Anda di halaman 1dari 46

KELOMPOK 7

I0316020

I0316074

I0316072
Sari Murni merupakan salah satu industri tahu berskala kecil yang
terletak di daerah Mojosongo, Surakarta. Industri tersebut memiliki
jumlah pekerja sebanyak 16 orang dan mayoritas berjenis kelamin laki-
laki. Proses pembuatan tahu Sari Murni masih bersifat sederhana,
sebab masih banyak proses yang dilakukan secara manual. Adapun
proses pembuatan tahu meliputi: proses pencucian, penggilingan,
masak, penyaringan, pencetakan dan pengepresan, pemotongan serta
finishing.
Peta Kerja
Pengukuran waktu kerja
Peta Kerja

Peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan


kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (biasanya
kerja produksi). Lewat peta-peta ini kita bisa melihat
semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu
benda kerja dari mulai masuk ke pabrik (berbentuk
bahan baku), kemudian menggambarkan semua
langkah yang dialaminya, seperti transportasi, operasi
mesin, pemerikasaan dan perakitan, sampai akhirnya
menjadi produk jadi, baik produk lengkap atau
merupakan bagian dari suatu produk lengkap.
Peta Manusia Mesin
1.Peta Manusia Mesin??

Peta manusia mesin merupakan peta yang memperlihatkan pekerjaan operator dan
mesin. Adapun kegunaan peta pekerja-mesin yaitu:
1.Mengetahui presentase kerja operator dan mesin.
2.Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya. Apabila kita menemukan
bahwa efektifitas pekerja yang menangani sebuah atau beberapa mesin itu rendah.
3.Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja. Pada dasarnya gerakan-gerakan kerja juga
merupakan faktor yang menentukan waktu penyelesaian suatu pekerjaan.
4.Merancang kembali mesin dan peralatan.
Peta Manusia Mesin
Peta Manusia Mesin
Peta Aliran Proses
Peta Aliran Proses
Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi,
pemeriksaan, transportasi, menunggu, dan penyimpananyang terjadi selama satu proses
atau prosedur berlangsung. Didalamnya dimuat pula informasi-informasi yang diperlukan
untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak perpindahan yang terjadi. Waktu,
biasanya dinyatakan dalam jam atau menit sementara jarak perpindahan biasanya
dinyatakan dalam meter. Adapun kegunaan peta aliran proses yaitu:
1. Untuk mengetahui aliran bahan, aktivitas orang ataualiran kertas dari awal masuk
dalam suatu proses atau prosedursampai aktivitas terakhir.
2. Untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan,orang atau kertas selama
proses atau prosedur berlangsung.
3. Untuk melakukan perbaikan-perbaikan proses atau metode kerja.
4. Peta ini bisa memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian atau suatu proses
prosedur.
Peta Aliran Proses

Pada peta aliran proses didapatkan operasi dilakukan 9


kali dengan total waktu 4980 detik, pemeriksaan
(inpeksi) dilakukan 2 kali dengan total waktu 120 detik,
transportasi dilakukan 5 kali dengan total waktu 600
detik, menunggu dilakukan 2 kali dengan total waktu
7500 detik, dan penyimpanan dilakukan 1 kali dengan
total waktu 120 detik.
Diagram Alir
Diagram Alir
Diagram alir merupakan suatu gambaran menurut skala, dari susunan lantai
dan gedung yang menunjukan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam
peta aliran proses. Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang
dari suatu tempat ke tempat berikutnya, dinyatakan oleh garis aliran dalam
diagram tersebut. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil padagarisan
tersebut. Adapun kegunaan diagram aliran yaitu:

1. Lebih memperjelas suatu peta aliran proses, apalagi jika arah aliran
merupakan faktor yang penting.
2. Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja.
Peta Proses Operasi
Peta Proses Operasi
Peta proses operasi menggambarkan langkah-langkah operasi dan
pemeriksaan yang dialami bahan (atau bahan-bahan) dalam urut-urutannya
sejak awal sampai menjadi produk jadi utuh maupun sebagai bagian setengah
jadi. Manfaat pembuatan peta proses operasi adalah:

1. Dapat mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya.


2. Alat untuk melakukan perbaikan cara kerja.
3. Alat untuk pelatihan kerja.
4. Alat untuk menentukan tata letak pabrik.
5. Dapat memperkirakan kebutuhan akan bahan baku.
Peta Tangan Kiri dan
Kanan
Peta Tangan Kiri dan Kanan
Peta Tangan Kanan Tangan Kiri menggambarkan semua gerakan saat bekerja dan waktu
menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan, juga menunjukan perbandingan
antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan suatu pekerjaan.
Adapun kegunaan peta tangan kanan-tangan kiri yaitu:
1. Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan. Dengan bantuan studi
gerakan dan perinsip-prinsip ekonomi gerakan, maka kita bisa menguraikan suatu pekerjaan
lengkap menjadi elemen-elemen gerakan yang terperinci.
2. Sebagai alat untuk melatih pekerja baru, dengan cara kerja yang ideal. Kiranya sudah jelas, peta
tangan kanan-tangan kiri menunjukan urutan-urutan pengerjaan yang terbaik untuk saat itu, peta
ini berfungsi sebagai penuntun terutama bagi pekerja-pekerja baru sehingga akan mempercepat
proses belajar.
3. Sebagai alat untuk menganalisis tata letak sistem kerja. Tata letak tempat kerja juga merupakan
faktor yang mempengaruhi lamanya waktu penyelesaian. Percobaan dengan mengubah-ubah tata
letak peralatan selain dapat menentukan tata letak yang baik ditinjau dari waktu dan jarak, juga kita
bisa menemukan urutan-urutan pengerjaan yang baik dengan prinsip ekonomi gerakan.
4. Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisiendan tidak produktif, sehingga
tentunya akan mempersingkat waktu kerja.
Peta Tangan Kiri dan Kanan
Elemen-elemen gerak yang biasanya dibagi ke dalam delapan buah elemen
sebagai berikut.
Menjangkau (Re)
Memegang (G)
Membawa (M)
Mengarahkan (P)
Menggunakan (U)
Melepas (RI)
Menganggur (D)
Merakit (A)
Memegang untuk memakai (H)
Pengukuran Waktu Kerja

Pengukuran waktu kerja adalah pengukuran yang


dilakukan pada suatu aktivitas atau kegiatan seorang
operator dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bisa
juga diartikan usaha untuk mengetahui berapa lama
yang dibutuhkan operator untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan dengan wajar dan dalam rancangan sistem
kerja yang terbaik. Selain itu pengukuran waktu kerja
bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan
suatu pekerjaan.
Pengukuran waktu kerja menggunakan jam henti diperkenalkan
Frederick W. Taylor pada abad ke-19. Metode ini baik untuk
diaplikasikan pada pekerjaan yang singkat dan berulang
(repetitive). Dari hasil pengukuran akan diperoleh waktu baku
untuk menyelesaikan suatu siklus pekerjaan yang akan
dipergunakan sebagai waktu standar penyelesaian suatu
pekerjaan bagi semua pekerja yang akan melaksanakan
pekerjaan yang sama.
Berikut adalah elemen kerja yang telah dibreakdown
Sehingga dari pengolahan data diperoleh waktu baku adalah 21882,89 s (364,71
menit) dan output standarnya adalah 0,003 unit/menit.
Work Sampling
Work Sampling
Work sampling (sampling pekerjaan) adalah suatu teknik yang cukup diandalkan untuk
mengukur beban kerja tenaga kerja dimana mempunyai beberapa tipe yaitu pekerjaan
dengan beban tetap dan berubah. Selain itu sampling pekerjaan adalah suatu prosedur
pengukuran yang dilakukan pada waktu-waktu yang ditentukan secara acak.
Work sampling mempunyai kegunaan di bidang produksi untuk menghitung waktu
penyelesaian. Kegunaan-kegunaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu sepanjang waktu kerja oleh pekerja
atau kelompok kerja.
2. Untuk menentukan waktu baku bagi pekerja-pekerja tidak langsung.
3. Untuk memperkirakan kelonggaran bagi suatu pekerjaan.
4. Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan mesin-mesin atau alat-alat pabrik.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada
perusahaan pembuatan tahu pada Pabrik Tahu Sari Murni
Mojosongo, maka perhitungan dan pengujian data yang
diperoleh adalah sebagai berikut:
Menentukan banyaknya pengamatan :
Dalam sehari lamanya waktu kerja efektif operator adalah 7,5
jam kerja, sedangkan satuan frekuensi setiap kali pengamatan
adalah 15 menit, sehingga kita peroleh banyaknya pengamatan
dalam sehari adalah tidak boleh lebih dari 30 kali pengamatan.
Menentukan jam-jam kunjungan :

Dalam penentuan waktu kunjungan, hal pertama


kali yang harus dilakukan adalah menentukan
bilangan random. Berikut ini data yang digunakan
untuk menentukan jam kunjungan:
Satuan frekuensi pengamatan = 15 menit
Jam kerja yang berlaku tiap harinya = 07.30-15.00
Jam istirahat = 12.00-12.45
Jam kerja efektif tiap harinya = 6,75 jam kerja
Angka random maksimum :

𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑒𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓


𝐴𝑅𝑀 =
𝑠𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛 𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛
(6,75 𝑥 60 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)
= = 27
15 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka
kunjungan yang dilakukan perhari tidak boleh lebih
dari 27 kali. Jika pada kasus ini, dalam satu hari
dilakukan 27 kali kunjungan, maka dengan bantuan
tabel acak dapat ditentukan waktu kunjungan yang
disarankan.
Deskripsi Pekerjaan
Deskripsi Operator
Nama operator : Jaka
Jenis kelamin operator : Laki-laki
Umur : 40
Peralatan yang digunakan : -
Pekerjaan : Operator

Data Operator
Lembar Kerja Pengamatan Work Sampling
Objek pengamatan : Stasiun Perendaman, Pencucian pada proses pembuatan Tahu.
Waktu kunjungan : 07.30 – 15.00
Pengamatan Hari Pertama Pengamatan Hari Kedua Pengamatan Hari Ketiga
Tanggal 11 Mei 2018 Tanggal 18 Mei 2018 Tanggal 25 Mei 2018
Rekapitulasi Data Hasil Pengamatan
Setiap pembuatan tahu memiliki Untuk pengamatan hari ketiga
persentase produktif masing-masing, % Produktif didapat dari :
nilainya adalah sebagai berikut : 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓
= 𝑥 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ
Untuk pengamatan hari pertama 22
= 𝑥 100%
% Produktif didapat dari : 27
= 81,15%
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓
= 𝑥 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ
21
= 𝑥 100%
27
= 77,78%
Untuk pengamatan hari kedua
% Produktif didapat dari :
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓
= 𝑥 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ
21
= 𝑥 100%
27
= 77,78%
Pengujian Keseragaman
Menguji keseragaman data dengan
menentukan bata-batas kontrolnya yaitu 𝑝(1−𝑝)
Batas Kontrol Atas (BKA) dan Batas Kontrol BKA =𝑝+3
𝑛
Bawah (BKB).
0,79(1−0,79)
Tingkat Ketelitian = 5% = 0,79 + 3
27
Tingkat Keyakinan = 95% = 1,025 x 100% = 102,5%
Dimana :
∑𝑝𝑖 𝑝(1−𝑝)
𝑝= BKB =𝑝−3
𝑘 𝑛
77,78%+77,78%+81,15% 0,79(1−0,79)
𝑝= = 0,79 − 3
3 27
𝑝 = 79%≈ 0,79 = 0,555 x 100% = 55,5%
∑𝑛𝑖
𝑛=
𝑘
81
𝑛=
3
𝑛 = 27
Uji Kecukupan Data
Tingkat Ketelitian = 32%
Tingkat Keyakinan = 68% (k = 1)
2 2

𝑘 1 − 𝑝 1 1 − 0,79
𝑁 = = = 2,596 = 3
𝑆2𝑝 0,32 2 0,79
Dari data yang diambil didapat nilai N > N’ (81 > 3), maka data
pengamatan yang telah lakukan dikatakan cukup, dan tidak perlu
dilakukan pengumpulan data lagi. Dengan N adalah jumlah
pengamatan yang telah dilakukan (3 kali pengamatan) dan N’ adalah
jumlah pengamtan yang diperlukan untuk sampling kerja (81 kali
pengamatan).
Pengukuran Faktor Penyesuaian (Rating Factor) dan
Faktor Kelonggaran (Allowance)

Analisa Wastinghouse
Ketrampilan : Excellent (B1) +0,11
Usaha : Excellent (B1) +0,10
Kondisi kerja : Average (D) 0,0
Konsistensi : Good (C) +0,01

Jadi p = (1 + 0,17) = 1,22


• Diasumsikan besarnya faktor kelonggaran (allowance)
adalah sebesar 10%.
Pengukuran Waktu Siklus (Ws), Waktu Normal (Wn), Waktu
Baku (Wb), dan Beban Kerja (Bk )

Persentase Produktif (Performance Level) :


∗ 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓 1𝑥21 + 1𝑥21 + 1𝑥22 64
𝑝 = = = =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 3𝑥27 81
0,79 = 79%
Rata-rata Menit Produktif (RMP):

𝑅𝑀𝑃 = 𝑝 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 = 79% 𝑥 450 =
355,5 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
Pengukuran Waktu Siklus (Ws), Waktu Normal (Wn), Waktu
Baku (Wb), dan Beban Kerja (Bk )

• Waktu Siklus (Ws) :


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓 355,5
𝑊𝑠 = =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 2
= 177,75 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡/𝑢𝑛𝑖𝑡
• Waktu Normal (Wn) :
𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑊𝑛 = 𝑊𝑠 𝑥 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑠𝑢𝑎𝑖𝑎𝑛 = 177,75 𝑥 1,22 = 216,855
𝑢𝑛𝑖𝑡
• Waktu Baku (Wb) :
𝑊𝑏 = 𝑊𝑛 + (𝑊𝑛 𝑥 𝐴𝑙𝑙)
100 100
𝑊𝑏 = 𝑊𝑛 𝑥 = 216,855 𝑥
100%−%𝐴𝑙𝑙 100−10
= 240,95 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡/𝑢𝑛𝑖𝑡
Pengukuran Waktu Siklus (Ws), Waktu Normal (Wn), Waktu
Baku (Wb), dan Beban Kerja (Bk )

• Output Standar
1
𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 = = 1/240,95 = 0,004 𝑢𝑛𝑖𝑡/menit
𝑊𝑏
Beban Kerja (Bk) :
𝑊𝑏 240,95
𝐵𝑘 = = = 0,535 = 53,5%
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 450
Sedikit