Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran kadar kolesterol

total pada pasien sebelum dan sesudah terapi bekam basah di Klinik

Therapy Holistic Qolbun Salim diperoleh hasil sebagai berikut:

NO NAMA UMUR BEKAM


SEBELUM SESUDAH
1. Ny. Nurcaya 40 Thn 237 192

2. Tn. Adrianto 42 Thn 297 261


3. Tn. Amir 40 Thn 256 230
4. Ny. Nurjannah 41 Thn 208 164
5. Tn. Kamiruddin 50 Thn 384 377
6. Ny. Suwarti 43 Thn 261 251
7. Tn. Jemaku 43 Thn 237 199
8. Tn. Jamal 45 Thn 241 194
9. Tn. Pammi 46 Thn 249 193
10. Tn. Kahar 47 Thn 290 256

B. Pembahasan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian hiperkolesterol

-emia umumnya terjadi pada rentang usia 40-50 tahun. Hal ini sejalan pada

penelitian yang dilakukan oleh Afiah & rahayu ningsing (2014) yang

menunjukkan bahwa pada wanita dan pria di usia 40-50 tahun mempunyai
metabolisme yang sama. Selain itu pada usia 40-50 tahun merupakan usia

terjadinya sindroma metabolic yang mulai meningkat. Sebagian besar

orang mengalami hiperkolesterolemia (Afifatun. M, 2017).

Hasil penelitian menunjukkan, sampel mengalami penurunan kadar

kolesterol total setelah terapi bekam. Bekam merupakan suatu metode

pengobatan yang dilakukan dengan cara mengeluarkan darah yang sudah

tua melalui pembuluh-pembuluh darah kapiler. Bekam diawali dengan

pembendungan lokal tersebut sebagai hasil dari tekanan negative oleh

pengekopan dengan menggunakan tabung atau gelas (Umar, 2008).

Penurunan kadar kolesterol total pada pasien terapi bekam

diakibatkan pengeluaran plak-plak kolesterol berlebih yang menumpuk

pada pembuluh darah serta perangsangan proses lipolisis jaringan lemak

saat pembekaman. Pengekopan (penghisapan) pada kulit yang dibekam

menimbulkan tekanan negative sehingga membantu proses pengeluaran

plak-plak kolesterol tersebut. Selain itu pula, tekanan negative tersebut

menyebabkan congesti pasif dari jaringan lokal dipermukaan superficial

dan meningkatkan dilitasi pembuluh darah (Umar, 2008).

Pembekaman yang dilakukan pada satu titik poin, maka kulit

(kutis), jaringan dibawa kulit (sub kutis), fascia, dan ototnya akan terjadi

kerusakan dari mast cell dan lain-lain. Akibat kerusakan tersebut maka

akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamine, bradikin, slow

reacting substance (SRS), Serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat

tersebut menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare

ii
reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi

ditempat yang jauh dari daerah pembekaman. Hal ini menyebabkan terjadi

perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Perbaikan mikrosirkulasi darah

juga dibantu oleh zat nitrit oksida (NO) yang terstimulasi saat

pembekaman (Syaraf. 2012).

Hal ini menunjukkan bahwa pada penelitian ini terapi bekam

berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar kolesterol total pada

penderita kolesterol berlebiha atau hiperkolesterolemia yang mana kadar

kolesterol setelah bekam mengalami penurunan. Penurunan kadar

kolesterol total setelah bekam pada penelitian ini dapat menjadikan bekam

sebagai salah satu rujukan pengobatan hiperkolesterolemia bagimasyarakat

(Afifatun. M, 2017).

iii
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasrkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan data yang

telah diperoleh pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa, terapi bekam

baik dilakukan sebagai salah satu pengobatan yang terbukti dapat

menurunkan kadar kolesterol total pada penderita hiperkolesterolemia.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, terdapat beberapa

hal yang dapat disarankan untuk pengembangan dari hasil penelitian ini.

Saran tersebut sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan informasi

untuk mengembangkan penelitian ini lebih lanjut agar dapat

melakukan penelitian serupa dengan waktu lebih lama atau dilakukan

dengan waktu yang bertahap setelah bekam, intervensi bekam lebih

satu kali, jumlah responden yang lebih banyak, dan ditambahkan

dengan kelompok control serta kriteria responden yang lebih homogen.

Penelitian bekam ini juga daoat diperluas tentang manfaatnya untuk

mengobati penyakit lain.

2. Bagi Masyarakat

Hasil penelitian ini memberikan informasi bagi masyarakat bahwa

terapi bekam baik dilakukan sebagai salah satu pengobatan

iv
berlandaskan nilai keislaman yang terbukti dapat menurunkan kadar

kolesterol total pada penderita hiperkolesterolemia.