Anda di halaman 1dari 67

PT.

PANDAWA BANGUN TAMA


2017

BAB I
IDENTITAS PEMRAKARSA

1.1. Pendahuluan
Kebutuhan akan perumahan merupakan primer setelah sandang
dan pangan. Namun kebutuhan tersebut sulit untuk dapat dipenuhi
terutama oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah, hal ini disebabkan
karena presentase jumlah rumah yang dibangun selalu lebih rendah dari
presentase kenaikan jumlah permintaan, situasi ini disebabkan karena
harga lahan dan rumah yang sangat tinggi, yang sulit dijangkau oleh
golongan ekonomi lemah. PT. PANDAWA BANGUN TAMA
merencanakan pembangunan rumah sebanyak ± 550 unit diatas tanah ± 6
Ha , yang terletak di Kp. Pondokbitung RT.002/007 Desa Kertaraharja
Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi dengan type 45/84 berjumlah
67 unit, type 32/60 berjumlah 479 unit, dan Rumah Toko berjumlah 10
unit, Proyek perumahan ini berikut dengan sarana dan prasarana atau
fasilitas penunjang, sarana ibadah, gedung serbaguna, selokan, taman dan
fasilitas umum dan sosial lainnya, sehingga lahan untuk kaveling yang
efektif hanya 60%, sedangkan sisanya untuk fasilitas umum dan fasilitas
sosial sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan yang ada, yang
tentunya disesuaikan dengan kondisi fasilitas sosial dilingkungan
perumahan yang telah ada.

1.2. Maksud dan Manfaat


a. Tujuan Penyusunan Dokumen UKL UPL adalah sebagai berikut :
 Merumuskan berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan hidup
dalam rangka pencegahan, penanggulangan dan pengendalian

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 1


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

dampak lingkungan negatif serta meningkatkan dampak positif


yang ditimbulkan.
 Merumuskan upaya pemantauan lingkungan hidup terhadap
prilaku dampak serta efektivitas dari upaya pengelolaan yang
telah dilakukan sebagai bagian yang terintegrasi dalam kegiatan
usaha.

b. Kegunaan UKL UPL adalah sebagai berikut :


 Bagi Pemilik Usaha
Sebagai pedoman/acuan dalam pelaksanaan program
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup agar kegiatan
dapat dilaksanakan secara environment friendly, dan
merupakan wujud taat terhadap peraturan dan perundangan
yang berlaku.
 Bagi Masyarakat
Sebagai bahan informasi kelayakan lingkungan kegiatan /usaha
sejak tahap persiapan/prakontruksi, kontruksi, dan sampai
dengan tahap operasi, sehingga dapat dihindari adanya
kesalahpahaman yang berujung pada konplikantara perusahaan
dengan warga setempat. Selain itu, diharapkan juga dapat
membina kerjasama yang saling menguntungkan antara pihak
perusahaan dengan masyarakat di sekitarnya.
 Bagi Pemerintah
Sebagai bahan informasi kelayakan lingkungan hidup yang
dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengendalian,
pengawasan, dan pembinaan dalam rangka pelestarian fungsi
lingkungan.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 2


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

1.3. Identitas Pemrakarsa

Identitas pemrakarsa penyusunan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan


(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) Perumahan ini adalah sebagai
berikut :

Nama Perusahaan : PT. PANDAWA BANGUN TAMA


Pimpinan Perusahaan : ACHMAD ROBBY SUBARLY
Penanggung Jawab UKL-UPL : ACHMAD ROBBY SUBARLY
Alamat : Jl.Angrek No 22 RT.007/007
Kelurahan Sukabumi Utara
Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Timur
Lokasi Kegiatan : Kp. Pondokbitung RT.002/007 Desa
Kertaraharja Kec. Cikembar Kab. Sukabumi
NPWP : -
Jenis Usaha : Perumahan
Luas Rencana Kegiatan : ± 6 Ha
Status Tanah : Hak Milik

1.4. Kelengkapan Administrasi

Kelengkapan Administrasi yang sudah dimiliki oleh Perumahan Cikembar


Permai yang beralamat di Kp. Pondokbitung RT.002/007 Desa Kertaraharja
Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi . Dapat dilihat pada Tabel 1.1
dibawah ini :

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 3


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Tabel 1.1.
Kelengkapan administrasi dan perizinan yang sudah dimiliki
No Jenis Nomor Tgl Pemberi Izin/
Surat/ Izin Surat/ Izin Diterbitkan Otoritas

1 Akta Pendirian 88 11 Februari Nugraha. SE,


Perusahaan 2016 SH,Mkn
2 Pengesahan Akta AHU- 12 Februari Menhukam
Pendirian 008026.AH. 2016
Perusahaan 0101.Tahun
2016
3 Persetujuan AHU- 12 Februari Menhukam
Penyesuaian 0018996.AH 2016
Anggaran Dasar .01.11.Tahun
Perusahaan 2016
4 Pernyataan Tidak - 2017 Warga Desa
Keberatan
Tetangga
5 Surat Pernyataan - 2016 Kecamatan
Pelepasan Hak Cikembar
Atas Tanah
6 Domisili 648/01/2003 24 Maret Kepala Desa
Perusahaan /III/2017 2017 Kertaraharja
7 Rekomendasi 503/23/IV/2 27 April Kecamatan
Camat 017 2017 Cikembar
Sumber : Perumahan Cikembar Permai

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 4


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

BAB II
RENCANA USAHA ATAU KEGIATAN

2.1. Nama Rencana Kegiatan


Nama rencana kegiatan pembangunan perumahan yang dikembangkan
oleh PT. PANDAWA BANGUN TAMA adalah Perumahan Cikembar
Permai.

2.2. Lokasi Rencana Kegiatan


Lokasi rencana kegiatan Perumahan berada di Kp. Pondokbitung
RT.002/007 Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten
Sukabumi.
Lokasi kegiatan berada dekat dengan pabrik PT. Glostar Indonesia dan
PT. SCG. Fasilitas pendukung lainnya yaitu Sekolah Dasar Negri, Kantor
Desa, dan dekat dengan Jalan Pelabuhan II yang menghubungkan
Sukabumi Kota dan Kabupaten.

2.3. Skala Rencana Kegiatan


Rencana pembangunan Perumahan akan menggunakan lahan dengan luas
± 6 Ha. Setelah dilakukan pengukuran secara terperinci terhadap tanah
yang akan dijadikan lokasi rencana kegiatan, maka disusun rencana tapak
(pra site plan) dan desain rumah beserta typenya. Perencanaan tata guna
lahan proyek meliputi rumah hunian, jalan, ruang terbuka hijau dan
saluran drainase.
Dari luas total keseluruhan lahan ± 6 Ha,, rencana bangunan terdiri dari
satu type yaitu type 45/84 sebanyak ±67 unit, type 32/60 berjumlah 479
unit, dan Rumah Toko berjumlah 10 unit. Rencana luas tertutup bangunan
adalah seluas 60% dari keseluruhan luas yaitu sekitar ± 3.6 Ha.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 5


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.1

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 6


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.2

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 7


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.3

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 8


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.4

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 9


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.5

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 10


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.6

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 11


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

2.4. Garis Besar Komponen Rencana Kegiatan


2.4.1. Kesesuaian Lokasi Rencana Kegiatan dengan Tata Ruang
Lokasi rencana kegiatan yang berada di Kp. Pondokbitung RT.002/007
Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi ,
berdasarkan Surat Penunjukan Penggunaan Lahan (SPPL) Nomor :
601/317-Bid-TR Tanggal 5 Mei 2017 yang diterbitkan oleh Dinas
Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi. Sesuai Peraturan
Daerah Nomor 22 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) Kabupaten Sukabumi 2012-2032 dan berdasarkan telaahan
BKPRD, pada prinsipnya disetujui/diizinkan untuk digunakan sebagai
areal perumahan.

2.4.2. Tahap Kegiatan


2.4.2.1.Tahap Pra Kontruksi
Kegiatan pada tahap pra kontruksi secara umum telah selesai
dilakukan, yaitu kegiatan survey, perencanaan, sebagian
perizinan telah dilengkapi, serta lahan yang direncanakan akan
segera dibebaskan. Dampak yang paling potensial pada saat
kegiatan pra kontruksi adalah masalah tanah , yaitu pembebasan
lahan dan persepsi masyarakat tetapi kegiatan tersebut dapat
dilakukan dengan baik sehingga tidak muncul konplik sosial.
Secara umum kegiatan pada tahap pra kontruksi terdiri dari :

A. Survei dan Pembebasan Lahan


Tahap survey awal merupakan kegiatan peninjauan rencana
lokasi pembangunan perumahan. Kegiatan ini merupakan salah
satu pengumpulan data awal berupa data aksebilitas, morfologi
muka bumi lokasi, tata guna dan fungsi lahan, daya dukung
seperti mata air dan kawasan konservasi, struktur sosial dan
sebaran penduduk disekitar lokasi dan lainnya. Pengumpulan

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 12


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

data dapat dilakukan dengan cara observasi pengamatan


langsung di lapangan dan wawancara dengan stakeholder
termasuk kepala Desa ,tokoh masyarakat, Badan Perwakilan
Desa, Tokoh agama, penduduk sekitar lokasi kegiatan dan
lainnya. .

B. Perizinan
Status perizinan persetujuan lokasi merupakan salah satu
komponen penting dalam rencana pembangunan kawasan
Perumahan. Perizinan tersebut adalah salah satu kewajiban
administrasi. Surat kelengkapan yang telah dimiliki terdapat
dalam table berikut dibawah ini :

Tabel 2.1.Perizinan yang telah dimiliki


No Jenis Nomor Tgl Pemberi Izin/
Surat/ Izin Surat/ Izin Diterbitkan Otoritas

1 Akta Pendirian 88 11 Februari Nugraha. SE,


Perusahaan 2016 SH,Mkn
2 Pengesahan Akta AHU- 12 Februari Menhukam
Pendirian 008026.AH. 2016
Perusahaan 0101.Tahun
2016
3 Persetujuan AHU- 12 Februari Menhukam
Penyesuaian 0018996.AH 2016
Anggaran Dasar .01.11.Tahun
Perusahaan 2016
4 Pernyataan Tidak - 2017 Warga Desa
Keberatan
Tetangga
5 Surat Pernyataan - 2016 Kecamatan
Pelepasan Hak Cikembar
Atas Tanah
6 Domisili 648/01/2003 24 Maret Kepala Desa
Perusahaan /III/2017 2017 Kertaraharja
7 Rekomendasi 503/23/IV/2 27 April Kecamatan
Camat 017 2017 Cikembar
Sumber : Perumahan Cikembar Permai

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 13


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

2.4.2.2. Tahap Kontruksi


A.Tenaga Kerja Kontruksi
Tahap persiapan pada tahap kontruksi dimulai dengan proses
rekrutmen tenaga kerja. Tenaga kerja yang akan direkrut untuk
kegiatan ini terdiri atas tenaga kerja yang mempunyai keahlian
khusus (skill) dan tenaga kerja yang tidak mempunyai keahlian
khusus (unskkiil). Dalam perekrutan tenaga kerja akan
memprioritaskan tenaga kerja lokal sejauh memenuhi standarisasi,
kualifikasi serta kebutuhan, terutama dapat mengakomodir
kelompok masyarakat yang hilang mata pencahariannya sebagai
akibat adanya proyek baik secara langsung maupun tidak langsung.
Proses rekrutmen juga dilakukan dengan mediasi pihak pemerintah
Desa maupun tokoh masyarakat sehingga diharapkan dapat lebih
terkontrol dan teratur. Adapun tenaga kerja pada tahap kontruksi
dan spesifikasinya disajikan pada tabel 2.2. di bawah ini.

Penyerapan tenaga kerja untuk mengakomodir kelompok


masyarakat yang khususnya terkena dampak langsung sehingga
kehilangan mata pencaharian dapat diarahkan ke tenaga
pertukangan, petugas kebersihan, ataupun bagi mereka yang telah
memiliki beberapa keahlian tertentu dapat ditempatkan sebagai
teknis dan operator, maupun sebagai tenaga keamanan.

Tabel 2.2. Komponen Tenaga Kerja pada Tahap Kontruksi


No Posisi Jumlah Pendidikan Keterangan
1 Kepala Proyek 1 S1 Ahli dan
Berpengalaman
2 Sekretaris 1 S1/D3 Berpengalaman
3 Bagian 1 D3 Berpengalaman
administrasi

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 14


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

4 Bagian 2 D3 Ahli dan


Pemasaran Berpengalaman
5 Mandor 1 SMA Ahli dan
Berpengalaman
6 Tukang 5 SMA/STM Berpengalaman
7 Pembantu 10 SMP/SD -
Tukang
8 Office Boy 1 SMP -
9 Keamanan 2 SMA -
Jumlah 24
Sumber : Perumahan Cikembar Permai

B. Mobilisasi Alat dan Material


Tahap selanjutnya adalah memulai tahapan mobilisasi peralatan dan
bahan yang akan digunakan dalam tahap kontruksi. Kegiatan ini
merupakan proses hilir mudik kendaraan yang juga akan melewati
jalan umum. Tahap ini diperkirakan akan meningkatkan kepadatan
lalu lintas, apalagi jika dilakukan pada waktu waktu sibuk dimana
masyarakat sekitar juga menggunakan jalan dalam aktivitasnya sehari
hari.

Dengan demikian tahap perencanaan kegiatan ini dilakukan dengan


memperhitungkan kepadatan lalulintas jalan yang akan dilalui.
Kegiatan ini meliputi mobilisasi semua peralatan dan bahan yang
akan digunakan untuk pembangunan perumahan meliputi pekerjaan
persiapan, kontruksi dan finishing yang berupa alat alat berat dan
ringan. Pengangkutan akan menggunakan kendaraan dengan bak
tertutup terpal. Untuk menghindari jalur lalulintas yang panjang
dan dapat menimbulkan kemacetan maka salah satu solusi yang akan
ditempuh adalah dengan mendatangkan bahan/material kontruksi
dari sekitar lokasi kegiatan.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 15


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Pada awal tahap kontruksi terdapat kegiatan land grading,


pengurugan, dan perataan muka tanah. Pihak pemrakarsa akan
menggunakan kendaraan berat seperti bulldozer, excavator, backhoe
loader, dan dump truck. Oleh karena itu tahapan mobilisasi
kendaraan berat tersebut akan dilakukan pada malam hari dimana
tingkat kepadatan mulai berkurang, sehingga tidak akan
menyebabkan kemacetan. Begitu pula dengan tahapan demobilisasi
kendaraan.

Tabel 2.3. Kebutuhan Material pada Tahap Kontruksi


No Jenis Material Sumber Volume Satuan
1 Pasir Pasang Sukabumi 800 M3
2 Pasir Beton Sukabumi 200 M3
3 Batu Belah Sukabumi 160 M3
4 Batu Split Sukabumi 150 M3
5 Bata Merah Sukabumi 800.000 Buah
6 Batako Sukabumi 4.000 Buah
7 Besi Beton Sukabumi 37.000 Ton
8 Kayu Sukabumi 285 M3
9 Genting Sukabumi 97200 Buah
10 Keramik Sukabumi 10.130 M2
11 Paving Blok Sukabumi 7.000 M2
12 Rangka Baja Sukabumi 8.130 M2
13 Material lain Sukabumi - -
Sumber : Perumahan Cikembar Permai
C. Pematangan Lahan
Pekerjaan dimulai dengan pengukuran sesuai dengan gambar
rencana, lalu pematokan untuk selanjutnya pembersihan lahan. Jenis
tanaman yang ada dilahan yang dibersihkan berupa kebun serta
tanaman liar yang berupa semak. Pembersihan lahan terdiri dari dua

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 16


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

jenis tanaman yaitu tanaman keras (pohon) dan taman liar yang
berupa perdu, semak dan rumput akan dibersihkan.
Pekerjaan selanjutnya adalah melakukan penimbunan dan
penggalian sesuai dengan kontur tanah yang ada, daya dukung tanah
dan tetap memperhatikan kemiringan sehingga landscapenya terlihat
teratur. Pekerjaan cut & fill akan mempertimbangkan neraca
material sehingga balance dan tidak akan ada tanah urugan yang
didatangkan dari luar proyek dan tidak ada bahan galian yang
dibuang ke luar proyek. Setelah tanah diratakan sesuai dengan yang
diharapkan maka tahap selanjutnya adalah membuat patok dari
beton kemudian masing-masing dibuatkan patok dari kayu sehingga
memudahkan pemborong untuk membuat kontruksi dan bangunan
rumah.
Untuk mencegah limpasan air dan lumpur pada tahap kontruksi atau
peningkatan run of dibuatkan parit parit atau kolam penampungan
ketiap tahap kontruksi.

Gambar 2.7
 Peningkatan run off Parit atau kolam penampungan
Sumber Dampak adalah kegiatan pembersihan dan pematangan
lahan akan menimbulkan peningkatan run off dan erosivitas.
Jenis Dampak adalah adanya air lapisan yang membawa butiran
lumpur yang apabila terjadi hujan akan mengakibatkan genangan,

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 17


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

kekeruhan dan pendangkalan pada badan penerima di selokan yang


ada disebelah proyek
Besaran dampak peningkatan run off
Perkiraan limpasan air sebelum adanya bangunan dengan
menggunakan metode rasional adalah sebagai berikut :

Q = 0,00278 C. A. I
Dimana :
Q adalah volume run off (m3/s)
C adalah koefesien limpsan permukaan
A adalah luas lahan (Ha)
I adalah intensitas hujan (mm/jam)
Koefesien limpasan dapat di lihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.4
Koefesien Limpasan
No Tipe Area Koefesien Run Off
1 Pegungan yang curam 0,75 – 0,90
2 Perkerasan aspal, beton 0,80 – 090
3 Lahan padat sulit diresapi 0,40 – 0,55
4 Lahan agak mudah diresapi 0,05 – 0,35
5 Taman / lapangan terbuka 0,05 -0,25
6 Kebun 0,05 – 0,20
7 Perumahan tidak begitu rapat (20 rumah / 0,25 – 0,40
Ha)
8 Perumahan kerapatan sedang (21-60 rumah / 0,40 – 0,70
Ha)
9 Perumahan rapat (60-160 rumah / Ha) 0,70 – 0,80
10 Daerah rekreasi 0,20 – 0,30

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 18


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

11 Daerah industry 0,80 – 0,90


12 Daerah perniagaan 0,90 – 0,95
Sumber : Buku Drainase Per- Kabupatenan, H.A. Halim Asma, 1999

Jika diketahui :
-Luas lahan rencana yang tertutup bangunan adalah 36000 m2 atau
3.6 ha
-Intensitas hujan berdasrkan hasil analisa hidrologi, dengan durasi
hujan 120 menit dan periode ulang hujan 10 tahun, intensitas
hujannya adalah 30,48 mm/jam, maka perkiraan limpasan lahan
yang belum terbangun, dengan penggunaan lahan sebagai lahan
terbuka adalah :

Q tp = 0,00278 C . A . I
= 0,00278 X 0,25 X 3.6 X 30,48
= 0.0763 m3/s

Sedangkan perkiraan limpasan air dengan adanya bangunan adalah :


Qdp = 0,00278 C . A . I
= 0,00278 X 0,70 X 3,6 X 30,48
= 0.2135 m3/s
Dengan demikian peningkatan run off pada lokasi sebesar :
AQ = Qdp - Qtp = 0.1372 m3/s

D. Pembangunan Sarana dan Prasarana


Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana utama diawali dengan
pembangunan jalan dilingkungan lokasi kegiatan, pembangunan
saluran drainase, pembuatan taman dan penghijauan, pembangunan
rumah, pembangunan areal komersial dan pembangunan pasilitas

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 19


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Pada saat pembangunan


batas kegiatan yang berbatasan langsung dengan masyarakat akan
ditutup dengan menggunakan seng agar dapat meminimalisir
dampak berupa pencemaran udara.

Tabel. 2.5. Penggunaan Lahan

Luas Tanah ±6 Ha / 60.000 m2


Rencana Penggunaan Tanah:
A. Kavling Rumah
Type : 45/84
Jumlah :±67
Luas Tanah Terbangun : 5.628 M2
Type : 32/60
Jumlah :±479
Luas Tanah Terbangun : 28.740 M2
B. Rumah Toko
Jumlah : ±10
Luas Tanah Terbangun: ± 480 M2

Rencana Penggunaan Lahan


Luas Tanah Terbangun : ±34.546 M2
Fasos & Fasum : ±24.457 M2
RTH : ±665 M2

 Pembuatan Jalan Masuk


Pembuatan jalan lingkungan diareal kegiatan terdiri dari jalan
utama yang memiliki ROW 7 m, jalan lingkungan dengan
ROW 6. Kontruksi jalan disarankan menggunakan paving

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 20


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

blok agar masih terdapat cukup ruang untuk meresapkan air,


dimana kontruksi terdiri dari :
- Sub base dari lapisan pasir dan batu setebal 15 cm yang
dipadatkan.
- Lapisan penetrasi berupa paving blok dengan spesifikasi K
200 anti lumut dengan tebal 8 cm.
Sepanjang ruas jalan pada kanan dan kirinya akan ditanami
pohon peneduh sehingga pada saat penghuni menempati
rumahnya maka pohon pelindung telah tumbuh dengan baik.
 Saluran Drainase
penghuni menempati rumahnya maka pohon pelindung telah
tumbuh dengan baik.
 Saluran Drainase
Kegiatan pembangunan Perumahan akan menyebabkan
kenaikan air larian dan penurunan kualitas air permukaan.
Terjadinya peningkatan air larian (run off), disebabkan oleh
kondisi dilokasi kegiatan yang berasal dari lahan terbuka
menjadi lahan terbangun dan tingkat penyerapan air hujan
terhadap tanah menjadi berkurang sehingga dapat terjadi
banjir lokal pada bagian hilir badan air penerima.
Untuk meminimalisir dari peningkatan air larian maka
dibangun saluran drainase dikiri dan kanan jalan, kontruksi
dinding saluran memiliki dimensi lebar 50 cm, kedalaman 60
cm dan pasangan batu belah. Saluran drainase dari semua
blok memasuki saluran umum (intermiten) maka akan
dibuatkan dua buah bak pengendapan lumpur pada saat
kontruksi dan saat operasional berfungsi sebagai bak control
sebelum masuk ke perairan umum. Gambar penampang
drainase dapat dilihat pada Gambar 2.8

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 21


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.8

 Penyediaan Tempat Pemakaman Umum


Kegiatan pembangunan Perumahan akan menyebabkan
bertambahnya penduduk, berdasarkan aturan yang berlaku
pihak developer diwajibkan untuk menyediakan lahan
pemakaman seluas 2% dari luas lahan perumahan.
2% x 60.000 = 1200 m²
umtuk pelaksanaan penyediaan tempat pemakaman
selanjutnya akan berkoordinasi dengan desa setempat.
Untuk tanah Tempat Pemakaman Umum developer
berencana akan membeli lahan dari TPU yang berada di
daerah sekitar dengan luas ± 1200 M2

 Pembangunan Unit Rumah


Tahapan pembangunan rumah yang dikerjakan oleh sub
kontraktor atau Divisi Teknik Lapangan dengan pengawasan
tenaga ahli terdiri dari :
I. Pekerjaan Pondasi
II. Pekerjaan Pembesian
III. Pekerjaan Beton

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 22


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

IV. Pekerjaan Pasangan


V. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik dan air bersih
VI. Pekerjaan Plesteran dan Acian
VII. Pekerjaan Kuda-kuda dan Atap
VIII. Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela
IX. Pekerjaan Pekerjaan Flapond
X. Pekerjaan Lantai
XI. Pekerjaan Kaca dan Finishing

Bangunan rumah yang dikembangkan terdiri dari 3 type agar


mencapai baku mutu minimal, maka pembagian ruang dalam
rumah direncanakan paling tidak memiliki ruangan sebagai
berikut :
- Ruang Tamu / Ruang serbaguna / Ruang Keluarga
- Kamar tidur 2 buah
- Ruang makan / Dapur
- Kamar mandi / WC
- Car port
Kelengkapan bangunan lainnya adalah
- Listrik 1300 KVA
- Air dari PDAM
- Septick tank
- Bak sampah
- Taman pohon buah
Jenis kontruksi bangunan yang akan diterapkan untuk
bangunan rumah merupakan pembangunan dari standar BTN
dengan memberikan peningkatan kwalitas atau dikenal
dengan standar rumah BTN plus. Spesifikasi teknis untuk
masing-masing bangunan adalah :

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 23


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

- Pondasi batu kali


- Dinding beton ringan (cor diempat) + aci
- Lantai teras depan keramik
- Lantai KM / WC keramik
- Lantai dalam keramik
- Plafond GRC dengan rangka kayu borneo atau sejenisnya
- Pintu utama panel biasa
- Kamar kamar double triplek
- Rangka atap Baja Ringan atau sejenisnya
- Genteng Metal Pasir
- Kusen dan jendela kayu borneo/sejenis
- Kloset Jongkok
- Bak mandi fiberglass
- Penggantung standar
- Listrik PLN 1300 Watt
- Air PDAM

 Septick Tank
Setiap satu unit rumah dibuatkan satu septic tank. Saluran air
kotor disalurkan terpisah dengan septic tank dan
menggunakan pipa PVC Wavi atau setara dialirkan menuju
drainase untuk kemudian dialirkan ke badan air penerima.
Pemasangan septic tank terbuat dari pemasangan bata merah
yang di plester kedap air serta bagian atasnya ditutup dengan
PLt beton bertulang yang dengan ketebalan 10 cm, tiang besi
beton bertulang dengan diameter 8 mm dengan jarak 20 cm.
Dilengkapi dengan lubang control, rembesan sesuai dengan
gambar, pipa septic tank menggunakan pipa PVC Wavin atau
setara. Kemiringan pipa, kemeringan menentukan lancar

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 24


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

tidaknya aliran tinja daari closet ke bak penampungan


kotoran agar mengalir lancar, kemiringan pipa minimal 2 %,
artinya setiap 100 cm terdapat perbedaan ketiggian 2 cm.
Penggunaan pipa saluran yang tepat pipa saluran berupa PVC
ukuran menimal adalah 4 inchi dan dibuat saluran lurus tanpa
belokan untuk menghindari mampat. Sedangkan pipa saluran
dari bak pertama ke bak kedua menggunakan sambungan tee.
Hal ini supaya limbah yang mengalir dari bak pertama hanya
limbah cair saja, jadi fungsi resapan akan lebih baik.

Septic tank akan dibuat dengan ukuran 1,5 m x 1,5 x 2 meter


sedangkan bak resapan bias dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m
x2 m.Bak harus kuat dan kedap air. Dinding dasar dan
penutup bak pertama harus kedap air agar limbah tidak
mencemari lingkungan.
Pipa udara. Pipa ini berguna membuang gas yang dihasilkan
oleh limbah tinja. Karena bila gas tidak bias keluar maka
limbah tidak akan bias masuk karena terdorong gas dari
dalam dan septic tank akan terasa penuh padahal
belum.Ketingian closet terhadap septic tank. Hal ini sangat
berpengaruh terhadap dorongan air tinja mengalir kedalam
septic tank, dan mempengaruhi kelancaran pipa saluran
antara closet dan septic tank. Apabila posisi rumah berada
didataran rendah atau bekas sawah hal ini sangat penting,
mengingat lahan bekas lahan persawahan banyak
mengandung air sehingga resapan air lahannya relative
lambat, semakin tinggi jarak antara closet dan septic tank
semakin baik.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 25


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.9

 Sumur Resapan
Sumur resapan adalah sumur yang dibuat untuk membantu
penyerapan air kedalam tanah. Sumur ini sifatnya dangkal
berada diatas muka air tanah dan dibangun pada lokasi yang
struktur tanahnya stabil dan tidak terjal. Sedangkan air yang
diperbolehkan masuk kedalam sumur resapan adalah air
hujan yang berasal dari limpasan atap bangunan atau
permukaan tanah yang tertutup oleh bangunan atau air
lainnya yang sudah melalui proses pengolahan. Desain teknis
sumur resapan disajikan pada Gambar 2.10

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 26


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Gambar 2.10

Persyaratan teknis sumur resapan air hujan adalah sebagai


berikut :
1. Jarak minimal sumur resapan air hujan terhadap :
- Tangki septick 2 meter.
- Bidang resapan tangki septick/cubluk/saluran air
limbah/pembuangan sampah adalah 5 meter
- Sumur air bersih 2 meter

2. Kontruksi sumur resapan air hujan type II


- Kedalaman maksimal 3 meter
- Diameter penampang 0,8-1,4 meter
- Material pengisi berupa batu belah setebal 40 cm
- Dinding sebagaian atas terdiri dari pasangan bata
tanpa diplester sedangkan dinding bagian bawah
terdiri dari pasangan bata diplester.
- Penutup dengan plat beton bertulang.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 27


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Selain sumur resapan, juga dibuat lubang resapan biopori


untuk meningkatkan resapan air yang berada pada setiap unit
bangunan yang ditempatkan di depan bangunan. Lubang
resapan yang dibuat mempunya diameter 10 cm dengan
kedalaman 80 – 100 cm. Lubang resapan ini dibuat menyebar
dan dengan jumlah berada tergantung luasan. Lubang
resapan ini diisi dengan sampah organic
(potongan rumput, sisa sayuran, dan bahan organic lainnya)
yang akan efektif diisi pada saat operasional (sudah dihuni).
jumlah sumur resapan yang akan dibangun direncanakan
berjumlah mengikuti bangunan terbangun dengan diameter
0,8 m dan kedalaman 3 m yang akan disebar disekitar
bangunan tertutup. gambar 2.11

Gambar 2.11

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 28


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

 Penyediaan Jaringan Listrik


Untuk memenuhi kebutuhan penghuni perumahan
direncanakan akan disuplai oleh pihak PLN, kebutuhan listrik
Perumahan dilihat pada Tabel 2.6.

Tabel 2.5 Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik


No Jenis Jml Kebutuhan Total Kebutuhan
Banguna Listrik/Unit
Unit Listrik
n
1 Rumah 556 1300 Watt 722.800 watt
722.800 Watt/144
KW
Sumber : Perumahan Cikembar Permai

 Penyediaan Air Bersih


Jumlah air bersih yang digunakan maksimal sebanyak 100
liter/hari/orang (menurut standar Litbang Pemukiman),
kebutuhan air bersih tersebut untuk memenuhi kebutuhan
seluruh kegiatan yang ada di Perumahan. Kebutuhan air
bersih apabila semua tahap pembangunan telah terealisasi
adalah sekitar 278.000 m3/hari lihat Tabel 2.7. sebagai
sumber air bersih akan dipenuhi dari sumur yang di sediakan
di setiap rumah.
Ketersediaan air tanah dangkal yang tersedia di Desa
Kertaraharja Kecamatan Cikembar masih cukup tersedia, hal
ini karena masih banyaknya daerah rembesan yang ada di
Kecamatan Cikembar .
Kebutuhan air bersih untuk rumah hunian Perumahan adalah
sebanyak 278.000 M3/hari untuk fasos/fasum dan

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 29


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

taman/jalan masing-masing sebesar 7 M3/hari dan 5 M3/hari.


Uraian kebutuhan air tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 2.6. Prakiraan Jumlah Kebutuhan Air Bersih


N Jenis Jml Asumsi Jml Kebut Total
o Kegiata Uni Jumlah Jiwa uhan Kebutuhan
n t Jiwa/uni (Ltr/or (m3/hari)
t g/hr)
1 Rumah 556 5 2780 100 278000,0
2 Fasum - - - - 7,0
&
Fasos
3 Taman - - - - 5,0
&
Jalan
Jumlah Kebutuhan air per hari (m3/hari) 278012
Jumlah Kebutuhan air per bulan (m3/bulan) 8.340.360
Jumlah Kebutuhan air per tahun (m3/tahun) 100.084.320
Sumber : Standar Litbang Pemukiman

 Pembangunan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum


Fasilitas sosial dan umum lainnya seperti taman bermain akan
ditanami tanaman hias dan peneduh serta pohon tegakan,
disediakan tempat bermain anak-anak atau tempat berjoging
yaitu jalan di dalam taman yang diperkeras dengan paving
blok juga akan dilakukan pemasangan penerangan jalan
umum (PJU). Demikian juga dengan sarana lainnya sedang
dalam pertimbangan dalam menentukan luas lahan dan
bangunanya agar dicapai komposisi yang proporsional.
Akan di simpan 3 buah hydrant pada 3 titik lokasi di sekitar
perumahan, yaitu di depan, tengah dan belakang lokasi
perumahan. Sumber air untuk hydrant akan dibuatkan kolam

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 30


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

air penampungan yang akan diletakkan di belakang lokasi


perumahan.
Adapun fasilitas seperti makam dan masjid akan
dikoordinasikan dengan Desa setempat.
Untuk Fasilitas pemakam, berdasarkan aturan yang berlaku
pihak developer diwajibkan untuk menyediakan lahan
pemakaman seluas 2% dari luas lahan perumahan.
2% x 60000 = 1.200 m²
Untuk tanah Tempat Pemakaman Umum developer
berencana akan membeli lahan dari TPU yang berada di
daerah sekitar dengan luas ± 1200 M2.

 Fasilitas Persampahan
Limbah padat yang diperkirakan akan timbul antara lain
berupa sisa makanan, kertas, kayu, dedaunan, plastik, karet,
kaca, kaleng dan berbagai alat rumah tangga bekas. Volume
sampah yang dihasilkan diperkirakan mencapai 3 M3/hari.
Sampah akan dipisahkan menjadi dua bagian organic dan
anorganic oleh masing masing rumah yang kemudian sampah
yang tidak bisa di daur ulang dibuang ke TPSS yang
disediakan 1 Unit di tempatkan di depan perumahan agar
memudahkan pengangkut mengambilnya. Untuk selanjutnya
pihak pengembang akan bekerjasama dengan Dinas
Kebersihan kabupaten sukabumi untuk mengangkutnya ke
TPA. Sebagian sampah yang dapat di daur ulang akan diambil
oleh pemulung dari masing-masing kegiatan, TPSS yang akan
digunakan berupa container dengan kapasitas 6,1 M3/hari.
Selain didepan rumah, direncanakan ditempat-tempat umum
yang diperkirakan akan menimbulkan sampah, akan disimpan

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 31


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

tong sampah sebagai sarana kemudahan membuang sampah


dan untuk keasrian lingkungan perumahan.

Pengaturan siklus angkut dari tempat sampah masing-masing


rumah ke TPS diupayakan dapat tuntas terangkut setiap hari.
Pengumpulan sampah dari rumah dilakukan dengan
menggunakan roda sampah. TPSS yang akan disediakan oleh
pengembang berupa steel container kapasitas ± 6,1 M3 yang
akan ditempatkan disetiap lokasi perumahan. Pengangkutan
dari TPSS ke TPA dilakukan bekerja sama dengan truk Dinas
Kebersihan Kabupaten Sukabumi.
Penempatan TPSS diusahakan tidak mengganggu kenyamanan
dan kebersihan lingkungan sekitar, TPSS diupayakan bisa
dimanfaatkan secara maksimal untuk warga perumahan dan
lingkungan sekitarnya.

Gambar 2.14
Rencana Model TPS

Pola yang diterapkan dalam operasional pengumpulan dari


rumah ke rumah hingga ketempat pembuangan akhir , adalah
sebagai berikut :

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 32


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

TAHAP 1 :
- Pengumpulan sampah dari dilakukan oleh masing
masing penghuni ke TPSS,
- Produksi sampah per rumah 30 liter/hari.
TAHAP 2 :
- Pengangkutan ke TPA dilakukan dengan truk
DINAS Kebersihan Kabupaten Sukabumi
- Pelaksanaannya dikoordinasikan dengan DINAS
Kebersihan Kabupaten Sukabumi
- Biaya operasional pengelolaan sampah akan
menjadi tanggung jawab warga perumahan.

 Lahan tertutup bangunan


Sumber dampak adalah adanya lahan yang tertutup bangunan
rumah, fasos dan fasum.
Dampak yang akan terjadi adalah meningkatnya volume air
larian yang berpotensi mengakibatkan banjir dan genangan.
Besaran Dampak peningkatan run off
Perkiraan limpasan air sebelum adanya bangunan perluasan
dengan menggunakan metode rasional adalah sebagai berikut :

Q = 0,00278 C. A. I
Dimana :
Q adalah volume run off (m3/s)
C adalah koefesien limpsan permukaan
A adalah luas lahan (Ha)
I adalah intensitas hujan (mm/jam)
Koefesien limpasan dapat di lihat pada tabel dibawah ini :

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 33


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Tabel 2.7
Koefesien Limpasan
No Tipe Area Koefesien Run Off
1 Pegunungan yang curam 0,75 – 0,90
2 Perkerasan aspal, beton 0,80 – 090
3 Lahan padat sulit diresapi 0,40 – 0,55
4 Lahan agak mudah diresapi 0,05 – 0,35
5 Taman / lapangan terbuka 0,05 -0,25
6 Kebun 0,05 – 0,20
7 Perumahan tidak begitu rapat (20 rumah / 0,25 – 0,40
Ha)
8 Perumahan kerapatan sedang (21-60 0,40 – 0,70
rumah / Ha)
9 Perumahan rapat (60-160 rumah / Ha) 0,70 – 0,80
10 Daerah rekreasi 0,20 – 0,30
11 Daerah industry 0,80 – 0,90
12 Daerah perniagaan 0,90 – 0,95
Sumber : Buku Drainase Per- Kabupatenan, H.A. Halim Asma, 1999

Jika diketahui :
-Luas lahan rencana yang tertutup bangunan adalah 36000 m2 atau
3.6 ha
-Intensitas hujan berdasrkan hasil analisa hidrologi, dengan durasi
hujan 120 menit dan periode ulang hujan 10 tahun, intensitas
hujannya adalah 30,48 mm/jam, maka perkiraan limpasan lahan
yang belum terbangun, dengan penggunaan lahan sebagai lahan
terbuka adalah :

Q tp = 0,00278 C . A . I

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 34


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

= 0,00278 X 0,25 X 3.6 X 30,48


= 0.0763 m3/s

Sedangkan perkiraan limpasan air dengan adanya bangunan adalah :


Qdp = 0,00278 C . A . I
= 0,00278 X 0,70 X 3,6 X 30,48
= 0.2135 m3/s
Dengan demikian peningkatan run off pada lokasi sebesar :
AQ = Qdp - Qtp = 0.1372 m3/s

Untuk mengantisipasi longsor maka setiap tanah miring akan di


bangunkan bronjong untuk menahan erosi.

 Penurunan Kualitas Air Permukaan


Sumber Dampak adalah adanya sisa-sisa pencucian dan aktivitas
MCK pada masing-masing rumah akan menurunkan kualitas air
permukaan.
Jenis Dampak adalah penurunan kualitas air permuaan di
lingkungan sekitar, terutama dari limbah cair domestik ang di
alirkan keselokan sebagai badan air penerima.

Besaran dampak penurunan kualitas air permukaan


Total kandungan logam-logam terlarut, BOD, COD,TTS dan zat
organik lainnya yang bersumber dari deterjent, tinta, dan
aktivitas lainnya.
 Jumlah penghuni : 2780 orang
 Perkiraan kebutuhan air bersih : 100 L/orang/hari
 Lamanya waktu operasi : c Tahun
 Jumlah limbah dalam 1 hari : 80% / ORANG /HARI x

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 35


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

2780 org = 222.4 m3/hari

 Timbulan Limbah Cair Domestik

Limbah cair yang dihasilkan berasal dari aktifitas mandi, cuci,


kakus (MCK) pada masing-masing rumah. Dapat diperkirakan
bahwa timbulan limbah car domestik adalah 80% dari total
kebutuhan air bersih, dan jika dihitung adalah :
Limbah cair domestik : (2780 x 80 ) / 100

2224 m3

Limbah cair domestic akan dialirkan ke drainase yang ada di


sekitar perumahan yang selanjutnya akan dialirkan ke sungai yang
berada dekat dengan perumahan.

2.4.2.3. Tahap Opearsional


Penghunian dilakukan apabila proses pembangunan fisik sudah selesai
secara keseluruhan. Setelah semua unit laku terjual maka sarana dan
prasarana diserah terimakan dari Perumahan sebagai pihak
pengembang kepada Pemda Kabupaten Sukabumi, sehingga kewajiban
pemeliharaannya beralih ke Pemda melalui Instansi terkait khususnya
untuk sarana jalan. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan
kepentingan warga seperti tempat ibadah, jalan, taman dan sampah
maka warga diharapkan berperan aktif.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 36


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

BAB III
DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITUMBULKAN DAN UPAYA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA UPAYA
PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Dari komponen-komponen kegiatan mulai dari pra-kontruksi, kontruksi sampai pada


rencana Pembangunan Perumahan ini, akan menimbulkan dampak terhadap
komponen-komponen lingkungan hidup, baik dampak positif (+) maupun dampak
negatif (-) dari tahapan kegiatan yang meliputi :
1. Tahap pra-kontruksi, meliputi :
1. Pembebasan lahan.
2. Sosialisasi Kepala Masyarakat, dan
3. Pengurusan Perizinan.
2. Tahap Kontruksi, meliputi :
1. Rekrutment Tenaga Kerja.
2. Pembersihan dan Pematangan Lahan.
3. Mobilisasi Alat dan Material Bangunan, dan
4. Pembangunan Sarana dan Prasarana Perumahan.
3. Tahap Operasi meliputi :
1. Rekrutment Tenaga Kerja Tahap Operasional.
2. Penggunaan Air Bersih.
3. Timbulan Limbah Cair Domestik.
4. Peningkatan Volume Sampah, dan
5. Lahan Tertutup Bangunan.
Dampak lingkungan yang akan terjadi dari tahapan-tahapan tersebut diatas
diuraikan dari sumber dampak, jenis dampak, dan besaran dampaknya seperti
dibawah ini :

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 37


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

3.1 TAHAP PRA KONTRUKSI


Kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak pada tahap pra
kontruksi adalah sebagai berikut :

1. Pembebasan Lahan
Potensi konflik sosial
Sumber dampak adalah lahan sudah dikuasai, potensi konflik pada saat
pematokan batas-batas lahan.
Jenis Dampak adalah adanya perbedaan pengukuran patok lahan antara
pemilik lahan dengan masyarakat yang mempunyai lahan yang berbatasan
langsung dengan batas lokasi rencana pembangunan perumahan.
Besaran dampak konflik sosial
Jumlah lahan masyarakat yang berbatasan langsung dengan rencana
pembangunan Perumahan yang akan menimbulkan konflik.

2. Sosialisasi kepada masyarakat


Persepsi masyarakat
Sumber Dampak adalah kegiatan sosialisasi rencana pembangunan
Perumahan kepada masyarakat sekitar Kp. Pondokbitung RT. 002 RW.007
Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi.
Jenis Dampak adalah adanya persepsi di masyarakat yang menanggapi
positif dan negatif terhadap rencana pembangunan Perumahan.
Besaran dampak persepsi masyarakat
Secara umum, masyarakat menanggapi positif terhadap rencana
pembangunan Perumahan selama saran dan masukan dari masyarakat
sekitar di akomodir oleh pihak pengelola proyek Perumahan dan tidak
menimbulkan dampak negatif berupa terganggunya sumberdaya air dan
timbulnya keresahan sosial.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 38


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

3. Pengurusan Perizinan
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Sumber Dampak adalah pengurusan perizinan rencana pembangunan
Perumahan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi meliputi izin-izin yang
dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan.
Jenis Dampak adalah adanya retribusi ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi
yang dibayarkan oleh pihak pengelola Perumahan akan meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah.
Besaran dampak peningkatan Pendapatan Asli Daaerah
Pembayaran retribusi perizinan rencana Perumahan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku akan berpengaruh terhadap peningkatan
pendapatan asli daerah Kabupaten Sukabumi, jenis ijin-ijin yang diterbitkan
oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi adalah jaminan legalitas hukum
terhadap rencana proyek yang akan dilakukan.

3.2 TAHAP KONTRUKSI


1. Rekrutment Tenaga Kerja
Sumber Dampak adalah adanya rekrutment tenaga kerja untuk rencana
pembangunan Perumahan
Jenis Dampak adalah rekrutment tenaga kerja akan menurunkan angka
pengangguran di Kp. Pondokbitung RT.002/007 Desa Kertaraharja Kecamatan
Cikembar Kabupaten Sukabumi .
Besaran dampak kesempatan tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan unit-
unit perumahan termasuk fasos dan fasumnya selama tahap kontruksi
berlangsung dibutuhkan tenaga kerja secara keseluruhan sebanyak 24 orang.
Dari total kebutuhan kebutuhan tenaga kerja selama tahap kontruksi ini,
masyarakat sekitar akan dipekerjakan hingga 50% atau sebanyak 12 atau 13

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 39


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

orang. Kecuali untuk tenaga pengawas akan digunakan tenaga kerja dari pihak
pengelola.

2. Pembersihan dan pematangan

Penurunan Kualitas Udara


Sumber Dampak adalah adanya kegiatan pembersihan dan pematangan lahan
akan mengakibatkan penurunan kualitas udara.
Jenis Dampak adalah menurunnya kualitas udara dilingkungan disekitar
pembersihan dan pematangan lahan yang akan mengakibatkan gangguan ISPA
kepada para pekerja dan mengganggu lingkungan sekitar.

Besaran dampak penurunan kualitas udara


Volume debu yang diakibatkan oleh kegiatan pembersihan dan pematangan
lahan. Untuk membandingkan penurunan kualitas udara diukur dilokasi sekitar,
maka dilakukan pengukuran kualitas udara eksisting dan dibandingkan dengan
baku mutu PP RI No.41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara,
sebagai berikut :

Tabel 3.1. Baku Mutu Kualitas Udara


No Parameter Satuan Nilai Ambang
Batas
1 CO2 µg/m3 10.000
2 SO2 µg/m3 265
3 NOX µg/m3 150
4 NH3 µg/m3 1.400
5 Debu µg/m3 260
Sumber : PP RI No. 41 Tahun 1999

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 40


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

3. Peningkatan run off

Sumber Dampak adalah kegiatan pembersihan dan pematangan lahan akan


menimbulkan peningkatan run off dan erosivitas.
Jenis Dampak adalah adanya air lapisan yang membawa butiran lumpur yang
apabila terjadi hujan akan mengakibatkan genangan, kekeruhan dan
pendangkalan pada badan penerima di selokan yang ada diseberang proyek
pembangunan Perumahan.

Besaran dampak peningkatan run off


Perkiraan limpasan air sebelum adanya bangunan dengan menggunakan
metode rasional adalah sebagai berikut :
Q = 0,00278 C. A. I
Dimana :
Q adalah volume run off (m3/s)
C adalah koefesien limpsan permukaan
A adalah luas lahan (Ha)
I adalah intensitas hujan (mm/jam)
Koefesien limpasan dapat di lihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.2
Koefesien Limpasan
No Tipe Area Koefesien Run Off
1 Pegungan yang curam 0,75 – 0,90
2 Perkerasan aspal, beton 0,80 – 090
3 Lahan padat sulit diresapi 0,40 – 0,55
4 Lahan agak mudah diresapi 0,05 – 0,35
5 Taman / lapangan terbuka 0,05 -0,25
6 Kebun 0,05 – 0,20

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 41


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

7 Perumahan tidak begitu rapat (20 rumah / 0,25 – 0,40


Ha)
8 Perumahan kerapatan sedang (21-60 0,40 – 0,70
rumah / Ha)
9 Perumahan rapat (60-160 rumah / Ha) 0,70 – 0,80
10 Daerah rekreasi 0,20 – 0,30
11 Daerah industry 0,80 – 0,90
12 Daerah perniagaan 0,90 – 0,95
Sumber : Buku Drainase Per- Kabupatenan, H.A. Halim Asma, 1999

Jika diketahui :
-Luas lahan rencana yang tertutup bangunan adalah 36.000 m2 atau
3.6 ha
-Intensitas hujan berdasrkan hasil analisa hidrologi, dengan durasi
hujan 120 menit dan periode ulang hujan 10 tahun, intensitas
hujannya adalah 30,48 mm/jam, maka perkiraan limpasan lahan
yang belum terbangun, dengan penggunaan lahan sebagai lahan
terbuka adalah :

Q tp = 0,00278 C . A . I
= 0,00278 X 0,25 X 3.6 X 30,48
= 0.0763 m3/s

Sedangkan perkiraan limpasan air dengan adanya bangunan adalah :


Qdp = 0,00278 C . A . I
= 0,00278 X 0,70 X 3,6 X 30,48
= 0.2135 m3/s
Dengan demikian peningkatan run off pada lokasi sebesar :
AQ = Qdp - Qtp = 0.1372 m3/s

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 42


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Untuk mencegah limpasan air dan lumpur pada tahap kontruksi atau
peningkatan run of dibuatkan parit parit atau kolam penampungan setiap
tahap kontruksi

4. Mobilisasi alat dan material bangunan

Peningkatan Intensitas Kebisingan


Sumber Dampak mobilisasi alat dan material bangunan akan meningkatkan
intensitas kebisingan.
Jenis Dampak adalah kebisingan yang ditimbulkan akibat intensitas keluar
masuk kendaraan pengangkut alat dan material bangunan yang menggunakan
dump truck yang akan mengganggu lingkungan sekitar.

Besaran dampak peningkatan intensitas kebisingan


Kebisingan dan intensitasnya yang akan ditimbulkan ditetapkan dengan mutu
dalam kepmen LH No. 48 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan,
seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.3
Baku Mutu Tingkat Kebisingan
Peruntukan Kawasan Tingkat Kebisingan
Atau Lingkungan Kesehatan db (A)
a. Kawasan
1. Perumahan dan Pemukiman 55
2. Peerdagangan dan jasa 70
3. Perkantoran Peruntukan dan 65
Perdagangan
4. Ruang Terbuka Hijau 50
5. Industri 70
6. Pemerintah dan Fasilitas Umum 60

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 43


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

7. Rekreasi 70
8. Khusus
-Bandar Udara
-Stasiun Kerta Api 60
-Pelabuhan Laut 70
-Cagar Alam
b. Lingkungan Kegiatan
1. Rumah Sakit dan Sejenisnya 55
2. Sekolah dan Sejenisnya 55
3. Tempat Ibadah dan Sejenisnya
Sunber : Kepmen LH No. 48 Tahun 1996

Kerusakan jalan

Sumber Dampak mobilisasi kendaraan pengangkut alat dan material bangunan


akan mengakibatkan kerusakan badan jalan.
Jenis Dampak adalah kerusakan badan jalan dapat mengakibatkan
meningkatnya angka kecelakaan lalu-lintas di sekitar pembangunan jalur Jl.
Babakan Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi.

Besarnya dampak kerusakan jalan


Jalan Babakan Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi
adalah adalah jalan desa yang ramai dilalui yang menghubungkan masyarakat
dan termasuk jalan perekonomian Desa Kertaraharja

Sumber Dampak mobilisasi kendaraan pengangkut alat dan material bangunan


akan mengakibatkan debu dan kotor pada jalan.
Jenis Dampak adalah polusi udara debu dan kotor pada jalan di sekitar
pembangunan jalur Jl. Babakan Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar
Kabupaten Sukabumi.

Besarnya dampak debu dan kotor pada jalan

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 44


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Jl. Babakan Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi


adalah adalah jalan desa yang ramai dilalui yang menghubungkan masyarakat
dan termasuk jalan perekonomian Desa Kertaraharja .

5. Pembangunan sarana dan prasarana


Peningkatan intensitas kebisingan
Sumber dampak adalah pembangunan sarana dan prasarana perumahan,
meliputi pemotongan bahan-bahan oleh mesin-mesin seperti gerinda dan mesin
genset untuk pengelasan.
Jenis Dampak adalah dapat mengganggu pendengaran para pekerja dan
mengganggu lingkungan sekitar.

Besaran dampak peningkatan intensitas kebisingan


Kebisingan dan intensitasnya yang akan ditimbulkan ditetapkan dalam baku
mutu Kephen LH No. 48 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan, seperti
pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.4
Baku Mutu Tingkat Kebisingan
Peruntukan Kawasan Atau Lingkungan Tingkat Kebisingan
Kesehatan dp (A)
c. Peruntukan Kawasan
1. Perumahan dan Pemukiman 55
2. Perdagangan dan jasa 70
3. Perkantoran dan Perdagangan 65
4. Ruang Terbuka Hijau 50
5. Industri 70
6. Pemerintah dan Fasilitas Umum 60
7. Rekreasi 70
8. Khusus

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 45


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

-Bandar Udara
-Stasiun Kerta Api 60
-Pelabuhan Laut 70
-Cagar Alam
b. Lingkungan Kegiatan
1. Rumah Sakit dan Sejenisnya 55
2. Sekolah dan Sejenisnya 55
3. Tempat Ibadah dan sejenisnya
Sumber : Kephen LH No. 48 Tahun 1996

Penurunan Kualitas Udara


Sumber Dampak adalah penurunan kualitas udara berupa debu, NOX1 dan COX
yang bersumber dari aktivitas pemotongan material bahan bangunan dan
penggalian pondasi perumahan.
Jenis Dampak adalah penurunan kualitas udara di lingkungan sekitar dicirikan
dengan peningkatan kadar debu, NOX1 dan COX di udara akan mengakibatkan
gangguan pernapasan dan menurunnya kualitas lingkungan.
Besaran dampak penurunan udara
Untuk membandingkan penurunan kualitas udara, maka dilakukan pengukuran
dilokasi sekitar rencana pembangunan perumahan, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu dalam PP RI No. 41 Tahun 1999 tentang Baku Mutu
Kualitas Udara, sebagai berikut :

Tabel 3.5

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 46


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Baku Mutu Kualitas Udara


No Parameter Satuan Nilai Ambang
Batas
1 CO2 µg/m3 10.000
2 SO2 µg/m3 265
3 NOX µg/m3 150
4 NH3 µg/m3 1.400
5 Debu µg/m3 260
Sumber : PP RI No. 41 Tahun 1999

3.3. TAHAP OPERASI


1. Rekrutment Tenaga Kerja
Kesempatan Kerja dan Berusaha
Sumber Dampak adalah adanya rekrutment tenaga kerja untuk marketing dan
management pemasaran perumahan
Dampak yang ditimbulkan adalah rekrutment tenaga kerja akan menurunkan
angka pengangguran di Kp. Pondokbitung Desa Kertaraharja Kecamatan
Cikembar Kabupaten Sukabumi.

Besaran dampak kesempatan tenaga kerja


Jumlah tenaga kerja yang ditimbulkan sebanyak 24 orang dan akan
menggunakan tenaga kerja penduduk sekitar dengan pendidikan minimal
SMA sederajat, kecuali untuk tenaga kerja ofice boy gaji yang akan diterima
oleh masing-masing pekerja disesuaikan dengan UMK Kabupaten Sukabumi.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 47


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

2. Timbulan limbah cair domestik


Penurunan Kualitas Air Permukaan
Sumber Dampak adalah adanya sisa-sisa pencucian dan aktivitas MCK pada
masing-masing rumah akan menurunkan kualitas air permukaan.
Jenis Dampak adalah penurunan kualitas air permukaan di lingkungan sekitar,
terutama dari limbah cair domestik yang di alirkan keselokan sebagai badan air
penerima.

Besaran dampak penurunan kualitas air permukaan


Total kandungan logam-logam terlarut, BOD, COD,TTS dan zat organik
lainnya yang bersumber dari deterjent, tinta, dan aktivitas lainnya.
 Jumlah penghuni : 2780 orang
 Perkiraan kebutuhan air bersih : 100 L/orang/hari
 Lamanya waktu operasi : c Tahun
 Jumlah limbah dalam 1 hari : 80 %/ORANG/HARI X 2780 orang
: 222.4 m3/hari

3. Peningkatan volume sampah


Sumber Dampak adalah sampah yang bersumber dari aktivitas perumahan.
Dampak yang akan terjadi adalah sampah-sampah sisa-sisa pembuangan
makanan dan minuman dan aktivitas lainnya akan menyebabkan penumpukan
sampah yang mengganggu estetika lingkungan. Menurunkan sanitasi
lingkungan karena dapat mengundang berbagai macam faktor seperti alat,
nyamuk, dan kecoa yang mngakibatkan timbulnya penyakit seperti malaria,
muntaber, dan gatal-gatal, dan mengakibatkan kebauan akibat gas-gas yang
diproduksi oleh sampah seperti NH3 dan H2S.
Besaran dampak timbulan limbah padat
Limbah berupa sampah dari aktivitas perumahan.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 48


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

4. Lahan tertutup bangunan


Sumber dampak adalah adanya lahan yang tertutup bangunan rumah, fasos
dan fasum.
Dampak yang akan terjadi adalah meningkatnya volume air larian yang
berpotensi mengakibatkan banjir dan genangan.

Besaran Dampak peningkatan run off


Perkiraan limpasan air sebelum adanya bangunan perluasan dengan
menggunakan metode rasional adalah sebagai berikut :

Q = 0,00278 C. A. I
Dimana :
Q adalah volume run off (m3/s)
C adalah koefesien limpsan permukaan
A adalah luas lahan (Ha)
I adalah intensitas hujan (mm/jam)
Koefesien limpasan dapat di lihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.6
Koefesien Limpasan
No Tipe Area Koefesien Run Off
1 Pegungan yang curam 0,75 – 0,90
2 Perkerasan aspal, beton 0,80 – 090
3 Lahan padat sulit diresapi 0,40 – 0,55
4 Lahan agak mudah diresapi 0,05 – 0,35
5 Taman / lapangan terbuka 0,05 -0,25
6 Kebun 0,05 – 0,20
7 Perumahan tidak begitu rapat (20 rumah / 0,25 – 0,40
Ha)
8 Perumahan kerapatan sedang (21-60 0,40 – 0,70
rumah / Ha)

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 49


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

9 Perumahan rapat (60-160 rumah / Ha) 0,70 – 0,80


10 Daerah rekreasi 0,20 – 0,30
11 Daerah industry 0,80 – 0,90
12 Daerah perniagaan 0,90 – 0,95
Sumber : Buku Drainase Per- Kabupatenan, H.A. Halim Asma, 1999

Jika diketahui :
-Luas lahan rencana yang tertutup bangunan adalah 36.000 m2 atau
3.6 ha
-Intensitas hujan berdasrkan hasil analisa hidrologi, dengan durasi
hujan 120 menit dan periode ulang hujan 10 tahun, intensitas
hujannya adalah 30,48 mm/jam, maka perkiraan limpasan lahan
yang belum terbangun, dengan penggunaan lahan sebagai lahan
terbuka adalah :

Q tp = 0,00278 C . A . I
= 0,00278 X 0,25 X 3.6 X 30,48
= 0.0763 m3/s

Sedangkan perkiraan limpasan air dengan adanya bangunan adalah :


Qdp = 0,00278 C . A . I
= 0,00278 X 0,70 X 3,6 X 30,48
= 0.2135 m3/s
Dengan demikian peningkatan run off pada lokasi sebesar :
AQ = Qdp - Qtp = 0.1372 m3/s
Dengan adanya lahan yang tertutup bangunan rumah fasos dan fasum akan
meningkatnya volume air larian yang berpotensi mengakibatkan banjir dan
genangan,maka dibuatkan drainase buangan air kiri dan kanan perumahan
yang nantinya aliran air mengarah ke sungai.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 50


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Tabel.3.7. Time Schedule Rencana Kegiatan


Tahun ke (2017) Tahun
ke
(2018)
No Kegiatan
Bulan
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2
I PRA KONSTRUKSI
1 Survey Lapangan
Pembebasan
2
Tanah
3 Perizinan
II KONTRUKSI
Mobilisasi Tenaga
1
Kerja
Mobilisasi Alat
2
dan Material
Pematangan
3
Lahan
Pekerjaan Sarana
4
dan Prasarana
Pekerjaan
5
Bangunan Utama
III OPERASIONAL
Aktifitas Hunian
1
Perumahan
Sumber : Perumahan Cikembar Permai

Untuk tahap konstruksi direncanakan sudah dimulai pada awal Juni 2017,
setelah setelah proses perizinan selesai.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 51


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

MATRIK UKL-UPL
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Bentuk Lokasi Periode Bentuk Lokasi Periode Pemantaua
n
A. Tahap Pra Kontruksi
Pembebasa Potensi Jumlah Pematokan lahan Kp. Sekali Pengamata Kp. Sekali Pelaksana :
n konpflik masyarakat dilakukan dengan Pondokbitung selama n, Pondokbitung selama PT.
Lahan sosial pemilik lahan melibatkan instansi RT.002/007 tahap pra Pemeriksaa RT.002/007 tahap pra PANDAWA
yang berbatasan berwenang (Desa, Desa kontruksi n langsung, Desa kontruksi BANGUN
langsung batas- Kecamatan, dan BPN) Kertaraharja dokumenta Kertaraharja TAMA(deve
batas lokasi juga para pemilk lahan. Kecamatan si dan Kecamatan loper)
perumahan Cikembar pengamata Cikembar Pengawas :
Kabupaten n Kabupaten Desa
Sukabumi . Sukabumi . Kertaraharja
Penerima
Laporan :
BPN
Kabupaten
Sukabumi.
Sosialisasi Persepsi Jumlah Melakukan komunikasi Kp. Sekali Pengamtan Kp. Sekali Pelaksana :
kepada masyara masyarakat yang timbal balik untuk Pondokbitung selama Lapangan, Pondokbitung selama PT.
masyaraka kat menanggapi mendapatkan persepsi RT.002/007 tahap pra dokumenta RT.002/007 tahap pra PANDAWA
t negatif terhadap positif, membuat Desa kontruksi sidan Desa kontruksi BANGUN

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 52


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

rencana perjajian tentang Kertaraharja pencatatan Kertaraharja TAMA


pembangunan penerimaan tenaga Kecamatan Kecamatan (developer)
kerja Cikembar Cikembar Pengawas :
Kabupaten Kabupaten Desa
Sukabumi . Sukabumi . Kertaraharja
Penerima
Laporan :
BPN
Kabupaten
Sukabumi.

Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Bentuk Lokasi Periode Bentuk Lokasi Periode Pemantaua
n
Pengurusa Peningk Adanya retribusi Pembayaran retribusi Pemerintah Sekali Menyelesai Pemerintah Sekali Pelaksana :
n atan dan pajak yang perizinan dan pajak Kabupaten selama kan semua Kabupaten selama PT.
perizinan Pendap dibayarkan ke Sukabumi tahap pra perizinan Sukabumi tahap PANDAWA
atan kas Daerah kontruksi sesuai kontruksi BANGUN
Asli Kabupaten undang- TAMA
Daerah Sukabumi undang (developer)
(PAD) yang Pengawas :
berlaku di Desa
Kabupaten Kertaraharja
Sukabumi Penerima

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 53


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Laporan :
BPMPT
Kabupaten
Sukabumi.
B. Tahap Kontruksi
Pembersih Penuru Jumlah debu Melakukan Kp. Selama Pengukura Disekitar lokasi Setiap Pelaksana :
an dan nan yang dihasilkan penyiraman/ Pondokbitung tahap n kualitas kegiatan Kp. Tiga PT.
pematang kualitas oleh aktivitas penyemprotan jalan RT.002/007 kontruksi udara Pondokbitung Bulan PANDAWA
anlahan udara pembersihan dan secara periodik untuk Desa berlangsun terutama RT.002/007 sekali BANGUN
pematangan mengurangi debu dan Kertaraharja g debu dan Desa selama TAMA
lahan mewajibkan Kecamatan membandi Kertaraharja tahap (developer)
penggunaan masker Cikembar ngkan Kecamatan kontrukas Pengawas :
kepada para pekerja Kabupaten dengan Cikembar i DLH
Sukabumi . batu mutu Kabupaten Kabupaten
dalam PP Sukabumi . Sukabumi
41/1999 Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Peningk Peningkatan Membuat trap lumpur Kp. Selama Pengamata Disekitar lokasi Setiap Pelaksana :
atan volume air untuk mengurangi Pondokbitung tahap n visual kegiatan Kp. Tiga PT.
run off limpasan pendangkalan selokan, RT.002/007 kontruksi terhadap Pondokbitung Bulan PANDAWA
membuat sistem Desa berlangsun timbulan RT.002/007 sekali BANGUN
penangkap air berupa Kertaraharja g run off Desa selama TAMA
sumur-sumur resapan Kecamatan Kertaraharja tahap (developer)
Cikembar Kecamatan kontrukas Pengawas :
Kabupaten Cikembar i DLH
Sukabumi . Kabupaten Kabupaten
Sukabumi . Sukabumi
Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 54


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Bentuk Lokasi Periode Bentuk Lokasi Periode Pemantaua
n
Terjadi Terjadi pada saat Dibuatkan trap trap Disekitar lokasi Selama Pengamat Disekitar lokasi Setiap Pelaksana :
nya pematangan lumpur, untuk lereng kegiatan Kp. tahap an visual kegiatan Kp. Tiga PT.
erosi lahan cut and fill yang cukup curam Pondokbitung kontruksi terhadap Pondokbitung Bulan PANDAWA
dibuatkan tanggul RT.002/007 berlangsun bahaya RT.002/007 sekali BANGUN
penahan tanah Desa g erosi Desa selama TAMA
Kertaraharja Kertaraharja tahap (developer)
Kecamatan Kecamatan kontrukas Pengawas :
Cikembar Cikembar i DLH
Kabupaten Kabupaten Kabupaten
Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Mobilisasi Peningk  Insensitas  Meminimalisir Disekitar lokasi Selama Pengamat Disekitar lokasi Setiap Pelaksana :
alat dan atan kebisingan penggunaan kegiatan Kp. tahap an visual, kegiatan Kp. Tiga PT.
material insensit yang kendaraan yang Pondokbitung kontruksi Pengukura Pondokbitung Bulan PANDAWA
bangunan as ditimbulkan menimbulkan bising. RT.002/007 berlangsun n RT.002/007 sekali BANGUN
kebising oleh kendaraan  membatasi kecepatan Desa g insensitas Desa selama TAMA
an pengangkut kendaraan pengangkut Kertaraharja kebisingan Kertaraharja tahap (developer)
 Peningkatan alat dan material Kecamatan Kecamatan kontrukas Pengawas :
kadar debu bahan bangunan saat Cikembar Cikembar i DLH
diudara. melewati pemukiman/ Kabupaten Kabupaten Kabupaten
 peningkatan jalan desa. Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
emisi buang  menutup bak Penerima
CO, Nox, SO2 kendaraan dengan Laporan :

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 55


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

dan debu plastik/ terpal DLH Kab.


 membersihkan roda SMI.
kendaraan sebelum
meninggalkan lokasi
kegiatan.
 melakukan
penyiraman secara
periodik pada jalan
 membersihkan dengan
segera tanah yang
bercecer dijalan sekitar
lokasi kegiatan agar
tidak menimbulkan
debu dan becek saat
turun hujan.

Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Bentuk Lokasi Periode Bentuk Lokasi Periode Pemantaua
n
Kerusak Titik-titik jalan Menggunakan Jalan masuk Kp. Selama Pengamat Jalan masuk Setiap Pelaksana :
an jalan rusak akibat kendaraan sesuai Pondokbitung tahap an visual Kp. Tiga PT.
mobilisasi dengan kemampuan RT.002/007 kontruksi Pondokbitung Bulan PANDAWA
kendaraan dan kapasitas badan Desa berlangsun RT.002/007 sekali BANGUN
jalan Kertaraharja g Desa selama TAMA

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 56


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Kecamatan Kertaraharja tahap (developer)


Cikembar Kecamatan kontruksi Pengawas :
Kabupaten Cikembar DLH
Sukabumi . Kabupaten Kabupaten
Sukabumi . Sukabumi
Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Gangua Meningkatnya Menyiapkan petugas Jalan masuk Kp. Selama Pengamat Jalan masuk Setiap Pelaksana :
n Lalu jumlah untuk mengatur keluar Pondokbitung tahap an visual Kp. Tiga PT.
lintas kendaraan yang masuk kendaraan RT.002/007 kontruksi Pondokbitung Bulan PANDAWA
keluar masuk barang Desa berlangsun RT.002/007 sekali BANGUN
untuk Kertaraharja g Desa selama TAMA
mengangkut Kecamatan Kertaraharja tahap (developer)
bahan material Cikembar Kecamatan kontruksi Pengawas :
Kabupaten Cikembar Dishub
Sukabumi . Kabupaten Kabupaten
Sukabumi . Sukabumi
Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Rekrutme Kesemp Tenaga kerja Rencana tenaga kerja Kp. Selama Wawanca Kp. Sekali Pelaksana :
n tenaga atan baru yang yang dibutuhkan untuk Pondokbitung tahap ra Pondokbitung selama PT.
kerja kerja dibutuhkan melaksanakan RT.002/007 konstruksi pendataa RT.002/007 tahap PANDAWA
konstruksi dan pembangunan 24 orang Desa berlangsun n jumlah Desa kontruksi BANGUN
berusah dan diutamakan Kertaraharja g pengangg Kertaraharja TAMA
a pendudukan setempat Kecamatan ur, dan Kecamatan (developer)
sesuai dengan keahlian Cikembar pengamat Cikembar Pengawas :
yang dibutuhkan Kabupaten an Kabupaten Desa
Sukabumi . Sukabumi . Kertaraharja
Kecamatan
Cikembar

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 57


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.

Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Bentuk Lokasi Periode Bentuk Lokasi Periode Pemantaua
n
Pembangu Peningk Intensitas Penggunaan genset type Di lokasi Selama Pengukura Di lokasi Setiap Pelaksana :
nan sarana atan kebisingan yang silent dan disimpan kegiatan Kp. tahap n kegiatan Kp. Tiga PT.
dan intensit ditimbulkan oleh ditempat tertutup , Pondokbitung kontruksi intensitas Pondokbitung Bulan PANDAWA
prasarana as peralatan pekerjaan yang RT.002/007 berlangsun kebisingan RT.002/007 sekali BANGUN
perumaha kebising pembangunan menimbulan bising Desa g Desa selama TAMA
n an seperti gerinda, dilakukan di siang hari, Kertaraharja Kertaraharja tahap (developer)
genset, dan pembuatan pagar Kecamatan Kecamatan kontrukas Pengawas :
pengelasan, dll. pembatas minimal 2 Cikembar Cikembar i DLH
meter Kabupaten Kabupaten Kabupaten
Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Penuru Jumlah debu Melakukan penyirman Disekitar lokasi Selama Pengukura Disekitar lokasi Setiap Pelaksana :
nan yang di hasilkan secara periodik, kegiatan Kp. tahap n kualitas kegiatan Kp. Tiga PT.
kualitas dari aktivitas pemakaian masker bagi Pondokbitung kontruksi udara Pondokbitung Bulan PANDAWA
udara pembangunan para pekerja, RT.002/007 berlangsun terutama RT.002/007 sekali BANGUN
sarana dan pembuatan pagar Desa g debu dan Desa selama TAMA
prasarana pembatas dengan Kertaraharja memband Kertaraharja tahap (developer)

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 58


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

perumahan. pemukiman min 2 Kecamatan ingkan Kecamatan kontrukas Pengawas :


meter Cikembar dengan Cikembar i DLH
Kabupaten baku Kabupaten Kabupaten
Sukabumi . mutu PP Sukabumi . Sukabumi
41/1999 Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Kecelak Aktifitas  Memperhatikan Di lokasi Selama Pengamat Di lokasi Setiap Pelaksana :
aan pekerjaan yang keselamatan dan kegiatan Kp. tahap an visual kegiatan Kp. Tiga PT.
kerja memiliki resiko keaman pekerja Pondokbitung kontruksi Pondokbitung Bulan PANDAWA
dengan melengkapi RT.002/007 berlangsun RT.002/007 sekali BANGUN
peralatan Desa g Desa selama TAMA
keselamatan kerja Kertaraharja Kertaraharja tahap (developer)
seperti helm proyek, Kecamatan Kecamatan kontrukas Pengawas :
sepatu bot, sarung Cikembar Cikembar i DLH
tangan, memakai Kabupaten Kabupaten Kabupaten
masker debu dll. Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
 memasukan tenaga Penerima
kerja dalam Laporan :
perlindungan DLH Kab.
asuransi tenaga kerja SMI.

Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Bentuk Lokasi Periode Bentuk Lokasi Periode Pemantaua
n
C. Tahap Operasi
Rekrutme Kesemp Tenaga kerja Rencana tenaga kerja Kp. Selama Wawanca Kp. Sekali Pelaksana :

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 59


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

n tenaga atan baru yang yang dibutuhkan pada Pondokbitung tahap ra Pondokbitung selama PT.
kerja kerja dibutuhkan tahap operasional RT.002/007 operasiona pendataa RT.002/007 tahap PANDAWA
dan sekitar 6 orang, Desa l n jumlah Desa operasi BANGUN
berusah perekrutannya Kertaraharja berlangsun pengangg Kertaraharja TAMA
a mengutamakan warga Kecamatan g ur, dan Kecamatan (developer)
sekitar sesuai dengan Cikembar pengamat Cikembar Pengawas :
keahlian yang Kabupaten an Kabupaten Desa
diperlukan. Sukabumi . Sukabumi . Kertaraharja
Kecamatan
Cikembar
Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Timbulan Penuru Peningkatankada  Limbah cair yang Disekitar lokasi Selama Pengukura Disekitar lokasi Sekurang- Pelaksana :
limbah nan r BOD, COD, bersumber dari kegiatan Kp. tahap n kualitas kegiatan Kp. kurangny PT.
cair kualitas TSS, danBakteri pembuangan (tinja) Pondokbitung operasiona air Pondokbitung a 6 bulan PANDAWA
domestik air E. Coli ditampung dalam RT.002/007 l permukaa RT.002/007 sekali BANGUN
permuk septic tank, sedangkan Desa berlangsun n Desa selama TAMA
aan limbah domestik sisa Kertaraharja g kemudian Kertaraharja tahap (developer)
pencucian, dan lain- Kecamatan memband Kecamatan operasion Pengawas :
lain dialirkan ke sungai Cikembar ingkan Cikembar al DLH
Kabupaten Dengan Kabupaten Kabupaten
Sukabumi . batu mutu Sukabumi . Sukabumi
dalam PP Penerima
82/2001 Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Pemasaran kesulita Tidak memilik  Bekerjasama dengan Kabupaten Selama Pengamat Kabupaten Sekurang- Pelaksana :
dan nuntuk dana yang cukup BPJS untuk Sukabumi tahap an visual Sukabumi kurangny PT.
kepemilika membel untuk uang muka penyediaan uang operasiona a 6 bulan PANDAWA
n rumah i rumah muka. l sekali BANGUN
 Bekerjasama dengan berlangsun selama TAMA
g tahap (developer)

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 60


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

perbankan untuk operasion Pengawas :


kredit kepemilikan al DLH
rumah Kabupaten
 Bekerjasama dengan Sukabumi
perusahaan disekitar Penerima
lokasi untuk Laporan :
pemenuhan rumah DLH Kab.
bagi karyawan. SMI.

Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Bentuk Lokasi Periode Bentuk Lokasi Periode Pemantaua
n
Peningkat Timbula Sampah yang Membuat tong Disekitar lokasi Selama Pengam Disekitar lokasi Sekurang- Pelaksana :
an volume n dihasilkan pembuangan sampah kegiatan Kp. tahap atanvisu kegiatan Kp. kurangny PT.
sampah limbah mencapai terpilah (organic dan Pondokbitung operasional al Pondokbitung a 6 bulan PANDAWA
padat ±197,2 kg/hari anorganik), setiap hari RT.002/007 berlangsung terhada RT.002/007 sekali BANGUN
/sampa diangkut oleh masing- Desa p Desa selama TAMA
h masing rumah ketempat Kertaraharja timbuna Kertaraharja tahap (developer)
penampungan sampah Kecamatan n Kecamatan operasion Pengawas :
sementara (TPSS), Cikembar sampah Cikembar al DLH
selanjutnya untuk Kabupaten Kabupaten Kabupaten
pembuangan ke tempat Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
pembuangan akhir Penerima
(TPA) dikerjasamakan Laporan :
dengan pihak DLH Kab.
Distarkimsih Kabupaten SMI.
Sukabumi
Lahan Peningk Peningkatan run Membuat sumur Disekitar lokasi Selama Pengam Di sekitar Sekurang- Pelaksana :
tertutup atan off dengan resapan sejumlah 30 kegiatan Kp. tahap atan sumur resapan kurangny PT.
bangunan run off adanya unit yang tersebar di Pondokbitung operasional langsung dan saluran a 6 bulan PANDAWA

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 61


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

bangunan sekitar lokasi RT.002/007 berlangsung dilapang drainase sekali BANGUN


perumahan,, membuat Desa an selama TAMA
saluran drainase,Fasos & Kertaraharja tahap (developer)
fasum dan RTH Kecamatan operasion Pengawas :
minimal 40% dari total Cikembar al DLH
penggunaan lahan, Kabupaten Kabupaten
penggunaan paving Sukabumi . Sukabumi
blok untuk jalan-jalan Penerima
tertentu, dan Laporan :
pembuatan lubang DLH Kab.
bipori SMI.
Bencana Bahaya Wilayah  membuat konstruksi Di lokasi Selama Pengam Di lokasi Sekurang- Pelaksana :
alam gempa kabupaten bangunan sesuai kegiatan Kp. tahap atan kegiatan Kp. kurangny PT.
dan sukabumi yang spesifikasi yang baku Pondokbitung operasional langsung Pondokbitung a 6 bulan PANDAWA
kebakar rawan gempa  membuat jalur RT.002/007 berlangsung dilapang RT.002/007 sekali BANGUN
an evakuasi Desa an Desa selama TAMA
 menyiapkan tabung Kertaraharja Kertaraharja tahap (developer)
pemadam kebakaran Kecamatan Kecamatan operasion Pengawas :
pada tiap unit Cikembar Cikembar al DLH
bangunan Kabupaten Kabupaten Kabupaten
 menyiapkan hydrant Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
jika memungkinkan Penerima
Laporan :
DLH
Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Pemantaua
n
Aktifitas Kebutu Jumlah KK  Membuat Sumur Di lokasi Selama Pengam Di lokasi Sekurang- Pelaksana :
Penghuni han bertambah ± 28 Pantek ditiap unit kegiatan Kp. tahap atan kegiatan Kp. kurangny PT.
Perumaha akan air bangunan. Pondokbitung operasional visual Pondokbitung a 6 bulan PANDAWA
n bersih RT.002/007 berlangsung RT.002/007 sekali BANGUN

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 62


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Desa Desa selama TAMA


Kertaraharja Kertaraharja tahap (developer)
Kecamatan Kecamatan operasion Pengawas :
Cikembar Cikembar al DLH
Kabupaten Kabupaten Kabupaten
Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Kebutu Jumlah KK menyiapkan sarana- Di lokasi Selama Pengam Di lokasi Sekurang- Pelaksana :
han bertambah ± 28 sarana pelengkap kegiatan Kp. tahap atan kegiatan Kp. kurangny PT.
akan pemukiman antara Pondokbitung operasional visual Pondokbitung a 6 bulan PANDAWA
sarana lain : sarana ibadah RT.002/007 berlangsung RT.002/007 sekali BANGUN
fasos berupa Desa Desa selama TAMA
dan masjid/mushola, Kertaraharja Kertaraharja tahap (developer)
fasum sarana olah raga, Kecamatan Kecamatan operasion Pengawas :
taman bermain, Cikembar Cikembar al DLH
Taman dan pos jaga Kabupaten Kabupaten Kabupaten
keamanan Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
Penerima
Laporan :
DLH Kab.
SMI.
Ganggu Bertambahnya  Pemasangan rambu- Di lokasi Selama Pengam Di sekitar Sekurang- Pelaksana :
an lalu arus keluar rambu lalu lintas, kegiatan Kp. tahap atan lokasi kegiatan kurangny PT.
lintas masuk kendaraan marka jalan di jalan Pondokbitung operasional visual Kp. a 6 bulan PANDAWA
ke jalan desa Kp. masuk perumahan RT.002/007 berlangsung Pondokbitung sekali BANGUN
Kertaraharja  membuat celukan di Desa RT.002/007 selama TAMA
gerbang masuk Kertaraharja Desa tahap (developer)
perumahan Kecamatan Kertaraharja operasion Pengawas :
 melakukan kajian Cikembar Kecamatan al Dishub
analisis dampak lalu Kabupaten Cikembar Kabupaten
Sukabumi . Kabupaten Sukabumi

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 63


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

lintas Sukabumi . Penerima


 pada jalan masuk Laporan :
menggunakan grill DLH Kab.
pada saluran drainase. SMI.

Sumber Jenis Besaran Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Institusi
Dampak Dampa Dampak Hidup Pengelolaa Ket
k n .
Pemantaua
n
Kualitas Dampak akan  Melakukan Di lokasi Selama Pengam Di lokasi Sekurang- Pelaksana :
Udara berlangsung terus penghijauan dan kegiatan Kp. tahap atan kegiatan Kp. kurangny PT.
dan menerus pemeliharaan oleh Pondokbitung operasional visual Pondokbitung a 6 bulan PANDAWA
kebising warga perumahan di RT.002/007 berlangsung RT.002/007 sekali BANGUN
an areal Ruang Terbuka Desa Desa selama TAMA
Hijau (RTH) dengan Kertaraharja Kertaraharja tahap (developer)
tanaman yang bisa Kecamatan Kecamatan operasion Pengawas :
menyerap debu dan Cikembar Cikembar al DLH
kebisingan seperti Kabupaten Kabupaten Kabupaten
tanaman perdu yang Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
berdaun lebat Penerima
 melakukan Laporan :
penghijauan di DLH Kab.
halaman rumah SMI.
tinggal dan disekeliling
perumahan.
 melakukan K3 secara
kontinyu dan terus
menerus di lingkungan
perumahan

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 64


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

Air Dampak akan  dengan membuat Di lokasi Selama Pengam Di lokasi Sekurang- Pelaksana :
larian ( berlangsung terus sumur resapan kegiatan Kp. tahap atan kegiatan Kp. kurangny PT.
run off) menerus  menjaga penyumbatan Pondokbitung operasional visual Pondokbitung a 6 bulan PANDAWA
dan pendangkalan RT.002/007 berlangsung RT.002/007 sekali BANGUN
saluran drainase Desa Desa selama TAMA
 membuat kolam Kertaraharja Kertaraharja tahap (developer)
penangkap air Kecamatan Kecamatan operasion Pengawas :
 mengadakan kerja Cikembar Cikembar al DLH
bakti secara rutin bagi Kabupaten Kabupaten Kabupaten
warga perumahan Sukabumi . Sukabumi . Sukabumi
untuk membersihkan Penerima
sarana -sarana fasos Laporan :
dan fasum DLH Kab.
 menjaga K3 SMI.
dilingkungan
perumahan
 pada jalan masuk
menggunakan grill
pada saluran drainase

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 65


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

BAB IV
JUMLAH DAN JENIS IZIN-IZIN PPLH
YANG DIBUTUHKAN

Berdasarkan Upaya Pengelolaan Lingkungan yang dilakukan maka jenis izin PPLH
yang dibutuhkan oleh Perumahan adalah sebagai berikut :
1. Rekomendasi UKL-UPL
2. Izin Lingkungan
3. Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC)
4. Pengujian berkala kualitas air dan udara

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 66


PT. PANDAWA BANGUN TAMA
2017

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16


Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup,
Lampiran IV,
Tim Biopori IPB, 2008 (Online). Biopori tersedia : http//www. Biopori.com,
Arsyad, Sitalana, (1989) Konvensasi tanah dan air, Institut Pertanian Bogor,
Bogor,
Asdak, chay (2001) Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gajag
mada Universitas Press,
Soemirat, SJ 1994, Kesehatan Lingkungan. Gajah Mada Universitas Press
Yogyakarta,
Sudomo, M 2001, Pencemaran Udara, Penerbit ITB Bandung,
Suripin, M.Eng, Dr, Ir 2004 Pelestarian sumber daya tanah dan air penerbit Andi
Yogyakarta.

PERUMAHAN CIKEMBAR PERMAI 67