Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

IDENTITAS NASIONAL

DOSEN PEMBIMBING
Suardi Saebi

Disusun Oleh:
Yunita Mega Silvia (1714290070)

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN


UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME yang telah memberikan rahmatNya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Dalam makalah ini
penulis membahas “Identitas Nasional”.

Makalah ini dibuat dalam rangka untuk memperdalam pemahaman arti penting
identitas nasional bagi masyarakat Indonesia. Identitas nasional juga perlu kita ketahui untuk
menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Karena itu
penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca. Sekiranya penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam membuat makalah
ini.

Jakarta, 27 Oktober 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................ 1
KATA PENGANTAR ................................................................................ 2
DAFTAR ISI ............................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 5
1.3 Tujuan .......................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................ 6
2.1 Pengertian Identitas Nasional ..................................................... 6
2.2 Unsur-unsur pembentuk Identitas Nasional................................ 7
2.3 Fungsi Pancasila sebagai Identitas Nasional .............................. 9
2.4 Identitas Nasional Indonesia dalam UUD 1945 ......................... 11
BAB III PENUTUP .................................................................................... 12
3.1 Kesimpulan ................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 13

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengertian identitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ciri-ciri
atau keadaan khusus atau jatidiri. Disini yang dimaksudkan adalah identitas yang merujuk pada
kebangsaan seseorang. Mayoritas dari masyarakat mengasosiasikan identitas nasional mereka
dengan negara di mana mereka dilahirkan.

Beragamnya suku bangsa dan bahasa di Indonesia menjadikan bangsa Indonesia sulit
untuk dapat mempertahankan identitasnya. Terlebih di era globalisasi saat ini. Globalisasi
dianggap sebagai ancaman untuk bangsa Indonesia. Karena globalisasi dapat menggeser
budaya-budaya Indonesia sendiri. Dalam kondisi seperti ini negara nasional akan dikuasai oleh
negara transnasional, yang lazimnya didasari oleh negara-negara dengan prinsip kapitalisme.

Oleh karena itu agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi maka
harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa
Indonesia sebagai dasar pengembangan kreativitas budaya globalisasi. Istilah “identitas
nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara
filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian diatas,
maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri sesuai dengan keunikan serta
karakter dari bangsa tersebut.

Demikian pula hal ini juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut
terbentuk secara historis. Berdasarkan hakikat pengertian “identitas nasional”, maka identitas
nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih dikenal
dengan sebutan kepribadian suatu bangsa. Kepribadian adalah tercermin pada kesuluruhan
tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain.

4
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud pengertian identitas nasional?


2. Apa unsur-unsur pembentuk identitas nasional?
3. Bagaimana fungsi Pancasila terhadap identitas nasional?
4. Apa fungsi UUD 1945 dalam identitas nasional?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar kita dapat memahami arti penting
identitas nasional bagi masyarakat Indonesia. Karena ditengah era globalisasi sekarang,
identitas nasional hamper tergeser dengan budaya luar yang masuk. Kita juga dapat belajar
bagaimana arti penting Pancasila dalam identitas nasional. Makalah ini juga bertujuan untuk
memenuhi tugas Pendidikan Kewarganegaraan.

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN IDENTITAS NASIONAL

Identitas Nasional secara etimologi terdiri dari dua kata. Identitas berasal dari kata
identity yang berarti ciri-ciri, atau tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang yang
membedakannya dari orang lain. Dan kata nasional berarti bersifat kebangsaan merujuk kepada
persekutuan kelompok hidup manusia yang diikat oleh kesamaan-kesamaan ras, agama,
budaya, bahasa dan sebagainya. Identitas nasional adalah ciri atau jati diri suatu bangsa yang
melekat berfungsi membedakan suatu bangsa dengan bangsa lainnya.

Identitas nasional bersifat buatan dan sekunder. Bersifat buatan karena identitas
nasional dibentuk dan dibuat oleh masyarakat yang bermufakat menentukan identitas mereka
sebagai sebuah Negara. Bersifat sekunder karena identitas nasional lahir belakangan setelah
identitas kesukuan yang memang dimiliki sejak lahir. Sedangkan Istilah “identitas nasional”
secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis
membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini
maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri sesuai dengan keunikan, sifat,
cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi Identitas nasional adalah sebuah kesatuan
yang terikat dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah, kesamaan sejarah, sistem hukum,
hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi.

Sebagaimana kita ketahui bahwa indentitas nasional itu adalah jati diri yang dimiliki
oleh warga negara atau suku bangsa dari suatu negara. Identitas nasional ini diperlukan dalam
interaksi. Karena dalam setiap interaksi para pelaku mengambil suatu posisi dan berdasarkan
posisi tersebut para pelaku menjalankan peranan-peranannya sesuai dengan corak interaksi
yang berlangsung, maka dalam interaksi orang berpedoman kepada kebudayaanya. Seorang
yang memilki indentitas nasional, ia harus banga mengakui Indonesia sebagai negaranya,
karena salah satu dari indentitas nasional orang Indonesia adalah orang yang mempunyai
peradaban yang tinggi.

6
Identitas nasional indonesia adalah:

1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia


2. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
4. Lambang Negara yaitu Pancasila
5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
7. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
9. Konsepsi Wawasan Nusantara
10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional

2.2 UNSUR-UNSUR PEMBENTUK IDENTITAS NASIONAL

Berikut ini adalah unsur-unsur pembentuk identitas nasional:

1. Suku Bangsa
Suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial
lainnya, karena mempunyai ciri-ciri yang paling mendasar dan umum yang berkaitan
dengan asal usul, tempat asal, serta kebudayaannya. Suku bangsa merupakan suatu
golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan.

2. Agama
Agama merupakan sebuah kepercayaan yang dianut oleh seseorang. Pengertian agama
adalah sebuah ajaran atau sistem yang mengatur tata cara beribadah kepada Tuhan dan
hubungan antar manusia. Dalam ajaran sebuah agama, setiap penganutnya diajari agar
saling hidup rukun dengan sesama manusia. Di Negara Kesatuan Republik Indonesia
sendiri terdapat enam agama yang diakui dan dilindungi. Enam agama di Indonesia
yang telah diakui secara resmi tersebut antara lain agama islam, katholik, Kristen,
budha, hindu dan konghucu. Keenam pemeluk agama tersebut diakui dan dilindungi
oleh undang-undang untuk bebas melaksanakan ajaran dari kepercayaan mereka
tersebut.

7
Indonesia merupakan sebuah negara yang berdasarkan pancasila, dimana dalam sila
pertama pancasila tersebut adalah mengakui adanya tuhan. Oleh karena hal tersebut,
maka negara melindungi setiap kepercayaan yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha
Esa. Negara berani menjamin keamanan setiap agama untuk menjalankan ibadah sesuai
kepercayaan mereka masing-masing.

3. Kebudayaan
Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosisal yang isinya adalah
perangkat-perangkat, model-model pengetahuan, yang secara kolektif digunakan oleh
pendukung-pendukungnya untuk menginterprestasi dan memahami lingkungan yang
dihadapi dan digunakan sebagai referensi atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk
kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi
(Suparlan, 1986: 1).
Kebudayaan adalah milik masyarakat, sedangkan individu-individu yang menjadi
warga masyarakat tersebut mempunyai pengetahuan kebudayaan. Harus juga
dibedakan antara budaya dan kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi
(Suparlan, 1986:1). Kebudayaan adalah milik masyarakat, sedangkan individu-individu
yang menjadi warga asyarakat tersebut mempunyai pengetahuan dalam ungkapan
sehari-hari.

4. Bahasa
Bahasa Indonesia dipopulerkan pertama kali dalam pers kaum nasionalis ketika
munculnya Negara kemerdekaan Indonesia, kemudian bahasa tersebut menyebar dan
berkembang selama pendudukan Jepang. Semua surat kabar terkemuka, siaran radio
dan siaran TV menggunakan bahasa Indonesia. Setelah kemerdekaan semua sekolah di
Indonesia menggunakan bahasa nasional, tetapi bahasa etnis tetap dapat diajarkan di
sekolah setempat sampai kelas, setelah itu semua pendidikan harus berbahasa
Indonesia.

5. Kasta dan Kelas


Kasta adalah pembagian sosial atas dasar agama. Dalam agama hindu para penganutnya
dikelompokkan kedalam beberapa kasta. Kasta yang tertinggi adalah kasta Brahmana
(kelompok rohaniaan) dan kasta yang terendah adalah kasta Sudra (orang biasa atau
masyarakat biasa). Kasta yang rendah tidak bisa kawin dengan kasta yang lebih tingi

8
dan begitu juga sebaliknya. Kelas menurut Weber ialah suatu kelompok orang-orang
dalam situasi kelas yang sama, yaitu kesempatan untuk memperoleh barang-barang dan
untuk dapat menentukan sendiri keadaan kehidupan ekstern dan nasib pribadi.

6. Sejarah
Proses terbentuknya identitas bangsa Indonesia telah dimulai jauh sebelum Indonesia
merdeka yang berupa nilai-nilai istiadat, kebudayaaan serta religius. Nilai-nilai tersebut
kemudian hari diangkat dan dirumuskan secara formal menjadi Pancasila yang
merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3


bagian sebagai berikut:

 Identitas Fundamental, yaitu Pancasila merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara, dan
Ideologi Negara
 Identitas Instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata perundangannya, Bahasa
Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”
 Identitas Alamiah, yang meliputi Negara kepulauan (Archipelago) dan pluralisme
dalam suku, bahasa, budaya, dan agama

2.3 FUNGSI PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL

Pancasila secara etimologi berasal dari bahasa Sansekerta dari India (bahasa kasta
Brahmana), kata “Pancasila” terdiri dari dua kata panca berarti lima dan syila (dengan vocal i
pendek) yang berarti batu sendi, alas atau dasar (Kaelan, 2004). Maka secara harfiah Pancasila
dapat diartikan sebagai dasar yang memiliki limaunsur.

Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar Negara Republik Indonesia merupakan


suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara. Konsekuensinya seluruh
pelaksanaan dan penyelenggaraan negara terutama segala perundang-undangan termasuk
proses reformasi dalam segala bidang, dijabarkan dan diderivasikan dari nilai-nilai pancasila.

Sedangkan pancasila dalam kedudukannya sebagai ideologi dan pandangan hidup


adalah nilai-nilai yang berupa adat-istiadat, kebudayaan dan nilai-nilai religius yang sejak
dahulu tertanam dalam diri masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara. Dengan kata
lain, unsur-unsur yang merupakan materi dari Pancasila tidak lain berasal dari pandangan hidup
masyarakat Indonesia sendiri. Unsur-unsur pancasila tersebut kemudian diangkat dan

9
dirumuskan oleh para pendiri bangsa, sehingga pancasila berkedudukan sebagai dasar Negara
dan pandangan hidup serta ideologi bangsa. Dengan demikian pancasila berakar dari ideologi
dan pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, dan bukannya mengangkat dan mengambil
ideologi bangsa lain.

Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dalam masyarakat Internasional, mamiliki
sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa lain di dunia. Tatkala
Indonesia berkembang dan berinteraksi dengan negara lain, prinsip-prinsip dasar filsafat
pancasila sebagai suatu asas dalam hidup bernegara harus diletakkan menjadi lokomotif yang
menentukan arah kebijakan pemerintah, sehingga tidak melenceng dari cita-cita dan pandangan
hidup bangsa.

Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional:

1. Spiritual
Berkaitan dengan moral, etika, dan religius. Sikap seperti ini dapat menunjang pribadi
seseorang menjadi lebih baik. Andai kata seseorang tidak memiliki sikap etik dalam
dirinya dapat berdampak buruk pada dirinya.
2. Akademis
Untuk merubah kerangka sumber daya manusia (SDM) yang bukan sekedar instrument
melainkan sebagai subyek pembaharuan dan pencerahan. Hal ini menunujukkan bahwa
nilai akademis yang dilihat bukanlah ditinjau dari prestasi saja akan tetapi ditunjang
dengan adanya bentuk kontributif dan aplikatif.
3. Kebangsaan
Untuk menumbuhkan kesadaran nasionalisme. Kesadaran ini dapat diterapkan dalam
pergaulan antarbangsa. Potensi pribadi di luar sana dapat ditumbuhkembangkan, tetapi
pastinya tidak lupa dengan negeri sendiri. Alangkah baiknya apabila potensi yang sudah
diperoleh diterapkan di Indonesia demi terwujudnya nasionalisme diri terhadap bangsa.
4. Mondial
Untuk menyadarkan bahwa manusia harus siap menghadapi dialektika perkembangan
dalam masyarakat dunia yang “terbuka”. Sehubungan dengan dampak dan pengaruh
perkembangan iptek yang bukan sekedar prasarana, melainkankan menjadi sesuatu
yang substansif. Namun ini dapat dijadikan peluang dan tantangan untuk berkarya guna
untuk umat manusia.

10
2.4 IDENTITAS NASIONAL INDONESIA DALAM UUD 1945

1. Negara Indonesia sebagai Negara Kepulauan Nusantara


Sebagaimana terkandung dalan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal
25A, bahwa “.. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan
yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan
dengan undang-undang”. Terminologi ‘Nusantara’ merupakan local wisdom bangsa
Indonesia yang pada zaman kerajaan Majapahit telah dikenal, terutama dalam
menyebut wilayah kekuasaan teritorialnya. Kata ‘Nusantara’ merupakan sebutan lain
istilah Indonesia terutama sebelum secara yuridis formal diproklamasikan pada tanggal
17 Agustus 1945. Secara harfiah istilah ‘Nusantara’ terdiri atas dua kata yaitu nusa yang
berarti pulau atau kepulauan. Dan antara yang berarti kedudukan yang diapit oleh dua
benua yaitu Asia dan Australia serta diapit oleh dua samudra yaitu samudra Hindia dan
samudra Pasific. Mengingat eksistensinya sebagai nusantara, maka yang menjadi
wawasan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah wawasan nusantara.

2. Kebudayaan sebagai Identitas Nasional


Bangsa Indonesia terdiriatas berbagai macam suku bangsa, yang mendiami beribu-ribu
pulau diwilayah nusnatara. Oleh karena itu Indonesia memiliki keanekaragaman
budaya dan adat istiadat. Unsur-unsur yang membentuk kebudayaan adalah:
a) Bahasa
b) Sistem pengetahuan
c) Organisasi sosial
d) Sistem teknologi
e) Sistem mata pencharian
f) Sistem religi
g) Kesenian

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Identitas nasional adalah ciri atau jati diri suatu bangsa yang melekat berfungsi
membedakan suatu bangsa dengan bangsa lainnya. Identitas nasional bersifat buatan dan
sekunder. Bersifat buatan karena identitas nasional dibentuk dan dibuat oleh masyarakat yang
bermufakat menentukan identitas mereka sebagai sebuah Negara. Bersifat sekunder karena
identitas nasional lahir belakangan setelah identitas kesukuan yang memang dimiliki sejak
lahir.

Agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi maka harus tetap
meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia
sebagai dasar pengembangan kreativitas budaya globalisasi. Berdasarkan hakikat pengertian
“identitas nasional”, maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati
diri suatu bangsa atau lebih dikenal dengan sebutan kepribadian suatu bangsa. Pancasila
sebagai dasar negara indonesia, menjadi hal paling mendasar bagi identitas bangsa indonesia,
namun pemberdayaan identitas nasional di Indonesia masih minim sekali karena pengaruh era
globalisasi yang terus meningkat.

12
DAFTAR PUSTAKA

A. Ubaidillah, dkk. 2000. Pendidikan Kewargaan (Civic Education) Demokrasi, HAM &
Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press
Kohn, Prof.Hans. 1984. Nasionalisme Arti dan Sejarahnya. Jakarta: ERLANGGA
Sunarso, dkk. 2013. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn untuk Perguruan Tinggi), Cetakan
II. Yogyakarta: UNY Press
Kaelan dan Zubaidi. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Paradigma, Edisi
pertama.

13