Anda di halaman 1dari 22

ANALISIS DESIGN PADA MINIMARKET

Oleh : Maya Amalia & Sarah Luziani

I. ANALISIS DESIGN PADA INDOMARET

Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan
sehari-hari dengan luas area penjualan kurang dari 200 m2. Toko pertama dibuka di Ancol, Jakarta
Utara, pada tahun 1988, dikelola oleh PT. Indomarco Prismatama. Tahun 1997 perusahaan
mengembangkan bisnis gerai waralaba pertama di Indonesia, setelah memiliki lebih dari 230 gerai.
Jumlah gerai hingga tahun 2015 adalah 11.400 gerai dengan rincian 60% gerai adalah milik sendiri
dan sisanya waralaba milik masyarakat. Sampai dengan awal tahun 2017, jumlah gerai sebanyak
13.000 toko. Mitra usaha waralaba ini meliputi: koperasi, badan usaha dan perorangan. Indomaret
tersebar merata dari Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. Motto
perusahaan adalah "mudah dan hemat".

Indomaret biasa adalah Indomaret yang biasa ditemui di banyak tempat, dan hamir dijumpai
hampir di setiap perempatan jalan. Scoop Indomaret seperti ini hanya untuk scoop wilayah kecil
(beberapa RW). Sedangkan ada beberapa jenis Indomaret lainnya dan memiliki beberapa
perbedaan :

- Indomaret Plus
Indomaret ini mengusung konsep midimarket yaitu konsep yang baru baru ini mulai menjadi tren
di masyarakat, pesaing terberat Indomaret yaitu Alfamart pun telah memiliki toko retail jenis ini
yaitu Alfamidi. Indomaret ini memiliki ukuran yang lebih besar sehingga target pasarnya adalah
komunitas, tidak hanya sekedar lewat untuk berbelanja, dengan adanya Indomaret ini masyrakat
juga dapat memenuhi lebih banyak kebutuhan mingguannya.
- Indomaret Fresh
Yang kedua adalah Indomaret Fresh, Indomaret ini masih terfokus di kota kota besar di Indonesia.
Hampir sama dengan Indomaret plus, jenis Indomaret ini memiliki ukuran yang lebih besar
kelebihannya terletak di barang barang yang dijual didalamnya. Tidak hanya menjual barang
grocery, Indomaret Fresh juga menujual barang barang fresh, baik berupa buah maupun daging.
Sama seperti Indomaret Plus, Indomaret Fresh juga mengincar target pasar komunitas, dengan
adanya Indomaret Fresh ini tidak hanya kebutuhan harian, kebutuhan mingguan juga dapat
terpenuhi dengan adanya Indomaret Fresh ini.
- Indomaret Point
Dengan munculnya konsep retail baru yang menjadi tren di Indonesia yaitu konsep convenience
store, manajemen Indomaret tentu tidak ingin ketinggalan untuk ikut bermain dalam segmen ini.
Konsep convenience store yang sudah berkembang di kota kota besar di dunia menjadi alasan
dapat diterimanya konsep ini di Indonesia. Dengan konsep convenience store ini maka barang yang
dijual di Indomaret Point menjadi bertambah. Indomaret point dengan konsep convenience store
menjual berbagai macam makanan dan minuman cepat saji selain itu fasilitas meja dan kursi serta
wifi juga diberikan untuk menunjang kenyamanan pelanggan. .
Dibedakan dari jenis jenis rak :
Terdapat beberapa macam rak yang ada di minimarket. Rak tersebut dibedakan berdasarkan
bentuknya.
a. Wall rak adalah rak gondola yang ditempatkan menempel dengan dinding minimarket,
supermarket. Rak ini berfungsi untuk menempatkan barang yang dijual.
b. Island rak adalah rak gondola yang ditempatkan di tengah minimarket, dan memiliki fungsi
yang sama dengan wall rak. Island rak biasanya terdiri dari rak double dan rak end cap.
c. Rak End Cap adalah Rak End Gondola. Berfungsi sebagai penutup gondola island double,
back mesh rack end gondola bersandar pada tiang rak double gondola.
d. Corner Rak adalah rak gondola yang ditempatkan di sudut ruangan, dan bersambungan
dengan wall rak
e. Cross Bar Rak / wire mesh / rak mundo /rak gantung adalah rak gondola yang terdiri dari
back mesh, upright, dan base shelving serta dilengkapi dengan hook (gantungan). Rak ini
berfungsi untuk menggantung barang dagangan dalam jumlah banyak dan bervariasi.
f. Slatwall Rak adalah wall rak yang terdiri dari back panel dengan gantungan besi yang
berfungsi untuk menempatkan barang dengan cara digantung.
g. Display rak dan Shelving Rak adalah rak yang sama, yaitu rak yang digunakan untuk
menempatkan barang yang dijual. Namun kedua rak tersebut terdapat perbedaan, pada rak
display, papan selving diberi “pagar”berupa pembatas ram besi pada tepi papan shelving.
Biasanya rak display digunakan untuk Supermarket dan Hypermarket, sedangkan rak
shelving digunakan untuk minimarket.
h. COC Rak adalah rak gondola yang ditempatkan di depan meja kasir
i. Rak promo adalah rak yang mirip seperti meja berkeranjang, yang digunakan untuk men-
display barang yang sedang promo/obral.
j. Rak snack adalah rak gondola dengan papan shelving berbentuk keranjang.
k. Duty Rak / Rak gudang adalah rak susun yang ditempatkan di gudang untuk menyimpan
stok barang yang tidak di-display.

Berikut ini adalah analisis dari Indomaret pada umumnya :


1. Analisis Fasad
Gambar 1 Fasad Indomaret Alternatif Cibubur (Sumber : GoogeMaps)
Indomaret memiliki fasad dengan signage besar dengan logo Indomaret sendiri di kanan fasad.
Pada lantai 2 dan lantai 3, dipasang papan reklame berisikan promo-promo yang berlaku untuk
menarik pengunjung. Spanduk promo juga dipasang pada lantai 1. Bangunan menggunakan
bukaan kaca besar di setiap sisi agar bagian dalam bangunan terlihat dari luar.

2. Analisis Benda-Benda Penunjang

1. Terdapat 6 CCTV yang tersebar di berbagai sudut ruangan. Ternyata lima buah berasal dari
Indomaret dan satu lainnya dari BCA. Minimarket seperti ini memang perlu banyak CCTV karena
produk yang dijual berukuran kecil sehingga rawan terjadi pencurian, baik oleh konsumen maupun
karyawan. Ada juga dua mesin ATM di sini yang sudah tentu punya resiko kebobolan. Selain itu
marak terjadi perampokan kasir oleh orang-orang "berhelm" sehingga CCTV jadi alat dan bukti
penting untuk melacak identitas mereka. .

2. Terdapat 2 TV LCD, dimana yang satu berfungsi sebagai CCTV dan yang sebuah lagi
digunakan untuk promo produk. CCTV yang digunakan untuk promo diletakkan tepat di atas rak
yang memang juga khusus menampilkan barang-barang promo. Di depan rak atau CCTV tersebut
tidak ada rak lainnya (ada area kosong) sehingga mata dapat langsung memandang LCD dengan
nyaman.

3. Terdapat 2 tempat sampah, dimana yang satu berada di samping mesin ATM (agar konsumen
tidak sembarangan membuang struk dari mesin ATM) dan satu lagi berada di area kasir yang
digunakan untuk kepentingan kasir. .

4. Terdapat 4 buah AC yang diletakkan secara tersebar di seluruh bagian ruangan agar udara
terasa sejuk dan membuat konsumen nyaman. Adanya AC juga bisa menarik minat konsumen
yang sedang kepanasan di jalan untuk "ngadem" >> mereka jadi masuk dan datang sekedar
membeli minuman dingin. .
5. Terdapat 46 lampu neon (jarak antara lampu neon sekitar 1,5m), dimana pada siang hari 26
lampu neon yang berada di dalam ruangan menyala, 15 lampu neon yang berada di dalam ruangan
dimatikan, dan 5 lampu neon sisanya yang berada di luar ruangan juga tidak dinyalakan. Hal ini
karena sekeliling dinding Indomaret terbuat dari kaca transparan sehingga sinar matahari dapat
masuk dengan mudah dan Indomaret pun bisa menghemat biaya listrik di siang hari. Penerangan
amat penting dalam membuat konsumen nyaman berbelanja.

6. Terdapat 2 buah komputer pada area kasir. Satu buah komputer dilakukan untuk melakukan
administrasi induk, sedangkan yang satunya lagi digunakan untuk transaksi dengan konsumen.
Pada meja kasir bisa juga ditemukan sejumlah mesin debit, seperti debit BCA, serta alat untuk
melakukan pengisian pulsa. Semua alat tersebut dikelompokkan dalam satu area sehingga
memudahkan kasir untuk memprosestransaksi. .

7. Terdapat 2 buah mesin ATM, yakni BCA dan Mandiri. Keberadaan mesin ATM menjadi salah
satu alasan utama pengunjung mendatangi minimarket. Mesin diletakkan di dekat pintu agar
pengunjung bisa langsung mengambil uangnya. Begitu uang sudah ada di tangan, pengunjung
mungkin akan tergoda untuk membelanjakan uangnya sehingga ini juga menguntungkan bagi
pihak Indomaret, di samping tentunya mendatangkan fee sewa tempat bagi mereka. Dengan
meletakkan mesin di spot yang ramai juga akan mengurangi resiko perampokan nasabah dan
pembobolan ATM.

3. Analisis Rak

1. Terdapat 1 buah rak majalah tingkat empat. Tabloid dan majalah banyak dicari oleh
konsumen sehingga meskipun ditaruh di rak bagian bawah (rak baris tiga dan empat), tetap akan
dicari konsumen. Sedangkan untuk novel, komik, dan buku anak-anak yang konsumennya tidak
sebanyak tabloid dan majalah, ditaruh di tingkat atas (setinggi mata) agar dapat terlihat dan
menggugah konsumen untuk membelinya. Selain itu, margin income buku-buku tersebut juga
lebih tinggi dibandingkan tabloid dan majalah sehingga perlu ditaruh di tempat yang strategis.
.

2. Rak yang lebih tinggi (7-9 tingkat) diletakkan bersandar pada tembok sedangkan rak yang lebih
rendah (3-5 tingkat, tingginya kurang dari sebahu) diletakkan di tengah ruangan. Dengan begini,
pandangan mata dalam ruangan tidak terhalang rak yang lebih tinggi sehingga suasana lebih
terbuka, produk lebih mudah terlihat, serta resiko pencurian bisa sedikit berkurang. Rak bertingkat
rendah umumnya diisi dengan produk makanan dan minuman karena kedua produk tersebut sering
dicari konsumen sehingga konsumen mudah melihat dan mengambilnya. .

3. Terdapat 2 rak roti tingkat tujuh. Kedua rak roti ini, pada rak tingkat bawahnya terdapat
margarin, selai, dan susu kental manis. Kedua barang tersebut adalah produk kompelementer untuk
roti, sehingga konsumen yang yang tadinya hanya mau membeli roti menjadi merasa perlu untuk
membeli kedua produk tersebut. .

4. Terdapat 5 refrigerator horizontal untuk es krim dan makanan beku, dimana yang dua berasal
dari Wall's, satu dari Ocean's King, satu dari Campina, dan satu lagi dari So Good. Kelimanya
ditaruh dalam satu area untuk mengoptimalkan penggunaan ruang dan memudahkan konsumen
untuk mencari produk beku. Di dalam refrigerator terdapat sekat-sekat lagi sehingga terlihat rapi
dan enak dipandang mata. Namun dari lima itu ada satu refrigerator yang tidak memiliki sekat di
dalamnya sehingga produk tampak berantakan. .

5. Terdapat 1 buah kulkas dari Coca-Cola Company yang berisi produk-produk perusahaan
tersebut. Katanya sih, kulkas ini bisa didapatkan secara gratis dari distributor Cola-Cola asalkan
minimarket selalu menyetok produk mereka pada kuantitas tertentu. Selain itu ada juga 2 buah
kulkas dua pintu yang berisi buah-buahan, susu, teh, air mineral, air bervitamin, minuman
berenergi, bir, dsb. Ketiga kulkas diletakkan berdampingan agar konsumen bisa melihat berbagai
alternatif minuman dingan yang tersedia. .

6. Di sepanjang sisi lorong yang sama tidak ada jarak antara rak, semuanya berdempetan. Selain
untuk memaksimalkan tempat, juga dilakukan agar pelanggan tidak keluar di pertengahan lorong
dari celah yang ada, sehingga untuk berpindah ke lorong yang lain harus berjalan sampai ujung
lorong (mau tidak mau harus melewati semua produk). .

7. Lebar sebuah lorong sekitar 90-120 cm, cukup besar untuk bisa dilalui sekitar tiga orang
sekaligus sehingga pengunjung tidak perlu terlalu berdesak-desakkan. Selain itu terdapat area
kosong yang cukup lebar di sekitar kasir. Hal ini dimaksudkan agar konsumen bisa mengantri
dengan nyaman.
4. Analisis Produk

(Kuncinya adalah dengan semakin sering seseorang melihat suatu produk, maka semakin besar
pula kemungkinan orang tersebut untuk membelinya)

1. Menurut pegawai Indomaret, tata letak produk sering diubah. Menurut kami, hal ini
dimaksudkan agar jika maksud awal pelanggan datang hanya untuk membeli Indomie, maka ketika
ia tidak mendapati Indomie pada rak yang biasa ia tuju, pelanggan terpaksa harus mencari letak
Indomie yang baru dan akhirnya akan melewati rak-rak yang menjual produk lainnya dan mungkin
akan mempertimbangkan untuk membeli produk tersebut. .

2. Bir dalam kemasan botol kaca ditaruh paling bawah. Hal ini mungkin karena kemasan yang
rawan pecah. Selain itu bir mengandung alkohol dan hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah
memiliki KTP sehingga tidak perlu ditaruh di tempat yang mencolok. .

3. Produk dengan margin yang lebih tinggi ditaruh di ketinggian mata konsumen. Contoh yang
paling terlihat adalah chips kentang, dimana chips kentang yang ukurannya kecil ditaruh di rak
yang paling bawah karena marginnya paling rendah, sedangkan yang berukuran medium atau
jumbo ditaruh di tingkat rak yang mudah terlihat konsumen. .

4. Minuman adalah produk yang paling banyak ditemukan pada Indomaret cabang ini. Minuman
tersebar di seluruh ruangan, terutama di ujung-ujung lorong. Ujung-ujung lorong merupakan posisi
strategis karena akan sering dilalui oleh konsumen. Menurut salah seorang pegawai Indomaret,
minuman memang adalah produk yang paling laku terjual, karena itu tidak heran jika banyak sekali
rak yang dipakai untuk memuat minuman. .

5. Terdapat 2 produk merek toko (Indomaret), yakni snack tradisional dan gula. Guna
meningkatkan penjualan dan mencapai skala ekonomis, merek Indomaret ditaruh di tempat yang
menyolok seperti gula yang ditaruh pada display terpisah dan snack yang
menggunakan display gantung dan diletakkan di ujung lorong. .

6. Umumnya produk makanan dikelompokkan dengan produk makanan, sedangkan produk non
makanan dikelompokkan dengan produk non makanan. Hal ini dimaksudkan untuk memberi
kemudahan bagi konsumen serta menimbulkan kesan higienis (bayangkan apabila roti ditaruh
bersebelahan dengan kaus kaki). .

7. Terdapat pengelompokkan barang-barang yang sejenis di satu area, seperti peralatan mandi
(shampoo, sabun, sikat gigi, cologne, dsb), perlengkapan bayi (popok, bedak bayi, shampoo bayi,
tisiu basah bayi, dsb). Produk tersebut bersifat komplementer (saling melengkapi) sehingga akan
membuat konsumen merasa perlu untuk membelinya. .

8. Selain pengelompokkan barang yang sejenis, ada juga yang tidak sejenis. Misalnya di tiap-tiap
ujung lorong diletakkan sebuah rak kecil yang lebarnya seperempat rak biasa yang memuat
bermacam-macam produk, seperti dalam satu rak yang sama ada susu, kecap, biskuit, dsb. Saling
tidak nyambung gitu. Hal ini mungkin dilakukan, sekali lagi agar konsumen melihat semakin
banyak produk, bukan hanya sekedar produk yang dari awal ia sudah incar untuk beli.
.

9. Area kasir akan dilalui oleh semua konsumen dan konsumen seringkali harus mengantri
sehingga konsumen akan melihat produk yang dipajang di situ. Umumnya barang yang dipajang
berukuran kecil, seperti permen, coklat, rokok, dan baterai. Hal ini dilakukan guna
memaksimalkan penggunaan tempat yang terbatas di area kasir. Selain itu, di belakang punggung
kasir juga terdapat sejumlah rak yang berisi aneka produk seperti susu kaleng dan kosmetik.
Produk ini adalah produk-produk yang tergolong mahal, sehingga ditaruh di area kasir karena
alasan keamanan. .

10. Selain ujung lorong dan area kasir, masih ada sejumlah posisi strategis dalam Indomaret.
Misalnya, begitu membuka pintu, konsumen bisa langsung melihat tiga display yang ada di
hadapannya, kala itu yakni berisi HIT Anti Nyamuk, Minyak Goreng Sania, dan Milo 3in1. Ketiga
produk ini waktu itu sedang promo. Mungkin ini bisa diartikan begini: supplier mengadakan
perjanjian dengan Indomaret dimana mereka akan memberikan diskon asalkan produk mereka
ditaruh di tempat yang menyolok. Ada juga yang Molto yang memiliki display terpisah >>
mungkin mereka sebelumya sudah membayar slotting fee kepada Indomaret.
5. Analisis Alat Bantu Promosi

1. Sejumlah produk bermerek tertentu memasang papan yang besar di atas rak tempatnya berada
yang isinya mengiklankan produk tersebut, misalnya di Indomaret ini kali itu ada Pond's, Frisian
Flag, Nutrilon, dsb.

2. Supplier yang memberikan promo seperti beli 1 gratis 1, gambar produknya akan dimuat di
langit-langit area kasir dengan judul PROMOSI BULAN INI. Tersedia enam slot, masing-masing
berukuran sekitar A3.

3. Supplier juga bisa memasang spanduk tertentu mengenai harga produknya di langit-langit
seperti yang dilakukan P&G yang mengiklankan belasan produknya pada posisi yang menghadap
pintu masuk sehingga pengunjung yang baru masuk juga bisa langsung melihatnya. .

4. Indomaret juga memasang beberapa informasi seputar undian berhadiah dan promo-promo
lainnya pada tembok belakang di atas rak, di tempat yang tinggi sehingga tidak mengganggu
pandangan konsumen, namun juga terlihat oleh konsumen.
6. Analisis Lainnya

1. Terdapat area lapangan parkir yang luas di halaman Indomaret ini (bisa muat 8-12 mobil).

2. Terdapat sejumlah penjual makanan - nasi goreng, bakso, soto, dsb - di samping Indomaret,
yang oleh Indomaret disebut sebagai "Mitra Usaha Indomaret". Lokasi dan keberadaan mereka
menguntungkan kedua belah pihak. Bagi Indomaret, selain dapat uang sewa, bisa saja pengunjung
yang mencium aroma makanan jadi merasa lapar, dimana pengunjung yang merasa lapar
cenderung akan berbelanja lebih banyak. .

3. Terdapat kotak sumbangan yang ditaruh persis di samping pintu keluar agar pelanggan yang
mendapat kembalian dari berbelanja segera bisa menyumbangkan uangnya. .

4. Terdapat genset untuk berjaga-jaga kalau-kalau terjadi mati listrik. Karena ukuran gensetamat
besar, maka mau tidak mau jadi diletakkan di teras Indomaret. .

5. Terdapat sebuah ruangan di lantai satu yang berfungsi untuk taruh dus kosong atau tempat rehat
sejenak bagi para pekerja. Letaknya ada di belakang agar tidak sembarangan dimasuki konsumen.
Adapun supervisor datang seminggu sekali. .

6. Terdapat sebuah gudang di lantai dua. Pasokan yang datang biasanya segera disusun ke dalam
rak. Apabila ada kelebihan pasokan, pasokan tersebut akan ditaruh di gudang. .

7. Terdapat latar belakang suara radio yang sesekali mengalunkan musik sehingga membuat
pengalaman berbelanja menjadi sedikit lebih menyenangkan.
7. Analisis Layout
a. Layout Indomaret Biasa

Pada layout Indomaret biasa peletakan produk yang promo langsung terlihat saat pengunjung
memasuki Indomaret. Pintu diletakan di dekat kasir agar pengunjung dapat terawasi oleh penjaga
kasir, juga dapat disapa terlebih dahulu seperti disapa “Selamat datang di Indomaret”. Di bagian
depan juga terdapat freezer ice cream dan juga peletakan air mineral. Produk ini diletakkan paling
depan dikarenakan merupakan produk yang paling sering dicari oleh pengunjung. Dikarenakan
layout seperti di atas, sering kali pengunjung langsung ke arah kulkas dan etalase makanan
(dikarenakan etalase peralatan rumah tangga lebih jauh)

b. Layout Indomaret Point

Gambar 2 Layout Ruang


Pada Indomaret Alternatif Cibubur terdapat tempat duduk di depan toko yang dapat
digunakan oleh pengunjung. Pintu masuk hanya satu. Pada Indomaret terdapat mesin ATM.
Layout Indomaret menggunakan layout grid. Layout grid seperti ini memang dipakai hampir
disetiap minimarket. Ketika masuk, terdapat kasir di sebelah kanan yang digunakan untuk
melakukan transaksi. Kasir menggunakan rak COC untuk menempatkan snack-snack kecil
seperti permen. Di sebelah kasir terdapat etalase makanan siap saji seperti donat, somay, dan
lain-lain. Makanan beku seperti nugget dan es krim disajikan dalam freezer. Minuman dingin
disimpan didalam kulkas. Sedangkan minuman tidak dingin disimpan dalam rak biasa. Barang-
barang promo ditempatkan di tengah-tengah toko agar dapat langsung terlihat oleh
pengunjung.
Dari layout tersebut dapat dilihat bahwa zonasi untuk makanan, minuman, bahan makanan,
hingga produk berbahan kimia dipisahkan pada rak yang berbeda. Produk berbahan kimia
seperti deterjen, obat nyamuk, bodycare berada di dekat kasir. Produk makanan dan minuman
umumnya disatukan dalam satu area. Zonasi makanan dan minuman promo diletakan di bagian
paling depan dan dapat terlihat dari pintu masuk. Zonasi makanan cepat saji juga diletakan di
tempat yang terlihat dari pintu masuk. Zonasi perlengkapan dan alat-alat rumah tangga
letaknya berdekatan dengan produk berbahan kimia yang letaknya jauh dari zonasi makanan
dan minuman. Zonasi ini dengan zonasi makanan dan minuman biasanya dipisahkan dengan
zonasi bahan-bahan makanan sebagai zonasi perlihan.

II. ANALISIS DESIGN PADA ALFAMART


Alfamart adalah jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini
umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya.
Lebih dari 200 produk makanan dan barang kebutuhan hidup lainnya tersedia dengan harga
bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.
Dengan trademark Alfa, yang kini sahamnya dimiliki oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya. Saat ini
Alfamart sudah memiliki lebih dari 1000 gerai di Indonesia.
Alfamart yang sering di jumpai dibagi menjadi 2 jenis : Alfamart Franchise dan Alfamart Reguler.
Hal itu hanya dibedakan dari segi kepemilikan dan juga pembagian keunutngan. Alfamart sendiri
memiliki usaha lain selain minimarket seperti pembuatan Program Kemitraan Usaha Retail berupa
membuat Toko Mitra Alfamart.
Toko Mitra Alfamart (TMA) merupakan program kerjasama pemberdayaan potensi
usaha mikro, kecil & menengah (UMKM) dengan berinvestasi dalam pengelolaan
warung sebagai tempat usaha melalui pendekatan konsep bisnis ritel modern
melaui kemitraan strategis.
A. Analisis Alfamart Regular & Frenchise
1. Analisis Fasad

Fasad pada alfamart khas dengan warna garis list pada atapnya yang berwarna kuning
dan merah. Tidak lupa, alfamart selalu meletakan logo alfamart di atas store mereka.
Seperti pada minimarket pada umumnya, alfamart menggunakan kaca full glaze yang
membuat pengunjung dapat meilihat jelas isi mini market dari luas. Pada kaca tersebut
diberi list berwarna merah dan kuning juga.

2. Analisis Layout

Layout yang dipakai pada alfamart tidak berbeda jauh dengan Indomaret, hanya saja
yang paling signifikan adalah peletakan freezer untuk nugget terpisah di belakang juga
peletakan ATK / Stationery bersatu dengan rak rak lainnya.
Pada alfamart memiliki perbedaan dalam segi desain rak. Dimana rak memiliki ujung
tempat untuk barang barang yang dipromosikan :

B. Analisis Toko Mitra Alfamart (TMA)


1. Kriteria Lokasi Toko Mitra Alfamart (TMA)
Toko atau tempat usaha sewa min.3 tahun
• Toko atau tempat usaha milik pribadi
• Bentuk bangunan diutamakan permanen
• Luas toko minimal 12 m2
• Lokasi toko tidak melanggar PERDA setempat
2. Analisis Desain
3.
a. Toko Mitra Alfamart 3x4 (Vertikal) – Standarisasi
b. Toko Mitra Alfamart 3x5 (Vertikal) – Standarisasi
c. Toko Mitra Alfamart 3x6 (Vertikal) – Standarisasi
III. ANALISIS DESIGN PADA FAMILY MART

1. Family Mart
a. Fasad

Gambar 3 Fasad Family Mart


Family Mart hanya terdiri dari satu lantai saja. Terdapat signage besar pada fasad dengan
logo Family Mart berada di tengah fasad. Bangunan menggunakan bukaan kaca besar di setiap sisi
agar bagian dalam bangunan terlihat dari luar.
b. Layout Ruang

Gambar 4 Layout Ruang

Family Mart memiliki space tempat duduk yang lebih luas dibanding Indomaret. Family
Mart juga menggunakan pola grid pada layoutnya. Hal ini untuk mengoptimalkan ruang yang
ada. Tempat duduk berada di dalam toko. Terdapat dua pintu masuk. Satu pintu masuk utama
menghadap langsung ke area tempat duduk. Sedangkan pintu masuk lain berada di samping
toko. Rak untuk meletakan produk promo berada di depan agar terlihat oleh pengunjung.
Zonasi makanan dan minuman berada di paling belakang. Bahan-bahan makanan berada di
tengah dan rak paling depan diperuntukan untuk kebutuhan sehari-hari seperti perlengkapan
rumah tangga, bodycare, ATK, dan lain-lain. Makanan dan minuman yang memerlukan
pendingin seperti kulkas dan freezer diletakan dekat dinding. Family Mart menjual beberapa
makanan dan minuman yang dapat dimakan di tempat sehingga membutuhkan dapur untuk
memasak. Toilet juga terletak di dekat pintu untuk memudahkan akses.
Dilihat dari layout tersebut, zonasi yang paling depan merupakan perlatan rumah tangga
dan produk-produk berbahan kimia. Sedangkan zonasi makanan dan minuman letaknya
berjauhan dan berada di belakang toko. Zonasi bahan-bahan makanan menjadi zona peralihan
antara zonasi makanan dan minuman dengan zonasi peralatan dan produk berbahan kimia.
Zonasi untuk makanan siap saji berada di dekat kasir dan tempat duduk untuk memudahkan
pengunjung yang ingin memesan makanan baik dine-in maupun takeaway.

DAFTAR PUSTAKA
1. https://baratinta.blogspot.com/2015/09/lecture-notes-4-analisis-komplit-tata.html
2. http://fairetail29.blogspot.com/2017/04/indomaret-point-indomaret-plus-dan.html
3. https://s3.amazonaws.com/ppt-download/mptmaeksternal-151120041614-lva1-
app6892.pdf?response-content-
disposition=attachment&Signature=fo0M4kKdI%2FzIgxKF9h%2B4eEIRvAs%3D&Expires=1534222
616&AWSAccessKeyId=AKIAIA5TS2BVP74IAVEQ

Anda mungkin juga menyukai