Anda di halaman 1dari 9

Cara Pemasangan dan Pelepasan Kondom

PEMASANGAN DAN PELEPASAN KONDOM

A. Tujuan
1. Menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur
2. Mencegah penularan mikroorganisme (IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS)
B. Persiapan Alat dan Bahan
1. Kondom
2. Alat peraga (phantom penis)
3. Tempat sampah (Hanafi,2004).

C. Langkah-langkah pemasangan dan pelepasan kondom

1. Menanyakan keluhan pasien


2. Menjelaskan maksud dan tujuan konseling
3. Menginformasikan mengenai kondom
4. Menyiapkan alat dan bahan
5. .
Menjelaskan
bahwa kondom dipasang
saat penis ereksi, dan sebelum
melakukan hubungan badan
6. Menjelaskan bahwa membuka
kemasan kondom secara hati-hati
dari tepi, dan arah robekan ke
arah tengah. Jangan
menggunakan gigi, benda tajam
saat membuka kemasan
7. Menjelaskan untuk tempatkan at
atau tempelkan gulungan kondom
di kepala penis, dan harus
menekan ujung kondom dengan
jari dan jempol untuk
menghindari udara masuk ke
dalam kondom.
8. Pastikan gulungan kondom berada di sisi luar.

9. Menjelaskan bahwa membuka


gulungan kondom secara
perlahan ke arah pangkal penis,
sambil menekan ujung kondom.
Pastikan posisi kondom tidak
berubah selama coitus,
jika kondom menggulung,
tarik kembali gulungan ke
pangkal penis.
10.
Setelah ejakulasi, kondom dilepas saat penis masih ereksi
11. Setelah sperma keluar (ejakulasi),
pegang bagian pangkal kondom
sebelum mencabut penis sehingga
kondom tidak terlepas pada saat
penis dicabut dan lepaskan kondom
diluar vagina agar tidak terjadi
tumpahan cairan sperma di
sekitar vagina.
12. Menganjuran untuk mengikat .
pangkalnya, bungkus dan buang
kondom bekas pakai ke
tempatyang aman (Hanafi,2004)
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PEMASANGAN IMPLANT

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

PEMASANGAN IMPLANT

PENGERTIAN Suatu tindakan pemasangan alat kontrasepsi yang dipasang


dibawah kulit yang mengandung levonorgetrel yang dibungkus
dalam kapsul silastic silicon yang berisi hormone progesterone

TUJUAN Untuk menjarangkan kehamilan selama 3-5 tahun.

KEBIJAKAN Semua bidan yang melakukan tindakan harus sesuai dengan


prosedur yang berlaku.

PROSEDURA. Persiapan alat

Tensi, stetoskop, APD (sepatu but, matela, masker, kaca mata


goggle, handuk pribadi) Bak instrument berisi (trokar dan
pendorong, duk steril, spuit 5 cc berisi lidocain, kapsul implant,
bisturi, kasa, pinset anatomis, hend skun, kom kecil) kom berisi
cairan betadin, larutan clorin 0,5 %, alcohol 70 %, kapas, plaster,
ban aid/ handsaplas, perlak dan alas, bengkok, busur dan pulpen.

B. Pelaksanaan

Pemasangan kapsul norplant

1. Periksa kembali untuk meyakinkan bahwa klien telah mencuci


lengannya sebersih mungkin dengan sabun dan air dan
membilasnya sehingga tidak ada sisa sabun

2. Tentukan tempat pemasangan pada bagian dalam lengan atas

3. Beri tanda pada tempat pemasangan


Langkah/ kegiatan

4. Pastikan bahwa peralatan yang steril atau DTT dan kapsul norplant
sudah tersedia

Tindakan pra pemasangan

5. Cuci tangan dengan air dan sabun, keringkan dengan kain bersih

6. Pakai sarung tangan steril atau DTT

7. Usap tempat pemasangan dengan larutan antiseptic

8. Pasang kain penutup (doek) steril atau DTT disekeliling lengan klien

Pemasangan kapsul norplant

9. Suntikan anastesi local tepat dibawah kulit sampai kulit sedikit


menggelembung

10. Teruskan penusukan jarum kurang lebih 4 cm, dan suntikan masing
masing 1 cc diantara pola pemasangan nomer 1 dan 2, 3 dan 4,5
dan 6

11. Uji efek anastesi sebelum melakukan insisi pada kulit

12. Saat insisi dangkal selebar 2 mm dengan skapel alternative lain


tusukan trokar langsung kelapisan dibawah kulit/subdermal)

13. Sambil mengungkit kulit, masukan terus ujung trokar yang berisi
implant dan pendorongnya sampai atas tanda satu (pada pangkal
trokar) tepat berada pada luka insisi

14. Keluarkan pendorong dan tekan dan masukan kapsul kearah ujung

15. Tarik trokar dan pendorongnya secara bersama sama sampai batas
tanda terlihat pada luka insisi (jangan mengeluarkan trokar dari
tempat insisi)

16. Tahan kapsul yang telah terpasang dengan satu jari dan masukan
kembali trokar serta pendorongnya sampai tanda satu

17. Jangan menarik ujung trokar dari tempat insisi sampai seluruh
kapsul terpasang

18. Coba kapsul untuk memastikan kapsul telas terpasang

19. Coba daerah insisi untuk memastikan seluruh kapsul berada dari
insisi
Tindakan pasca pemasangan

20. Dekatkan ujung ujung insisi dan tutup dengan band aid

21. Beri pembalut tekan untuk mencegah perdarahan dan mengurangi


memar

22. Taruh alat suntik ditempat terpisah dan letakan semua peralatan
dalam larutan klorin untuk dekontaminasi

23. Buang peralatan yang sudah tidak terpakai lagi ketempatnya (kasa,
kapas, sarung tangan, atau alat suntik sekali pakai)

24. Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam larutan clorin

25. Cuci tangan dengan sabun dan air, kemudian keringkan dengan air
bersih

Konseling pasca pemasangan

26. Gambar letak kapsul pada rekam medic dan catat bila ada hal
khusus

27. Beri petunjuk pada klien cara merawat luka dan kapan klien harus
datang kembali ke klinik untuk control

28. Yakinkan pada klien bahwa ia dapat datang ke klinik setiap saat bila
menginginkan untuk mencabut kembali implant

29. Lakukan observasi selama lima menit sebelum memperbolehkan


klien pulang

C. Hal yang harus diperhatikan

1. Peserta KB implant sebaiknya menjaga agar daerah sayatan tetap


kering minimal selama 3 hari untuk mempercepat penyembuhan
dan mengurangi kemungkinan infeksi

2. Bila lengan akseptor terasa membengkak dan berwarna kebiru-


biruan. Hal tersebut biasanya akibat tindakan suntikan atau
pemasangan implant dan akan menghilang dalam 3-5 hari

3. Setelah 5 tahun atau 3 tahun untuk implanon pemakaian, implant


dapat dilepas

D. Gambar pemasangan implant


Puskesmas
Kendit
SOP
PENCABUTAN IMPLANT

PROTAP

RAWAT JALAN
No Dokumen

No. Dokumen

10
No Revisi

.................
Halaman

1/3

Tanggal Terbit

01 Januari 2014
Disetujui oleh,
Kepala UPTD Puskesmas Kendit

drg. DINA FITRYA, M.Kes


Nip. 19731026 200501 2 006
Pengertian

Tujuan
sebagai acuan
Kebijakan
-
Prosedur
Alat
1) Meja periksa untuk berbaring klien
2) Alat penyangga lengan
3) Batang implant dalam kantong
4) Kain penutup steril
5) Sepasang sarung tangan yang sudah steril
6) Sabun untuk mencuci tangan
7) Larutan antiseptik untuk disinfeksi kulit
8) Zat anastesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinerpin)
9) Trokar 10 dan mandrin
10) Skalpel 11 atau 15
11) Kasa pembalut atau plester
12) Kasa steril dan pembalut
13) Epinefrin (untuk tindakan emergency)
14) Klem lengkung dan lurus
15) Bak instrumen
16) Tiga mangkok steril atau DTT

Instruksi kerja
 Tindakan sebelum pencabutan
1) Persilahkan klien untuk mencuci seluruh lengan dan tangan dengan sabun dan air yang mengalir serta
membilasnya, pastikan tidak terdapat sabun
2) Tutup tempat tidur klien dengan kain bersih yang kering
3) Persilahkan klien berbaring dengan lengan yang lebih jarang digunakan diletakkan pada lengan
penyangga atau meja samping. Lengan harus disangga dengan baik dan dapat digerakkan lurus atau
sedikit bengkok sesuai dengan posisi yang disukai oleh klinisi untuk memudahkan pencabutan
4) Raba keenam kapsul untuk menentukan lokasinya, untuk menentukan tempat insisi, raba (tanpa sarung
tangan) ujung kapsul dekat lipatan siku, bila tidak dapat meraba kapsul, lihat lokasi pemasangan pada
rekam medik klien

5) Pastikan posisi dari setiap kapsul dengan membuat tanda pada kedua ujung setiap kapsul dengan
menggunakan spidol
6) Siapkan tempat alat-alat dan buka bungkus steril tanpa menyentuh alat-alat di dalamnya
7) Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan air bersih
8) Pakai sarung tangan steril atau DTT (ganti sarung tangan untuk setiap klien guna mencegah kontaminasi
silang)
9) Atur alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai
10) Usap tempat pencabutan dengan kasa berantiseptik, gunakan klem steril atau DTT untuk memegang kasa
tersebut (bila memegang kasa berantiseptik hanya dengan tangan, hati-hati jangan
sampaimengkontaminasi sarung tangan dengan menyrntuh kulit yang tidak steril). Mulai mengusap dari
tempat yang akan dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar sekitar 8 – 1 Cm dan biarkan
kering sebelum memulai tindakan
11) Bila ada gunakan kain lubang untuk menutupi lengan. Lubang tersebut harus cukup lebar untuk
memaparkan lokasi kapsul. Dapat juga menutupi lengan dibawah tempat kapsul dipasang dengan
menggunakan kain steril
12) Sekali lagi raba seluruh kapsul untuk menentukan lokasinya
13) Setelah memastikan klien tidak alergi terhadap obat anastesi isi alat suntik dengan 3 ml obat anastesi
(1% tanpa efineprin) masukkan jarum tepat dibawah kulit pada tempat insisi akan dibuat, kemudian
lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke pembuluh darah. Suntikkan sedikit obat
anastesi untuk membuat gelembung kecil bawah kulit. Masukkan jarum secara hati-hati dibawah ujung
kapsul pertama sampai lebih kurang sepertiga panjang kapsul (1 cm) tarik jarum pelan-pelan sambil
menyuntikkan obat anastesi (kira-kira 0,5 ml) untuk mengangkat ujung kapsul
 Tindakan pencabutan kapsul
1) Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah semua kapsul kira-kira 5 cm dari
ujung bawah kapsul
2) Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang yang kecil lebih kurang 4 mm dengan menggunakan
skapel, jangan
3) Mulai dengan mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau yang terdekat tempat inisisi
4) Dorong ujung kapsul ke arah insisi dengan jari tangan sampai ujung kapsul tampak pada luka insisi, saat
ujung kapsul
5) Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan cara menggosok-gosok pakasi kasa
steril untuk
6) Jepit kapsul yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua, lepasakan klem pertama dan cabut
secara pelan dan
7) Pilih kapsul berikutnya yang tampak paling mudah dicabut, gunakan teknik yang sama untuk mencabut
kapsul berikutnya
 Metode pencabutan teknik U
1) Tentukan lokasi insisi pada kulit diantara 3 dan 4 ±5 mm dari ujung kapsul dekat siku
2) Buat insisi kecil (4 mm) memanjang sejajar diantara sumbu panjang kapsul dengan menggunakan skapel
3) Masukkan ujung klem pemegang implant norplant secara hati-hati melalui luka insisi
4) Fiksasi kapsul yang letaknya paling dekat luka insisi dengan jari telunjuk sejajar panjang kapsul
5) Masukkan klem lebih dalam sampai ujungnya menyentuh kapsul, buka klem dan jepit kapsul dengan
sudut yang tepat
6) Bersihkan kapsul dari jaringan ikat yang mengelilinginya dengan mengosok-gosok menggunakan kasa
steril unutk

7) Gunakan klem lengkung untuk menjepit kapsul yang sudah terpapar , lepaskan klem pemegang norplant
dan cabut kapsul
8) Pencabutan kapsul berikutnya adalah yang tampak paling mudah dicabut, gunakan teknik yang sama
untuk mencabut
 Menutup luka insisi
1) Bila klien tidak ingin melanjutkan pemakaian implant lagi, bersihkan tempat insisi dan sekitarnya dengan
menggunakan
2) Dekatkkan kedua tepi luka insisi dengan band aid (plester untuk luka ringan) atau kasa steril dan plester
3) Luka insisi perlu dijahit, karena mungkin dapat menimbulkan jaringan parut, periksa kemungkinan adanya
Unit terkait
KIA