Anda di halaman 1dari 7

1

RANGKUMAN SEJARAH GERAKAN PRAMUKA, UU GERAKAN


PRAMUKA, ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN
RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA

Rangkuman ini disusun sebagai tugas pengganti hari :


Sabtu, 22 September 2018

Disusun oleh:

Nama : Adhi Susworo


Kelompok : Dayak
No. : 7

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD)


KWARTIR CABANG KABUPATEN KLATEN
2018
2

Sejarah Pramuka Dunia

Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan
kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting
For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri
organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.Tahun
1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk
wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau.
Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala)
dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku
ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun.
Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia).
Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai
bahagia.
Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London.
Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai
Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World). Sampai saat ini, jambore sudah dilaksanakan
sampai yang ke XXIII, dan tahun depan, yakni tahun 2019 akan menjadi jambore ke XXVI yang
dilaksanakan di Amerika Serikat.
Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat
terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat
sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina
Pramuka dengan nama Gilwell Park.
Tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro
Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari
London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke
Geneva, Swiss.
Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut
oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang
pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai
Sekjen.Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir,
Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London
dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.
3

Sejarah Pramuka Indonesia

Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan


oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam
kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang
pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman
keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku
yang berjudul “Scouting for Boy”.
Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia.
Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan
ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai
politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.
Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi
perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan
pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.
Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat
itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku
mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di
Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih
mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam
pembangunan bangsa dan negara.
Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan
meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama
GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-
anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk
dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei
1961.
Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka
diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik
Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik
Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari
Ulang Tahun Gerakan Pramuka.
Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu
kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan
Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo
Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Yang menghasilkan
terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.
4

Gerakan Pramuka Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2010

Gerakan Pramuka Indonesia merupakan sebuah nama organisasi pendidikan nonformal


yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata
“Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang
Suka Berkarya. Alasannya :
1. Pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan potensi diri serta
memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, dan kecakapan hidup bagi setiap warga
negara demi tercapainya kesejahteraan masyarakat;
2. Pengembangan potensi diri sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam
berbagai upaya penyelenggaraan pendidikan, antara lain melalui Gerakan Pramuka;
3. Gerakan Pramuka selaku penyelenggara pendidikan kepramukaan mempunyai peran
besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda sehingga memiliki pengendalian
diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan
perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global;
4. Peraturan perundangan-undangan yang berlaku saat ini belum secara komprehensif
mengatur Gerakan Pramuka.

Mengingat UNDANG–UNDANG DASAR 1945 PASAL 20, PASAL 20A AYAT (1), PASAL
21, PASAL 28, PASAL 28C, DAN PASAL 31

Memuat 9 BAB, 49 PASAL, 120 AYAT

BAB I : KETENTUAN UMUM

BAB II : ASAS, FUNGSI, DAN TUJUAN

BAB III : PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

BAB IV : KELEMBAGAAN

BAB V : TUGAS DAN WEWENANG

BAB VI : HAK DAN KEWAJIBAN

BAB VII : KEUANGAN

BAB VIII : KETENTUAN PERALIHAN

BAB IX : KETENTUAN PENUTUP


5

Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka


Penjelasan masing-masing pasal

Pasal 7 Ayat (3) Huruf b


Yang dimaksud “belajar sambil melakukan” adalah berusaha mengetahui sesuatu dan
memperoleh ilmu pengetahuan yang dikerjakan dalam waktu bersamaan dengan mempraktikkan
hasil yang diperoleh.

Pasal 7 Ayat (3) Huruf d


Yang dimaksud “kegiatan yang menantang” adalah aktivitas yang menggugah tekad untuk
mengatasi masalah.

Pasal 10 Ayat (1)


Sistem Among yang diterapkan dalam pendidikan gerakan pramuka diangkat dari prinsip
kepemimpinan yang berakar dari nilai luhur budaya bangsa.

Pasal 10 Ayat (3)

Huruf a
Prinsip kepemimpinan “di depan menjadi teladan” dengan istilah “ing ngarsa sung tuladha”.

Huruf b
Prinsip kepemimpinan “di tengah membangun kemauan” dengan istilah “ing madya mangun
karsa”.

Huruf c
Prinsip kepemimpinan “di belakang mendorong dan memberikan motivasi kemandirian” dengan
istilah “tut wuri handayani”.

Pasal 12

Huruf a
Jenjang pendidikan “siaga” menekankan pada terbentuknya kepribadian, dan keterampilan di
lingkungan keluarga melalui kegiatan bermain sambil belajar.

Huruf b
Jenjang pendidikan “penggalang” menekankan pada terbentuknya kepribadian dan keterampilan
dalam rangka mempersiapkan diri untuk terjun dalam kegiatan masyarakat melalui kegiatan
belajar sambil melakukan.

Huruf c
Jenjang pendidikan “penegak” menekankan pada terbentuknya kepribadian dan keterampilan
agar dapat ikut serta membangun masyarakat melalui kegiatan belajar, melakukan, bekerja
kelompok, dan berkompetensi.

Huruf d
Jenjang pendidikan “pandega” menekankan pada terbentuknya kepribadian dan keterampilan
agar dapat ikut serta membangun masyarakat melalui kegiatan kepada masyarakat.

Pasal 14 Ayat (1)

Huruf a
Yang dimaksud dengan “pembina” adalah tenaga pendidik gerakan pramuka yang bertugas
melatih peserta didik di gugus depan.
6

Huruf b
Yang dimaksud dengan “pelatih” adalah tenaga pendidik gerakan pramuka yang bertugas
melatih pembina.

Huruf c

Yang dimaksud dengan “pamong” adalah tenaga pendidik gerakan pramuka yang bertugas
mendidik peserta didik pada satuan karya pramuka (saka).

Huruf d

Yang dimaksud dengan “instruktur” madalah tenaga pendidik gerakan pramuka yang memiliki
keahlian/keterampilan khusus kesakaan yang mendidik peserta didik dan pamong di satuan
karya gerakan pramuka.

Pasal 14 Ayat (2)

Standar tenaga pendidik disusun dan ditetapkan oleh pusat pendidikan dan pelatihan nasional
gerakan pramuka.

Pasal 20 Ayat (1)

Yang dimaksud dengan “mandiri” adalah organisasi gerakan pramuka merupakan lembaga yang
mengelola sendiri kelembagaannya.

Yang dimaksud dengan “sukarela” adalah organisasi yang keanggotaannya atas kemauan
sendiri, tidak karena diwajibkan.

Yang dimaksud dengan “nonpolitis” adalah organisasi gerakan pramuka bukan merupakan
bagian dari salah satu organisasi sosial politik manapun.

Pasal 23

Dalam setiap kwartir dibentuk “dewan kerja” sebagai badan kelengkapan kwartir.
7

AD/ART Gerakan Pramuka

AD/ART Gerakan Pramuka bukanlah suatu keputusan mutlak yang tidak dapat dirubah, AD
dapat dirubah melalui Munas Gerakan Pramuka apabila diperlukan. AD/ART yang telah
disepakati dalam Munas diterbitkan melalui keputusan Kwarnas.

Tujuan adanya AD dan ART


1. Dijadikan landasan, pedoman, pegangan dalam semua kegiatan.
2. Sebagai landasan manajemen dan pemberdayaan sumber daya Gerakan Pramuka untuk
mengatur dalam organisasi dan kehidupan Pramuka.
3. Oleh semua anggota Gerakan Pramuka harus memahami, menghayati, dan melaksanakan
AD/ART, dan petunjuk penyelenggaraannya.

Pelaksanaan AD/ART
Sesuai dengan tujuan mengapa AD/ART harus ada dalam setiap organisasi, Gerakan Pramuka
menjadikan AD/ART sebagai nafas dalam menyelenggarakan kegiatan organisasi dan
pendidikan. Dalam pelaksanaan AD/ART dalam setiap aktivitas diberikan Petunjuk
Penyelenggaraan untuk memeperjelas pasal apa yang ada dalam AD/ART. PP yang ada dalam
Gerakan Pramuka memuat hal – hal yang dijadikan pembahasan (i.e PP tentang Penegak
Pandega ) yang dalam AD/ART hanya dibahas hal pokok saja.

Garis Besar AD/ART


AD/ART Gerakan Pramuka memuat 12 bab 38 pasal yang menyangkut tentang apa dan
bagaimana Gerakan Pramuka. Secara garis besar AD/ART Gerakan Pramuka berisi tentang :

1. Dasar Gerakan Pramuka, yang berisi tantang :

 Nama dan lokasi Gerakan Pramuka


 Asas dan Prinsip Gerakan Pramuka
 Sifat dan tujuan Gerakan Pramuka
 Tugas pokok dan Fungsi
 Kode kehormatan dan janji

2. Keorganisasian

 Keanggotaan
 Jenjang organisasi
 Bendera dan Panji Gerakan Pramuka
 Hymne
 Atribut

3. Musyawarah Gerakan Pramuka


4. Kekayaan orgaisasi
5. Anggaran Rumah Tangga
6. Pembubaran Gerakan Pramuka
7. Perubahan Anggaran Dasar