Anda di halaman 1dari 10

1.

1 Rangkuman Kinerja SEZ di berbagai Negara

1.1.1 China
 Sebagian besar SEZ terdapat di kawasan pesisir, walaupun demikian Provinsi-provinsi di bagian
barat China telah memulai pengembangan SEZ agar pertumbuhan ekonomi bisa masuk lebih
jauh ke pedalaman China.
 Semua tanah di China dimiliki oleh pemerintah pusat, hanya hak guna pakai yang dapat
diperjual-belikan kepada investor swasta. Pada awal pemberlakuan SEZ, pembebasan lahan
dapat dilakukan secara paksa oleh pemerintah pusat atas penggarap lahan eksisting, tetapi saat
ini sistem kompensasi yang lebih baik telah berjalan.
 Pengembangan kawasan SEZ dan peraturannya dilaksanakan oleh seluruh tingkat pemerintahan
di China, baik pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Pemerintah pusat membangun SEZ pada
tingkat nasional dan membuat panduan untuk pembangunan SEZ untuk tingkat pemerintahan di
bawahnya.
 Insentif pajak pada tahap awal perkembangannya berdasarkan lokasi geografis. Skema pajak
sendiri mengalami perubahan setelah SEZ sendiri telah established, di mana kemudian insentif
pajak mengalami rasionalisasi mendekati standar industri yang berlaku. Walau demikian, insentif
pajak pada awal pengembangan SEZ mampu mendorong pemerataan dan percepatan
pembanngungan bidang manufaktur.

1.1.2 India
 Usaha rintisan dalam mengembangkan SEZ mengalami kegagalan karena tidak mampu menarik
investasi, sehingga pemerintah India mengeluarkan kebijakan yang lebih komprehensif dalam
mengatur SEZ pada tahun 2005.
 Masalah utama yang dihadapi sampai saat ini adalah mengenai pembebasan lahan dalam
pembangunan SEZ.
 SEZ di India diatur secara terpusat oleh Board of Approval (Dewan Persetujuan), dengan
anggotanya yang terdiri dari beberapa kementrian terkait. Dewan tersebut bertanggung jawab
atas persetujuan zona baru dan pengawasan serta pelaksanaan SEZ Act (peraturan khusus
mengenai SEZ). Peraturan tersebut mencakup di dalamnya kebijakan mengenai insentif bagi
pengembang SEZ dan investor di kawasan tersebut. Bentuk insentif yang diberikan berupa tax
holiday dan dispensasi pajak untuk mendorong masuknya investasi baru.
 SEZ juga dimaksudkan untuk mendorong pembangunan infrastruktur, karena minimnya
infrastruktur di India, Pemerintah India berharap insentif tersebut dapat mendorong masuknya
investor terutama pengembang infrastruktur.
1.1.3 Malaysia
 Kebijakan industri dari Malaysia tergolong agresif, meliputi insentif yang sangat menarik bagi
investor dan jaringan intensif fasilitas industrial estates, parks, dan zones. Pengembangan
fasilitas-fasilitas tersebut dilakukan secara desentralisasi, diserahkan kepada pemerintah daerah
di bawah koordinasi Malaysian Industrial Development Authority (MIDA).
 Indutrial Estate dan Parks biasanya dikembangkan oleh agensi pemerintah seperti State
Economic Development Corporations (SEDCs), Regional Development Authorities (RDAs),
otoritas pelabuhan, dan pemerintah kota/daerah. SEDCs biasanya ditunjuk oleh pemerintah
Negara bagian untuk membangun dan menjalankan fasilitas industry, SEDCs merupakan badan
yang bersifat quasi-governmental

1.1.4 Thailand
 Thailand sangat agresif dalam penyediaan infrastruktur dan pemberian insentif untuk menarik
masuknya investasi, dan hasilnya adalah positif.
 Seluruh kawasan Thailand memiliki fungsi sebagai Economic Zone dan insentif yang diberikan
berlaku di seluruh wilayah Thailand. Tingkat pemberian insentif sendiri dibedakan berdasarkan
“zona” yang ditetapkan oleh Board of Investment (BoI). Daerah yang masih perlu dikembangkan
memberikan insentif yang lebih menarik dibandingkan dengan daerah yang telah established.
 Agensi utama yang mengatur masalah investasi di sector industry adalah BoI, yang merupakan
bagian dari Kementrian Industri. BoI memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan
berkaitan dengan investasi, melakukan program promosi untuk menarik investasi, dan
menjalankan serta mengawasi pemberian insentif pada investor. IEAT juga merupakan bagian
dari Kementrian Industri, dan terlibat pada pengembangan kawasan, ikut serta dalam joint-
venture investasi, atau memberikan persetujuan atas proyek industrial estate. Proyek SEZ yang
terbaik biasanya dikembangkan oleh pihak swasta, contohnya adalah Hemaraj dan Amata.
 Infrastruktur di Thailand sendiri memiliki kualitas yang baik, Infrastruktur energy listrik misalnya,
disumbang oleh investasi swasta, yang berhasil ditarik masuk ke Thailand dengan insentif
mereka yang sangat menarik.

1.1.5 Uni Emirat Arab


 Sebagai respon terhadap kekhawatiran berlebihnya ketergantungan perekonomian UAE
terhadap minyak dan gas bumi, UAE menetap free zone sebagai langkah diversifikasi
perekonomian mereka.
 Seluruh kawasan free zone di UAE dikembangkan dan dimiliki oleh pemerintah.
 Peraturan mengenai badan usaha apa saja yang boleh beroperasi di free zone ditetapkan oleh
peraturan emir, tetapi biasanya peraturan tersebut cenderung moderat. Otoritas kawasan
memiliki tanggung jawab untuk memberikan persetujuan kepada investor berdasarkan criteria
yang mereka tetapkan. Proses persetujuan cenderung cepat dan efisien, karena di sebagian
besar free zonei telah berjalan sistem pelayanan satu pintu untuk masalah perizinan.
 UAE menawarkan bentuk insentif yang tergolong paling agresif dibandingkan dengan negara lain.
Investor di kawasan free zone mendapatkan tax holiday hampir disemua bentuk pajak, termasuk
badan usaha dan individu. Investor juga mendapatkan dispensasi dari bea masuk impor.
 Faktor daya tarik lainnya adalah UAE memiliki infrastruktur yang sangat baik, terutama untuk
pelabuhan dan bandar udaranya. Sebagian besar kawasan free zone berada disekitar pelabuhan
dan bandar udara yang berkualitas internasional.

1.1.6 Vietnam
 Kawasan/Zona di Vietnam digolongkan menjadi Industrial Zone, di mana terdapat perusahaan-
perusahaan yang terlibat di sector manufaktur; EPZs, di mana terdapat perusahaan-perusahaan
yang terlibat pada produksi untuk keperluan ekspor; dan High Tech Zones, di mana terdapat
perusahaan-perusahaan yang terlibat pada pengembangan teknologi dan kegiatan ilmiah. Juga
terdapat sembilan Open Economic Zones (EZ) yang dikembangakan sebagai kawasan industry
dengan area yang terdiri dari area bebas tariff dan tidak.
 Tanah di Vietnam adalah milik negara. Tetapi pada pengembangan kawasan, berkaitan dengan
pembebasan lahan, belum ada peraturan yang jelas dalam mengatur kompensasi, semuanya
harus melalui negosiasi antara pengembang, pemilik lahan eksisting, dan pemerintah.
 Pengembangan kawasan industri memerlukan arahan dan persetujuan dari pemerintah pusat,
tetapi di implementasikan dan dijalankan oleh komite pengelola industrial zone di tingkat
provinsi.
 Insentif ditetapkan oleh pemerintah pusat, tetapi dengan sistem desentralisasi yang berlaku,
pemerintah tingkat provinsi dan otoritas kawasan dapat menawarkan bentuk insentifnya sendiri.
 Infrastruktur di Vietnam relatif belum terlalu baik, sehingga pemerintah menyediakan insentif
bagi pengembang yang ingin membangun infrastruktur di kawasan SEZ.

1.1.7 Pakistan
 Di Pakistan, pengembangan SEZ masih berada pada tahap inisiasi bekerjasama dengan China.
 Usaha awal pengembangan kawasan industri telah dirintis pada tingkat provinsi, tetapi masih
belum ada bentuk insentif untuk menarik investor.
 Sebuah studi yang dilakukan oleh ADB pada 2001, memberikan informasi bahwa setidaknya
terdapat 82 zona industry di Pakistan, yang sebagian besar memang belum diutilisasikan secara
penuh (under capacity).
 Proyek-proyek pengembangan SEZ sebelumnya, kurang berhasil dikarenakan minimnya
infrastruktur dan ketidak mampuan regulator mengawasi penguasaan tanah oleh spekulan yang
meningkatkan biaya kompensasi pembebasan lahan.
 Permasalahan yang dihadapi oleh pengembang saat ini, adalah mengenai pembebasan lahan
baik miliki individu maupun yang dimiliki oleh lembaga pemerintahan.
Tabel 1. Matriks Permasalahan-Kebijakan-Outcome SEZ di Berbagai Negara

Kondisi Eksisting
EksistingPermasalahan
Insentif

Hak Milik / Hak Guna

Impor Bahan mentah


Impor Barang Modal
Basis penentuan tax

Other Tax Incentive


Regular Tax Rate

Incentive Rate
Negara Outcome

Tax Incentive

(equipment)
holiday
Tinggi Hak Guna
China 25% 15% Dispensasi selama 2 Keuntungan Tidak Ada 0% untuk Tidak Ada China telah berhasil
(Sebelum tahun, kemudian 3 komoditas tertentu mengembangkan SEZ, dan kini
2007) tahun pemotongan dan berusaha membawa kemajuan
pajak sebesar 50% , 20% untuk lainnya tersebut ke provinsi-provnsi
pedalaman melalui diversifikasi
insentif untuk mendorong
masuknya investasi ke daerah
baru
Tinggi Keduanya
India 33.66% Tidak Dispensasi untuk 10 N/A Tidak Ada Bebas bea masuk Tidak Ada Usaha rintisan dalam
Ada hingga 15 tahun untuk barang mengembangkan SEZ
modal mengalami kegagalan karena
tidak mampu menarik investasi,
sehingga pemerintah India
mengeluarkan kebijakan yang
lebih komprehensif dalam
mengatur SEZ pada tahun 2005.
Masalah utama yang dihadapi
sampai saat ini adalah
mengenai pembebasan lahan
dalam pembangunan SEZ.
Kondisi Eksisting Insentif

EksistingPermasalahan

Hak Milik / Hak Guna

Impor Bahan mentah


Impor Barang Modal
Basis penentuan tax

Other Tax Incentive


Regular Tax Rate

Incentive Rate
Negara Outcome

Tax Incentive

(equipment)
holiday
Rendah Sebagian
Thailand 30% Tidak 3 tahun di Zona 1; 7 Produksi Pemotongan 50% potongan di 1 tahun Thailand sangat agresif dalam
Besar
Ada tahun kemudian 3 biaya Zona 1, dispensasi dispensasi penyediaan infrastruktur dan
adalah
tahun dengan transportasi total pada Zona 2 pada Zona pemberian insentif untuk
Hak Milik
pembayaran pajak dan utilitas di dan 3 1 dan 2, 5 menarik masuknya investasi,
sebesar 50% di Zona 2; Zona 3. tahun di dan hasilnya adalah positif.
8 tahun kemudian 5 Zona 3
Seluruh kawasan Thailand
tahun dengan
memiliki fungsi sebagai
pembayaran pajak
Economic Zone dan insentif
sebesar 50% di Zona 3
yang diberikan berlaku di
seluruh wilayah Thailand.
Tingkat pemberian insentif
sendiri dibedakan berdasarkan
“zona” yang ditetapkan oleh
Board of Investment (BoI).
Daerah yang masih perlu
dikembangkan memberikan
insentif yang lebih menarik
dibandingkan dengan daerah
yang telah established.
Rendah Sebagian
Malaysia 27% Tidak Dispensasi tehadap 70% Produksi Jika tidak Bebas bea masuk di Bebas bea Kebijakan industri dari Malaysia
Besar
Ada dari pendapatan untuk menggunakan kawasan FIZ masuk di tergolong agresif, meliputi
adalah
5 tahun untuk usaha kebijakan tax kawasan insentif yang sangat menarik
Hak Guna
rintisan, dan 100% holiday yang FIZ bagi investor dan jaringan
untuk sepuluh tahun ada, maka intensif fasilitas industrial
untuk usaha rintisan alternative estates, parks, dan zones.
yang melakukan lainnya adalah Pengembangan fasilitas-fasilitas
terobosan dan inovasi penghitungan tersebut dilakukan secara
pajak investasi desentralisasi, diserahkan
hanya senilai kepada pemerintah daerah di
Kondisi Eksisting Insentif

EksistingPermasalahan

Hak Milik / Hak Guna

Impor Bahan mentah


Impor Barang Modal
Basis penentuan tax

Other Tax Incentive


Regular Tax Rate

Incentive Rate
Negara Outcome

Tax Incentive

(equipment)
holiday
40% nilai bawah koordinasi Malaysian
investasi atau Industrial Development
30% nilai Authority (MIDA).
pendapatan.
Indutrial Estate dan Parks
Penghitungan biasanya dikembangkan oleh
pajak 0% dapat agensi pemerintah seperti State
diberikan pada Economic Development
kasus khusus. Corporations (SEDCs), Regional
Development Authorities
(RDAs), otoritas pelabuhan, dan
pemerintah kota/daerah. SEDCs
biasanya ditunjuk oleh
pemerintah Negara bagian
untuk membangun dan
menjalankan fasilitas industry,
SEDCs merupakan badan yang
bersifat quasi-governmental.
Rendah Hak Guna
Uni Emirat 0% Tidak 15 sampai 50 tahun tax Produksi Dispensasi Pajak Dispensasi Sebagai respon terhadap
Arab Federal Ada holiday untuk Pajak kekhawatiran berlebihnya
pendapatan badan ketergantungan perekonomian
usaha dan dapat UAE terhadap minyak dan gas
diperbarui bumi, UAE menetap free zone
sebagai langkah diversifikasi
perekonomian mereka.
Seluruh kawasan free zone di
UAE dikembangkan dan dimiliki
oleh pemerintah.
Kondisi Eksisting Insentif

EksistingPermasalahan

Hak Milik / Hak Guna

Impor Bahan mentah


Impor Barang Modal
Basis penentuan tax

Other Tax Incentive


Regular Tax Rate

Incentive Rate
Negara Outcome

Tax Incentive

(equipment)
holiday
Tinggi Hak Guna
Vietnam 28% 10- Biasanya berupa tax Keuntungan Insentif Bebas bea masuk Bebas bea Tanah di Vietnam adalah milik
15% holiday selama 2 tahun tambahan masuk jika negara. Tetapi pada
dan 0-4 tahun 50% dapat tidak pengembangan kawasan,
pajak. EPZ memberikan diberikan oleh diproduksi berkaitan dengan pembebasan
4 tahun tax holiday and kawasan di lahan, belum ada peraturan
High Tech memberikan bersangkutan Vietnam yang jelas dalam mengatur
8 tahun kompensasi, semuanya harus
melalui negosiasi antara
pengembang, pemilik lahan
eksisting, dan pemerintah.
Pengembangan kawasan
industri memerlukan arahan
dan persetujuan dari
pemerintah pusat, tetapi di
implementasikan dan dijalankan
oleh komite pengelola industrial
zone di tingkat provinsi.
Insentif ditetapkan oleh
pemerintah pusat, tetapi
dengan sistem desentralisasi
yang berlaku, pemerintah
tingkat provinsi dan otoritas
kawasan dapat menawarkan
bentuk insentifnya sendiri.
Infrastruktur di Vietnam relatif
belum terlalu baik, sehingga
pemerintah menyediakan
insentif bagi pengembang yang
ingin membangun infrastruktur
Kondisi Eksisting Insentif

EksistingPermasalahan

Hak Milik / Hak Guna

Impor Bahan mentah


Impor Barang Modal
Basis penentuan tax

Other Tax Incentive


Regular Tax Rate

Incentive Rate
Negara Outcome

Tax Incentive

(equipment)
holiday
di kawasan SEZ.

Moderat Keduanya
Pakistan 35% Tidak 5 tahun Produksi Tidak Ada Bebas bea masuk Tidak Ada Sebuah studi yang dilakukan
(Pak-China Ada oleh ADB pada 2001,
Package) memberikan informasi bahwa
setidaknya terdapat 82 zona
industry di Pakistan, yang
sebagian besar memang belum
diutilisasikan secara penuh
(under capacity).
Proyek-proyek pengembangan
SEZ sebelumnya, kurang
berhasil dikarenakan minimnya
infrastruktur dan ketidak
mampuan regulator mengawasi
penguasaan tanah oleh
spekulan yang meningkatkan
biaya kompensasi pembebasan
lahan.
Permasalahan yang dihadapi
oleh pengembang saat ini,
adalah mengenai pembebasan
lahan baik miliki individu
maupun yang dimiliki oleh
Negara
EksistingPermasalahan

Hak Milik / Hak Guna


Kondisi Eksisting

Regular Tax Rate

Incentive Rate

Tax Incentive

Basis penentuan tax


holiday
Insentif

Other Tax Incentive

Impor Barang Modal


(equipment)

Impor Bahan mentah


Outcome

lembaga pemerintahan.
Lesson Learned :

 Masalah utama yang dihadapi SEZ yang baru berkembang relatif sama, yaitu masalah
kepemilikan lahan. Masalah ini harus menjadi prioritas penyelesaian sebelum dapat melanjutkan
ke langkah pengembangan selanjutnya.
 Hubungan antara investasi dan infrastruktur merupakan hubungan yang timbal balik,
infrastruktur yang baik akan mengundang investasi masuk. Sehingga untuk untuk mengundang
investasi ke daerah yang tidak memiliki infrastruktur baik dan memerlukan pengembangan,
peran regulator diperlukan untuk mengatur skema insetif investasi yang terdiversifikasi untuk
tiap daerah spesifik (daerah yang lebih perlu dikembangkan memberikan insentif yang lebih
besar). Langkah ini setidaknya memberikan dua keuntungan, pertama beban anggaran
pembangunan infrastruktur dari pemerintah dapat berkurang karena adanya peran swasta
(investor), kedua, tentunya adalah perbaikan kondisi infrastruktur di daerah itu sendiri.
 Insentif investasi semakin krusial perannya pada tahap awal pengembangan dari Zona, ketika
Zona memasuki fase yang lebih dewasa maka perubahan skema insetif dimungkinkan.