Anda di halaman 1dari 27

Volume 4. Nomor 2.

Juli – Desember 2016

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN


IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
BERBASIS AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA
PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia 1
Mutiha Arthaingan H 2
1,2, Laboratorium Akuntansi dan Audit, Program Studi Akuntansi Program Vokasi Universitas Indonesia,

idelid53@gmail.com cc: idelid@yahoo.com, Ah_mutiha@yahoo.co.id

Diterima : 13 November 2015 Layak Terbit : 1 Januari 2016


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor Komitmen Organisasi, Sumber
Daya Manusia (SDM), Komunikasi dan Perangkat Penunjang mempengaruhi Keberhasilan
Implementasi Akrual Basis pada Laporan Keuangan Pemerintahan Kota Bogor . Riset ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik
analisis regresi linier berganda dengan menggunakan data empiris melalui instrumen kuesioner
kepada responden yang merupakan SDM yang terlibat secara langsung pada proses penyusunan
Laporan Keuangan Daerah, baik dari Entitas Akuntansi mau pun Entitas Pelaporan. Hasil penelitian
menunjukkan Komitmen Organisasi dan Komunikasi terbukti mempengaruhi Keberhasilan
Implementasi Laporan Keuangan Berbasis Akrual, tetapi untuk Faktor SDM dan faktor Sarana
pendukung tidak mempengaruhi Keberhasilan Implementasi SAP Berbasis akrual.

Kata kunci; Akrual Basis, Laporan Keuangan, PP 71/ 2010, Entitas Sektor Publik

Abstract
This research has objective to examine if factors Commitment to Organization, Human Resourses,
Communication and Infrastructure influence the success of implemention of accrual basis in preparing local
Government financial statement. This is a quantitative approach research which is used questionnaires to
respondent research by using linier regression equation for analysis. The result is, only factors commitment and
communication influenced the success of implementation process of accrual basis and factors human resources
and infrastructure did not influenced the success of implementation.

Keyword; Accrual Basis, Financial Statement, PP 71/ 2010, Public Sector Entity

PENDAHULUAN negara (UU Nomor 1 Tahun 2004) dan


Reformasi keuangan negara Republik pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawab
Indonesia dilakukan dalam rangka keuangan negara (UU Nomor 15 Tahun
menegakkan dan membangun tata kelola 2004). Pemerintah melakukan perbaikan
pemerintahan yang baik (good governance), secara berkesinambungan dan konsisten
sudah dimulai sejak dikeluarkannya paket melalui peningkatan akuntabilitas keuangan
regulasi berupa Undang-Undang (UU) yang negara melalui akuntansi dan pelaporan
mengatur tentang keuangan negara (UU keuangan sesuai dengan international best
Nomor 17 Tahun 2003), perbendaharaan
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

practices yang disesuaikan dengan kondisi basis pada sektor komersil (Bromwich dan
negara Indonesia. Lapsley. 1997: Guthrie. 1998: Monsen. 2002).
Paket UU tersebut telah Ada juga hasil riset mengkritik pendapat yang
mengamanahkan pemerintah untuk mengatakan bahwa basis akrual lebih
menerapkan akrual basis akuntansi selambat- superior dibandingkan basis kas untuk entitas
lambatnya 5 (lima) tahun sejak UU tersebut sektor publik (Mellet, 1997: Barton, 1999),
disahkan, yang artinya adalah pada tahun peneliti ini berpendapat bahwa implementasi
2008. Kenyataannya mundur 2 (dua) tahun, teknik akuntansi pada sektor komersil bukan
dimana pada tahun 2010 barulah diterbitkan hanya tidak sesuai tetapi juga akan
regulasi turunan berupa Peraturan menghadapi berbagai hambatan. Hal ini
Pemerintah (PP) No. 71 Tahun 2010 yang terjadi karena adanya perbedaan fundamental
menggantikan PP 24 Tahun 2005, PP 71 antara sektor komersil dengan sektor publik
Tahun 2010 ini mengatur tentang Standar yang tidak bisa kita hindari, misalkan terkait
Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang terdiri dengan tujuan (goal) dan sistem alokasi yang
dari 2 (dua) lampiran, lampiran 1 mengatur berbeda diantara kedua sektor/entitas
SAP berbasis akrual dan Lampiran 2 tersebut (Barton, 1999). Sementara itu ada
mengatur SAP berbasis kas menuju akrual. juga peneliti yang mempertanyakan kelayakan
SAP berbasis akrual dapat dilakukan secara implementasi basis akrual ini pada sektor
bertahap, dan paling lambat untuk pelaporan publik (Lapsley. 1986: Pallot. 1992: Mellet.
keuangan tahun 2015 Pemerintahan Pusat 1997), misalkan saat harus mencadangkan
mau pun Pemerintahan Daerah. dana yang digunakan untuk membiayai proses
Perubahan basis akuntansi dari basis identifikasi dan valuasi aset.
kas ke basis akrual juga merupakan salah satu Mardiasmo (2009:20) berpendapat
ciri adopsi NPM oleh sektor publik. Mahmudi berbeda dengan hasil riset dalam konteks
(2003) dan Paulsson (2006) mengungkapkan internasional tersebut, dimana Akuntansi
Konsep New Publik Management (NPM) berbasis akrual diyakini dapat menghasilkan
merupakan isu penting dalam reformasi Laporan Keuangan yang lebih dapat
sektor publik. Konsep NPM juga memiliki dipercaya, lebih akurat, komprehensif, dan
keterkaitan dengan permasalahan manajemen relevan untuk pengambilan keputusan
kinerja sektor publik karena pengukuran ekonomi, sosial, dan politik. UU No. 17 tahun
kinerja menjadi salah satu prinsip NPM yang 2003 tentang Keuangan Negara merupakan
utama. regulasi yang kemudian dikeluarkan untuk
Pada konteks internasional, beberapa mendukung agenda tersebut. Komite Standar
riset menemukan bahwa implementasi akrual Akuntansi Pemerintahan (KSAP) juga telah
basis masih menimbulkan beberapa menyusun Standar Akuntansi Pemerintahan
pertanyaan tentang kegunaan untuk sektor (SAP) berbasis akrual yang ditetapkan dengan
publik akan sama dengan kegunaan akrual PP No. 71 tahun 2010. Selanjutnya untuk

67
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

tingkat pemerintah daerah diterbitkan Faktor lain yang juga diduga


Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 64 medukung tercapainya penerapan SAP
Tahun 2013 tentang Penerapan Standar berbasis akrual adalah ketersediaan sarana
Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pendukung. Kompleksitas dari sistem
pada Pemerintah Daerah. pencatatan Akuntansi berbasis akrual
Perubahan basis akuntansi ini (Simanjuntak, 2010) dan tingginya volume
bukanlah regulasi yang mudah untuk transaksi ekonomi di daerah maka sangat
dilaksanakan, karena agar proses diperlukan ketersediaan sarana pendukung
penerapannya dapat berjalan dengan baik yang memadai, baik itu berupa hardware
diperlukan adanya riset tentang faktor-faktor maupun software dan lain-lain dalam arti
pendukung yang dapat mempengaruhi ketersediaan perangkat pendukung dan
kesuksesan tersebut. Damuharti (2011) manfaatnya (Azhar, 2007 dan Budiarto, 2011).
menyatakan bahwa keberhasilan implementasi Faktor terakhir adalah diperlukan
ditentukan oleh banyak variabel atau faktor, komunikasi yang berkesinambungan dari
dan masing-masing saling berhubungan. pemerintah pusat maupun daerah.
Sumber daya manusia (SDM) Sebagaimana layaknya suatu peraturan baru
merupakan salah satu faktor yang menduduki yang mengatur suatu sistem yang berbeda
peran sentral dalam menentukan keberhasilan cukup jauh dari sistem sebelumnya, bisa jadi
penerapan SAP (Indriani, 2013). Simanjuntak ada pihak yang sudah terbiasa dengan sistem
(2010) mengungkapkan “akuntansi berbasis yang lama dan enggan untuk mengikuti
akrual mampunyai berbagai kendala, antara perubahan. Untuk itu, perlu disusun berbagai
lain adalah adanya pilihan atas berbagai kebijakan dan dilakukan berbagai sosialisasi
penilaian, pengakuan, dan pelaporan atas aset, sehingga penerapan standar akuntansi
kewajiban, dan ekuitas. Kendala lain dari pemerintahan berbasis akrual dapat berjalan
akuntansi berbasis akrual adalah kompleksitas baik. Ardiansyah (2013) dalam penelitiannya
dari sistem pencatatan sehingga sangat membuktikan bahwa komunikasi berpengaruh
diperlukan ketersediaan SDM yang terhadap kesiapan penerapan SAP berbasis
kompeten.” akrual.
Faktor komitmen dari aparatur Keberhasilan penerapan SAP berbasis
pemerintah. Komitmen dalam implementasi akrual merupakan hal yang sangat penting,
SAP merupakan kunci keberhasilan dari suatu tidak terkecuali bagi Pemerintah Kota Bogor,
perubahan (Budiarto, 2011). Menurut Robbins maka diperlukan pengidentifikasian faktor-
(2003:92), komitmen pada organisasi adalah faktor yang dapat mendukung keberhasilan
suatu keadaan dimana seorang karyawan penerapan SAP berbasis akrual tersebut.
memihak pada suatu organisasi tertentu dan Penelitian ini termotivasi oleh
tujuannya, serta berniat untuk memelihara penelitian-penelitian sebelumnya, diantaranya
keanggotanya dalam organisasi tersebut. dilakukan oleh Wahyuni (2014) dimana

68
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

peneliti menemukan faktor SDM tidak dan kekurangan masing-masing daerah yang
berpengaruh atas tercapainya implementasi diteliti.
SAP basis akrual dan ini sangat bertentangan Berdasarkan uraian di atas, maka
dengan hasil penelitian Indriani (2013) dan dapat dibuat rumusan masalah sebagai
Simanjuntak (2010), lalu Ardiansyah (2013), berikut: (1) Apakah faktor komitmen
yang meneliti faktor-faktor yang organisasi dapat mempengaruhi tercapainya
mempengaruhi kesiapan penerapan PP No.71 penerapan SAP berbasis akrual pada
Tahun 2005 tentang SAP berbasis akrual Pemerintah Kota Bogor?, (2) Apakah faktor
pada KPPN Malang dan menyimpulkan SDM mempengaruhi tercapainya penerapan
bahwa penerapan SAP berbasis akrual SAP berbasis akrual pada Pemerintah Kota
dipengaruhi oleh kualitas sumber daya Bogor?, dan (3) Apakah faktor komunikasi
manusia dan komunikasi, sementara mempengaruhi tercapainya penerapan SAP
komitmen organisasi tidak berpengaruh berbasis akrual pada Pemerintah Kota Bogor?,
terhadap penerapan SAP berbasis akrual. dan (4) Apakah faktor perangkat pendukung
Besarnya pengaruh variabel independen mempengaruhi tercapainya penerapan SAP
terhadap variabel dependen masih kurang dari berbasis akrual pada Pemerintah Kota Bogor?
50%, dimana hal ini menunjukkan bahwa Berdasarkan rumusan masalah di atas,
masih terdapat banyak sekali faktor-faktor penelitian ini mempunyai tujuan sebagai
lain yang mempengaruhi kesiapan penerapan berikut : (1) Untuk mengetahui faktor
SAP berbasis akrual. Disamping itu, dengan komitmen organisasi dapat mempengaruhi
segala keragaman yang ada di daerah tercapainya penerapan SAP berbasis akrual
penerapan SAP berbasis akrual tentu akan pada Pemerintahan Kota Bogor, (2) Untuk
lebih sulit penerapannya dibanding di pusat. mengetahui faktor SDM dapat mempengaruhi
Peneliti lain yang mencoba tercapainya penerapan SAP berbasis akrual
menganalisis kesiapan Pemerintah Daerah pada Pemerintah Kota Bogor, (3) Untuk
dalam penerapan SAP berbasis akrual dengan mengetahui faktor komunikasi dapat
pendekatan kualitatif diantaranya Kusuma mempengaruhi tercapainya penerapan SAP
(2013) yang meneliti kesiapan pemerintah berbasis akrual pada Pemerintah Kota Bogor,
dalam penerapan SAP berbasis akrual pada dan (4) Untuk mengetahui faktor perangkat
Pemerintah Kabupaten Jember. Indriani pendukung dapat mempengaruhi tercapainya
(2013), menganalisis kesiapan pemerintah penerapan SAP berbasis akrual pada
dalam penerapan SAP berbasis akrual pada Pemerintah Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bima. Hasil penelitian
mereka menyimpulkan bahwa Pemerintah METODE
Daerah belum siap untuk menerapkan SAP Pengembangan hipotesis dalam
berbasis akrual. Hal ini karena permasalahan penelitian ini dapat di uraikan sebagai berikut
:

69
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

Hubungan Komitmen Organisasi dengan Tahun 2005. Hasil penelitian Budiarto (2011)
tercapainya Penerapan SAP Berbasis juga menemukan bahwa komitmen
Akrual berpengaruh terhadap keberhasilah
Akuntansi yang berperan sebagai alat pengelolaan keuangan daerah berdasarkan
pengukuran kinerja dan pertanggungjawaban SAP. Berdasarkan uraian diatas, dapat
telah mengalami sebuah perubahan. disimpulkan bahwa komitmen merupakan
Perubahan yang dimaksud adalah penerapan salah satu faktor pendukung keberhasilan
basis akrual yang merupakan adopsi dari sebuah perubahan dalam organisasi, dalam hal
sektor swasta menggantikan basis kas. ini perubahan Basis akuntansi dari basis kas
Perubahan basis akuntansi dari basis kas ke ke basis akrual penuh. Dengan demikian,
basis akrual merupakan salah satu ciri adopsi hipotesis yang diajukan oleh peneliti dalam
NPM oleh sektor publik. Mahmudi (2003) penelitian ini adalah :
mengungkapkan Konsep New Publik H1: Komitmen organisasi
Management (NPM) merupakan isu penting berpengaruh terhadap kesiapan penerapan
dalam reformasi sektor public, konsep ini SAP berbasis akrual
sejalan dengan studi literatur yang dilakukan Hubungan SDM dengan Kesiapan
oleh Wardhaningrum, et.al (2014) Penerapan SAP Berbasis Akrual.
Penerapan sistem akuntansi berbasis Upping dan Oliver (2008)
akrual di pemerintahan menyajikan tantangan mengungkapkan bahwa akuntansi berbasis
baru, untuk itu agar proses penerapannya akrual merupakan konsep yang ada akibat
dapat berjalan dengan baik diperlukan faktor- munculnya NPM, dimana akuntansi berbasis
faktor pendukung yang dapat mempengaruhi akrual merupakan konsep turunan dari NPM
kesuksesan tersebut dan kerjasama dari karena akuntansi berbasis akrual merupakan
berbagai pihak. Damuharti (2011) menyatakan bentuk sistem manajemen sektor swasta yang
bahwa keberhasilan implementasi ditentukan diadopsi sektor publik sebagai alat
oleh banyak variabel atau faktor. pengukuran kinerja.
Komitmen dalam implementasi SAP Sumber daya manusia (SDM)
merupakan kunci keberhasilan dari suatu menduduki peranan sentral dalam
perubahan (Budiarto, 2011). Menurut Robbins menentukan keberhasilan penerapan SAP
(2003:92), komitmen pada organisasi adalah (Indriani, 2013). Simanjuntak (2010)
suatu keadaan dimana seorang karyawan mengungkapkan akuntansi berbasis akrual
memihak pada suatu organisasi tertentu dan mampunyai berbagai kendala, antara lain
tujuannya, serta berniat untuk memelihara adalah adanya pilihan atas berbagai penilaian,
keanggotanya dalam organisasi tersebut. pengakuan, dan pelaporan atas asset,
Hasil penelitian Aritonang (2009) kewajiban, dan ekuitas. Kendala lain dari
menunjukkan bahwa komitmen berpengaruh akuntansi berbasis akrual adalah kompleksitas
terhadap keberhasilan penerapan PP No. 24

70
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

dari sistem pencatatan sehingga sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan


diperlukan ketersediaan SDM yang kompeten. penerapan SAP berbasis akrual. Sebagaimana
Hasil penelitian terdahulu yang layaknya suatu peraturan baru yang mengatur
dilakukan oleh Ardiansyah (2013), suatu sistem yang berbeda cukup jauh dari
menemukan bahwa terdapat hubungan antara sistem sebelumnya, bisa jadi ada pihak yang
kualitas sumberdaya manusia dengan kesiapan sudah terbiasa dengan sistem yang lama dan
penerapan PP No. 71 Tahun 2010. Hasil yang enggan untuk mengikuti perubahan. Untuk
sama juga ditemukan oleh Budiarto (2011). itu, perlu disusun berbagai kebijakan dan
Berdasarkan uraian diatas, dapat dilakukan berbagai sosialisasi sehingga
disimpulkan bahwa sumber daya manusia penerapan standar akuntansi pemerintahan
merupakan salah satu faktor pendukung berbasis akrual dapat berjalan baik.
keberhasilan sebuah perubahan dalam Barnard (1938) dalam Ardiansyah
organisasi, dalam hal ini perubahan Basis (2013) meyakini bahwa komunikasi
akuntansi dari basis kas ke basis akrual penuh. merupakan kekuatan pembentuk utama
Dengan demikian, hipotesis penelitian ini organisasi. Barnard menempatkan komunikasi
adalah : sebagai tujuan dan keinginan untuk bertindak,
H2 : Sumber daya manusia sebagai salah satu dari elemen organisasi. Hal
berpengaruh terhadap tercapainya penerapan ini sejalan dengan hasil penelitian yang
SAP berbasis akrual dilakukan oleh Warsino (2009). Ia berhasil
Hubungan Komunikasi dengan Kesiapan membuktikan bahwa dengan komunikasi yang
Penerapan SAP Berbasis Akrual. baik, seluruh komponen dalam organisasi
Penerapan Standar Akuntansi akan dapat bekerja secara sistematis untuk
Pemerintahan (SAP) berbasis akrual pada meningkatkan produktivitas khususnya dalam
pemerintah daerah provinsi NTB sebagai hal pengelolaan keuangan.
salah satu organisasi publik akan menghadapi Penelitian Ardiansyah (2013)
kebutuhan untuk menerapkan perubahan, baik menemukan hubungan antara komunikasi
strategi, struktur, proses, dan budaya. dengan kesiapan penerapan PP No. 71 Tahun
Perubahan membutuhkan kesiapan, dan 2010. Berdasarkan uraian diatas, dapat
kesiapan untuk menghadapi perubahan disimpulkan bahwa komunikasi merupakan
dipengaruhi dan didukung oleh berbagai salah satu faktor pendukung keberhasilan
faktor. Hal tersebut dikarenakan pentingnya sebuah perubahan dalam organisasi, dalam hal
keberhasilan penerapan SAP berbasis akrual, ini perubahan Basis akuntansi dari basis kas
maka diperlukan pengidentifikasian faktor- ke basis akrual penuh. Dengan demikian,
faktor yang dapat mendukung kesiapan hipotesis dalam penelitian ini adalah :
penerapan SAP berbasis akrual tersebut. H3 : Komunikasi berpengaruh
Komunikasi yang berkesinambungan terhadap kesiapan penerapan SAP berbasis
dari pemerintah pusat maupun daerah sangat akrual

71
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

Hubungan Perangkat Pendukung dengan Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel


Kesiapan Penerapan SAP Berbasis Akrual. Populasi adalah wilayah generalisasi
Perangkat pendukung adalah alat yang terdiri atas objek/subjek yang
untuk mendukung terlaksananya kegiatan mampunyai kualitas dan karakteristik tertentu
atau pekerjaan seperti komputer (hardware), yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
software dan lain-lain. Menurut Kenneth dan dan kemudian ditarik kesimpulannya
Jane (2005) dalam Budiarto (2011) ”perangkat (Sugiyono, 2013:80). Populasi dalam
keras adalah perlengkapan untuk aktivitas penelitian ini adalah seluruh pegawai
input, proses dan output dalam sebuah sistem pengelola keuangan yang ada pada
akuntansi”. Sedangkan perangkat lunak Pemerintah Kota Bogor.
menurut Kenneth dan Jane adalah Teknik pengambilan sampel
sekumpulan rincian instruksi praprogram menggunakan non probability sampling, dengan
yang mengendalikan dan mengkoordinasikan menggunakan metode purposive sampling,
perangkat keras komponen di dalam sebuah dengan kriteria sebagai berikut: (Tabel 1)
sistem informasi. Peran faktor perangkat 1. Pejabat Pengelola Keuangan (PPK) yang
pendukung dalam menunjang kesiapan merupakan pejabat yang bertanggung
penerapan SAP berbasis akrual berupa jawab menjalankan fungsi akuntansi dan
teknologi informasi berperan dalam upaya penyusunan laporan keuangan Satuan
Pemerintah untuk menyajikan Laporan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun
Keuangan yang lebih transparan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
akuntabel. 2. Pejabat yang terlibat langsung dalam
Penelitian Budiarto (2011) menjalankan fungsi akuntansi dan
mengungkapkan bahwa faktor perangkat penyusunan Laporan Keuangan
pendukung berpengaruh pada keberhasilan Pemerintah Kota Bogor, yaitu Kepala
pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan Bagian Akuntansi, Kepala Sub Bagian
uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Akuntansi I, Kepala Sub Bagian Akuntansi
perangkat pendukung merupakan salah satu II, dan Kepala Sub Bagian Pelaporan
faktor pendukung keberhasilan sebuah Keuangan Daerah.
perubahan dalam organisasi, dalam hal ini Pegawai/staf yang terlibat
perubahan Basis akuntansi dari basis kas ke langsung dalam penyusunan Laporan
basis akrual penuh. Dengan demikian, Keuangan Pemerintah Kota Bogor pada
hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah
adalah : (SKPKD).
H4 : Perangkat pendukung
berpengaruh terhadap tercapainya penerapan
SAP berbasis akrual

72
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

Tabel 1. Sampel Penelitian dari setiap satuan kerja dan pegawai yang

No Keterangan
Jumlah bertugas sebagai staf yang menjalankan
(Orang)
fungsi akuntansi dan penyusunan Laporan
Pegawai Pengelola Keuangan
Keuangan pada setiap satuan kerja dan unit
Lingkup Pemerintah Kota Bogor-
1 40
BPKAD dan Dispenda Kota Bogor pelayanan untuk melakukan perubahan sesuai
@ 20 orang x 2
dengan perubahan Peraturan Pemerintah.
Ada 36 SKPD @ 3 SDM yang Variabel ini diukur dengan skala likert yaitu
terkait dengan pengelolaan
2
Akuntansi dan Penyusunan
108 mengukur sikap dengan setuju atau
Laporan Keuangan di Satker/Dinas ketidaksetujuannya terhadap pernyataan yang
Sampel/Responden 148 diajukan, dengan skor 5 (SS=sangat setuju),

Sumber : BPKAD Pemkot Bogor, diolah


skor 4 (S=setuju), skor 3 (TT=tidak tahu),
skor 2 (TS=tidak setuju), dan skor 1
Pada tabel 1 terlihat bahwa populasi (STS=sangat tidak setuju). Instrumen dalam
penelitian adalah semua SDM Pemerintahan penelitian ini adalah lima buah pernyataan
Kota Bogor yang terkait dengan pengelolaan yang sebelumnya telah digunakan dalam
keuangan sebanyak 1200 orang. Lalu penelitian Azhar (2007) dan Budiarto (2011).
dikeluarkan SDM keuangan yang tidak Indikator yang diukur untuk menilai
terlibat langsung dalam aktivitas akuntansi komitmen organisasi adalah komitmen
dan penyusunan laporan keuangan sebanyak aparatur yang menjalankan fungsi akuntansi
1097 orang, sehingga jumlah responden untuk melakukan perubahan dan membuat
penelitian adalah sebanyak 117 responden. perubahan tersebut berhasil.
Dari jumlah sampel sebanyak 117 kuesioner, 2. Sumber daya manusia dalam penelitian ini
hanya 57 kuesioner yang kembali, sehingga adalah kualitas sumber daya yang dimiliki
tingkat pengembalian kuesioner (response rate) organisasi yaitu pegawai yang melaksanakan
adalah sebesar 49% (57/117 x 100%). tugas fungsi akuntansi dan penyusunan
laporan keuangan, indikator kualitas yang
Definisi Operasional Variabel digunakan adalah ketersediaan sumber daya
Variabel-variabel yang telah diklasifikasikan manusia yang kompeten yang dilihat dari
perlu diberikan definisi secara operasional latar belakang pendidikan, pemahaman
untuk menjelaskan arah penelitian : pekerjaan, penerimaan perubahan, dan
1. Komitmen organisasi adalah sebagai pemahaman terhadap peraturan (Ardiansyah,
keadaan dimana seorang karyawan memihak 2013). Variabel ini diukur dengan skala likert
pada suatu organisasi tersebut dan tujuannya, yaitu mengukur sikap dengan setuju atau
serta berniat untuk memelihara ketidaksetujuannya terhadap pernyataan yang
keanggotaanya dalam organisasi tersebut diajukan, dengan skor 5 (SS=sangat setuju),
(Robbins, 2009:92). Definisi operasional skor 4 (S=setuju), skor 3 (TT=tidak tahu),
variabel dalam penelitian ini adalah keinginan skor 2 (TS=tidak setuju), dan skor 1

73
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

(STS=sangat tidak setuju). Instrumen dalam instansi dalam melakukan penerapan SAP
penelitian ini adalah lima buah pernyataan berbasis akrual dan bagaimana perubahan itu
yang merupakan modifikasi dari instrumen dapat tercapai, serta dukungan yang diberikan
yang sebelumnya telah digunakan dalam oleh instansi. Instrumen dalam variabel ini
penelitian Azhar (2007) dan Warisno (2009) diadopsi pertanyaan penelitian Asriani (2009)
dan Wahyuni (2014). dalam Wahyuni (2014) yang menganalisis
3. Komunikasi didefinisikan sebagai proses kesiapan pegawai menerima perubahan untuk
yang di dalamnya terdapat perpindahan penerapan Balance Scorecard di lingkungan
pengetahuan dari seseorang kepada orang lain Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
dengan maksud mencapai beberapa tujuan mengenai persepsi pegawai tentang kesiapan
khusus (Herbert, 1981 dalam Warisno, 2009). dan dukungan pihak organisasi dalam
Variabel dijabarkan dalam 5 (lima) pernyataan mengelola perubahan dan disesuaikan dengan
yang diukur menggunakan skala likert dengan objek penelitian.
skor jawaban 1 (satu) sampai dengan 5 (lima)
dimana skor 1 menunjukkan kriteria sangat HASIL DAN DISKUSI
tidak setuju dan skor 5 menunjukkan kriteria Penelitian ini menggunakan teknik
sangat setuju. Instrumen dalam penelitian ini analisis regresi linear berganda. Sebelum
merupakan modifikasi dari kuesioner pengujian hipotesis dilakukan, terlebih dahulu
penelitian yang dilakukan oleh Aryani (2008) dilakukan pengujian kualitas data dengan uji
dan Wahyuni (2014) reliabilitas dan validitas serta uji asumsi klasik
4. Perangkat pendukung adalah alat untuk (meliputi uji multikolinearitas, uji
mendukung terlaksannya kegiatan atau heteroskedastisitas, dan uji normalitas).
pekerjaan seperti komputer baik hardware Dalam analisis regresi linear
maupun software dan lain-lain dalam arti berganda, selain mengukur kekuatan
ketersediaan perangkat pendukung dan pengaruh variabel independen terhadap
manfaatnya menurut persepsi pengelola variabel dependen juga menunjukkan arah
keuangan yang memanfaatkan perangkat pengaruh tersebut (Ghozali, 2006:82).
pendukung tersebut dalam menjalankan Pengujian tersebut didasarkan pada
tugasnya sebagai pengelola keuangan. persamaan regresi linier berganda sebagai
Instrumen dalam variabel ini diadopsi dari berikut :
penelitian Azhar (2007) dan Budiarto (2011) Y=α+β1K+β2SDM+β3KOM+β4PP+e
dan Wahyuni (2014) Dengan penjelasan sebagai berikut,
Tercapainya penerapan SAP berbasis Y = Keberhasilan implementasi SAP Berbasis
akrual ditinjau dari persepsi responden Akrual
tentang kesiapan responden dan instansi α = Konstanta
tempat responden bekerja dalam menerapkan β1 β2 β3 β4 = Koefisien regresi untuk
SAP berbasis akrual, visi dan misi dari masing-masing variabel Bebas

74
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

K = Komitmen Organisasi Hasil Uji Reliabilitas Data


SDM = Kualitas Sumber Daya Manusia Sebelum melakukan pengolahan data
KOM = Komunikasi hasil survey, dilakukan terlebih dahulu uji
PP = Perangkat Pendukung validitas data dengan menggunakan 30
e = Error Term sampel hasil kuesioner. Hasil analisis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini realibilitas menggunakan teknik alpha
menggunakan pengujian secara parsial (uji t) cronbach diperoleh nilai koefisien realibilitas
dan pengujian secara simultan (uji F). Uji sebesar 0.771 > r tabel (dengan n=30 dan
statistik t pada dasarnya menunjukkan alpha 5%) yaitu 0.361. Nilai realibilitas
seberapa jauh pengaruh satu variabel instrumen sebesar 0.771 menunjukkan bahwa
penjelas/independen secara individual dalam instrumen dapat dipercaya. Sehingga bisa
menerangkan variasi variabel dependen dilanjutkan dengan memakai keseluruhan dari
(Ghozali, 2013:98). Ketentuan yang kuesioner yang sudah diiisi yaitu sebanyak 57
digunakan dalam uji t adalah sebagai berikut : kuesioner.
1. Apabila probabilitas signifikansi > 0,05 Hasil Uji t
atau t hitung < t tabel maka Ho diterima
Tabel 2 : Coefficientsa
dan Ha ditolak
2. Apabila probabilitas signifikansi < 0,05 Model Unstandardized Stand t Sig. 95.0%
Coefficients ardize Confidence
atau t hitung > t tabel maka Ho ditolak d Interval for B
Coeffi
dan Ha diterima. cients

Sementara, untuk Uji statistik F pada B Std. Beta Lower Upper


Error Bound Bound
dasarnya menunjukkan apakah semua variabel
independen atau bebas yang dimasukkan α 13.629 6.122 2.226 .030 1.344 25.914

dalam model mampunyai pengaruh secara β1 .512 .139 .396 3.694 .001 .234 .790

bersama-sama terhadap variabel


Kβ2 -.023 .086 -.030 -.271 .787 -.197 .150
dependen/terikat (Ghozali, 2013:98).
Ketentuan yang digunakan dalam uji F adalah β3 .676 .207 .392 3.266 .002 .261 1.092

sebagai berikut: β4 .405 .208 .240 1.948 .057 -.012 .821

1. Apabila probabilitas signifikansi > 0,05


atau Fhitung < Ftabel maka Ho diterima Sumber : Data Primer diolah tahun 2015

dan Ha ditolak
2. Apabila probabilitas signifikansi < 0,05 a. Dependent Variable:

atau Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak Keberhasilan_implementasi_accrual


dan Ha diterima.
Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan

dengan menggunakan 57 sampel kuesioner

yang kembali, maka diperoleh output seperti

75
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

pada lampiran 2. Berdasarkan hasil output uji implementasi SAP berbasis akrual (Terima

t tersebut diperoleh informasi bahwa sebagai Ho)

berikut: Hasil Uji F

- Komitmen, dengan nilai signifikansi Menurut Nachrowi dan Usman (2006), Uji F

(0,001< alpha 0,05, dan Confidence Interval dilakukan dalam rangka untuk melakukan uji

berada antara 0,234 sampai 0,790 maka hipotesis koefisien (slope) regresi secara

Komitmen berhubungan linier dengan bersamaan, dan pengujian untuk regresi

keberhasilan implementasi SAP berbasis berganda (majemuk) dilakukan dengan

akrual (Tolak Ho) menggunakan tabel yang disebut dengan

- SDM, dengan nilai signifikansi ( 0,787 > tabel ANOVA (Analysis of Variance). Untuk

alpha 0,05, dan Confidence Interval berada penelitian ini pada Lampiran 3, terlihat output

antara -0,197 sampai 0,150 maka SDM tidak uji F dengan Nilai signifikansi (0.000) < 0.05

berhubungan linier dengan keberhasilan (alpha) maka dapat diperoleh kesimpulan

implementasi SAP berbasis akrual ( Terima bahwa variabel bebas secara bersama-sama

Ho) berpengaruh terhadap variabel terikat. Hal ini

- Komunikasi dengan nilai signifikansi memberikan makna bahwa faktor-faktor

(0,002< alpha 0,05, dan Confidence Interval komitmen organisasi, SDM, komunikasi dan

berada antara 0,261 sampai 1,092 maka sarana pendukung secara bersama-sama

Komunikasi berhubungan linier dengan berpengaruh terhadap keberhasilan

keberhasilan implementasi SAP berbasis implementasi laporan keuangan berbasis

akrual ( Tolak Ho) akrual di pemerintahan kota Bogor.

- Perangkat Pendukung, dengan nilai Sedangkan untuk nilai R Square sebesar 9,678

signifikansi ( 0,057 > alpha 0,05, dan bermakna bahwa hanya 46 % variabel

Confidence Interval berada antara -0,012 dependen (keberhasilan implementasi basis

sampai 0,821 maka Perangkat Pendukung akrual dalam menyusun laporan keuangan

tidak berhubungan linier dengan keberhasilan Pemerintahan daerah) dapat dijelaskan oleh

variabel-variabel independen (komitmen,

SDM, komunikasi dan perangkat pendukung),

76
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

sedangkan sisanya sebesar 54% dapat Persamaan (2) dan persamaan (3)

dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang belum tersebut memiliki makna bahwa variasi

masuk kedalam model. keberhasilan implementasi laporan keuangan

Analisis Regresi Linier Berganda pemerintahan kota Bogor dipengaruhi oleh

Berdasarkan output software yang faktor komitmen terhadap organisasi sebesar

dipakai untuk mengolah data, maka 0,15, dan faktor komunikasi sebesar 0,676.

disimpulkan model linear persamaan dari Sedangkan faktor SDM dan Sarana

penelitian ini untuk variabel terikat pendukung tidak berpengaruh terhadap

Keberhasilan Implementasi SAP berbasis keberhasilan implementasi accrual basis pada

Probability Plot of RESI1


Normal
99
Mean -3.46545E-14
StDev 4.923
95 N 57
KS 0.079
90
P-Value >0.150
80
70
Percent

60
50
40
30
20

10

1
-15 -10 -5 0 5 10
RESI1

Gambar 1: Uji asumsi kenormalan

akrual adalah pada persamaan (2)


laporan keuangan daerah Pemerintahan Kota
= 13.629 + 0.512Komitmen - 0.23SDM +
Bogor.
0.676Komunikasi + 0.405Perangkat (3.2)
Berdasarkan hasil uji kenormalan
pendukung + ε..............................(2)
menggunakan Kolmogorof-Smirnof maka
Dengan persamaan yang disederhanakan
didapat nilai p-value > 0.05 (alpha) sehingga
sebagai persamaan (3) berikut:
asumsi kenormalan terpenuhi terlihat pada
Y= 13.629+ 0.512K - 0.23 SDM+ 0.676KOM
Gambar 1, ini bermakna bahwa data yang
+ 0.405PP + e ................................(3)
diperoleh bisa dilanjutkan untuk diolah dan

77
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

bebas dari kemungkinan terjadinya Autokorelasi


Menurut Nachrowi dan Usman (2006)
kesimpulan yang bias.
untuk model regresi dengan menggunakan
Uji Kehomogenan
OLS (Ordinary Least Square), dimana dalam
Pada Gambar 2 terlihat bahwa pola tebaran
menduga parameter dalam regresi
sisaan memenuhi
berganda/majemuk, OLS mengasumsikan
asumsi MKT (Metode Kuadrat Terkecil).
bahwa error merupakan variabel random yang
Artinya adalah pola tebaraan sisaan berpusat
independen (tidak berkorelasi) agar penduga
di NOL, lebar pita sama, tidak berpola (tidak
bersifat BLUE. Salah satu uji formal yang
ada sebaran titik-titik yang terkonsentrasi
paling sering dipakai oleh para peneliti untuk
membentuk pola tre sehingga asumsi
mendeteksi adanya otokorelasi pada suatu
kehomogenan terpenuhi, yang artinya data
model regresi adalah uji Durbin-Watson,
yang diperoleh dari survey ini bisa dilanjutkan
dimana dilakukan uji hipotesis sebagai
untuk diproses yang tujuan akhirnya adalah
berikut:
untuk bisa menjawab pertanyaan penelitin,
H0 : tidak ada autokorelasi
memberikan kesimpulan yang tidak bias.
H1 : Ada autokorelasi
Durbin-Watson statistic = 1.61199,
berdasarkan pada tabel Durbin Watson nilai
Watson nilai δu = 1.7253, sedangkan nilai δw
Tabel 3 Model Summary
> δu (1.7253) dan < 4 – δu (6.9012), maka
Model R R Square Adjusted Std. Error of tidak ada autokorelasi, sehingga asumsi
R Square the Estimate terpenuhi.

1 .678a .460 .418 5.10924


Profil Responden
a. Predictors: (Constant), Perangkat_pendukung, SDM, Statistik desktiptif (tabel 4)
Komitmen, Komunikasi menjelaskan secara terinci karakteristik
responden yang diasumsikan akan
ots for Keberhasilan implementasi accru
mempengaruhi ketajaman analisis statistik
of the Residuals Residuals Versus the Fitted Values
inferensial (pengujian hipotesis). Statistik
10 deskriptif dijelaskan pada Tabel 4 yang
5
menggambarkan profil responden, diketahui
Residual

0
bahwa responden penelitian ini mayoritas
-5
terdiri dari laki-laki (56%) dan 44 % terdiri
-10
dari wanita, tetapi secara umum bisa
5 10 40 45 50 55 60
Fitted Value disimpulkan tersebar merata baik untuk
Residuals Residuals
Gambar 2. UjiVersus the Order of the Data
Kehomogenan responden laki-laki mau pun wanita. Ada pun
artinya didominasi secara tipis oleh pria dari
10

5
Residual

0 78
-5

-10
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

pada wanita bermakna Pemerintahan Kota 10 % berpendidikan sampai tingkat menengah


Bogor untuk urusan SDM akuntansi dan atas (SLTA). Bermakna bahwa pendidikan
keuangan relatif lebih aman banyak tenaga SDM lumayan tinggi dengan total 78%
kerja pria dari pada wanita. Seperti kita dengan pendidikan jenjang minimal Strata 1,
ketahui sesuai peraturan tenaga kerja, wanita dan sisanya adalah SLTA, bermakna bahwa
pekerja memiliki dispensasi untuk tidak bisa anggaran terbatas akan terbuka peluang
masuk jika dalam kondisi hamil, melahirkan dilakukan sosialisasi SAP berbasis akrual basis
dan period leave. secar internal narasumber dalam bentuk
Responden penelitian ini menurut inhouse training.
usia, terdiri dari responden berusia 31-40 SDM yang menjadi responden yang tidak
tahun dengan besaran hampir separoh dari pernah ikut bimtek (bimbingan teknis) atau
total responden, yang bermakna bahwa kursus dengan rata-rata 15% , dan sebanyak
responden didominasi oleh usia produktif, 20% dari responden telah mengikuti sebanyak
yang artinya pada usia produktif ini satu sampai dengan dua kali ikut bimtek atau
diharapkan tenaga kerja lebih mudah untuk kursus dibidang akuntansi. Hal ini bermakna
menerima setiap perubahan sistem yang bahwa masih terbuka peluang yang besar utuk
terjadi di entitas. Makna lebih lanjut adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
responden usia produktif ini akan lebih bisa SDM untuk keberhasilan impelementasi SAP
untuk ditingkatkan baik pengetahuan mau berbasis akrual pada saat penyusunan laporan
pun keterampilan yang mendukung keuangan dawerah Kota Bogor.
keberhasilan implementasi SAP berbasis Berdasarkan wawancara dengan Kepala
akrual. Bidang (Kabid) Akuntansi Badan Pengelolaan
Lalu jika dilihat dari kepangkatan, terlihat Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)
bahwa SDM di dominasi pada jenjang dengan Pemkot Bogor pada bulan Desember 2015,
pangkat golongan III sebanyak 65%, yang diperoleh informasi bahwa pada saat ini
artinya SDM masih ada kemungkinan untuk sedang intensif dilakukan berbagai pelatihan-
promosi kejenjang golongan yang lebih tinggi pelatihan berupa bimbingan teknis di Kota
lagi, yaitu golongan IV. Bermakna bahwa Bandung. Hal ini digalakkan terlebih karena
SDM diharapkan memiliki motivasi yang pada laporan keuangan periode tahun 2014
lumayan tinggi untuk terus menunjukkan Pemerintahan Kota Bogor hanya
prestasi, dan selanjutnya akan lebih mendapatkan opini Wajar Dengan
termotivasi untuk berpartisipasi dalam Pengecualian (WDP). Opini WDP yang
keberhasilan implementasi SAP berbasis diberikan oleh auditor Badan Pemeriksa
akrual. Keuangan (BPK) bermakna bahwa laporan
SDM responden dari aspek pendidikan terdiri keuangan sudah wajar dan tanpa salah saji
dari jenjang pendidikan Strata 1 (56%), 20% material untuk semua akun kecuali akun aset
dengan jenjang pendidikan Strata 2 dan hanya tetap. Akun aset tetap berdasarkan basis kas

79
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

menuju akrual yang dipakai untuk laporan Berdasarkan jawaban dari beberapa
keuangan sebelum tahun 2015 masih belum pertanyaan open question dikuesioner dan
berhasil membuat daftar inventarisasi aset wawancara dengan Kepala bidang Akuntansi
tetap secara komprehensif yang memang BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan
menjadi hak milik dari pemerintahan Kota Aset Daerah) Kota Bogor, di peroleh beberapa
Bogor. fakta bahwa SDM Akuntansi Pemerintahan
Kota Bogor memiliki persepsi bahwa
Pengujian Hipotesis Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap
Penelitian ini melakukan serangkaian uji keberhasilan implementasi laporan keuangan
asumsi klasik untuk memastikan data yang berbasis akrual, dimana hasil ini konsisten
dipakai valid sehingga kesimpulan yang dengan pendapat Shafer (2002)
diambil pun tidak bias. Sebelum melakukan mendefinisikan komitmen organisasi sebagai
Statistik inferensial (Pengujian hipotesis) kekuatan yang bersifat relatif dari individu
dilakukan dengan uji parsial (uji t) simultan dalam mengidentifikasikan keterlibatan
(Uji F), selanjutnya hasil perhitungan dari uji dirinya ke dalam bagian organisasi. Sikap ini
regresi linier berganda dengan bantuan dapat ditandai dengan empat hal, yaitu : a)
Statistical Package for Social Science (SPSS) Kepercayaan karyawan terhadap organisasi, b)
17.00 for Windows. Tabel 4.2 merupakan Partisipasi karyawan dalam aktivitas kerja, c)
rangkuman hasil analisis linier berganda yang Loyalitas terhadap organisasi, d) Adanya
memperlihatkan hipotesis manakah yang Perasaan menjadi bagian dari organisasi.
diterima atau ditolak sehingga bisa terbukti Hasil penelitian untuk faktor SDM
secara statistik faktor-faktor yang konsisten dengan hasil Wahyuni (2014)
berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap dimana peneliti menemukan faktor SDM
keberhasilan implementasi SAP basis akrual tidak berpengaruh atas tercapainya
didalam penyusunan laporan keuangan sektor implementasi SAP basis akrual dan ini sangat
publik pemerintahan Kota Bogor. bertentangan dengan hasil penelitian Indriani
(2013) dan Simanjuntak (2010). Ada pun
Hasil Regresi persamaan responden dengan SDM terkait
Faktor-faktor Komitmen Organisasi, SDM, akuntansi mulai dari verifikator bukti
Komunikasi dan Sarana pendukung hanya bisa transaksi, entri jurnal dan penyusunan
menjelaskan variasi keberhasilan laporan keuangan SKPD, Dinas dan Badan.
implementasi Laporan keuangan daerah Penelitian Wahyuni juga mengambil sampel
berbasis akrual di pemerintahan kota Bogor pada Laporan Keuangan Daerah, hanya
sebesar 46%. Artinya adalah ada beberapa berbeda gegrafis saja, dimana riset ini di Kota
variabel independen yang berpengaruh Bogor, provinsi Jawa barat, sedangmkan
terhadap variasi keberhasilan ini sebesar 54%. Wahyuni (2014) mengambil lingkup yang
lebih luas yaitu Pemerintahan provinsi NTB.

80
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

Faktor Komunikasi, berpengaruh Secara terperinci dapat dijelaskan sebagai


terhadap keberhasilan implementasi laporan berikut, bahwa berdasarkan hasil pengujian
keuangan daerah berbasis akrual, ini hipotesis dapat disimpulkan bahwa secara
konsisten dengan hasil beberapa penelitian bersamaan/simultan terlihat bahwa Faktor-
terdahulu yaitu oleh Barnard (1938) dalam faktor Komitmen Organisasi, SDM,
Ardiansyah (2013) serta Warsino (2009), Komunikasi dan Sarana pendukung hanya bisa
menyimpulkan bahwa komunikasi merupakan menjelaskan variasi keberhasilan
salah satu kekuatan untuk bisa suatu entitas implementasi Laporan keuangan daerah
menjadi kuat dalam rangka pencapaian visi, berbasis akrual di pemerintahan kota Bogor
misi dan program yang sudah direncanakan. sebesar 46%. Selanjutna ini bermakna bahwa
Kontras hasil dengan penelitian masih ada beberapa variabel independen yang
terdahulu (Wahyuni, 2014), pada riset ini berpengaruh terhadap variasi keberhasilan
ditemukan bahwa SDM memiliki persepsi implementasi SAP berbasis akrual pada
bahwa sarana pendukung tidak merupakan laporan keuangan daerah pemerintahan Kota
faktor yang mempengaruhi keberhasilan Bogor ini sebesar 54%. Dan ini akan
implementasi laporan keuangan Daerah memberikan kontribusi peneltian untuk
pemerintah Kota Bogor. Hasil riset ini juga penelitian selanjutnya untuk memasukkan
inkonsisten dengan penlitian Azhar (2007) faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
dan Budiarto (2011) yang memiliki dan perilaku SDM seperti motivasi, insentif,
kesimpulan bahwa sara pendukung seperti bonus dna sanksi, atau faktor eksternal seperti
perengkat teknologi lunak seperti aplikasi dan : menjadikan sebagai gerakan nasional dan
perangkat teknologi keras seperti fisik dan bersifat instruksi dari pusat ke daerah.
jaringan komputer tersebut mutlak
diperlukan. Hal ini mungkin karena jaringan Hasil pengujian Hipotesis 1
itu meruakan dropping dari pusat / BPKP, Hasil pengujian hipotesis 1 akan
sehingga ada beberapa SDM yang tidak aware secara terperinci dibahas dari interpretasi
bahwa tanpa jaringan yang lengkap pada saat hasil hipotesis, implikasi penelitian dan saran
penyusunan akan terasa rumit, dan alasan atau rekomendasi kepada pihak yang terkait
beberapa SDM, bahwa pada kenyataannya ada yaitu, regulator, pemerintahan Kota Depok
beberapa tahap penyusunan jurnal tidak dan Akademisi. Kesimpulan dari hasil
melalui sistem tetapi entry secara manual, pengujian hipotesis 1 ini, konsisten dengan
seperti restatement, dengan adanya SIMAK penelitian yang dilakukan oleh Aritonang
BMN ( Sistem Akuntansi Keuangan Barang (2009), Wahyuni (2014) yang menunjukkan
Milik Negara) yang tidak mengakomodir ayat bahwa komitmen berpengaruh terhadap
jurnal penyesuaian beberapa transaksi seperti keberhasilan penerapan PP 71 tahun 2010.
pembebanan penyusutan aset tetap Hasil penelitian Budiarto (2011) juga
pemerintahan daerah dan kota menemukan bahwa komitmen berpengaruh

81
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

terhadap keberhasilan pengelolaan keuangan mempengarui peri laku SDM untuk mau
daerah berdasarkan SAP. mendukung keberhasilan SAP berbasis akrual.
Berdasarkan jawaban dari beberapa
pertanyaan open question di kuesioner dan Implikasi Hasil Penelitian
wawancara dengan Kepala bidang Akuntansi Implikasi atau dampak dari hasil
BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan penelitian yang berkesimpulan bahwa
Aset Daerah) Kota Bogor, di peroleh beberapa komitmen pada organisasi berpengaruh
fakta bahwa SDM Akuntansi Pemerintahan terhadap keberhasilan akrual basis pada
Kota Bogor memiliki persepsi bahwa laporan keuangan Pemerintahan Kota Bogor
Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap akan memberikan beberapa implikasi kepada
keberhasilan implementasi laporan keuangan pihak terkait. Implikasi hasil pengujian
berbasis akrual, dimana hasil ini konsisten hipotesis 1 akan secara terperinci dibahas dari
dengan pendapat Shafer (2002) yang interpretasi hasil hipotesis, implikasi
mendefinisikan komitmen organisasi sebagai penelitian dan saran atau rekomendasi kepada
kekuatan yang bersifat relatif dari individu pihak yang terkait yaitu : regulator,
dalam mengidentifikasikan keterlibatan pemerintahan Kota Depok dan Akademisi.
dirinya ke dalam bagian organisasi. Sikap ini Regulator
dapat ditandai dengan empat hal yaitu: Regulator dalam hal ini bisa
- Kepercayaan karyawan terhadap organisasi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian
- Partisipasi karyawan dalam aktivitas kerja Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM
- Loyalitas terhadap organisasi dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur
- Adanya Perasaan menjadi bagian dari Negara, bisa mengatur supaya komitmen pada
organisasi setiap SDM yang terkait Akuntansi dan
Keuangan bisa memiliki rasa
Interpretasi Hipotesis 1 bertanggungjawab atas tercapainya tujuan

Hipotesis 1 diterima, yang artinya dari organisasi. Saat ini tujuan pemerintahan

adalah Faktor komitmen SDM terhadap Kota bogor adalah kesuksesan implementasi

organisasi mempengaruhi keberhasilan SAP berbasis akrual, sehingga regulator

implementasi basis akrual dalam penyusunan menjalankan fungsinya bisa memfokuskan diri

laporan keuangan Kota Bogor. Komitmen untuk melahirkan produk hukum yang akan

organisasi adalah sebagai keadaan dimana meningkatan komitmen atau melahirkan

seorang karyawan memihak pada suatu komitmen pada pemerintahan Kota Bogor.

organisasi tersebut dan tujuannya, serta


berniat untuk memelihara keanggotaanya Pemerintahan Kota Bogor

dalam organisasi tersebut (Robbins, 2009:92). Pemerintahan Kota Bogor sebagai


Faktor komitmen merupakan faktor internal entitas pelaporan, sesuai dengan PP 71 2010,
dari SDM yang secara tidak langsung membuat peraturan turunan sejalan dengan

82
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

peraturan diatasnya yang dikeluarkan oleh Regulator


Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Saran/rekomendasi bagi regulator,
Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan membuat suatu aturan bahwa Keberhasilan
Aparatur negara, sehingga regulasi menjadi implementasi laporan keuangan berbasis
lebih kuat untuk ranah Pemerintahan Kota, akrual adalah merupakan untuk kepentingan
hal ini sangat perlu di era otonomi daerah. NKRI dan bisa juga dibuat suatu reward
untuk yang berhasil diumumkan secara
Akademisi nasional. Lalu Pemerintahan Kota
Implikasi dengan diterimanya melanjutkan dengan menerbitkan aturan yang
hipotesis 1 bagi akademisi, akan dibagi selaras dan harmonis dengan aturan regulator
akademisi sebagai peneliti, dan sebagai trainer. bahwa keberhasilan implementasi adalah
Jika dilihat sebagai peneliti, maka ada peluang untuk kepentingan organisasi pemerintahan
membuat riset lanjutan tentang faktor-faktor Kota Bogor.
yang mempengaruhi komitmen SDM pada
pemerintahan, sehingga bisa berkontribusi Pemerintahan Kota Bogor
fokus pada komitmen SDM untuk pencapaian Pemerintahan kota Bogor dengan
tujuan keberhasilan laporan keuangan Organisasi Pemerintahan Daerahnya, harus
berbasis akrual. Sedangkan sebagai trainer, melakukan tindakan yang sama juga dengan
perlu ditambah materi selain materi substansi pusat, dengan menghidupkan gerakan
ke materi motivasi yang menimbulkan nasional dari pusat menjadi gerakan daerah
komitmen pada SDM Pemerintahan Kota dan yang diharapkan bisa menimbulkan komitmen
Kabupaten pada SDM Pemerintahan Kota Bogor akan
suksesnya implementasi SAP berbasis akrual.
Saran/rekomendasi
Hasil pengujian hipotesis 1 yang Akademisi
diterima ini dengan dampak/implikasinya Saran untuk akademisi sebagai peneliti,
akan menimbulkan peluang kontribusi melanjutkan riset dengan judul faktor-faktor
penelitian berupa rekomendasi/saran untuk yang mempengaruhi Komitmen SDM
pihak-pihak regulator, Pemerintahan Kota Pemerintahan Kota bogor terhadap
Bogor dan Akademisi baik sebagai peneliti Keberhasilan Penerapan basis akrual pada
mau pun sebagai trainer. Saran ini diharapkan laporan keuangan daerah Kota bogor. Saran
bisa diaplikasikan oleh masing-masing pihak sebagai trainer dalam konteks komitmen
sehingga hasil penelitian ini berkontibusi adalah memasukkan materi aplikasi motivasi
secara nyata. SDM dalam mencapai tujuan organisasi,
menyampaikan materi dengan cara partisipatif
dan ada materi micro teaching agar SDM lebih
tertarik akan materi yang diberikan. Kegiatan

83
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

juga bisa bervariasi tidak melulu didalam implementasi laporan keuangan berbasis
ruangan, bisa berupa aktivitas di luar ruangan akrual akan tetap tercapai. Hipotesis 1
seperti outbound dan exercise lainnya. diterima, yang artinya adalah Faktor
komitmen SDM terhadap organisasi
Hasil pengujian Hipotesis 2 mempengaruhi keberhasilan implementasi
Hasil pengujian hipotesis 2 dimana basis akrual dalam penyusunan laporan
SDM Pemerintahan kota Bogor menurut keuangan Kota Bogor. Walau pun di tolak
persepsi SDM pemerintahan Kota Bogor tidak hipotesisnya ada fenomena untuk SDM
berpengaruh terhadap keberhasilan didaerah yang tidak bisa kita pungkiri yaitu
implementasi laporan keuangan berbasis berdasarkan data hanya 50% yang memang
akrual. Selanjutnya akan dibahas interpretasi background terkait akuntansi, sedangkan yang
hasil pengujian hipotesis 2, implikasi/dampak lain ada yang manajemen, bahasa dan hukum.
hasil pengujian saran/rekomendasi terhadap Informasi/Data menurut Kabid Akuntansi
regulator, pemerintahan kota dan akademisi Pemkot Bogor, Wawancara tgl 4 Desember
secra terperinci. 2015)
Hasil penelitian untuk faktor SDM Berdasarkan profile responden terlihat
konsisten dengan hasil Wahyuni (2014) bahwa pelatihan/bimbingan teknis yang
dimana peneliti menemukan faktor SDM tidak diterima oleh SDM yang menjadi responden
berpengaruh atas tercapainya implementasi mayoritas hanya 1 sd 2 kali saja, padahal
SAP basis akrual dan ini sangat bertentangan mayoritas tidak memiliki latar belakang
dengan hasil penelitian Indriani (2013) dan akuntansi. Adanya kekurangsinambungan
Simanjuntak (2010). Ada pun persamaan antara pelatihan dengan penempatan
responden dengan SDM terkait akuntansi (Berdasarkan wawancara dengan kabid
mulai dari verifikator bukti transaksi, entri akuntansi, sering terjadi mutasi bagi SDM ke
jurnal dan penyusunan laporan keuangan bagian yang tidak ada akuntansi sesaat setelah
SKPD, Dinas dan Badan. Penelitian Wahyuni mendapatkan training akuntansi.
juga mengambil sampel pada Laporan
Keuangan Daerah, hanya berbeda geografis Implikasi Hasil Penelitian
saja, dimana riset ini di Kota Bogor, provinsi Implikasi atau dampak dari hasil
Jawa barat, sedangmkan Wahyuni (2014) penelitian yang berkesimpulan bahwa SDM
mengambil lingkup yang lebih luas yaitu pada organisasi tidak berpengaruh terhadap
Pemerintahan provinsi NTB. keberhasilan akrual basis pada laporan
keuangan Pemerintahan Kota Bogor akan
Interpretasi Hipotesis 2 memberikan beberapa implikasi kepada pihak
Hipotesis 2 ditolak, Interpretasinya terkait. Implikasi hasil pengujian hipotesis 2
adalah siapa pun SDM dan kompetensi apa akan secara terperinci dibahas dari
pun yang dimiliki maka keberhasilan interpretasi hasil hipotesis, implikasi

84
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

penelitian dan saran atau rekomendasi kepada Akademisi


pihak yang terkait yaitu, regulator, Bagi Akademisi sebagai peneliti perlu
pemerintahan Kota Depok dan Akademisi. mengkaji ulang instrumen penelitian untuk
SDM, sehingga diperoleh jawaban responden
Regulator yang sebenarnya, jadi untuk 1 tujuan dengan
Regulator dalam hal ini bisa membuat bebrapa pertanyaan sehingga
Kementerian dalam Negeri, kementerian jawaban SDM bisa di crosscheck dengan
Keuangan dan kementerian Pendayagunaan beberapa pertanyaan. Sebagai trainer, perlu
Aparatur Negara, bisa mengatur SDM yang ekstra lebih untuk melatih yang bukan
terkait Akuntansi dan Keuangan bisa memiliki latarbelakang akuntansi
rasa bertanggungjawab atas tercapainya
tujuan dari organisasi. Pemerintah harus Saran/rekomendasi
memberikan perhatian atas masalah SDM Implikasi/dampak Hasil pengujian hipotesis
yang tidak right person in the right place. Sudah 2 yang ditolak ini, yaitu yang bermakna SDM
saatnya Kemen PAN melakukan mapping PemKot Bogor tidak mempengaruhi
kompetensi SDM di pemerintahan daerah keberhasilan implementasi SAP berbasis
sehingga diketahui berapa kebutuhan akuntan akrual. Selanjutnya akan dibahas secara
dalam rangka mendukung impementasi SA terperinci saran atau rekomendasi kepada
berbasis akrual. pihak yang terkait yaitu: regulator,
Pemerintahan Kota Bogor pemerintahan Kota Depok dan Akademisi.
Pemerintahan Kota Bogor diharapkan
melakukan tindakan antisipatif juga jika ada Regulator
SDM yang tidak memiliki latarbelakang yang Bagi Regulator, yang menangani
tidak sesuai dengan penempatannya di SDM, membuat peta SDM seluruh
organisasi pemerintahan yang dipimpin, maka Pemda/Pemkot, dengan memprioritaskan
bisa melakukan pengajuan mutasi kepada penempatan/mutasi SDM sesuai latar
KemenPAN, dan juga bisa mengajukan belakang pendidikan dan pelatihan yang
penolakan jika ternya SDM yang baru selesai dimiliki oleh SDM tersebut. Harus
training akuntansi, tetapi malah di mutasi berkomitmen dan konsisten dalam melakukan
kebagian yang tidak ada sangkut pautnya pengelolaan SDM dengan mengutamakan
dengan akuntansi. Sebaliknya, harus berani komptensi dan latar belakang pendidikan
menolak SDM yang dimutasi ke bagian dengan uraian jabatan yang akan di emban
akuntansi tanpa memiliki kompetensi oleh SDM tersebut.
akuntansi dan keuangan.
Pemerintahan Kota Bogor
Saran untuk perintahan Kota Bogor,
evaluasi SDM yang ada saat ini, lakukan

85
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

penempatan SDM akuntansi sesuai dengan untuk bisa suatu entitas menjadi kuat dalam
latar belakang dan lakukan pelatihan secara rangka pencapaian visi, misi dan program
berkesinambungan karena penerapan akrual yang sudah direncanakan. Perlu di buat
basis ini memerlukan pelatihan yang terus aturan-aturan yang konsisten antara
menerus. pemerintahan pusat ke pemerintahan daerrah
walau pun ada semangat otonom. Hal ini
Akademisi penting untuk menghasilkan laporan
Saran untuk akademisi, sebagai keuangan yang sesuai dengan PP 71 2010 dan
peneliti mungkin bisa membuat riset lanjutan diharapkan tidak ada variasi dari
berupa riset eksperimental dan atau fokus ke implementasi, supaya bisa dilakukan analisis
SDM sebagai satu variabel independen dan perbandingan antara pemerintahan kota atau
keberhasilan impelementasi sebagai variabel daerah. Konsistensi diharapkan akan
dependen. Sedangkan sebagai trainer, menciptakna komunikasi efektif dan efisien
memberikan umpan balik kepada antara pihak yang terkait.
pemerintahan kota akan tingkat kesulitan
yang lebih tinggi untuk melatih SDM dengan
dan tnpa latar belakang akuntansi, dan bahkan
mungkin kelasnya harus dibuat terpisah, Interpretasi Hipotesis 3
semacam kelas matrikulasi. Diterimanya hipotesis 3 yaitu Faktor
Komunikasi, berpengaruh terhadap
Hasil pengujian Hipotesis 3 keberhasilan implementasi laporan keuangan
Hasil pengujian hipotesis 3 daerah berbasis akrual, memiliki interpretasi
berkesimpulan bahwa diterima, yang bahwa komunikasi yang berkesinambungan
bermakna faktor komunikasi berpengaruh baik antara pemerintahan pusat dan daerah,
terhadap keberhasilan implementasi akan mau pun komunikasi antara pimpinan
secara terperinci dibahas dari interpretasi pemerintahan Kota Bogor dengan organisasi
hasil hipotesis, implikasi penelitian dan saran pemerintahan dibawahnya baik sekda
atau rekomendasi kepada pihak yang terkait (Sekretaris Daerah), Eselon 1, 2 dan 3, baik
yaitu : regulator, pemerintahan Kota Depok antar Badan, Instansi serta SKPD dan PPKD
dan Akademisi. Faktor Komunikasi, dalam rangka mensukseskan implementasi
berpengaruh terhadap keberhasilan laporan keuanga berbasis akrual.
implementasi laporan keuangan daerah
berbasis akrual, ini konsisten dengan hasil Implikasi Hasil Penelitian
beberapa penelitian terdahulu yaitu oleh Implikasi dari hasil penelitian yang
Barnard (1938) dalam Ardiansyah (2013) berkesimpulan bahwa komunikasi pada
serta Warsino (2009), menyimpulkan bahwa organisasi berpengaruh terhadap keberhasilan
komunikasi merupakan salah satu kekuatan akrual basis pada laporan keuangan

86
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

Pemerintahan Kota Bogor akan memberikan sebagai trainer bisa memberikan materi yang
beberapa implikasi kepada pihak terkait. mempertajam dan meningkatkan komunikasi
Implikasi hasil pengujian hipotesis 3 akan antar organ-organ di pemerintahan kota
secara terperinci dibahas dari interpretasi Bogor.
hasil hipotesis, implikasi penelitian dan saran
atau rekomendasi kepada pihak yang terkait Saran/rekomendasi
yaitu : regulator, pemerintahan Kota Depok Hasil pengujian hipotesis 3, bahwa
dan Akademisi. faktor Komunikasi berpengaruh untuk
keberhasilan implementasi SAP berbasis
Regulator akrual, akan secara terperinci dibahas mulai
Regulator dalam hal ini bisa dari interpretasi hasil hipotesis, implikasi
Kementerian dalam Negeri, kementerian penelitian dan saran atau rekomendasi kepada
Keuangan dan kementerian Pendayagynaan pihak yang terkait yaitu : regulator,
Aparatur Negara, selalu menjaga komunikasi pemerintahan Kota Bogor dan Akademisi.
yang berkesinambungan agar setiap kebijakan
yang dibuat dilevel atas diterima sama
baiknya dengan tujuan/informasi yang akan Regulator
diberikan oleh pemerintahan pusat. Peneliti memberikan saran atas
Pemerintahan Kota Bogor implikasi hasil hipotesis 3, dimana komunikasi
Pemerintahan Kota Bogor sebagai efektif bisa mempengaruhi keberhasilan
entitas Pelaporan, sesuai dengan PP 71 2010 implementasi. Rekomendasi pemerintahan
senantiasa menjaga komunikasi dengan pusat membuat help desk yang terkelola
organ-organ dibawahnya supaya pesan yang dengan baik dan dibuat per regional dalam
disampaikan diterima dan dijalankan dengan rangka komunikasi efektif dan efisien jika ada
baik. Komunikasi ini bisa dalam berbagai permasalahan dalam implementasi laporan
bentuk sesuai dengan era high tech seperti keuangan yang berbasis akrual ini.
sosial media, internet, sehingga tidak ada Disarankan yang duduk sebagai officernya
informasi yang ditutup (lebih transparan). adalah orang yang paham akuntansi akrual
tidak sekedar officer sebagai resepsionis atau
Akademisi call center.
Untuk akademisi sebagai peneliti bisa
membuat riset lanjutan bagaimana Pemerintahan Kota Bogor
komunikasi efektif dan efisien bisa tercipta, Pemerintahan kota Bogor disarankan
dengan memperbaiki instrumen penelitian menciptakan komunikasi efektif efisien dari
disisi pertanyaa kuesionernya. Bisa juga bagian BPKAD dimana yang bertanggung
dengan menggunakan pendekatan penelitian jawab menyusun laporan keuangan. Saran
non linear Logit Probit. Sedangkan akademisi disini sama dengan pemerintahan pusat, ada

87
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

help desk yang bisa melalui telepon, email perangkat teknologi keras seperti fisik dan
atau langsung datang ke entitas akuntansi jika jaringan komputer tersebut mutlak
menghadapi kesulitan dalam jurnal akuntansi diperlukan. Hal ini mungkin karena jaringan
akrual. Komunikasi bisa bersifat koordinasi itu merupakan dropping dari pusat/BPKP,
jika selevel dan jika komunikasi kebawah sehingga ada beberapa SDM yang tidak aware
bersifat instruktif, tentu sudah menerima bahwa tanpa jaringan yang lengkap pada saat
masukan dan saran dari bawahan akan target penyusunan akan terasa rumit, dan alasan
yang disesuaikan dengan kemampuan. beberapa SDM, bahwa pada kenyataannya ada
beberapa tahap penyusunan jurnal tidak
Akademisi melalui sistem tetapi entry secara manual,
Para Akademisi yang peneliti bisa seperti restatement, dengan adanya SIMAK
direkomendasikan membuat riset terkait BMN (Sistem Akuntansi Keuangan Barang
faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi Milik Negara) yang tidak mengakomodir ayat
efektif efisien dalam rangka penyusunan jurnal penyesuaian beberapa transaksi seperti
laporan keuangan berbasis akrual. Hasil pembebanan penyusutan aset tetap
pengujian hipotesis 3 akan secara terperinci pemerintahan daerah dan Kota.
dibahas dari interpretasi hasil hipotesis, Selanjutnya hasil pengujian hipotesis 4 akan
implikasi penelitian dan saran atau secara terperinci dibahas dari interpretasi
rekomendasi kepada pihak yang terkait yaitu : hasil hipotesis, implikasi penelitian dan saran
regulator, pemerintahan Kota Depok dan atau rekomendasi kepada pihak yang terkait
Akademisi. Sedangkan akademisi sebagai yaitu : regulator, pemerintahan Kota Bogor
trainer disarankan memasukkan materi dan Akademisi. Walau pun sarana penunjang
komunikasi efektif dan efisien selevel dan tidak berpengaruh diharapkan tetap bisa
dengan bawahan. memberikan kontribusi untuk penelitian ini.

Hasil pengujian Hipotesis 4 Interpretasi Hipotesis 4


Hasil pengujian hipotesis 4, kontras Hipotesis 4 ditolak, Interpretasinya
hasil dengan penelitian terdahulu (Wahyuni, adalah faktor sarana prasana pendukung
2014), pada riset ini ditemukan bahwa SDM menurut persepsi SDM Pemkot Bogor tidak
memiliki persepsi bahwa sarana pendukung mempengaruhi keberhasilan implementasi
tidak merupakan faktor yang mempengaruhi laporan keuangan berbasis akrual.
keberhasilan implementasi laporan keuangan Berdasarkan wawancara dan data, diduga
Daerah pemerintah Kota Bogor. Hasil riset ini salah satu faktor penyebab SDM Pemkot
juga inkonsisten dengan penelitian Azhar Bogor memiliki persepsi bahwa sarana
(2007) dan Budiarto (2011) yang memiliki pendukung tidak mempengaruhi keberhasilan
kesimpulan bahwa sara pendukung seperti adanya dropping software dari BPKP.
perangkat teknologi lunak seperti aplikasi dan

88
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

Implikasi Hasil Penelitian given. Walau pun begitu diharapkan akademisi


Implikasi dari ditolaknya hipotesis 4 as trainer bisa memasukkan unsur
ini akan dibahas pada bab selanjutnya baik keterampilan dalam menggunakan aplikasi
dari sudut regulator, Pemerintahan Kota sistem informasi akuntansi dalam materi
Bogor mau pun Akademisis peneliti mau pun training.
trainer. Begitu juga dengan
saran/rekomendasi terkait implikasi/dampak Saran/rekomendasi
hasil riset ini dari sudut regulator, Hasil pengujian hipotesis 4 yang
pemerintahan kota bogor mau pun akademisi ternyata ditolak dan bermakna sarana
peneliti mau pun trainer. prasarana tidak berpengaruh atas
keberhasilan implementasi SAP berbasis
Regulator akrual, akan secara terperinci dibahas dari
Regulator dalam hal ini bisa aspek saran atau rekomendasi kepada pihak
Kementerian Dalam Negeri, Kementerian yang terkait yaitu : regulator, pemerintahan
Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan Kota Depok dan Akademisi.
Aparatur Negara, sebaiknya mengatur
keseragaman software akuntansi yang dipakai, Regulator
sehingga mengatur agar sarana prasarana Regulator memutuskan software yang
terkait penyusunan laporan keuangan supaya dipakai dalam rangka sistem informasi
agar semua pemkot bisa meng interpretasikan akuntansi dalam rangka penyusunan laporan
PP 7 1 2010 dengan sama, dan daya banding keuangan daerah sehingga mengurangi
laporan keuangan bisa ditingkatkan. peperangan penawaran software sebagai
sarana pendukung keberhasilan implementasi.
Pemerintahan Kota Bogor
Pemerintahan Kota Bogor sebagai Pemerintahan Kota Bogor
entitas Pelaporan, sesuai dengan PP 71 2010 Pemerintahan Kota Bogor menunggu
menggunakan sarana prasana dropping dari keputusan dari pusat, sehingga membiarkan
pusat saja, untuk menjamin pemeliharaan pusat yang memutuskan software yang dipakai
penyusunan laporan keuangan daerah dalam rangka sistem informasi akuntansi
pemerintahan kota Bogor sudah sesuai dan dalam rangka penyusunan laporan keuangan
seragam dengan Pusat. daerah sehingga mengurangi peperangan
penawaran software sebagai sarana pendukung
Akademisi keberhasilan implementasi.
Hasil pengujian hipotesis 4 yang
menyatakan bahwa Sarana Prasarana tidak Akademisi
mempengaruhi keberhasilan implementasi Perbaikan instrumen penelitian
SAP berbasis akrual, membuat hal ini menjadi dengan menambah pertanyaan kuesioner

89
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

sehingga bisa diperoleh kesimpulan yang sendiri-sendiri, faktor SDM dan sarana
lebih komprehensif. pendukung tidak berpengaruh terhadap
keberhasilan implementasi lapora keuangan
Kontribusi penelitian daerah berbasis akrual pada pemerintahan
Penelitian ini adalah penelitian yang kota Bogor.
menekankan persepsi SDM akuntansi dan Faktor SDM konsisten dengan hasil
keuangan terhadap faktor-faktor yang Wahyuni (2014) dimana peneliti menemukan
mempengaruhi keberhasilan SAP berbasis faktor SDM tidak berpengaruh atas
akrual pada penyusunan laporan keuangan tercapainya implementasi SAP basis akrual
pemerintah daerah Kota Bogor. Kontribusi dan ini sangat bertentangan dengan hasil
penelitian disini dibagi menjadi dua yaitu penelitian Indriani (2013) dan Simanjuntak
kontribusi lapangan/praktik dan kontribusi (2010). Ada pun persamaan responden dengan
pengetahuan. Ada pun kontribusi untuk ilmu dengan SDM terkait akuntansi mulia dari
pengetahuan adalah untuk mengukur verifikator bukti transaksi, enti jurnal dan
kesuksesan implementasi lebih dari sekadar penyusunan laporan keuangan SKPD, Dinas
persepsi, dan mungkin lebih tepat jika dan Badan.
pengukuran kesuksesan dengan menggunakan Saran
indikator-indikator kesuksesan penyusunan Hasil Penelitian merekomendasikan
laporan keuangan pemerintah daerah kota Regulator dan Pemerintahan Kota Bogor
Bogor yang berbasis akrual basis.Selanjutnya untuk mendorong SKPD dan Badan serta
perlu diperbaiki pendekatan analisis tidak Instansi terkait akuntansi dan keuangan
menggunakan linear berganda, tetapi pemerintahan kota Bogor mengutamakan
menggunakan pendekatan non linear, yaitu faktor komunikasi diantara pihak yang berada
Probit dan Logit, ada pun alasannya disini pada tim akuntansi melalui kegiatan inovatif
adalah variabel dependennya merupakan yang dilakukan pada sektor komersil, dimana
kategorik, sehingga lebih sesuai jika mungkin sekat-sekat birokrasi lebih di
menggunakan pendekatan non linear dengan lenturkan, sehingga mengurangi gap
teknik analisis logit Probit (Gurajati, 2010). komunikasi.
Untuk faktor komitmen organisasi,
PENUTUP perlu diteruskan kegiatan capacity building
Simpulan gyang bersifat berkelanjutan dan memiliki
Secara bersama-sama Faktor benamg merah dengan penilaian kerja
Komitmen, Komunikasi dan Sarana individu mau pun penilaian kinerja unit kerja.
Pendukung dan Sarana Pendukung Sehingga setiap kegitan yang menddorong
mempengaruhi keberhasilan implementasi motivasi dan komitmen kepada pemerintahan
laporan keuangan berbasis akrual di kota Bogor bisa langsung diterapkan dalam
Pemerintahan Kota Bogor. Etapi secara menjalankan tugas sehari-hari mulai dari

90
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

verifikasi bukti transsaksi, input data kepentingan penelitian terkait jurnal ini dan
transaski, dan penyusunan laporan keuangan memfasilitasi dalam kepentingan administrasi
daerah. atas kelancaran mulai dari proposal sampai
dengan jurnal yang siap terbit.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada unit riset
Program Vokasi UI dan staf yang telah
memberikan hibah kepakaran untuk

DAFTAR PUSTAKA

Al Fajar, Siti, Tri Heru (2013). Manajemen SDM Sebagai Dasar Meraih Keunggulan Bersaing. UPP
STIM YKPN. Yogyakarta

Ardiansyah. (2013). Factors Affecting The Effecting The Readdiness of PP 71 Tahun 2010 About
Government Accounting Standard (Case Study on Working Units in KPPN Malang’s Working Area).
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB. 1 (1):1-16.

Aryani, Arie. (2008). Evaluasi Implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan pada Sekretaris Jenderal
Departemen Hukum dan HAM RI. Tesis. Universitas Indonesia.

Asriani, Dinda. (2009). Analisis Kesiapan Pegawai Menerima Perubahan Untuk Penerapan Balance
Scorecard di Lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Tesis Universitas Indonesia.

Aritonang, Aldiani Sulani. (2009). Faktor-faktor Pendukung Keberhasilan Penerapan Peraturan


Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 pada Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu. Skripsi S1 Universitas
Sumatera Utara.

Azhar. (2007). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan Permendagri Nomor 13 Tahun
2006 pada Pemerintah Kota Banda Aceh. Tesis. Universitas Sumatera Utara.

Budiarto. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan keuangan daerah


berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan (Studi pada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat). Tesis
Pasca Sarjan. Universitas Mataram.

Damuharti, Desta. (2011). Analisis Implementasi PP 24/2005 Menuju Kesiapan Implementasi PP


71/2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan : Pada Pemerintah Provinsi NTB. Tesis Sarjana
yang tidak dipublikasikan. Universitas Mataram.

Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS, BP UNDIP.
Semarang.

Gibson, James L, John M. Ivancevich, James H. Donnelly, JR. (2003). Organisasi Perilaku, Struktur,
Proses. Binarupa Aksara Publisher. Tangerang Selatan.

Indonesia. (2003).Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

91
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS
AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Marsdenia, MutiHa Arthaingan H
Volume 4 Nomor 2 ,pp 66-92

Kusuma, Ririz Setiawati. (2013). Analisis Kesiapan Pemerintah Dalam Penerapan Standar Akuntansi
Pemerintah Berbasis Akrual (Kasus pada Pemerintah Kabupaten Jember), Skripsi S1 Universitas Jember.

Mahmudi. (2003). New Publik Management (NPM) Pendekatan Baru Manajemen Sektor Publik. Sinergi
Kajian Bisnis dan Manajemen. 6 (1). Pp. 69-76

Mardiasmo. (2009). Akuntansi Sektor Publik. ANDI. Yogyakarta

_______. (2002). Otonomi Daerah Sebagai Upaya Memperkokoh Basis Perekonomian Daerah. Artikel 1
(4) Juni 2002. (Makalah disampaikan dalam Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat Krisis Moneter
Indonesia. Jakarta, 7 Mei 2002).

Paulsson, Gert (2006). Accrual Accounting in the Public Sector Experiencess from the Central Government
in Sweden. Financial Accountability and Management. Vo. 22(1), pp. 47-62

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

_______71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Pedoman Penerapan SAP
Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah.

Robbins, Stephen P. (2009). Perilaku Organisasi. Penerbit PT. Index Kelompok Gramedia. Jakarta.

Shafer, William E. (2002). Ethical Pressure, Organizational-Professional Conflict, and Related Work
Outcomes Among Management Accountants. Jurnal of Business Ethics. 38. Pp.263-275

Simanjuntak, H. Binsar. (2010). Menyongsong Era Baru Akuntansi Pemerintahan di Indonesia:


http;//www.ksap.org. diakses tgl : 22-04-2014

Sugiyono.(2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfa Beta. Bandung.

Upping, Phetphrairin dan Judy Oliver. (2008). Accounting Change Model for the Public Sector: Adapting
Luder’s Model for Developing Countries. International Review of Business Research Paper. 7 (1)
Januari 2011. Pp. 364-380

Wahyuni, Indra (2014). Faktor-Faktor yang mempengaruhi kesiapan Penerapan Standar Akuntansi
Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintahan Daerah Provinsi NTB. Tesis. Universitas Mataram,.
NTB

Wardhaningrum, Oktaviani dan Putra (2014). Implementasi Accrual Based-Budgeting pada Entitas
Pemerintahan : Studi Literatur. E-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi. Vol 1(1), pp. 56-66

Warisno (2009). Faktor-Faktor yang mempengaruhi kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di
lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Tesis. Universitas Sumatera Utara.

92