dipilih dermaga type pier,
yaitu dermaga yang menjorok ke laut.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 8

2.2.3.2 Panjang dermaga


Panjang dermaga dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

L p = nLOA + (n − 1)15,00 + 2 × 25,00


(1, hal 167)
Dengan :
Lp = panjang dermaga (m)
n = jumlah kapal yang ditambat
LOA = panjang total kapal (m)

2.2.3.3 Lebar dermaga


Lebar dermaga disediakan untuk keperluan bongkar muat barang dan
juga tempat penumpukan barang. Di samping itu dermaga juga digunakan untuk
lalu lintas pengangkutan barang-barang tersebut ke gudang maupun langsung ke
tempat tujuan.
Lebar dermaga (Bp) :
Bp = 2a + b dimana a = lebar apron
b = lebar lapangan
Lebih jelasnya bisa dilihat pada hal V-16.

2.2.3.4 Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga


1. Gaya benturan kapal
Pada waktu merapat ke dermaga kapal masih mempunyai kecepatan sehingga
akan terjadi benturan antara kapal dan dermaga. Dalam perencanaan, dianggap
bahwa benturan maksimum terjadi apabila kapal bermuatan penuh
menghantam dermaga pada sudut 10° terhadap sisi depan dermaga.
Besarnya energi benturan diberikan oleh rumus berikut :

W ×V 2
E= × Cm × Ce × Cs × Cc (1, hal 170)
2g

E = energi benturan (ton meter)

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 9

W = berat kapal (ton)


V = kecepatan kapal saat membentur dermaga (m/det)
Cm = koefisien massa
Ce = koefisien eksentrisitas
Cs = koefisien kekerasan (diambil =1)
Cc = koefisien bentuk dari tambatan (diambil = 1)
Koefisien massa tergantung pada gerakan air di sekeliling kapal yang dapat
dihitung dengan persamaan berikut :

π d
Cm = 1 +
2 × Cb B (1, hal 170 )

W
Cb =
L pp × B × d × γ o
( 1, hal 171 )

Cb = koefisien blok kapal


d = draft kapal(m)
B = lebar kapal (m)
LPP = panjang garis air (m)
γo = berat jenis air laut (t/m3)

Koefisien eksentrisitas adalah perbandingan antara energi sisa dan energi


kinetik kapal yang merapat, dan dapat dihitung dengan rumus berikut :

1
Cc = ( 1, hal 171 )
1 + (l / r )
2

l = jarak sepanjang permukaan air dermaga dari pusat berat kapal sampai
titik sandar kapal (m)
l = ¼ LOA (dermaga) (m)
l = 1/6 LQA (dolphin) (m)

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 10

r = jari-jari putaran disekeliling pusat berat kapal pada permukaan air.

2. Gaya akibat angin


Angin yang berhembus ke badan kapal yang ditambatkan akan menyebabkan
gerakan kapal yang bisa menimbulkan gaya pada dermaga. Apabila arah angin
menuju ke dermaga, maka gaya tersebut berupa gaya benturan ke dermaga,
sedang jika arahnya meninggalkan dermaga akan menimbulkan gaya tarikan
kapal pada alat penambat.
Besar gaya angin tergantung pada arah hembus angin, dan dapat dihitung
dengan rumus berikut ini :
a. gaya longitudinal , apabila angin datang dari arah haluan (α =0°)

RW = 0.42 × Qa × Aw
(1, hal 172)
b. gaya longitudinal, apabila angin datang dari arah buritan (α =180°)
,
Rw = 0.5 × Qa × Aw
(1, hal 172)
c. gaya lateral, apabila angin datang dari arah lebar (α =90°)

Rw = 1.1 × Qa × Aw
(1, hal 173)
di mana :

Q a = 0.063 × V 2
(1, hal 173)
dengan :
Rw = gaya akibat angin (kg)
Qa = tekanan angin (kg/m)
V = kecepatan angin (m/det)
Aw = proyeksi bidang yang tertiup angin (m2)
3. Gaya akibat arus
Besar gaya yang ditimbulkan oleh arus diberikan oleh persamaan berikut ini :
a. gaya tekanan karena arus yang bekerja dalam arah haluan

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 11

R f = 0.14 × S × V 2 (1, hal 173)

b. gaya tekanan karena arus yang bekerja dalam arah sisi kapal

R f = 0.5 × ρ × C × V 2 × B
(1, hal 173)

2.3 FENDER
Kapal yang merapat pada dermaga masih mempunyai kecepatan baik
oleh gerakan mesinnya sendiri maupun ditarik kapal tunda. Pada waktu merapat
tersebut akan terjadi benturan antara kapal dan dermaga. Untuk menghindari
kerusakan kapal dan dermaga karena benturan tersebut, maka di depan dermaga
diberi bantalan yang berfungsi sebagai penyerap energi benturan. Bantalan yang
ditempatkan di depan dermaga disebut dengan fender.
Fender harus dipasang di sepanjang dermaga dan letaknya harus
sedemikian rupa sehingga dapat mengenai kapal. Oleh karena kapal mempunyai
ukuran yang berlainan, maka fender harus dipasang agak tinggi pada sisi dermaga.
Ada beberapa type fender yang biasa dipakai yaitu fender kayu, fender karet dan
fender gravitasi.
Energi yang diserap oleh sistem fender dan dermaga biasanya ditetapkan
½ E. Setengah energi yang lain diserap oleh kapal dan air.

W
F= V2
2 gd (1, hal 205)
Di mana :
F = gaya benturan yang diserap sistem fender
W= bobot kapal bermuatan penuh
d = defleksi fender (khusus kayu d dibagi 20)
V= komponen kecepatan kapal dalam arah tegak lurus sisi dermaga
g = percepatan gravitasi = 9,81 m/dt2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 12

Dalam perencanaan ini dipilih menggunakan fender arch tipe H yang


diproduksi oleh Fentek. Tabel berikut memberikan tipe dan ukuran fender tersebut
serta gaya, energi dan berat dari masing-masing ukuran untuk fender dengan
panjang 1 meter.
Tabel 2.6 Dimensi dan kapasitas fender arch tipe H ( Lampiran, fentek, hal139 )
Indek Energi FL dgn
H W B F D Berat
Model Energi Gaya L=1000
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (kg/m)
(kNm) (kN) (mm)
A 150 4 75 150 300 1075 240 95 16 30
A 200 8 100 200 400 1100 320 125 20 50
A 250 12 120 250 500 1125 410 160 25 85
A 300 17 145 300 600 1150 490 190 30 120
A 400 31 195 400 800 1200 670 250 40 200
A 500 49 245 500 1000 1250 840 310 50 310
A 600 70 295 600 1200 1300 1010 375 60 450
A 800 125 390 800 1600 1400 1340 500 80 820
A 1000 195 490 1000 2000 1500 1680 625 100 1250
Pada perencanaan ini digunakan fender arch tipe H.

2.4 PENAMBAT KAPAL


Fungsi peralatan penambat adalah untuk menambatkan kapal agar tidak
mengalami pergerakan yang dapat mengganggu baik pada aktivitas bongkar muat
maupun lalu-lintas kapal yang lainnya.
Ada dua macam konstruksi penambat yaitu :
1. Bolder (Bollard)
Boulder yang digunakan pada dermaga ini biasanya terbuat dari bahan baja.
Pada bagian atas dibuat lebih besar agar tali tidak mudah lepas.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 13

2. Dolphin
Merupakan jenis alat penambat yang dipasang terpisah di laut lepas. Biasanya
difungsikan untuk membantu gerakan kapal melakukan gerakan memutar
dengan menambatkan sementara tali kapal pada dolphin.
Di sini digunakan bolder dari beton bertulang.

2.5 PEMECAH GELOMBANG


Pemecah gelombang adalah bangunan yang digunakan untuk melindungi
daerah perairan pelabuhan dari gangguan gelombang. Bangunan ini memisahkan
daerah perairan dari laut bebas, sehingga perairan pelabuhan tidak banyak
dipengaruhi oleh gelombang besar di laut. Pada prinsipnya, pemecah gelombang
dibuat sedemikian rupa sehingga mulut pelabuhan tidak menghadap ke arah
gelombang dan arus dominan yang terjadi di lokasi pelabuhan.
Dimensi pemecah gelombang tergantung pada banyaknya faktor, di
antaranya adalah ukuran dan lay out perairan pelabuhan, kedalaman laut, tinggi
pasang surut dan gelombang, ketenangan pelabuhan yang diharapkan (besarnya
limpasan air melalui puncak bangunan yang diijinkan), transpor sedimen di
sekitar lokasi.

2.5.1 Type Pemecah Gelombang


Pada perencanaan ini dipilih menggunakan pemecah gelombang sisi
miring karena biayanya relatif murah dan perbaikannya mudah.

2.5.2 Dimensi Pemecah Gelombang


Adapun dimensi pemecah gelombang yang perlu diketahui adalah :
Berat butir batu pelindung

γs × H3
W= (1, hal 133)
K D (S r − 1) × Cotθ

γr
Sr =
γD (1, hal 133)

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 14

W : berat batu pelindung (ton)


γr : berat jenis batu (ton/m3)
γa : berat jenis air laut (ton/m3)
H : tinggi gelombang rencana (m)
θ : sudut kemiringan sisi pemecah gelombang
KD : koefisien stabilitas yang tergantung pada bentuk batu pelindung,
kekasaran permukaan batu ketajaman sisi-sisinya, ikatan antara butir, dan
keadaan pecahnya gelombang
Lebar puncak pemecah gelombang
1/ 3
W 
B = n × K∆   (1, hal 137)
γ r 
B : lebar puncak (m)
N : jumlah butir batu (nmin=3)
k∆ : koefisien lapis
w : berat butir batu pelindung (ton)
γr : berat jenis batu pelindung (ton/m3)
Tabel 2.7. Koefisien Lapis (1, hal 139)
Koef. Lapis Porositas
Batu Pelindung n Penempatan
K∆ %
Batu alam (halus 2 Random 1,02 38
Batu alam (kasar) 2 Random 1,15 37
Batu alam (kasar) >3 Random 1,10 40
Kubus 2 Random 1,10 47
Tetrapord 2 Random 1,04 50
Quatripod 2 Random 0,95 49
Hexapod 2 Random 1,15 47
Tribard 2 Random 1,02 54
Dolos 2 Random 1,00 63
Tribar 2 Random 1,13 47
Batualam 1 Random 37

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IIStudi Pustaka II - 15

Tebal lapis pelindung dan jumlah butir batu tiap satu satuan luasan

1/ 3
W 
t = n × K∆   (1, hal 138)
γ r 

P  γ r 
2/3

N = A × n × K ∆ 1 − (1, hal 138)
 100  W 

t : tebal lapis pelindung (m)


n : jumlah lapis batu dalam lapis pelindung
A : luas permukaan (m2)
P : porositas lapis pelindung (%)
N : jumlah butir batu untuk satu satuan luas permukaan A
γr : berat jenis batu (ton/m3)
K∆ : koefisien lapis

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab III Metodologi III - 1

BAB III METODOLOGI

3.1 PERSIAPAN PENDAHULUAN


Sebelum melakukan pengumpulan data dalam proses penyusunan tugas
akhir ini dilakukan suatu proses persiapan. Proses persiapan ini merupakan suatu
tahap awal yang penting, agar penyusunan tugas akhir menjadi lebih efektif dan
efisien.
Tahapan persiapan tersebut meliputi :
1. Studi pustaka mengenai materi tugas akhir untuk menentukan garis besar
proses perencanaan.
2. Menentukan kebutuhan data-data yang akan digunakan.
3. Pengadaan persyaratan administrasi untuk pencarian data.
4. Mendata instansi-instansi yang terkait dengan materi tugas akhir.
Persiapan di atas harus dilakukan dengan baik agar tidak terjadi pekerjaan yang
berulang sehingga tahap pengumpulan data menjadi optimal.

3.2 METODE PENGUMPULAN DATA


Metode pengumpulan data merupakan suatu metode yang digunakan agar
diperoleh data-data yang diperlukan untuk menyusun penulisan suatu karya tulis
atau laporan tugas akhir.
Menurut cara mendapatkannya, data yang digunakan untuk perencanaan
ini berupa data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari beberapa
instansi terkait seperti:
- data kapal dari studi kelayakan pembangunan pelabuhan Kendal
- data pasang surut diperoleh dari Buku Daftar Pasang Surut yang dibuat oleh
Pangkalan TNI AL Semarang.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab III Metodologi III - 2

- data kecepatan dan arah angin serta gelombang didapat dari Badan
Meteorologi dan Geofisika Semarang
- data tanah diperoleh dari Lab. Mekanika Tanah FT Sipil Undip
- peta bathimetri dari konsultan perencana
- data fender didapat dari PT. Rekacipta Buana

3.3 BAGIAN-BAGIAN PERENCANAAN


Supaya perencanaan bisa lebih efektif dan terarah, maka perencanaan
dapat dikelompokkan dalam bagian-bagian perencanaan seperti di bawah ini :
1. Perencanaan tata letak dermaga.
2. Perencanaan retaining wall.
3. Perencanaan struktur dermaga yang meliputi :
- Perencanaan pelat lantai
- Perencanaan balok
- Perencanaan bolder
- Perencanaan fender
4. Perencanaan pondasi.
5. Perencanaan pemecah gelombang / breakwater.

3.4 DATA YANG DIPERLUKAN UNTUK PERENCANAAN


Adapun data-data yang diperlukan dalam perencanaan dermaga adalah
sebagai berikut :
1. Data tanah
Hasil analisa dari data tanah diperlukan untuk perencanaan revetment dan
struktur bawah dermaga yaitu dengan melihat daya dukung tanah yang ada
terhadap struktur dermaga sehingga dapat direncanakan model dan
dimensi revetment atau pondasi dermaga.
2. Data angin, pasang surut dan gelombang.
Data ini diperlukan dalam perencanaan elevasi alur pelayaran, elevasi
bangunan/ fasilitas pelabuhan dan untuk perhitungan konstruksi dermaga.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab III Metodologi III - 3

3. Data kapal
Hasil analisa data kapal dipakai untuk menentukan dimensi dermaga dan
luas kolam pelabuhan serta kebutuhan perencanaan ke depan, sehingga
diharapkan akan dapat mengoptimalkan pemakaian dermaga.

3.5 FLOW CHART TUGAS AKHIR

Pengumpulan data sekunder :


data angin, gelombang, pasut,
tanah, kapal, peta bathimetri

Analisis data

Perencanaan
Retaining Wall

Perencanaan Dermaga

Perencanaan
Breakwater

Tidak
Sesuai

Ya

Perhitungan RAB,Time
Schedule,NWP Dan RKS

Selesai

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 1

BAB IV ANALISIS DATA

Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kabupaten Kendal memerlukan


berbagai data meliputi : data angin, data gelombang, data pasang surut, data kapal
dan data tanah.Data-data tersebut diperlukan sebagai dasar perhitungan dan
perencanaan dermaga atau fasilitas pendukung lainnya.

4.1 DATA ANGIN


Data angin yang diperlukan adalah data arah dan kecepatannya.Data ini
diperoleh dari BMG Semarang berupa data arah dan kecepatannya per bulan dari
tahun 1983-2001. Adapun data-data tersebut seperti yang tercantum pada tabel
4.1.
Data-data pada tabel 4.1 bisa diolah sebagai berikut :
1. Masing-masing arah angin dikelompokkan berdasarkan kecepatannya
(1-3 m/det ,3-6 m/det , 6-9 m/dt, 9-12 m/dt, >12 m/dt) lalu dihitung
jumlah kejadiannya.
Misal : Arah angin untuk N dengan kecepatan 1-3 m/det adalah
sebanyak 16 kejadian.
2. Hitung jumlah data arah dan kecepatan angin, didapat 222 buah data
3. Hitung prosentase arah angin tersebut dengan kecepatan tertentu
terhadap jumlah keseluruhan data tersebut
Untuk arah angin N dengan kecepatan 1-3 m/det :
16
= × 100% = 7.21 %
222
4. Untuk arah angin dan kecepatan yang lainnya dapat dihitung
berdasarkan cara diatas dan hasilnya bisa ditampilkan pada tabel 4.2.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 2

Tabel 4.1 Arah dan kecepatan angin dari tahun 1983-2001 (Sumber : BMG.
Sta.Ahmad Yani)

Tahun Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
NW NW NW NW NE E E NW NW NW NW NW
1983
5,29 6,39 4,72 6,11 5,83 5,28 5,26 6,94 6,67 8,61 10,83 11,94
NW NW NW NW SE NW NW - - - - -
1984
11,39 8,06 7,22 6,39 8,33 6,39 6,39 - - - - -
- - - NW NE NW NE SW NW NW NW NW
1985
- - - 8,61 5,00 5,00 5,28 6,67 8,06 6,39 7,78 6,94

NW NW NW SE SE NE NE NE NW NW NW NW
1986
18,89 16,94 13,89 11,39 10,56 11,39 10,00 10,56 14,44 12,50 12,20 13,89
NW NW NE SE SE SE SE NE NW NW N NW
1987
2,92 2,89 2,17 2,50 3,56 2,81 3,08 2,94 3,08 2,83 2,61 3,42
W NW NW SE SE SE E E NW NW N NW
1988
4,14 2,42 3,19 2,58 2,36 2,69 2,11 2,61 2,44 2,17 2,39 3,22
NW W N NW NW N SE SE NW NW NW NW
1989
23,90 3,44 3,00 1,67 2,28 1,75 2,08 2,67 2,47 1,94 2,22 2,17
NW NW NW NW N SE E SE SE SE NW NW
1990
1,94 1,50 1,64 1,42 1,17 1,53 1,56 1,64 1,75 1,69 1,47 1,28
NW NW NW NW NW E E NW NW NW NW NW
1991
2,64 3,33 2,78 2,47 2,36 2,11 3,03 2,11 2,39 2,42 2,19 1,56
NW NW N SE N SE E SE SE SE NW NW
1992
3,03 2,53 1,53 1,86 1,03 2,58 2,83 2,89 2,19 1,94 1,92 3,17
NW NW NW NW SE E SE SE NW NW NW NW
1993
5,75 6,78 3,75 3,25 3,94 4,06 3,61 3,67 3,89 4,33 4,17 5,22
NW NW NW NW E SE NW SE NW NW NW NW
1994
3,81 6,00 4,86 3,94 3,42 4,08 3,97 3,75 2,19 2,19 2,14 2,06
NW NW NW SW NW NW NW NW NW NW NW NW
1995
3,06 2,75 3,36 2,53 2,86 2,28 2,69 2,89 2,11 2,22 2,50 3,44
NW NW NW NW SE SE SE SE NW NW NW NW
1996
2,58 2,25 2,56 2,08 2,61 2,53 2,83 2,50 2,00 1,89 1,78 1,22
NW NW NW NW NW NW NW SE N N N N
1997
3,33 4,06 3,42 2,86 1,89 2,72 2,72 2,75 2,27 2,14 2,08 3,14
NW NW NW NW SE SE SE SE SE SE - NW
1998
2,31 2,00 2,08 2,00 3,06 1,92 2,53 2,64 2,42 1,89 - 1,39
NW NW NW NW NW SE SE SE SE NW NW NW
1999
0,72 1,56 0,69 0,89 1,64 1,89 1,94 1,97 2,17 1,67 1,47 1,69
NW NW NW NW NW N SE NW NW NW NW NW
2000
2,06 2,75 2,22 1,86 1,75 1,86 2,31 1,81 1,86 1,89 1,47 1,53
NW NW SW SW NE SW SW SW SW SW SW SW
2001
1,5 2,5 1,5 1,5 1,5 1,5 2 1,83 2,08 1,69 1,89 2,9

Keterangan :
Arah angin Kecepatan angin (m/dt)

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 3

Tabel 4.2 Prosentase kejadian angin pada berbagai arah dan kecepatan dari tahun
1983-2001

ARAH PROSENTASE KEJADIAN ANGIN PADA KECEPATAN (% )

1-3 m/det 3-6 m/det 6-9 m/det 9-12 m/det >12 m/det TOTAL
N 7,21 0,45 - - - 7,66
NE 1,35 0,90 0,45 1,80 - 4,50
E 3,15 2,25 - - - 5,40
SE 13,06 3,60 0,45 0,90 - 18,01
S 0,45 - - - - 0,45
SW 2,70 - 0,45 - - 3,15
W - 0,90 - - - 0,90
NW 36,04 12,16 7,21 1,80 2,70 59,91
JUMLAH 100,00

Dari tabel diatas dapat dibuat Windrose pada gambar 4.1. Windrose
tersebut dapat diketahui bahwa arah angin dominan adalah arah NW (Barat Laut)
dengan kecepatan 1-3 m/det. (3,6-10,8 km/jam).Berdasarkan Intensitas angin
Skala Beaufort untuk kecepatan tersebut didapat tegangan anginnya sebesar 3,53
kg/ m2
Untuk lebih spesifik maka perhitungan prosentase kecepatan dan arah
angin dibuat per 3 bulan dari keseluruhan data tersebut., yaitu : Desember-Januari-
Pebruari, Maret-April-Mei, Juni-Juli-Agustus, September-Oktober-Nopember.
Adapun cara perhitungannya adalah sama dengan cara diatas.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 4

Gambar 4.1 Windrose tahun 1983-2001


Tabel 4.3 Prosentase kejadian angin pada bulan Des-Jan-Peb tahun 1983-2001
PROSENTASE KEJADIAN ANGIN PADA BERBAGAI KECEPATAN ( % )
ARAH
1-3 m/det 3-6 m/det 6-9 m/det 9-12 m/det >12 m/det TOTAL

N 5.45 1.82 - - - 7.27


NE - - - - - 0.00
E - - - - - 0.00
SE - - - - - 0.00
S - - - - - 0.00
SW 1.82 - - - - 1.82
W - 3.64 - - - 3.64
NW 47.27 21.82 7.72 5.45 5.45 87.27
JUMLAH 100%

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 5

Gambar 4.2 Windrose bulan Des-Jan-Peb tahun 1983-2001


Tabel 4.4 Prosentase kejadian angin pada bulan Mar-Apr-Mei tahun 1983-2001

PROSENTASE KEJADIAN ANGIN PADA KECEPATAN (% )


ARAH
1-3 m/det 3-6 m/det 6-9 m/det 9-12 m/det >12 m/det TOTAL
N 7.02 - - - - 7.02
NE 3.51 3.51 - - - 7.02
E 1.75 1.75 - - - 3.50
SE 7.02 5.26 1.75 3.51 - 17.54
S - - - - - 0.00
SW 3.51 - - - - 3.51
W - - - - - 0.00
NW 36.84 15.79 10.64 1.75 61.40
JUMLAH 100.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 6

Gambar 4.3. Windrose bulan Mar-Apr-Mei tahun 1983-2001


Tabel 4.5 Prosentase kejadian angin pada bulan Jun-Jul-Agt tahun 1983-2001

PROSENTASE KEJADIAN ANGIN PADA KECEPATAN ( % )


ARAH
1-3 m/det 3-6 m/det 6-9 m/det 9-12 m/det >12 m/det TOTAL
N 3.57 - - - - 3.57
NE 1.79 - 1.79 5.36 8.94
E 8.93 7.14 - - - 16.07
SE 32.14 8.93 - - - 41.07
S - - - - - 0.00
SW - - 1.79 - - 1.79
W - - - - - 0.00
NW 14.89 3.57 5.36 - - 28.57
JUMLAH 100.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 7

Gambar 4.4. Windrose bulan Jun-Jul-Ags dari tahun 1983-2001


Tabel 4.6 Prosentase kejadian angin pada bulan Sep-Okt-Nop tahun 1983-2001
PROSENTASE KEJADIAN ANGIN PADA KECEPATAN ( % )
ARAH
1-3 m/det 3-6 m/det 6-9 m/det 9-12 m/det >12 m/det TOTAL
N 12.96 12.96
NE - - - 1.85 - 1.85
E 1.85 - - - - 1.85
SE 12.96 - - - - 12.96
S 1.85 - - - - 1.85
SW 5.56 - - - - 5.56
W - - - - -
NW 40.76 7.41 9.26 1.85 3.70 62.98
JUMLAH 100.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 8

Gambar 4.5 Windrose bulan Sep-Okt-Nop dari tahun 1983-2001

Dari keempat windrose diatas terlihat bahwa rata-rata arah angin dominan
adalah arah NW ( barat laut ) dengan kecepatan 1-3 m/det

4.2 DATA GELOMBANG


Data gelombang di sini tidak diperoleh secara langsung tapi berasal dari
bangkitan gelombang yang dipengaruhi beberapa faktor seperti dibawah ini, yaitu
:

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 9

• Kecepatan dan arah angin di permukaan laut


Data ini diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sta. Ahmad
Yani Semarang
Tabel 4.7. Kecepatan angin maksimal tahun 1983-2001
WAKTU KEJADIAN KECEPATAN
ARAH
TAHUN BULAN (m/det)
1983 DESEMBER NW 11,94
1984 JANUARI NW 11,39
1985 APPRIL NW 8,61
1986 JANUARI NW 18,89
1987 MEI SE 3,56
1988 JANUARI W 4,14
1989 FEBRUARI W 3,44
1990 JANUARI NW 1,94
1991 MARET NW 2,78
1992 DESEMBER NW 3,17
1993 FEBRUARI NW 6,78
1994 FEBRUARI NW 6,00
1995 DESEMBER NW 3,44
1996 MEI SE 2,61
1997 FEBRUARI NW 4,06
1998 MEI SE 3,06
1999 SEPTEMBER SE 2,17
2000 FEBRUARI NW 2,75
2001 FEBRUARI NW 2,5

Data tersebut merupakan kcepatan angin didarat, jadi kecepatan tersebut harus
dikonversikan terlebih dahulu kedalam kecepatan dilaut dengan menggunakan
grafik hubungan antar kecepatan angin dilaut dalam dan didarat (1, hal 100)

• Fetch, yaitu panjang daerah pembangkitan gelombang dimana angin


mempunyai kecepatan dan arah konstan. Fetch dapat dicari dengan rumus :

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 10

Feff =
∑ X .Cosαi

∑ Cosα
Xi : panjang segmen yang diukur dari titik observasi
gelombang ke ujung akhir fetch
α : deviasi dari kedua sisi arah angin dengan
menggunakan pertambahan 6° sampai sudut
sebesar 45° pada kedua sisi arah angin
Feff : panjang fetch
Jadi Feff untuk daerah Kaliwungu bisa dihitung dalam tabel berikut.
Tabel 4.8. Perhitungan fetch
TITIK α(...°°) Cos α X ( km) X .Cos α (km)
7 35 0.8192 178.5 146.227
6 30 0.866 199.5 172.767
5 25 0.9063 483.0 437.747
4 20 0.9397 .49305 463.738

3 15 0.9659 525.0 507.111


2 10 0.9848 556.5 548.046
1 5 0.9962 561.75 559.612
0 0 1 535.5 535.500
1’ 5 0.9962 556.5 545.382
2’ 10 0.9848 451.5 444.641
3’ 15 0.9659 441.0 425.973
5’ 25 0.9063 462.0 418.714
7’ 35 0.8192 651.0 533.268
8’ 40 0.7660 598.5 458.478

9’ 45 0.7071 399 282.133

JUMLAH 13.6236 6488.3372

(Catatan : peta jarak pembentukan gelombang laut daerah Kaliwungu


terlampir)

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 11

Fetch efektif arah Barat Laut :


ΣXiCosα
Feff =
ΣCosα
6488.3372
=
13.6236
= 476.257 km
⇒ Bangkitan Gelombang yang ditimbulkan oleh angin dihitung sebagai
berikut :
1. Berdasarkan kecepatan maksimum yang terjadi tiap tahunnya
dicari nilai RL dengan menggunakan garfik perbandingan
antara kecepatan angin didarat dengan kecepatan angin dilaut.
Misal : Tahun 1986, kecepatan angin 18,89 m/det (kolom 3 )
Berdasarkan grafik didapat nilai RL = 0,95 (kolom 4 )
2. Hitung UW dengan rumus :
UW = UL .RL
= 18,89 ∗ 0,95
= 17,946 m/dt (kolom 5 )
3. Hitung UA dengan rumus :
UA = 0,71 . UW1,23
= 0,71* 16,91,23
= 24,753 m/dt (kolom 6 )
4 Berdasarkan nilai UA , besarnya fetch , tinggi dan periode
gelombang dapat dicari dengan menggunakan grafik
peramalan gelombang
UA = 24,753 m/dt
Fetch = 525 km
Berdasarkan grafik didapat periode gelombang = 14,6 detik
(kolom 8 ) dan tinggi gelombang = 9 m (kolom7 )
5. Untuk tahun yang lainnya dapat dicari dengan cara diatas dan
hasilnya bisa ditampilkan dalam tabel 4.9 dibawah ini

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 12

Tabel 4.9 Perhitungan Bangkitan Gelombang Akibat Angin

KECEPATAN
GELOMBANG
UL RL UW UA
TAHUN ARAH
( m/det) ( m/det ) TINGGI PERIODE
(m/det)
(m) ( det )

1 2 3 4 5 6 7 8

1983 NW 11,94 1,17 13,326 17,165 6.25 12.8


1984 NW 11,39 1,20 14,328 18,766 6.8 13.3
1985 NW 8,61 1,23 10,590 12,939 3.25 11
1986 NW 18,89 0,95 17,946 24,753 9 14,6
1987 SE 3,56 1,58 5,625 5,941 0,9 5
1988 W 4,14 1,49 6,169 6,656 1,11 5,5
1989 W 3,44 1,67 5,745 6,098 0,91 5,1
1990 NW 1,94 1,99 3,861 3,74 - -
1991 NW 2,78 1,77 4,921 5,041 0,65 4,25
1992 NW 3,17 1,68 5,326 5,556 0,75 4,6
1993 NW 6,78 1,3 8,814 10,323 2,6 8,57
1994 NW 6,00 1,35 8,1 9,305 2,11 7,67
1995 NW 3,44 1,67 5,745 6,098 0,91 5,1

1996 SE 2,61 1,79 4,672 4,729 - -

1997 NW 4,06 1,5 6,09 6,551 1,1 5,45


1998 SE 3,06 1,69 5,171 5,357 0,74 4,55
1999 SE 4,78 1,45 6,931 7,681 1,44 6,4
2000 NW 5,42 1,41 7,642 8,662 1,85 7,22
2001 NW 6,5 1,34 8,71 10,174 2,5 8,5

Keterangan :
RL : perbandingan antar kecepatan angin didarat dengan dilaut
UW : kecepatan angin dilaut
UA : tegangan angin

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 13

Untuk perencanaan bangunan-bangunan pantai biasanya dipakai


gelombang signifikan (Hs) yaitu H33 atau tinggi dari 1/3 nilai tertinggi dari
pencatatan gelombang yang telah diurutkan. Begitu juga dengan periodanya.
Tabel 4.10 Gelombang dan Periode yang telah diurutkan
GELOMBANG
PERIODE
NO TINGGI (m)
(detik)
1 9 14.6
2 6.8 13.3
3 6.25 12.8
4 3.25 11
5 2.6 8.57
6 2.5 8.5
7 2.11 7.67
8 1.85 7.22
9 1.44 6.4
10 1.11 5.5
11 1.1 5.45
12 0.91 5.1
13 0.91 5.1
14 0.9 5
15 0.75 4.6
16 0.74 4.55
17 0.65 4.25

n = 1/3 . 17
= 5,67
≈ 6 data

9 + 6,8 + 6,25 + 3,25 + 2,6 + 2,5


H 33 =
6
= 5,07 m

14,6 + 13,3 + 12,8 + 11 + 8,57 + 8,5


T33 =
6
= 11,46 detik

Tinggi gelombang yang diperoleh terlalu besar, untuk itu diambil data
mulai dari no 4 – 17.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 14

n = 1/3 . 14
= 4,67
≈ 5 data
3,25 + 2,6 + 2,5 + 2,11 + 1,85
H 33 =
5
= 2,462 m
11 + 8,57 + 8,5 + 7,67 + 7,22
T33 =
5
= 8,592 detik

Dalam perencanaan ini tidak dilakukan pengukuran gelombang,


mengingat kesulitan dan biaya yang sangat besar. Selain itu pengukuran dalam
waktu yang pendek kurang mewakili gelombang yang ada di lapangan. Oleh
karena itu digunakan gelombang yang diramalkan dari data angin.
Tabel 4.11 Bangkitan gelombang akibat angin
TAHUN BULAN ARAH UL RL UW UA H T
Januari NW 5.28 1.375 7.2600 8.1322 1.58 6.71
Februari NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.04 7.61
Maret NW 4.72 1.400 6.6080 7.2434 1.30 6.00
April NW 6.11 1.350 8.2485 9.5148 2.03 7.61
Mei NE 5.83 1.238 7.2175 8.0738 1.63 6.60
Juni E 5.28 1.375 7.2600 8.1322 1.63 6.60
1983
Juli E 5.56 1.375 7.6450 8.6659 1.75 7.00
Agustus NW 6.94 1.313 9.1122 10.7546 2.86 9.00
September NW 6.67 1.335 8.9045 10.4538 3.00 9.17
Oktober NW 8.61 1.250 10.7625 13.1981 4.17 9.03
November NW 10.83 1.125 12.1838 15.3734 5.64 12.22
Desember NW 11.94 1.170 13.9698 18.1904 5.33 12.67
Januari NW 11.39 1.200 13.6680 17.7082 6.22 12.67
Februari NW 8.06 1.275 10.2765 12.4689 3.80 10.33
Maret NW 7.22 1.300 9.3860 11.1535 3.00 9.83
April NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 8.15
Mei SE 8.33 1.238 10.3125 12.5227 3.80 10.33
Juni NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
1984
Juli NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
Agustus NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
September NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
Oktober NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
November NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
Desember NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 15

Januari NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15


Februari NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
Maret NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
April NW 8.61 1.250 10.7625 13.1981 4.28 10.73
Mei NE 5.00 1.388 6.9400 7.6936 1.46 6.44
Juni NW 5.00 1.388 6.9400 7.6936 1.46 6.44
1985
Juli NE 5.28 1.375 7.2600 8.1322 1.63 6.70
Agustus SW 6.67 1.335 8.9045 10.4538 3.00 9.17
September NW 8.06 1.275 10.2765 12.4689 3.80 10.33
Oktober NW 6.39 1.325 8.4668 9.8254 2.77 9.15
November NW 7.78 1.288 10.0206 12.0881 3.61 10.00
Desember NW 6.94 1.313 9.1122 10.7546 2.86 9.00
Januari NW 18.89 0.950 17.9455 24.7528 8.70 14.38
Februari NW 16.94 0.988 16.7367 22.7181 8.29 14.00
Maret NW 13.89 1.050 14.5845 19.1798 6.44 13.00
April SE 11.39 1.200 13.6680 17.7082 6.25 12.67
Mei SE 10.56 1.128 11.9117 14.9522 5.25 12.00
Juni NE 11.39 1.200 13.6680 17.7082 6.25 12.67
1986
Juli NE 10.00 1.128 11.2800 13.9829 4.20 10.50
Agustus NE 10.56 1.128 11.9117 14.9522 5.25 12.00
September NW 14.44 1.060 15.3064 20.3541 7.38 13.50
Oktober NW 12.50 1.250 15.6250 20.8765 7.50 13.75
November NW 12.50 1.250 15.6250 20.8765 7.50 13.75
Desember NW 13.89 1.050 14.5845 19.1798 7.25 13.25
Januari NW 2.58 1.800 4.6440 4.6939 0.00 0.00
Februari NW 2.25 1.813 4.0793 4.0020 0.00 0.00
Maret NW 2.56 1.800 4.6080 4.6492 0.00 0.00
April NW 2.08 1.850 3.8480 3.7248 0.00 0.00
Mei SE 2.61 1.800 4.6980 4.7611 0.00 0.00
Juni SE 2.53 1.800 4.5540 4.5823 0.00 0.00
1987
Juli SE 2.83 1.788 5.0600 5.2164 0.00 0.00
Agustus SE 2.50 1.800 4.5000 4.5155 0.00 0.00
September NW 2.00 1.870 3.7400 3.5966 0.00 0.00
Oktober NW 1.80 1.880 3.3840 3.1802 0.00 0.00
November NW 1.78 1.880 3.3464 3.1368 0.00 0.00
Desember NW 1.60 1.900 3.0400 2.7874 0.00 0.00
Januari NW 3.33 1.675 5.5778 5.8803 0.87 4.92
Februari NW 4.06 1.450 5.8870 6.2839 0.96 5.11
Maret NW 3.42 1.650 5.6430 5.9651 0.90 5.00
April NW 2.86 1.788 5.1137 5.2845 0.70 4.40
Mei NW 1.89 1.830 3.4587 3.2668 0.00 0.00
Juni NW 2.72 1.750 4.7600 4.8385 0.00 0.00
1988
Juli NW 2.72 1.750 4.7600 4.8385 0.00 0.00
Agustus SE 2.75 1.750 4.8125 4.9043 0.00 0.00
September N 2.28 1.813 4.1336 4.0677 0.00 0.00
Oktober N 2.14 1.813 3.8798 3.7627 0.00 0.00
November N 2.08 1.830 3.8064 3.6753 0.00 0.00
Desember N 3.14 1.680 5.2752 5.4905 0.76 4.58

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 16

Januari NW 2.31 1.780 4.1118 4.0413 0.00 0.00


Februari NW 2.00 1.870 3.7400 3.5966 0.00 0.00
Maret NW 2.08 1.850 3.8480 3.7248 0.00 0.00
April NW 2.00 1.870 3.7400 3.5966 0.00 0.00
Mei SE 3.06 1.685 5.1561 5.3384 0.75 4.55
Juni SE 1.92 1.830 3.5136 3.3307 0.00 0.00
1989
Juli SE 2.53 1.810 4.5793 4.6136 0.00 0.00
Agustus SE 2.64 1.780 4.6992 4.7626 0.00 0.00
September SE 2.42 1.825 4.4165 4.4127 0.00 0.00
Oktober SE 1.89 1.890 3.5721 3.3990 0.00 0.00
November S 1.33 1.925 2.5603 2.2566 0.00 0.00
Desember NW 1.39 1.925 2.6758 2.3824 0.00 0.00
Januari NW 1.94 1.850 3.5890 3.4188 0.00 0.00
Februari NW 1.50 1.925 2.8875 2.6164 0.00 0.00
Maret NW 1.64 1.900 3.1160 2.8733 0.00 0.00
April NW 1.42 1.920 2.7264 2.4380 0.00 0.00
Mei SE 1.17 1.975 2.3108 1.9892 0.00 0.00
Juni SE 1.53 1.925 2.9453 2.6809 0.00 0.00
1990
Juli E 1.56 1.925 3.0030 2.7457 0.00 0.00
Agustus NW 1.64 1.900 3.1160 2.8733 0.00 0.00
September E 1.75 1.880 3.2900 3.0719 0.00 0.00
Oktober SE 1.69 1.900 3.2110 2.9814 0.00 0.00
November NW 1.47 1.920 2.8224 2.5440 0.00 0.00
Desember NW 1.28 1.950 2.4960 2.1871 0.00 0.00
Januari NW 2.64 1.780 4.6992 4.7626 0.00 0.00
Februari NW 3.33 1.675 5.5778 5.8803 0.77 4.60
Maret NW 2.78 1.750 4.8650 4.9702 0.00 0.00
April NW 2.47 1.825 4.5078 4.5251 0.00 0.00
Mei E 2.36 1.827 4.3117 4.2843 0.00 0.00
Juni SE 2.11 1.830 3.8613 3.7406 0.00 0.00
1991
Juli E 3.03 1.685 5.1056 5.2741 0.57 4.23
Agustus E 2.11 1.830 3.8613 3.7406 0.00 0.00
September NW 2.39 1.827 4.3665 4.3514 0.00 0.00
Oktober NW 2.42 1.825 4.4165 4.4127 0.00 0.00
November NW 2.19 1.830 4.0077 3.9158 0.00 0.00
Desember N 1.36 1.925 2.6180 2.3193 0.00 0.00
Januari NW 3.03 1.685 5.1056 5.2741 0.57 4.25
Februari NW 2.53 1.810 4.5793 4.6136 0.00 0.00
Maret N 1.53 1.810 2.7693 2.4853 0.00 0.00
April SE 1.86 1.890 3.5154 3.3328 0.00 0.00
Mei N 1.03 1.982 2.0415 1.7080 0.00 0.00
Juni SE 2.58 1.800 4.6440 4.6939 0.00 0.00
1992
Juli N 2.83 1.788 5.0600 5.2164 0.57 4.25
Agustus SE 2.89 1.785 5.1587 5.3417 0.57 0.00
September SE 2.19 1.830 4.0077 3.9158 0.00 0.00
Oktober SE 1.94 1.890 3.6666 3.5100 0.00 0.00
November NW 1.92 1.890 3.6288 3.4655 0.00 0.00
Desember NW 3.17 1.680 5.3256 5.5551 0.75 4.55

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 17

Januari NW 5.75 1.375 7.9063 9.0315 2.07 7.61


Februari NW 6.78 1.288 8.7326 10.2063 2.63 8.53
Maret NW 3.75 1.506 5.6475 5.9709 0.90 5.00
April NW 3.25 1.571 5.1058 5.2744 0.70 4.43
Mei SE 3.94 1.498 5.9021 6.3037 1.00 5.28
Juni E 4.06 1.496 6.0738 6.5300 1.10 5.50
1993
Juli SE 3.61 1.524 5.5016 5.7818 0.83 4.81
Agustus SE 3.67 1.520 5.5784 5.8812 0.87 4.92
September NW 3.89 1.500 5.8350 6.2157 0.96 5.17
Oktober NW 4.33 1.488 6.4430 7.0217 1.25 5.90
November NW 4.17 1.494 6.2300 6.7372 1.10 5.51
Desember NW 5.22 1.410 7.3602 8.2705 1.70 6.91
Januari NW 3.81 1.503 5.7264 6.0737 0.98 5.08
Februari NW 6.00 1.354 8.1240 9.3385 2.18 7.79
Maret NW 4.86 1.442 7.0081 7.7866 1.53 6.60
April NW 3.94 1.498 5.9021 6.3037 1.00 5.28
Mei E 3.42 1.549 5.2976 5.5192 0.76 4.58
Juni SE 4.08 1.496 6.1037 6.5696 1.10 5.50
1994
Juli NW 3.97 1.498 5.9471 6.3628 1.03 5.27
Agustus SE 3.75 1.506 5.6475 5.9709 0.90 5.00
September NW 2.19 1.702 3.7274 3.5817 0.00 0.00
Oktober NW 2.19 1.702 3.7274 3.5817 0.00 0.00
November NW 2.14 1.703 3.6444 3.4839 0.00 0.00
Desember NW 2.06 1.714 3.5308 3.3508 0.00 0.00
Januari NW 3.06 1.583 4.8440 4.9438 0.00 0.00
Februari NW 2.75 1.667 4.5843 4.6197 0.00 0.00
Maret NW 3.36 1.558 5.2349 5.4389 0.74 4.58
April SW 2.53 1.655 4.1872 4.1326 0.00 0.00
Mei NW 2.86 1.583 4.5274 4.5494 0.00 0.00
Juni NW 2.28 1.690 3.8532 3.7309 0.00 0.00
1995
Juli NW 2.69 1.643 4.4197 4.4166 0.00 0.00
Agustus NW 2.89 1.583 4.5749 4.6081 0.00 0.00
September NW 2.11 1.703 3.5933 3.4239 0.00 0.00
Oktober NW 2.22 1.702 3.7784 3.6421 0.00 0.00
November NW 2.50 1.655 4.1375 4.0724 0.00 0.00
Desember NW 3.44 1.549 5.3286 5.5589 0.76 4.58
Januari NW 2.58 1.655 4.2699 4.2332 0.00 0.00
Februari NW 2.25 1.702 3.8295 3.7027 0.00 0.00
Maret NW 2.56 1.655 4.2368 4.1929 0.00 0.00
April NW 2.08 1.703 3.5422 3.3641 0.00 0.00
Mei SE 2.61 1.643 4.2882 4.2556 0.00 0.00
Juni SE 2.53 1.655 4.1872 4.1326 0.00 0.00
1996
Juli SE 2.83 1.583 4.4799 4.4907 0.00 0.00
Agustus SE 2.50 1.655 4.1375 4.0724 0.00 0.00
September NW 2.00 1.738 3.4760 3.2869 0.00 0.00
Oktober NW 1.80 1.743 3.1374 2.8976 0.00 0.00
November NW 1.78 1.743 3.1025 2.8581 0.00 0.00
Desember NW 1.60 1.762 2.8192 2.5405 0.00 0.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 18

Januari NW 3.33 1.558 5.1881 5.3793 0.72 4.50


Februari NW 4.06 1.496 6.0738 6.5300 1.10 5.50
Maret NW 3.42 1.549 5.2976 5.5192 0.76 4.58
April NW 2.86 1.583 4.5274 4.5494 0.00 0.00
Mei NW 1.89 1.742 3.2924 3.0746 0.00 0.00
Juni NW 2.72 1.667 4.5342 4.5578 0.00 0.00
1997
Juli NW 2.72 1.667 4.5342 4.5578 0.00 0.00
Agustus SE 2.75 1.667 4.5843 4.6197 0.00 0.00
September N 2.28 1.702 3.8806 3.7636 0.00 0.00
Oktober N 2.14 1.703 3.6444 3.4839 0.00 0.00
November N 2.08 1.703 3.5422 3.3641 0.00 0.00
Desember N 3.14 1.582 4.9675 5.0992 0.66 4.29
Januari NW 2.31 1.702 3.9316 3.8246 0.00 0.00
Februari NW 2.00 1.715 3.4300 3.2335 0.00 0.00
Maret NW 2.08 2.714 5.6451 5.9678 0.90 5.00
April NW 2.00 1.715 3.4300 3.2335 0.00 0.00
Mei SE 3.06 1.583 4.8440 4.9438 0.00 0.00
Juni SE 1.92 1.716 3.2947 3.0773 0.00 0.00
1998
Juli SE 2.53 1.655 4.1872 4.1326 0.00 0.00
Agustus SE 2.64 1.643 4.3375 4.3158 0.00 0.00
September SE 2.42 1.656 4.0075 3.9156 0.00 0.00
Oktober SE 1.89 1.716 3.2432 3.0183 0.00 0.00
November E 1.33 1.857 2.4754 2.1649 0.00 0.00
Desember NW 1.39 1.857 2.5812 2.2793 0.00 0.00
Januari NW 1.92 1.716 3.2947 3.0773 0.00 0.00
Februari NW 4.33 1.488 6.4430 7.0217 1.25 5.90
Maret NW 1.33 1.857 2.4698 2.1589 0.00 0.00
April NW 3.31 1.558 5.1570 5.3396 0.72 4.50
Mei NW 0.47 1.952 0.9174 0.6386 0.00 0.00
Juni SE 4.78 1.449 6.9262 7.6748 1.46 6.44
1999
Juli SE 3.86 1.503 5.8016 6.1719 0.96 5.16
Agustus SE 3.47 1.549 5.3750 5.6186 0.76 4.58
September SE 4.03 1.496 6.0289 6.4707 1.04 5.35
Oktober NW 3.56 1.524 5.4254 5.6835 0.76 4.58
November NW 3.03 1.583 4.7965 4.8842 0.00 0.00
Desember NW 3.64 1.523 5.5437 5.8363 0.87 4.92
Januari NW 5.42 1.397 7.5717 8.5638 1.86 7.20
Februari NW 4.67 1.462 6.8275 7.5406 1.42 6.32
Maret NW 4.11 1.496 6.1486 6.6290 1.10 5.50
April NW 3.69 1.507 5.5608 5.8584 0.87 4.92
Mei NW 4.28 1.497 6.4072 6.9736 1.23 5.58
Juni N 4.86 1.442 7.0081 7.7866 1.53 6.60
2000
Juli SE 3.78 1.506 5.6927 6.0297 0.90 5.00
Agustus NW 3.33 1.558 5.1881 5.3793 0.72 4.50
September NW 2.83 1.583 4.4799 4.4907 0.00 0.00
Oktober NW 3.11 1.582 4.9200 5.0394 0.64 4.27
November NW 2.14 1.703 3.6444 3.4839 0.00 0.00
Desember NW 1.56 1.762 2.7487 2.4626 0.00 0.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 19

Januari NW 3.00 1.583 4.7490 4.8248 0.00 0.00


Februari NW 6.50 1.344 8.7360 10.2111 2.67 8.64
Maret SW 2.50 1.655 4.1375 4.0724 0.00 0.00
April SW 2.50 1.655 4.1375 4.0724 0.00 0.00
Mei NE 2.50 1.655 4.1375 4.0724 0.00 0.00
Juni SW 2.50 1.665 4.1625 4.1026 0.00 0.00
2001
Juli SW 3.00 1.583 4.7490 4.8248 0.00 0.00
Agustus SW 2.50 1.655 4.1375 4.0724 0.00 0.00
September SW 2.50 1.655 4.1375 4.0724 0.00 0.00
Oktober SW 2.50 1.655 4.1375 4.0724 0.00 0.00
November SW 4.00 1.497 5.9880 6.4167 1.03 5.35
Desember SW 4.50 1.474 6.6330 7.2772 1.33 6.11

Tinggi gelombang akibat angin bisa juga disajikan dalam bentuk mawar
gelombang (wave rose). Langkah-langkah pembuatannya sama dengan cara
membuat wind rose.

Tabel 4.12 Prosentase kejadian gelombang pada berbagai arah dan tinggi
gelombang tahun 1983-2001

TINGGI GELOMBANG DALAM JUMLAH PROSEN


ARAH
0-2 2-4 4-6 6-8 >8 Jumlah
N 5.26 - - - - 5.26
NE 1.75 - 0.88 0.44 - 3.07
E 4.39 - - - - 4.39
SE 17.98 0.44 0.44 0.44 - 19.3
S 0.44 - - - - 0.44
SW 4.39 0.44 - - - 4.83
W - - - - - -
NW 49.56 7.89 1.32 3.07 0.88 62.72
100

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 20

Gambar 4.6 Wave rose tahun 1983-2001

Tabel 4.13 Prosentase kejadian gelombang pada bulan Desember – Februari tahun
1983-2001
TINGGI GELOMBANG DALAM JUMLAH PROSEN
ARAH
0-2 2-4 4-6 6-8 >8 Jumlah
N 5,26 - - - - 5,26
NE - - - - - -
E - - - - - -
SE - - - - - -
S - - - - - -
SW 1,75 - - - - 1,75
W - - - - - -
NW 71,93 12,28 - 5,26 3,51 92,98
100

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 21

Gambar 4.7 Wave rose bulan Des – Jan – Peb tahun 1983-2001

Tabel 4.14 Prosentase kejadian gelombang pada bulan Maret – Mei tahun 1983-
2001
TINGGI GELOMBANG DALAM JUMLAH PROSEN
ARAH
0-2 2-4 4-6 6-8 Jumlah
N 3,51 - - - 3,51
NE 5,26 - - - 5,26
E 3,51 - - - 3,51
SE 12,28 1,75 1,75 1,75 17,53
S - - - - -
SW 5,26 - - - 5,26
W - - - - -
NW 54,39 7,02 1,75 1,75 64,91
100

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 22

Gambar 4.8 Wave rose bulan Mar – Apr - Mei tahun 1983-2001

Tabel 4.15 Prosentase kejadian gelombang pada bulan Juni - Agustus tahun 1983-
2001
TINGGI GELOMBANG DALAM JUMLAH PROSEN
ARAH
0-2 2-4 4-6 6-8 Jumlah
N 1,75 - - - 1,75
NE 1,75 - 3,51 1,75 7,01
E 10,53 - - - 10,53
SE 45,61 - - - 45,61
S - - - - -
SW 5,26 1,75 - - 7,01
W - - - - -
NW 22,81 5,26 - - 28,07
100

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 23

Gambar 4.9 Wave rose bulan Juni – Juli - Agt tahun 1983-2001
Tabel 4.16 Prosentase kejadian gelombang pada bulan September – Nopember
tahun 1983-2001
TINGGI GELOMBANG DALAM JUMLAH PROSEN
ARAH
0-2 2-4 4-6 6-8 Jumlah
N 10,53 - - - 10,53
NE - - - - -
E 3,51 - - - 3,51
SE 14,04 - - - 14,04
S 1,75 - - - 1,75
SW 5,26 - - - 5,26
W - - - - -
NW 49,12 7,02 3,51 5,26 64,91
100

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 24

Gambar 4.10 Wave rose bulan Sept – Okt - Nop tahun 1983-2001

Dari data yang ada diatas dapat disimpulkan bahwa arah gelombang
dominan adalah arah Barat Laut dengan tinggi gelombang 0 – 2 meter dengan
periode sekitar 7 detik.
Untuk perencanaan selanjutnya digunakan :
• Tinggi gelombang = 2,462 m
• Periode gelombang = 8,592 detik

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 25

4.3 DATA PASANG SURUT


Data pasang surut harian berupa pengamatan manual pasang surut tiap-tiap
jam diperoleh dari Stasiun Meteorologi Klas II Maritim Tanjung Emas Semarang
(data terlampir). Data tersebut bisa ditampilkan dalam grafik, sebagai contoh
diambil pasang surut bulan Juli 2001. (Gambar 4.11)
Dari gambar 4.11 diperoleh tipe pasang surutnya yaitu pasang surut campuran
condong keharian tunggal (Mixed Tide Prevailing Diurnal).
Selain dari pengamatan secara langsung, besarnya pasang surut bisa
diramalkan dengan metode Admiralty. Data peramalan pasang surut ini
diterbitkan oleh Jawatan Hidrooseanografi di Jakarta ke dalam sebuah buku
Daftar Pasang Surut Kepulauan Indonesia (data terlampir). Data tersebut bisa
ditampilkan dalam tabel dan grafik sebagai berikut :
Tabel 4.17 Tinggi Pasang surut 1997-2001 (Sumber : TNI AL, Jakarta)
TAHUN
BULAN 1997 1998 1999 2000 2001
MAX MIN MAX MIN MAX MIN MAX MIN MAX MIN
JANUARI 10 3 10 2 10 2 10 2 10 2
PEBRUARI 10 3 10 3 10 3 10 3 10 3
MARET 10 3 10 3 10 3 10 3 10 3

APRIL 9 3 10 3 10 2 10 2 11 2

MEI 10 2 10 2 10 2 10 1 11 1
JUNI 10 2 10 2 10 2 11 2 11 1
JULI 10 3 10 2 10 2 11 2 11 2

AGUSTUS 10 3 10 3 10 3 10 3 11 3

SEPTEMBER 10 4 10 3 10 3 11 3 11 3
OKTOBER 10 2 10 2 10 3 11 2 11 2
NOVEMBER 10 2 10 2 10 2 11 1 11 1

DESEMBER 10 2 10 2 10 2 11 1 11 1

Dari tabel diatas bisa dibuat grafik pasang surutnya seperti yang terdapat
dalam gambar 4.12. Dari grafik tersebut bisa diperoleh HHWL, HWL, MWL,
LWL, dan LLWL.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 26

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 27

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 28

Dari gambar 4.12 diperoleh parameter-parameter yang


diperlukan dalam perencanaan :
HWL : 10.019 dm
MWL : 6 dm
LWL : 1.981 dm
Untuk selanjutnya diasumsikan LWL memiliki elevasi ±0,00 m, sehingga :
HWL = +1,002 - 0,198
= +0,804 m
MWL = +0,6 – 0,198
= +0,402 m
LWL = +0,198 – 0,198
= ±0,00 m

BMT A1 +2,898 m

HWL +0,804 m

+0,402 m
MWL

LWL ±0,00 m

Gambar 4.13. Hubungan antara HWL, MWL, LWL

4.4 DATA KAPAL


Data yang dimaksud adalah data jumlah dan ukuran kapal yang mendarat
tiap tahunnya. Data tersebut diperoleh dari studi kelayakan pembangunan
pelabuhan Kendal (data terlampir). Dalam perencanaan ini yang ditinjau hanya
kapal sampai dengan 5000 dwt. Karena keterbatasan penguasaan statistik dari
penyusun, maka prediksi pertumbuhan jumlah kapal ditinjau linear dan binomial.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 29

Tabel 4.18 Jumlah kapal sejak tahun 1999 dalam tahunan


Jumlah kapal tahun ke-
Dwt Keterangan :
1 2 3
<1000 67 32 18
1000-2000 92 55 93 Tk Kapuas 168, Dwt=2000, Loa=102 m
2000-3000 16 21 26 Artha Lestari, Dwt=2983, Loa=95 m
3000-4000 15 18 25 Andika, Dwt=3911, Loa=90 m
4000-5000 3 3 6 Dang Cawan, Dwt=4960, Loa=97 m

Jumlah Kapal pada Tahun 1999-2001


100

80 y = 0.5x + 79
Jumlah Kapal

60

40
y = 5x + 11 y = 5x + 9.3333
20
y = 1.5x + 1
0
0 1 2 3 4
Tahun

1000-2000 DWT 2000-3000 DWT 3000-4000 DWT


4000-5000 DWT Linear (1000-2000 DWT) Linear (2000-3000 DWT)
Linear (3000-4000 DWT) Linear (4000-5000 DWT)

Gambar 4.14 Pertumbuhan linear jumlah kapal tahunan

JUMLAH KAPAL PADA TAHUN 1999-2001

100
Jumlah Kapal

80
y = 37.5x2 - 149.5x + 204
60
40
y = 5x + 11 y = 2x2 - 3x + 16
20

0 y = 1.5x2 - 4.5x + 6
0 1 2 3 4
Tahun

1000-2000 DWT 2000-3000 DWT 3000-4000 DWT


4000-5000 DWT Poly. (1000-2000 DWT) Poly. (2000-3000 DWT)
Poly. (3000-4000 DWT) Poly. (4000-5000 DWT)

Gambar 4.15 Pertumbuhan binomial jumlah kapal tahunan

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 30

Tabel 4.19 Jumlah kapal sejak tahun 1999 dalam semester


Jumlah kapal semester ke-
DWT
1 2 3 4 5 6
<1000 32 35 12 20 15 3
1000-2000 53 39 36 18 40 53
2000-3000 12 10 14 10 16 10
3000-4000 3 6 7 9 16 9
4000-5000 1 0 2 0 3 3

JUMLAH KAPAL TAHUN 1999-2001


DALAM SEMESTER
60
Jumlah Kapal

50
40 y = -0.4286x + 41.333

30
20
y = 0.1143x + 11.6 y = 1.7714x + 2.1333
10
y = 0.4857x - 0.2
0
0 2 4 6 8

Semester
1000-2000 DWT 2000-3000 DWT 3000-4000 DWT
4000-5000 DWT Linear (1000-2000 DWT) Linear (2000-3000 DWT)
Linear (3000-4000 DWT) Linear (4000-5000 DWT)

Gambar 4.16 Pertumbuhan linear jumlah kapal dalam semester

JUMLAH KAPAL TAHUN 1999-2001


DALAM SEMESTER

60
Jumlah Kapal

50
y = 4.1964x 2 - 29.804x + 80.5
40
30
20
y = -0.2143x 2 + 1.6143x + 9.6 y = -0.4643x 2 + 5.0214x - 2.2
10
y = 0.1607x 2 - 0.6393x + 1.3
0
0 2 4 6 8
Semester
1000-2000 DWT 2000-3000 DWT 3000-4000 DWT
4000-5000 DWT Poly. (1000-2000 DWT) Poly. (2000-3000 DWT)
Poly. (3000-4000 DWT) Poly. (4000-5000 DWT)

Gambar 4.17 Pertumbuhan binomial jumlah kapal dalam semester

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 31

Tabel 4.20 Jumlah kapal sejak tahun 1999 dalam caturwulan


Jumlah kapal pada caturwulan ke-
DWT
1 2 3 4 5 6 7 8 9
<1000 20 31 16 6 12 14 12 5 1
1000-2000 37 33 22 25 17 12 18 46 29
2000-3000 3 4 10 11 4 7 10 9 7
3000-4000 6 4 4 6 3 9 12 7 6
4000-5000 0 1 2 2 1 0 3 3 0

JUMLAH KAPAL TAHUN 1999-2001


DALAM CAWU

50
Jumlah Kapal

40
y = -0.2333x + 27.722
30
20
y = 0.45x + 4.9722
10 y = 0.4667x + 4
0 y = 0.1x + 0.8333
0 3 6 9 12

Caturwulan

1000-2000 DWT 2000-3000 DWT 3000-4000 DWT


4000-5000 DWT Linear (1000-2000 DWT) Linear (2000-3000 DWT)
Linear (3000-4000 DWT) Linear (4000-5000 DWT)

Gambar 4.18 Pertumbuhan linear jumlah kapal dalam cawu

JUMLAH KAPAL TAHUN 1999-2001


DALAM CAWU

50
Jumlah Kapal

40 y = 1.2035x 2 - 12.268x + 49.786


30
20
y = -0.1894x 2 + 2.3439x + 1.5 y = -0.0325x 2 + 0.7913x + 3.4048
10
0
y = -0.0714x 2 + 0.8143x - 0.4762
0 3 6 9 12

Caturwulan
1000-2000 DWT 2000-3000 DWT 3000-4000 DWT
4000-5000 DWT Poly. (1000-2000 DWT) Poly. (2000-3000 DWT)
Poly. (3000-4000 DWT) Poly. (4000-5000 DWT)

Gambar 4.19 Pertumbuhan binomial jumlah kapal dalam cawu

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 32

Tabel 4.21 Jumlah sejak tahun 1999 dalam triwulan


Jumlah kapal pada triwulan ke-
DWT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
<1000 14 18 28 7 3 9 9 11 10 5 2 1
1000-2000 27 26 21 18 20 16 12 6 12 28 29 24
2000-3000 7 5 0 10 11 3 3 7 10 6 9 1
3000-4000 0 3 2 4 4 3 1 8 7 9 5 4
4000-5000 0 1 0 0 2 0 0 0 2 1 3 0

JUMLAH KAPAL TAHUN 1999-2001


DALAM TRIWULAN
35
Jumlah Kapal

30
25
y = -0.1154x + 20.667
20
15
10 y =6
y = 0.4755x + 1.0758
5
y = 0.1014x + 0.0909
0
0 4 8 12 16
Triwulan
1000-2000 DWT 2000-3000 DWT 3000-4000 DWT
4000-5000 DWT Linear (1000-2000 DWT) Linear (2000-3000 DWT)
Linear (3000-4000 DWT) Linear (4000-5000 DWT)

Gambar 4.20 Pertumbuhan linear jumlah kapal dalam triwulan

JUMLAH KAPAL TAHUN 1999-2001


DALAM TRIWULAN

40
Jumlah Kapal

y = 0.4958x 2 - 6.5602x + 35.705


30

20
y = -0.0689x 2 + 0.8961x + 3.9091
10
y = -0.0609x 2 + 1.2677x - 0.7727
0
y = 0.0022x 2 + 0.0722x + 0.1591
0 4 8 12 16

Triwulan
1000-2000 DWT 2000-3000 DWT 3000-4000 DWT
4000-5000 DWT Poly. (1000-2000 DWT) Poly. (2000-3000 DWT)
Poly. (3000-4000 DWT) Poly. (4000-5000 DWT)

Gambar 4.21 Pertumbuhan binomial jumlah kapal dalam triwulan

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 33

Tabel 4.22 Perkiraan pertumbuhan jumlah kapal pada tahun 2011


Perkiraan jumlah
Pertumbuhan DWT
Waktu kapal pada
DWT
Lama (x) tahun 2011
Periode Persamaan ( pembulatan )
(bln)
Linear y=-0.1154x+20.667 15
Triwulan 3 52
Poly y=0.4958x2-6.5602x+35.705 1035
Linear y=-0.2333x+27.722 19
Caturwulan 4 39
Poly y=1.2035x2-12.268x+49.786 1402
1000 - 2000
Linear y=-0.4286x+41.333 31
Semester 6 26
Poly y=4.1964x2-29.804x+80.5 2143
Linear y=0.5x+79 86
Tahunan 12 13
Poly y=37.5x2-149.5x+204 4598
Linear y=6 6
Triwulan 3 52
Poly y=0.0689x2+0.8961x+3.9091 237
Linear y=0.45x+4.9722 23
Caturwulan 4 39
Poly y=-0.1894x2+2.3439x+1.5 -196
2000 - 3000
Linear y=0.1143x+11.6 15
Semester 6 26
Poly y=-0.2143x2+1.6143x+9.6 -94
Linear y=5x+11 76
Tahunan 12 13
Poly y=5x+11 76
Linear y=0.4755x+1.0758 26
Triwulan 3 2
52
Poly y=-0.0609x +1.2677x-0.7727 -100
Linear y=0.4667x+4 23
Caturwulan 4 2
39
Poly y=-0.0325x +0.7913x+3.4048 -27
3000 - 4000
Linear y=1.7714x+2.1333 49
Semester 6 2
26
Poly y=-0.4643x +5.0214x-2.2 -186
Linear y=5x+9.3333 75
Tahunan 12 2
13
Poly y=2x -3x+16 315
Linear y=0.1014x+0.0909 6
Triwulan 3 2
52
Poly y=0.0022x +0.0722x+0.1591 10
Linear y=0.1x+0.8333 5
Caturwulan 4 2
39
Poly y=-0.0714x +0.8143x-0.4762 -78
4000 - 5000
Linear y=0.4857x-0.2 13
Semester 6 2
26
Poly y=0.1607x -0.639x+1.3 94
Linear y=1.5x+1 21
Tahunan 12 2
13
Poly y=1.5x -4.5x+6 201
NB : Waktu ( x ) = (2011-1999+1)*12/T

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh kurang bagus,
persamaan-persamaan di atas herus diuji tingkat kebenarannya. Namun karena
keterbatasan penyusun, maka dalam perencanaan ini mengikuti persamaan yang
diarsir. Untuk grafik yang lebih lengkap, lihat gambar 4.22.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 34

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab IV Analisis Data IV - 35

4.5 DATA TANAH


Data tanah diperoleh dari hasil penyelidikan sondir dan boring dan juga di
laboratorium Mektan. Dari hasil tersebut bisa dibuat kesimpulan sebagai berikut :
Tabel 4.23 Susunan Lapisan Tanah ( Sumber : Lab. Mektan FT UNDIP )
KEDALAMAN JENIS TANAH
0.00-7.00 m Pasir halus,hitam keabu-abuan
7.00-10.00 m Pasir kelempungan, lepas, abu-abu
10.00-20.5 m Lempung kelanauan, sangat lunak, sedikit kulit kerang, abu-abu
20.50-.30.00 m Lempung kelanauan, lunak sampai teguh, abu-abu
30.00-36.50 m Lempung kelanauan, teguh sampai kaku, abu-abu

Adapun untuk nilai C,φ, γsat untuk masing-masing kedalaman adalah


sebagai berikut :
Tabel 4.24 Sifat fisik berbagai lapisan tanah (Sumber : Lab. Mektan FT UNDIP)
KEDALAMAN C (kg/cm2) φ (°°) γsat (gr/cm3)
-02.50-03.00 m 0.08 20 1.6719
-05.00-05.50 m 0,09 10 1,6515
-07.50-08.00 m 0,08 8 1,6382
-10.00-10.50 m 0,07 5 1,5788
-12.50-13.00 m 0.06 6 1.4910
-15.00-15.50 m 0.09 8 1.4733
-17.50-18.00 m 0.10 8 1.4646
-20.00-20.50 m 0.10 9 1.4635
-22.50-23.00 m 0.12 9 1.5130
-25.00-25.50 m 0.14 10 1.5520
-27.50-28.00 m 0.12 5 1.5233
-30.00-30.50 m 0.16 9 1.5542
-32.50-33.00 m 0.20 16 1.5662
-35.00-35.50 m 0.31 18 1.5976

Sedangkan untuk tanah keras diperoleh pada kedalaman –40,00 m dengan


nilai conus sebesar 150 kg/cm2 dan total friction sebesar 2287,67 kg/cm
Berdasarkan data tanah diatas (tanah keras terletak pada kedalaman –40,00
m) maka pondasi yang cocok digunakan adalah pondasi dalam dalam hal ini
pondasi tiang pancang.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 1

BAB V PERHITUNGAN DERMAGA


KAPAL BARANG KENDAL

5.1. ASPEK-ASPEK PERENCANAAN


Dalam perencanaan dermaga kondisi alam dari bangunan yang akan
dibangun sangatlah mempengaruhi sehingga perlu penanganan khusus dalam
pemanfaatan yang sesuai dengan perencanaan. Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam merencanakan tersebut :
- Letak dan kedalaman alur pelayaran yang direncanakan.
- Beban muatan yang harus dipikul oleh dermaga baik beban hidup maupun
beban mati.
- Karakteristik tanah, daya dukung tanah.
- Gaya-gaya lateral yang diakibatkan oleh benturan kapal pada saat merapat
untuk melakukan bongkar muat.

5.2. ALUR PELAYARAN


5.2.1. Kedalaman Alur Pelayaran
Persamaan yang digunakan untuk mendapatkan kedalaman alur ideal
yaitu:
H=d+G+z+R+P+S+K
d = 6,8 m (Tabel 2.1)
G = 0,5 * B * sin α dimana B = 16,4 m (Tabel 2.1) dan α = 3°
G = 0,5 * 16,4 * sin 3° = 0,43 m
∆ Fr 2
z = 2,4
Lpp 2 1 − Fr 2
Lpp = 0,846 Loa1,0193 = 0,846 * 1091,0193 = 100,95 m

∆ = d*Lpp*B = 6,8 * 100,95 * 16,4 = 11257,94 m3

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 2

Kecepatan kapal ( V ) dapat diperoleh dari tabel 2.2 sebesar 0,2 m/dt
sedangkan kedalaman air pada tabel 2.3 sebesar 7,5 m.

V 0,2
Fr = = = 0,0233
gh 9,81 * 7,5

11257,94 0,02332
z = 2,4 = 0,0014m
100,952 1 − 0,02332

R= 0,2 d = 0,2 * 6,8 = 1,36 m


P + S + K = 0,5 m
H = 6,8 + 0,43 + 0,0014 + 1,36 + 0,5 = 9,1 m

5.2.2. Lebar Alur


Dari gambar 2.2.b diperoleh lebar alur sebesar 7,6 kali lebar kapal ( lebar
kapal = B = 16,4 meter ). Jadi lebar alur pelayaran = 7,6 x 16,4 = 124,64 meter.
Sedangkan menurut OCDI pada tabel 2.4 dengan asumsi panjang alur relatif
panjang dan kondisi kapal tidak sering bersimpangan didapat lebar alur sebesar
1,5 Loa = 1,5 x 109 = 163,5 meter.
Pada perencanaan ini dipilih sesuai gambar 2.2.b

16,4 16,4

∅=5°

24,6 29,52 16,4 29,52 24,6


124,64

Gambar 5.1 Lebar Alur Pelayaran

5.2.3 Kolam Pelabuhan


Perairan yang menampung kegiatan kapal untuk bongkar muat, berlabuh,
mengisi persediaan dan memutar kapal dinamakan kolam pelabuhan. Kedalaman

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 3

kolam pelabuhan direncanakan sesuai tabel 2.3 yaitu sedalam 7,5 meter. Dari
tabel 2.5 diambil jari-jari kolam pelabuhan = Loa + 4,5H + 25 = 109 + 4,5x7,5 +
25 = 167,75 m. Dengan demikian diperoleh luas kolam sebesar 3,14 x 167,752 =
88404,61 m2.

5.3 PERENCANAAN FENDER


5.3.1. Tinjauan Umum
Kapal yang merapat ke dermaga masih memiliki kecepatan baik yang
digerakkan oleh mesinnya sendiri ( kapal kecil ) maupun ditarik oleh kapal tunda
( untuk kapal besar ). Pada waktu merapat tersebut akan terjadi benturan antara
kapal dan dermaga. Walaupun kecepatan kapal kecil tetapi karena massanya
sangat besar maka energi yang terjadi karena benturan sangat besar. Untuk
menghindari kerusakan pada kapal dan dermaga karena benturan tersebut maka di
depan dermaga diberi bantalan yang berfungsi sebagai penyerap energi benturan.
Bantalan tersebut dinamakan fender.
Ada beberapa jenis fender antara lain : fender kerucut, fender arch tipe HTP &
tipe H, fender silinder, fender UE, fender komposit ( lihat lampiran ‘fentek’ ).

5.3.2. Kriteria Perencanaan


Kapal yang merapat ke dermaga membentuk sudut terhadap sisi dermaga
dan mempunyai kecepatan tertentu. Dalam perencanaan fender dianggap bahwa
kapal bermuatan penuh dan merapat dengan sudut 10o terhadap sisi depan
dermaga. Pada saat merapat tersebut sisi depan kapal membentur fender dan
hanya sekitar setengah dari bobot kapal yang secara efektif menimbulkan energi
benturan yang diserap fender dan dermaga. Kecepatan merapat kapal
diproyeksikan dalam arah tegak lurus dan memanjang dermaga. Komponen dalam
arah tegak lurus sisi dermaga yang diperhitungkan untuk merencanakan fender.
Energi yang diserap oleh sistem fender dan dermaga biasanya ditetapkan
½ E. Setengah energi yang lain diserap oleh kapal dan air.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 4

5.3.3. Perhitungan Fender


Dari perencanaan sebelumnya didapatkan data sebagai berikut :
LBD
Bobot kapal bermuatan penuh : W = k . ( 12, hal 91 )
35
109 * 16,4 * 6,8
= 0,8 * 3,28083
35
= 9811,61 ton
Energi benturan yang terjadi dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

WV 2
E= .Cm.Ce
2g

Di mana :
W = berat kapal bermuatan penuh (ton)
V = kecepatan merapat kapal (m/dt)
Cm = koefisien massa
Ce = koefisien eksentrisitas
g = percepatan gravitasi (m/dt2)
Menghitung Cm

π .d
Cm = 1 +
2Cb.B

Di mana : d = draft kapal (m)


Cb = koefisien blok kapal
B = lebar kapal (m)
Koefisien blok Cb didapat dari :

W
Cb =
Lpp.B.d .γ 0

Di mana : γ0 = berat jenis air laut = 1,03ton/m3


Lpp = panjang garis air = 100,95 meter

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 5

9811,61
Jadi Cb = = 0,846
100,95 x16,4 x6,8 x1,03
π .d
Cm = 1 +
2Cb.B
3,14 x6,8
=1+ = 1,769
2 x0,846 x16,4
Menghitung Ce

1
Ce =
1 + (l / r )

Di mana : l = jarak sepanjang permukaan air dermaga dari pusat berat


kapal sampai titik sandar kapal
l = ¼ Loa = ¼ 109 = 27,25 meter
r = jari-jari putaran di sekeliling pusat berat kapal pada
permukaanair,untuk nilai r didapat dari grafik ( 1, hal 172
) , dengan nilai Cb = 0,5 (minimum) didapat r/Loa =
0,205 sehingga r = 0,205 x 109 = 22,35 meter
Sehingga koefisien Ce didapatkan :
1
Ce = = 0,402
1 + (27,25 )2
22,35
Kecepatan merapat kapal diambil 0,15 m/dt.
Jadi energi benturannya :
9811,61x0,152
E= 1,769 x 0,402 = 8,002 tm = 80,2 kNm
2 x9,81
Energi yang membentur dermaga adalah ½ E, yaitu 40,1 kNm.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 6

Gambar 5.2 Posisi fender pada dermaga


Dalam perencanaan fender ini ditetapkan memakai fender karet arch tipe H . Dari
fender system desain yang dikeluarkan oleh fentek (terlampir) pada hal 13, maka
diperoleh model yang memenuhi adalah model A 400 energi E3 dengan kekuatan
menahan energi sebesar 54 kNm dan gaya reaksi 335 kN = 33,5 ton. Lendutan
yang diijinkan sebesar 52,5% = 0,525x400 = 210 mm.
Jarak antar fender
Jarak antar fender (L) bisa dihitung dengan rumus :

L = 2 r 2 − (r − h) 2 ( 1, hal 207 )
Untuk kapal barang dengan bobot 5000 DWT :
log r = -1,055 + 0,65 log (DWT) ( 1, hal 208 )
log r = -1,055 + 0,65 log 5000 = 1,3493
r = 22,353 m
h = tinggi fender = 400 mm = 0,4 m

L = 2 22,3532 − (22,353 − 0,4) 2 =8,42 m


Tabel dari OCDI ( 1, hal 208 ) untuk kedalaman air 7,5 m memberikan jarak antar
fender 7 – 10 m.
Dengan membandingkan kedua jarak tersebut, maka dalam perencanaan diambil
jarak antar fender adalah 9 m.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 7

5.4 PERHITUNGAN PENAMBAT KAPAL (BOLDER)


Bolder yang digunakan pada dermaga ini menggunakan bahan dari
beton yang dilapisi dengan selongsong baja. Jenis dan ukuran bolder ditentukan
berdasarkan besarnya gaya horizontal berupa tarik kapal (1,hal 174) sebesar 50
ton dan gaya vertikal sebesar ½x50 = 25 t . Bolder direncanakan menggunakan
bentuk silinder dengan panjang 40 cm dan berdiameter 40 cm.
fy = 400 Mpa
25 ton
f”c = 35 Mpa 40 cm

50 ton
40 cm
TULANGAN LENTUR
Diameter penampang lingkaran h = 40 cm = 400 mm
Luas penampang = Agr = ¼πh2 = 125714.3 mm2
Tulangan utama Dtu = 25 mm
Tulangan sengkang Dsengkang = 10 mm
Tebal selimut beton p = 50 mm
d' = p + Dsengk + ½Dtu = 72.5 mm
d'/h = 0.2
f'c = 35 Mpa
β = 1.33 untuk f'c = 35 Mpa
Pu = 25 t = 250000 N
Mu = 20 t.m = 200000 Nm
P'u / (ø*Agr*0.85*f'c) = 0.102838338> 0.1 maka nilai ø tetap 0.65
et = Mu/Pu = 0.8 m = 800 mm
et/h = 2
P'u*et / (ø*Agr*0.85*f'c*h) = 0.205676676
Dari grafik dan tabel beton bertulang hal 100 diperoleh nilai r = 0.046
ρ = β.r = 0.06118
As tot = ρ.Agr = 7691.2 mm2
Digunakan tulangan 16 D 25 dengan Ast = 7850 mm2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 8

TULANGAN GESER SPIRAL


Vu = 50000 kg = 500000 N
fy spiral = fys = 400 Mpa
Diameter minimum spiral menurut ACI code ps 7.10.4.2 : db = 5 mm
Dipakai spiral db = 10 mm
as = 0.25 π db2 = 78.5 mm2
Menurut ACI code persamaan 10.5 :
ρs = 0.45 [ (Ag/Ac) - 1 ] (f'c/fys)
Dc = h - 2p = 300 mm
Ac = 0.25*3.14*Dc2 = 70650 mm2
Ag = 125714.2857 mm2
ρs = 0.030688694
Menentukan jarak spiral :
s = [ as π (Dc-db) ] / [ ρs π Dc2/4 ] = 32.96907 mm
Jarak spiral menurut ACI code ps 7.10.4.3 :
s maks = 7.5 cm s min = 2.5 cm
Dipilih jarak spiral 32 mm

Gambar 5.3 Penulangan bolder

5.5. PERHITUNGAN TURAP BETON


Bangunan penahan pantai ( revetment ) direncanakan menggunakan sheetpile dari
beton. Sheet pile ini dipasang di pinggir pantai sepanjang 707,5 m.
Beban yang bekerja
1. beban hidup :
- beban kendaraan = 400 kg/ m2
LL = 400 kg/ m2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V- 9

2. beban mati
- beban pavement = 200 kg/ m2
DL = 200 kg/ m2
Q = 1,2 DL + 1,6 LL
= 1,2 . 200 + 1,6 . 400
= 880 kg/ m2

q = 880 kg/m2

+1,804 Urugan Pa1


1,804 m γ1 = 1,8 gr/cm3 Pa2
±0.00
θ1 = 30°
C1= 0,021 kg/cm2 Pa3
1m
-1.00 Pa4
γ2 = 1,5788 gr/cm3
θ2 = 5° Pa5
A C2= 0,07 kg/ cm2

Ppw Paw
B
Pp

Gambar 5.4 Tekanan tanah pada turap


Koefisien tekanan tanah
1 − sin 33
Ka1 = = 0,3333
1 + sin 33
1 − sin 5
Ka2 = = 0,8397
1 + sin 5
1 + sin 5
Kp1 = = 1.191
1 − sin 5
Tegangan tanah
σa1 = q . Ka1 – 2 c1 Ka1

= 0.88 . 0,3333 – 2 . 0.21 . 0.3333


= 0.0508 t/m
σa2 = γ1 . h1 . Ka1
= 1.8 . 1.268 . 0.3333

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 10

= 0.7607 t/m
σa3 = [q + γ1 . h1] . Ka1 – 2 c1 Ka1

= [0,88 + 1.8 . 1.268] . 0,3333 - 2 . 0.21 . 0.3333


= 0.8116 t/m
σa4 = γ’2 . h2 . Ka1
= (1.8-1) . 1,536 . 0,3333
= 0,4096 t/m
σa5 = σa3 + σa4
= 0,8116 + 0,4096
= 1,2212 t/m
σa5 = ( Kp – Ka2) .γ’2 . A
1,2212 = ( 1,191 – 0,8397 ) . 0,5788 . A
A=6m
σp = ( Kp – Ka2 ) . γ’2 . B + 2 . c2 . Kp2 − Ka2

= ( 1,191 – 0,8397 ) . 0,5788 . B + 2 . 0,7 . 1,191 − 0,8397


= 0,2033 B + 0,8298
σaw = γair . ha
= 1 . ( 1,536 + A + B )
= 7,536 + B t/m
σpw = γair . hp
=1.(1+A+B)
= 7 + B t/m
Tekanan tanah
Pa1 = σa1 . h1
= 0,0508 . 1,268
= 0,0644 t/m
Pa2 = ½ . σa2 . h1
= ½ . 0,7607 . 1,268
= 0,4823 t/m

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 11

Pa3 = σa3 . h2
= 0,8116 . 1,536
= 1,2466 t/m
Pa4 = ½ . σa4 . h2
= ½ . 0,4096 . 1,536
= 0,3146 t/m
Pa5 = ½ . σa5 . A
= ½ . 1,2212 . 6
= 3,6636 t/m
Pp = ½ . σp . B
= ½ . ( 0,2033 B + 0,8298 ) . B
= 0,1017 B2 + 0,4149 B
Paw = ½ . σaw . ha
= ½ . ( 7,536 + B )2
Ppw = ½ . σpw . hp
= ½ . ( 7 + B )2
Kedalaman turap
∑ momen terhadap MAT = 0

Dari gambar 5.4 bisa dicari nilai-nilai y di atas sebagai berikut :

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 12

Y1 = ½ (1,804-0,536) = 0,634
Y2 = 1/3 (1,804-0,536) = 0,4823
Y3 = ½ (1+0,536) = 0,768
Y4 = 2/3 (1+0,536) = 1,024
Y5 = 1,536 + 1/3 A = 3,536
Y6 = 0,536 + 1 + A + 2/3 B = 7,536 + 2/3 B
Y7 = 7,536 + B – 1/3 (1+A+B) = 5,203 + 2/3 B
Y8 = 2/3 (0,536+1+A+B) =2/3 (7,536+B)

∑M=0
-Pa1 0,634 - Pa2 0,4823 + Pa3 0,768 + Pa4 1,024 + Pa5 3,536 – Pp (7,536+
⅔B) + Paw ⅔ (7,536+B) – Ppw (5.023+2/3.B) = 0
-0.0644 0.634 – 0,4891 0,4823 + 1,2466 0,768 + 0,3146 1,024 + 3,6636
3,536 – (0,1017B2+0,4149B) ⅔ (7,536+ ⅔B) + ½ (7,536+B)2 ⅔ (7,536+B)
– ½ . ( 7 + B )2 (5.023+2/3.B) = 0
-0,0678B3 - 1,5414B2 + 0,9126B + 29,1517 = 0
dengan cara coba-coba didapat B = 4,249 m
Dalamnya pemancangan (D) = A + B = 6 + 4,249 = 10,249 m
Faktor keamanan : 10 %
D’ = D + 0,1 D
= 1,1 x 10,249
= 11,27 m
Panjang turap = Elv lantai dermaga + Elv dasar kolam + D’
= 1,804 + 1 + 11,27
= 14,074 ≈ 14 m

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 13

Momen maksimum

Pa1
1,268 m
Pa2
0,536 m x
Pa3
1,536 m
1m Pa4 Paw
Ppw

σa3′ = σa3 = 0,8116 t/m2


x − 1,268 x − 1,268
σa4′ = σa4 = 0,4096 = 0,3381x – 0,3429 t/m2
1,536 1,536
x − 1,268
σaw′ = 11,776 = x − 1,268 t/m2
11,576
x − 1,804 x − 1,804
σpw′ = σpw = 11,24 = x − 1,804 t/m2
11,24 11,24
∑ MX = Pa1 (x – 0,634) + Pa2 (x – 0,845) + [σa3′(x – 1,268) ½ (x – 1,268)]
- [ ½ σa4′( x – 1,268) ⅓ (x – 1,268)] + [ ½ σaw′ (x – 1,268) ⅓ (x –
1,268)] - [ ½ σpw′ (x – 1,268) ⅓ (x – 1,268)]
= 0,0653 (x-0,634) + 0,4823 (x-0,845) + 0,4058 (x-1,268)2 – 1/6
(0,3381x-0,3429) (x-1,268)2 + 1/6 (x-1,268)3 – 1/6 (x-1,804) (x-
1,268)2
= 0,065x – 0,0414 + 0,4823x – 0,4075 +0,4058x2 – 1,0291x +
0,6525 – 0,2113x2 + 0,5359x – 0,3398 + 0,3007x2 – 0,7625x +
0,4834 – 0,0564x3 + 0,2001x2 – 0,2355x + 0,0919
= -0,0564x3 + 0,6953x2 – 0,9439x + 0,4391
dMx
Momem maksimum terjadi jika : =0
dx
-0,1692x2 + 1,3906x – 0,9439 = 0
didapat x = 0,7466 m atau x = 7,4721 m (TM). Dipakai yang nilai x yang
memenuhi, yaitu 0,7466 m..

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 14

⇒ Mmaks = -0,0564 (0,7466)3 + 0,6953 (0,7466)2 – 0,9439 (0,7466) +


0,4391
= 0,0985 t.m = 9850 kg.cm
Dimensi sheetpiles
M
W= ⇒ σbeton = 500 kg / cm2
σ
9850
= = 19,7 cm3
500
⇒ dipakai SHEETPILES BETON WIKA FRC-220 B-500
dengan cracking moment 1,7 t.m

Catatan : dalam pelaksanaan antara bagian turap yang satu dengan yang lainnya
dirangkai dengan beton tulangan praktis.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 15

5.6 UKURAN DERMAGA


5.6.1. Panjang Dermaga
Dermaga yang direncanakan diharapkan dapat digunakan sebagai tempat
bersandar kapal dengan ukuran maksimum 5000 dwt. Panjang dermaga diperoleh
dengan menggunakan rumus :
L p = nLOA + (n − 1)x15,00 + 2 x 25,00

Loa = 109 m (Tabel 2.1)


n = jumlah kapal yang ditambat per hari
Kapal yang harus dilayani pada saat kapasitas rencana (tahun 2011) adalah
201
sebanyak 201 buah, sehingga diperoleh n = = 0,55 ≈ 1 buah.
365
Lp = 1x109 + (1-1)x15 + 2x25 = 159 m.
Direncanakan dermaga type pier berbentuk jari untuk dua tambatan dengan
panjang dermaga adalah 160 meter.

5.6.2. Lebar Dermaga


Direncanakan denah dermaga seperti pada gambar 5.3

Gambar 5.5 Denah dermaga

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 16

Bobot kapal yang dilayani dermaga 5000 dwt. Setelah kapal menurunkan
muatannya, kemudian ruangan kosong diisi kembali, dengan demikian muatan
yang harus dilayani 10000 ton. Muatan yang bisa disimpan di lapangan
diasumsikan hanya 35 % saja (3500 ton).
Pelabuhan barang diperhitungkan mampu menahan beban hidup berupa beban
merata 3 t/m2.
3500
Jadi luas yang dibutuhkan untuk penumpukan sebesar = 1166,67 m 2 .
3
Diantara tumpukan yang ada harus disediakan gang-gang untuk lalu lintas orang
dan barang, diperkirakan sebesar 50 % sehingga luas lapangan menjadi 2333,33
m2.
Panjang lapangan ( d ) = Lp – c – e
Lebar jalan ( e ) diambil 13 meter dan tempat bongkar muat truk ( c ) diambil 18
m.
Panjang lapangan = 160 – 13 -18 = 129 m
2333,33
Lebar lapangan = = 18,1 m. Karena dimungkinkan penambatan kapal
129
pada kedua sisinya maka lebar lapangan menjadi 36,2 m, dalam perencanaan
diambil sebesar 45 m.
Direncanakan apron untuk 2 jalur kendaraan, lebar lalu lintas minimal yang
diperlukan sebesar 8 m, diambil sebesar 10,5 m. Lebar trotoir diambil 1 m, jarak
boulder ke tepi dermaga 1 m, dan jarak antara boulder dan dermaga 0,5 m..
Dengan demikian diperoleh lebar apron = 10,5 + 1 + 1 + 0,5 = 13 m.
Lebar dermaga ( Bp ) = b + 2a = 45 + 2x13 = 71 m.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 17

5.7 PERHITUNGAN KONSTRUKSI DERMAGA


Struktur konstruksi dermaga merupakan fasilitas dasar yang mutlak
diperlukan. Ukuran dermaga telah diperoleh dari perhitungan diatas yaitu 160 m x
71 m. Untuk memudahkan analisa, maka perhitungan dermaga hanya ditinjau
sepanjang 36 m, seperti terdapat pada gambar 5.4.

Gambar 5.6 Denah dermaga

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 18

Dalam desain, dermaga harus diperhitungkan mampu menahan beban


hidup (misal : mobile crane, forklift, truk) berupa beban merata 3 t/m2 dan beban
terpusat 30 t . Truk maupun alat angkut barang-barang diperbolehkan juga untuk
lewat di lapangan penumpukan barang, oleh sebab itu desain konstruksi untuk
lapangan disamakan juga dengan bagian jalan.
Dermaga kapal barang ini direncanakan menggunakan beton bertulang.
Data teknis untuk perencanaan pelat :
- Tebal pelat rencana = 25 cm
- Tulangan arah x dan y : D 16 mm
- Selimut beton = 40 mm
⇒ dx = 250-40-1/2.16 = 202 mm
dy = 250-40-16-1/2.16 = 186 mm
- Mutu beton f’c = 30 Mpa
- Tulangan baja fy = 400 Mpa
⇒ ρmin = 0,0018
ρmaks = 0,0244
Sedangkan balok direncanakan dengan dua ukuran yaitu 30 cm x 50 cm
dan 35 cm x 70 cm. Data teknis untuk perencanaan balok :
- Tulangan utama : D 25 mm
- Selimut beton = 50 mm
- Mutu beton f’c = 35 Mpa
- Tulangan baja fy =400 Mpa
- Diameter sengkang 10 mm
Denah plat lantai dan balok bisa dilihat pada gambar 5.7.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 19

Gambar 5.7 Denah balok dan plat lantai dermaga

5.7.1. Perhitungan Pelat Lantai


Plat A
• Beban merata yang bekerja pada plat lantai A
- Beban hidup lantai ( LL ) = 3000 kg/m2
- Beban mati ( DL )
- Beban sendiri lantai = 0,25 x 2400 kg/m3 = 600 kg/m2
- Beban air hujan = 0,1 x 1000 kg/m3 = 100 kg/m2
- Beban pavement = 0,1 x 2200 kg/m3 = 220 kg/m2
Total beban mati ( DL ) = 600 + 100 + 220 = 920 kg/m2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 20

Sehingga beban yang bekerja pada plat lantai sebesar :


Wu = 1,2 DL + 1,6 LL
= (1,2 x 920) + (1,6 x 3000)
Wu = 5904 kg/m2
• Beban terpusat yang bekerja pada pelat lantai A
- Beban hidup ( LL ) berupa beban T = 30 ton
Bidang kontak = 30 x 50 cm2

Gambar 5.8 Bidang kontak roda kendaraan


Bidang kontak pada sumbu plat :
tx = 50 + 2x(10+12,5) = 95 cm
ty = 30 + 2x(10+12,5) = 75 cm
1,6T 1,6.30000
Penyebaran muatan T = = = 67368,42 kg/m2
bx.by 0,95.0,75
Kemungkinan bekerjanya beban T pada plat bisa dalam 2 kondisi,
yaitu :
Saat 1 roda berada pada plat ( kondisi I )

Gambar 5.9 Beban 1 roda pada plat


tx = 95 cm ty = 75 cm lx = 3 m = 300 cm
tx/lx = 0,32≈0,3 ty/lx = 0,25≈0,2
Dari tabel bittner diperoleh fxm = 0,1837 ; fym = 0,1280

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 21

Mx1 = fxm.w.tx.ty.B = 0,1837 x 67368,42 x 0,95 x 0,75 x 1


= 8817,6 kg.m
My1 = fym.w.tx.ty.b = 0,128 x 67368,42 x 0,95 x 0,75 x 1
= 6144 kg.m
Saat 2 roda bekerja pada plat dengan jarak antara as ke as sebesar 1
m ( kondisi II )

Gambar 5.10 Beban 2 roda pada plat


Bagian A :
tx = 200 cm ty = 75 cm lx = 300 cm
tx/lx = 0,67≈0,6 ty/lx = 0,25≈0,2
Dari tabel bittner diperoleh fxm = 0,1357 ; fym = 0,0908
Mxa = fxm. . wu.tx.ty.B = 0,1357 x 67368,42 x 1,95 x 0,75 x 1,0
= 13370,02 kg.m
Mya = fym. . wu.tx.ty.B = 0,0931 x 67368,42 x 1,95 x 0,75 x 1,0
= 9172,8 kg.m
Bagian B :
tx = 10 cm ty = 75 cm lx = 300 cm
tx/lx ≈ 0,05 ty/lx = 0,25≈0,2
Dari tabel bittner diperoleh fxm = 0,2261 ; fym = 0,1979
Mxb = fxm. . wu.tx.ty.B = 0,2261 x 67368,42 x 0,1 x 0,75 x 1,0
= 1142,4 kg.m
Myb = fym. . wu.tx.ty.B = 0,1979 x 67368,42 x 0,1 x 0,75 x 1,0
= 999,92 kg.m\
Jadi momen pada kondisi II adalah sebagai berikut :
Mx2 = Mxa – Mxb = 13370,02 – 1142,4 = 12227,62 kg.m
My2 = Mya – Myb = 9172,8 – 999,92 = 8172,88 kg.m

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 22

Dari dua kondisi diatas diambil yang menghasilkan momen lebih


besar, yaitu kondisi II.
• Perhitungan momen pelat A akibat beban merata

Ly 3
= =1
Lx 3
3m

3m

Mlx = 0,001 . Wu . Lx 2 . X = 0.001 . 5904 . 32 . 25 = 1328,4 kg.m


= 13,280 KNm
2 2
Mly = 0,001 . Wu . Lx . X = 0.001 . 5904. 3 . 25 = 1328.04 kg.m
= 13.280 KNm
Mtx = -0,001 . Wu .Lx 2 . X = -0.001. 5904. 32 .51 = -2709.916 kg.m
= -27.099 KNm
Mty = -0,001 . Wu . Lx 2 . X = -0.001. 5904 . 32 .51 = - 2709,916kg.m
= - 27,099 KNm
Diperoleh momen total sebesar :
Mlx = 1328,4 + 12227,62 = 13556,02 kg.m = 135,561 KNm
Mly = 1328,4 + 8172,88 = 9501,28 kg.m = 95,013 KNm
Mtx = 2709,916 kg.m = 27,099 KNm
Mty = 2709,916 kg.m = 27,099 KNm
• Penulangan pelat A
- Tulangan lapangan arah x
Mlx 135,561
=
b × dx 2
1,0 × 0,202 2
= 3322,25

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 23

ρ = 0,0114 ⇒ ρmin < ρ < ρmaks


As = ρ . b. d = 0,0114 . 1,0 . 0,202.106 = 2302,8 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 75 ( As = 2681 mm2 )
- Tulangan lapangan arah y
Mtx 95,013
=
b × dx 2
1,0 × 0,186 2
= 2746,35
ρ = 0,0093 ⇒ ρmin < ρ < ρmaks
As = ρ . b. d = 0,0093. 1,0 . 0,186.106 = 1729,8 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 - 100 ( As = 2011 mm2 )
- Tulangan tumpuan arah x
Mly 27,099
=
b × dy 2
1,0 × 0,202 2
= 664,26
ρ = 0,0021 ⇒ ρmin < ρ < ρmaks
As = ρ . b. d = 0,0021 . 1,0 . 0,202.106 = 422,742 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 - 250 ( As = 804 mm2 )
- Tulangan tumpuan arah y
Mty 27,099
=
b × dy 2
1,0 × 0,1862
= 783,30
ρ = 0,0025 ⇒ ρmin < ρ < ρmaks
As = ρ . b. d = 0,0025 . 1,0 . 0,186.106 = 465 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )

Plat B dan C
• Beban yang bekerja pada pelat lantai B dan C
- Beban hidup lantai ( LL ) =500 kg/m2
- Beban mati ( DL )
- Beban sendiri lantai = 0,25 x 2400 kg/m3 = 600 kg/m2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 24

- Beban air hujan = 0,1 x 1000 kg/m3 = 100 kg/m2


Total beban mati ( DL ) = 600 + 100 = 700 kg/m2
Sehingga beban yang bekerja pada plat lantai sebesar :
Wu = 1,2 DL + 1,6 LL
= (1,2 x 700) + (1,6 x 500)
Wu = 1640 kg/m2
• Perhitungan momen pelat B

3m
Ly 3
= =3
Lx 1
1m

Mlx = 0,001 . Wu . Lx 2 . X = 0.001 .1640. 12 . 62 = 101,68 kg.m


= 10,168 KNm
Mly = 0,001 . Wu . Lx 2 . X = 0.001 .1640 .12 .14 = 22,96 kg.m
= 2,296 KNm
Mtx = -0,001 . Wu . Lx 2 . X = -0.001 . 1640. 12 . 83 = -136,12 kg.m
= -1,361 KNm
Mty = -0,001 . Wu . Lx 2 . X = -0.001 .1640 .12 .49 = -80,36 kg.m
= -0,804 KNm
• Penulangan pelat B
- Tulangan lapangan arah x
Mlx 10,168
=
b × dx 2
1,0 × 0,202 2
= 249,19
ρ = 0,0007 ⇒ ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρ. b. d = 0,0018. 1,0 . 0,202.106 = 363,6 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 25

- Tulangan lapangan arah y


Mly 2,296
=
b × dx 2
1,0 × 0,186 2
= 66,37
ρ = 0,0002 ⇒ ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρ . b. d = 0,0018 . 1,0 . 0,192.106 = 345,6 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )
- Tulangan tumpuan arah x
Mtx 1,361
=
b × dx 2
1,0 × 0,202 2
= 33,355
ρ = 0,0003 ⇒ ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρmin . b. d = 0,0018 . 1,0 . 0,202.106 = 363,6 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )
- Tulangan tumpuan arah y
Mty 0,804
=
b × dx 2
1,0 × 0,186 2
= 23,24
ρ = 0,0001 ⇒ ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρ. b. d = 0,0018 . 1,0 . 0,192.106 = 345,6 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )

• Perhitungan momen pelat C

Ly 1
1m = =1
Lx 1

1m

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 26

Mlx = 0,001 . Wu . Lx 2 . X = 0.001 .1640. 12 . 25 = 41,000 kg.m


= 0,410 KNm
Mly = 0,001 . Wu . Lx 2 . X = 0.001 .1640 .12 .25 = 41,000 kg.m
= 0,410 KNm
Mtx = -0,001 . Wu . Lx 2 . X = -0.001 . 1640. 12 . 51 = -83,64 kg.m
= -0,836 KNm
Mty = -0,001 . Wu . Lx 2 . X = -0.001 .1640 .12 .51 = -83,64 kg.m
= -0,836 KNm
• Penulangan pelat C
- Tulangan lapangan arah x
Mlx 0,410
=
b × dx 2
1,0 × 0,202 2
= 10,048
ρ = 0,0003 ⇒ ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρ. b. d = 0,0005. 1,0 . 0,202.106 = 363,6 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )
- Tulangan lapangan arah y
Mly 0,410
=
b × dx 2
1,0 × 0,192 2
= 11,220
ρ = 0,0003 ⇒ ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρ . b. d = 0,0005 . 1,0 . 0,192.106 = 345,6 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )
- Tulangan tumpuan arah x
Mtx 0,836
=
b × dx 2
1,0 × 0,202 2
= 20,488
ρ = 0,0003 ⇒ ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρmin . b. d = 0,0018 . 1,0 . 0,202.106 = 363,6 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 27

- Tulangan tumpuan arah y


Mty 0,836
=
b × dx 2
1,0 × 0,192 2
= 22,780
ρ = 0,0003 ⇒ ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρ. b. d = 0,0018 . 1,0 . 0,192.106 = 345,6 mm2
⇒ dipakai tulangan D16 – 250 ( As = 804 mm2 )

5.7.2. Perhitungan Beban


Gaya Vertikal
♣ Gaya vertikal akibat distribusi beban dari pelat dengan metode
amplop.

Gambar 5.11 Distribusi beban dari plat

- Beban q1
Beban mati (q1D) :
q1D = ½ x 0.92 x 3 = 1,38 t/m

Beban hidup (q1L) :


q1L = ½ x 3 x 3 = 4,5 t/m

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 28

- Beban q2
Beban mati (q2D) :
q2D = ½ x 0.7 x 1 = 0,35 t/m
Beban hidup (q2L) :
q2L = ½ x 0,5 x 1 = 0,25 t/m
- Beban q3
Beban mati (q3D) :
q3D = ½ x 0.7 x 1 = 0,35 t/m
Beban hidup (q3L) :
q3L = ½ x 0,5 x 1 = 0,25 t/m

Gaya Horizontal
♣ Gaya gempa
- Jenis tanah
Tanah keras terdapat pada kedalaman –37 m
-7.5 m
γ=
2 3
-8.602 m c= 0.7 t/m 1.5788 t/m h= 1.102 m
γ=
2 3
-11.102 m c= 0.6 t/m 1.491 t/m h= 2.5 m

γ=
2 3
-13.602 m c= 0.9 t/m 1.4733 t/m h= 2.5 m

γ=
2 3
-16.102 m c= 1 t/m 1.4646 t/m h= 2.5 m

γ=
2 3
-18.602 m c= 1 t/m 1.4635 t/m h= 2.5 m
2
γ=
3
-21.102 m c= 1.2 t/m 1.513 t/m h= 2.5 m
2
γ=
3
-23.602 m c= 1.4 t/m 1.552 t/m h= 2.5 m

γ=
2 3
-26.102 m c= 1.2 t/m 1.5233 t/m h= 2.5 m

γ=
2 3
-28.602 m c= 1.6 t/m 1.5542 t/m h= 2.5 m

γ=
2 3
-31.102 m c= 2 t/m 1.5662 t/m h= 2.5 m

γ=
2 3
-37 m c= 3.1 t/m 1.5976 t/m h= 5.898 m

Gambar 5.12 Lapisan tanah pondasi

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 29

Tabel 5.1 Kekuatan geser tanah


2
S= c + γ h tn ∅ S*h
γ (t/m ) ∅ (°)
3
Lapis ke- c (t/m ) h (m) 2 2
(t/m ) (t/m )
1 0.7 1.5788 1.102 5 0.852216424 0.939142
2 0.6 1.491 2.5 6 0.99177696 2.479442
3 0.9 1.4733 2.5 8 1.417648256 3.544121
4 1 1.4646 2.5 8 1.514591485 3.786479
5 1 1.4635 2.5 9 1.579490449 3.948726
6 1.2 1.513 2.5 9 1.79909057 4.497726
7 1.4 1.552 2.5 10 2.084150318 5.210376
8 1.2 1.5233 2.5 5 1.533179486 3.832949
9 1.6 1.5542 2.5 9 2.215404206 5.538511
10 2 1.5662 2.5 16 3.122754325 7.806886
11 3.1 1.5976 5.898 18 6.161610539 36.34118
∑h 29.5 ∑Sihi 77.92554
2
S rerata = 2,641544 t/m
= 0,264154 kg/cm2
= 26,41544 kpa
berdasarkan pedoman perencanaan ketahanan gempa, dengan
kedalaman ≥ 20 m dan nilai S < 270 kpa ⇒ termasuk tanah lunak
- Beban struktur
Wt = Beban pada plat + Berat sendiri balok
Beban hidup pada plat dalam perhitungan gempa bisa direduksi
sebesar 0,5. Dengan demikian beban yang bekerja pada plat :
Plat A = 3x3x(0,92+0,5x3)+0,5x3 = 36,78 t
Plat B = 3x1x(0,7+0,5x0,5) = 2,85 t
Beban pada plat (Wp) :
Wp1 = 17x23x36,78 + 2x17x2,85 = 14477,88 t
Berat sendiri balok (Wb) :
Wb1 = [0,3x0,5x(51x24+71x18)+0,35x0,7x51x2]x2,4
= 960,696 ton
Jadi beban struktur Wt = 15438,576 ton

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 30

- Periode getar struktur


0,5
 Wt 
T = 2π  
g × k 

12.E.Ic
kx = n
h3
E = 4700 √ f’’c
= 4700 √40
= 29725,41 Mpa
= 297254,1 kg/cm2
g = 9,81 m/det
1 1 22 4
Ic = πD 4 = 30 = 39776,79cm4
64 64 7
n = jumlah kolom, nx = 13
nz = 24
Tiap kolom diasumsi terdiri dari 4 tiang pancang yang disatukan
oleh poer.
h = panjang kolom di atas dasar kolom + ⅓ dalam pemancangan
= ( Elv dasar kolam +Elv lantai – tebal plat, balok dan poer ) + ⅓
( Elv tanah keras – Elv dasar )
= ( 7,5+1,804-0,25-0,5-0,6) + ⅓ (37-7,5)
= 17,8 m
12.297254,1.39776,79
kx = 13.4
1780 3
= 1308,224 kg/cm = 130.822 t/m
12.297254,1.39776,79
kz = 24.4
1780 3
= 2415,182 kg/cm = 241,518 t/m

22 15438,576
Tx = 2. . = 23,1s
7 9,81.130,82

22 15438,576
Tz = 2. . = 17 s
7 9,81.241,518

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 31

- Koefisien gempa dasar


Untuk tanah lunak dapat diperoleh koefisien gempa dari Diagram
Spektrum Respon Nominal Gempa seperti pada gambar 5.10

Spektrum Respon Nominal

0.06

0.04
C

0.02

0
0 1 2 3
T (dtk)

Gambar 5.13 Spektrum respon nominal gempa rencana


Untuk Tx = 19,64 s maka Cx = 0,057/23,1 = 0,0025
Tz = 17 s maka Cz = 0,057/17 = 0,0034
- Faktor keutamaan struktur ( I )
bangunan rendah ⇒ I = 0,9
- Jenis struktur ( K )
Struktur umum, elastis ⇒ K = 4
- Faktor wilayah ( Z )
Termasuk daerah zone 4 ⇒ Z = 1,0
Ex = C . I . K . Z . Wt
Ex = 0,0025 . 0,9 . 4. 1 . 15438,576
= 138,95 ditahan 13 baris tiang, sehingga masing-masing
baris menahan 10,69 ton
Ez = C . I . K . Z . Wt
Ez = 0,0034 . 0,9 . 4. 1 . 15438,576
= 188,968 ton ditahan 24 baris tiang, sehingga masing-masing
baris menahan 7,874 ton

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 32

♣ Beban benturan kapal


- Dari perhitungan fender didapat ½ E = 40,1 kNm. Jika
diasumsikan fender hanya melendut hingga 75% dari yang
diijinkan, yaitu sebesar 0,75x210 = 157,5 mm maka besar gaya
reaksi fender sebesar E/0,1575 = 250 kN = 25 ton. Jarak antar
fender = 9 m, dengan demikian diantara 2 fender terdapat 9/3 = 3
balok melintang. Jadi 1 baris balok menahan 8,333 ton.
♣ Beban tarikan kapal
- Untuk bobot kapal 5000 DWT gaya tarik maks kapal terhadap tiap
tambatan adalah 50 ton. Jarak antara bollard (tambatan) = 18 m
Diantara bollard terdapat 18/3 = 6 balok melintang. Satu baris
tiang menahan gaya sebesar 50/6 = 8,333 t.Tinggi boulder 40 cm,
tinggi balok 50 cm, tebal plat 25 cm. Gaya 8,333 ton ini bekerja
pada jarak sejauh ½x0,4 + 0,5 + 0,25 = 0,95 m dari pusat berat
balok sehingga menimbulkan momen sebesar M = 8,333 x 0,95 =
7,917 t.m
Catatan : dalam pelaksanaan jarak antar bollard diambil 9 m
dengan maksud agar bisa juga melayani kapal-kapal kecil.
Kombinasi pembebanan
Beban yang bekerja pada dermaga tersebut tidak bersamaan waktunya
untuk itu kombinasi beban yang bekerja adalah sebagai berikut :
1,2 DL + 1,6 LL
0,75 ( 1,2 DL + 1,6 LL + 1,6 Tr/Btr )
1,05 { DL + 0,5 LL + ( Ex + 0,3 Ez ) }
1,05 { DL + 0,5 LL + ( 0,3 Ex + Ez ) }
Keterangan : DL = beban mati
LL = beban hidup
Tr = tarikan kapal
Btr = benturan kapal
E = beban gempa

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 33

5.7.3 Perencanaan Balok


Untuk desain balok direncanakan ada 3 macam, sesuai dengan dimensi dan
panjangnya (lihat gambar 5.5):
Balok 30 cm x 50 cm dengan panjang 3 m balok A
Balok 30 cm x 50 cm dengan panjang 1 m balok B
Balok 35 cm x 70 cm dengan panjang 3 m balok C
Output SAP 2000 memberikan gaya-gaya dalam pada balok yang menentukan
dalam desain sebagai berikut :
Tabel 5.2 Gaya-gaya dalam pada balok
Elemen Komb Balok M tump M lap V tump V lap Aksial
( t.m ) ( t.m ) (t) (t) (t)
27 1 A -26,3 22,98 37,28 33,96 0
26 1 B -2,42 -0,9929 2,98 2,88 -0,1
101 1 B -2,46 1,09 2,87 2,77 3,23E-3
326 1 C -0,5752 0,4789 1,14 0,1105 1,55
331 1 C -0,5835 0,3048 -1,03 -0,565 1,08
Yang menentukan dalam perencanaan adalah bagian yang diarsir.
Input dan output SAP 2000 dapat dilihat dilampiran.
Perhitungan Tulangan Balok
Data teknis balok :
Dimensi penampang b= 30 cm
h= 50 cm
Panjang balok L= 3000 mm
Tulangan utama Dtu = 25 mm
Tulangan sengkang Dsengkang = 10 mm
Tebal selimut beton p= 50 mm
f'c = 35 Mpa =350 kg/cm2
β1 = 0.85-0.008(f'c-30) =0.81 atau minimal 0.65 untuk f'c > 30 Mpa
Rl = β1*f'c = 283,5 kg/cm2
fy =400 Mpa = 4000 kg/cm2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 34

ρ min = 14/fy =0.0035


ρ max = β1*[4500/(6000+fy)]*(Rl/fy) = 0.025833938
Balok A
Penulangan tumpuan
Tulangan lentur
Momen ( Mu ) = 26.3 t.m = 263 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dtu - Dsengkang = 42.75 cm
Mu / (b*d2) = 4796.91757 kN/m2
Menurut tabel ( Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel
5.1.d )
ρ =0.016912509 ρ min < ρ < ρ max
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As =2169.029263 mm2
Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dtu/2)^2 = 490.625 mm2
Jumlah baris tulangan tarik yang diperlukan =2
Koreksi jika jumlah baris > 1 :
d = h - p - ½ ( n.Dtu + 2.5 ) - Dsengkang = 40.25 cm
Mu / (b*d2) = 5411.313864 kN/m2
ρ =0.019453451 ρ min <ρ < ρ max
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 2349.004179 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan = 5
Digunakan tulangan 5 D25 dengan Ast =2453.125 mm2
Jumlah baris tulangan tarik yang diperlukan = 2
Periksa lebar retak :
300 mm > 100 mm … OK !!

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 35

Tulangan Geser
Vu = 37.28 t = 372.8 kN
d = 40.25 cm
vu = Vu/(b.d) = 3.0873706 Mpa
∅vc = (0.6/6)√f'c = 0.591607978 Mpa

vu > vc, berarti harus diberi tulangan geser


∅vs = vu - ∅vc = 2.495762622 Mpa

∅vs max = 0.6*(2/3)*√f'c = 2.366431913 Mpa

∅vs < ∅vs max

Sengkang yang diperlukan :


Untuk sepanjang d = 40.25 cm
As sengk = ( ∅vs.b.d )/(∅. fy) = 1255.680569 mm2

As sengkang yang diperlukan per meter = 3119.703278 mm2/m'


Luas 1 sengkang penampang ganda = 2*3.14*(Dsengk/2)2 = 157 mm2
Jumlah sengkang ganda yang diperlukan per meter = 20 bh
Yang memadai adalah D10-50 As sengk = 3140 mm2

Penulangan lapangan
Tulangan lentur
Momen ( Mu ) = 22.98 t.m 229.8 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dtu - Dsengkang = 42.75 cm
Mu / (b*d2) = 4191.375124 kN/m2
Menurut tabel ( Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel
5.1.d )
ρ = 0.014513574 ρ min < ρ < ρ max
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 1861.365834 mm2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 36

Tulangan tarik dalam 1 baris = (b-2p-2Dsk+25)/(Dtu+25) = 4


Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dtu/2)^2 = 490.625 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan = 4
Digunakan tulangan 4D25 Ast = 2453.125 mm2
Tulangan Geser
Vu = 33.96 t = 339.6 kN
d = 42.75 cm
vu = Vu/(b.d) = 2.647953216 Mpa
∅vc = (0.6/6)√f'c = 0.591607978 Mpa

vu > vc, berarti harus diberi tulangan geser


∅vs = vu - ∅vc = 2.056345238 Mpa

∅vs max = 0.6*(2/3)*√f'c = 2.366431913 Mpa

∅vs < ∅vs max

Sengkang yang diperlukan :


Untuk sepanjang 0.5L - d = 107.25 cm
As sengk = ( ∅vs.b.(0.5L-d) )/(∅. fy) = 2756.787835 mm2

As sengkang yang diperlukan per meter = 2570.431548 mm2/m'


Luas 1 sengkang penampang ganda = 2*3.14*(Dsengk/2)2 = 157 mm2
Jumlah sengkang ganda yang diperlukan per meter = 17 bh
Yang memadai adalah D10-58 As sengk = 2669 mm2

Tumpuan Lapangan
Gambar 5.14 Penulangan Balok A

Balok B (overstek)
Penulangan tumpuan

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 37

Tulangan Lentur
Momen ( Mu ) = 2.46 t.m =24.6 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dtu - Dsengkang = 42.75 cm
Mu / (b*d2) = 448.6850655 kN/m2
Menurut tabel ( Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel
5.1.d )
= 0.001415607
ρ < ρmin, dipakai ρmin
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 448.875 mm2
Tulangan tarik dalam 1 baris = (b-2p-2Dsk+25)/(Dtu+25) = 4
Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dtu/2)^2 = 490.625 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan = 1
Digunakan tulangan 2D25 Ast = 981.25 mm2
Tulangan Geser
Vu = 2.98 t = 29.8 kN
d = 42.75 cm
vu = Vu/(b.d) = 0.232358674 Mpa
∅vc = (0.6/6)√f'c = 0.591607978 Mpa

vu < ∅vc, berarti tidak perlu tulangan geser

Dipakai sengkang praktis D10 -210 mm

Penulangan lapangan
Tulangan Lentur
Momen ( Mu ) = 1.09 t.m = 10.9 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dtu - Dsengkang = 42.75 cm

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 38

Mu / (b*d2) = 198.8076103 kN/m2


Menurut tabel ( Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel
5.1.d )
ρ = 0.000623889
ρ < ρ min, dipakai min
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 448.875 mm2
Tulangan tarik dalam 1 baris = (b-2p-2Dsk+25)/(Dtu+25) = 4
Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dtu/2)^2 = 490.625 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan = 1
Digunakan tulangan 2 D25 Ast = 981.25 mm2
Tulangan Geser
Vu = 2.88 t = 28.8 kN
d = 42.75 cm
vu = Vu/(b.d) = 0.224561404 Mpa
∅vc = (0.6/6)√f'c = 0.591607978 Mpa

vu < ∅vc, berarti tidak perlu tulangan geser

Dipakai sengkang praktis D10-210 mm

Gambar 5.15 Penulangan tumpuan = lapangan balok B

Balok C
Penulangan tumpuan
Tulangan Lentur
Momen ( Mu ) = 0.5835 t.m = 5.835 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dtu - Dsengkang = 62.75 cm

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 39

Mu / (b*d2) =42.33946 kN/m2


Menurut tabel ( Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel
5.1.d )
ρ = 0.00013243
ρ < ρmin, dipakai ρmin
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 768.6875 mm2
Tulangan tarik dalam 1 baris = (b-2p-2Dsk+25)/(Dtu+25) = 4
Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dtu/2)^2 = 490.625 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan = 1
Digunakan tulangan 2 D25 Ast = 981.25 mm2
Tulangan geser
Vu = 1.14 t = 11.4 kN
d = 62.75 cm
vu = Vu/(b.d) = 0.051906659 Mpa
∅vc = (0.6/6)√f'c = 0.591607978 Mpa

vu < ∅vc, berarti tidak perlu tulangan geser

Dipakai sengkang praktis D10-310 mm


Penulangan lapangan
Tulangan Lentur
Momen ( Mu ) = 0.4789 t.m = 4.789 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dtu - Dsengkang = 62.75 cm
Mu / (b*d2) =34.7495618 kN/m2
Menurut tabel ( Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel
5.1.d )
ρ = 0.000108672
ρ < ρ min, dipakai ρmin
Tulangan single

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 40

Luas tulangan yang dibutuhkan :


As = 768.6875 mm2
Tulangan tarik dalam 1 baris = (b-2p-2Dsk+25)/(Dtu+25) = 4
Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dtu/2)^2 = 490.625 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan = 1
Digunakan tulangan 2 D25 Ast = 981.25 mm2
Tulangan geser
Vu = 0.565 t = 5.65 kN
d = 62.75 cm
vu = Vu/(b.d) = 0.025725669 Mpa
∅vc = (0.6/6)√f'c = 0.591607978 Mpa

vu < ∅vc, berarti tidak perlu tulangan geser

Dipakai sengkang praktis D10-310 mm

Gambar 5.16 Penulangan tumpuan = lapangan balok C


Catatan : momen puntir tidak diperhitungkan dalam perencanaan ini.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 41

5.7.4 Perhitungan Pondasi


Penulangan tiang pancang
Penulangan tiang pancang dihitung berdasarkan momen yang terjadi pada
saat pengangkatan.
1. Pengangkatan dua titik

a L – 2a a

M1 M1

M2

Gambar 5.17 Pengangkatan dua titik


M1 = ½ . q .a2
M2 = 1/8 q ( L – 2a )2 – ½ . q. a2
M1 = M2
½ . q .a2 = 1/8 q ( L – 2a )2 – ½ . q. a2
4a2 + 4aL – L2 = 0
a = 0,209L ⇒ L = 12,5 m
= 2,613 m
q = ¼ . 3,14 . 0,3 . 0,3 . 2400
= 169,65 kg/m
M1 = M2 = ½ . q . a2
= ½ . 169,65 . 2,613 = 579,166 kgm

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 42

2. Pengangkatan satu titik

L -a

M1

Mx M2

Gambar 5.18 Pengangkatan satu titik


M1 = ½ . q .a2
1 / 2q.a 2
R1 = 1 / 2q ( L − a ) −
L−a
q.L2 − 2a.q.L + q.a 2 q.a 2
= −
2( L − a ) 2( L − a )

q.L2 − 2a.q.L
=
2( L − a )
Mx = R1 . x – ½ q x2
dMx
Syarat extrim : =0
dx
R1 – q.x = 0
R1 L − 2a.L
x= =
q 2( L − a )

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 43

2
L − 2a.L  L − 2a.L 
M max = M 2 = R1 - 1/2q.  
2( L − a )  2( L − a ) 
2
 L2 − 2aL 
= 1 / 2q  
 2( L − a ) 
M1 = M2
2
 L2 − 2aL 
1/2q.a = 1 / 2q 
2

 2( L − a ) 
L2 − 2aL
a=
2( L − a )
2a2 –4aL + L2 = 0
a = 0,29.L ⇒ L= 12,5 m
= 3,625 m
M = ½ q . a2
= ½ . 169,65 . 3,6252
= 1114,65 kgm
Pada pengangkatan satu titik ini akan terjadi gaya normal akibat berat
sendiri yang besarnya :
P = q . L . sin α

Gaya normal maksimum terjadi ketika α = 90˚, sehingga

P = 169,65.12,5.sin 90˚ = 2120,625 kg

Jadi yang menentukan adalah kondisi pengangkatan dengan satu titik,


dengan Mu = 1114,65 kgm dan Pu = 2120,63 kg
Perhitungan tulangan
Diameter penampang lingkaran h = 30 cm = 300 mm
Luas penampang = Agr = ¼πh2 = 70714.29 mm2
Tulangan utama Dtu = 16 mm
Tulangan sengkang Dsengkang = 10 mm
Tebal selimut beton p = 40 mm
d' = p + øsengk + ½øtu = 58 mm

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 44

d'/h = 0.2
f'c = 30 Mpa = 300 kg/cm2
β = f'c/25 = 1.2 untuk f'c ≤30 Mpa
β = 1.33 untuk f'c = 35 Mpa
fy = 400 Mpa = 4000 kg/cm2
Pu = 2.12063 t = 21206.3 N
Mu = 1.11465 t.m = 11146.5 N.m
P'u / (ø*Agr*0.85*f'c) = 0.018092734 < 0.1
maka nilai ø ditingkatkan menjadi 0.8
P'u / (ø*Agr*0.85*f'c) = 0.014700347
et = Mu/Pu = 0.525622103 m = 525.6221 mm
et/h = 1.752073676
P'u*et/ (ø*Agr*0.85*f'c*h) = 0.02575609
Dari grafik diperoleh nilai r = 0.009
ρ = β.r = 0.0108
As tot = ρ.Agr = 763.7142857 mm2
Digunakan tulangan 4 D 16 dengan Ast = 803.84 mm2
Berdasarkan pengaruh akibat penumbukan
angka kejut = 1,5
berat tiang (P) = ¼ x 3,14 x 0,3 x 0,3 x 2400 x 12,5 = 2120,575 kg
berat palu yang diperlukan
B = (0,5 P + 600) kg
= (0,5 . 2120,575 + 600) = 1660,288 kg
N = 1,5 x 1660,288 = 2490,431 kg
Nu = N + P = 2490,431 + 2120,575 = 4611 kg
P'u
= 0.039340006 < 0.1
ø*Agr*0.85*f'c
maka nilai ø ditingkatkan menjadi 0.8
P'u
= 0.031963755
ø*Agr*0.85*f'c

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 45

et = Mu/Pu = 0
et/h = 0
P'u*et
=0
ø*Agr*0.85*f'c*h
Dari grafik diperoleh nilai r = 0.003
ρ = β.r = 0.0036
As tot = ρ.Agr = 254.5714286 mm2
Digunakan tulangan 2 D16 dengan Ast = 401.92 mm2
Jadi dipakai tulangan 4D16 dengan Ast = 803.84 mm2
Perhitungan tulangan geser
q.( L2 − 2.a.L) 169,65.(12,52 − 2.3,625.12,5)
D= =
2.( L − a ) 2.(12,5 − 3,625)
= 627,227 kg
Vu = 627.227 kg = 6272.27 N
fy spiral = fys = 400 Mpa
A spiral = (Vu - f'c Agr - fy Ast)/fys = -6091.73 mm2
Diameter minimum spiral menurut ACI code ps 7.10.4.2 : db = 5 mm
Dipakai spiral db = 10 mm
as = 0.25 π db2 = 78.5 mm2
Menurut ACI code persamaan 10.5 :
ρs = 0.45 [ (Ag/Ac) - 1 ] (f'c/fys)
Dc = h - 2p = 220 mm
Ac = 0.25*3.14*Dc2 = 37994 mm2
Ag = 70714.28571 mm2
ρs = 0.029065369
Menentukan jarak spiral :
s = [ as π (Dc-db) ] / [ρs π Dc2/4 ] = 46.874 mm
Jarak spiral menurut ACI code ps 7.10.4.3 :
s maks = 7.5 cm s min = 2.5 cm
Dipilih jarak spiral 45 mm

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 46

Daya dukung tiang pancang


1. Terhadap kekuatan bahan
Atiang = Agr + n.Ast = 70714.29 + 15.8,0384 = 827,718 cm2
n = Es/Ec = 15
Ptiang = f’c x Atiang
= 300 x 827,718 = 248315 kg = 248,315 ton
2. Terhadap pemukulan hammer
Berdasarkan rumus News Engineering Formula :
Eh.Wr .H
Pu =
s+c
dimana :
Pu = daya dukung tiang (ton)
Eh = efisiensi palu = 0,8
Wr = berat hammer (ton)
Hammer yang digunakan model Kobelco K-25 dengan Wr = 2,5 ton
H = tinggi jatuh hammer / ram stroke (mm), diambil 1,5 m
Berat tiang dengan diameter 30 cm dan panjang 37 m adalah sebesar
Wp = Agr.L.γc = 70714,29E-6*37*2,4 = 6,279 ton

s = penetrasi akhir (mm), diasumsikan 5 mm


Wp 6,279
c = deformasi elastis = 0,1. = 0,1. = 0,251 inch = 6,38 mm
Wr 2,5
0,8 * 2,5 * 1,5
Pu = = 263,62 t
0,005 + 0,00638
3. Terhadap kekuatan tanah
Axqc JHLxk
P= +
3 5
A = luas tiang pancang
= Agr = 707,143 cm2
qc = nilai conus pada kedalaman –37 m = 150 kg/cm2
JHL = total friction = 2287,67 kg/cm2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 47

k = keliling tiang pancang = 3,14 x 30 = 94,248 cm


707,143 x150 2287,67 x94,248
P= + = 78478 kg = 78,478 ton
3 5
Besarnya daya dukung tiang ultimate diambil Pu diatas yang terkecil :
Qult = 78,478 ton

Perhitungan efisiensi tiang group


Efisiensi tiang group :
θ  (n − 1)m + n(m − 1) 
η = 1−
90  mn 

dengan : m = jumlah baris


n = jumlah tiang dalam satu baris
d = diameter tiang = 0,3 m
s = jarak antar tiang = 0,8 m
θ = arc tan d/s = arc tan 0,3/0,8 = 20,556
Untuk bagian pondasi di tepi pantai dipakai m = 1 dan n = 2 ( tipe A ),
sedangkan bagian lainnya digunakan m = 2 dan n = 2 ( tipe B )
20,556  (2 − 1)1 + 2(1 − 1) 
ηA = 1−  = 0,886
90  1 .2

20,556  (2 − 1)2 + 2(2 − 1) 


ηB = 1 −  = 0,772
90  2 .2
Dengan memperhitungkan efisiensi, daya dukung tiang menjadi :
Qall = η.Qult

QA = 0,886*78,478 = 69,532 t
QB = 0,772*78,478 = 60,585 t

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 48

Perhitungan beban yang terjadi


Untuk pondasi tiang pancang tipe A direncanakan seperti tergambar :

Gambar 5.19 Pondasi tiang pancang A

Berat poer :
Vpoer = 1,2 . 1,7 . 0,6 . 2,4
= 2,938 ton
Jumlah tiang : nx = 1 nz = 2
Jarak tiang pancang terhadap titik berat poer :
Z1 = -0,4 Z2 = 0,4 X1 = X2 = 0
Σ z2 = (-0,4)2 + 0,42 = 0,32 Σ x2 = 0
Adanya eksentrisitas (ez) sebesar 0,45 m terhadap titik berat poer,
mengakibatkan adanya penambahan momen pada Mx sebesar V2xez.
Beban maksimum yang diterima tiang :
Vtot Mz. X max Mx.Z max
P= ± ±
n nz.Σx 2 nx.Σz 2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 49

REAKSI (OUTPUT SAP 2000) Komb 1 Mx Vt


Joint Pmax
V = F2 Hx = F1 Hz = F3 Mx = M1 Mz = M3 akibat ez (V+Vpoer)
315 39.641 0.407 3.2804 4.988 20.795 17.839 42.5793 47.285
316 98.568 0 1.944 26.303 0 44.356 101.506 50.753

Pmax = 50,753 t < QA = 69,532 t…OK!!!


Untuk pondasi tiang pancang tipe B direncanakan seperti tergambar :

Gambar 5.20 Pondasi tiang pancang B


Dimensi poer direncanakan : 1,7 m x 1,7 m x 0,6 m
Berat poer :
Vpoer = 1,7 . 1,7 . 0,6 . 2,4
= 4,162 ton
Jumlah tiang : nx = 2 nz = 2
Jarak tiang pancang terhadap titik berat poer :
X1 = Z1 = -0,4
X2 = Z2 = 0,4
Σ x2 = Σ z2 = (-0,4)2 + 0,42 = 0,32
Beban maksimum yang diterima tiang :

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 50

Vtot Mz. X max Mx.Z max


P= ± ±
n nz.Σx 2 nx.Σz 2
REAKSI (OUTPUT SAP 2000) Komb 1 Vt
Joint Pmax
V = F2 Hx = F1 Hz = F3 Mx = M1 Mz = M3 (V+Vpoer)
27 46.6855 0.4073 3.2804 4.9786 24.7683 50.8475 31.3037
28 111.852 0 1.944 26.3025 0 116.014 45.4426
52 149.136 0 2.592 0 0 153.298 38.3245

Pmax = 45,443 t < QB = 60,585 t …OK!!!

Perhitungan tulangan poer


Pondasi tiang pancang A
Penulangan arah x
Momen terhadap pusat poer :
Mx = M1 + M akibat ez = 26,303 + 44,356 = 70,659 t.m
Mx per meter lebar pelat :
Mux = 70,659/L = 70,659/1,2 = 58,883 t.m
Tulangan arah x
Dimensi penampang b = 100 cm = 1000 mm
h = 60 cm = 600 mm
Tulangan utama arah x : Dx = 19 mm
Tulangan utama arah x : Dy = 19 mm
Tebal selimut beton p = 50 mm
f'c = 35 Mpa = 350 kg/cm2
β1 = 0.85-0.008(f'c-30) = 0.81 atau minimal 0.65 untuk f'c > 30 Mpa
Rl = β1*f'c = 283.5 kg/cm2
fy = 400 Mpa = 4000 kg/cm2
ρ min = 14/fy = 0.0035
ρ max = β1*[4500/(6000+fy)]*(Rl/fy) = 0.025833938
Momen (Mu) = 58,883 t.m = 588,83 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dx = 54.05 cm
Mu / (b*d2) = 2015,573 kN/m2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 51

Menurut tabel (Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang


Tabel 5.1.d)
ρ = 0,00659
ρmin < ρ < ρmax
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 3562,193 mm2
Digunakan tulangan D19 - 70 Ast =3967,39 mm2

Penulangan arah y (z)


Momen terhadap pusat poer :
My = 2.Pt.0,4 = 2.50,753.0,4 = 40,602 t.m
My per meter lebar pelat :
Muy = 40,602/L = 40,602/1,7 = 23,884 t.m
Tulangan arah y
Momen (Mu) = 23.884 t.m = 238.84 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dy - Dx = 52.15 cm
Mu / (b*d2) = 878.210 kN/m2
Menurut tabel (Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang
Tabel 5.1.d)
ρ = 0.002797
ρ < ρmin, dipakai ρmin
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 1825.25 mm2
Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dy/2)^2 = 283.385 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan = 7
Digunakan tulangan D19-140 Asty = 1983.695 mm2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 52

Pondasi tiang pancang B


Penulangan arah x
Momen terhadap pusat poer :
Mx = 2.2.Pt.0,4 = 2.2.45,443.0,4 = 72,709 t.m
Mx per meter lebar pelat :
Mux = 72,709/L = 72,709/1,7 = 42,770 t.m
Tulangan arah x
Dimensi penampang b = 100 cm = 1000 mm
h = 60 cm = 600 mm
Tulangan utama arah x : Dx = 19 mm
Tulangan utama arah x : Dy = 19 mm
Tebal selimut beton p = 50 mm
f'c = 35 Mpa = 350 kg/cm2
β1 = 0.85-0.008(f'c-30) = 0.81 atau minimal 0.65 untuk f'c > 30 Mpa
Rl = β1*f'c = 283.5 kg/cm2
fy = 400 Mpa = 4000 kg/cm2
ρ min = 14/fy = 0.0035
ρ max = β1*[4500/(6000+fy)]*(Rl/fy) = 0.025833938
Momen (Mu) = 42.77 t.m = 427.7 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dx = 54.05 cm
Mu / (b*d2)= 1464.022845 kN/m2
Menurut tabel (Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang
Tabel 5.1.d)
ρ = 0.004725106
ρmin < ρ < ρmax
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 2553.919979 mm2
Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dx/2)^2 = 283.385 mm2

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 53

Jumlah tulangan yang diperlukan = 10


Digunakan tulangan D19-100 Astx = 2833.85 mm2
Penulangan arah y
Muy = Mux = 42,77 t.m (simetris)
Momen ( Mu ) = 42.77 t.m = 427.7 kN.m
Tinggi efektif :
d = h - p - ½ Dy - Dx = 52.15 cm
Mu / (b*d2) =1572.644733 kN/m2
Menurut tabel (Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang
Tabel 5.1.d)
ρ = 0.005088516
ρ min < ρ < ρmax
Tulangan single
Luas tulangan yang dibutuhkan :
As = 2653.660936 mm2
Luas 1 tulangan tarik = 3.14*(Dy/2)^2 = 283.385 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan = 10
Digunakan tulangan D19-100 Asty = 2833.85 mm2
Dalam pelaksanaan jarak bersih antar tiang pancang dibuat 100 cm untuk
mengantisipasi kerusakan tanah pada saat pemancangan dengan diameter 40
cm.

Perhitungan geser Pons


Akibat gaya tiang pancang :
Ptiang = Pt = 45,443 t = 454,43 kN
d = dx = 54,05 cm = 540,5 mm
bo = π.(dtiang + d) = 3,14.(300+540,5) = 2641,57 mm

βc = perbandingan sisi tiang terpanjang dan terpendek = 1

 2  f 'c   
.bo.d = 1 + 2  350 .2641,57.540,5
Vc = 1 + 
 βc  6   1  6 

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 54

= 13355552,18 N = 13355,55 kN
∅Vc = 0,6.13355,55 = 8013,33 kN > Pt = 454,43 kN

Tidak perlu tulangan geser pons.

Perhitungan gaya horizontal


Data tanah : γ = 1,5788 t/m3 ∅ = 5° c = 0,07 kg/cm2
Ld = ⅓ Lp - ¼ Lp, diambil Ld = ⅓ x (37-7,5) = 9,8 m
Lh = Ld = 9,8 m (karena poer diatas permukaan tanah)
λp = tg2(45 + ½ ∅) = 1,191
B = ½ d = ½ x 3,14 x 0,3 = 0,471 m
Diagram tekanan tanah pasif:
CG = (λp.γ.1,96).B = 1,191x 1,5788 x 1,96 x 0,471 = 1,736 t/m
DH = (λp.γ.3,92).B = 1,191 x 1,5788 x 3,92 x 0,471 = 3,472 t/m
EI = (λp.γ.5,88).B = 1,191 x 1,5788 x 5,88 x 0,471 = 5,207 t/m
FJ = (λp.γ.7,84).B = 1,191 x 1,5788 x 7,84 x 0,471 = 6,943 t/m
OK = (λp.γ.Lh).B = 1,191 x 1,5788 x 9,8 x 0,471 = 8,679 t/m
Tekanan pasif efektif yang bekerja :
CG = 1,736 t/m
DL = ¾ DH = 2,604 t/m
EM = ½ EI = 2,604 t/m
FN = ¼ FJ = 1,736 t/m
di O = 0
Tekanan tanah efektif yang bekerja :
P1 = ½ x 1,96 x 1,736 = 1,701 t
P2 = ½ x 1,96 x (1,736+2,604) = 4,253 t
P3 = ½ x 1,96 x (2,604+2,604) = 5,104 t
P4 = ½ x 1,96 x (2,604+1,736) = 4,253 t
P5 = ½ x 1,96 x 1,736 = 1,701 t
R = Σ P = 17,012 t
Letak titik tangkap masing – masing gaya :

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 55

Letak titik tangkap gaya horizontal R terhadap O :


R.Lz = P1.L1 + P2.L2 + P3.L3 + P4.L4 + P5.L5
17,012.Lz = 1,701.8,493 + 4,253.6,795 + 5,104.4,9 + 4,253.3,005 +
1,701.1,307
Lz = 4,9 m
Gaya horizontal sementara yang diijinkan :
Σ Ms = 0
H x (Ld + Lz) = R x 2Lz
H x (9,8 + 4,9) = 17,012 x 2 x 4,9
H = 11,341 ton
Hmaks = 3,2804 ton
Hmaks < H ………..OK

5.8. PERHITUNGAN PEMECAH GELOMBANG


5.8.1. Tinjauan Umum
Pemecah gelombang adalah bangunan yang paling penting dan utama

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 56

pada pelabuhan buatan. Sesuai dengan namanya, fungsinya adalah untuk


memecah dan menghamburkan gelombang, dan memecah pengaruh ombak yang
merusak di daerah yang tertutup untuk penerimaan kapal.
Dengan berbagai pertimbangan, antara lain biayanya murah dan
perbaikannya mudah, maka dipilih pemecah gelombang sisi miring terbuat dari
tumpukan batu.

5.8.2. Perhitungan Struktur


Dari analisis data pada bab sebelumnya didapatkan data sebagai berikut:
- tinggi gelombang (H dilokasi) = 2,121 meter
- periode gelombang (T) = 8,592 detik
- Elevasi pasang surut air laut
- HWL = +0,804 meter
- MWL = +0,402 meter
- LWL = +0,000 meter
- Berat jenis batu (γr) = 2,65 t/m3 Tabel (1,hal 13)
- Berat jenis air laut (γw) = 1,03 t/m3
- Panjang gelombang di laut dalam (Lo) =115,163 meter
- Elevasi dasar pemecah gelombang -7,5 meter

Menghitung tinggi gelombang pada kedalaman tertentu


Dasar pemecah gelombang direncanakan pada kedalaman -7,5 m.
dLWL = LWL – (-7,5) = 0,000 + 7,5 = 7,5 m
dMWL = MWL – (-7,5) = 0,402 + 7,5 = 7,902 m ≈ 8,0 m
dHWL = HWL – (-7,5) = 0,804 + 7,5 = 8,304 m
Ho = 2,462 m T = 8,592 detik
Lo = 1,56T2 = 1,56 * 8,5922 = 115,163 m
Lo 115,163
Co = = = 13,404 m
T 8,592 dt

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 57

d 8
= = 0,0695
Lo 115,163
Untuk d/Lo diatas dengan tabel (1, hal 267) didapat :
d 8
= 0,11347 L1 = = 70,503
L1 0,11347
Arah datang gelombang pada kedalaman 8 m.
L1 70,503
C1 = = = 8,206 m
T 8,592 dt

c1 8,206
sin α1 = sin α 0 = sin 45° = 0,4329
c0 13,404

α1 = 25,65°
Koefisien refraksi dihitung dengan rumus :

cos α 0 cos 45°


Kr = = = 0,886
cos α1 cos 25,65°

Dengan tabel ( 1,hal 167 ) untuk d/Lo = 0,0695


n1 = 0,8636 n0 = 0,5
Koefisien pendangkalan dihitung dengan rumus :

n0 L0 0,5 *115,163
Ks = = = 0,9725
n1L1 0,8636 * 70,503

Jadi tinggi gelombang pada kedalaman 8 m :


H1 = Ks * Kr * Ho = 0,9725 * 0,886 * 2,462 = 2,121 m

Tinjauan gelombang pecah atau tidak pecah


Kemiringan dasar laut 1:50 (m=0,02)
Ho = 2,462 m
H’o = Kr * Ho = 0,886 * 2,462 = 2,181 m
H 'o 2,181
2
= = 0,0030
gT 9,81 * 8,592 2
Hb
Dari grafik (1, hal 92) diperoleh = 1,44
H 'o

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 58

Hb = 1,44 * 2,181 = 3,141 m


Hb 3,141
2
= = 0,0043
gT 9,81 * 8,592 2
db
Dari grafik (1, hal 93) diperoleh = 1,15
Hb
db = 1,15 * 3,141 = 3,612 m
Jadi gelombang pecah akan terjadi pada kedalaman 3,612 m. Karena db < dLWL
< dHWL, berarti di lokasi bangunan pada kedalaman -7,5 m gelombang tidak
pecah.
Penentuan elevasi puncak pemecah gelombang
Kemiringan sisi pemecah gelombang ditetapkan 1:2.
Bilangan Irribaren :
tgθ 1/ 2
Ir = 0,5
= = 3,6843
( H / Lo) (2,121 / 115,163)0,5
a) Dengan menggunakan grafik (1, hal 141)dihitung nilai runup.
Untuk lapis lindung dari batu pecah :
Ru
= 1,208 Ru = 1,208 x 2,121 = 2,562 meter
H
Elevasi puncak pemecah gelombang dengan memperhitungkan tinggi
kebebasan 0,5 meter : El = HWL + Ru + tinggi kebebasan
= 0,804 + 2,562 + 0,5 = +3,866 meter
Tinggi pemecah gelombang : H = El. + d = 3,866 –(-7,5) = 11,366 meter.
b) Dengan menggunakan grafik (1, hal 141) dihitung nilai runup.
Untuk lapis lindung dari tetrapod :
Ru
= 0,875 Ru = 0,875 x 2,121 = 1,856 meter
H
Elevasi puncak pemecah gelombang dengan memperhitungkan tinggi
kebebasan 0,5 meter : El = HWL + Ru + tinggi kebebasan
= 0,804 + 1,856 + 0,5 = +3,16meter
Tinggi pemecah gelombang : H = El. + d = 3,16 –(-7,5) = 10,66 meter.
Berat butir lapis lindung

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 59

Besarnya koefisien stabilitas bisa dilihat pada tabel (1,hal 135)


Berat batu lapis lindung dihitung dengan rumus Hudson berikut ini :
a) Untuk lapis lindung dari batu pecah:
γr.H 3 2,65 x 2,1213
Untuk ujung : W = = = 1,161 ton.
Kd .( Sr − 1)3 cot θ 2,65
2,8( − 1)3 x 2
1,03
b) Untuk lapis lindung dari tetrapod:
γr.H 3 2,65 x 2,1213
Untuk ujung : W = = = 0,591 ton.
Kd .( Sr − 1)3 cot θ 2,65
5,5( − 1) x 2
3

1,03
Dengan memperhitungkan adanya efisiensi waktu, maka digunakan lapis lindung
dari tetrapod. Untuk selanjutnya digunakan lapis lindung dari tetrapod.
Lebar puncak pemecah gelombang
1/ 3
W 
B = n.k∆  
 γr 
N = 3 (minimum)
k ∆ = koefisien lapis lindung, dapat dilihat pada tabel 2.7 sebesar 1,04
1/ 3
 0.5911
Untuk ujung : B = 3 x 1,04   = 1,892 = 1,9 meter
 2,65 
Tebal lapis lindung
1/ 3
W 
t = n.k∆  
 γr 
1/ 3
 0,591
Untuk ujung : t = 2 x 1,04   = 1,261 = 1,3 meter
 2,65 
Jumlah batu pelindung

P   γr 
2/3

N = A.n.k∆ 1 −   
 100  W 
2/3
 50   2,65 
Untuk ujung : N = 10 x 2 x 1,04 1 −   = 28,28 = 29 buah
 100   0,591
Dengan cara yang sama dapat dihitung bagian lengan pada beberapa kedalaman.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab V Perhitungan Dermaga Kapal Barang Kendal V - 60

Hasil perhitungan pemecah gelombang ditabelkan sebagai berikut:

Kedalaman Pemecah gelombang


(m) Berat butir (t) Lebar puncak (m) Tebal lapis (m) Jumlah tetrapod (bh)
7,5 0,591 1,9 1,3 29
6,0 0,438 1,8 1,2 35
4,5 0,412 1,7 1,2 36
3,0* 0,657 2,0 1,4 27
(Ket: * gelombang pecah)
Khusus untuk lebar puncak mengingat keperluan operasi peralatan ketika
pelaksanaan dan perawatan, serta inspeksi yang memungkinkan untuk lalu lintas
satu mobil maka lebar puncak diambil minimum 2,75 m.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 1

BAB VI RENCANA KERJA DAN


SYARAT-SYARAT

BAB I
SYARAT-SYARAT UMUM

SU-01
PERATURAN UMUM
Tata laksana dalam penyelenggaraan proyek ini dilaksanakan berdasarkan
Peraturan-peraturan dan Ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan bangunan
borongan di Indonesia, maka yang sah dan mengikat adalah Syarat-syarat
Umum (SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesia
(Algemen Voowarden) atau disingkat A.V. Nomor 9 tanggal 28 Mei 1941 dan
Tambahan Lembaran Negara No. 14571.
2. Keppres No. 16 tahun 1994 tentang pelaksanaan Anggaran dan Pendapatan
Belanja Negara dan Perubahannya yaitu Keppres No. 6 tahun 1999.
3. Keputusan bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Menteri
Negara Perancanaan Pembangunan Nasional / Ketua Badan Perencana
Pembangunan Nasional.
Nomor : KEP-27/MK.3/8/1994
KEP-166/KET/8/1994
Tangggal : 4 Agustus 1994
Tentang : Petunjuk Teknis Pelaksanaan Keppres 16 tahun 1994
tentang pelaksanaan APBN, dan Penyempurnaan Keppres 16 tahun 1994.
4. Petunjuk-petunjuk dan Peringatan tertulis yang diberikan oleh Pemimpin
Bagian Proyek; Pengelola Proyek dan Direksi Pekerjaan atau Badan Pengawas
Pembangunan dan Pengawas Lapangan.
5. Kepmen PU. No. 67 /95, tanggal 13 Maret 1995.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 2

6. Peraturan-peraturan Teknis yang ada.


7. Peraturan-peraturan lain yang ada kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan
ini.
8. Loan Agreement INP-23 tanggal 24 Desember 1998.
9. Surat Pengesahan Daftar Isian Proyek Tahun Anggaran 1998/1999 Nomor
109/XVII/SUPL/1998, tanggal 7 Januari 1999.
10. Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan.
Gambar-gambar Rencana termesuk Gambar-gambar Penjelasannya dan semua
perubahan yang dicatat dalam Risalah Berita Acara Pemberian Penjelasan
Pekerjaan.

SU-02
PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN
Pemberi tugas/pemilik (Bouwheer) adalah Pemimpin Bagian Proyek
Pembangunan Dermaga Kapal Barang Kendal Tahun Anggaran 2002/2003.

SU-03
NAMA PEKERJAAN
Nama Pekerjaan : Pembangunan Dermaga Kapal Barang Kendal
Lokasi : Kabupaten Kendal

SU-04
SUMBER DANA
Sebagai sumber dana adalah Pemerintah Kabupaten Kendal.

SU-05
PENGAWAS PEKERJAAN / PENGAWAS LAPANGAN
5.1. Sebagai Pengawas Pelaksanaan Pekerjaan sehari-hari di tempat pekerjaan
adalah Konsultan Pengawas yang ditunjuk oleh Pimpro, dan Direksi
Lapangan yang akan ditunjuk oleh Pemimpin Bagian Proyek.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 3

5.2. Pengawas Lapangan tidak dibenarkan mengubah ketentuan-ketentuan


Pelaksanaan, sebelum mendapat ijin atau sepengetahuan dari Koordinator
Pengawas dan Pemimpin Bagian Proyek.
5.3. Bilamana Pengawas Lapangan menjumpai kelainan-kelainan, kejanggalan-
kejanggalan di lapangan atau adanya penyimpangan-penyimpangan dari
RKS yang ada, supaya segera memberitahukan kepada Koordinator
Pengawas atau Pemimpin Proyek.
5.4. Disamping Pengawas Lapangan yang ditunjuk, maka Koordinator Pengawas
juga diberi tugas untuk mengadakan pengawasan berkala, terutama pada
pekerjaan-pekerjaan yang perlu mendapat perhatian

SU-06
PEMBORONG
6.1. Bila pemborong atau rekanan akan memulai kegiatan pelaksanaan pekerjaan
di lapangan, maka sebelumnya supaya memberi tahu dan minta izin lebih
dulu kepada Pemimpin Bagian Proyek dan Pengelola Proyek yang lain
secara tertulis.
6.2. Untuk melaksanakan pekerjaan ini,maka pihak Pemborong supaya
menempatkan seorang Manager / Kepala Pelaksana yang ahli dan cakap
dibidang konstruksi bangunan air dengan pengalaman 5 (lima) tahun pada
pekerjaan yang setara termasuk paling sedikit 3 (tiga) tahun pengalaman
sebagai manajer dan kepadanya supaya diberi wewenang penuh oleh
Direktur atau Pimpinan Perusahaan, yang bertanggung jawab dan yang
dapat bertindak untuk dan atas nama Perusahaan.
6.3. Manajer / Kepala Pelaksana yang diberi kuasa penuh tadi, harus selalu
bertugas di tempat pekerjaan untuk menerima perintah-perintah dari Direksi
dan Pengelola Proyek serta Pemimpin Proyek, agar pekerjaan dapat berjalan
dengan lancar dan sesuai dengan rencana kerja dan syarat kerja yang telah
ditetepkan.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 4

6.4. Manajer / Kepala Pelaksana yang ditunjuk harus berpengalaman dan


pembantu-pembantunya minimal harus dapat memahami dan mengerti
gambar-gambar bestek dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam RKS,
sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

SU-07
SYARAT-SYARAT PESERTA PELELANGAN
7.1. Yang dapat mengikuti Pelelangan Pekerjaan ini ialah Pemborong ynag
mempunyai Prakualifikasi dari Panitia Prakualifikasi Propinsi Daerah
Tingkat I Jawa Tengah yang masih berlaku, untuk bidang usaha Pekerjaan
Pemborongan dengan kualifikasi : A untuk bidang pekerjaan : Gedung,
Drainase, Jalan, Pengerukan, Dermaga Tahun Anggaran 2002/2003.
7.2. Bagi pemborong yang telah mengikuti Pelelangan dan telah memasukkan
Surat Penawaran, jika mengundurkan diri akan dikenakan sanksi sebagai
berikut :
Tidak diikutsertakan dalam Pelelangan Pekerjaan yang akan datang.

SU-08
PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING)
8.1. Pemberian Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) Lapangan akan dilaksanakan
pada :
Hari / tanggal :
Jam :
Tempat :
Peserta yang akan mengikuti Aanwijzing Lapangan diharuskan melengkapi
administrasi :
- Bila yang akan manghadiri adalah Direktur/Pimpinan Perusahaaan
menyerahkan foto copy bukti diri KTP/SIM.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 5

- Bila Direktur/ Pimpinan Perusahaan berhalangan, dapat menugaskan Staf


Teknik (pegawai tetap yang tercantum dalam Daftar Personil Perusahaan)
yang akan ditugaskan untuk menyiapkan Dokumen Penawaran dengan
membawa Surat Kuasa dari Direktur/ Pimpinan Perusahaan dilampiri
bukti diri (foto copy KTP/SIM) yang bersangkutan.
Dan akan diberikan Penjelasan Pekerjaan lebih lanjut di lokasi pekerjaan.
Pada hari dan tanggal tersebut, semua peserta rapat penjelasan pekerjaan
dianggap telah mempelajari dan meneliti dengan seksama semua peraturan,
ketentuan, dan persyaratan yang ada dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat
ini.
8.2. Peserta Rapat Penjelasan berhak mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
hal-hal yang belum jelas, dengan cara dan ketentuan yang akan diatur
kemudian pada waktu Pemberian Penjelasan Pekerjaan
Bilamana sudah tidak ada pertanyaan yang diajukan lagi, maka Peserta Rapat
Pemberian Penjelasan Pekerjaan ini dianggap sudah cukup memahami dan
dapat menerima semua Persyaratan Ketetapan yang telah ditentukan.
8.3. Perbaikan-perbaikan, pembetulan-pembetulan, penambahan-penambahan,
dan pengurangan-pengurangan maupun hasil tanya jawab dan semua
pemberian penjelasan pekerjaan dan yang akan ditandatangani oleh
sekurang-kurangnya dua wakil pemborong peserta Rapat Penjelasan
Pekerjaan, merupakan Lampiran Kontrak yang sifatnya mengikat.
8.4. Pemborong yang tidak hadir dan tidak mengirimkan wakilnya pada waktu
Pemberian Penjelasan Pekerjaan atau Pemborong yang tidak mengikuti
sepenuhnya sampai pemberian Penjelasan Pekerjaan selesai, maka
Pemborong yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri atau dianggap
tidak ikut pelelangan.
8.5. Bila yang akan menghadiri penjelasan adalah Direktur/Pimpinan perusahaan
(menyerahkan fotocopi butkti diri KTP/SIM), harap mengikut sertakan
tenaga teknis yang akan ditugaskan untuk menyiapkan dokumen.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 6

8.6. Bila Direktur/Pimpinan Perusahaan berhalangan dapat menugaskan staf


teknik (pegawai tetap yang tercantum dalam Daftar personil perusahaan )
yang akan ditugaskan untuk menyiapkan Dokumen Penawaran dengan
membawa Surat Kuasa dari Direktur/Pimpinan perusahaan dilampiri bukti
diri/Daftar Pegawai perusahaan, fotocopi KTP/SIM.
8.7. Bagi rekanan yang tidak memenuhi ketentuan di atas dinyatakan/dianggap
mengundurkan diri, dan tidak akan diikutsertakan dalam proses selamjutnya.

SU-09
PELELANGAN
9.1. Pelelangan atau penawaran pekerjaan akan dilakukan dengan Peraturan
Pelelangan Terbatas.
9.2. Pemasukan Surat Penawaran pelelangan akan dilakukan pada :
Hari :
Tanggal :
Jam :
Tempat :
9.3. Pembukaan Surat Penawaran akan dilakukan pada :
Hari :
Tanggal :
Jam :
Tempat :
9.4. Wakil Pemborong (bukan direktur perusahaan sendiri) yang menghadiri dan
mengikuti Pelelangan Pekerjaan, harus membawa Surat Kuasa yang
diserahkan kepada Panitia Pelelangan sebelum acara pelelangan pekerjaan
dimulai dan dibuat diatas kertas kop perusahaan asli.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 7

SU-10
SYARAT-SYARAT PENAWARAN
10.1. Penawaran yang demikian adalah penawaran yang lengkap menurut gambar
bestek, semua Peraturan dan Ketentuan yang tercantum dalam Rencana
Kerja dan Syarat-syarat dan semua Ketentuan Tambahan yang dimuat
dalam Risalah Berita Acara Pemberian Penjelasan Pekerjaan yang ada.
10.2. Surat penawaran (supaya menggunakan contoh terlampir) Rencana
Anggaran Biaya; Daftar Analisa Pekerjaan; Surat Kuasa; Surat
Kesanggupan Memberikan Jaminan Pelaksanaan ;Surat Pernyataan
Kesanggupan untuk Tunduk pada Peraturan Pelelangan; Surat Kesanggupan
untuk Mengikuti Program ASTEK (Asuransi Tenaga Kerja); Surat
Kesanggupan bekerjasama dengan Golongan Ekonomi Lemah; Daftar
Perlatan, supaya dibuat diatas kertas dengan kop nama perusahaan yang
bersangkutan dan ditandatangani oleh Direktur/Pimpinan perusahaan dan
cap perusahaan. Untuk pembuatan Rencana Anggaran Biaya dan Daftar
Analisa Pekerjaan, cukup hanya lembar depan saja atau lembar pertama dan
lembar-lembar kertas yang lain, bisa menggunakan kertas jenis lain, ukuran
kwarto.
10.3. Surat penawaran (format surat penawaran terlampir)
Lampiran surat penawaran yang dibuat di atas kertas dengan kop nama
perusahaan yang bersangkutan dan ditanda tangani oleh Direktur/Pimpinan
perusahaan dan cap perusahaan.
- Rencana Anggaran Biaya
- Daftar Analisa Pekerjaan
- Surat Kuasa
- Surat Kesanggupan Memberikan Jaminan Pelaksanaan
- Surat Pernyataan Kesanggupan Untuk Mengikuti Program ASTEK
(Asuransi Tenaga Kerja)
- Surat Kesanggupan bekerjasama dengan Golongan Ekonomi Lemah
- Daftar Peralatan

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 8

Untuk pembuatan Rencana Anggaran Biaya dan Daftar Analisa Pekerjaan,


cukup hanya lembar di depan saja atau lembar pertama dan lembar-lembar
yang lain, bisa menggunakan kertas jenis lain ukuran kwarto/folio.
10.4. Surat penawaran dibuat sebanyak 3 (tiga) rangkap, terdiri dari 1 asli dan 2
(dua) salinan.
10.5. Surat Penawaran maupun lampiran-lampirannya, jika tidak ditandatangani
oleh Direktur atau Pimpinan Perusahaan sendiri, tetapi diserahkan kepada
seseorang yang diberi kuasa, maka yang bersangkutan harus melampirkan
surat kuasa bermeterai Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah) yang dibuat di atas
kertas kop perusahaan. Orang yang diberi kuasa tersebut namanya harus
tercamtum di dalam Akte Pendirian Perusahaan.

SU-11
SAMPUL SURAT PENAWARAN
11.1. Surat Penawaran diajukan dalam sampul tertutup dan tidak tembus
pandang.
11.2. Sampul surat penawaran disediakan oleh Peserta Pelelangan. Sampul surat
penawaran tersebut supaya dilem, kemudian dilak 5 (lima) tempat pada
bagian belakangnya, yaitu 4 (empat) disudut-sudut dan 1 (satu) ditengah
sampul.
11.3. Tulisan pada sampul penawaran, ditulis dalam huruf balok/kapital,
kemudian ditempel atau diketik langsung.

DILAK DILAK

DILAK

DILAK DILAK

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 9

CONTOH SAMPUL SURAT PENAWARAN


SURAT PENAWARAN
PEKERJAAN PEMBANGUNAN DERMAGA KAPAL BARANG
KABUPATEN KENDAL

HARI :
TANGGAL :
JAM :
TEMPAT :

KEPADA
PANITIA LELANG
BAGIAN PROYEK PEMBANGUNAN DERMAGA
KAPAL BARANG KABUPATEN KENDAL

SU-12
SURAT PENAWARAN DAN LAMPIRANNYA
12.1. Bentuk surat panawaran adalah sebagaimana contoh.
12.2. Lampiran Surat Undangan terdiri dari :
a. Fotocopy Surat Undangan
b. Surat Penawaran asli bermeterai Rp. 2000 (dua ribu rupiah)
ditandatangani oleh Direktur atau Pimpinan Perusahaan diberi tanggal,
bulan dan tahun serta di cap perusahaan (lampiran 1).
c. Daftar Rencana Anggaran Biaya, atau Daftar Rincian Pekerjaan
(lampiarn 2 )
d. Analisa Harga Satuan, Daftar Harga Bahan dan Upah serta Harga
Satuan Pekerjaan.
e. Jaminan penawaran sebesar 1-3 % dari nilai kontrak. Jaminan
penawaran dari Bank Pemerintah atau dari Lembaga keuangan yang
ditetapkan oleh Menteri Keuangan RI yang mempunyai program Surety
Bond. Jaminan ditujukan kepada Pemimpin Bagian Proyek
Pembangunan Dermaga Kapal Barang Kabupaten Kendal dengan masa

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 10

berlaku 90 (sembilan puluh) hari kalender. Jaminan penawaran asli


diserahkan langsung kepada panitia lelang pada saat Pembukaan
Penawaran, foto copy Jaminan Penawaran dijilid/dibukukan dalam
Dokumen Penawaran.
f. Daftar Kepemilikan Saham
g. Foto copy Tanda Anggota KADIN yang masih berlaku
h. Foto copy NPWP dan PKP yang masih berlaku
i. Referensi Bank Pemerintah, khusus untuk pekerjaan ini.
j. Surat Kesanggupan Kerjasama dengan Golongan Ekonomi Lemah
(GEL) setempat (lampiran 3)
k. Surat Kesanggupan Mengasuransikan Tenaga Kerja (Astek), (lampiran
4)
l. Surat Kesanggupan Mentaati Peraturan yang berlaku (lampiran 5)
m. Metode Pelaksanaan Pekerjaan.
n. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (time schedule)
o. Daftar peralatan yang akan digunakan baik yang dimiliki, disewa, atau
sewa beli, disertai dengan bukti-bukti kepemilikan atau kerjasama
sesuai dengan Metode Pelaksanaaan dan Analisa Teknik (lampiran 6)
p. Daftar Personalia Inti yang akan ditugaskan, dilengkapi Curriculum
Vitae (lampiran 7 ).
q. Surat Kesanggupan Memberikan Jaminan Pelaksanaan (lampiran 8)
r. Foto copy TDR yang berlaku.
s. Foto copy keanggotaan GAPENSI yang berlaku.
t. Neraca perusahaan terakhir (31-12-1998)
u. Foto copy akte perusahaan beserta perubahannya.
12.3. Lampiran Berita Acara Aanwijzing diambil pada :
Hari :
Tanggal :
Jam :
Tempat :

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 11

SU-13
SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH
Sampul surat penawaran yang dinyatakan tidak sah jika :
13.1. Sampul surat penawaran yang dibuat menyimpang dari Ketentuan-
ketentuan yang ada atau terdapat Harga Penawaran atau Tanda-
tanda dan atau kode-kode lain, diluar Syarat-syarat dan Ketentuan-
ketentuan yang telah ditentukan.
13.2. Pada sampul Surat Penawaran terdapat nama pemborong atau
penawar.

SU-14
SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH
Surat penawaran akan dinyatakan tidak sah dan gugur, bila :
14.1. Surat penawaran tidak lengkap berdasarkan syarat administrasi
seperti pasal 12.
14.2. Surat Penawaran tidak dimasukkan ke dalam sampul tertutup dan
tidak dilak 5 (lima) tempat, sesuai ketentuan yang ada.
14.3. Surat penawaran tidak dimasukkan pada waktu yang telah
ditetapkan.
14.4. Surat penawaran yang asli tidak bermeterai Rp.2000,- (dua ribu
rupiah ) dan di atas materai tidak dibubuhkan tanggal dan materai
tidak terkena tanda tangan penawar serta tidak terkena cap
perusahaan dan tanggal pada materai dapat disusulkan. Kealpaan
menuliskan tanggal/bulan/tahun pada materai diberikan waktu
penulisan sampai dengan Rapat Pembukaan Penawaran ditutup.
14.5. Surat penawaran tidak ditandatangani oleh penawar.
14.6. Harga penawaran yang tertulis dengan angka, tidak sesuai dengan
yang tertulis dengan huruf atau yang tertulis tidak jelas sama sekali.
14.7. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran pada surat penawaran, baik
yang tertulis dengan angka maupun yang tertulis dengan huruf.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 12

14.8. Surat penawaran dikirimkan kepada anggota panitia atau pejabat.


14.9. Surat penawaran dari pemborong yang tidak diundang.
14.10.Terdapat lampiran surat penawaran yang tidak sah.

SU-15
PENETAPAN CALON DAN PENGUMUMAN PEMENANG LELANG
15.1. Panitia Lelang akan menetapkan 3 (tiga) calon pemenang
pelelangan pekerjaan ini, berdasarkan hasil evaluasi penawaran.
Evaluasi penawaran menggunakan sistim gugur.
15.2. Metode dan Tata Cara Evaluasi Penawaran adalah sebagaimana
lampiran 9.
15.3. Dalam hal ada dua peserta pelelangan atau lebih mengajukan harga
penawaran yang sama, maka Panitia dengan memperhatikan
ketentuan yang ada, akan memilih peserta yang menurut
pertimbangannya mempunyai kecakapan dan kemampuan yang
lebih besar dan ini akan dicatat dalam berita acara.
15.4. Sebelum penetapan pemenang, Panitia akan mengadakan
pemeriksaan peralatan atas biaya Kontraktor. Pemeriksaan
peralatan akan dilakukan terhadap calon pemenang peringkat 1, 2,
dan 3 sesuai dengan peralatan yang ditawarkan. Bila terdapat
pemalsuan dari data yang ditawarkan dari calon pemenang
peringkat 1 maka penawar dianggap gugur, dan kesempatan akan
diberikan pada calon pemenang peringkat berikutnya.
15.5. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang
mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang.
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh panitia, maka pejabat
yang berwenang menetapkan pemenang pelelangan dan cadangan
pemenang atau pemenang urutan kedua dan ketiga diantara calon
yang diusulkan panitia.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 13

15.6. Keputusan pejabat yang berwenang tentang penetapan pemenang


pelelangan, diumumkan oleh panitia kepada para peserta
pelelangan.
15.7. Penetapan pemenang pelelangan akan diumumkan secara luas.
15.8. Kepada peserta pelelangan yang berkeberatan atas penetapan
pemenang pelelangan, diberikan kesempatan untuk mengajukan
sanggahan tertulis kepada atasan dari pejabat yang berwenang,
selambat-lambatnya dalam waktu 4 ( empat) hari kerja, setelah hari
pengumuman tersebut.
15.9. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur
pelelangan dan jawaban sanggahan akan diberikan secara tertulis,
selambat-lambatnya dalam waktu 4 (empat) hari kerja setelah
diterimanya sanggahan tersebut.

SU-16
PELELANGAN ULANG
16.1. Pelelangan dinyatakan gagal apabila :
16.1.1. Pelelangan diikuti kurang dari 5 (lima) rekanan
16.1.2. Penawaran yang memenuhi syarat-syarat dan sah ternyata
kurang dari 3 (tiga ) peserta.
16.1.3. Harga standar atau Pagu Biaya Pekerjaan dilampaui.
16.1.4. Dana yang tersedia tidak cukup.
16.1.5. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar.
16.1.6. Sanggahan dari rekanan ternyata benar.
16.1.7. Berhubung dengan pelbagai hal, tidak memungkinkan
mengadakan penetapan.
16.2. Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal atau pemenang yang
ditunjuk mengundurkan diri atau pemenang urutan kedua tidak
bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana, maka panitia atas
persetujuan Kepala Dinas mengadakan pelelangan ulang.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 14

SU-17
PENUNJUKAN PEMENANG
17.1. Surat keputusan penunjukan pemenang akan diberikan paling cepat
6 (enam) hari kerja dan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari
kerja, setelah pengumuman penetapan pemenang dan setelah
habisnya masa sanggahan.
17.2. Pemenang yang bersangkutan sebelum menandatangani Surat
Perjanjian atau kontrak kerja diwajibkan memberikan jaminan
pelaksanaan, berupa Surat Jaminan Bank atau dapat juga berupa
Jaminan Surety Bond sebesar 5% (lima per seratus) dari harga
kontrak. Pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pemimpin
Bagian Proyek, maka jaminan penawaran pemenang yang
bersangkutan segara dikembalikan.
17.3. Pemborong atau rekanan yang telah ditunjuk (setelah menerima
surat pengumuman lelang), harus segera menyerahkan Surat
Pernyataan Kesanggupan untuk Melaksanakan Pekerjaan.
17.4. Pemborong atau rekanan yang telah ditunjuk (setelah menerima
SPK), harus segera menyerahkan Daftar Isian Tenaga Kerja kepada
Perum Astek.

SU-18
SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
Pekerjaan harus dilaksanakan oleh pemborong atau rekanan yang
bersangkutan dan harus sesuai dengan :
18.1. Rencana kerja dan syarat-syarat, Gambar Bestek termasuk Gambar-
gambar penjelasannya.
18.2. Rencana kerja dan Syarat-syarat dengan segala perubahan-
perubahannya, yang dimuat dalam Risalah Berita Acara Pemberian
Penjelasan Pekerjaan.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 15

18.3. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pemimpin Bagian


Proyek, Direksi dan Petugas Teknis lainnya yang tidak menyimpang
dari RKS dan dokumen-dokumen lainnya.

SU-19
PENETAPAN URAIAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN
19.1. Pemborong harus bertanggungjawab atas tepatnya ukuran-ukuran
pekerjaan sesuai dengan apa yang tercantum pada gambar bestek.
19.2. Pemborong berkewajiban untuk meneliti kembali dan mencocokkan
semua ukuran-ukuran yang terdapat dalam gambar bestek dan
segera memberitahukan kapada Pengawas Teknis Lapangan atau
Koordinator Pengawas jika terdapat kelalaian atau perbedaan atau
ketidakcocokan antara gambar yang satu dengan gambar-gambar
yang lain.
19.3. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan atau
ketidakcocokan ukuran-ukuran dalam gambar bestek dan RKS,
maka RKS inilah yang dijadikan pedoman setelah
mempertimbangkan dari segi teknis akan membetulkan atau
menetapkan sebagaimana mestinya.
19.4. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan perlu diadakan perubahan-
perubahan, maka gambar revisi dengan tanda warna merah di atas
gambar aslinya. Semua perubahan pekerjaan yang menyangkut
dengan masalah biaya, harus ada persetujuan dari Pemimpin Bagian
Proyek.
19.5. Di dalam pelaksanaan pekerjaan, Pemborong tidak boleh
menyimpang dari ketentuan yang tercantum dalam RKS dan ukuran
pada gambar bestek, kecuali seijin Pemimpin Bagian Proyek secara
tertulis.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 16

SU-20
PENJAGAAN DAN PENERANGAN
20.1. Pemborong harus menguirus penjagaan di luar jam kerja, baik
siang maupun malam hari dalam kompleks pekerjaan, termasuk
bangunan yang sudah dikerjakan Kantor Direksi, Gudang Barang,
dan lain-lain.
20.2. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan, perlu diadakan
penerangan lampu pada temtpat-tempat tertentu atas petunjuk
Direksi Lapangan.
20.3. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran atau
sabotase di tempat pekerjaan, oleh karena itu pemborong harus
menyediakan alat-alat pemadam kebakaran dan alat-alat lain untuk
keperluan tersebut.
20.4. Pemborong bertanggungjawab sepenuhnya atas keamanan bahan
bangunan, alat-alat kerja dan lain-lain, yang disimpan dalam
gudang dan lokasi pekrjaan. Apabila sampai terjadi kebakaran atau
pencurian, maka pemborong harus segara mendatangkan gantinya,
demi kelancaran pelaksanaan pekerjaanya.
20.5. Segala resiko dari kemungkinan kehilangan dan kebakaran
menimbulkan kerugian, baik pada pelaksanaan pekerjaan dan
bahan bangunan yang telah tersedia, gudang maupun lingkungan
sekitarnya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong.

SU-21
KESEJAHTERAAN DAN KESELAMATAN KERJA
21.1. Bilamana terjadi kecelakaan, maka pemborong harus segera
mengambil langkah dan tindakan yang perlu untuk keselamatan si
korban dan kejadian ini harus segara diberitahukan kepada
Pemimpin Bagian Proyek dan juga kepada Perum Astek untuk
diurus dan diselesaikan pertangungan asuransinya.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 17

21.2. Pemborong harus memenuhi dan mentaati semua Peraturan-


peraturan yang ada, tentang perawatan si korban maupun
keluarganya.
21.3. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang perlu, yang
tersusun menurut syarat-syarat ke Palang Merahan dan setiap kali
habis digunakan harus segera dilengkapi kembali.
21.4. Pemborong harus juga selalu menyediakan air minum yang sudah
dimasak di tempat pekerjaan, untuk para pekerja yang
melaksanakan pekerjaan tersebut.

SU-22
PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN
22.1. Pemborong didalam melaksanakan pekerjaan ini supaya
mengutamakan penggunaan bahan-bahan produksi dalam negeri.
22.2. Semua bahan-bahan bangunan yang akan digunakan untuk
pekerjaan ini, sebelum digunakan harus ditunjukkan dulu contoh
bahannya untuk mendapatkan persetujuan pemakaian dari
Pengawas Teknik Lapangan dan Pemimpin Bagian Proyek dan
semua bahan bangunan yang digunakan harus berkualitas baik.
22.3. Semua bahan bangunan yang telah dinyatakan Tidak Dapat Dipakai
atau Ditolak Pemakaiannya oleh Pemimpin Bagian Proyek atau
Pengawas Teknik Lapangan, maka Pemborong harus segera
menyingkirkannya dari lokasi pekerjaan dalam waktu 1 x 24 jam.
Bilamana Pemborong mengabaikan Perintah Penyingkiran Bahan
Bangunan yang disengketakan oleh Pemimpin Bagian Proyek
maupun pengawas Teknik Lapangan, maka bahan bangunan
tersebut akan disita, tanpa memberitahukan kepada Pemborong
lebih dulu dan ini merupakan resiko Pemborong.
22.4. Bilamana Pemborong setelah diperingatkan, tetap melanjutkan
pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 18

tidak dapat dipakai tersebut, maka Pemimpin Bagian Proyek


maupun Pengawas Teknik Lapangan berhak untuk menyuruh
membongkar pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Pemborong
itu dan harus segera diganti dengan bahan-bahan yang memenuhi
syarat-syarat yang telah ditentukan.
Semua kesalahan dan keteledoran ini menjadi resiko dan tanggung
jawab Pemborong.
22.5. Bilamana Pemimpin Proyek maupun Pengawas Teknik Lapangan
sangsi akan mutu atau kualitas bahan-bahan bangunan yang akan
dipergunakan pada Proyek atau pekerjaan ini, maka Pemimpin
Bagian Proyek maupun Pengawas Teknik Lapangan berhak
meminta kepada Pemborong untuk memeriksakan bahan-bahan
bangunan yang disengketakan tersebut kepada seorang yang ahli
dalam hal ini. Atau Pemimpin Bagian Proyek maupun Pengawas
Teknik Lapangan akan minta diperiksakan bahan-bahan bangunan
yang ditunjuk oleh Pemimpin Bagian Proyek maupun Pengawas
Teknik Lapangan dan semua biaya yang timbul menjadi beban
Pemborong.
22.6. Semua bahan-bahan bangunan yang akan dipergunakan supaya
dicatat dalam buku penerimaan bahan-bahan yang ada di kantor
direksi / gudang.

SU-23
RESIKO KENAIKAN HARGA DAN FORCE-MAJEURE
23.1. Selama Pemborong melaksanakan pekerjaan ini, Pemborong tidak
dapat mengajukan klaim atau tuntutan kepada Pemberi Tugas,
bilamana terjadi atau timbul adanya kenaikan harga bahan-bahan
bangunan, upah tenaga kerja, sewa alat-alat kerja dan lain
sebagainya.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 19

23.2. Apabila terjadi force majeure, maka pihak Pemborong harus


secepatnya memberitahukan kepada Pemberi Tugas secara tertulis
paling lambat sehari setelah adanya peristiwa atau kejadian
tersebut, demikian pula bilamana force majeure tersebut berakhir.

SU-24
PAPAN NAMA PENGENAL PROYEK
Pada tempat atau lokasi pekerjaan supaya dipasang papan nama pengenal
proyek. Ketentuan papan nama pengenal proyek tersebut, sebagai berikut :
24.1. Papan nama pengenal proyek dibuat dari bahan kayu dan seng,
berukuran 1,00 x 2,00 meter, dengan tinggi terendah 1,70 meter.
24.2. Cat dasar papan nama pengenal proyek warna putih.
24.3. Model huruf balok warna hitam.
24.4. Kakai papan nama pengenal proyek, supaya dibuat 2 (dua) buah.
24.5. Pembuatan papan nama pengenal proyek harus baik, rajin, dan
kokoh.
24.6. Dipasang pada tempat yang mudah dilihat umum.
Contoh :

BAGIAN PROYEK PEMBANGUNAN


DERMAGA KAPAL BARANG
KABUPATEN KENDAL 2002/2003

1. NAMA PEKERJAAN : PEMBANGUNAN DERMAGA KAPAL BARANG


LOKASI : KABUPATEN DATI II REMBANG
KECAMATAN : REMBANG
2. BIAYA : Rp…………………….(…………………)
3. VOLUME FISIK : ………………..M2
4. MANFAAT PROYEK : ……………………………………………
5. PELAKS. MULAI TGL : ……………………………………………
SELESAI TGL. : ……………………………………………

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 20

NAMA PEMBORONG : PT/CV ……………………………………


ALAMAT : ……………………………………………

Pemasangan papan nama pengenal proyek, supaya dilaksanakan


pada saat pekerjaan akan dimulai kegiatannya.

SU-25
BENTUK KONTRAK
25.1. Bentuk kontrak pekerjaan ini adalah menggunakan unit price.
25.2. Di dalam kontrak unit price ini harga satuan pekerjaan bersifat
mengikat, sedangkan volume yang diberikan oleh panitia adalah
sesuai estimasi saja dan tidak mengikat selama masa pelaksanaan.
Para penawar harus menawar dengan pedoman volume yang
diberikan oleh panitia dan tidak boleh merubah volume tersebut.
25.3. Harga satuan pekerjaan dalam kontrak unit price ini harus sudah
termasuk (memperhitungkan) ongkos (biaya) pelaksanaan pekerjaan
(biaya langsung), ovehead, resiko, pajak-pajak (diluar PPN), profit,
antara lain sebagai berikut :
a. Pembayaran sewa atau tanah untuk ganti rugi tanaman diluar
tempat pekerjaan (untuk tempat buangan, tempat pengambilan
jalan masuk, dan tempat buangan hasil galian/kerukan).
b. Harga material dan angkutan material sampai lokasi pekerjaan.
c. Biaya operasi alat yang digunakan (upah operator, bahan bakar,
pelumas serta perawatan alat dan penyusutan).
d. Sewa rumah untuk akomodasi staf pelaksana.
e. Administrasi Bank.
f. Pengadaan air untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan dan
pengadaan air minum untuk tenaga pelaksana.
g. Pembersihan lapangan selama pelaksanaan pekerjaan sampai
waktu penyerahan pekerjaan selesai.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 21

h. Pembayaran gaji/ upah pekerja/ pelaksana/ staf termasuk untuk


kerja lembur.
i. Perawatan dan perbaikan jalan masuk yang digunakan untuk
keperluan pekerjaan.
j. Pembuatan construction drawing dan as built drawing.
k. Asuransi tenaga karja yang menjadi tanggungan pemborong.
l. Kemungkinan kenaikan harga yang menjadi tanggungan
pemborong (untuk kontrak yang tidak mengandung pasal
tentang penyesuaian harga).
m. Pekerjaan pengukuran (mutual chek dan final chek).
n. Mobilisasi dan akomodasi personil.
o. Penjagaan/ penerangan/ pemagaran.
p. P3K
q. Alat pemadam kebakaran.

SU-26
LAIN-LAIN
26.1. Hal -hal yang belum tercantum dan diuraikan dalam Rencana Kerja
dan Syarat-syarat ini, akan dijelaskan dalam rapat Pemberian
Penjelasan Pekejaan, semua penjelasan yang diberikan berikut
penambahan, pengurangan, atau perubahan-perubahan yang ada,
akan dimuat dalam risalah Berita Acara Pemberian Penjelasan
Pekerjaan dan merupakan ketentuan yang mengikat disamping RKS
dan gambar-gambar bestek yang ada.
26.2. Daftar analisa yang dipakai untuk menghitung harga satuan
pekerjaan pada pekerjaan ini, harus berdasarkan pada analisa BOW
yang ada, atau akan ditentukan lain sesuai dengan penjelasan yang
diberikan. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang analisa pekerjaannya
tidak ada pada buku BOW tersebut, maka untuk ini Pemborong
diberi kebebasan untuk membuat analisa sendiri, sepanjang harga

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 22

satuan pekerjaan yang dipertangungjawabkan. Angka rupiah dari


harga bahan bangunan, upah tenaga dan sewa alat yang tercantum
baik dalam RAB atau Rencana Anggaran Biaya, Daftar Analisa
Pekerjaan, Harga Satuan Bahan Bangunan dan Upah Tenaga
maupun yang tercantum dalam daftar Harga Satuan Pekerjaan dan
Upah Tenaga Kerja yang dibuat harus sama.

BAB II
SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI

Pasal 01 : JAMINAN PENAWARAN DAN JAMINAN PELAKSANAAN


1.1. Peserta untuk pelelangan harus menyerahkan surat jaminan
penawar Bank Pemerintah atau lembaga keuangan yang ditetapkan
oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, sebesar antara 1%
(satu prosen) sampai 3% (tiga prosen) dari perkiraan harga
penawaran.
1.2. Jaminan penawaran tersebut segera dikembalikan, apabila yang
bersangkutan tidak menjadi pemenang dalam pelelangan.
1.3. Jaminan penawaran menjadi milik Pemerintah Negara, apabila
peserta penawaran mengundurkan diri, setelah memasukkan surat
penawarannya ke dalam kotak pelelangan.
1.4. Jaminan penawaran dapat diminta kembali, kalau harga penawaran
peserta pelelangan diatas Pagu yang ada dan juga kepada peserta
pelelangan yang penawarannya dinyatakan gugur atau tidak sah
oleh Panitia Pelelangan.
1.5. Pemenang lelang yang bersangkutan sebelum menandatangani
surat perjanjian atau kontrak diwajibkan menyerahkan jaminan
pelaksanaan pekerjaan dari Bank atau lembaga keuangan yang

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 23

ditetapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, sebesar 5%


dari nilai kontrak.
Pada saat Surat Jaminan Pelaksanaan diterima oleh Pemimpin
Proyek, maka Surat Jaminan Penawaran Pemenang yang
bersangkutan segera dikembalikan.
1.6. Dalam hal Pemborong atau rekanan mengundurkan diri setelah
menandatangani kontrak, maka jaminan pelaksanaan menjadi milik
Proyek.
1.7. Jaminan pelaksanaan dikembalikan kepada Pemborong atau
rekanan setelah Pemborong atau rekanan melaksanakan pekerjaan
penyerahan barang selesai sesuai dengan Surat Perjanjian
Pemborongan atau Kontrak.

Pasal 02 : RENCANA KERJA ATAU JADWAL WAKTU PELAKSANAAN


PEKERJAAN
2.1. Pemborong harus segara menyusun rencana pekerjaan selambat-
lambatnya satu minggu, setelah Surat Perintah Kerja atau SPK
diterbitkan dan diterima oleh Pemborong.
2.2. Pemborong harus melaksanakan pekerjaan menurut Rencana
Kerja dan syarat-syarat, Gambar Rencana beserta gambar-
gambar penjelasannya, yang dibuat dan telah disepakati bersama
tersebut.
2.3. Pemborong tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas selesainya
pekerjaan tepat pada waktunya.

Pasal 03 : PELAPORAN
3.1. Pemborong diwajibkan membuat Laporan Harian dan Laporan
Mingguan, dan Laporan Bulanan, yang menunjukkan Prestasi
Kemajuan Fisik Pekerjaan kepada pemberi Tugas, yang diketahui

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 24

oleh Koordinator Pengawas Teknik Lapangan dan Pengawas


Teknis Lapangan.
3.2. Penilaian Prestasi Kerja atas dasar pekerjaan yang sudah
dikerjakan tidak termasuk tersedianya bahan-bahan bangunan di
tempat pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang
yang telah dilakukan oleh Pemborong.
3.3. Termasuk pada pembuatan laporan ini yaitu pembuatan laporan
pendatangan bahan bangunan, penggunaan alat-alat bantu kerja,
penggunaan mesin-mesin kerja, penggunaan bahan-bahan
bangunan, pengerahan tenaga kerja, laporan keadaan cuaca dan
lain sebagainya. Semua laporan tersebut supaya dibuat 7 (tujuh)
ganda.

Pasal 04 : DOKUMENTASI
4.1. Sebelum pekerjaan dimulai kegiatannya, maka keadaan lapangan
atau tempat dimana pekerjaan akan dilaksanakan yang masih
dalam keadaan fisik 0% atau keadaan yang masih asli sebelum
proyek ada, supaya diambil gambar foto atau dipotret. Pemotretan
supaya dipilih pada tempat-tempat yang dianggap penting
menurut pertimbangan dan petunjuk Pengawas Teknik Lapangan.
4.2. Penganbilan foto proyek, supaya diusahakan pada tempat atau
titik pemotretan yang tetap atau setiap jarak 100 meter dari dua
titik berlawanan, sehingga nantinya akan tampak dan diketahui
jelas perubahan-perubahan dan perkembangan-perkembangan
yang terjadi selama terselenggaranya pelaksanaan proyek.
Ukuran foto 5 R berwarna.
Disamping itu pemborong juga harus membuat dan menyerahkan
foto proyek ukuran 10R untuk keadaa fisik proyek 0% dan 100%
masing-masing sebanyak 2(dua) buah.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 25

4.3. Khusus untuk penyerahan pekerjaan pertama atau penyerahan


pekerjaan yang telah mencapai fisik 100%, supaya dilampiri foto
pemeriksaan pekerjaan oleh BPP ( Badan Pengawas
Pembangunan ) pada berita acara pengajuan permohonan
pembayaran angsuran.
4.4. Semua foto dokumentasi proyek tersebut, supaya dimasukkan ke
dalam album khusus yang sudah disediakan 7 (tujuh) bendel dan
1 (satu) bendel untuk arsip pemborong.

Pasal 05 : SERTIFIKAT PEMBAYARAN DAN CARA PEMBAYARAN


ANGSURAN
5.1. Kontraktor wajib mengajukan kepada Direksi Pekerjaan suatu
tagihan bulanan berupa sertifikat Pembayaran Bulanan yang
terdiri dari perkiraan nilai pekerjaan yang telah diselesaikan
dikurangi jumlah kumulatif yang telah disahkan sebelumnya.
5.2. Direksi Pekerjaan wajib memeriksa tagihan bulanan Kontraktor
dan mengesahkan sejumlah tertentu untuk dibayarkan.
5.3. Nilai pekerjaan yang telah diselesaikan harus ditentukan oleh
Direksi Pekerjaan.
5.4. Nilai pekerjaan yang telah diselesaikan terdiri dari nilai pekerjaan
dalam Daftar Kuantitas yang telah disediakan.
5.5. Nilai pekerjaan yang telah diselesaikan mencakup penilaian
Perintah Perubahan, Uang Muka, dan potongan untuk Retensi,
termasuk Kompensasi.
5.6. Berdasarkan informasi terbaru yang diperolehnya, Direksi
Pekerjaan dapat membatalkan atau mengurangi bagian suatu mata
pekerjaan yang telah disahkan pada sertifikat sebelumnya.
5.7. Pemilik wajib membayar kontraktor sejumlah tertentu yang telah
disahkan oleh Direksi Pekerjaan dalam waktu 28 hari sejak

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 26

tanggal disahkannya Sertifikat Pembayaran oleh Direksi


Pekerjaan.
5.8. Apabila besarnya yang disertifikasi bertambah pada sertifikat
yang terakhir, sebagai akibat pembayaran pada Adjudicator atau
Arbitrator, kontraktor harus dibayar tambahan biaya tersebut.
5.9. Kecuali ditentukan lain, semua pembayaran pengurangan yang
akan dibayar, dilakukan sesuai dengan nilai kontrak.
5.10. Mata pembayaran yang tidak ada harga satuannya, tidak akan
dibayar oleh pemilik dan dianggap telah terpenuhi dari harga
satuan dari mata pembayaran lainnya dalam kontrak.
5.11. Pengajuan angsuran dapat dilaksanakan apabila pekerjaan pada
bulan yang bersangkutan mencapai prestasi pekerjaan minimal 20
%.

Pasal 06 : SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN ATAU KONTRAK


PEMBORONGAN
6.1. Jenis kontrak pemborongan ini adalah kontrak berdasarkan harga
satuan (unit price).
6.2. Pada pemberian pekerjaan ini, akan dibuat Surat Perjanjian
Pemborongan antara Pemberi Tugas dan Pemborong.
6.3. Bea materai Surat Perjanjian Pemborongan menjadi beban dan
tanggungan pihak Pemborong.
6.4. Surat perjanjian Pemborongan ini dibuat sejumlah 10 (sepuluh)
ganda.
6.5. Konsep Surat Perjanjian Pemborongan dibuat oleh Dinas dan
biaya pembuatan buku kontrak, menjadi tanggungan dan beban
pemborong.
6.6. Buku kontrak pemborongan berisi antara lain sebagai berikut :
6.6.1. Surat Perjanjian Pemborongan
6.6.2. Surat Perintah Kerja atau SPK

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 27

6.6.3. Surat Pernyatan Kesanggupan Pemborong untuk


melaksanakan pekerjaan
6.6.4. Surat Pengumuman Pemenang Lelang
6.6.5. Risalah Berita / acara pemberian Pemjelasan
Pekerjaan
6.6.6. Surat ketetapan Pemenang Pelelangan atau
Penunjukkan Langsung dari Kepala Daerah.
6.6.7. Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran.
6.6.8. Berita acara Evaluasi atau penelitian Harga
Penawaran.
6.6.9. Surat undangan untuk mengikuti pelelangan
PENUTUP

Pasal 01 : Direksi berhak untuk menolak bahan bangunan yang didatangkan


yang dipergunakan untuk melaksanakan perkerjaan ini, jika tidak
sesuai dengan syarat-syarat teknik tersebut di atas.
Direksi juga berhak untuk memerintahkan penggantian pekerjaan
yang telah dilaksanakan Pemborong, bila ternyata pekerjaan yang
telah dilaksanakan dan mutu tidak sesuai dengan ketentuan-
ketentuan dalam uraian, syarat-syarat teknik, serta gambar
rencana yang ada.
Pasal 02 : Segala sesuatu yang perlu tercantum dalam Uraian dan Syarat-
syarat Teknik ini, akan diberikan kemudian pada saat Pemberian
Penjelasan Pekerjaan dan juga oleh Direksi dan Pelaksanaan
Pekerjaan nanti.
Pasal 03 : Semua pekerjaan yang termasuk pekerjaan Pelaksanaan, tetapi
tidak dijelaskan dalam Uraian dan Syarat-syarat Teknik ini, maka
pekerjaan tersebut harus dilaksanakan oleh Pemborong, seolah-
olah pekerjaan itu telah diuraikan supaya tercapai penyelessaian
pekerjaan yang memuaskan.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 28

Pasal 04 : Antara gambar rencana kerja dan syarat-syarat teknik serta


Risalah Berita Acara Pemberian Penjelasan Pekerjaan, merupakan
satu kesatuan yang sifatnya saling melengkapi dan mengikat.

Semarang,…………………………...

Ketua Panitia Lelang Konsultan Perencana

BAB III
SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM
BANGUNAN PELABUHAN

Pasal : 1
PENDAHULUAN
1.1. Syarat-syarat pelaksanaan teknik sifatnya adalah pelengkap dari pada
Rencana Kerja dan syarat umum bagi Pelaksanaan Pembangunan Dermaga
Kapal Barang Kendal dengan sasaran menjelaskan, apa yang tertera pada
Gambar Pokok.
Kedua berkas ini, yakni Rencana Kerja dan Syarat Umum serta Rencana
Kerja dan Syarat Teknik bersama-sama merupakan satu berkas yang tidak
dapat dipisahkan dan bersama disebut Rencana Kerja dan Syarat-syarat bagi
Bangunan Pelabuhan (RKS _ Bangunan Pelabuhan )
1.2. Manakala ada perbedaan di antara apa yang diciptakan pada Gambar Pokok
dan pada RKS, maka pada dasarnya apa yang ditetapkan pada RKS yang
dianggap berlaku, kecuali bila ditetapkan lain oleh Direksi.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 29

1.3. Dalam hal terdapat perbedaan seperti dimaksudkan pada ayat 1.2. di atas,
Pemborong, Kuasanya atau Pelaksana wajib segera memberi tahukannya pada
Direksi.
1.4. Semua pekerjaan yang menyangkut Pelaksanaan Teknis harus dilaksanakan
mengikuti dan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Normalisasi
Indonesia (N.I), Standar Industri Indonesia(S.I.I) dan Peraturan-Peraturan
Nasional maupun Peraturan-Peraturan setempat lainnya yang berlaku atas
jenis pekerjaan yang bersangkutan.
Untuk pekerjaan yang belum termasuk dalam standar tersebut di atas,
diberlakukan Standar International(ISO) yang berlaku atas pekerjaan tersebut
atau standar Persyaratan Teknis dari negara asal bahan/pekerjaan yang
bersangkutan.
1.5. Bila tidak ditentukan lain, maka merek dagang dari bahan yang disebabkan
dalam RKS ini semata-mata dimaksudkan untuk perbandingan, terutama
dalam mutu, bentuk, jenis dan sebagainya dan tidak diartikan sebagai
persyaratan yang mengikat.
Pemborong dapat mengusulkan merk dagang lain yang setaraf dalam hal
mutu, bentuk, jenis dan sebaginya untuk mendapatkan persetujuan Direksi.
Dalam hal ini disebabkan lebih dari satu merk dagang untuk jenis
bahan/pekerjaan yang sama, maka Pemborong dapat menyediakan salah satu
dari padanya dengan persetujuan Direksi.
Apabila dalam pekerjaan ini Pemilik dan Direksi akan mempekerjakan
Pemborong-Pemborong lain untuk melaksanakan pekerjaan lain yang sifatnya
khusus di lokasi yang sama, maka Pemborong harus memberikan kesempatan
yang diperlukan Pemborong lain tersebut untuk melaksanakan hingga selesai.
1.6. Pemborong harus sudah memperhatikan dalam penawarannya semua biaya-
biaya serta penjadwalan sehubungan dengan hal tersebut. Pemborong harus
mengadakan koordinasi dengan Pemborong lain tersebut agar pekerjaan
berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dalam penawaran.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 30

1.7. Pemborong bertanggungjawab penuh atas kualitas pekerjaan sesuai dengan


persyaratan(RKS) dan gambar-gambar (GPP) yang ditentukan.
Adanya Direksi tidak mengurangi tanggung jawab Pemborong tersebut.
1.8. Pemborong wajib menyediakan bangunan kantor sementara atas biaya
Pemborong di tempat pekerjaan yang terdiri atas ruangan-ruangan beserta
fasilitas dan peralatan yang diperlukan oleh pemborong dan Direksi demi
kelancaran pengawasan dan pengelolaan pekerjaan.
Bangunan kantor sementara tersebut minimum terdiri dari :
- Ruang Direksi berukuran 400 x 500 cm dilengkapi dengan :
a. 2 (dua) buah meja tulis ukuran 90 x 120 cm lengkap dengan kursinya
yang berkualitas baik.
b. 1 (satu) saluran telepon
c. 1 (satu) saluran handy talky
d. 1 (satu) buah kipas angin
- Ruang rapat berukuran 400 x 500 cm maka dilengkapi dengan :
a. 1 (satu) buah meja rapat ukuran 120 x 250 cm lengkap dengan 20 (dua
puluh) kursi lipat dengan kualitas baik setara dengan "Chitose".
b. 1 (satu) papan tulis (white board) ukuran 120 x 240 cm
c. 2 (dua) buah lemari / rak besi untuk contoh bahan.
d. Panel untuk gambar-gambar kerja dari multiplex
e. Kipas angin.
- Kamar mandi / WC
Semua ruangan tersebut dilengkapi dengan penerangan lampu TL. Disamping
itu Pemborong harus menyediakan sepatu lapangan, topi lapangan (helm) dan
jas hujan masing-masing 10 (sepuluh) buah untuk kebutuhan Direksi dan
tamu-tamu.
1.9. Pemborong wajib memelihara bangunan kantor sementara beserta fasilitas
dan peralatannya tersebut agar kelancaran pekerjaan kantor pengawasan dapat
terpenuhi sesuai dengan sifat operasional kantor tersebut.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 31

Pasal : 2
LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Bangunan Pelabuhan tersusun atas unsur-unsur sebagai berikut :
2.1. Dermaga Tambat
2.2. Revetment
2.3. Breakwater
2.4. Pengerukan

Pasal : 3
LISTRIK DAN AIR KERJA
3.1. Bila perlu Pemborong harus menyediakan sumber daya listrik sementara
untuk penerangan sementara yang cukup dengan cara memasang generator
atau dari sumber lain atas biaya Pemborong untuk dipergunakan selama
pekerjaan berlangsung.
3.2. Pemborong harus menyediakan air kerja sendiri dari sumber air terdekat atau
dengan cara mengangkut menggunakan truk tangki.

Pasal : 4
PENGANGKUTAN BAHAN-BAHAN
4.1. Pemborong harus memperhitungkan dan membuat jalan masuk untuk
mengangkut bahan-bahan sampai ke tempat pekerjaan, bila ternyata belum
tersedia jalan masuk sampai ke tempat pekerjaan tersebut.
4.2. Pemborong harus menjaga agar pengangkutan bahan-bahan, alat-alat kerja,
perlengkapan kerja dan sebagainya tidak merusak jalan-jalan, gorong-gorong
dan sebagainya yang dilaluinya.
Semua kerusakan yang terjadi akibat pengangkutan bahan-bahan harus
diperbaiki atas tanggungan Pemborong.

Pasal : 5
CONTOH-CONTOH BAHAN

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 32

5.1.Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, Pemborong harus mengajukan


contoh bahan-bahan yang akan digunakan serta menunjukkan cara
pemasangan / penggunaan bahan tersebut sesuai persyaratan pabrik pembuat,
diajukan kepada Direksi untuk disetujui.
5.2.Bila perlu, Direksi bisa meminta untuk dilakukan pengujian terhadap contoh
bahan tersebut atas biaya pemborong.
5.3.Dalam mengajukan contoh bahan tersebut, Pemborong harus
memperhitungkan / memperhatikan rencana jadwal pelaksana pekerjaan untuk
menghindari terjadinya keterlambatan pelaksanaan / penyelesaian pekerjaan.
5.4.Bahan yang tidak memenuhi syarat atas penilaian dan pertimbangan Direksi,
harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan paling lambat 7 (tujuh) hari
kalender.

Pasal : 6
KONSTRUKSI JENIS LAIN
Kecuali ditentukan lain, Pemborong boleh mengesahkan konstruksi jenis lain
berdasarkan keadaan dan data yang ada dengan persyaratan kemampuan yang
setara dengan persyaratan yang diminta.
Untuk hal ini Pemborong harus dapat membuktikan, bahwa secara teknis
(perhitungan, brosur, peralatan), waktu (cara pelaksanaan) dan biaya ( analisis
harga satuan), usulan konstruki jenis lain tersebut lebih menguntungkan.

Pasal : 7
PENGUKURAN DAN PEMATOKAN
7.1. Semua titik ukur yang berhubungan dengan pekerjaan ini didasarkan pada
ukuran setempat, yaitu titik ukur yang ada di lapangan pekerjaan seperti
yang direncanakan dalam gambar yang disetujui direksi.
7.2. Pengukuran dan Pematokan untuk menentukan batas-batas, peil dan
kemiringan lahan terhadap daerah sekitarnya sesuai petunjuk dan persetujuan
Direksi.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 33

7.3. Pemborong wajib menyediakan alat-alat ukur beserta perlengkapannya, juru-


juru ukur dan pekerja-pekerja untuk melaksanakan pengukuran dan
pematokan.
7.4. Pekarjaan lapangan baru dapat dimulai setelah semua pengukuran dan
pematokan yang diperlukan selesai dan disetujui Direksi.
7.5. Semua tanda atau patok yang telah disetujui oleh Direksi harus tetap
dipelihara / dijaga dengan baik. Apabila ada tanda-tanda atau patok yang
rusak harus segera diganti dengan yang baru dan pemasangannya kembali
harus disetujui oleh Direksi.
7.6. Apabila ada penyimpangan terhadap Gambar Pokok, Pemborong wajib
memberi tahu Direksi dan bila perlu, Direksi dapat meminta Pemborong
untuk membuat perubahan gambar rencana. Perubahan gambar rencara
tersebut harus diajukan kepada Direksi untuk disetujui.

Pasal : 8
PEMBERSIHAN DAN PENEBANGAN
8.1. Seluruh lahan pembangunan harus dibersihkan dari pohon, semak-semak,
rumput, sampah, bahan-bahan lain yang mengganggu dan akar-akar pohan,
kecuali dinyatakan oleh Direksi.
8.2. Pada waktu pembersihan dan penimbangan Pemborong harus menjaga supaya
tidak mengganggu / merusak tanda-tanda atau patok-patok pengukuran.
Kerusakan-kerusakan yang terjadi selama pembersihan dan penebangan harus
segara diperbaiki oleh dan atas tanggungan Pemborong dengan persetujuan
Direksi.
8.3. Pembersihan dan Penebangan di luar daerah pengukuran yang telah disetujui
oleh Direksi tidak diberikan pembayaran.
8.4. Pemborong wajib membuang / menyingkirkan bahan-bahan yang tidak
diinginkan / dipakai dalam pekerjaan ini ke tempat lain atas biaya
Pemborong.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 34

Pasal : 9
PEKERJAAN PENGGALIAN
9.1. Pekerjaan penggalian meliputi galian kolam pelabuhan, saluran pembuangan
(drainase) serta pekerjaan yang berhubungan dengan itu dan sesuai Gambar
Pokok.
9.2. Penggalian harus dilakukan untuk mencapai kedalaman yang diperlukan
untuk pondasi, dinding, lantai dan lain-lain sesuai Gambar Pokok dan
disetujui Direksi.
9.3. Penggalian mencakup pemindahan tanah serta bahan lain yang dijumpai
dalam pengerjaannya.
9.4. Penggalian untuk pondasi harus mempunyai lebar yang cukup untuk dapat
memasang dan memindahkan rangka cetakan beton yang diperlukan serta
pembersihan.

9.5. Bila ternyata dijumpai keadaan yang tidak memuaskan pada kedalaman yang
diperlihatkan dalam gambar, maka penggalian harus ditambah / diubah
sesuai petunjuk Direksi dan untuk pekerjaan ini akan dinilai sebagai
pekerjaan tambahan.
9.6. Bila terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi hingga
melebihi dari yang diperlihatkan dalam gambar atau petunjuk Direksi maka
kelebihan penggalian tersebut harus diurug kembali dengan pasir yang
dipadatkan sebagai tambahan.
9.7. Hasil kupasan lapisan tahah atas daerah pembangunan yang dapat dipakai
kembali harus ditimbun di tempat yang ditunjuk Direksi, untuk selanjutnya
dipergunakan dalam pekerjaaan landscaping.

Pasal : 10
PEKERJAAN PENIMBUNAN
10.1. Pekerjaan penimbunan meliputi pekerjaan penimbunan kembali bekas
saluran drainase, dan pekerjaan penimbunan lainnya sesuai Gambar Pokok.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 35

10.2. Pekerjaan penimbunan tidak boleh dimulai sebelum mendapat persetujuan


Direksi.
10.3. Penimbunan harus dilaksanakan mengikuti ukuran ketinggian, kemiringan
dan bentuk yang sesuai gambar, lapis demi lapis dengan ketebalan 20 cm
dan dipadatkan sesuai dengan petunjuk Direksi.
Cara ini dilakukan apabla timbunan tersebut perlu pemadatan.
10.4. Bahan timbunan harus bebas dari kotoran, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan
atau bahan yang tidak diinginkan sesuai petunjuk Direksi.
10.5. Setelah penghamparan, setiap lapisan harus disiram air secukupnya dengan
alat penyemprot dan segera dipadatkan sampai mencapai kepadatan yang
merata untuk seluruh tebalnya. Penyiraman air dimaksudkan untuk
mengukuran kadar air agar dapat mencapai kepadatan menurut persyaratan
yang ditentukan Direksi.
Pekerjaan pemadatan harus dilakukam pada kadar air optimum sesuai sifat
alat-alat pemadat yang tersedia.
10.6. Lapisan berikutnya tidak boleh dihampar sebelum lapisan terdahulu selesai
dipadatkan sesuai dengan petunjuk Direksi.
10.7. Selama pekerjaan penggalian dan penimbunan berlangsung, Pemborong
harus harus dengan cara yang disetujui Direksi menjamin agar tidak terjadi
genangan air yang dapat mengganggu / merusak pekerjaan tersebut.

Pasal : 11
PENGGUNAAN BAHAN TIMBUNAN
11.1. Bahan untuk penimbunan dapat berupa tanah hasil galian pada kolam
pelabuhan yang sesuai untuk keperluan itu dan telah disetujui oleh Direksi.
11.2. Bahan untuk penimbunan harus dalam keadaan kompak dan kering.

Pasal : 12
PEKERJAAN BANGUNAN PANTAI

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 36

13.1. Bahan yang digunakan untuk perlindungan pantai adalah sheetpile beton
produksi dari WIKA dengan ukuran yang telah ditentukan sesuai Gambar
Rencana.
13.2. Sambungan antar sheetpile agar dilakukan dengan teliti dan diawasi
dengan ketat supaya tidak terjadi rongga yang memungkinkan bahan
timbunan atau air dapat keluar/ meresap.
13.3. Bilamana diperlukan, bagian atas sheetpile bisa diberi pelindung dari
bahan tertentu untuk mencegah geseran dan sebagai ikatan antar sheetpile.
13.4. Untuk kemudahan pelaksanaan pemancangan, sheetpile bisa
disimpan/ditumpuk dekat dengan lokasi pemancangan.

Pasal : 13
PEMECAH GELOMBANG
14.1 Batu kali yang digunakan harus keras dengan permukaan kasar tanpa cacat
/ retak.
14.2. Batu kali yang akan digunakan untuk pemecah gelombang harus dietujui
oleh Direksi.
14.3. Pemasangan lapisan-lapisan pemecah gelombang harus dilakukan dengan
hati-hati dan diawasi dengan ketat agar tidak terjadi longsoran karena
pengaruh gelombang.
14.4. Pekerjaan pemecah gelombang harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran
dan bentuk yang ditunjukkkan dalam Gambar Pokok.
14.5. Permukaan lapisan teratas pemecah gelombang harus dibuat rata untuk
lalu lintas loader dan kendaraan lain .

Pasal : 14
BETON COR DI TEMPAT
15.1. Besi penulangan beton yang akan digunakan harus bebas dari karat atau
kotoran lain.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 37

15.2. Cetakan beton serta sambungan-sambungan harus rapat sehingga dapat


mencegah kebocoran-kebocoran adukan selama pengecoran.
Lubang-lubang pembukaan sementara harus disediakan dalam cetakan
untuk memungkinkan pembersihan cetakan beton.
15.2. Bahan cetakan beton harus dari kayu jenis meranti atau jenis lain yang
setaraf atau multipleks dan disetujui Direksi.
15.3. Pembongkaran cetakan beton harus dilakukan dengan cara sedemikian rupa
sehingga dapat menjamin keselamatan penuh atas struktur yang dicetak.
Untuk jenis struktur ini cetakan beton tidak boleh dibongkar sebelum 9
(sembilan ) hari, demikian juga cetakan yang dipakai untuk memetangkan
(curing) beton tidak boleh dibongkar sebelum mendapat persetujuan
Direksi.

Pasal : 15
SEMEN
Semen yang digunakan adalah portland cement type II yang memenuhi syarat NI-
8, misal semen Nusantara / sejenis. Untuk beton mutu K.300 jumlah semen yang
dipakai dalam setiap campuran harus memenuhi syarat minimum yang ditentukan
dalan PBI-71 ( Tabel 4.3.4 ) yaitu 400 kg/m3 beton dengan faktor air semen
maksimum 0,52.

Pasal : 16
AGREGAT
Secara umum agregat-agregat yang harus memenuhi syarat seperti tercantum
dalam PBI-71 atau NI-2
Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai aggregat halus.
Semua jenis agregat akan diuji dahulu oleh Direksi, untuk menentukan apakaH
pasir yang akan dihasilkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalan
spesifikasi ini.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 38

Pemborong harus menyediakan, tanpa memungut biaya, bantuan yang diperlukan


Direksi untuk memperoleh contoh-contoh pasir yang cukup mewakili, untuk
tinjauan pengujian.

Pasal : 17
AIR
Air yang digunakan untuk pembuatan beton tidak boleh mengandung minyak,
asam, alkali, garam-garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang
merusak beton dan baja tulangan.
Dalam hal ini sebaiknya dpakai air bersih yang dapat dipakai sebagai air minum.
Kontraktor harus melakukan pengujian secara teratur terhadap air yang diambil
dari sumbernya dalam pola dan kekerapan ujian yang disetujui Direksi, dan harus
menyerahkan catatan hasil setiap pengujian air tersebut kepada Direksi.

Pasal : 18
BAJA TULANGAN
Semua baja beton harus dalam keadaan baik dan dengan tingkat mutu serta ukuran
yang memenuhi standar Indonesia untuk beton PBI (NI-2) yaiu U24 serta harus
disetujui Direksi.
Diameter tulangan berkisar antara 8 sampai 20 mm buatan PT. Krakatau Steel.
Pemborong harus melengkapi semua baja beton yang digunakan dengan sertifikat
pengujian dari pabrik, untuk mendapatkan persetujuan pemakaiannya dari Direksi.

Pasal : 19
PENGUJIAN BETON
Adalah tanggung jawab Pemborong untuk menjamin agar semua bahan yang
digunakan dalam pelaksanaan konstruksi beton bertulang telah memenuhi syarat-
syarat yang ditentukan dalam spesifikasi ini. Oleh karena itu pemborong harus
melakukan pengujian yang sesuai dengan standar yang ditentukan atas biaya
sendiri.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 39

Catatan-catatan lengkap dari hasil pengujian tersebut harus tersedia dan disimpan
dengan baik oleh pemborong dan apabila diminta oleh Direksi setiap saat
Pemborong harus dapat menunjukkannya.
Sekalipun sertifikat-sertifikat pengujian analisis bahan telah dibuat, Direksi atas
pertimbangannya sendiri dapat melakukan pengujian ulang setelah bahan-bahan
yang dimaksud dikirim ke pabrik atau lokasi, untuk menjamin agar bahan-bahan
tersebut sesuai syarat yang ditemtukan.

Pasal : 20
MUTU BETON
Beton yang disyaratkan dalam pekerjaan ini adalah beton kelas I dengan mutu
K.300 menurut standar Indonesia untuk beton, PBI ( NI-2).
Kontraktor harus menyiapkan campuran percobaan sepenuhnya sesuai persyaratan
dan diuji sesuai peraturan Standar Indonesia yang relevan.

Pasal : 21
PEMBUATAN DAN PEMASANGAN TULANGAN
24.1. Penekukan / Pembengkokan
Penekukan menggunakan roller yang dapat berputar secara bebas.
Kecuali kalau dijelaskan secara khusus dalam gambar, tulagan beton harus
dibentuk dengan teliti sesuai standar PBI.
24.2. Pembuatan
Baja beton harus dipotong dari batang-batang baja yang lurus, bebas uliran,
bengkok atau kerusakan / cacat lain.
Semua baja beton harus disediakan sebanyak yang dinyatakan didalam
gambar-gambar.
Kecuali bilamana ditunjukkan pada gambar penyambungan baja beton
harus mendapat ijin terlebih dahulu dari Direksi.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 40

Pemborong harus mempersiapkan sendiri gambar-gambar persiapan baja


beton sesuai gambar dan persyaratan yang ditentukan. Pengelasan besi baja
beton untuk penyambungan apabila diperlukan harus persetujuan tertulis
dari Direksi. Baja beton, bila dilas harus dilas dengan las listrik.
Batang-batang sambungan yang dilas tidak boleh melemahkan kekuatan
besi. Hanya tukang-tukang las yang ahli dan berpengalaman yang memiliki
referensi baik yang dapat diterima Direksi untuk melaksanakan pekerjaan
pengelasan ini.
24.3. Pemeriksaan sebelum pengecoran
Pengecoran hanya boleh dilakukan setelah Direksi mengadakan
pemeriksaan bahwa semua persyaratan yang tersebut di atas telah dipenuhi.
Pemberitahuan dan pemeriksaan tidak mengurangi sama sekali kewajiban
Pemborong akan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam kontrak. Beton
cor yang tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan
dapat ditolak dan dibongkar, dan penggantiannya menjadi tanggung jawab
Pemborong.

Pasal : 22
BETON DEKKING
Beton Dekking harus sesuai persyaratan PBI, tebal dekking dari permukaan beton
harus dibuat minimal 4 cm.

Pasal : 23
PERMUKAAN BETON
26.1. Perbaikan Permukaan Beton
Semua permukaan beton, setelah semua tahapan pekerjaan selesai harus
bebas dari kekosongan, keropos, cacat besar dan cekungan.
Bila terdapat kerusakan atau keretakan bekas-bekas acian, kekosongan atau
cacat permukaan, Pemborong harus memberi tahu Direksi.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 41

Tak ada pekerjaan perbaikan sebelum kondisi struktur diperiksa dahulu oleh
Direksi.
Perbaikan hanya dilakukan setelah ada persetujuan Direksi.
26.2. Apabila cacat permukaan beton, noda minyak, gemuk (grease) dan semua
bahan yang mungkin dapat mengototri permukaan beton harus dibersihkan
sebagai berikut :
- Bersihkan minyak dan gemuk dengan menggunakan air detergents dan
kemudian disikat.
- Noktah-noktah atau garis-garis pada permukaan beton dapat digosok
tanpa merusak texture permukaan beton.
- Grouting dapat dikerjakan dengan campuran semen dan pasir dengan
perbandingan 1 : 1.5 setelah permukaan beton mengeras.
26.3. Permukaan dari struktur pelat harus ditambahkan minimum 6 mm dari
elevasi yang disyaratkan apabila hendak dipasang struktur penutur atau
pelindung pelat. Sebelum menempatkan struktur penutup, permukaan pelat
harus dibasahi tetapi harus diusahakan tidak ada genangan air di atas
permukaan pelat tersebut.
26.4. Apabila dikehendaki bahwa permukaan pelat tidak ditutup (topping) pada
hari yang bersamaan setelah pengecoran dan sebelum campuran mengeras,
maka kelebihan bahan, air atau mineral asing supaya disingkirkan dari
permukaan dengan menggunakan sapu atau sejenisnya yang akan
mengeluarkan kerangka kecil atau lebihan tersebut sehingga lapisan
permukaan rata. Struktur penutup hanya dapat diletakkan 2 jam setelah
campuran beton ditempatkan pada posisi sebagaimana yang direncanakan.

Pasal :24
BEKISTING (FORMWORK)
28.1. Bekisting (formwork) adalah suatu material yang dipakai untuk
membentuk struktur bangunan di tempat sesuai dengan bentuk dan

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 42

dimensi, serta bersama dengan konstruksi sementara yang diperlukan


untuk mendukung bekisting atau formwork.
28.2. Material yang dipergunakan harus atas persetujuan Direksi. Dan semua
material tersebut harus dilindungi terhadap pengaruh cuaca. Misalnya
komponen baja harus dilindungi terhadap korosi dengan pelapis cat dasar
dan sejenisnya. Kayu harus dijauhkan dari permukaan tanah.
Bekisting yang tidak dipergunakan selama lebih 7 hari harus segera
dibersihkan dan dilindungi terhadap kelembaban, dengan bahan penolak
air.
28.3. Desain bekisting harus sedemikian rupa, sehingga campuran beton dapat
segera ditempatkan, dipadatkan tanpa kehilangan banyak air. Bekisiting
tersebut harus cukup mendapat sokongan, pengikat atau penguat, sehingga
mampu menahan perubahan bentuk bekisting itu akibat lendutan karena
bahan campuran beton atau pemadatan vibrasi (Vibration on Compaction).
28.4. Pemborong harus memperhitungkan lendutan tersebut di atas dengan
mengangkat struktur bekisting beberapa milimeter. Untuk balok di tengah
bentang bekisting diangkat kurang lebih 5 mm demikian pula untuk batang
kantiliver diangkat kurang lebih 5 mm setiap panjang 1.5 m dari panjang
rencana.
28.5. Permukaan bekisting harus rata tanpa lengkung, tonjolan ataupun
cekungan serta bebas dari material-material asing lainya yang dapat
menyebabkan permukaan beton menjadi rusak.
28.6. Bekisting harus dijaga (tidak boleh dibongkar) sampai beton mengeras dan
dapat mamikul berat sendiri hingga aman untuk dipergunakan.
Bekisting bisa dilepas apabila sudah lewat dari periode yang diberikan di
bawah ini ( kondisi udara di atas 150 C).
- sisi samping balok, dinding dan kolom ( tanpa beban) 2 x 24 jam
- sisi bawah balok 7 hari
- pelat (bagian sisi bawah) 3 hari
- penopang pelat 7 hari

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VI Rencana Kerja dan Syarat-syarat VI - 43

- penopang balok (tanpa beban) 16 hari


- penopang kantilever 28 hari

Pasal : 25
BATU KALI
Batu kali yang dipergunakan untuk pemecah gelombang harus dibuat dari batu
pecah yang bersih, kering, kuat awet dan bebas dari bahan lain yang mengganggu
serta memenuhi persyaratan berikut :
- Keausan pada 500 putaran maksimum 40% (PB.0206 - 76 Manual
Pemeriksaan Bahan Jalan )
- Kelakatan dengan aspal minimum 95% (PB.0205 - 76 MPBJ)
- Penyerapan air maksimum 3% (PB.0202 - 76 MPBJ).
- Bersih bahan-bahan organik
- Indeks kepipihan / kelonjongan butiran tertahan 9.5 mm atau 3/8 "
maksimum 25% (British Standard 812)
- Berat jenis curah (bulk) minimum 2.5 ; khusus untuk terak (PB.0202 -76
MPB)
- Bagian yang lunak (AASHTO T - 189) ; maksimum 5%.
- Jumlah berat butiran tertahan saringan No.4 yang mempunyai paling
sedikit dua bidang pecah minimum 50%.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 1

BAB VII
RENCANA ANGGARAN BIAYA

7.1 DAFTAR HARGA SATUAN DASAR


NO. URAIAN SATUAN HARGA SATUAN
(RP)
I. UPAH
1 Pekerja hari 17,500.00
2 Mandor hari 23,000.00
3 Operator hari 22,500.00
4 Mekanik hari 22,500.00
3 Tukang kayu hari 22,000.00
4 Tukang besi hari 22,000.00
5 Tukang batu hari 22,000.00
6 Kepala tukang kayu hari 26,000.00
7 Kepala tukang besi hari 23,000.00
8 Kepala tukang batu hari 23,000.00

II. MATERIAL
1 Portland Cement Zak 28,.000,00
2 Besi beton btg 58,000,00
3 Kawat beton kg 6,500,00
4 Multipleks Lbr 70,000,00
5 Kayu bekististing m3 5,250,000,00
6 Paku kg 6,000.00
7 Balok perancah m3 1,150,000.00
8 Pasir beton m3 85,000
9 Batu belah m3 68,000.00
10 Batu pecah m3 90,000.00
11 Sheet pile beton WIKA Btg

III. Alat
1 Dump truck jam 46,000.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 2

2 Bulldozer jam 146,000.00


3 Wheel loader jam 95,000.00
4 Excavator jam 130,000.00
5 Ponton jam 126,000.00
6 Boat penarik jam 160,000.00
7 Boat pengangkut jam 60,000.00
8 Tongkang jam 150,000.00
9 Kapal keruk jam 10,000,000.00
10 Crane jam 250,000.00
11 Genset jam 30,000.00
12 Concrete mixer jam 15,000.00
13 Concrete vibrator jam 10,000.00
(Sumber : Dinas Permukiman dan Tata Ruang Propinsi Jawa Tengah Balai
Pengujian dan Informasi Konstruksi)

7.2 ANALISA VOLUME PEKERJAAN


NO PEKERJAAN SATUAN VOLUME
1. PEKERJAAN PERSIAPAN ls 1
2. PEKERJAAN BETON :
a. Pelat:

Volume pelat:
3

A 0,25 x 3 x 3 = m3 2742,75
3
2,25 m
3
Jumlah pelat = 23 x 53 = 1219 buah
Volume pelat:
1

B 0,25 x 3 x 1 =
3 0.75 m3 m3 96,75
Jumlah pelat = 53 x 2 + 23 = 129 buah

C Volume pelat:
1

0,25 x 1 x 1 = m3 0,5
1 0,25 m3
Jumlah pelat = 2 buah

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 3

b. Balok
- balok 30 x 50
Volume balok :
0,3x0,5x(160x24+71x55) = 1161,75 m3
- balok 35 x 70
Volume balok: m3 1161,75
3
0,35x0,7x160x2=82,88 m
c. Poer
Volume poer A : 0,6 m m3 29,376
3 1,2 m
1,7x1,2x0,6 =1,224 m
1,7 m
Jumlah poer = 24 buah
Volume poer B : 0,6 m m3 2205,648
3
1,7x1,7x0,6 =1,734 m 1,7 m
1,7 m
Jumlah poer = 53x24 = 1272 buah
e. Boulder
Jumlah boulder = 8 x 2 = 16 buah buah 16
3. PEKERJAAN PONDASI
Panjang 1 tiang pancang = 37,5 meter
Jumlah tiang pancang = 4x53x24+24 = 5136 buah
4. PEKERJAAN TURAP BETON m’ 192600
Panjang turap beton = 14 meter
Lebar turap (B) = 500 mm = 0,5 m
5. PEKERJAAN BREAKWATER m3 116184,88
C B A
175 125 150 200

I
II A
III B
IV C

Luas potongan melintang =


LA-A = 138,016 m2
LB-B = 179,933 m2
LC-C = 254,925 m2
LUjung = 332,029 m2
Volume pekerjaan
VI = ½ x200x138,016 = 13801,6 m3
VII = ½ x150x(138,016+179,933) = 23846,175 m3

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 4

VIII = ½ x125x(179,933+254,925) = 27178,625 m3


VIV = ½ x175x(254,925+332,029) = 51358,475 m3
Vtotal = 116184,88 m3
6. PEKERJAAN FENDER bh 26
Jumlah fender = 2x13 = 26 bh
7. PEKERJAAN PENGERUKAN
- Kolam pelabuhan m3 287314,98
6,5

L alas = 88404,61

Volume pengerukan :
V = ½ x88404,61x6,5 = 287314,98 m3
- Alur pelayaran m3 12517,69
1,6

L alas = 15647,306

Volume pengerukan :
V = ½ x15647,306x1,6 = 12517,69 m3

7.3 ANALISA PEKERJAAN


HARGA
KOEF HARGA JUMLAH
NO. URAIAN PEKERJAAN SATUAN
ANALISA (RP) (RP) (RP)
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
a m2 Pembersihan lokasi 0.99
Mandor jam 0.005 23.00 0.12
pekerja jam 0.05 17.50 0.88

b Ls Pengadaan kantor dan fasilitas 36,370.88


Bangunan /ruangan m3 60.000 300.00 18000.00
Meja tulis dan kursi set 2.000 1,500.00 3000.00
Meja rapat set 1.000 750.00 750.00
Meja gambar dan perlengkapan set 1.000 3,000.00 3000.00
Kursi tamu set 2.000 1,000.00 2000.00
Almari/filling cabinet set 1.000 1,500.00 1500.00
White board bh 2.000 300.00 600.00
HT bh 6.000 1,250.00 7500.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 5

Mandor hari 0.100 23.00 2.30


Pekerja hari 0.250 17.50 4.38
Tukang kayu hari 0.500 24.00 12.00
Tukang batu hari 0.100 22.00 2.20

c Ls Mobilisasi dan demobilisasi 93,500.00


Mob.&demob. Dump unit 20.000 1,000.00 20000.00
Mob.&demob. Tongkang unit 2.000 10,000.00 20000.00
Mob.&demob. Perahu unit 2.000 2,500.00 5000.00
Mob.&demob. Kapal penarik unit 1.000 15,000.00 15000.00
Mob.&demob. Boat pengangkut unit 2.000 3,000.00 6000.00
Mob.&demob. Excavator unit 2.000 4,000.00 8000.00
Mob.&demob. Wheel loader unit 2.000 4,000.00 8000.00
Mob.&demob. Ponton unit 4.000 2,000.00 8000.00
Mob.&demob. Pekerja/staff ls 1.000 1,500.00 1500.00
Mob.&demob. Alat-alat kecil ls 1.000 2,000.00 2000.00

d Ls Pengukuran 9,275.00
Kertas echosounder rol 25.000 120.00 3000.00
Theodolith hari 30.000 50.00 1500.00
Waterpas hari 30.000 40.00 1200.00
Juru ukur hari 40.000 30.00 1200.00
Pembantu juru ukur hari 40.000 20.00 800.00
Pekerja hari 90.000 17.50 1575.00

e Ls Dokumentasi dan pelaporan 14,000.00


Dokumentasi bln 8.000 750.00 6000.00
Pelaporan bln 8.000 1,000.00 8000.00

II. BREAKWATER
a m3 Pemuatan dan transportasi tetrapod
dari pelabuhan ke lokasi 27.34
Excavator jam 0.039 130.00 5.07
Boat penarik jam 0.039 160.00 6.24
Tongkang jam 0.039 150.00 5.85
Mandor hari 0.05 23.00 1.15
Pekerja hari 0.516 17.50 9.03

b m3 Pemasangan tetrapod di lokasi 12.94


Excavator jam 0.030 130.00 3.90
Ponton jam 0.030 126.00 3.78
Boat pengangkut jam 0.030 150.00 4.50
Mandor hari 0.010 23.00 0.23
Pekerja hari 0.030 17.50 0.53

c m3 Breakwater 236.03
tetrapod m3 1.300 150.00 195.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 6

Pemuatan dan transportasi m3 1.000 27.34 27.34


Pemasangan tetrapod di lokasi m3 1.000 12.94 12.94
Mandor hari 0.010 23.00 0.23
Pekerja hari 0.030 17.50 0.53

III. PERKUATAN TEBING


a m' Sheet pile beton WIKA FRC-220 B-500
L=14 m 149.50
Sheet pile WIKA FRC-220 B-500 m' 1.000 143.00 143.00
Pengangkatan m' 1.000 6.50 6.50

b m' Pemancangan sheet pile 122.35


Pekerja hari 3.000 17.50 52.50
Operator hari 0.300 22.50 6.75
Mekanik hari 0.300 22.50 6.75
Crane jam 0.185 250.00 46.25
Genset jam 0.270 30.00 8.10
Alat bantu jam 1.000 2.00 2.00

IV. PEKERJAAN TANAH


a m3 Pengerukan kolam pelabuhan 28.99
Kapal keruk jam 0.001 10,000.00 10.00
Pipa pembung ls 1.000 2.50 2.50
Mandor hari 0.083 23.00 1.91
Pekerja hari 0.833 17.50 14.58

b m3 Pengerukan alur pelayaran 38.99


Kapal keruk jam 0.002 10,000.00 20.00
Pipa pembung ls 1.000 2.50 2.50
Mandor hari 0.083 23.00 1.91
Pekerja hari 0.833 17.50 14.58

V. DERMAGA
a m3 Beton 1:2:3 1,770.57
Portland cement zak 68.000 22.50 1530.00
Batu pecah m3 0.820 52.00 42.64
Pasir m3 0.54 80.00 43.20
Concrete mixer jam 0.741 15.00 11.12
Concrete vibrator jam 0.741 10.00 7.41
Mandor hari 0.300 23.00 6.90
Pekerja hari 6.000 17.50 105.00
Tukang batu hari 1.000 22.00 22.00
Kepala tukang batu hari 0.100 23.00 2.30

b kg Pembesian 1,514.40
Besi beton btg 125.000 10.00 1250.00

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 7

Kawat beton kg 2.000 6.50 13.00


Mandor hari 0.300 23.00 6.90
Pekerja hari 9.000 17.50 157.50
Tukang besi hari 9.000 2.00 18.00
Kepala tukang besi hari 3.000 23.00 69.00

c m2 Cetakan 34.28
Kayu begisting m3 0.040 400.00 16.00
Paku kg 0.400 6.00 2.40
Mandor hari 0.010 23.00 0.23
Pekerja hari 0.200 17.50 3.50
Tukang kayu hari 0.500 22.00 11.00
Kepala tukang kayu hari 0.050 23.00 1.15

d m2 Bongkar cetakan
1/5 x 1/3 x 1/10 x 158.80 3,176.00

d m2 Perancah 133.88
Balok perancah m3 0.100 1,150.00 115.00
Paku kg 0.500 6.00 3.00
Mandor hari 0.010 23.00 0.23
Pekerja hari 0.200 17.50 3.50
Tukang kayu hari 0.500 22.00 11.00
Kepala tukang kayu hari 0.050 23.00 1.15

e m3 Beton pelat dermaga 2372863.44


Beton 1:2:3 m3 1.050 363.56 381.74
Pembesian kg 175.000 1,355.50 2372125.00
Begisting m2 6.500 34.28 222.82
Perancah m2 1.000 133.88 133.88

f m3 Beton balok dermaga 2847237.40


Beton 1:2:3 m3 1.050 363.56 381.74
Pembesian kg 210.000 1,355.50 2846530.00
Begisting m2 9.500 34.28 325.66

g m3 Poer/pile cap 2643829.56


Beton 1:2:3 m3 1.050 363.56 381.74
Pembesian kg 195.000 1,355.50 2643225.00
Begisting m2 6.500 34.28 222.82

h Tiang pancang 40x40 WIKA m' 1.000 110.00 110.00 110

I m' Pemancangan tiang pancang 156.37


Pekerja hari 3.000 17.50 52.50
Operator hari 0.300 22.50 6.75
Mekanik hari 0.300 22.50 6.75

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 8

Crane jam 0.185 250.00 46.25


Ponton pancang jam 0.270 126.00 34.02
Genset jam 0.270 30.00 8.10
Alat bantu jam 1.000 2.00 2.00

VI. PEKERJAAN LAIN-LAIN


a bh Boulder 158833.49
Beton 1:2:3 m3 0.110 363.56 39.99
Pembesian kg 11.700 1,355.50 158593.50
Pelat baja+angkur ls 1.000 200.00 200.00

b m3 Fender 41965.50
Fender bh 1.000 12,265.50 12265.50
Mandor hari 0.150 23.00 3,450.00
Pekerja hari 1.500 17.50 26,250.00

(Catatan : harga dalam ribuan rupiah)

7.4 ANALISA HARGA PEKERJAAN


HARGA
NO. URAIAN PEKERJAAN SAT VOLUME SATUAN JUMLAH
(RP) (RP)
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan lokasi m2 45,000.00 990.00 44550000.00
2 Pengadaan kantor dan fasilitas ls 1.00 36370875.00 36370875.00
3 Mobilisasi dan demobilisasi ls 1.00 93500000.00 93500000.00
4 Pengukuran ls 1.00 9275000.00 9275000.00
5 Dokumentasi dan pelaporan ls 1.00 14000000.00 14000000.00

II. BREAKWATER
1 Breakwater sisi barat m3 116,184.88 236030.00 27423117226.40
2 Breakwater sisi timur m3 116,184.88 236030.00 27423117226.40

III. PERKUATAN TEBING


1 Sheet pile WIKA FRC-220 B-500 m' 707.50 149500.00 105771250.00
2 Pemancangan sheet pile m' 707.50 122350.00 86562625.00

IV. PEKERJAN TANAH


1 Pengerukan kolam pelabuhan m3 287,314.98 28986.50 8328255667.77
2 Pengerukan alur pelayaran m3 12,517.69 38986.50 488020921.19

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VII Rencana Anggaran Biaya VII - 9

V. DERMAGA
A. Pondasi
1 Tiang pancang 40x40 WIKA m' 192,600.00 110000.00 21186000000.00
2 Pemancangan tiang pancang m' 192,600.00 156370.00 30116862000.00

B. Beton bertulang
1 Poer/pile cap m3 2,235.02 3247780.38 7258854093.73
2 Balok m3 1,244.63 3553925.38 4423322139.49
3 Pelat lantai m3 2840.00 3110560.38 8833991465.00

VI. PEKERJAAN LAIN-LAIN


1 Boulder bh 16.00 398584.83 6377357.20
2 Fender bh 52.00 12295200.00 639350400.00
Jumlah I s.d VI Rp 136517298247.17
Jasa pemborong Rp 13651729824.72
Jumlah Rp 150169028071.89
PPn 10% Rp 15016902807.19
Jumlah total Rp 165185930879.08
Dibulatkan Rp 134798324000.00

(Terbilang : Seratus tiga puluh empat milyar tujuh ratus sembilan puluh delapan
juta tiga ratus dua puluh empat ribu rupiah.)

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal
Bab VIII Kesimpulan VIII - 1

BAB VIII PENUTUP

8.1 KESIMPULAN
Dari hasil perencanaan ini dapat disimpulkan bahwa:
• Dermaga kapal barang yang akan dibangun di Kabupaten Kendal
direncanakan bisa untuk berlabuh kapal sampai dengan 5000 dwt. Jenis
dermaga yang digunakan adalah bentuk jetty dengan dua tambatan. Ukuran
dermaga 160 x 71 m2.
• Karena letak tanah kerasnya cukup dalam maka dermaga ini didukung oleh
kelompok tiang pancang tanpa menggunakan kolom.
• Struktur dermaga diberi dilatasi setiap 40 m panjang dermaga.
• Proyek pembangunan dermaga kapal barang ini termasuk dalam proyek besar.
Proyek pembangunan ini memerlukan 2 tahun anggaran (64 minggu).
• Pelaksanaan proyek tersebut memerlukan biaya yang sangat besar, yaitu
sebesar Rp. 134798324000.00
• Pembangunan proyek ini membutuhkan efisiensi waktu, tenaga dan biaya
yang tinggi.

8.2 SARAN
Untuk mendukung perencanaan yang lebih baik lagi maka kami berikan
saran-saran sebagai berikut :
• Perlu diadakan penelitian berkaitan dengan tingkat sedimentasi di lokasi
proyek sehingga perencanaan dermaga bisa dibuat lebih baik lagi.
• Pemerintah setempat meningkatkan layanan dan hubungan dagang dengan
investor dalam maupun luar negeri.
• Prediksi jumlah kapal didekati dengan lebih akurat lagi.

Laporan Tugas Akhir


Perencanaan Dermaga Kapal Barang Kendal