Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL

B. PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan, 7 (93,33%) sampel mengalami

penurunan kadar kolesterol total setelah terapi bekam. Bekam merupakan

suatu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara mengeluarkan darah

yang sudah tua melalui pembuluh-pembuluh darah kapiler. Bekam diawali

dengan pembendungan lokal tersebut sebagai hasil dari tekanan negative

oleh pengekopan dengan menggunakan tabung atau gelas (Umar, 2008).

Penurunan kadar kolesterol total pada pasien terapi bekam

diakibatkan pengeluaran plak-plak kolesterol berlebih yang menumpuk

pada pembuluh darah serta perangsangan proses lipolisis jaringan lemak

saat pembekaman. Pengekopan (penghisapan) pada kulit yang dibekam

menimbulkan tekanan negative sehingga membantu proses pengeluaran

plak-plak kolesterol tersebut. Selain itu pula, tekanan negative tersebut

menyebabkan congesti pasif dari jaringan lokal dipermukaan superficial

dan meningkatkan dilitasi pembuluh darah (Umar, 2008).

Pembekaman yang dilakukan pada satu titik poin, maka kulit

(kutis), jaringan dibawa kulit (sub kutis), fascia, dan ototnya akan terjadi

kerusakan dari mast cell dan lain-lain. Akibat kerusakan tersebut maka

akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamine, bradikin, slow


reacting substance (SRS), Serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat

tersebut menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare

reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi

ditempat yang jauh dari daerah pembekaman. Hal ini menyebabkan terjadi

perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Perbaikan mikrosirkulasi darah

juga dibantu oleh zat nitrit oksida (NO) yang terstimulasi saat

pembekaman (Syaraf. 2012).

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 2 (6,67%) dari 10

sampel kadar tidak mengalami penurunan (tetap) kolesterol total setelah

terapi bekam. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol

total dalam darah di antaranya : merokok dan kodisi psikis (stres), dapat

menimbulkan kadar kolesterol total dalm tubuh tetapi tinggi. Merokok

dapat menimbulkan kecenderungan sel-sel darah untuk menggumpal di

dalam pembuluh darah dan melekat pada lapisan pembuluh darah. Kondisi

psikis yang sedang stress dapat mempengaruhi kestabilan tekanan darah

(Nilawati dkk, 2008)

ii