Anda di halaman 1dari 7

DANA DESA: MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT MELALUI

OPTIMALISASI PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN

Predi M.Sinaga

Indonesia adalah salah satu Negara yang padat akan populasi penduduknya. Menurut data
yang dikeluarkan oleh Kemendagri Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Jumlah
Penduduk dan Kepala Keluarga Tahun 2018, penduduk di indonesia berjumlah kurang lebih
840 juta orang yang tersebar di 79.030 Desa/Kelurahan. Data ini menunjukkan bahwa jumlah
populasi pedesaan di Indonesia sangat berkembang pesat. Ironisnya, jumlah penduduk
indonesia yang sangat banyak tidak didukung oleh sarana dan prasarana desa yang memadai
dikarenakan minimnya realisasi pembangunan prasarana dan sarana di lingkungan
masyarakat.

Saat ini, tingkat kesejahteraan masyarakat desa masih menunjukkan angka dibawah rata rata,
artinya belum memenuhi kriteria untuk masuk dalam kategori masyarakat sejahtera. Hal ini
ditimbulkan oleh aparat desa yang kurang serius untuk melayani masyarakat dan kurang
memahami apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu diperlukan
kerjasama yang relevan antara kepala desa dengan perangkat desa dalam meningkatkan
kemajuan desa dan sama sama mengambil bagian dalam pengembangan pembangunan dan
program pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, berjaya
dan bersih dari narkoba.

Untuk memaksimalkan penggunaan dana desa dalam meningkatkan pembangunan dan upaya
pemberdayaan masyarakat dibutuhkan kerjasama yang displin antara perangkat Pemerintahan
Desa dalam pengelolaan dana tersebut. Selain itu setiap aparat pemerintahan desa harus
transparan terhadap masyarakat dalam melakukan pekerjaan tersebut karena pada dasarnya
dana desa adalah semata mata untuk memenuhi kesejahteraan rakyat. Hal ini juga akan
membuktikan komitmen aparat desa yang telah dipilih oleh rakyat.

Pembangunan dan pemberdayaan memiliki makna yang sama dan tujuan yang sama.
Pembangunan difokuskan terhadap benda yang tidak bergerak dan sangat dibutuhkan oleh
manusia, salah satunya pembangunan saluran irigasi. Sedangkan Pemberdayaan difokuskan
terhadap kebutuhan fisik masyarakat sendiri yaitu program pelatihan masyarakat,
penyuluhan, dan sosialisasi.
Program Pembangunan Desa

Dalam pasal 4 ayat (1) Permendes No.19 tahun 2017 tentang Penggunaan dana desa Tahun
2018 ditegaskan bahwa dana desa di prioritaskan untuk pembangunan desa. Dana desa
digunakan untuk membiayai pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan meminimalisir angka kemiskinan. Ada beberapa objek terdepan yang menjadi
target pembangunan desa diantaranya adalah lingkungan pemukiman dan akses transportasi,
prasarana pertanian, dan pendidikan.

Lingkungan Pemukiman dan Akses Transportasi

Lingkungan pemukiman mencakup pembangunan perumahan, pengadaan air bersih.


Pembangungan perumahan dengan didukung oleh pengadaan air bersih dan sanitasi dapat
mengatasi kesenjangan sosial dimasyarakat karena dengan adanya pembangunan yang seperti
itu tentunya masyarakat akan lebih sejahtera dan hal ini akan mengurangi angka kemiskinan
di masyrakat. Keberhasilan pembangunan pemukiman desa dapat juga diimbangi dengan
populasi masyakat desa. Sama pentingnya juga dengan pengadaan air bersih, objek ini juga
harus termasuk bagian dari pembangunan dana desa karena hal ini menyangkut pola hidup
masyarakat, seperti kita ketahui sekarang ini, kebanyakan aparat desa melalaikan pengadaan
air bersih sebagai perhatian utama karena menganggap bukan suatu hal yang rumit padahal
justru sebaliknya.

Pada sektor transportasi yang menjadi faktor utama pembangunan adalah akses jalan desa dan
jembatan. Jalan desa menjadi perhatian utama dikarenakan mayoritas kegiatan masyarakat
tidak lepas dengan yang namanya akses jalan. Hal ini juga akan menjadi daya tarik utama
bagi pengunjung yang ingin datang ke sebuah desa baik untuk berbisnis atau ingin
berdomisili. Bisa kita bayangkan jika sebuah desa tidak memiliki akses jalan yang bagus
maka akan berdampak langsung dengan kehidupan ekononomi masyarakat itu sendiri. banyak
sekali desa saat ini yang memiliki sungai sehingga pembangunan jembatan pun tidak boleh
disampingkan dalam memaksimalkan prasarana transportasi desa .
Prasarana Pertanian Untuk Jangka Panjang

Di sektor lain, prasarana pertanian juga membutuhkan perhatian khusus dari desa, salah
satunya saluran irigasi, pengalaman yang terpahit yang dialami masyarakat dalam bertani
adalah gagal panen yang disebabkan oleh kurangnya pasokan pengairan tanaman, khususnya
tanaman yang membutuhkan air dengan jumlah yang banyak, misalnya padi. Dalam hal ini
masyarakat tidak boleh disalahkan karena pergiliran musim. Dalam hal ini langkah yang
harus diambil oleh desa adalah pengadaan saluran irigasi dan embung air. Embung air akan
berguna sebagai pemasok air yang akan disalurkan melalui saluran irigasi, Sehingga
masyarakat tidak lagi khawatir dengan gagal panen oleh kurangnya pengairan. Hal yang
paling pentig yang harus kita ketahui adalah bahwa pembangunan prasarana pertanian
sekarang tidak hanya akan berguna saat ini, tetapi juga untuk jangka panjang.

Pengembangan Pendidikan

Pendidikan merupakan dasar dari segala ilmu pengetahuan, melalui proses pendidikan
seseorang bisa berguna bagi bangsa dan masyarakat. Oleh karena itu penggunaan dana desa
juga harus berdampak secara langsung terhadap pendidikan di suatu desa. Untuk itulah
sebagian dana desa harus dialokasikan untuk pembangunan sekolah, misalnya gedung belajar
PAUD, meskipun PAUD identik dengan bermain main, akan tetapi melalui proses bermain
tersebut pola pikir anak anak akan lebih berkembang dan akan lebih mudah bersosisalisasi.
Anak anak adalah tahap awal perkembangan. Oleh karena itulah perlu dilakukan persiapan
awal dalam wujud mendukung peningkatan sektor pendidikan skala kecil sesuai yang
dimaksudkan pada pembahasan sebelumnya. Bukan hal yang sulit untuk melakukannya jika
kita berpikir bahwa pendidikan adalah yang utama dalam berbangsa dan bernegara.

Dari ketiga sektor diatas yaitu sektor pemukiman dan transportasi, Prasarana pertanian dan
sektor pendidikan merupakan pembangunan yang umum harus dilaksanakan oleh setiap desa.
Dalam hal ini tidak ada sektor pembangunan yang dinomor duakan. Semua sektor
mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintahan desa termasuk sektor sektor yang lain
yang dikembangkan oleh desa baik itu sektor internal ataupun eksternal.
Program Pemberdayaan Masyarakat

Saat ini kita banyak menjumpai masyarakat yang terjebak dalam narkoba dan pergaulan
bebas. Hal ini merupakan masalah yang sangat rawan terjadi di masyarakat, khususnya
remaja dan orang dewasa. Sampai saat ini, narkoba menjadi musuh dari berbagai kalangan
masyarakat dikarenakan menjadi perusak bagi masa depan anak bangsa, Ironisnya, banyak
sekali konsumen narkoba yang berasal dari kalangan remaja sekolah dan diprediksi akan
meningkat setiap tahunnya. Akibat yang sering muncul dari permasalahan ini adalah banyak
remaja yang berhenti sekolah dan melakukan tindakan kriminal. Baik dari pemerintahan pusat
ataupun pemerintahan daerah berharap masalah ini dapat di

Selain itu banyak masyarakat yang unskilled karena kurangnya pelatihan, terkhusus
masyarakat yang sudah menempuh tahapan pendidikan. Mereka kesulitan untuk
mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka karena tidak dibekali oleh ilmu
pengetahuan, sehingga banyak masyarakat tidak berkembang dan kurang berpotensi di dunia
pekerjaan. Pelatihan adalah alternativ yang harus ditempuh oleh pemerintah desa untuk
meningkatkan pola pikir dan keterampilan masyarakat ,khususnya kaum muda supaya lebih
mandiri dan giat berkarya untuk bangsa dan negara.

Penyuluhan dan Sosialisasi masyrakat

Penyuluhan atau pun sosialisai ini yang dapat dilakukan oleh Pemerintahan Desa untuk
mengantisipasi Masyarakat desa dari narkoba dan pergaulan bebas adalah dengan melakukan
penyuluhan. Penyuluhan merupakan jalan yang mudah ditempuh karena dapat berhubungan
langsung dengan masyarakat dan mempermudah menampung aspirasi dari masyarakat.
Penyuluhan dapat juga dikombinasikan dengan permainan yang mendukung supaya tidak
menimbulkan rasa kebosanan terhadapa masyarakat. Penyuluhan dilaksanakan secara
bertahap supaya pemerintahan desa dapat melihat perkembangan yang terjadi dari setiap
prosesnya. Dalam melakukan penyuluhan tersebut tentunya pemerintahan desa harus
menghadirkan tokoh masyrakat yang relevan sebagai penunjang terlaksananya penyuluhan.
Keberhasilan dari upaya ini dapat diketahui dengan melihat statistik masyarakat yang
mengkonsumsi narkoba sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah penyuluhan dilaksanakan,
begitu juga dengan pergaulan bebas dan lainnya. Jika memang menunjukkan perubahan
positif , maka program pemberdayaan masyrakat sudah berhasil dalam satu sektor, dan hal ini
akan menjadi evaluasi untuk melaksanakan program desa berikutnya.

Program Pelatihan Masyarakat

Pola Pemberdayaan masyrakat saat ini harus lebih mengarah kepada peningkatan mutu
masyrakat. Mutu masyarakat dapat dikembangkan melalui pelatihan yang khusus pada
masyrakat. Dana desa tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dengan penyediaan prasara dan kelengkapan pembangunan, tetapi juga untuk melatih
kemampuan masyarakat lebih dalam supaya dapat menggunakan tenaga mereka untuk hal
yang berguna. Dalam hal ini program pelatihan menjadi aspek utama yang harus dilaksanakan
untuk mendukung program pengembangan pemberdayaan masyrakat. Sasaran pelatihan ini
bukan hanya masyarakat desa atau kelompok kelompok desa, tetapi juga mengarah kepada
perangkat desa. Baik masyarakat desa harus mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan
kemampuan masing masing, seperti yang umum saat ini adalah pelatihan menjahit dan
pelatihan memasak. Setiap orang yang mendapat pelatihan akan dapat meningkatkan
kesejahteraan secara mandiri dengan membuka usaha bermodalkan hasil pelatihan yang
didapatkan. Adapun target pelatihan yang kedua adalah Pelatihan Kelompok usaha,
khususnya Kelompok Tani, Perdagangan dan Peternakan. Kelompok ini perlu dibekali ilmu
yang memadai supaya mempunyai wawasan dalam mengembangkan setiap pekerjaan yang
mereka geluti. Dan yang lebih penting adalah setiap masyrakat dapat bekerja secara madiri
dan profesional, guna meningkatkatkan pendapatan dan kesejahteraan yang permanen.
Adapun manfaat dari pelaksanaan program ini adalah meningkatkan keterampilan setiap
warga desa dalam memanfaatkan setiap kemampuan yang mereka miliki untuk
mengahasilakan sesuatu yang berguna untuk desa dan dirinya sendiri. Kita mungkin sebagai
warga desa bertanya apakah perangkat desa mendapatkan pelatihan dari desa. Opini ini dapat
terjawab ketika kita memperhatikan rapat organisasi yang dilakukan secara bertahap oleh
desa. Realisasinya, perangkat desa juga mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kinerja
dalam pemerintahan desa. Pelatihan yang diberikan bahkan lebih spesifik seperti Manajemen
perkantoran, manajemen arsip, pengolahan data dan lain sebagainya. Jika dilihat dari sisi
Pekerjaan, pelatihan terhadap perangkat desa adalah hal yang harus lebih diutamakan karena
Perangkat Desa akan berkecimpung mengurus aset-aset desa serta memonitoring segala
sesuatu yang berhubungan dengan desa. Kita bisa bayangkan seandainya Perangkat Desa
yang bertanggung jawab terhadap urusan pemerintahan tidak memiliki skill yang bagus.
Sudah dapat dpastikan segala kegiatan pemerintahan desa akan berjalan tidak normal. Dan
yang merasakan akibat dari permasalahan seperti ini tetap juga masyarakat desa.

Dengan terlaksananya program Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat sebagai sasaran


dari dana desa, maka terlaksana juga kesejahteraan dan akan mengurangi angka kemiskinan.
Masyarakat akan lebih merasakan apa yang menjadi hak mereka dari pemerintah tanpa
mengabaikan kewajiban kewajiban tertentu. Dengan adanya program yang didanai oleh
APBN ini, sedikitnya akan membuahkan kemajuan yang besar bagi masyarakat dan juga
pemerintahn desa. Saya berharap juga untuk program desa tahap tahap berikutnya lebih
dipedomani cara penggunaannya dan pengawasannya supaya tidak terjadi penyimpangan
penyimpangan yang dapat mengakibatkan kesenjangan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

http://prodeskel.binapemdes.kemendagri.go.id/gjpenduduk_detil/

Kementrian Keuangan. 2018. Buku Pintar Dana Desa.Jakarta.


CURICULUM VITAE

Nama : Predi M. Sinaga

Alamat : Medan

NIM : 4172141029

Riwayat Pendidikan : 1. SD 176392 Urat II

2. SMP N 1 Palipi

3. SMA N 1 Palipi

4. Universitas Negeri Medan

Esai yang pernah dipublikasikan : Digital Content Management Sebagai Motor Utama
Perusahaan Indonesia Untuk Meningkatkan Daya Saing Di Taraf Internasional Menuju
Indonesia Power Of Super 2050.