Anda di halaman 1dari 35

Struktur Beton Dasar PS-0463

PS-0463

Npevm!. 14
Lentur
Lentur pada
pada Struktur
Struktur Beton
Beton Bertulang
Bertulang

Buku Guru

( Semester IV - BG : Kurikulum Berbasis Kompetensi )

Program Diploma Sipil FTSP-ITS


Jalan Menur 127 Surabaya 60116
Telp. (031)-5947637 Faks. (031)-5938025
Jogpsnbtj! Vnvn
Tujuan Instruksional Umum :
Mahasiswa dapat mendesain komponen struktur beton bertulang dengan beban
lentur.

Tujuan Instruksional Khusus :


Mahasiswa mampu menguraikan azas keseimbangan gaya-gaya dalam penampang
terlentur, menerapkan assumsi-assumsi dalam perhitungan, menguasai alur perhi-
tungan menurut SNI 03-2847-2002 atau ACI 318-1999, dan menguasai tata cara
perhitungan dalam desain dengan menggunakan tabel & grafik yang tersedia.

Posisi Modul ini dalam Garis Waktu Perkuliahan :


01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

% "
"""" % "
% "
% """""""""""""""""

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-2


Assumsi-assumsi pada Perilaku Dasar
1). Pada semua tingkat pembebanan berlaku :
a). Bidang-bidang datar dianggap tetap datar pada saat sebelum dan sesudah lenturan,
serta tetap tegak lurus pada sumbu konstruksi (azas Bernoulli).
b). Regangan-regangan arah memanjang pada penampang berbanding lurus dengan
jaraknya terhadap garis netral (azas Navier).
2). Kurva perilaku tegangan-regangan untuk baja tulangan sudah diketahui.
3). Kurva perilaku tegangan-regangan untuk beton sudah diketahui.
4). Kekuatan tarik beton diabaikan, dan semua tegangan tarik yang timbul dipikul sepenuhnya
oleh baja tulangan.
5). Perilaku tegangan-regangan baja tulangan dianggap sama, baik pada pembebanan tarik,
maupun tekan.
6). Dalam segala hal, slip (gelinciran) antara batang-batang baja tulangan dengan beton diang-
gap tidak terjadi.
7). Bagian luasan beton yang ditempati oleh baja tulangan sangat kecil, sehingga dianggap
dapat diabaikan.
Assumsi butir (a) dan (b) dari nomor (1) saling berhubungan. Banyak pengujian pada kom-
ponen beton bertulang menunjukkan, bahwa assumsi ini hampir mutlak benar pada
semua tingkat pembebanan, mulai nol sampai runtuh, asalkan tidak terjadi slip antara
batang-batang baja tulangan dengan beton, lihat assumsi nomor (6). Anggapan nomor (1)
butir (b) sangat akurat terutama di daerah tekan beton. Adapun bentuk kurva tegangan-
regangan beton dan baja tulangan sudah disampaikan di dalam modul-modul di depan.

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-3


Analisis Penampang Bertulangan Tunggal
εcu' k3 . fc' 0.85 fc'

C = k1 . k3 . fc' . b c C = 0.85 fc' . b a


k2 . c 0.5 a
c a

d garis netral M M
h

As
t
T = A s . fy T = As . fy
b εs
(a) (b) (c) (d)
C =T
0 .85 f c ' b ⋅ a = As f y ………...……………………………………….. ( 03-1 )
As f y
a= ………...………………….……………………………….. ( 03-2 )
0 .85 f c ' b
a
c= ………...………………….……………………………..……….. ( 03-3 )
β1

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-4


β1 = 0.85 .................................. bila : 0 < fc’ [ 30 MPa
β1 = 0.85 – 0.008 % ( fc’ – 30 ) .. bila : 30 < fc’ [ 55 MPa …...… ( 03-4 )
β1 = 0.65 .................................. bila : fc’ > 55 MPa
0.95

0.90

0.85
Koefisien β 1
0.80

0.75

0.70

0.65

0.60

0.55
10 20 30 40 50 60 70 80

Tegangan Silinder Beton f c ' [MPa]

⎛ a⎞ ⎛ a⎞ ………………………….… ( 03-5 )
M n = 0.85 f c ' a ⋅ b × ⎜ d − ⎟ = As ⋅ f y × ⎜ d − ⎟
⎝ 2⎠ ⎝ 2⎠
fy
Beton runtuh bila : εc’ m εcu’ ( = 0.003 ) ; Baja runtuh bila : εs m εy ( = )
Es

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-5


1. Bila beton runtuh tapi baja belum leleh, keadaan ini disebut keruntuhan tekan
(compression failure), dan ini terjadi pada penampang yang bertulangan kuat
(over-reinforced).
2. Bila keruntuhan beton bersamaan dengan lelehnya baja tulangan, ini disebut
keruntuhan seimbang (balanced failure), dan ini terjadi pada penampang yang
bertulangan seimbang (balanced reinforced).
3. Bila beton belum runtuh tapi baja sudah leleh, keadaan ini disebut keruntuhan
tarik (tension failure), dan ini terjadi pada penampang yang bertulangan
lemah (under-reinforced).

εcu' = 0.003

keruntuhan seimbang
keruntuhan tarik

( balanced )
garis netral keruntuhan
c1 tarik
cb
c2
garis netral balanced
h d garis netral keruntuhan
tekan
As keruntuhan tekan
t
εy = fy / Es
b

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-6


Bila diambil besaran baru :
A
ρ= s …………………………………………...…………………….… ( 03-6 )
b⋅d
ρ ⋅ fy
ω= ………………………………………...…………………….… ( 03-7 )
fc '
b ….…………………………………………...…………………….… ( 03-8 )
r=
d
dimana : ρ = rasio / persentase tulangan
As = luas penampang tulangan (mm2)
b = lebar penampang
d = tinggi manfaat penampang
fc’ = kuat tekan silinder beton 28 hari
fy = tegangan leleh baja tulangan
maka persamaan ( 03-5 ) akan menjadi :
⎛ ρd ⋅ f y ⎞
M n = ρ rd ⋅ f y ⎜ d −
2
⎜ ⎟⎟ = ω rd 3 ⋅ f c ' (1 − 0 .59 ω ) ………….… ( 03-9 )
⎝ 1 .7 f c ' ⎠
jika diambil :
R = ω ⋅ f c ' (1 − 0 .59 ω ) ………………………………………………..….… ( 03-10 )
maka persamaan ( 03-9 ) akan menjadi :
M n = Rrd 3 ……………..……………………………………………..….… ( 03-11 )

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-7


Perkiraan tinggi penampang didapatkan dari :
Mn
d = 3 ……………..……………………………………………..….… ( 03-12 )
R ⋅r
Persamaan ( 03-1 ) dapat dituliskan :
0 .85 f c ' ba = ρ bd ⋅ f y ……………………………………………..….… ( 03-13 )
maka :
⎛ fy ⎞
a = ρ d ⋅ ⎜⎜ ⎟⎟ …………………………………………………..….… ( 03-14 )
⎝ 0 . 85 f c ⎠
'
Substitusikan persamaan ( 03-14 ) pada ( 03-5 ) maka akan didapatkan :
⎧ ρ ⎛ fy ⎞ ⎫ ⎧ ρ ⎛ f y ⎞⎫
M n = ρ bd ⋅ f y ⎨ d − ⎜ ⎜ ⎟
⎟ d ⎬ = ρ bd ⋅ f y ⎨1 − ⎜⎜
2
⎟⎟ ⎬ .… ( 03-15 )
⎩ 2 ⎝ 0 .85 f c ' ⎠ ⎭ ⎩ 2 ⎝ 0 .85 f c ' ⎠ ⎭
bila :
fy
m= ………….………………………………………………..….… ( 03-16 )
0 .85 f c '
Mn ⎛ ρm ⎞
Rn = = ρ f y ⎜ 1 − ⎟ …………………………………………..….… ( 03-17 )
⎝ 2 ⎠
2
bd
maka :
1 ⎛⎜ 2 m ⋅ Rn ⎞
⎟ …………………………………………..….… ( 03-18 )
ρ= 1− 1−
m ⎜⎝ fy ⎟

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-8
Dari gambar pada halaman 6 di depan didapatkan :
0 .003 d
cb = ………..……………………………………………..….… ( 03-19 )
f
0 .003 + y
Es
Bila dimasukkan harga Es = 2 % 105 MPa maka persamaan ( 03-19 ) akan menjadi :
600 d
cb = ………..……………………………………………..….… ( 03-20 )
600 + f y
Syarat rasio tulangan minimum balok :
1 .4
ρ min = ……..………..……………………………………………..….… ( 03-26 )
fy
Syarat rasio tulangan maksimum balok :
ρ maks = 0 .75 ρ b ……..………..………………………………….……..….… ( 03-27 )
dimana :
fc ' 600
ρ b = 0 .85 β 1 × …………………………………………..….… ( 03-25 )
f y 600 + f y
sehingga :
fc ' 600
ρ maks = 0 .6375 β 1 × …………………………….……..….… ( 03-29 )
f y 600 + f y
Untuk struktur SRPMK ditetapkan : ρmaks = 0.025

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-9


Start

Data : fc', fy , b, d, As
Penampang
Analisis Penampang
Ambil : Es = 2 x 105 N/mm2

As 1.4
ρ= ; ρ min = ; ρmaks = Pers. ( 03-29 )
Tunggal
Bertulangan Tunggal

b⋅d fy

Tidak Apakah :
ρ ≥ ρ min ?
Alur Analisis
Bertulangan

Perbesar : ρ Ya

Apakah :
ρ ≤ ρ maks ? Perbesar : b & d
Tidak
Bagan Alur

Ya

As ⋅ f y
Hitung : a =
0.85 f c ' b
Bagan

⎛ a⎞
M n = As ⋅ f y ⎜ d − ⎟
⎝ 2⎠

Stop

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-10


Analisis Penampang Bertulangan Rangkap
εcu' 0.85 fc'
b
C1 = 0.85 fc' . b a C2 = As' . fy
t' a/2
As ' c a As'

= +

d - a/2
garis netral M1
h d

d - t'
M2
As As - A s ' As'
t
εs' T1 = ( As - As' ) . fy T2 = As' . fy
b εs
(a) (b) (c) (d) (e) (f)

Mn = Mn1 + Mn2 ……..………..…… ……………………………………..….… ( 03-30 )


⎛ a⎞
M n 1 = ( As − As ' ) f y × ⎜ d − ⎟ ……………………………………………..….… ( 03-31 )
⎝ 2⎠
( As − As ') f y ……..…………………………………...…………………..….… ( 03-32 )
a=
0 . 85 f c ' b
M n 2 = As ' f y × (d − t ' ) ……..…………………………………...………..…..….… ( 03-33 )
⎛ a⎞
M n = ( As − As ' ) f y × ⎜ d − ⎟ + As ' f y × (d − t ' ) ………….………..….… ( 03-34 )
⎝ 2⎠
Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-11
Persamaan ( 03-34 ) berlaku untuk baja tulangan tarik dan tekan yang sudah sama-sama
meleleh. Bila tulangan tekan belum leleh, maka persamaannya menjadi :

M n = (As f y − As ' f s ' )⎜ d − ⎟ + As ' f s ' (d − t ' )


⎛ a⎞ ………….……….… ( 03-35 )
⎝ 2⎠
As f y − As ' f s ' ………….………………………………….…….… ( 03-36 )
a=
0 . 85 f c ' b
Tulangan tekan leleh bila :
f
ε s '≥ y ……..…………..……………………………………………..….… ( 03-37 )
Es
Sedangkan :
0 .003 × (c − t ')
εs'= ..…………………………………….……..……….… ( 03-38 )
c
Karena :
a ( As − As ') f y (ρ − ρ ') f y ⋅ d
c= = = ………………………..….… ( 03-39 )
β 1 β 1 × 0 .85 f c ' b β 1 × 0 .85 f c '
Substitusikan persamaan ( 03-39 ) pada ( 03-38 ), didapatkan :
⎧⎪ 0 .85 β 1 ⋅ f c ' t ' ⎫⎪
ε s ' = 0 .003 × ⎨1 − ⎬ …………………………….……..….… ( 03-40 )
⎪⎩ (ρ − ρ ') f y ⋅ d ⎪⎭

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-12


Substitusikan persamaan ( 03-40 ) pada ( 03-37 ), didapatkan :
0 .85 β 1 ⋅ f c ' t ' 600
ρ − ρ '≥ × …………………………….……..….… ( 03-41 )
fy ⋅d 600 − f y
Kalikan persamaan ( 03-40 ) dengan Es = 2 x 105 N/mm2 akan didapatkan :
⎧⎪ 0 .85 β 1 ⋅ f c ' t ' ⎫⎪
f s ' = 600 × ⎨1 − ⎬ …………………………….……..….… ( 03-42 )
⎪⎩ (ρ − ρ ') f y ⋅ d ⎪⎭

Persamaan ( 03-42 ) ini dapat dipergunakan sebagai pendekatan awal harga tegangan baja
tulangan tekan dalam pemeriksaan kompatibilitas regangan bila tulangan tekan tidak me-
leleh.
Rasio atau persentase tulangan pada saat terjadinya keruntuhan seimbang pada penam-
pang dengan tulangan rangkap ditentukan di dalam Article 10.3.2 PCA sbb. :
f sb '
ρb = ρb + ρ ' ……………………………………...………….……..….… ( 03-43 )
fy
dimana : ρb = rasio tulangan yang menimbulkan keruntuhan seimbang pada penam-
pang dengan tulangan tarik saja
ρ’ = rasio tulangan tekan = As’ / b.d
fsb’ = tegangan pada tulangan tekan pada saat terjadinya keruntuhan seimbang

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-13


Perhatikan gambar di depan :
cb − t ' ⎛ t' ⎞
ε sb ' = × ε cu ' = ⎜⎜ 1 − ⎟⎟ × 0 .003 …………………….……..……….… ( 03-44 )
c ⎝ cb ⎠
Substitusikan nila cb menurut persamaan ( 03-20 ) pada persamaan ( 03-44 ), dan kemu-
dian kalikan dengan Es = 2 x 105 N/mm2 akan didapatkan fsb’ :
f s ' = 600 − (600 + f y ) ≤ f y
t'
………………………………….……..….… ( 03-45 )
d
Batas maksimum rasio tulangan tarik pada penampang dengan tulangan rangkap ditentu-
kan oleh SNI 03-2847-2002 di dalam Pasal 12.3 Ayat (3), yaitu dengan cara mengalikan
persamaan ( 03-43 ) di atas dengan 0.75. Hanya suku pertamanya saja dari ruas kanan
persamaan ( 03-43 ) yang dikalikan dengan 0.75, sedangkan suku keduanya tidak, sebagai
berikut :
f ' f ' 600 f ' ……..….… ( 03-46 )
ρ maks = 0 .75 ρ b + ρ ' sb = 0 .6375 β 1 c × + ρ ' sb
fy f y 600 + f y fy
dengan fsb’ ditentukan menurut persamaan ( 03-45 ).

Tabel berikut ini menyampaikan harga ρmaks untuk penampang dengan tulangan rangkap
pada berbagai kombinasi fc’ , fy , dan ρ’ :

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-14


Tabel harga rasio tulangan tarik maksimum ρmaks untuk penampang
dengan tulangan rangkap

Rasio tulangan tekan : ρ’


fc’ [MPa] fy [MPa]
0.0000 0.0050 0.0075 0.0100 0.0125 0.0150
240 0.03225 0.03725 0.03975 0.04225 0.04475 0.04725
20 276 0.02689 0.03189 0.03439 0.03689 0.03939 0.04189
300 0.02408 0.02908 0.03158 0.03408 0.03658 0.03908
240 0.04032 0.04532 0.04782 0.05032 0.05282 0.05532
25 276 0.03362 0.03862 0.04112 0.04362 0.04612 0.04862
300 0.03010 0.03510 0.03760 0.04010 0.04260 0.04510
240 0.04838 0.05338 0.05588 0.05838 0.06088 0.06338
30 276 0.04034 0.04534 0.04784 0.05034 0.05284 0.05534
300 0.03612 0.04112 0.04362 0.04612 0.04862 0.05112

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-15


Bagan Alur Analisis Penampang
Bertulangan Rangkap

Start

Apakah :
Data : fc', fy , b, d, t', As , As' Tidak Ya
0.85β1 f c ' t ' 600
Ambil : Es = 2 x 105 N/mm2 ρ − ρ'≥ × ?
fy ⋅d 600 − f y

As A' 1.4
ρ= ; ρ ' = s ; ρ min = ; ρmaks = Pers. ( 03-46 ) ⎧⎪ 0.85β1 f c ' t ' ⎫⎪ Tul. Tekan leleh :
b⋅d b⋅d fy f s ' = 600⎨1 − ⎬
⎪⎩ (ρ − ρ ') f y ⋅ d ⎪⎭ fs' = fy

Tidak Apakah :
ρ ≥ ρ min ?
As f y − As ' f s '
Hitung : a =
Perbesar : ρ Ya 0.85 f c ' b

Apakah : Perbesar
ρ ≤ ρ maks ?
M n = (As f y − As ' f s ')⎜ d − ⎟ + As ' f s ' (d − t ')
penampang ⎛ a⎞
Tidak
⎝ 2⎠

Ya
Stop

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-16


3URJUDP.RPSXWHUXQWXN0HQJKLWXQJ
)DNWRU0RPHQ3HQDPSDQJ6HJL(PSDW
%HUWXODQJDQ5DQJNDS
εcu' 0.85 fc'

Lapisan ke - 1 Cs = As' fs'


t' Lapisan ke - 10
seluruh tinggi penampang dibagi menjadi

As' = δ.ρ.b.d Lapisan ke - i εci fci cci ecs


n hingga lapisan-lapisan tipis

Lapisan ke - k ecci
garis netral d
terletak di bawah
h lapisan ke - k
M ets

As = ρ.b.d
Lapisan ke - 90
t Lapisan ke - 100

εs'
b εs Ts = As fs

As A'
Rasio tulangan tarik : ρ = Rasio tulangan tekan - tarik : δ = s
b⋅d As
k − i + 0 .50
Regangan serat pada lapis ke - i : ε i = × ε cu '
k + 0 .50
Jarak garis pusat berat lapisan ke – i ke garis netral : ecci = (k − i + 0 .50 )× t lapisan

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-17


Tegangan, fc Tegangan, fs

Beton Linier
Baja Tulangan
fc "
0.15 fc"
Y

fci ⎧⎪ 2ε ⎛ ε c ⎞ ⎫⎪
2
fs
fc = fc " ⎨ c
− ⎜⎜ ⎟⎟ ⎬
⎪⎩ o ⎝ ε o ⎠ ⎪⎭
ε
Regangan, εc Regangan, εs

ε0 = 2 fc"/Ec εcu' = 0.0038


εci εs

Hitung gaya tekan beton pada setiap lapisan, dari : i = 1 s/d. k ; c ci = f ci ⋅ b ⋅ t lapisan
k
Total gaya tekan beton : C c = ∑ c ci
i =1

Regangan baja tulangan tekan : ε s ' = ε 10 Tegangan baja tulangan tekan : f s ' = ε s '× E s
Gaya oleh tulangan tekan : C s = δ ⋅ ρ ⋅ bd ⋅ f s '
Regangan baja tulangan tarik : ε s = ε 90 Tegangan baja tulangan tarik : f s = ε s × E s
Gaya oleh tulangan tarik : Ts = ρ ⋅ bd ⋅ f s
Letak grs. netral adalah sedemikian sehingga dipenuhi syarat keseimbangan : C c + C s = Ts

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-18


Bila : Cc + Cs > Ts ¨ naikkan grs. netral
Cc + Cs < Ts ¨ turunkan grs. netral
k
Momen pada keadaan seimbang ini : M n = ∑ c ci ⋅ eci + C s ⋅ ecs + Ts ⋅ ets ….… ( 03-56 )
i =1
Mn
Dan faktor momennya : FM = ………………………………………..… ( 03-57 )
b⋅d2

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-19


),/(287387.%287

DATA KAPASITAS & DAKTILITAS PENAMPANG BALOK .011 .301571E+01 8.1408


------------------------------------------- .012 .327339E+01 7.5411
.013 .352729E+01 6.8460
.014 .377569E+01 6.2571
Teg. Beton, fc [MPa] = 16.60 .015 .402356E+01 5.7524
Reg. Batas Beton = .003623 .016 .426853E+01 5.3156
Teg. Leleh Baja, fy [MPa] = 300.00 .017 .451060E+01 4.9341
Mod. Elastisitas Baja [MPa] = .2000E+06 .018 .474975E+01 4.5985
Reg. Batas Baja = .030000 .019 .498600E+01 4.3011
Delta = .3000 .020 .521935E+01 4.0360
Faktor Reduksi Kapasitas = 1.0000 .021 .544979E+01 3.7984
Banyaknya Layer = 200 .022 .567732E+01 3.5844
Letak Layer Baja Tekan = 20 .023 .590195E+01 3.3906
Letak Layer Baja Tarik = 180 .024 .612366E+01 3.2146
.025 .634247E+01 3.0540
.026 .655839E+01 2.9069
---------------------------------- .027 .676664E+01 2.7719
RHO FKAP DAKTILITAS .028 .697653E+01 2.6475
[* BD^2] .029 .718351E+01 2.5325
---------------------------------- .030 .738760E+01 2.4260
.031 .758876E+01 2.3272
.005 .142592E+01 15.0042
.006 .169409E+01 13.1088
.007 .196058E+01 11.6613
.008 .222574E+01 10.5139
.009 .248986E+01 9.5789
.010 .275313E+01 8.8004

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-20


L atihan S
Latihan oal-soal
Soal-soal
1. Hitunglah kemampuan pikul momen ultimate penampang balok bertulangan tunggal 4 D22.
Ukuran penampang : b = 25 cm, h = 45 cm, dan t = 5 cm. Beton : K-250 dan baja : U-28.

Jawab : Beton K-250 : fc’ = 0.83 % 25 = 20.75 MPa


Baja U-28 : fy = 280 MPa
π × 22 2
Luas tulangan : AS = 4 × = 1520.53 mm2
4
Tinggi effektif penampang : d = h – t = 45 – 5 = 40 cm = 400 mm
A 1520 .53
Hitung : ρ = S = = 0.0152
b ⋅ d 250 × 400
1.40 1.40
Hitung : ρ min = = = 0.005
fy 280
f ' 600 20 .75 600
Hitung : ρ maks = 0.6375 β1 × c × = 0.6375 × 0.85 × × = 0.0274
f y 600 + f y 280 600 + 280
Periksa : Apakah ρmin [ ρ [ ρmaks ?
0.005 < 0.0152 < 0.0274 ? ¨ OK.
AS f y 1520 .53 × 280
Tinggi blok tegangan tekan beton : a = = = 96.56 mm
0.85 f c ' b 0.85 × 20 .75 × 250

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-21


⎛ a⎞ ⎛ 96 .56 ⎞
Momen nominal : M n = AS f y ⎜ d − ⎟ = 1520 .53 × 280 ⎜ 400 − ⎟ = 149 744 227 N.mm
⎝ 2⎠ ⎝ 2 ⎠
Momen ultimate : M u = ϕ ⋅ M n = 0.80 × 149744227 = 119 795 382 N.mm = 11.98 ton.m

Bila digunakan cara tabel ¨ Lihat Tabel C-02 :


Mn
FM = ¨ Mn = FM % b·d 2
b⋅d 2

ρ Harga FM pada δ = 0
Harga FM pada ρ = 0.0152 didapatkan dengan interpo-
lasi linier sebagai berikut :
0.015 3.72476
0.0152 − 0.015
0.0152 ? FM = 3.72476 + × (3.93852 − 3.72476 )
0.016 − 0.015
0.016 3.93852
= 3.767512
Momen nominal : Mn = 3.767512 % 250 % 4002 = 150 700 480 N.mm = 15.07 ton.m
Momen ultimate : ϕ % Mn = 0.80 % 15.07 = 12.06 ton.m

Kalau dibandingkan hasilnya, maka perhitungan dengan tabel menunjukkan nilai kemampu-
an momen yang lebih besar daripada yang dihasilkan oleh perhitungan tangan sebesar :
12 .06 − 11 .98
= × 100 % = 0.67 %
11 .98

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-22


2. Rencanakanlah balok beton bertulangan tunggal untuk memikul beban momen ultimate :
Mu = 25.12 ton.m. Beton : K-300 dan baja : U-24.

Penyelesaian : Beton K-300 : fc’ = 0.83 % 30 = 24.90 MPa


Baja U-24 : fy = 240 MPa
1.40 1.40
Hitung : ρ min = = = 0.00583
fy 240
f ' 600 24 .90 600
Hitung : ρ maks = 0.6375 β1 × c × = 0.6375 × 0.85 × × = 0.04016
f y 600 + f y 240 600 + 240
fy 240
Persamaan ( 03-16 ) : m = = = 11 .3395
0.85 f c ' 0.85 × 24 .90
Taksir : b = 250 mm, h = 400 mm ¨ d = 0.9 % 400 = 360 mm
Mn Mu 25 .12 × 10 7
Persamaan ( 03-17 ) : Rn = = = = 9.6914
b ⋅ d 2 ϕ ⋅ b ⋅ d 2 0.80 × 250 × 360 2
1 ⎧⎪ 2 m ⋅ Rn ⎫⎪ 1 ⎧ 2 × 11 .3395 × 9.6914 ⎫
Persamaan ( 03-18 ) : ρ = ⎨1 − 1 − ⎬ = × ⎨ 1 − 1 − ⎬
m ⎪⎩ f y ⎪⎭ 11 .3395 ⎩ 240 ⎭
= 0.0626 > ρmaks ( = 0.04016 ) ¨ Tidak O.K.
Perbesar penampang !

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-23


3
Taksir : b = 350 mm, h = × 350 = 525 mm ¨ d = 0.9 % 400 = 360 mm
2
Mn Mu 25 .12 × 10 7
Rn = = = = 3.9763
b ⋅ d 2 ϕ ⋅ b ⋅ d 2 0.80 × 350 × 475 2
1 ⎧⎪ 2 m ⋅ Rn ⎫⎪ 1 ⎧ 2 × 11 .3395 × 3.9763 ⎫
ρ = ⎨1 − 1 − ⎬= × ⎨1 − 1 − ⎬ = 0.0185 < ρmaks
m ⎪⎩ f y ⎪⎭ 11 .3395 ⎩ 240 ⎭
( O.K.)
Tulangan : As = ρ.b.d = 0.0185 % 350 % 475 = 3075.62 mm2 ¨ Pakai : 8 D22
As ada = 3041 mm2
Periksa jarak bersih antar batang tulangan :
35 − 2 × 3.50 − 8 × 2.20
h s s= = 1.49 cm < 3.50 cm
7
35 mm 35 mm Jarak terlalu kecil ¨ Pemasangan 8 D22 tidak bisa sebaris !

8 D22
Coba 2 baris @ 4 D22 seperti
b = 35 cm gambar di samping :
35 − 2 × 3.50 − 4 × 2.20 h s
d = 47 cm
Jarak antar tulangan : s = 35 mm 35 mm
3

50 mm
= 6.40 cm > 3.50 cm ¨ O.K. 35 mm

8 D22
b = 35 cm

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-24


Pertahankan tinggi manfaat d ¨ maka hitung h :
1
h = 47 .50 + × 3.50 + 2.20 + 5.00 = 56 .45 ≈ 57 cm
2
Bila digunakan cara tabel : b = 350 mm & d = 475 mm :
Mn Mu 25 .12 × 10 7
Faktor momen : FM = = = = 3.9763
b ⋅ d 2 ϕ ⋅ b ⋅ d 2 0.80 × 350 × 475 2
Pakai Tabel C-03 untuk δ = 0.00 ;
3.9763 − 3.89689
ρ = 0.018 + × (0.019 − 0.018 ) = 0.018417
4.08722 − 3.89689
Tulangan : As = ρ.b.d = 0.018417 % 350 % 475 = 3061.18 mm2
Pakai : 8 D22 ¨ As ada = 3041 mm2 l 3061 mm2
Bila dibandingkan hasilnya, maka perhitungan dengan tabel memberikan nilai yang lebih
hemat / kecil daripada yang dihasilkan dari perhitungan tangan sebesar :
3075 .62 − 3061 .18
= × 100 % = 0.47 %
3075 .62

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-25


3. Hitung momen nominal Mn dari balok beton bertulangan rangkap, bila : b = 35 cm, h = 60
cm, dan t = t’ = 5 cm. Bahan beton : K-300 dan baja : U-28. Banyaknya tulangan yang di-
pasang : As = 5 D25 dan As’ = 3 D19.

Penyelesaian : Beton K-300 : fc’ = 0.83 % 30 = 24.90 MPa


Baja U-28 : fy = 280 MPa
Tabel Lampiran – A : 5 D25 ¨ As ada = 2454.38 mm2
3 D19 ¨ As ada = 850.59 mm2
A 2454 .38
Rasio tulangan tarik : ρ = S = = 0.01275
b ⋅ d 350 × 550
A ' 850 .59
Rasio tulangan tekan : ρ ' = S = = 0.004419
b ⋅ d 350 × 550
Periksa apakah tulangan tekan sudah leleh atau belum dengan persamaan ( 03-41 ) :
? 0.85 β1 ⋅ f c ' t '
600
ρ − ρ'≥ ×
fy ⋅d 600 − f y
? 0.85 × 0.85 × 24 .90 × 50 600
0.01275 − 0.004419 ≥ ×
280 × 550 600 − 280
Ternyata : 0.008331 < 0.010952 ¨ Artinya : Baja tulangan tekan belum leleh.

Taksir tegangan yang terjadi pada baja tekan dengan persamaan ( 03-42 ) sebagai berikut :

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-26


⎧⎪ 0 .85 β 1 ⋅ f c ' t ' ⎫⎪ ⎧ 0 .85 × 0 .85 × 24 .90 × 50 ⎫
f s ' = 600 × ⎨1 − ⎬ = 600 × ⎨1 − ⎬ = 179.33 MPa
⎪⎩ (ρ − ρ ') f y ⋅ d ⎪⎭ ⎩ 0 .008331 × 280 × 550 ⎭
Selanjutnya :
As f y − As ' f s ' 2454 . 38 × 280 − 850 . 59 × 179 . 33
a= = = 72.18 mm
0 . 85 f c ' b 0 . 85 × 24 . 90 × 350
a 72 . 18
Jarak garis netral : c = = = 84.92 mm
β1 0 . 85
Hitung regangan baja tekan dengan perbandingan segi tiga :
c − t' 84 .92 − 50 ⎛ fy 280 ⎞
εs '= × ε cu ' = × 0 .003 = 0 .001234 < ε y ⎜⎜ = = = 0 . 0014 ⎟⎟
c 84 .92 ⎝ E s 2 × 10 5

Tegangan baja tekan : fs’ = εs’ % Es = 0.001234 % 2 % 105 = 246.80 MPa

Karena nilai tegangan baja tekan yang didapatkan ( fs’ = 246.80 MPa ) masih berselisih jauh
dengan yang diassumsikan semula ( fs’ = 179.33 MPa ), maka iterasikan lagi :
As f y − As ' f s ' 2454 . 38 × 280 − 850 . 59 × 246 . 80
a= = = 64.43 mm
0 . 85 f c ' b 0 . 85 × 24 . 90 × 350
a 64 . 43
c= = = 75.80 mm
β1 0 . 85

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-27


c − t' 75 .80 − 50
εs '= × ε cu ' = × 0 .003 = 0 .001021 < ε y (= 0 .0014 )
c 75 .80
fs’ = εs’ % Es = 0.001021 % 2 % 105 = 204.20 MPa
Coba lagi :
As f y − As ' f s ' 2454 . 38 × 280 − 850 . 59 × 204 . 20
a= = = 69.32 mm
0 . 85 f c ' b 0 . 85 × 24 . 90 × 350
a 69 . 32
c= = = 81.56 mm
β1 0 . 85
c − t' 81 .56 − 50
εs '= × ε cu ' = × 0 .003 = 0 .001161 < ε y (= 0 .0014 )
c 81 .56
fs’ = εs’ % Es = 0.001161 % 2 % 105 = 232.20 MPa
Kali ini nilai tegangan tekan yang didapatkan ( fs’ = 232.20 MPa ) sudah mendekati harga
yang diassumsikan sebelumnya ( fs’ = 204.20 MPa ), maka iterasi dianggap cukup.
Hitung momen nominal dengan persamaan ( 03-35 ) :
M n = (As f y − As ' f s ' )⋅ ⎜ d − ⎟ + As ' f s ' (d − t ' )
⎛ a⎞
⎝ 2⎠ ⎛ 69 . 32 ⎞
= (2454 . 38 × 280 − 850 . 59 × 232 . 20 ) ⋅ ⎜ 550 − ⎟
⎝ 2 ⎠
+ 850 . 59 × 232 . 20 × (550 − 50 )
Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-28
= 351 125 495 N.mm = 35.11 ton.m

Berikut ini disampaikan harga Mn hasil dari iterasi pertama, ke dua, dan ke tiga :

Iterasi ke- a (mm) c (mm) fs’ (MPa) Mn (ton.m)


1 72.18 84.92 246.80 35.06
2 64.43 75.80 204.20 35.27
3 69.32 81.56 232.20 35.11

Bila hasil perhitungan dari iterasi terakhir dianggap yang paling benar, maka :
35 .11 − 35 .06
Hasil iterasi ke-1 under-estimate sebesar = × 100 % = 0.14 %
35 .11
35 .27 − 35 .11
Hasil iterasi ke-2 over-estimate sebesar = × 100 % = 0.45 %
35 .11
Bila momen dihitung dengan tabel momen ¨ Pakai Tabel C-04 :
A
ρ = S = 0.01275
b⋅d
A ' 850 .59
δ= S = = 0.347
A s 2454 .38

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-29


Harga FM pada δ :
ρ
0.30 0.347 0.40
0.012 3.12618 3.127219 3.12839
0.01275 3.312480
0.013 3.37193 3.374233 3.37683

Untuk : ρ = 0.012 ; δ = 0.30 ; FM = 3.12618


δ = 0.40 ; FM = 3.12839
0.347 − 0.30
δ = 0.347 ¨ FM = 3.12618 + × (3.12839 − 3.12618 )
0.40 − 0.30
= 3.127219

Untuk : ρ = 0.013 ; δ = 0.30 ; FM = 3.37193


δ = 0.40 ; FM = 3.37683
0.347 − 0.30
δ = 0.347 ¨ FM = 3.37193 + × (3.37683 − 3.37193 )
0.40 − 0.30
= 3.374233

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-30


Pada saat : ρ = 0.01275 ; δ = 0.347
0.01275 − 0.012
¨ FM = 3.127219 + × (3.374233 − 3.127219 )
0.013 − 0.012
= 3.312480
Sehingga momen nominal :
Mn = FM % bd 2 = 3.31248 % 350 % 5502 = 350 708 820 N.mm = 35.07 ton.m
Bila dibandingkan, maka antara hasil perhitungan secara manual di atas dengan yang meng-
gunakan tabel terdapat selisih sebesar :
35 .11 − 35 .07
= × 100 % = 0.11 %
35 .11
4. 1 2 3 Dengan menggunakan tabel mo-
T-1 L T-2
men, tentukanlah penulangan ba-
lok pada gambar di sebelah ini di
tumpuan kiri, lapangan, dan tum-
Mt1 puan kanan. Balok bertulangan
Mt2 rangkap : b = 30 cm, h = 50 cm,
dan t = t’ = 5 cm.
Beton : K-200 dan baja : U-24.
Ml Mt1 = 14.95 ton.m, Ml = 9.75
ton.m, dan Mt2 = 10.80 ton.m

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-31


Penyelesaian : Beton K-200 : fc’ = 0.83 % 20 = 16.60 MPa
Baja U-24 : fy = 240 MPa

Daerah tumpuan kiri : Mt1 = 14.95 ton.m = 1.495 % 108 N.mm


M u 1.495 × 10 8
Momen nominal : M n = = = 1.87 % 108 N.mm
ϕ 0.80
Mn 1.87 × 10 8
Faktor momen : FM = = = 3.0782
b⋅d 2
300 × 450 2

Lihat Tabel C-01 ¨ Pakai : δ = 0.60 ¨ didapatkan : ρ = 0.014


Tulangan tarik : As = 0.014 % 300 % 450 = 1 890 mm2
Pakai : 7 D19 ¨ As ada = 1 984.71 mm2 > 1 890 mm2 ( O.K. )
Periksa jarak bersih antar tulangan :
30 − 2 × 3.00 − 7 × 1.90
s= = 1.78 mm < 3.50 mm2 ( Tidak O.K. )
6
Maka tulangan dipasang 2 lapis. Misalkan dipasang tulangan 5 D19 + 2 D19 seperti
tergambar pada slide berikutnya ini :
Periksa tinggi manfaat penampang :
Pusat berat tulangan As terletak sejarak y dari tepi serat atas :

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-32


3.50 cm
S = 3.625 cm

5 × 283 .53 × 50 .00 + 2 × 283 .53 × 104 .00


5 cm y
y= = 65.45 mm
3.50 cm 7 × 283 .53
AS = 7 D19
Ttk. pusat berat
Tinggi manfaat d menjadi : d = 500 - 65.45 = 434.55 mm
tulangan As
50 cm
d Rasio tulangan :
AS ' = 4 D19 A 7 × 283 .53
ρ= S = = 0.015224 ≈ 0.015
5 cm b ⋅ d 300 × 434 .55

30 cm Dengan Tabel C-01 didapatkan : FM = 3.30075

Momen nominal : Mn = FM % bd 2 = 3.30075 % 300 % 434.552 = 186 987 853 N.mm


Momen ultimate : Mu = ϕ % Mn = 0.80 % 186 987 853 = 149 590 282 N.mm
= 14.96 ton.m > Mt1 ( O.K. )
Tulangan tekan : As’ = δ % As = 0.60 % 1 890 = 1 134 mm2
Pakai : 4 D19 ¨ As ada = 1 134.12 mm2 > 1 134 mm2 ( O.K. )

Daerah lapangan : Ml = 9.75 ton.m = 9.75 % 107 N.mm


M u 9.75 × 10 7
Momen nominal : M n = = = 1.2187 % 108 N.mm
ϕ 0.80
Mn 1.2187 × 10 8
Faktor momen : FM = = = 2.0061
b⋅d2 300 × 450 2
Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-33
Lihat Tabel C-01 ¨ Pakai : δ = 0.60 ¨ didapatkan : ρ = 0.009
Tulangan tarik : As = 0.009 % 300 % 450 = 1 215 mm2
Pakai : 5 D19 ¨ As ada = 1 417.65 mm2 > 1 215 mm2 ( O.K. )
Tulangan tekan : As’ = 0.60 % 1 215 = 729 mm2
Pakai : 3 D19 ¨ As ada = 850.59 mm2 > 729 mm2 ( O.K. )

Daerah tumpuan kanan : Mt2 = 10.80 ton.m = 1.08 % 108 N.mm


M u 1.08 × 10 8
Momen nominal : M n = = = 1.35 % 108 N.mm
ϕ 0.80
Mn 1.35 × 10 8
Faktor momen : FM = = = 2.2222
b ⋅ d 2 300 × 450 2
Lihat Tabel C-01 ¨ Pakai : δ = 0.80 ¨ didapatkan : ρ = 0.010
Tulangan tarik : As = 0.010 % 300 % 450 = 1 350 mm2
Pakai : 5 D19 ¨ As ada = 1 417.65 mm2 > 1 350 mm2 ( O.K. )
Tulangan tekan : As’ = 0.80 % 1 350 = 1 080 mm2
Pakai : 4 D19 ¨ As ada = 1 134.12 mm2 > 1 080 mm2 ( O.K. )

Hasil perhitungan ketiga potongan di atas digambarkan pada slide berikutnya.

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-34


3.50 cm
S = 3.625 cm

5 cm 5 cm 5 cm
3.50 cm
AS ' = 3 D19 AS = 5 D19
AS = 7 D19

50 cm 50 cm 50 cm

AS ' = 4 D19 AS = 5 D19 AS ' = 4 D19


5 cm 5 cm 5 cm

30 cm 30 cm 30 cm

Potongan T-1 Potongan L Potongan T-2

Gambar Penampang Balok

Struktur Beton Dasar PS-0463 Dicky Imam Wahjudi Modul - 03 BG-03-35