Anda di halaman 1dari 4

SURAT PERJANJIAN PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG SEBAGAI

JAMINAN

PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG SEBAGAI JAMINAN

Perjanjian ini dibuat pada tanggal _____, oleh dan antara:


I. _____, bertempat tinggal di _____, dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya
sendiri, selanjutnya disebut “DEBITUR”.

II. PT _____, dalam hal ini bertindak melalui kantor cabangnya, dengan alamat Jalan
_____ selanjutnya disebut “BANK”.

Kedua belah pihak menerangkan terlebih dahulu:

Bahwa kedua belah pihak telah setuju untuk mengadakan pengalihan hak atas piutang-
piutang Debitur untuk menjamin pembayaran yang tepat pada waktunya atas setiap dan
seluruh jumlah uang yang sekarang atau di kemudian hari terutang dan wajib dibayar
oleh DEBITUR kepada BANK berdasarkan akta perjanjian kredit di bawah tangan
Nomor _____, Tanggal _____ beserta perubahan-perubahannya, (selanjutnya disebut
“Perjanjian Kredit”), dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1
DEFINISI

“Piutang” berarti setiap dan semua piutang dagang dalam bentuk dan dengan nama apa
pun baik yang ada sekarang maupun di kemudian hari yang timbul dari kegiatan usaha
DEBITUR.

PASAL 2
PENGALIHAN HAK

(A) Untuk menjamin pembayaran kembali utang pokok, bunga, dan seluruh jumlah
uang yang sekarang atau di kemudian hari akan terutang oleh DEBITUR kepada
BANK berdasarkan Perjanjian Kredit pada waktunya dan dengan sebagaimana
mestinya, DEBITUR dengan ini mengalihkan (men-cessie-kan) kepada BANK, dan
BANK menerima pengalihan hak DEBITUR atas Piutang.

(B) Atas permintaan BANK, DEBITUR terikat untuk menyerahkan kepada BANK atau
menyimpan untuk kepentingan BANK, surat-surat berharga, faktur-faktur dan
surat-surat lainnya yang merupakan bukti Piutang, dan DEBITUR akan mengendos
surat-surat berharga tersebut bilamana diminta oleh BANK.

(C) DEBITUR wajib dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya setiap
triwulan menyerahkan kepada BANK daftar Piutang untuk triwulan tersebut.

PASAL 3
PERNYATAAN DAN JAMINAN

DEBITUR menjamin BANK bahwa Piutang yang dialihkan (di-cessie-kan) kepada


BANK dalam akta ini adalah benar-benar aset DEBITUR sendiri, tidak ada orang atau
pihak lain yang turut mempunyai hak apa pun, tidak tersangkut dalam perkara/sengketa,
dan tidak berada dalam suatu sitaan, serta belum pernah diserahkan (di-cessie-kan) atau
dijadikan jaminan pembayaran utang dengan cara bagaimana pun dan kepada siapa pun.

PASAL 4
HAK-HAK DAN KEKUASAAN KREDITUR

(A)DEBITUR dengan ini memberi kuasa kepada BANK dengan hak substitusi, untuk
melakukan setiap dan semua tindakan atas nama DEBITUR guna melakukan
penagihan Piutang. Kuasa tersebut termasuk, tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:
(i) Tanpa pemberitahuan kepada DEBITUR, memberitahukan kepada debitur-
debitur yang wajib melunasi Piutang, bahwa Piutang tersebut telah dialihkan (di-
cessie-kan) kepada BANK dan meminta pembayaran langsung dari debitur-
debitur tersebut dan memberikan tanda-terimanya.
(ii) Tanpa pemberitahuan kepada DEBITUR memperpanjang waktu pembayaran
dan menentukan cara pembayaran Piutang.
(iii)Mengendos atas nama DEBITUR semua surat berharga dalam bentuk apa pun
yang berkenaan dengan Piutang.

(B)Kuasa tersebut dan kuasa-kuasa lain yang diberikan berdasarkan Akta ini tidak dapat
dicabut kembali dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian
Kredit, tanpa kuasa mana Perjanjian Kredit tidak akan dibuat dan kuasa tersebut
tidak akan berakhir karena sebab apa pun, termasuk sebab-sebab yang disebut dalam
Pasal 1813, 1814, dan 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

(C)Dalam hal diperlukan kuasa khusus untuk pelaksanaan pengalihan hak atas Piutang
ini, DEBITUR dengan ini secara tegas menyatakan bahwa kuasa ter-sebut, kata demi
kata, haruslah dianggap telah tercantum dalam akta ini.
PASAL 5
DOKUMEN

Atas permintaan BANK dari waktu ke waktu DEBITUR setuju dengan seketika dan
dengan cara sebagaimana mestinya akan menandatangani dan menyerahkan kepada
BANK setiap dan semua dokumen-dokumen yang mungkin diminta oleh BANK dalam
rangka mendapatkan manfaat dari hak-hak yang diberikan berdasar-kan Perjanjian ini,
dan Debitur berjanji untuk tidak melakukan sendiri tindakan-tindakan yang telah
dikuasakannya kepada BANK.

PASAL 6
PENGAWASAN

DEBITUR harus mengizinkan wakil-wakil BANK, pada setiap waktu selama jam kerja
DEBITUR, untuk memasuki pekarangan dan bangunan DEBITUR untuk memeriksa
buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen lain dari DEBITUR yang me-nurut
pertimbangan BANK perlu diperiksa guna mengawasi penanganan Piutang oleh
DEBITUR.

PASAL 7
PERISTIWA CIDERA JANJI

Jika terjadi peristiwa cidera-janji sebagaimana disebutkan dalam Perjanjian Kredit,


maka BANK berhak melakukan penagihan atas piutang tersebut dan menerima hasil
tagihannya untuk diperhitungkan dengan jumlah utang yang wajib dibayar oleh
DEBITUR kepada BANK. Dan, dalam hal demikian semua kewajiban DEBITUR
kepada BANK segera menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar dengan seketika atas
permintaan BANK sekalipun utang-utang tersebut belum jatuh tempo.

PASAL 8
PEMBAYARAN

Seluruh pembayaran yang diterima oleh BANK dari penagihan piutang, harus
dipergunakan oleh BANK untuk diperhitungkan dengan seluruh jumlah utang-utang
yang wajib dibayar oleh DEBITUR kepada BANK, namun DEBITUR tetap ber-
tanggung jawab untuk membayar sisa utang kepada BANK bila hasil tagihan Piutang
tidak cukup untuk melunasi seluruh utang DEBITUR kepada BANK.
PASAL 9
RETROCESSIE

Penyerahan hak atas Piutang yang tercantum dalam akta ini tetap berlangsung diantara
Para Pihak selama DEBITUR masih mempunyai suatu utang berdasarkan Perjanjian
Kredit, sehingga bilamana semua utang DEBITUR kepada BANK ber-dasarkan
Perjanjian Kredit sudah dibayar lunas seluruhnya dan secara sebagai-mana mestinya,
maka hak milik atas Piutang dengan sendirinya beralih kembali kepada DEBITUR
dengan cara BANK memberikan keterangan tertulis bahwa BANK tidak lagi
mempunyai tagihan atau tuntutan apa pun terhadap DEBITUR berdasar-kan Perjanjian
ini.

PASAL 10
DOMISILI

Mengenai Perjanjian ini dan segala akibatnya, Debitur memilih domisili yang umum
dan tetap di kantor Panitera Pengadilan Negeri _____ .

Demikianlah dengan maksud untuk terikat oleh hukum, kedua belah Pihak telah
menandatangani Perjanjian ini pada tanggal tersebut di atas.

DEBITUR BANK

________ ____

Anda mungkin juga menyukai