Anda di halaman 1dari 3

JgLkarta,^ Juli 2018

KepadaYth.:
BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
di Jakarta

Kepada Bapak Presiden yang kami cintai, ada beberapa hal yang ingin kami
sampaikan kepada Bapak Presiden sebagai berikut:

1.Kami adalah insan Rumah Sakit Daerah (RSD) yang merasa amat
khawatir dengan masa depan RSD, kerena adanya perubahan
kelembagaan yang menurut kami tideik mendorong RSD lebih maju.
2. Selama ini RSD berkedudiakan sebagai perangkat daerah yang juga
menerapkan PPK-BLUD, dengan kedudukan tersebut sebagian besar
RSD yang tersebar di berbagai pelosok tanah air, telah mengalami
kemajuan cukup pesat dalam upayanya meningkatkan mutu dan meraih
kepercayaan masyarakat.

3. Berdasarkan UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, RSD tidak


lagi "dianggap" sebagai perangkat daerah seperti sebelumnya (UU No.
32/2004), bahkan nama RSD pun tidak tercantum lagi di UU ini.
Sehin^a PP No. 18/2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah
"terpaksa" menempatkein RSD sebagai UPT dari Dinas Kesehatan
(Dinkes), kembali seperti keadaan hampir 20 tahun yang lalu (UU No.
22/1999 dan sebelumnya).

4. Dari kajian dan pengalaman kami di lapangan, dapat kami pastikan


bahwa RSD sebagai UPT akan mengalami banyak kendala \mtuk dapat
berkembang, karena akein berhadapan dengan permasalahan rentang
kendali, prosedur birokrasi, dualisme kewenangan dan lainlain yang
menyertainya. Selain itu dengan menjadi UPT banyak hal hams
disesuaikan di RSD, mulai dari organisasi, hubimgan keija, sampai
dengan pengelolaan keuangan. Untuk saat ini, semua itu belum tentu
urgen dan relevan untuk memajukan RSD dalam pelayanan dan
kemampuan berkompetisi di era global.

5. Karena kompleksnya persoalan yang hams dimmuskan, Perpres RSD


paska menjadi UPT sampai saat ini pun juga belum terbit, dan kalau toh
terbit juga belum tentu mulus implementasinya di lapangan, karena ada
persoalan seperti disebutkan di atas, bahkan sangat mungkin terjadi
kontra produktif.

6. Sehubungan dengan hal tersebut, kami sangat berharap kepada Bapak


Presiden yang penuh kebijaksanaan, untuk berkenan mengembalikan
kedudukan RSD setara dengan perangkat daerah seperti sebelumnya,
dengan merevisi PP No. 18/2016. Hal ini menurut kami sangat penting
agar RSD tetap konsisten berkembang, tidak timbul kegaduhan yang
tidak perlu di RSD dan juga agar tidak menjadi beban baru yang berat
bagi Dinkes. Kinerja luar biasa dari kedua institusi Pemda ini sangat
didambakan masyarakat.

Demikian harapan kami kepada Bapak Presiden, kebijakan dan keputusan


Bapak sangat menentukan kemajuan RSD di masa yang akan datang,
terutama pelayanan bagi pasien JKN dan KIS yang lebih baik.
Atas perkenan Bapak Presiden sebelumnya kami haturkan terimakasih.

a.n. Insan Rumah Sakit Daerah,

No. Nama RSD Jabatan

HusNi-pi
Bt.

3^
&>li
]yt( -iu-i

tr/fy m0
i2«fT>rv-
1
10 Awtf j^iQctr hho
h hJ\/<SLiJ[\Cf^q,L Av"5c^c^ a ce/

\X Lu(Mc\ -5
/3 <C-6
/f Rahgi^q ,
/ ^tfA L
k 1/
7)KMK '
y 'f _
^^ NitATHs.
——kiJ ^
/kjfX.r p/Uf) hf£fi ft"'^—
fk 'Wj /<W UoM^
1 J ^
L , ., ^ i
9\ (A y<5Ctvt ovUiriw
/Cj^-

2t
\M0v mvi^ JX

Tembusan Kepada Yth :


1. Bapak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM
2. Bapak Menteri Dalam Negeri RI di Jakarta
3. Ibu Menteri Kesehatan RI di Jakarta

4. Bapak Menteri Hukum dan HAM RI di Jakarta


5. Bapak Menteri Sekretaris Negara RI di Jakarta
6. Bapak Menteri PAN dan RB RI di Jakarta
7. Bapak Ketua Umum PP ARSADA
8. Bapak Ketua Umum PP PERSI