Anda di halaman 1dari 17

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN KOMPENSASI NON FINANSIAL

TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN OTOBIS (PO) YESSOE


TRAVEL PALANGKALAN BUN

PROPOSAL

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajad S-1


Jurusan Manajemen

Oleh

TAMI WULANDARI

BBA 114 178

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PALANGKARAYA

2016

1
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN KOMPENSASI NON FINANSIAL
TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN OTOBIS (PO) YESSOE
TRAVEL PALANGKALAN BUN

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajad S-1


Jurusan Manajemen

Diajukan Kepada:
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PALANGKARAYA

Oleh
ROSMIDA
NIM BBA 110 021

KEMENTRIAN RPENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS PALANGKARAYA
FAKULTAS EKONOMI
2015

2
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perusahaan saat ini menghadapi persaingan tidak hanya bersifat lokasi tetapi

berhadapan dengan persaingan global yang semakin kompetitif. Karena itu perlu disadari

bahwa suatu usaha dibangun adalah memiliki tujuan bukan saja dalam jangka pendek

yaitu untuk mendapatkan laba, tetapi lebih jauh lagi adalah usaha yang di bangun itu

dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Dalam kepentingan itu, maka

diperlukan suatu jaminan kepastian dalam menghadapi era persaingan dan perubahan

lingkungan bisnis yang timbul.

Peranan sumber daya manusia yeng begitu penting dalam mengendalikan

perusahaan atau organisasi, dapat dikatakan melebihi peranan sumber daya lainnya.

Ketika perusahaan atau organisasi tidak dapat mengelola sumber daya manusia dengan

tepat dan baik, maka sumber daya yang lain seperti uang, teknologi, alam tidak dapat

dikelola secara optimal.

Organisasi merupakan sarana atau alat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu

dikatakan organisasi adalah wadah (wahana) kegiatan dari pada orang – orang yang

bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan. Untuk berjalannya suatu organisasi

tersebut harus diciptakan kesatuan pandangan bagi para pegawai untuk mencapai tujuan

bersama, hal ini tidak terlepas dari sikap pemimpin dalam memberikan pengaruh,

mengarahkan, menggerakan, semua potensi pegawai bawahan di lingkungan organisasi

tersebut. Selain itu juga kompensasi adalah jaminan kelangsungan produksi di

perusahaan. Sebab adanya produksi karena adanya sumber daya manusia yang berhasil

menangani proses produksi tersebut. Kompensasi merupakan faktor yang berfungsi

3
sebagai jaminan kelangsungan hidupnya. Presfektif yang lebih luas, kompensasi tidak

sekedar imbalan, tetapi juga merupakan bentuk pengaharapan, ukuran keadilan dan

sarana untuk memperoleh status sosial. Selain itu peranan sumber daya manusia dalam

suatu perusahaan/organisasi sangat penting, maka perlu adanya usaha untuk

memperbaiki kualitaskaryawan, agar karyawan memiliki kinerja yang baik dan mampu

mengantisipasi persaingan. Dalam konteks peningkatan kinerja sumber daya manusia,

agar menghasilkan karyawan profesional dengan integritas tinggi.

Perusahaan Otobis (PO) Yessoe Travel Pangkalan Bun adalah salah satu

perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa transportasi yang didirikan sejak

Tahun 1992.dalam perjalanannya selama kurang lebih 20 tahun Perusahaan Otobis (PO)

Yesseo Travel Pangkalan Bun mengalami berbagai permasalahn berdasarkan hasil

wawancara dengan karyawan Perusahaan Otobis (PO) Yesseo Travel Pangkalan Bun

salah satunya adalah sering sering terjadinya keluar masuk karyawan pada perusahaan.

Keluar masuknya karyawan pada perusahaan tentunya merugikan perusahaan.

4
1.2 Batasan Masalah

Mengingat luasnya masalah yang akan di teliti, maka perlu dilakukan pembatasan

masalah yaitu:

a. Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada

para karyawannya yang dapat di nilai dengan uang dan mempunyai kecendrungan

diberikan secara tetap. Dalam penelitian ini kita akan membahas tentang pengaruh

Kompensasi Finansial dsn Non Finansial terhadap Kinerja Karyawan saja.

b. Kinerja (performance) adalah hasil kerja yang dapat di capai seseorang atau

sekelompok orang dalam suatu organisasi. Dalam penelitian ini yang di maksud

dengan kinerja karyawan adalah kinerja sopir dan kernet perusahaan Otobis (PO)

Yesseo Travel Pangkalan Bun pada tahun 2014.

c. Penelitian dilakukan pada kantor Perusahaan otobis Yesseo Travel Pangkalan

Bun yang bergerak dibidang transportasi.

1.2.2 Pemecahan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka, dapat ditarik pemecahan masalah sebagai

berikut:

Untuk berjalannya suatu organisasi tersebut harus diciptakan kesatuan

pandangan bagi para pegawai untuk mencapai tujuan bersama, hal ini tidak terlepas

dari sikap pemimpin dalam memberikan pengaruh, mengarahkan, menggerakan,

semua potensi pegawai bawahan di lingkungan organisasi tersebut. Baik pengaruh

kompensasi finansial dan kompensasi non finansial terhadap kinerja karyawan pada

perusahaan otobis (po) yessoe travel palangkalan bun. Untuk menguji hubungan

antara Variabel yang dihipotesiskan. Hipotesis ini menggambarkan hubungan antara

dua atau lebih Variabel; untuk mengetahui apakah suatu Variabel berasosiasi

ataukah tidak dengan Variabel lain; atau apakah suatu Variabel disebabkan /

5
dipengaruhi atau tidak oleh Variabel lainnya (Sanafiah 2001:21 – 23). Pada

penelitian ini pengaruh yang dimaksud adalah masing – masing Variabel bebas

(kompensasi) dengan Variabel terikat (kinerja).

1.3 Tujuan Penelitian

a. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kompensasi

Finansial dan Kompensasi Non Finansial terhadap Kinerja Karyawan pada

Perusahaan Otobis (PO) Yesseo Travel Pangkalan Bun.

b. Untuk mengetahui pengaruhi variabel yang dominan.

1.4 Manfaat Penelitian

a. Manfaat praktis

Bagi penulis:

Penelitian ini diharapkan menjadi media yang efektif dalam

mengaplikasikan konsep dan teori tentang berbagai faktor yang berpengaruh

terhadap kinerja karyawan dalam organisasi.

b. Manfaat Akademis

Manfaat bagi Perusahaan Otobis Yesseo Travel Pangkalan Bun

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan

dalam upaya pengembangan sumber daya manusia,terutama dalam rangka

pengikatan kinerja karyawan.

Manfaat bagi pihak lain:

Penelitian ini dapat menjadi salah satu referensi dalam melakukan

penelitian tentang pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan dengan status

sopir.

6
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 HASIL PENELITIAN

TABEL PENELITIAN TERDAHULU

1 Masrur Pengaruh kompensasi Kompensasi Regresi Simultan: F

(2010) terhadap produktifitas langsung linear Hitung > F

kerja karyawan pada (X1) sederhana tabel dengan

Perusahaan PT. Gandum kompensasi nilai 115.996 >

Malang (X2) 3.09 parsial: t

produktifitas hitung > dari t

(Y) tabel dengan

nilai 4.131.

1.980 yang

paling dominan

nilai 4.131.

1.980 yang

paling dominan

adalah variabel

X1 sebesar

0,255 terhadap

variabel terikat

Sumber: dikembangkan untuk penelitian ini 2014

7
2.2 Kerangka Pemikiran

Gambar: Model Penelitian

Kompensasi Finansial
(X1)

Kinerja Karyawan
(Y)

Kompensasi Non
Finansial
(X2)

Sumber: Handoko, (2008:70)

2.3 Asumsi data Hipotesis

2.3.1 Asumsi

 Asumsi merupakan anggapan dasar yang diperlukan dalam suatu penelitian

guna mendukung hipotesis. Asumsi juga merupakan anggapan sementara yang belum

terbukti kebenarannya dan memerlukan pembuktian secara langsung, untuk

mensimulasikan realitas yang berbeda atau situasi yang mungkin terjadi tanpa

menghiraukan faktor – faktor yang kompleks dan menyeluruh. Asumsi kerap kali

dihubungkan dengan aturan praktis.

8
2.3.2 Hipotesis / hipotesa Nol (Null Hypothese).

 Hipotesa Nol (Ho) sering juga disebut hipotesa statistik, karena biasanya di

pakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistik.

Bertolak pada pemikiran diatas maka dalam penelitian ini penulis mengajukan

hipotesis sebagai berikut:

“Bahwa Kompensasi Finansial dan Kompensasi Non Finansial mencapai

pengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan Otobis (PO) Yesseo

Travel Pangkalan Bun”.

9
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplannasi (explanatory research), yaitu

menguji hubungan antara Variabel yang dihipotesiskan. Hipotesis ini

menggambarkan hubungan antara dua atau lebih Variabel; untuk mengetahui apakah

suatu Variabel berasosiasi ataukah tidak dengan Variabel lain; atau apakah suatu

Variabel disebabkan / dipengaruhi atau tidak oleh Variabel lainnya (Sanafiah

2001:21 – 23). Pada penelitian ini pengaruh yang dimaksud adalah masing – masing

Variabel bebas (kompensasi) dengan Variabel terikat (kinerja).

Jadi penelitian eksplannasi yaitu apakah Variabel Devenden / Variabel terikat

(kinerja) dipengaruhi Variabel Indevenden / Variabel bebas (kompensasi).

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada kantor Perusahaan Otobis (PO) Yesseo

Travel Jalan Pasanah Pangkalan Bun dan Kantor Cabang PalangkaRaya Jalan

Bunda.

3.3 populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

Sekaran (2000), mendefinisikan populasi sebagai jumlah dari keseluruhan

kelompok orang, peristiwa, (event) atau sesuatu yang peneliti ingin melakukan

investigasinya. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan sopir dan kernat

pada Perusahaan Otobis (PO) Yesseo Travel Pangkalan Bun yang berjumlah 33

orang.

10
3.3.2. Sampel

Sampel yaitu sebagian kecil dari kumpulan (subset) populasi, dan juga

memberikan pedoman penentuan jumlah sampel sebagai berikut: untuk penelitian

eksperimen yang sederhana, dengan pengendalian yang ketat, ukuran sampel bisa

antara 10 s/d 20 elemen dan juga untuk membuat daftar yang bisa dipakai untuk

menentukan jumlah sampel (Husen Umar, 2010:65 – 66).

Rumus slovin untuk menentukan berapa minimal sampel yang dibutuhkan jika

ukuran populasi diketahui, dapat digunakan rumus seperti berikut:

S’lovin

n=N

1+Ne2

Dimana: n= ukuran sample

N= ukuran populasi

E= kelonggaran ketidak telitian karena kesalah pengambilan smpel

yang ditoleransi, misalnya 50%.

Jadi karena jumlah populasi penelitiannya 33 orang, margin of error = 5%= 0,05%,

maka besarnya sample adalah:

n= 33 = 33 =30. . . . .(simamora 2002)

1+33 (0,05)2 1,0825

Maka jumlah sampel yang digunakan adalah 30 orang / responden.

11
3.3.3 Variabel Penelitian

Variabel penelitian terdiri dari Variabel Dependen berupa Kinerja Karyawan

dan Variabel Independen berupa Kompensasi Finansial dan Kompensasi Non

Finansial.

3.3.4 Teknik pengumpilan Data

Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan nonprobability

sampling berupa judgement sampling yaitu memilih subjek yang memiliki posisi

terbaik dalam menyediakan informasi yang digunakan (sekaran, 2000).

3.3.4.4 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalm penelitian ini adalah data kualitatif dan

kuantitatif. Data Kualitatif adalah adata yang tidak bisa di ukur / di hitung secara

langsung, hanya bisa diperoleh melalui variabel indikator dengan menggunakan

instrumen pengumpulan data dengan daftar koesioner, sedangkan Data Kuantitatif

adalah data yang berupa angka atau besaran tertentu yang sifatnya pasti. Sedangkan

sumber dat yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa

wawancara dan koesioner (Hadi, 2006).

3.3.4.5 Teknik Pengumpulan Data

 Observasi

Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi partisipasif yaitu yaitu

peneliti dalam hal ini menerapkan teknik memainkan peranan

partisispasif atau peserta dalam suatu kebudayaan. Peranaan yang

dimaikan bersifat pura – pura dan semata – mata dengan tujuan untuk

12
melalui partisipasi kultur terseburt dalam rangka mencari data – data

ilmiah yang dibutuhkan (Sanafiah,2001:21 – 26).

3.3.5 Definisi Operasional Variabel

3.3.5.5 Variabel Independen: Kompensasi Finansial (X1)

Martoyo (2007:70), Kompensasi Finansial merupakan kompensasi

yang biasanya diwujudkan dalam bentuk uang secara fisik. Indikator Finansial

terdiri dari:

a. Kompensasi Langsung

1. Pembayaran pokok (gaji, upah)

2. Pembayaran insentif (bonus, bagian keuntungan)

b. Kompensasi Tidak Langsung

1. Proteksi (asuransi, pasangan, sekolah anak)

2. Komisi diluar jam kerja (lembur, hari besar, cuti, sakit, cuti hamil)

3. Fasilitas (rumah, biaya pindah, kendaraan)

3.3.5.6 Variabel Independen: Kompensasi Non Finansial (X2)

Martoyo (2007:70), Kompensasi Non Finansial merupakan

kompensasi yang biasanya dapat berwujud dalam bentuk non fisik, tetapi

dilakukan dengan aspek psikologis, indikator kompensasi non finansial

adalah:

1. Kepercayaan

2. Promosi jabatan

3. Pengakuan atas prestasi.

13
3.3.6 Variabel Dependen: Kinerja (Y)

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau kelompok

orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab

masing – masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan

secara legal, tidak melanggar hukum sesuai dengan moral maupun etika.

Berdasarkan Dessler (2006), maka indikator yang digunakan yaitu:

a. Kualitas pekerjaan

b. Survei yang digunakan

c. Kehadiran

d. Kesehatan fisik

e. Percaya diri dalam pekerjaan

f. Kesadaran pada tugas yang dibebankan

g. Kemampuan mengambil keputusan

3.3.6.1 Instrumen Penelitian

Instrumen ini berupa koesioner yang berisi pertanyaan – pertanyaan

yang terstruktur. Intem – intem dalam koesioner ditujukan pada karyawan

khususnya sopir dan kernet PT. Yesseo Travel Pangkalan bun.

3.3.6.2 Uji Validitas dan Rehabilitas

 Uji Vadilitas

Uji vadilitas dilakukan untuk mengetahui apakah suatu instrumen alat

ukur telah menjalankan fungsi ukurnya.

 Rehabilitas

Untuk mengetahui sejauh man pengukuran dari suatu tes tetap

konsisten setelah dilakukan berulang – ulang terhadap subjek dan

dalam kondisi yang sama.

14
3.3.7 Model Analisis Data

penelitian ini akan menguji pengaruh independen yaitu kompensasi KF

dan KNF terdapat kinerja karyawan. Sehingga model analisis yang

digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan alat bantu program SPSS

versi 16.0. adapun langkah – langkah analisis penelitian ini adalah analisis

statistik deskriptif dan analisis sederhana (Sugiyono,2002).

3.3.7.1 Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif dilakukan dengan memberikan deskriptif

atau gambaran tentang karakteristik responden setra distribusi frekuensi

dengan menggunakan koesisoner atau angket penelitian yang telah diberikan

kepada responden sehingga diperoleh frekuensi, persentase, dan rata – rata

skor jawaban responden. Berdasarkan skor yang diperoleh kemudian di

analisis guna mengungkapkan fenomena yang terdapat pada setiap variabel

sesuai persepsi responden 9Sugiyono,2002).

3.3.8 Regresi Linear Berganda

Analisis ini untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila

nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan dan untuk

mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel

dependen apakah masing – masing variabel independen berhubungan positif

atau negatif.

Dalam penelitian ini, variabel dependen adalah kinerja karyawan, sementara

untuk variabel independen, peneliti menggunaka variabel

Kompensasi Finansial dan Kompensai Non Finansial. Jika dimasukan pada

formulasi regresi linear berganda, maka akan diperoleh persamaan nregresi berganda

sebagai berikut:

15
y=a+bX1+b2X2+e

keterangan:

y= Kinerja Karyawan

a= Konstanta

X1= Kompensasi Finansial

X2= Kompensasi Non finansial

b1,b2=Kompensasi regresi

e= Faktor pengganggu

Untuk menguji hipotesis keekmpat, digunakan uji perbedaan rata – rata (Independen

Sampels T Test). Priyanto (2010:32)

3.3.9 Penguji asumsi Klasik

Penguji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji

normalis, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

3.3.9.1 Uji Normalis

Model regresi yang baik adalah model yang memiliki distribusi

data normal atau mendekati normal. Tujuan uji normalis adalah

untuk menguji apakah variabel pengganggu atau residual memiliki

distribusi normal.

Menurut Ghozali (2011:160), ada dua cara untuk mendeteksi

apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan

analisis grafik dan analisis statistik.

16
3.3.9.2 Uji Multikolinieritas

Untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik

dimana adanya ketidak samaan

Untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi

antara variabel bebas (independen).

3.3.9.3 Uji Heterokedastisitas

Untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik

dimana adanya ketidak samaanvarian dari residual untuk semua

pengamatan pada model regresi.

3.3.9.4 Uji Autokorelasi

Untuk mengetahui korelasi yang terjadi antara observasi dalam

suatu variabel. Umumnya kasus aotokorelasi ini banyak terjadi

pada data Time Series, artinya kondisi sekarang dipengaruhi waktu

lalu.

17