Anda di halaman 1dari 8

Senin, 2 Oktober 2017

Soal 1
Telkom Revisi Laba 2002 Turun 3,7%: BEJ Masih Pakai Audit Eddy Pianto
Jakarta – Laporan keuangan PT Telkom Tbk 2002 mengalami revisi berupa penurunan laba
bersih 3,7% dibanding laporan sebelumnya, sementara BEJ tetap menggunakan laporan hasil
audit KAP Eddy Pianto selama belum ada keputusan manajemen.
Berdasarkan hasil audit ulang laporan keuangan Telkom tahun 2002 oleh Kantor Akuntan Publik
(KAP) Drs. Hadi Sutanto & Rekan – PricewaterhouseCoopers, perusahaan itu mencatat laba
bersih setelah pajak konsolidasi Rp 8,04 triliun, lebih rendah dibanding laba bersih pada laporan
keuangan sebelumnya Rp 8,34 triliun. “Sementara ekuitas berdasarkan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia berkurang 8,1% pada 31 Desember 2002," jelas siaran pers Telkom
yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan Woeryanto Soeradji kemarin. Bersamaan dengan
selesainya audit ulang laporan keuangan 2002, KAP Hans Tuanakotta Mustafa - Deloitte Touche
& Tohmatsu selaku auditor untuk tahun buku 2001 dan 2000 juga menandatangani dan
menerbitkan laporan audit atas laporan keuangan BUMN itu untuk tahun buku 2001 dan 2000.
Dalam revisi laporan keuangan Telkom tahun 2001, laba bersih perusahaan itu berkurang 4,3%
menjadi Rp 4,06 triliun dan pada 2000 juga lebih rendah 7,8% menjadi Rp 2,77 triliun.
Dirut Telkomsel Kristiono mengatakan perusahaan itu juga telah menyelesaikan laporan
keuangan Form 20-F dan disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) AS
Washington DC, termasuk amendemen laporan tahunan kepada Badan Pengawas Pasar Modal
(Bapepam). "Selama proses ini kami memegang komitmen agar Telkom dapat memenuhi
seluruh ketentuan SEC AS dan New York Stock Exchange serta seluruh kewajiban kepada para
pemegang saham." katanya dalam keterangan pers itu. Audit ulang laporan keuangan Telkom
2002 dilakukan setelah SEC menolak hasil audit yang dibuat oleh KAP Eddy Pianto yang
dikatakan berafiliasi dengan Grant Thronton International karena dinilai tidak memenuhi Form
20-F.
Dirut Bursa Efek Jakarta Erry Firmansyah mengatakan BEJ masih menggunakan laporan
keuangan Telkom yang diaudit oleh Eddy Pianto sepanjang belum ada keputusan dari
manajemen Telkom untuk mengganti laporan keuangannya dengan yang baru. "Saat ini berarti
ada dua laporan keuangan [2002]. Terserah manajemen Telkom mau pakai yang mana itu
internal mereka, " kata Erry. Kalau manajemen Telkom menggunakan laporan keuangan 2002
hasil audit ulang PwC, menurut Erry, perusahaan itu harus menyerahkan laporan tersebut kepada
BEJ dan menarik laporan keuangan sebelumnya. Menurut dia, laporan keuangan hasil audit KAP
Eddy Pianto dipakai Telkom setelah RUPS perusahaan itu mensahkannya. Hal yang sama
diperkirakan akan ditempuh sebelum hasil audit ulang itu resmi digunakan BUMN tersebut.
Pengamat pasar modal Dandossi Matram mengatakan selesainya audit ulang Telkom membuat
investor tenang karena masalah audit yang beberapa waktu lalu menggantung sudah diatasi. "Ini
kan hanya soal perlakuan akuntansi, tetapi tidak mengubah bisnis Telkom itu sendiri."
Penyesuaian lain
Ikhtisar neraca dan laporan laba rugi konsolidasi Telkom tahun 2000, 2001, dan 2002 juga
mengalami beberapa penyesuaian lain, antara lain pada poin penghargaan masa kerja, tunjangan
perumahan, dan transportasi. Pada laporan sebelumnya PT Telkom tidak membuat pencadangan
atas kewajiban tersebut. Dampak dari penyesuaian itu menyebabkan laba bersih setelah pajak
konsolidasi berkurang masing-masing Rp 151,7 miliar pada 2002, Rp 65,6 miliar pada 2001, dan
Rp 19,12 miliar pada 2000. Perubahan lain terdapat pada poin jaminan kesehatan masa pensiun,
pajak penghasilan tangguhan, dav akuntansi akuisisi dan konsolidasi mitra KSO Dayamitra
Telekomunikasi dan Pramindo Ikat Nusantara. Penyesuaian yang dilakukan adalah untuk
mencerminkan 100% konsolidasi Pramindo meskipun secara hukum kepemilikan Telkom atas
Pramindo sebanyak 30%. Penyesuaian tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya perjanjian
pembelian 100% saham Pramindo oleh Telkom. Berdasarkan perjanjian tersebut, Telkom
memiliki hak pengendalian atas Pramindo dan hak atas semua manfaat ekonomis di masa depan
dari kepemilikan tersebut seolah-olah perusahaan memiliki 100% saham Pramindo. Perubahan
lain yang terjadi pada laporan audit ulang tersebut terdapat pada pendapatan usaha, utang usaha,
koreksi saldo pinjaman dan transaksi ekuitas Telkomsel. Penyesuaian koreksi saldo pinjaman
laba menyebabkan laba bersih setelah pajak konsolidasi pada 2002 dan ekuitas pada periode
yang sama bertambah masing-masing Rp 75,79 miliar.

Pertanyaan:

1. Menurut anda dalam kasus Telkom ini standar audit apa saja yang telah dilanggar?
(berikan penjelasan mengenai standar audit nomor berapa dan mengenai apa!)
SA 220 “Pengendalian Mutu untuk Audit atas Laporan Keuangan”
SA ini dilanggar karena KAP Eddy Pianto terlihat seperti tidak memperhatikan mutunya
atas audit yang dilakukan karena laporan keuangan yang telah diaudit ditolak oleh SEC
karena tidak memenuhi Form 20 –F.
SA 210 “Persetujuan atas Ketentuan Perikatan Audit”
SA ini dilanggar karena KAP Hadi Sutanto yang mengaudit kembali Laporan Keuangan
PT Telkom yang sebenarnya sudah memiliki Perikatan Audit dengan KAP Eddy Pianto.

2. Laporan keuangan Telkom tahun 2002 diminta untuk diaudit ulang. Bagaimana
tanggapan anda mengenai audit ulang laporan keuangan suatu perusahaan untuk tahun
buku yang sama dan jenis penugasan audit yang sama?
Mengacu pada kasus PT Telkom, yaitu karena laporan keuangannya yang diaudit oleh
KAP Eddy Pianto ditolak SEC, maka itu dilakukan audit kembali oleh KAP lain, menurut
saya itu tidak masalah karena berarti memang harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu
atas laporan keuangan yang telah diaudit sebelumnya.

3. Menurut anda apakah terdapat pelanggaran etika profesi dalam kasus Telkom ini? Jika
ada sebutkan pihak mana yang melanggar dan apa pelanggarannya!
Obyektifitas  dilanggar oleh KAP Eddy Pianto karena terlihat seperti KAP Eddy Pianto
memiliki hubungan yang khusus dengan PT Telkom sendiri saat mengaudit laporan
keuangannya yang menyebabkan laporan keuangan yang telah diaudit ditolak oleh SEC
dan dilakukan audit kembali dan menunjukkan banyak penurunan laba bersih disbanding
laporan keuangan sebelumnya.
Prinsip Kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian professional  dilanggar
oleh KAP Eddy Pianto terlihat dari bagaimana laporan audit dari KAP Eddy Pianto
akhirnya ditolak SEC karena dinilai tidak memenuhi Form 20-F
Prinsip Perilaku Profesional  dilanggar oleh KAP Hadi Sutanto karena kalau kita
mengacu pada keadaan sekarang, pengauditan ulang atas laporan keuangan yang telah
diaudit KAP lain sebelumnya tidak diperbolehkan berdasarkan hukum dan peraturan
yang berlaku.

4. Menurut anda apakah komite audit PT Telkom telah melakukan prosedur yang tepat
dalam melakukan proses pemilihan KAP untuk mengaudit laporan keuangan Telkom
tahun buku 2002? Jelaskan!
Menurut saya, komite audit PT Telkom tidak tepat dalam melakukan proses pemilihan
KAP untuk mengaudit laporan keuangan Telkom. Sebaiknya, perusahaan dalam memilih
Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit, harus mempertimbangkan beberapa faktor
sebagai berikut:
 Reputasi Kantor Akuntan Publik
 Kualitas personel yang ditugaskan
 Macam jasa yang ditawarkan
 Keahlian dalam industri tertentu
 Sikap bebas tidak memihak
 Tarif jasa yang diberikan
 Jarak antara Kantor Akuntan Publik dengan klien
 Pengalaman Kantor Akuntan Publik di masa lalu
 Hubungan Kantor Akuntan Publik dengan klien
Sedangkan PT Telkom tidak mempertimbangkan hal – hal tersebut, sehingga pada saat
audit laporan keuangan tahun 2002 oleh KAP Eddy Pianto terdapat hal yang tidak sesuai
dengan yang seharusnya.

5. Hasil re-audit terhadap laporan keuangan PT Telkom untuk tahun 2002 yang dilakukan
oleh PwC memiliki perbedaan yang signifikan dengan hasil audit KAP Eddy Pianto.
Menurut pendapat saudara mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah hal ini berkaitan
dengan kompetensi, independensi, dan integritas auditor yang melakukan audit tersebut?
Hasil re audit terhadap laporan keuangan PT Telkom untuk tahun 2002 yang dilakukan
oleh PwC memiliki perbedaan yang signifikan dengan hasil audit KAP Eddy Pianto.
Menurut saya, dalam kasus ini pasti berkaitan dengan kompetensi, independensi dan
integritas KAP Eddy Pianto dalam melakukan audit. Karena, dalam hal ini, terlihat
bahwa KAP Eddy Pianto tidak kompeten dalam melakukan audit, bisa karena tidak
berpengalaman, dan karena tidak ahli dalam industri tersebut. Faktor lain yang
memungkinkan juga karena independensi yaitu mungkin adanya kerjasama dengan pihak
PT Telkom sehingga audit tidak dilakukan dengan benar, yang berujung ke tidak sesuai
prinsip integritas yaitu kejujuran untuk mengungkap laporan keuangan PT Telkom yang
sebenarnya.

6. Salah satu permasalahan dalam kasus ini adalah masalah dengan AU Section 543
mengenai bagian dari audit yang dilakukan oleh auditor independen lain. Bagaimana
pendapat anda mengenai AU section 543 ini?
Dalam AU section 543 mengenai bagian dari audit yang dilakukan oleh auditor
independen lain, biasanya auditor utama yang tidak setuju terhadap hasil audit auditor
lain. Tetapi dalam kasus ini, malah terbukti bahwa hasil audit dari auditor independen
lain malah membuktikan adanya kesalahan dari hasil audit KAP Eddy Pianto yang
menjadi auditor utama dalam kasus ini.

7. Berkaitan dengan soal no 6 diatas, bagaimana pendapat anda mengenai tanggung jawab
principal auditor berdasarkan aturan ISA 600 yang berlaku saat ini?
Tujuan ISA 600, standar tentang pekerjaan aditor lain, adalah untuk menetapkan standar
dan memberikan bimbingan saat auditor, bertindak sebagai auditor kelompok,
memutuskan untuk menggunakan karya seorang auditor terkait atau auditor lain dalam
audit kelompok keuangan laporan.
Kelompok auditor bertanggung jawab untuk menyatakan suatu opini audit tentang apakah
laporan keuangan kelompok memberikan pandangan yang benar dan adil (atau disajikan
adil, dalam semua hal yang material) sesuai dengan pelaporan keuangan kerangka kerja
yang berlaku. Kelompok auditor bertanggung jawab untuk menentukan pekerjaan yang
harus dilakukan pada komponen informasi keuangan dan konsolidasi dalam rangka untuk
memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk dapat menyatakan pendapat atas
laporan keuangan kelompok. jika auditor kelompok menggunakan auditor terkait atau
auditor lain untuk bekerja dalam audit, kelompok auditor menentukan ruang lingkup
pekerjaan yang harus dilakukan dan mengkomunikasikan rencana pada auditor terkait
atau auditor lainnya

8. Apa yang dimaksud dengan subsequent event yang diatur dalam ISA 560 menurut anda
apa gunanya seorang auditor memeriksa kejadian setelah tanggal neraca (subsequent
event) dalam melakukan pekerjaan audit?
Subsequent event (peristiwa kemudian) adalah peristiwa yang terjadi di antara tanggal
laporan keuangan dan tanggal laporan auditor, dan fakta yang diketahui oleh auditor
setelah tanggal laporan auditor.

Tujuan seorang auditor memeriksa kejadian setelah tanggal neraca adalah:


- Memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang apakah peristiwa yang terjadi
antara tanggal laporan keuangan dan tanggal laporan auditor yang mengharuskan
penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan keuangan tersebut sesuai dengan
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku
- Merespons secara tepat fakta yang diketahui oleh auditor setelah tanggal laporan
auditor, yang mana jika diketahui auditor pada tanggal tersebut, kemungkinan
menyebabkan auditor mengubah laporan auditnya.

9. Dalam pemberian tanggal audit report, kita mengenal istilah dual dating atau tanggal
ganda pada laporan audit. Apa yang dimaksud dengan tanggal ganda dan pada kondisi
apa auditor memberikan tanggal ganda?
Dual dating adalah tanggal terjadinya peristiwa penting sesudah selesainya pekerjaan
lapangan. Kondisi memberikan dual dating saat sudah selesainya pekerjaan lapangan,
terjadinya peristiwa penting yang jumlahnya material dan mempunyai pengaruh terhadap
laporan keuangan yang diperiksa sedangkan laporan belum dikeluarkan sehingga auditor
harus menjelaskan kejadian penting tersebut dalam catatan atas laporan keuangan dan
lembaran opini.

Soal 2

Persoalan berikut adalah persoalan yang berkaitan dengan PP No 20 tahun 2015 mengenai
Praktik Akuntan Publik:
a. Bagaimanakah aturan ini membatasi jasa akuntan publik dengan memberikan jasa asurans?
Dan bagaimana pendapat anda mengenai hal ini?
Dalam Pasal 11 PP 20/2015 tersebut, dimana dalam Pasal 11 ayat (1) dijelaskan bahwa :
Pemberian jasa audit atas informasi keuangan historis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10
ayat (1) huruf a terhadap suatu entitas (Industri di sektor Pasar Modal, Bank Umum, Dana
Pensiun, Perusahaan Asuransi/Reasuransi; atau Badan Usaha Milik Negara) oleh seorang
Akuntan Publik dibatasi paling lama untuk 5 (lima) tahun buku berturut-turut dan juga
berlaku bagi Akuntan Publik yang merupakan Pihak Terasosiasi (Akuntan Publik yang tidak
menandatangani laporan auditor independen namun terlibat langsung dalam pemberian jasa,
misal : Akuntan Publik yang merupakan partner in charge dalam suatu perikatan audit)

PP 20/2015 ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan yaitu tanggal 6 April 2015.

Jika sebelumnya, berdasarkan PMK 17/2008 sebuah KAP dibatasi hanya boleh melakukan
audit laporan keuangan historis perusahaan dalam 6 tahun berturut-turut dan AP dalam 3
tahun berturut-turut, maka berdasarkan PP 20/2015 ini tidak ada pembatasan lagi untuk KAP.
Adapun pembatasan hanya berlaku untuk AP yaitu selama 5 tahun buku berturut-turut
(HRD).
b. Sesuai aturan ini, bagaimanakah aturan mengenai kerjasama/afiliasi antara kantor akuntan
lokal dengan kantor akuntan asing atau organisasi akuntan asing di Indonesia?
BAB VIII KERJASAMA KAP DENGAN KAPA ATAU OAA (Pasal 15)
1) KAP dapat melakukan kerja sama dengan KAPA atau OAA.
2) KAP yang melakukan kerja sama dengan KAPA atau OAA sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dapat mencantumkan nama KAPA atau OAA bersama-sama dengan nama KAP
setelah mendapat persetujuan Menteri.
3) KAP dilarang mencantumkan nama KAPA atau OAA bersama-sama dengan nama KAP
tanpa persetujuan Menteri.

c. Bagaimanakah aturan ini mengatur mengenai Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL)


yang harus dilakukan oleh akuntan publik?
Pasal 6
1) Akuntan publik wajib menjaga kompetensi dengan megikuti PPL dalam jumlah satuan
kredit PPL tertentu.
2) Akuntan publik wajib menyampaikan laporan realisasi PPL tahunan kepada Mentri
paling lama pada akhir bulan Januari tahun berikutnya.
3) Ketentuan lebih lanjut mengenai jumlah satan kredit PPL dan tata cara laporan realisasi
PPL tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), diatur dengan peraturan
Menteri.

Soal 3
TEMPO.CO, Washington - Kantor akuntan publik mitra Ernst & Young’s (EY) di Indonesia,
yakni KAP Purwantono, Suherman & Surja sepakat membayar denda senilai US$ 1 juta (sekitar
Rp 13,3 miliar) kepada regulator Amerika Serikat, akibat divonis gagal melalukan audit laporan
keuangan kliennya.
Kesepakatan itu diumumkan oleh Badan Pengawas Perusahaan Akuntan Publik AS (Public
Company Accounting Oversight Board/PCAOB) pada Kamis, 9 Februari 2017, waktu
Washington. Kasus itu merupakan insiden terbaru yang menimpa kantor akuntan publik,
sehingga menimbulkan keprihatinan apakah kantor akuntan publik bisa menjalankan praktek
usahanya di negara berkembang sesuai kode etik.
“Anggota jaringan EY di Indonesia yang mengumumkan hasil audit atas perusahaan
telekomunikasi pada 2011 memberikan opini yang didasarkan atas bukti yang tidak memadai,”
demikian disampaikan pernyataan tertulis PCAOB, seperti dilansir Kantor Berita Reuters,
dikutip Sabtu, 11 Februari 2017.
Temuan itu berawal ketika kantor akuntan mitra EY di AS melakukan kajian atas hasil audit
kantor akuntan di Indonesia. Mereka menemukan bahwa hasil audit atas perusahaan
telekomunikasi itu tidak didukung dengan data yang akurat, yakni dalam hal persewaan lebih
dari 4 ribu unit tower selular. “Namun afiliasi EY di Indonesia itu merilis laporan hasil audit
dengan status wajar tanpa pengecualian,” demikian disampaikan PCAOB.
PCAOB juga menyatakan tak lama sebelum dilakukan pemeriksaan atas audit laporan pada
2012, afiliasi EY di Indonesia menciptakan belasan pekerjaan audit baru yang “tidak benar”
sehingga menghambat proses pemeriksaan. PCAOB selain mengenakan denda US$ 1 juta juga
memberikan sanksi kepada dua auditor mitra EY yang terlibat dalam audit pada 2011.
“Dalam ketergesaan mereka atas untuk mengeluarkan laporan audit untuk kliennya, EY dan dua
mitranya lalai dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk memperoleh bukti audit yang
cukup,” ujar Claudius B. Modesti, Direktur PCAOB Divisi Penegakan dan Invstigasi
Manajemen EY dalam pernyataan tertulisnya menyatakan telah memperkuat proses pengawasan
internal sejak isu ini mencuat. “Sejak kasus ini mengemuka, kami terus melanjutkan penguatan
kebijakan dan pemeriksaan audit global kami,” ungkap Manajemen EY dalam pernyataannya.
Pada dua bulan lalu, kantor akuntan publik lainnya yakni Deloitte & Touche LLP melalui unit
usahanya di Brazil setuju membayar denda kepada PCAOB sebesar US$ 8 juta karena divonis
menutupi laporan audit palsu
Jawaban:
1. Menurut pendapat anda, bagaimana seorang auditor dapat mengeluarkan report audit
tanpa didukung oleh bukti yang memadai? Bahaslah kasus berdasarkan ISA 500!
Menurut saya auditor telah melanggar etika auditor karena tidak mengumpulkan bukti
yang cukup untuk memberikan pendapat. Pendapat yang salah ini dapat berakibat kepada
kesalahan pengambilan keputusan oleh pengguna yang dapat bersifat material. Menurut
ISA 500, seharusnya melalui test of control dan substantive test, seorang auditor mampu
mengumpulkan bukti yang dibutuhkan dan apabila tidak dapat maka harus memberikan
pendapat tidak menyatakn pendapat.

2. Menurut anda, apakah SOX dapat berjalan efektif untuk mencegah ketidakberesan
praktek akuntansi yang terjadi saatini? Jelaskan!
Menurut saya Sarbanes Oaxley Act ini efektif untuk mengidentifikasi dan menemukan
kelalaian seperti ini, dan semua peraturan dalam SOX ini dapat memberikan efek jera
terhadap auditor yang bertanggung jawab dan melindungi pengguna laporan keuangan
dari mengambilk kesalahan yang bersifat material.

3. Bagaimana tanggapan anda dikaitkan dengan etika profesi mengenai uang denda yang
banyak dibayarkan KAP dalam menyelesaikan kasus-kasus fraud yang terjadi selama ini?
Menurut saya uang denda ini merupakan alat untuk memberikan efek jera kepada KAP
yang bersangkutan dan secara etika menurut saya hal ini layak untuk di lakukan. Jika
KAP ini merugikan pihak lain maka sesuai etika, seharusnya KAP ini bertanggung jawab
dan membayar denda merupakan salah satu cara untuk bertanggung jawab.
4. Dalam suatu financial audit sesuai ISA 240, sejauh mana peran auditor untuk
mengungkap fraud yangt terjadi di perusahaan yang diaudit?
Berdasarkan SA 240, peran auditor untuk mengungkap fraud hanya sejauh
mengkomunikasikan hasil temuan tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas
tata kelola jika ada indikasi manajemen yang melakukan kecurangan. Dan kepada badan
pengatur dan penegak hukum.
Karena dalam audit laporan keuangan tidak terdapat kewajiban untuk menelusuri
kecurangan tersebut hanya sebatas menilai dan melaporkan saja, untuk menelusuri
kecurangan dibutuhkan teknik dan jasa audit lain yang disebut audit investigatif.

5. Menurut pendapat anda, apakah suatu laporan audit dengan opini WTP akan
membebaskan laporan keuangan tersebut dari salah saji material yang berasal dari fraud
atau error? Jelaskan jawaban anda!
Tidak, karena laporan keuangan bisa mendapatkan opini "wajar tanpa pengecualian"
hanya karena data yang disajikan telah memenuhi standar akuntansi, namun akibat resiko
bawaan audit, laporan keuangan tidak mungkin bebas sepenuhnya dari salah saji yang
berasal dari fraud dan error yang berisfat tidak material.