Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) merupakan gangguan tingkah
laku yang paling banyak terjadi pada anak-anak. Para orangtua biasanya baru menyadari
gangguan ini setelah ada masalah, seperti prestasi belajar berkurang atau dipanggil pihak
sekolah karena anaknya nakal dan sulit diatur. Mereka akan membawa anaknya ke dokter
terutama spesialis anak untuk mengetahui apakah anak mereka menderita gangguan Attention
deficit disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan pengetahuan dan hiperaktivitas (GPPH).
Gangguan ini dapat berlanjut sampai remaja bahkan sampai dewasa jika tidak mendapat
penanganan yang adekuat.

GPPH merupakan gangguan tingkah laku yang paling banyak terjadi pada masa anak
prevalensi GPPH cukup bervariasi, karena adanya kriteria diagnostik yang terus direvisi dan
juga karena perbedaan lokasi geografis serta estimasi sampel yang dipakai. Berdasarkan
revisi terakhir, didapatkan angka prevalensi GPPH sebesar 4% - 12% (dengan estimasi 8% -
10%) dan masing-masing terdiri dari 9,2% (5,8% - 13,6%) laki-laki dan 2,9% ( 1,9%-4,5%)
perempuan. Studi lain menyebutkan angka prevalensi sebesar 3% - 7% di antara semua anak
dan dikatakan juga bahwa gangguan ini lebih banyak mengenai anak laki-laki dari pada anak
perempuan, dengan rasio 9 : 1 sampai 2,5 : 1 (data dari studi populasi), tetapi saat ini
dikatakan kasus yang mengenai anak perempuan semakin bertambah. Berdasarkan klasifikasi
DSM IV, anak perempuan lebih banyak mengalami gangguan pemusatan perhatian.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dilatar belakang masalah diatas, maka
rumusan masalah dari dari makalah ini adalah agar kita semua tahu penjelasan tentang
ADHD Attention deficit hyperactivity.

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui apa saja penjelasan
dari ADHD Attention deficit hyperactivity itu sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN