Anda di halaman 1dari 32

KONDENSOR PARSIAL (CD-01)

Tugas : Mengembunkan sebagian uap campuran yang keluar dari reaktor (R-01)
dari suhu 50,041 °C menjadi suhu 35 °C dengan pendingin Air pada
suhu 30 °C keluar suhu 40 °C dengan kecepatan umpan = 6744,44
kg/jam.

Tekanan Operasi (Pt) : 6,99 atm 2,986 atm (3,079 bar)

C2H4(g) C2H4(g)
C2H6(g) C2H6(g)
HCl(g) HCl(g)
C2H5Cl(g) C2H5Cl(g)
H2O(g) CDP H2O(g)
T1 = 50,041 °C T2 = 35 °C

Air Pendingin
Air Pendingin
t1 = 30 °C
t2 = 40 °C

Komponen BM kmol/jam kg/jam y


C2H4 28,04 18,161 509,231 0,146
C2H6 30,06 0,054 1,62 0,0004
HCl 36,51 18,161 663,054 0,146
C2H5Cl 64,55 85,753 5535,333 0,691
H2O 18,02 1,953 35,2 0,015
Total 124,082 6744,44 1

1. Menentukan Komposisi Tiap Zona dan Suhu Keluar Fluida Panas


Kondensasi dapat terjadi bila suhu operasi berkisar antara suhu embun dan suhu
didih. Dalam perhitungan ini bahan masuk kondensor parsial dapat dibagi menjadi 2
kelompok, yaitu:
1. Kelompok 1 : merupakan bahan uap yang tak dapat terembunkan.Terdiri dari C2H4,
C2H6, dan HCl
2. Kelompok 2 : merupakan bahan uap yang dapat diembunkan. Terdiri dari C2H5Cl,
dan H2O
Tekanan parsial bahan yang tak dapat terembunkan, sebagai berikut:
Pnc = Pt × yi
Dimana:
Pnc = tekanan parsial bahan yang tak dapat terembunkan (bar)
Pt = tekanan operasi total (bar)
yi = fraksi mol C2H4, C2H6 dan HCl pada fase gas

Pnc = 3,079 bar x 0,293


= 0,902 bar

Tekanan parsial bahan yang dapat terembunkan


Pcond = Pt − Pnc
Dimana:
Pcond = tekanan parsial bahan yang dapat terembunkan (bar)
Pcond = 3,079 bar - 0,902 bar
= 2,177 bar

Berikut merupakan bahan yang dapat terembunkan:


Komponen BM kmol/jam kg/jam zf

C2H5Cl 64,55 85,752 5535,333 0,977

H2O 18,02 1,953 35,198 0,023

Total 87,706 5570,531 1

a. Suhu embun
Yi
Suhu embun dihitung dengan cara iterasi sampai memperoleh Σxi = = 1.
Ki
Puap
Dimana Ki =
Pcond

Dengan hubungan:
Ki : Konstanta kesetimbangan = Puap /Pcond
Pcond : tekanan parsial bahan yang dapat mengembun [ bar ]
Puap : tekanan uap masingmasing komponen [ bar]

Komponen A B C D E

C2H5Cl 28,3448 -2078,8 -7,54 -1,64E-11 4,06E-06

H2O 29,8605 -3152,2 -7,30 2,42E-09 1,81E-06

(Yaws, "Chemical Properties Handbook")


Pcond : 2,177 bar

Tdew = 50,041oC = 323,041 K


B
Log Po = A + T + C Log T + D + ET2

P0
K=P (Yaws, "Chemical Properties Handbook")
cond

Dimana :

Po = Tekanan uap murni

K = Konstanta kesetimbangan fase uap cair

Mencari nilai Po dan K untuk C2H5Cl:


B
Log Po = A + T + C Log T + D + ET2

(−2078,8)
Log Po = 28,3448 + + (-7,54 x Log (323,041)) + (1,64.10-11)
323,041

+ 4,06.10-6(323,041)

Log Po = 3,4115

Po = 2579,3693 mmhg = 3,3939 atm = 3,5002 bar

P0
K=
P

3,5002
K=
2,177

K = 1,608

Untuk komponen yang lain dihitung dengan cara yang sama

Hasil perhitungan disajikan dalam bentuk tabel berikut:

log Puap Puap K=Puap/


Komponen Yi Xi
Puap (mmHg) (bar) pcond
C2H5Cl 0,977 3,566 2579,3693 3,5002 1,608 0,608
H2O 0,023 2,228 91,171 0,124 0,057 0,392
Total 1 1
b. Suhu didih
Suhu didih dihitung dengan cara iterasi sampai memperoleh Σyi = Xi.Ki = 1.
Dengan hubungan:
Ki : Konstanta kesetimbangan = Puap /Pcond
Pcond : tekanan parsial bahan yang dapat mengembun [ bar ]
Puap : tekanan uap masing masing komponen [ bar ]

Pcond = 2,177 bar


Tdidih = 308 K = 35 oC

Mencari nilai Po, K dan y untuk C2H5Cl


B
Log Po = A + T + C Log T + D + ET2

(−2078,8)
Log Po = 28,3448 + + (-7,54 x Log (308)) + (1,64.10-11)
308

+ 4,06.10-6(308)

Log Po = 3,215

Po = 1640,277 mmhg = 2,158 atm = 2,226 bar

P0
K =
P

2,226
K =
2,177

K = 1,02 bar

Untuk komponen yang lain dihitung dengan cara yang sama

Hasil perhitungan disajikan dalam bentuk tabel berikut :

log Puap Puap K=Puap/


Komponen Xi Yi
Puap (mmHg) (bar) pcond
C2H5Cl 0,977 3,411 1640,277 2,226 1,02 0,999
H2O 0,023 1,96 41,443 0,056 0,026 0,001
Total 1 1

Selanjutnya kondensor dapat dibagi menjadi 2 zona, yaitu :


1. Zona desuperheater, dari suhu masuk sampai suhu embun.
2. Zona kondensasi, dari suhu embun sampai suhu keluar. Zona kondensasi sediri
terdiri dari 2 subzona yaitu subzona 1 dan subzona 2.
Pada kondensasi, dalam perhitungan ini dibagi menjadi 2 subzona
Tdew = 50,041 oC = 323,041 K
T2 = 35 oC = 308 K

Jumlah subzone = 2
(308−323,041) K
Range suhu untuk setiap subzone = = -7,52 K
2
Suhu komponen uap cair keluar subzone 1, T = 323,041 K – 7,52 K
= 315,52 K = 42,52 oC

2. Menentukan Komposisi Uap dan Cair yang keluar dari Subzona 1


Komposisi uap dan cair dihitung dengan cara membuat neraca massa dan
kesetimbangan pada subzona 1. Berikut merupakan ilustrasi dari subzona 1, yaitu:

Dimana:
F = kecepatan mol umpan masuk zona (kondensabel), (kmol/jam)
L = kecepatan mol fase cair keluar zona, (kmol/jam)
V = kecepatan mol fase uap keluar zona, (kmol/jam)
xi = fraksi mol komponen pada fase cair
yi = fraksi mol komponen pada fase uap
zi = fraksi mol komponen pada umpan
Neraca massa bahan yang dapat terembunkan:
Kecepatan massa masuk – kecepatan massa keluar = akumulasi
F – L – V = 0 ........................................................................ (1)
Neraca massa komponen :
F . zf – L . xi – V. yi = 0 ....................................................... (2)
Kesetimbangan :
yi = Ki . xi ............................................................................. (3)
Definisikan R = V / F, maka L / F = (1 – R)
Persamaan (2) dibagi F dan disubstitusi ke persamaan (3) :
zf
xi =
R.Ki + (1-R)
Pada suhu tertentu dan tekanan tertentu V/F dihitung secara iterasi sampai diperoleh
∑xi = 1.

Pcond = 2,177 bar


T’ = 42,52 oC
R = 1,28.10-5 (Iterasi)

log Puap Puap K=Puap/


Komponen Zf xi
Puap (mmHg) (bar) Pcond
C2H5Cl 0,977 3,316 2069,191 2,759 1,267 0,977
H2O 0,023 1,793 62,134 0,083 0,038 0,023
Total 1 1

R = V/F = 1,28.10-5
Maka,V: 1,28.10-5 x 87,706 kmol/jam = 0,001 kmol/jam
L = F - V= 87,706 kmol/jam – 0,001 kmol/jam = 87,705 kmol/jam

Komposisi cair terdiri dari


Komponen BM kmol/jam kg/jam xi
C2H4 28,04 0 0 0
C2H6 30,06 0 0 0
HCl 36,51 0 0 0
C2H5Cl 64,55 85,751 5535,262 0,977
H2O 18,02 1,953 35,198 0,023
Total 87,704 5570,460 1

Komposisi fase uap dihitung dari Vi = Fi - Li


Fi = kecepatanmolmasing-masingkomponenpadaumpan (kmol/jam)
Li = kecepatan molmasing-masing komponenpada fase cair (kmol/jam)
Vi = kecepatanmolmasing-masing komponenpada fase uap (kmol/jam)
Hasil perhitungan komposisi uap, disajikan dalam bentuk tabel berikut:
Komponen BM kmol/jam kg/jam yi
C2H4 28,04 18,161 509,231 0,499
C2H6 30,06 0,054 1,622 0,001
HCl 36,51 18,161 663,054 0,499
C2H5Cl 64,55 0,001 0,071 3,02.10-5
H2O 18,02 2,50.10-5 0,0004 6,87.10-7
Total 36,377 1173,98 1

3. Menentukan komposisi uap dan cair yang keluar dari subzone 2


Komposisi uap dan cair dihitung dengan cara membuat neraca massa dan
kesetimbangan pada subzona 1.
Pcond = 2,177 bar
T2 = 35 oC
R = 4,553.10-7 (trial)
Puap Puap K=Puap
komponen Zf log Puap xi
(mmHg) (bar) /Pcond
C2H5Cl 0,977 3,215 1640,277 2,187 0,007 0,977
H2O 0,223 1,617 41,443 0,055 0,002 0,023
Total 1 1

R= V/F = 4,553.10-7
Maka,V: 4,553.10-7 x 87,706 kmol/jam = 3,99.10-5 kmol/jam
L = F - V= 87,706 kmol/jam – 3,99.10-5 kmol/jam = 87,706 kmol/jam

Komposisi cair, terdiri dari:


Komponen BM kmol/jam kg/jam xi
C2H4 28,04 0 0 0
C2H6 30,06 0 0 0
HCl 36,51 0 0 0
C2H5Cl 64,55 85,752 5535,331 0,977
H2O 18,02 1,953 35,198 0,023
Total 87,705 5570,46 1

Komposisi fase uap dihitung dari Vi = Fi - Li


Fi = kecepatanmolmasing-masingkomponenpadaumpan (kmol/jam)
Li = kecepatan molmasing-masing komponenpada fase cair (kmol/jam)
Vi = kecepatanmolmasing-masing komponenpada faseuap (kmol/jam)
Hasil perhitungan komposisi uap, disajikan dalam bentuk tabel berikut:
Komponen BM kmol/jam kg/jam yi
C2H4 28,04 18,161 509,231 0,499
C2H6 30,06 0,054 1,622 0,001
HCl 36,51 18,161 663,054 0,499
-5
C2H5Cl 64,55 3,905.10 0,003 1,073.10-6
H2O 18,02 8,894.10-5 1,603.10-5 2,445.10-8
Total 36,376 1173,910 1

Mol bahan yang mengembun dapat dihitung dengan persamaan berikut:


Pengembungan = mol komponen fase cair keluar subzone – mol komponen fase cair
masuk subzone
Xi C2H5Cl : 85,752 kmol/jam – 85,751 kmol/jam
: 0,001 kmol/jam
Xi H2O : 1,953 kmol/jam - 1,953 kmol/jam
: 2,412.10-5 kmol/jam

Komponen BM kmol/jam kg/jam yi


C2H4 28,04 0 0 0
C2H6 30,06 0 0 0
HCl 36,51 0 0 0
C2H5Cl 64,55 0,001 0,068 0,977
H2O 18,02 2,412.10-5 0,0004 0,023
Total 0,001 0,069 1

4. Menghitung beban panas total kondensor parsial (CDP-01)


Beban panas pada kondensor parsial dihitung dengan persamaan berikut:
Qtotal = Qds + Qsubzona1 + Q subzona2
Dimana:
Qtotal = beban panas total (kJ/jam)
Qds = beban panas pada zona desuperheater (kJ/jam)
Qsubzona1 = beban panas pada subzona 1 (kJ/jam)
Qsubzona2 = beban panas pada subzona 2 (kJ/jam)

a. Beban panas pada subzone 1


Beban panas pada zona dihitung dengan persamaan berikut:
Qsubzona1 = Qsg + Qv + Qsl
Dimana:
Qsubzona1 = beban panas pada subzona 1 (kJ/jam)
Qsg = beban panas untuk menurunkan suhu uap dari Tdew sampai T', (kJ /jam)
Qv = beban panas untuk pengembunan (kJ/jam)
Qsl = beban panas untuk menurunkan suhu embunan dari Tembunsampai T’ (kJ/jam)
a. Beban panas untuk menurunkan suhu fase uap dari Tembun sampai T’ (Qsg)
Suhu masuk subzona 1, Tdew = 50,041 °C = 323,041 K
Suhu keluar subzona 1, T’ = 42,52 °C = 315,52 K
Dihitung dengan persamaan:
Qsg = vi .Cpgi . (Tdew - T') (kJ/jam)
Kompone Cp dT ∑m . Cp dT
BM kmol/jam kg/jam
n (kj/kg.K) (kJ/jam)
C2H4 28.04 18.161 509.231 0.0016 6,225
C2H6 30.06 0.054 1.622 0.0019 0,023
HCl 36.51 18.161 663.054 0.0008 3,973
C2H5Cl 64.55 85.753 5535.334 0.001 42,987
H2O 18.02 1.953 35.198 0.0019 0,496

Total 124.082 6744.439 53,703

Jadi, Qsg = 53,703 kJ/jam

b. Beban panas untuk pengembunan


Komponen A n Tc
C2H4 19.986 0.431 282.36

C2H6 21.342 0.403 305.42

HCl 30.54 0.647 324.65

C2H5Cl 35.223 0.365 460.35

H2O 52.053 0.321 647.13

(Yaws, 1999)
𝑇
Dihitung dengan persamaan : hvap = A(1 − )^𝑛
𝑇𝑐
Dihitung dengan perhitungan :
Qv = Vi x Hvapi (λ)
Dimana:
Qv = beban panas untuk pengembunan (kJ/jam)
Vi = kecepatan massa masing-masing komponen pada fase uap(kg/jam)
hvapi (λ) = panas laten pengembuan (kJ/kmol)
panas laten pengembunan di evaluasi pada suhu masuk subzona1
T’ = 42,52 oC = 315,52 K
Komponen BM kmol/jam kg/jam λ[ kJ/kmol ] n. λ
C2H4 28.04 0 0 0 0

C2H6 30.06 0 0 0 0

HCl 36.51 0 0 0 0

C2H5Cl 64.55 85.753 5535.334 23094.689 1980430,76

H2O 18.02 1.953 35.198 41998.984 82035,93

Total 87.706 5570,531 2062466,7

Jadi beban panas pengembunan (Qv) sebesar 2062466,7 kJ/jam

a. Beban panas untuk menurunkan suhu embunan dari Tembun sampai T’


Qsl = mi . Cpli dT
Dimana:
Qsl = beban panas untuk menurunkan suhu embunan dari Tembunsampai T’ (kJ/jam)
mi = kecepatan massa masing-masing komponen pada fase cair (kg/jam)
Cpli = kapasitas panas masing-masing komponen pada fase cair (kJ/kmol.K)
Tembun = suhu pengembunan (K)
T’ = suhu komponen keluar subzona 1 (K)

Komponen A B C D
C2H4 25.597 0.571 -0.0034 8.41E-06

C2H6 38.332 0.410 -0.0023 5.93E-06

HCl 73.993 -0.129 -0.0001 2.64E-06

C2H5Cl 60.180 0.346 -0.0013 2.20E-06

H2O 92.053 -0.040 -0.0002 5.35E-07

Persamaan:
cpl = A + B T + C T2 + D T3
cpl : kapasitas panas fase cair [ kJ /kmol K ]
cpla , cplb , cplc, cpld , cple : konstanta
t : suhu operasi [ K ]

Suhu masuk subzone1, Tembun = 50,04 oC = 323,04 K


Suhu keluar subzona1, T’ = 42,52 oC = 313,52 K
Cp dT ∑m . Cp dT
Komponen BM kmol/jam kg/jam
(kj/kg.K) (kJ/jam)
C2H4 28.04 0 0 4.955 0

C2H6 30.06 0 0 4.249 0

HCl 36.51 0 0 3.029 0

C2H5Cl 64.55 85.753 5535.334 1.699 70706.072

H2O 18.02 1.953 35.198 4.173 1104.478

Total 87.706 5570.532 71810.550

Jadi, Qsl = 71810,550 kJ/jam

Sehingga beban panas pada subzone 1 :


Qsubzona1 = Qsg + Qv + Qsl
Qsubzona1 = (53,703+ 2062466,7 + 71810,550) kJ/jam
Qsubzona1 = 2134330,942 kJ/jam

b. Beban panas pada subzone 2


Beban panas pada zona dihitung dengan persamaan berikut:
Qsubzona2 = Qsg + Qv + Qsl
Dimana:
Qsubzona2 = beban panas pada subzona 1 (kJ/jam)
Qsg = beban panas untuk menurunkan suhu uap dari T’ sampai T2 (kJ /jam)
Qv = beban panas untuk pengembunan (kJ/jam)
Qsl = beban panas untuk menurunkan suhu embunan dari T’ sampai T2 (kJ/jam)

a. Beban panas untuk menurunkan suhu fase uap dari T’ sampai T2


Suhu masuk subzona 2, T’ = 42,52 °C = 315,52 K
Suhu keluar subzona 2, T2 = 35 °C = 308 K

Cp dT ∑m . Cp dT
Komponen BM kmol/jam kg/jam
(kj/kg.K) (kJ/jam)
C2H4 28.04 18.161 509.231 0.0016 6.143

C2H6 30.06 0.054 1.622 0.0018 0.022

HCl 36.51 18.161 663.054 0.0008 3.973

C2H5Cl 64.55 3.90E-05 0.003 0.0010 1.93E-05

H2O 18.02 8.89E-07 1.60E-05 0.0019 2.25E-07

Total 36.376 1173.910 10.138


Jadi, Qsg = 10,13829932 kJ/jam

b. Beban panas untuk pengembunan


Qv = Vi x hvapi
Dimana:
Qv = beban panas untuk pengembunan (kJ/jam)
Vi = kecepatan massa masing-masing komponen pada fase uap (kg/jam)
hvapi = panas laten pengembuan (kJ/kmol)
Panas laten pengembunan dievaluasi pada suhu masuk subzona 2
T2 = 35 oC = 308 K

Komponen BM kmol/jam kg/jam λ[ kJ/kmol ] n. λ


C2H4 28.04 0
0 0 0.000
C2H6 30.06 0
0 0 0.000
HCl 36.51 0
0 0 0.000
C2H5Cl 64.55 0,0011 0.068 23525.381 24.907

H2O 18.02 0,00002 0.0004 42302.402 1.02

0,00112 0.0687 25.927


Total

Beban panas untuk pengembunan (Qv) sebesar 25.927kJ/jam

c. Beban panas untuk menurunkan suhu embunan dari T’ sampai T2


Qsl = mi . Cpli dT
Dimana:
Qsl = beban panas untuk menurunkan suhu embunan dari T’sampaiT2 (kJ/jam)
mi = kecepatan massa masing-masing komponen pada fase cair (kg/jam)
Cpli = kapasitas panas masing-masing komponen pada fase cair (kJ/kmol.K)
T’ = suhu pengembunan (K)
T2 = suhu komponen keluar subzona 2 (K)
Suhu masuk subzona 2, T’ = 42,52°C = 315,5 K
Suhu keluar subzona 2, T2 = 35°C = 308 K
Cp dT ∑n . Cp dT
Komponen BM kmol/jam kg/jam
(kj/kg.K) (kJ/jam)
C2H4 28.04 0 0 4.697 0

C2H6 30.06 0 0 4.066 0

HCl 36.51 0 0 2.903 0

C2H5Cl 64.55 85.753 5535.331 1.677 69822.121

H2O 18.02 1.953 35.198 4.178 1105,96

Total 87.706 5570.529 70928.081

Jadi, Qsl = 70928,081 kJ/jam

Sehingga beban panas pada subzona 2:


Qsubzona2 = Qsg + Qv + Qsl
Qsubzona2 = (10,138 + 25.927 + 70928,081) kJ/jam

Qsubzona2 = 70964,146 kJ/jam

Sehingga beban panas total kondensor parsial – 01:


Qtotal = Qsubzona1 + Qsubzona2
= (2134330,942 + 70964,146) kJ/jam

= 2205295,089 kJ/jam

5. Menentukan kecepatan massa pendingin


Sebagai media pendingin digunakan air pendingin.
Suhu masuk, t1 = 30 °C = 303 K
Suhu keluar, t2 = 40 °C = 313 K
Kapasitas panas, Cp = 4,182 kJ/kg.K
Rapat massa, ρ = 994,08 kg/m3

Kecepatan massa pendingin yang diperlukan adalah sebagai berikut:


Qtotal
mair =
Cpair (t 2 − t1 )
Dimana:
mair = kecepatan massa air pendingin (kg/jam)
Qt = beban panas total (kJ/jam)
Cpair = kapasitas panas air (kJ/kg.K)
t1 = suhu air pendingin masuk (K)
t2 = suhu air pendingin keluar (K)
2205295,089 kJ/jam kg
mair = = 52737,45 jam
4,182 kJ/kg.K×(313 K−303 K)

6. Menentukan Beda Suhu Rerata (∆t)


a. Menentukan suhu air pendingin pada zona desuperheater
Diketahui:
Beban panas zona 1 (Q1) = 2134330,942 kJ/jam

Suhu pendingin keluar, (t2) = 40 oC = 313 K


kg
Massa air pendingin keluar (mair) = 52737,45 jam
Cp air pendingin = 4,182 kJ/kg.K
Suhu air masuk pada subzone 1

Q1
t′ = t 2 −
mair ⋅ Cpair
2134330,942 kJ /jam
t’ = 313 K −
52737,45 kg/jam × 4,182 kJ/kg. K
t’= 303,322 K = 30,322°C
Suhu air masuk pada subzone 2
t1 = 303 K = 30 0C

b. Menentukan LMTD tiap zona


Zona pengembunan
a. Subzone 1
oC =
Suhu umpan masuk (Tdew) = 50,041 323,041 K
oC =
Suhu air pendingin keluar (t2) = 40 313 K
oC =
Suhu umpan keluar (T’) = 42,52 315,52 K
oC =
Suhu air pendingin masuk (t') = 30,322 303,322 K

(Tdew − t 2 ) − (T′ − t′)


LMTD =
(T − t2)
ln dew
(T2 − t′)
(323,041 − 313) K − (315,52 − 303,322) K
LMTD =
(323,041 − 313) K
ln
(315,52 − 303,322) K
LMTD = 11,085 K
b. Subzone 2
o
suhu umpan masuk (T’) = 42,52 C = 315,52 K
o
suhu air pendingin keluar (t’) = 30,322 C = 303,322 K
o
suhu umpan keluar (T2) = 35 C = 308 K
o
suhu air pendingin masuk (t1) = 30 C = 303 K
(T′ − t′) − (T2 − t1 )
LMTD =
(T′ − t′)
ln
(T2 − t1 )
(315,52 − 303,322) K − (308 − 303) K
LMTD =
(315,52 − 303,322) K
ln
(308 − 303) K
LMTD = 8,071 K

Sehingga, beda suhu rerata dihitung dengan persamaan:


Qtotal
∆t =
∑Qi
(LMTDi )
2205295,089 kJ/jam
∆t =
2134330,942/jam 70964,147 kJ/jam
+ .
11,085 K 8,071 K
∆t = 10,953 K

7. Menentukan Koefisien Overall Heat Transfer Design (Ud)


Diprediksi berdasarkan tabel 10 -18, Ludwig, E.E., Applied Process Design for
Chemical and Petro Chemical Plant, Ed III,Gulf Publishing company, Houston, Texas
(1998), halaman 94. Pemilihan Ud untuk:
Hot fluid = Hydrocarbons with inerts
Cold fluid = Water
Range Ud = 30-75 BTU/jam.ft2.oF
Dipilih Ud = 50 BTU/jam.ft2.oF
= 0,284 kJ/m2 s K

8. Menentukan Luas Transfer Panas, Pemilihan Pipa dan Jumlah Pipa


a. Luas transfer panas
Qtotal
A=
Ud . ∆t
Dengan hubungan:
A : Luas transfer panas yang diperlukan (ft2)
Qt : Beban panas total (BTU/jam)
Ud : Koefisien overall heat transfer design(BTU/jam.ft2.oF)
∆t : Beda suhu rerata (oF)
kJ jam
2205925,089 𝑥[ s]
jam 3600
A= kJ = 197,241 m2
0,284 2 .×10,953 K
m 𝑠𝐾
b. Pemilihan pipa(tube)
Dari Kern, tabel 10, hal. 843 diperoleh:
Dipilih ¾ in OD, 14 BWG
Diameter luar tube, OD = 0,75 in = 0,0191 m
Diameter dalam tube, ID = 0,584 in = 0,0148 m
Luas permukaan: a’’ = π x Od
a’’ = 3,14 x 0,0191 m2/m = 0,06 m2/m
Panjang tabung (tube) :
Panjang tube standar 6 ft, 8 ft, 10 ft, 12 ft, 16 ft, 24 ft
Dari Toweler and Sinnott, “Chemical Engineering Design Principles”, Mc Graw Hill
New York, 2008, halaman 805 dipilih:
Panjang tube, L = 16 ft = 4,877 m

c. Jumlah tube
Jumlah tube yang diperlukan:
A
nt =
L x a"
197,241 m2
nt = = 676,142
m2
0,06 m × 4,877 m

d. Alat penukar kalor standar


Dari tabel 9, halaman 842, Kern diperoleh:
Diameter dalamshell, IDs = 29 in = 0,737 m
Jumlah tube, Nt = 692
Pass shell =1
Pass tube =2
Susunan = 3/4 in
Pitch = 15/16 triangular pitch
Diameter ekivalen, De = 0,55 in (Fig 28, hal 838, Kern)
Luas perpindahan kalor standar
A = nt x a" x L
A = 692 x 0,06 m2/m x 4,877 m = 201,867 m2
Koefisien perpindahan kalor standar:
Qtotal
Ud terkoreksi =
L x a" x Nt x ∆t
kJ 𝑗𝑎𝑚
2205925,089 jam 𝑥 [3600 𝑠 ] kJ
Ud terkoreksi = 2
= 0,277 2
201,867 m x 10,953 K m . s. K
9. Menentukan Koefisien Perpindahan Panas hi, hio, ho, Uc dan Rd
a. Subzona 1 untuk tube side, cold fluid, air

Luas aliran (at’):


At’ = π x Id2 /4

At’ = 3,14 x (0,015 m)2 /4

At’ = 0.0002 m2

Luas per pipa (at):


Nt x At′
at =
np
692 x 0,0002 m2
at = = 0,06 m2
2

Kecepatan massa pendingin (Gt):


kecepatan massa air
Gt =
at
kg 𝑗𝑎𝑚
52737,45 𝑥[ 𝑠]
jam 3600
Gt = = = 245,119 kg/m2.s
0,06 m2

Kecepatan linier pendingin (Vlin):


Gt
Vlin =
𝜌𝑎𝑖𝑟
kg
245,119 2
Vlin = 𝑚 . 𝑠 = 0,247 m
994,08 𝑘𝑔/𝑚3

Bilangan Reynold:
ID. Gt
Ret =
ηair
0,015 m x 245,119 kg/m2 𝑠
Ret =
0,0007 kg/m. s
Ret = 4943,178

Suhu rerata (tav):


𝑠𝑢ℎ𝑢 𝑎𝑖𝑟 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑧𝑜𝑛𝑒+𝑠𝑢ℎ𝑢 𝑎𝑖𝑟 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑧𝑜𝑛𝑒
Tav = 2
(313+303,322) 𝐾
Tav = = = 308,161 K= 35,0110C
2
4,2 𝑥 (1,35+0,02 𝑥 𝑡𝑎𝑣) 𝑥 𝑣𝑙𝑖𝑛0,2
hi =
𝐼𝑑 0,2
4,2 𝑥 (1,35+0,02 𝑥 35,011 𝐶) 𝑥 (0,247)0,2
=
(0,015)0,2
hi = 6,522 kJ/m2.s.K
ID
hio = hi × (OD)
kJ 0,015 m
= 6,522 m2 .s.K
x 0,019 m
= 5,078 kJ/m2.s.K

A. Subzona 1 untuk shell side, hot fluid, gas


Jarak buffle:
IDs 0,737 m
B= = = 0,246 m
np 3
Pitch = 0,024 m
Luas flow area (as):
Clearance (C’) = pitch – ODtube = 0,024 m – 0,019 m = 0,005 m
Luas aliran (as):
IDs. C′ . B
as =
Pt
0,737 m x 0,005 m x 0,246 m
as =
0,024m
2
as = 0,036 m

Kecepatan massa umpan (Gs):


Kecepatan massa fluida panas
Gs =
as
kg jam
6744,439 jam x [3600s]
Gs =
0,036 m2
Gs = 51,793 kg/m2 𝑠
Suhu rerata pada zone 1 (Tav):
Tdew + T' (323,041 + 315,52) K
Tav = = = 319,281 K
2 2

Untuk mencari viskositas campuran, kapasitas panas campuran, dan konduktivitas panas
campuran pada suhu 319,281 K dapat diperoleh dari Yaws, 1999:
Komponen A B C
C2H4 -3.985 0.387 -1.18E-04
C2H6 0.514 0.334 -7.11E-05
HCl -9.118 0.555 -1.11E-04
C2H5Cl 0.458 0.328 -1.25E-05
H2O -36.826 0.429 -1.62E-05
2
Dimana: µ = A + BT + CT
Komponen Mr y µ[ kg/ms ] y Mr^0.5 µ y Mr^0.5
C2H4 28.04 0.146 1.077E-05 0.775 8.343E-06

C2H6 30.06 0.0004 1.001E-05 0.002 2.386E-08

HCl 36.51 0.146 1.568E-05 0.884 1.386E-05

C2H5Cl 64.55 0.691 1.040E-05 5.552 5.774E-05

H2O 18.02 0.016 9.849E-06 0.067 6.582E-07

TOTAL 1 5.670E-05 7.281 8.063E-05

μ y Mr0,5
μav =
y Mr0,5
kg
8,063 x 10−5
m.s
=
7,281
kg
= 1,107 x 10−5 m.s
Sehingga didapat viskositas campuran = 1,107 𝑥 10−5 kg/m.s

Komponen MR kmol/jam kg/jam y Cp (kJ/kmol.K) y Cp


C2H4 28.04 18.161 509.231 0.146 45.577 6.671

C2H6 30.06 0.054 1.622 0.0004 55.675 0.024

HCl 36.51 18.161 663.054 0.146 29.091 4.258

C2H5Cl 64.55 85.753 5535.334 0.691 66.657 46.066

H2O 18.02 1.953 35.198 0.016 33.752 0.531

124.082 6744.439 57.551


Total 1

Σ 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎
Mr gas =
Σ mol
kg
6744,439 jam
= kmol
124,082 jam
= 54,355 kg/kmol

y cp
cpav =
Mr gas
kJ
57,551
kmol.K
= kg
54,355
kmol
cpav = 1,059 kJ/kg.K
Sehingga didapat kapasitas panas campuran = 1,059 kJ/kg.K

Komponen Mr y y Mr1/3 Kth (kJ/m.s.K) Kth y Mr^(1/3)

C2H4 28.04 0.146 0.445 2,303E-05 1,024E-05

C2H6 30.06 0.0004 0.001 2,460E-05 3,328E-08

HCl 36.51 0.146 0.486 1,551E-05 7,530E-06

C2H5Cl 64.55 0.691 2.772 1,272E-05 3,526E-05

H2O 18.02 0.016 0.041 2,062E-05 8,509E-07

Total 1 3.745 9,648E-05 5,391E-05

kth y Mr1/3
kthav =
y Mr1/3
kJ
5,391 x 10−5 m.s.K
=
3,745
kthav = 1,44 x 10−5 kJ/m s K
Sehingga didapat konduktivitas panas campuran = 1,44 x 10−5 kJ/m s K

Bilangan Reynold (Re):


De. Gs
Res =
ηbahan
0,014 m x 51,793 kg/m2 𝑠
Res =
kg
1,107 x 10−5 m. s
Res = 65335,171

Bilangan Prandtl:
cpav x μav
Pr =
kthav
kJ kg
1,059 x 1,107 x 10-5
kg.K m.s
= kJ
1,44 x10-5 m.s.K
= 0,815
Koefisien perpindahan kalor
Mencari nilai ho:
kthav
ho = 0,36 x xRe0,55 xPr1/3
De
kJ
1,44x10−5 m. s. K
ho = 0,36 x x(65335,171)0,55 x(0,815)1/3
0,014 m
ho = 0,154 kJ/m2.s.K

Koefisien perpindahan kalor gabungan pada subzone 1


Dihitung dengan persamaan:

ho (Tg - Tk) + Kg Mv λ (Pcond - Pk) = hio (Tk - tw) = Uc (Tg - tw)

Dengan hubungan:
hio : koefisien perpindahan kalor secara konveksi dalam tabung pada permukaan luar [
kJ /m2 s K ]
ho : koefisien perpindahan kalor konveksi dalam selongsong [ kJ/ m2s K ]
Kg : Koefisien transfer massa bahan dari gas ke embunan [ m /bar s ]
Mv : Massa molekul embunan [ kg /kmol ]
Pcond : Tekanan parsial bahan yang dapat mengembun [ bar ]
Pk : Tekanan uap embunan [ bar ]
Tg : suhu gas [ K ]
Tk : suhu embunan [ K ]
tw : suhu media pendingin [ K ]
λ : Panas laten pengembunan [ kJ /kg ]

Koefisien transfer massa Kg


Dihitung dengan persamaan:

𝐾𝑔=(ho ((𝑐𝑝𝑔𝑎𝑣 𝑘𝑡ℎ𝑎𝑣)/(µ𝑎𝑣) )^(1/3))/(𝑐𝑝𝑙 𝑝𝑔𝑓 𝑀𝑤((µ𝑙)/(ρ𝑙 𝐷𝑎𝑏) )^(1/3) )


(Kern, D.Q., Process Heat Transfer , halaman 343)

Dengan hubungan :
cpgav : kapasitas panas fase gas [ kJ/kg K ]
cpl : kapasitas panas embunan [ kJ /kg K ]
Dab : diffusivitas bahan kondensabel [ m2 / s]
ho : Koefisien perpindahan kalor pada selongsong [ kJ m2s K ]
kthav :konduktivitas thermal gas [ kJ /m s K ]
Mw : massa molekul uap [ kg /kmol ]
Pgf : Beda tekanan uap rerata [ bar ]
µav : viskositas rerata fase gas [ kg / m s ]
µl : viskositas embunan [ kg / m s ]
ρl : rapat massa embunan [ kg / m3 ]

Difusivitas:
Dihitung dengan persamaan:
𝐷𝑎𝑏=0.0166 𝑇^(3/2)/(𝑃𝑡(〖𝑣𝑎〗^(1/3)+〖𝑣𝑏〗^(1/3) )^3 )(1/𝑀𝑎+1/𝑀𝑏 )^(1/2)
Dengan hubungan :
Dab: diffusufitas [ ft2/jam ]
Ma : Massa molekul bahan yang mendifusi [ kg /kmol ]
Mb : Massa molekul bahan bahan inert [ kg /kmol ]
Pt : tekanan operasi [ atm]
va : volume molekular bahan yang mendifusu
vb : volume molekular bahan inert

Untuk perhitungan ini , bahan yang mendiffusi diwakili oleh C2H5Cl, dan bahan inert
dekati oleh HCl

Volume molekular C2H5Cl = 72,7


Volume molekular HCl = 28,3
Massa molekul bahan yang mendifusi M = 64,55 kg/kmol
Massa molekul bahan inert M = 36,51 kg/kmol
Tekanan operasi = 2,986 atm = 3,079 bar
Suhu kondensat (Tk) = 308,96 K (Trial)
Tekanan uap C2H5Cl, Pk = Puap = 2,062 atm = 2,126 bar
Pg'= Pt - Puap = 3,079 bar – 2,126 bar = 0,952 bar
Pg" = Pt - Pcond = 3,079 bar – 2,177 bar = 0,903 bar
Pg′ −Pg"
Pgf = Pg′
= 0,93 bar
ln( )
Pg"

Pada, Tk = 308,96 K
Panas laten pengembunan (Hvap) = 354,361 kJ/kg
Viskositas kondensat (µl) = 2,41 𝑥 10−4 kg/m.s
Kapasitas panas kondensat (cpl) = 44,008 kJ/Kg.K
Rapat massa kondensat (ρl) = 876,081 kg/m3
Mwv = 64,55 kg/kmol
Dab = 0,016 m2/s
10−4 kg
μl 2,41 x m. s
=
ρl x Dab kg
876,081 3 x 0,016 m2 /s
m

= 1,662 𝑥 10−5
ho x (Pr)1/3
Kg =
cpl x Pgf x (μl/(ρl Dab)1/3
kJ
0,154 m2.s.K x (0,815)1/3
Kg = kJ kg
44,008 x 0,93 bar x 64,55 x( 1,662 x 105 )1/3
kgK kgmol
Kg = 0,002 kmol/m2.bar

Ruas kiri :
ho (Tg -Tk) +Kg Mv λ(Pcond - Pk)
= 0,154 kJ/m2.s.K x (319,281 K – 308,958 K) + (0,002 kmol/m2.bar x 64,55 kg/kmol x
354,361 kJ/kg(2,177 bar – 2,126 bar)
= 4,05 kJ/m2.s

Ruas tengah :
hio (Tk- tw)
= 5,078 kJ/m2.s.K x (308,958 K – 308,161 K)
= 4,048 kJ/m2.s

Beda = Ruas kiri – Ruas Tengah


= 4,048 kJ/m2.s – 4,048 kJ/m2.s
Beda = 0 kJ/m2.s (target=0, di trial ke Tk)

Ruas kanan :
Uc (Tg - tw)
Ruas Kiri+Ruas Tengah
= ÷ (319,281 K − 308,161 K)
2
2
= 0,364 kJ/m .s.K

b. Subzone ke-2 untuk tube side, cold fluid, air


Suhu rerata (Tav):
suhu air masuk zone+suhu air keluar zone
Tav =
2
(303+303,322) 𝐾
Tav = = = 303,161 K = 30,1610C
2
4,2 x (1,35+0,02 x tav) x vlin0,8
hi =
Id0,2
4,2 x (1,35+0,02 x 30,161 C) x (0,247)0,8
=
(0,015)0,2
hi = 6,213 kJ/m2.s.K
ID
hio = hi × (OD)
kJ 0,015 m
= 6,213 𝑥 (0,019 m)
m2 .s.K
= 4,838 kJ/m2.s.K
c. Subzone ke-2 untuk shell side, hot fluid, gas
Suhu rerata pada subzone 2 (tav):
T' + T2 (315,52 + 308) K
Tav = = = 311,76 K
2 2

Untuk mencari viskositas campuran, kapasitas panas campuran, dan konduktivitas panas
campuran pada suhu 329,51 K dapat diperoleh dari Yaws, 1999:

Komponen A B C
C2H4 -3.985 0.387 -1.18E-04
C2H6 0.514 0.334 -7.11E-05
HCl -9.118 0.555 -1.11E-04
C2H5Cl 0.458 0.328 -1.25E-05
H2O -36.826 0.429 -1.62E-05
Dimana: µ = A + BT + CT2

Komponen Mr y µ[ kg/ms ] y Mr^0.5 µ y Mr^0.5


C2H4 28.04 0.499 1.053E-05 2.644 2.784E-05

C2H6 30.06 0.001 9.789E-06 0.008 7.963E-08

HCl 36.51 0.499 1.531E-05 3.017 4.619E-05

C2H5Cl 64.55 1.07E-06 1.016E-05 8.624E-06 8.761E-11

H2O 18.02 2.45E-08 9.534E-06 1.038E-07 9.896E-13

TOTAL 1 5.532E-05 5.669 7.411E-05

μyMr0,5
μav =
y Mr0,5
kg
7,411 x 10−5
m.s
=
5,669
kg
= 1,307 x 10-5 m.s
Sehingga didapat viskositas campuran = 1,307 x 10−5 kg/m.s
Komponen Mr kmol/jam kg/jam y Cp(kJ/kmol.K) y Cp
18.161 509.231
C2H4 28,04 0.499 45.577 22.754
0.054 1.622
C2H6 30,06 0.001 55.675 0.083
18.161 663.054
HCl 36,51 0.499 29.091 14.524
3.90E-05 0.003
C2H5Cl 64,55 1.07E-06 66.657 7.16E-05
8.89E-07 1.60E-05
H2O 18,02 2.45E-08 33.752 8.25E-07
36.376 1173.910
Total 1 230.752 37.361

Massa molekul gas (Mr)


Σ massa
Mr =
Σ mol
1173,910 kg/jam
=
36,376 kmol/jam
= 32,272 kg/kmol

y cp
cpav =
Mr
kJ
37,361
kmol.K
cpav =
32,272 kg/kmol
cpav = 1,158 kJ/kg.K
Sehingga didapat viskositas campuran = 1,158 kJ/kg.K

Komponen Mr y y Mr1/3 Kth (kJ/m.s.K) kthg y Mr^(1/3)


C2H4 28.04 0.499 1.517 2,217,E-05 3,363E-05

C2H6 30.06 0.001 0.005 2,348,E-05 1,083E-07

HCl 36.51 0.499 1.656 1,517,E-05 2,512E-05

C2H5Cl 64.55 1.07E-06 4.31E-06 1,222,E-05 5,262E-11

H2O 18.02 2.45E-08 6.41E-08 2,003,E-05 1,284E-12

Total 1 3.178 9,307,E-05 5,886E-05

kth y Mr1/3
kthav =
y Mr1/3
kJ
5,886 x 10−5
m.s.K
=
3,178
kthav = 1,852 x 10−5 kJ/m s K
Sehingga didapat konduktivitas panas campuran = 1,852𝑥 10−5 kJ/m s K

Σ 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎
Gs =
as
kg 𝑗𝑎𝑚
(1173,91 x[ ]
jam 3600𝑠
=
0,036 m2
Gs = 9,015 kg/m2s

Bilangan Reynold:
Bilangan Reynold (Re):
De. Gs
Res =
ηbahan
0,014 m x 9,015 kg/m2 𝑠
Res =
kg
1,307 x 10−5
m. s
Res = 9632,863

Bilangan Prandtl:
cpav x μav
Pr =
kthav
kJ kg
1,158kg.K x 1,307x10−5 m.s
= kJ
1,852x10−5 m.s.K
= 0,817

Koefisien perpindahan kalor


Mencari nilai ho:
kthav
ho = 0,36 x xRe0,55 xPr1/3
De
kJ
1,852x10−5 m. s. K
ho = 0,36 x x(9632,863)0,55 x(0,817)1/3
0,014 m
ho = 0,069 kJ/m2.s.K

Koefisien perpindahan kalor gabungan pada subzone 1


Dihitung dengan persamaan:

ho (Tg - Tk) + Kg Mv λ (Pcond - Pk) = hio (Tk - tw) = Uc (Tg - tw)

Dengan hubungan:
hio : koefisien perpindahan kalor secara konveksi dalam tabung pada permukaan luar [
kJ /m2 s K ]
ho : koefisien perpindahan kalor konveksi dalam selongsong [ kJ/ m2s K ]
Kg : Koefisien transfer massa bahan dari gas ke embunan [ m /bar s ]
Mv : Massa molekul embunan [ kg /kmol ]
Pcond : Tekanan parsial bahan yang dapat mengembun [ bar ]
Pk : Tekanan uap embunan [ bar ]
Tg : suhu gas [ K ]
Tk : suhu embunan [ K ]
tw : suhu media pendingin [ K ]
λ : Panas laten pengembunan [ kJ /kg ]

Koefisien transfer massa Kg


Dihitung dengan persamaan:

𝐾𝑔=(ho ((𝑐𝑝𝑔𝑎𝑣 𝑘𝑡ℎ𝑎𝑣)/(µ𝑎𝑣) )^(1/3))/(𝑐𝑝𝑙 𝑝𝑔𝑓 𝑀𝑤((µ𝑙)/(ρ𝑙 𝐷𝑎𝑏) )^(1/3) )


( Kern, D.Q., Process Heat Transfer , halaman 343 )

Dengan hubungan :
cpgav : kapasitas panas fase gas [ kJ/kg K ]
cpl : kapasitas panas embunan [ kJ /kg K ]
Dab : diffusivitas bahan kondensabel [ m2 / s]
ho : Koefisien perpindahan kalor pada selongsong [ kJ m2s K ]
kthav :konduktivitas thermal gas [ kJ /m s K ]
Mw : massa molekul uap [ kg /kmol ]
Pgf : Beda tekanan uap rerata [ bar ]
µav : viskositas rerata fase gas [ kg / m s ]
µl : viskositas embunan [ kg / m s ]
ρl : rapat massa embunan [ kg / m3 ]

Difusivitas:
Dihitung dengan persamaan:
𝐷𝑎𝑏=0.0166 𝑇^(3/2)/(𝑃𝑡(〖𝑣𝑎〗^(1/3)+〖𝑣𝑏〗^(1/3) )^3 )(1/𝑀𝑎+1/𝑀𝑏 )^(1/2)
Dengan hubungan :
Dab: diffusufitas [ ft2/jam ]
Ma : Massa molekul bahan yang mendifusi [ kg /kmol ]
Mb : Massa molekul bahan bahan inert [ kg /kmol ]
Pt : tekanan operasi [ atm]
va : volume molekular bahan yang mendifusu
vb : volume molekular bahan inert

Untuk perhitungan ini , bahan yang mendiffusi diwakili oleh C2H5Cl, dan bahan inert
dekati oleh HCl
Volume molekular C2H5Cl = 72,7
Volume molekular HCl = 28,3
Massa molekul bahan yang mendifusi M = 64,55 kg/kmol
Massa molekul bahan inert M = 36,51 kg/kmol
tekanan operasi = 2,986 atm = 3,079 bar
Suhu kondensat (Tk) = 304,089 K (Trial)
Tekanan uap C2H5Cl, Pk = Puap = 1,903 atm = 1,963 bar
Pg'= Pt - Puap = 3,079 bar – 1,903 bar = 1,176 bar
Pg" = Pt - Pcond = 3,079 bar – 2,177 bar = 0,903 bar
Pg′ −Pg"
Pgf = Pg′
= 1,034 bar
ln( )
Pg"

Pada, Tk = 304,089 K
Panas laten pengembunan (Hvap) = 354,361 kJ/kg
Viskositas kondensat (µl) = 2,52 𝑥 10−4 kg/m.s
Kapasitas panas kondensat (cpl) = 46,155 kJ/Kg.K
Rapat massa kondensat (ρl) = 882,54 kg/m3
Mwv = 64,55 kg/kmol
Dab = 0,016 m2/s
10−4 kg
μl 2,52x m. s
=
ρl x Dab kg
882,54 3 x 0,016 m2 /s
m

= 1,761 𝑥 10−5
ho x (Pr)1/3
Kg =
cpl x Pgf x (μl/(ρl Dab)1/3
kJ
0,069m2.s.K x (0,817)1/3
Kg = kJ kg
46,155kgK x 1,034 bar x 64,55 kgmol x ( 1,761 x 105 )1/3
Kg = 0,0008 kmol/m2.bar

Ruas kiri :
ho (Tg -Tk) +Kg Mv λ(Pcond - Pk)
= 0,0693 kJ/m2.s.K x (311,76 K – 304,089 K) + (0,008 kmol/m2.bar x 64,55 kg/kmol x
354,361 kJ/kg(2,177 bar – 1,963 bar)
= 4,489 kJ/m2.s

Ruas tengah :
hio (Tk- tw)
= 4,838 kJ/m2.s.K x (304,089 K – 303,161 K)
= 4,489 kJ/m2.s
Beda = Ruas kiri – Ruas Tengah
= 4,489 kJ/m2.s – 4,489 kJ/m2.s
Beda = 0 kJ/m2.s (target=0, di trial ke Tk)

Ruas kanan :
Uc (Tg - tw)
Ruas Kiri+Ruas Tengah
= 2
÷ (311,76 K − 303,161 K)
2
= 0,522 kJ/m .s.K

Koefisien perpindahan kalor gabungan(Uc)


Qt
Uc = Q1 Q2
+
Uc1 Uc2
2205295,089 kJ/jam
= 2134330,942 kJ/jam 70964,147 kJ/jam
0,364 kJ/m2.s K
+ 0,522 kJ/m2.s K
Uc = 0,368 kJ/m2.s.K

d. Faktor pengotor
1 1
Rd = +
Ud Uc
2
1 m .s.K/kJ 1 m2 .s.K/kJ
= +
0,277 0,368
= 0,89 m2.s.K/kJ

Faktor pengotor minimun (Rdmin)


Rdmin = 0,003 ft2.jam.F/Btu
= 0,529 m2.s.K/kJ

11. Penurunan tekanan


a. Penurunan tekanan untuk tube:
Dihitung dengan persamaan:
4f. Gt 2 . L. np
∆Pt =
2. ρ. de
Dengan hubungan:
f : Faktor friksi
Gt : Flux massa air [ kg / m2 s ]
Id : Diameter dalam tabung [ m ]
L : Panjang tabung [ m ]
np : Jumlah pass
ΔPt : Penurunan tekanan [ Pa ]
ρair : rapat massa [ kg /m3 ]
Faktor friksi (f)
f = 0,0014 + 0,125/𝑅𝑒 0,32
Kern, D.Q., halaman 53

f = 0,0014 + 0,125/(9632,863)0,32 = 0,008


4f. Gt 2 . L. np
∆Pt =
2. ρ. de
kg
4 x 0,008 . (245,119 m2. s)2 . 4,877 m x 2
∆Pt =
kg
2 x 1022,006 m3 x 0,015m
∆Pt = 2,536 kg.m.ms-2/m2
∆Pt = 2,536 Pa
Penurunan tekanan belokan:
V2
∆Pr = x ρg x np
2
m
(0,247 )2 kg
s
∆Pr = x 1022,006 m3 x2
2
∆Pr = 62,14 Pa
Penurunan tekanan total pada tabung:
ΔPT = ΔPt + ΔPr
ΔPT = 2,536 Pa + 62,14 Pa = 64,675 Pa
ΔPT max= 68928,571 Pa
ΔPT<ΔPT max

b. Penurunan tekanan untuk shell:


Dihitung dengan persamaan:
𝑓. 𝐺𝑠 2 . 𝐼𝐷𝑠. (𝑁 + 1)
∆Ps =
2. 𝜌. 𝐷𝑒
Kern, D.Q., halaman 273.

Dengan hubungan:
De : Diameter ekivalen [ m ]
f : Faktor friksi
Gs : Flux massa [ kg /m2 s ]
Ids : Diameter selongsong [ m]
( N +1 ) =Jumlah baffle
ΔPs : Penurunan tekanan [ Pa ]
ρf : Rapat massa embunan [ kg /m3 ]

Jumlah buffle
(N+1) = L/B
4,877 m
(N+1) = = 20
0,246 m
Bilangan Reynold:
0,014 m x 9,015 kg/m2.s
Re = kg = 9632,863
0,00001
m.s

Faktor friksi
Dihitung dengan persamaan:
0,264
f = 0,0035 + 𝑅𝑒 0,42
0,264
= 0,0035 + (9632,863)0,42
f = 0,009

Penurunan tekanan:
f. Gs 2 . IDs. (N + 1)
∆Ps =
2. ρ. De
kg
0,009 x (9,015 m2. s)2 x 0,737 m x 20
∆Ps =
kg
2 x 882,53, m3 x 0,014 m
∆Ps = 0,442 kg.m.ms-2/m2
∆Ps = 0,442 Pa
∆Ps max = 34464,286 Pa
ΔPs<ΔPs max
RINGKASAN PERHITUNGAN KONDENSOR PARSIAL (CD-01)

Tugas : Mengembunkan sebagian uap campuran yang keluar dari reaktor (R-01)
dari suhu 50,041 °C menjadi suhu 35 °C dengan pendingin Air pada
suhu 30 °C keluar suhu 40 °C dengan kecepatan umpan = 6744,44
kg/jam.

Type Alat : Shell and Tube Parsial Condensor

Pendingin : Air, T masuk = 30 °C


T air keluar = 40 oC
Massa air = 52737,45 kg/jam

Kondisi operasi : 3,079 bar = 2,986 atm

Luas transfer panas : 201,867 m2

Beban panas : 2205295,089 kJ/jam

Jumlah Pipa : 692 Pipa

Dimensi :

 Shell ID : 29 in = 0,737 m
Pass :2
Bahan : Stainless Steel SA-178 Grade C
 Pipa ID : 0,015 m
OD :0,0191 m

L : 16 ft = 4,877 m

Pass : 4
Bahan : Stainless Steel SA-178 Grade C

Jumlah Alat : 1 buah