Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengetahuan tentang gizi merupakan salah satu penentu kualitas SDM,

kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan

perkembangan kecerdasan,menurunkan produktifitas kerja dan daya tahan

tubuh,yang berakibat meningkatnya kesakitan dan kematian.Kecukupan gizi

sangat di perlukan oleh setiap individu,sejak janin masih di dalam kandungan.Ibu

atau calon ibu menjadi kelompok rawan,karena membutuhkan gizi yang cukup

sehingga harus di jaga status gizi dan kesehatanya,agar dapat melahirkan bayi

yang sehat (Dep.Kes RI 2009).

Menurut WHO (2008), secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di

seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Prevalensi anemia pada ibu hamil

diperkirakan di Asia sebesar 48,2 %, Afrika 57,1 %, Amerika 24,1 %, dan Eropa

25,1 % (WHO,2008).

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan terkait dengan

insidennya yang tinggi dan komplikasi yang dapat timbul baik pada ibu maupun

pada janin. Di dunia 34 % ibu hamil dengan anemia dimana 75 % berada di

negara sedang berkembang, di Indonesia, 63,5 % ibu hamil dengan anema

(Saifudin, 2006), di Bali 46, 2 % ibu hamil dengan anemia, dan di RSUD

Wangaya Kota Denpasar 25, 6 % ibu hamil aterm dengan anemia (CM RSUD

Wangaya, 2010). Ibu hamil dengan anemia sebagian besar sekitar 62,3 % berupa

anemia defisiensi besi (ADB) (Yamin, 2012).

1
2

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013,

prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1 %. Pemberian tablet

Fe di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 85 %. Presentase ini mengalami

peningkatan dibandingkan pada tahun 2011 yang sebesar 83,3 %. Meskipun

pemerintah sudah melakukan program penanggulangan anemia pada ibu hamil

yaitu dengan memberikan 90 tablet Fe kepada ibu hamil selama periode

kehamilan dengan tujuan menurunkan angka anemia ibu hamil, tetapi kejadian

anemia masih tinggi. (Kementerian Kesehatan RI, 2013).

Untuk meningkatkan peran serta masyarakat di wilayah Kota Kediri

khususnya di wilayah Puskesmas Balowerti maka kami bermaksud menggali data

kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Pustu Ngadirejo pada periode 1

Agustus – 31 Agustus 2016 yang kemudian akan ditindaklanjuti denga

memberikan masukan dan saran kepada Pustu Ngadirejo atau Puskesmas

Balowerti serta dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan

penyuluhan secara langsung. Diharapkan dengan penyuluhan yang diberikan bisa

mengurangi angka kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Pustu

Ngadirejo pada khusunya dan wilayah kerja Puskesmas Balowerti pada umumnya.

1.2 Pernyataan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang muncul adalah sebagai

berikut:

a. Bagaimanakah gambaran kasus Anemia pada ibu hamil di wilayah kerja

puskesmas Balowerti, khususnya di Kelurahan Ngadirejo ?


3

b. Jika terdapat kasus Anemia pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas

Balowerti, khususnya di Kelurahan Ngadirejo tindakan apa yang akan

dilakukan agar kasusnya tidak semakin meluas?

1.3 Tujuan

a. Untuk mengetahui gambaran kasus Anemia pada ibu hamil di wilayah kerja

Puskesmas Balowerti, khususnya di Kelurahan Ngadirejo periode 11 Juli- 11

Agustus 2016

b. Untuk mengetahui apakah pemberian penyuluhan gizi berpengaruh terhadap

terjadinya kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas

Balowerti, khususnya di Kelurahan Ngadirejo periode 1 Agustus - 31 Agustus

2016

c. Membantu mencegah meluasnya kasus Anemia pada ibu hamil di wilayah

kerja Puskesmas Balowerti, khususnya di Kelurahan Ngadirejo periode 1

Agustus - 31 Agustus 2016

c. Meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang resiko terjadinya anemia pada ibu

hamil di Puskesmas Balowerti, khususnya di Kelurahan Ngadirejo periode 1

Agustus - 31 Agustus 2016

1.4 Manfaat

a. Pengetahuan ibu hamil mengenai kejadian anemia pada kehamilan meningkat,

sehingga mereka memiliki kesadaran untuk ikut serta dalam mencegah

terjadinya anemia pada kehamilan.


4

b. Membantu pihak puskesmas dalam hal pendataan dan evaluasi program

Anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balowerti, khususnya di

Kelurahan Ngadirejo periode 1 Agustus - 31 Agustus 2016