Anda di halaman 1dari 18

OUTBREAK

STEP 1

 P2MPL : pemberantasan penyakit menular dan penyehatan


lingkungan; organisasi dibawah dinas kesehatan, ada beberapa subdivisi untuk
penyakit menular dan penyehatan lingkungan
 Epidemiological : terdiri dari epi, demos, dan logos; epi : diatas atau
dipermukaan; demos : orang/ populasi/ manusia; logos : ilmu; ilmu mengenai
kejadian yang menimpa penduduk atau populasi; ilmu yang mempelajari ttg
distribusi, determinan, frekuensi penyakit
 Outbreak : peningkatan insidesni kasus yang melebihi
ekspektasi normal secara mendadak pada suatu komuntas di suatu tempat yang
terbatas misal di desa, kecamatan, kota pada suatu periode tertentu; kambuhnya
suatu penyakit di suatu daerah terntentu diduga akibat infeksi virus atau parasit
dengan jumlah yang wajar atau tidak selayaknya di tempat dan waktu tertentu.
Sifatnya cepat dan harus segera ditangani.
 Natural history of disease : suatu perkembangan penyakit tanpa keterlibatan
dari medis maupun intervensi sehingga penyakit berjalan secara natural
 Epidemiological survey : kegiatan pengumpulan info yang berasal dari
populasi dengan wawancara atau quetioner sehingga didapatkan gambaran sebab
dari suatu penyakit ataupun hal-hal yang berkaitan

STEP 2

1. What is the benefit study of epidemiological ?


2. How to get source of data from the epidemiological study ?
3. Classification of epidemiology ?
4. What is the aim of epidemiology ?
5. What is the concept of epidemiology ?
6. What is different between outbreak, KLB, epidemy, pandemy, and endemy ?
7. Criteria of outbreak, KLB, epidemy, pandemy, and endemy?
8. What is the task of P2MPL ?
9. What is the function of natural history of disease ?
10. What is step of natural history of disease ?
11. What kind of preventions ?
12. What is the example of prevention ?

STEP 3

1. What is the benefit study of epidemiological ?


 Membantu pekerjaan administrasi kesehatan : bisa memantau, evalusai,
upaya sesuai apa tidak
 Dapat menerangkan penyebab suatu penyakit : tau langkah-langkah
selanjutnya
 Menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit : bisa dihentikan apa
tidak
 Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan : mempelajari
frekuensi, sudah sejauh mana penyebaran masalah

 Menyatakan tinggi renahnya insiedensi suatu penyakit, membandingkan


suatu daerah dengan daerah yang lain.

 Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam penyakit : host,


environment, agent ; pengambilan data untuk membuat perencanaan
pencegahan, pengobatan; mengembangkan metodologi untuk mengatasi
penyakit
 Membantu evaluasi program kesehatan

 Mengetahui kemana intervensi dilakukan untuk menanggulangi penyakit

2. How to get source of data from the epidemiological study ?


 Dari data internal : dari institusi itu sendiri; dan eksternal : di luar institusi
 Sumber data primer :oleh organisasi itu sendiri, melalui survey
khusus,registrasi (pengolahan data dari masyarakatnya itu sendiri) dan
sensus (5tahun sekali, lengkap); dan sekunder : dari hasil pencatatan,
pelaporan dan pengumpulan bukan dari unit pengguna data itu sendiri,
didapatkan bisa dari rumah sakit (rekam medis)
3. Classification of epidemiology ?
 Dekriptif : hanya menjelaskan suatu amsalah kesehatan, hanya menjawab
pertanyaan who, where, when; pengumpulan , pengolahan, penyajian dan
interpretasi data hanya ditujukan untuk satu kelompok masyarakat; person
(bagaiman umur, pekerjaan, jenis kelamin), place (bagaimana geografis
mempengaruhi penyakit), time
 Analitik : who, where, when, dan why. Penyajian interpretasi data untuk dua
kelompok; cross sectional (korelasi faktor resiko dan efek yang terjadi,
diobservasi satu kali saja), case control (mempelajari efek terlebih dahulu
kemudian dirunut mundur faktor resikonya), cohort (faktor resiko dulu,
baru diurut kedepan efeknya)
 Eksperimental : pembuktian suatu faktor sebagai penyabab faktor luaran
atau penyakit; murni (pengambilan secara random, bisa pada penelitian
yang faktor eksternal bisa dikendalikan) dan kuasi (pada penelitian yang
faktor eksternal tidak bisa dikendalikan);

4. What is the aim of epidemiology ?


 mendiskripsikan distribusi, kecendrungan dan riwayat alamiah suatu
penyakit
 menjelaskan etiologi penyakit
 meramalkan kejadian penyakit
 mengenalikan distribusi penyakit dan masalah kesehatan populasi

 mengumpulkan data, memprioritaskan masalah, untuk pemecahan masalah


dan evaluasi untuk pencegahan dan pengendalian
 untuk mengembangkan sistem pengendalian dan pemberantasan penyakit

5. What is the concept of epidemiology ?


 Konsep penyakit infeksi : proses terajadi, inkubasi, reservoir, perjalanan
penyakit alamiah, pencegahan, mekanisme transmisi
 Proses terjadi : penyebab suatu penyakit, trias penyebab : agent (unsur
hidup, unsur mati  fisik, kimia; keadaan fisiologis  kehamilan, pasca
partus; gaya hidup), lingkungan (fisik geografis;biologis flora, fauna,
manusia; dan sosial ekonomi pekerjaan, urbanisasi banyak bangunan
didirikan semakin banyak sarang penyakit, ekonomi  semakin kaya
semakin sadar akan kesehatan, bencana alam  bajir, gunung meletus),
host (terpapar oleh agent; faktor mempengaruhi : gen, usia, kenis kelamin,
panyakit yang pernah didertia, sifat manusia)
 Inkubasi : masa sejak terpajan sampai timbul gejala ; faktor : jumlah,
tempat masuk, derajat kekebalan
 Reservoir : bisa mengetahui apakah penularan secara langsung atau tidak
langsung
 Perjalanan penyakit alamiah : patogenik  mulanya sehat lalu jadi sakit
karna intervensi oleh alam atau oleh yang bersangkutan (sengaja dan tidak);
patogresif : mulai dari terinfeksi, mucul gejala, sampai apakah membaik,
memburuk, atau kematian
 Transmisi : reservoir masuk ke tubuh  agent berkembang  tidak timbul
reaksi  infeksi subklinis (belum timbul gejala)  infeksi klinis (sudah ada
gejala)
6. What is different between outbreak, KLB, epidemy, pandemy, and endemy ?
 Wabah : peningkatan kejadian angka kesakitan atau kematian yang meluas
secara cepat pada populasi di tahun yang sama; tiba tiba banyak yang
seharusnya tidak ada
 KLB : peningkatan angka kesakitan atau kematian yang sebelumnya belum
pernah terjadi yang bermakna secara epidemiologi; kekambuhan; malaria,
kolera, DBD, yellow fever, campak, polio, dipteri, tipes, meningitis, influenza
 Endemi : berlangsungnya suatu penyakit pada tingkatan yang sama atau
keberadaan penyakit yang terus menerus pada suatu wilayah atau populasi
tertentu; frekuensi meningkat pada waktu yang lama
 Epidemi : munculnya penyakit tertentu yang berasal dari satu sumber
tunggal dari populasi melebihi tingkat kebiasaan yang diperkirakan;
waktunya singkat tetapi frekuensi meningkat
 Pandemi : epidemi yang menyebar sampai lintas negara, benua, atau
populasi yang sangat besar

7. Criteria of outbreak, KLB, epidemy, pandemy, and endemy?


KLB :
1. Timbul penyakit menular yang sebelumnya tidak dikenal
2. ada kejadian penyakit secara terus menerus dalam 3 kurun waktu berturut turut
3. peningkatan kejadian penyakit atau kematian dua kali lipat atau lebih dari
periode sebelumnya
4. jumlah penderita dalam satu bulan ada peningkatan dua kali lipat atau lebih
dari sebelumnya

8. What is the task of P2MPL (pemberantasan penyakit menular dan penyehatan


lingkungan)?
Melaksanakan sebagian tugas dari kepala bidang P2MPL
Membuat perencanaan dan perumusan dari program pemberantasan
penyakit
Melaksanakan program P2MPL
Melaksanakan pembinaan dan pengawasan program kegiatan P2MPL
Melaksanakan monitoring dan evaluasi program P2MPL
Konsultasi dengan kepala bidang P2MPL atas pelaksanaan program

9. What is the program P2MPL ?


10. What is the function of natural history of disease ?
 Untuk diagnostik
 Pencegahan
 Terapi
11. What is step of natural history of disease ?
 Prepatogenesis : sudah terjadi interaksi host dan agent tetapi host belum
sakit ,interaksi di luar tubuh
 Patogenesis :
 Inkubasi  waktu masuknya agent ke dalam host sampai tmbul gejala
penyakit;, gejala belum tampak
 Tahap dini  waktu mulai penyakit yang kelihatan ringan, masih bisa
aktivitas
 Tahap lanjut  gejala lebih jelas atau berat, kesusahan aktivitas, baru
datang ke klinik kesehatan
 Tahap akhir  sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, carier, kronik,
kematian
12. What kind of preventions ?
13. What is the example of prevention ?

STEP 7
Epidemiologi

Definisi

Epidemiologi adalah ilmu tentang terjadinya dan penyebaran dari suatu


masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta upaya-
upaya penanggulangannya.
Budioro B. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat

tujuan dan kegunaan dari epidemiologi

i. Mengumpulkan data msl dalam masy.


ii. Sifat dan penyebab masalah
iii. Prioritas masalah
iv. Pemecahan msl dan evaluasinya
v. Pencegahan dan pengendalian peny.
vi. Penyebab atau faktor resiko peny.
vii. Mengembangkan sistem pengendalian dan pemberantasan peny.
Sedangkan tujuan epidemiologi menurut Risser (2000), Gordis (2000),
Gerstman (1998), Kleinbaum (1982) dapat di simpulkan sebagai berikut :
• Mendeskripsikan Distribusi, kecenderungan dan riwayat alamiah suatu penyakit
atau keadaan kesehatan populasi.
• Menjelaskan etiologi penyakit.
• Meramalkan kejadian penyakit.
• Mengendalikan distribusi penyakit dan masalah kesehatan populasi

klasifikasi

Apabila batasan epidemiologi disimak secara mendalam, segeralah terlihat bahwa


epidemiologi pada dasarnya dapat dibedakan atas dua macam yakni :
1. Epidemiologi diskriptif.
Disebut epidemiologi diskriptif apabila hanya mempelajari tentang frekwensi dan
penyebaran suatu masalah kesehatan saja, tanpa memandang perlu mencarikan
jawaban terhadap faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi frekwensi, penyebaran
dan atau munculnya masalah kesehatan tersebut.
Keterangan tentang frekwensi menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan yang
ditemukan di masyarakat, sedangkan keterangan tentang penyebaran lazimnya
dibedakan menurut ciri-ciri manusia, tempat ataupun waktu terjadinya suatu masalah
kesehatan.
Hasil dari pekerjaan epidemiologi diskriptif inii hanya menjawab pertanyaan siapa
(who), dimana (where) dan apabila (when) dan timbulnya suatu masalah kesehatan,
tetapi tidak menjawab pertanyaan kenapa (why) timbulnya masalah kesehatan
tersebut.
2. Epidemiologi analitik.
Disebut epidemiologi analitik bila telah mencakup pencarian jawaban terhadap
penyebab terjadinya trekwensi, penyebaran serta munculnya suatu masalah
kesehatan.Disini diupayakan tersedianya jawaban terhadap factor-faktor penyebab
yang dirnaksud (why), untuk kemudian dianalisa hubungannya dengan akibat yang
ditimbulkan. Adapun yang disebut sebagai penvebab disini menunjuk kepada faktor-
faktor yang mempengaruhi sedangkan akibat menunjuk kepada frekwensi, penyebaran
serta adanya suatu masalah kesehatan
(Azwar, Azrul, Dr., 1988. Pengantar Epidemiologi edisi pertama. Jakarta: PT.
Bina Rupa Aksara) ARI, IIP,
. Epidemiologi Deskriptif (descriptive epidemiology)

Dalam epidemiologi deskriptif dipelajari bagaimana frekuensi


penyakit berubah menurut perubahan variable2 epidemiologi yg terdiri
dari orang (person), tempat (place), dan waktu (time).

Orang (person)

Disini akan dibicarakan peranan umur, jenis kelamin, kelas sosial,


pekerjaan, golongan etnik, status perkawinan, besarnya keluarga,
struktur keluarga dan paritas.

Tempat (place)

Pengetahuan mengenai distribusi geografis dari suatu penyakit


berguna untuk perencanaan pelayanan kesehatan dan dapat
memberikan penjelasan mengenai etologi penyakit.

Waktu (time)

Mempelajari hubungan antara waktu dan penyakit merupakan


kebutuhan dasar di dalam analisis epidemiologis, oleh karena
perubahan2 penyakit menurut waktu menunjukkan adanya perubahan
faktor etiologis.

b. Epidemiologi Analitik (Analytic epidemiology)

pendekatan atau studi ini dipergunakan untuk menguji data serta


informasi2 yg diperoleh studi epidemiologi deskriptif.

Macam-macam
a) Epidemiologi Deskriptif
a. hanya mengamati dan menjabarkan hasil temuan atau data secara
apa adanya.
b. mempelajari bagaimana frekuensi penyakit berubah menurut
perubahan variabel2 epidemiologi, mencakup variabel orang(umur,
jenis kelamin, kelas sosial, pekerjaan, golongan etnik, status
perkawinan, besarnya keluarga, stuktur keluarga dan paritas),
tempat, waktu.
c. dibahas juga validitas, reliabilitas, sensitifitas test dan spesifisitas
test
d. pengamatannya kelompok/agregate, maka metode kwantitatif sangat
penting ada.
e. perlu dipahami indikator2 khusus untuk menyatakan suatu kejadian
b) Epidemiologi Analitis
a. mencakup uraian hubungan sebab-akibat tentang masalah yang
bersangkutan dengan hal-hal yang diduga menjadi faktor
penyebabnya
b. pengamatan, yaitu metode obseravsional dan metode eksperimental
c. desain penelitiannya case history studies (dibandingkan antara
kelompok yang terkena penyebab penyakit dengan kelompok orang
yang tidak terkena) dan cohort studies(perbandingan antara:
sekelompok orang dipaparkan pada suatu penyebab penyakit,
kemudian diambil sekelompok orang lagi yang mempunyai ciri2 sama
dengan kelompok pertama, tetapi tidak dipaparkan/ kelompok
kontrol)
d. epidemiologi eksperimen : mengadakan eksperimen
c) Epidemiologi Konstruktif
a. agar hasil pengamatan atau penelitian yang diperoleh dimanfaatkan
untuk melengkapi perbendaharaan penguasaan iptek tentang
masalah yang bersangkutan(berupaya untuk mengisi Gap of
knowledge dan melengkapi Body of knowledge).
b. Dimanfaatkan dan aplikasinya untuk memecahkan masalah
kesehatan yang bersangkutan
Budioro B. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat

Tujuan
Tujuan umum
 Meneliti populasi manusia,namun sekarang metodenya dapat
berlaku pada penelitian populasi lain seperti hewan,tumbuhan.
 Mendeskripsikan penyakit dapat menungkapkan mekanisme
kausal penyakit, menjelaskan perjalanan penyakit yang ada, dapat
menjelaskan perjalanan penyakit dan untuk memeberikan pedoman
pelayanan kesehatan yang diperlukan.
 Menjelaskan mekanisme terjadinya penyakit sehingga dapat
digunakan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan
masyarakat termasuk kesehatan lingkungan dan kesehatan
lingkungan kerja.
Tujuan khusus
 Memformulasikan hipotesis yang menjelaskan pola distribusi
penyakit yang ada atas dasar karakteristik waktu, tempat, host,
agent potensial
 Menguji hipotesis dengan menggunakan penelitian yang dirancang
secara khusus dapat mengungkapkan penyebab penyakit
 Menguji validitas konsep pengendalian penyakit dengan
menggunakan data epidemiologis yang dikumpulkan sehubungan
dengan program tersebut.
 Membantu membuat klasifikasi penyakit atas dasar penelitian
etiologis
 Mengungkapkan perjalanan suatu penyakit untuk menentuka
prognosis penyakit.
Epidemiologi lingkungan,Juli soemirat

Manfaat
1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperanan dalam terjadinya penyakit
atau masalah kesehatan dalam masyarakat
2. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan
pengambilan keputusan
3. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang
atau telah dilakukan
4. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit
dalam upaya untuk mengatasi atau menganggulanginya
5. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah
yang perlu dipecahkan
(pengantar epidemiologi, Bustan)
a. Membantu pekerjaan administrasi kesehatan
Manfaat epidemiologi dalam administrasi kesehatan seperti membantu
pekerjaan perencanaan (planning) dari pelayanan kesehatan, pemantauan
(monitoring) dan penilaian (evaluation) suatu upaya kesehatan. Data yang
diperoleh dari pekerjaan epidemiologi akan dapat dimanfaatkan untuk
melihat apakah upaya yang dilakukan telah sesuai dengan rencana atau
tidak (pemantauan) dan ataukah tujuan yang ditetapkan telah tercapai
atau tidak (penilaian).
b. Dapat menerangkan penyebab suatu maslah kesehatan
c. Dapat menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit
Epidemiologi dapat digunakan untuk menerangkan perkembangan suatu
penyakit dengan memanfaatkan keterangan tentang frekwensi dan
penyebaran penyakit, terutama penyebaran penyakit menurut waktu.
Dengan mengetahui waktu muncul dan berakhirnya suatu penyakit
dapatlah diperkirakan perkembangan penyakit tersebut.
d. Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan
Karena epidemiologi mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran
masalah kesehatan maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan
masalah tersebut. Keadaan yang dimaksudkan di sini merupakan
perpaduan dari keterangan menurut ciri-ciri manusia, tempat dan waktu.
Perpaduan yang seperti ini menghasilkan 4 keadaan masalah kesehatan
yaitu epidemi, pandemi, endemi, dan sporadik.
(Pengantar Epidemiologi, Azrul Anwar)

ruang lingkup epidemiologi

 Etiologi berkaitan dengan lingkup kegiatan epidemiologi dlm mengidentifikasi


penyebab penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Misal, etiologi malaria
adalah parasit plasmodium
 Efikasi  berkaitan dengan efek atau daya optimal yang dapat diperoleh dari
adanya intervensi kesehatan. Misal, efikasi pemberian vaksin malaria adalah
40%
 Efektivitas besarnya hasil yang dapat diperoleh dari suatu tindakan
(pengetahuan atau intervensi) dan besarnya perbedaan dari suatu tindakan
yang satu dengan lainnya.
 Efisiensi  konsep ekonomi yang melihat pengaruh yang dapat diperoleh
berdasarkan besarnya biaya yang diberikan.
 Evaluasi penilaian secara keseluruhan keberhasilan suatu pengobatan atyau
program kesehatan masyarakat
 Edukasi  intervensi berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan
masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit
Pengantar Epidemiologi. Dr. M.N. Bustan

endemic , pandemic dan epidemic

- Endemi (awalan en- berarti “dalam atau di dalam”) adalah berlangsungnya suatu
penyakit pada tingkatan yang sama atau keberadaan suatu penyakit yang terus
menerus di dalam populasi atau wilayah tertentu – prevalensi suatu penyakit yang
biasa berlangsung di satu wilayah atau kelompok tertentu.
- Epidemi adalah wabah atau munculnya penyakit tertentu yang berasal dari satu
sumber tunggal, dalam satu kelompok, populasi, masyarakat, atau wilayah, yang
melebihi tingkatan kebiasaan yang diperkirakan. Epidemi terjadi jika kasus baru
melebihi prevalensi suatu penyakit. Kejadian luar biasa (KLB) akut – peningkatan
secara tajam dari kasus baru yang memengaruhi kelompok tertentu – biasanya juga
disebut sebagai epidemi. Keparahan dan keseriusan penyakit juga memengaruhi
definisi suatu epidemi. Jika penyakit sifatnya mengancam kehidupan, hanya
diperlukan sedikit kasus (seperti pada rabies) untuk menyebabkan terjadinya
epidemi.
- Pandemi (awalan pan- berarti “semua atau melintasi”) adalah epidemi yang
menyebar luas melintasi negara, benua, atau populasi yang besar, kemungkinan
seluruh dunia. AIDS merupakan penyakit pandemi.
(Timmreck, Thomas C., 2004, Epidemiologi Suatu Pengantar, Jakarta, EGC)

cara mendapatkan data pada survey epidemiologi

o sumber2 data epidemiologi:

 data kependudukan, diperoleh dari : sensus penduduk (setiap 10 th :


1971, 1980, 1990) ; survey ( utk memperoleh beberapa data demografis /
karakteristik penduduk. Misalnya : survey vertilitas dan mortalitas
indonesia 1973, survey fertilitas 1976, survey penduduk antar sensus /
SUPAS).
 Kelahiran dan kematian, data diperoleh dari : pencatatan akta kelahiran
dan surat keterangan meninggal; klinik / umum bersalin dan pelayanan
kesehatan lainnya.
 Data kesakitan, misal : rekaman medis (medical record) rumah sakit,
praktek dokter swasta, penelitian khusus.
 Data lainnya, misal : penelitian / data sanitasi dan lingkungan, catatan
imunisasi, pelaporan keluarga berencana.
( pengantar epidemiologi, DR. M.N Bustan, penerbit Rineka Cipta, cetakan I,
1997) BUDI

KEJADIAN LUAR BIASA

Definisi

timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang


bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.
http://id.wikipedia.org

Kriteria
 Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak
dikenal
 Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun
waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)
 Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih
dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
 Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali
lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam
tahun sebelumnya.
http://id.wikipedia.org

Contoh KLB
Menurut permenkes RI no. 560/ dinkes/Per/VIII/th. 1989
a. kolera
b. pes
c. demam kuning
d. demam bolak-balik
e. tifus bercak wabah
f. DBD
g. Campak
h. Polio
i. Dipteri
j. Pertusis
k. Rabies
l. Malaria
m. Influenza
n. Hepatitis
o. Tifus perut
p. Menngitis
q. Encepalitis
r. antrax
Prosedur Tetap Penanggulangan KLB dan Bencana Propinsi Jateng, Dinkes
Jateng.
Penyakit yang berpotensi menjadi KLB
 penyakit karantina ( yellow fever, pest, colera )
 DHF, diare, ISPA, campak, rabies, tetanus, polio
 antraks, malaria, hepatitis,typus
Penyakit yang tidak berpotensi menjadi KLB
 lepra, cacingan , filariasis, AIDS, TBC, siphilis

Upaya penanggulangan

PENCEGAHAN
Pengertian pencegahan secara umum adalah mengambil tindakan terlebih
dahulu sebelum kejadian.
Pada dasarnya ada tiga tingkatan pencegahan penyakit secara umum yakni:
a. Pencegahan tingkat pertama (primary prevention) yang meliputi
promosi kesehatan dan pencegahan khusus.
b. Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention) yang meliputi
diagnosis dini serta pengobatan yang tepat.
c. Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) yang meliputi
pencegahan terhadap cacat dan rehabilitasi.

Ketiga tingkat pencegahan tersebut saling berhubungan erat sehingga dalam


pelaksanaannya sering dijumpai keadaan yang tumpang tindih.

1. Pencegahan Tingkat Pertama


Dapat ditujukan pada faktor penyebab, lingkungan serta faktor pejamu.
a. Sasaran yang ditujukan pada faktor penyebab yang bertujuan untuk
mengurangi penyebab atau menurunkan pengaruh penyebab serendah
mungkin dengan usaha antara lain:
- Desinfektan
- Pasteurisasi
- Sterilisasi, bertujuan untuk menghilangkan mikro-organisme penyebab
penyakit,
- Penyemportan.insektisida dalam rangka menurunkan dan
menghilangkan sumber penularan maupun memutuskan rantai
penularan.
 Selain itu usaha untuk mengurangi/menghilangkan sumber
penularan dapat dilakukan melalui pengobatan penderita serta
pemusnahan sumber yang ada (biasanya pada binatang yang menderita),
serta mengurangi/menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko
perorangan dan masyarakat.
b. Mengatasi/modifikasi lingkungan melalui perbaikan lingkungan fisik
seperti
- peningkatan air bersih
- peningkatan sanitasi lingkungan dan perumahan serta bentuk
pemukiman lainnya
- perbaikan dan peningkatan lingkunan biologis seperti pemeberantasan
serangga dan binatang pengerat
- peningkatan lingkungan sosial seperti kepadatan rumah tangga,
hubungan antarindividu dan kehidupan sosial masyarakat.
c. Meningkatkan daya tahan penjamu meliputi :
a. perbaikan status gizi, status kesehatan umum dan kualitas hidup
penduduk
b. pemberian imunisasi serta berbagai bentuk pencegahan khusus
lainnya
c. peningkatan status psikologis, persiapan perkawinan serta usaha
menghindari pengaruh faktor keturunan
d. peningkatan ketahanan fisik melalui peningkatan kualitas gizi, serta
olahraga kesehatan.

2. Pencegahan Tingkat Kedua


Sasaran pencegahan ini terutama ditujukan pada mereka yang menderita
atau dianggap menderita (suspek) atau yang terancam akan menderita
(masa tunas).
 meliputi diagnosis dini dan pengobatan yang tepat agar dapat dicegah
meluasnya penyakit atau untuk mencegah timbulnya wabah, serta untuk
segera mencegah proses penyakit lebih lanjut serta mencegah terjadinya
akibat samping atau komplikasi
a. Pencarian penderita secara dini dan aktif melalui peningkatan usaha
surveillans penyakit tertentu, pemeriksaan berkala serta pemeriksaan
kelompok tertentu (calon pegawai, ABRI, mahasiswa, dll), penyaringan
(screening) untuk penyakit tertentu secara umum dalam masyarakat,
serta pengobatan dan perawatan yang efektif.
b. Pemberian chemoprophylaxis yang terutama bagi mereka yang dicurigai
berada pada proses prepatogenesis dan patogenesis penyakit tertentu.
 Deteksi awal penyakit
 Tujuannya untuk mempercepat kesembuhan dg pengobatan yg
tepat
 Pengobatan yang cepat merupakan pencegahan primer pada
orang yang sehat
 menghambat progresivitas penyakit
 menghindari komplikasi
 mengurangi ketidakmampuan

3. Pencegahan Tingkat Ketiga


Sasaran pencegahan tingkat ke tiga adalah penderita penyakit tertentu.
 tujuan mencegah jangan sampai mengalami cacat atau kelainan
permanen, mencegah bertambah parahnya suatu penyakit atau mencegah
kematian akibat penyakit tersebut.
Pada tingkat ini juga dilakukan usaha rehabilitasi untuk mencegah
terjadinya akibat samping dari penyembuhan suatu penyakit tertentu.
Rehabilitasi adalah usaha pengembalian fungsi fisik, psikologis dan sosial
seoptimal mungkin yang meliputi rehabilitasi fisik/medis, rehabilitasi
mental/psikologis serta rehabilitasi sosial.
 Pelayanan suportif dan rehabilitatif
 Bertujuan untuk mengurangi ketidakmampuan dg cara:
 Memaksimalkan fungsi organ yg cacat
 Membuat protesa ekstremitas akibat amputasi
 Mendirikan pusat-pusat rehabilitasi medik

PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR


Yang dimaksud dengan penganggulangan penyakit menular (kontrol) adalah
upaya untuk menekankan peristiwa penyakit menular dalam masyarakat
serendah mungkin sehingga tidak merupakan gangguan kesehatan bagi
masyarakat tersebut.
1. Sasaran langsung pada sumber penularan pejamu
Keberadaan suatu sumber penularan (reservoir) dalam masyarakat
merupakan faktor yang sangat penting dalam rantai penularan.
a. Sumber penularan adalah binatang
Bila sumber penularan terdapat pada binatang peliharaan (dosmetik)
 memusnahkan binatang yang terinfeksi serta melindungi binatang
lainnya dari penyakit tersebut (imunisasi dan pemeriksaan berkala)
Bila sumber penyakit dijumpai pada binatang liar
 kerja sama instansi lain yang terkait .
b. Sumber penularan adalah manusia
Apabila sumber penularan adalah manusia  isolasi dan karantina,
pengobatan dalam berbagai bentuk umpamanya menghilangkan unsur
penyebab (mikro-organisme)atau menghilangkan fokus infeksi yang ada
pada sumber (bedah saluran empedu atau cholecystectomy) pada carier
typoid menahun).
2. Sasaran Ditujukan pada cara Penularan
- penularan penyakit ditularkan melalui udara, terutama infeksi saluran
pernafasan  perbaikan sistem ventilasi serta aliran udara dalam ruangan.
- penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman  memberantas
bahan-bahan yang mengalami kontaminasi seperti penyehatan air minum,
pasteurisasi sus, serta pengawasan terhadap semua pengobatan bahan
makanan dan minuman.
- penyakit yang ditularkan oleh vektor terutama serangga dan binatang
lainnya  pemberantasan serangga serta binatang perantara lainnya.
3. Sasaran Ditujukan pada Penjamu Potensial
a. Peningkatan Kekebalan Khusus (imunitas)
 imunisasi yakni peningkatan kekebalan aktif pada pejamu dengan
pemberian vaksinasi.
 Selain pemberian imunsasi aktif terseut di atas, juga dikenal adanya
usaha perlindungan terhadap beberapa penyakit tertentu dengan
pemberian antibodi pelindung yang berasal dari pejamu lain dalam bentuk
serum antibodi yang memberikan perlindungan sementara dan disebut
imunisasi pasif.
b. Peningkatan Kekebalan Umum (resistensi)
- perbaikan gizi keluarga
- peningkatan gizi balita melalui program Kartu Menuju Sehat (KMS)
- peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta pelayanan kesehatan
terpadu melalui posyandu.

suatu kejadan dapat dikatakan KLB

 Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak
dikenal
 Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus menerus selama 3 kurun
waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)
 Peningkatan kejadian/kematian ≥ 2 x dibandingkan dg periode sebelumnya
(jam,hari,minggu,bulan, tahun)
 Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan ≥ 2 x bila
dibandingkan dg angka rata-rata per bulan tahun sebelumnya
 Angka rata-rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan ≥ 2 x
dibandingkan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya
 CFR suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukkkan
kenaikan 50% atau lebih dibanding CFR periode sebelumnya
 Proporsional Rate penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan
kenaikan ≥ 2 x dibandingkan periode yg sama dan kurun waktu/tahun
sebelumnya
 Beberapa penyakit khusus: Kholera, DHF/DSS:
a. Setiap peningkatan kasus dari periodesebelumnya (pada daerah endemis)
b.Terdapat satu/lebih penderita baru dimanapada periode 4 minggu
sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit tersebut
 Beberapa penyakit yg dialami 1 atau lebih penderita: Keracunan
makanan,Keracunan pestisida
(SURVEILANS PENYAKITBERPOTENSI KLB/WABAH Oleh : Abdul Kadar,
SKM,M.Kes)

Wabah KLB
merupakan suatu peristiwa Merupakan suatu status
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa  Kejadian Luar Biasa :
Indonesia 1989 timbulnya atau meningkatnya
Wabah berarti penyakit kejadian kesakitan atau
menular yang berjangkit kematian yang bermakna
dengan cepat, menyerang secara epidemiologis dalam
sejumlah besar orang di kurun waktu cepat dan daerah
daerah yang luas. tertentu.
 Kejadian Luar Biasa
Departemen Kesehatan RI Direktorat (KLB)Adalah timbulnya atau
Jenderal Pemberantasan Penyakit meningkatnya
Menular dan Penyehatan Lingkungan kejadiankesakitan/kematian
Pemukiman 1981 yang bermakna secara
Wabah adalah peningkatan epidemiologi pada suatu
kejadian kesakitan atau daerah dalam suatu kurun
kematian yang telah meluas waktu tetentu (Permenkes Dari
secara cepat, baik jumlah batasan tersebut
kasusnya maupun daerah diatasRINo.560/Menkes/Per/V
terjangkit III/1989).Catatan : jelas bahwa
Undang-undang RI No 4 th. 1984 KLB tidak hanya terbatas pada
tentang wabah penyakit menular penyakit menular saja, akan
Wabah adalah kejadian tetapi juga Pemerintah daerah
berjangkitnya suatu penyakit yangpada penyakit yang tidak
menular dalam masyarakat menular. menetapkan dan
yang jumlah penderitanya bertanggung KLB penyakit
meningkat secara nyata menularjawab terjadinya KLB
melebihi dari pada keadaan merupakan indikasi
yang lazim pada waktu dan ditetapkannya suatu daerah
daerah tertentu serta dapat menjadi suatu wabah, atau
menimbulkan malapetaka dapat berkembang menjadi
Benenson, 1985 wabah
Wabah adalah terdapatnya
penderita suatu penyakit
tertentu pada penduduk
suatu daerah, yang
nyata-nyata melebihi jumlah
yang biasa

Last 1981
Wabah adalah timbulnya
kejadian dalam suatu
masyarakat, dapat berupa
penderita penyakit, perilaku
yang berhubungan dengan
kesehatan, atau kejadian lain
yang berhubungan dengan
kesehatan, yang jumlahnya
lebih banyak dari keadaan
biasa

P2MPL

tugas dan wewenang P2MPL

- Bidang pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan,


mempunyai tugas melaksanakan sebagai tugas Dinas Kesehatan ,
pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan
- Untuk menyelanggarakan tugas sebagaimana di maksud pada ayat (2) pasal ini
Bidang pence
- gahan, pemberantasan, penyakit dan penyehatan lingkungan
menyelenggarakan fungsi:
a. Membantu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin dalam
bidang tugasnya;
b. Mengadakan pembinaan dan monitoring kegiatan pemberantasan penyakit;
c. Mengadan pembinaan dan monitoring kegiatan pengamatan dan
pencegahan;
d. Mengadakan pembinan dan monitoring kegiatan penyehatan lingkungan dan
makanan minuman;
e. Memberikan saran, usul dan pertimbangan kepada kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Musi Banyuasin dalam bibang pencegahan, pemberantasan
penyakit dan penyehatan lingkungan.

Seksi pemberantasan penyakit, mempunyai tugas:


a. Membantu Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan penyakit dan
penyehatan lingkungan dlm bidang tugasnya;
b. Melaksanakan upaya pemberantasan penyakit yang di tularkan binatang
yaitu: penyakit malaria, demam berdarah dangue, rabies dan filariasis;
c. Melaksanakan pengamatan serangga penular penyakit (PSPP);
d. Melaksanakan upaya pencegahan penyakit yang menular langsung yaitu
penyakit TBC-Paru, kusta, ISPA, Diare dan penyakit menular seksual
(PMD);
e. Melaksanakan upaya pemberantasan penyakit yang menular langsung
melalui kegiatan penemuan penderita, menatalaksanaan kasus, evaluasi
hasilpengobatan, pencatatan dan pelaporan serta memberikan penyuluhan
pencegahan dan pemberantasannya;
f. Melaksanakan upaya pemberantasan penyakit tidak menular antara lain
hypertensi, jantung koroner, diabetes militus (kencing manis);
g. Pemusnahan/ karantina sumber penyebab penyakit menular;
h. Peningkatan komunikasi informasi dan Edukasi (KIE) pencegahan dan
pemberantasan penyakit (Penyulihan).

Seksi pengamatan dan pencegahan, mempunyai tugas;


a. Membantu kepala bidang pencegahan, pemberantasan penyakit dan
penyehatan lingkungan dan bidang tugasnya;
b. Melaksanakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian
data penyakit;
c. Menyelenggarakan sistem kewaspaan dini kejadian luar biasa (SKD-KLB)
penyakit dan melaksanakan penanggulangan KLB penyakit;
d. Melaksanakan perencanaan, analisis, perumusan masalah, pembinaan dan
pengawasan surveilans epidemiologi penyakit;
e. Melaksanakan pengamatan kesehatan matra antara lain;
f. Melaksanakan surveilans, evidemiologi khusus antara lain surveilans AFP,
campak, tetanus neonatorum dan penyakit lain yang cenderung
menimbulkana KLB;
g. Melaksanakan penyelidikan evidemiologi KLB penyakit dan keracunan ;
i. Monitoring evaluasi dan pelaporan;
j. Pengendalian, pengamatan dan pencegahan penyakit yang dapat di cegah
dengan imunisasi (DP31) dan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI);
k. Melaksanakan imunisasi rutin yang meliputi imunisasi BCG, DPT, Polio,
campak, TT, DT dan HB;
l. Mengelola kuantitas, kuantitas dan distribusi vaskin sampai ketempat
pelayanan (Cold Chain).

Seksi penyehatan lingkungan dan makanan minuman, mempunyai tugas:


a. Membantu kepala Bidang pencegahan, pemberantasan penyakit dan
penyehatan lingkungan dalam bidang tugasnya;
b. Penyehatan lingkungan pemukiman, perimahan dan bangunan sehat;
c. Pengawasan dan pembinaan tempat-tempat umum (TTU). Tempat
pengolahan makanan dan TP2 pestisida;
d. Peningkatan kebersihan dan kesehatan msyarakat dan personal hygiene;
e. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dampak lingkungan;
f. Pengaturan dan pembakuan kualitas air, pengawasan kualitas air;
g. Membina serta melaksanakan pengawasan terhadap perusahaan industri
makanan dan minuman
h. Membina serta melaksanakan pengawasan terhadap rumah makan, depot,
toko dan usaha tentang yang menjual makanan dan minuman;
i. Pengawasan dan pengendalian terhadap penyehatan kawasan dan sanitasi
darurat terutama akibat wabah dan bencana;
j. Mengawasi peredaran distribusi makana dan minuman di masyarakat
k. Pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat;
m. Memberikan saran-saran dan pertimbangan-prtimbangan kepada kepala
bidang tentang langkah-langkah dan tindakan-tindakanyang perlu diambil
dalam bidang tugasnya.
http://dinkesmuba.org/index.php?pilih=hal&id=11

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

Definisi

Gambaran proses perjalanan penyakit sepenuhnya tanpa intervensi yang terjadi


secara alamiah, mulai dari gangguan keseimbangan, fase
asymptomatic/prepatogenesitas, fase patogenesitas sampai akibat lanjut dari
sakit yg bisa berupa sembuh, cacat, khronik atau mati.
http://blogs.astalog.com

Tahapan
- tahap prepatogenesis
o individu dlm keadaan normal/sehat
o ada interaksi antara pejamu dan bibit penyakit tetapi interaksi
masih diluar tubuh
o belum ada tanda –tanda sakit
o jk pejamu lengah dan bibit penyakit menjadi ganas atau
lingkungan memberikan kodisi yang kurang menguntungkan
pejamu maka keadaan dapat segera berubah memasuki fase
patogenesis
- tahap patogenesis
terbagi menjadi 4 tahap
 tahap inkubasi : masuknya bibit penyakit sampai timbul gejala
 tahap penyakit dini : muncl gejala ringan. Tahap ini sudah mulai
menjadi masalah kesehatan
 tahap penyakit lanjut : penyakit bertambah hebat dengan berbagai
kelainan patologis dan gejalanya. Pada tahap ini penyakit
memerlukan pengobatan yg tepat untuk menghindari akibat lanjut
yang kurang baik
 tahap penyakit akhir :
o sembuh sempurna  bibit penyakit menghilang, tubuh menjadi
pulih dan sehat kembali
o sembuh degan cacat  bibit penyakit sudah hilang tetapi tubuh
tidah pulih sepenuhnya
o karier  di mana tubuh penderita pulih kembali namun bibit
penyakit masih tetap berada didalam tubuh memperlihatkan
gangguan penyakit
o berkelangsungan kronik
o mati
Pengantar Epidemiologi.DR.M.N.Bustan.1997

Manfaat
o Untuk diagnostic : masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman
penentuan jenis penyakit, misalnya dalam KLB.
o Untuk pencegahan : dengan mengetahui rantai perjalanan penyakit
dapat dengan mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya
pencegahan penyakit.
o Untuk terapi : terapi biasanya diarahkan ke fase paling awal
Pengantar Epidemiologi.DR.M.N.Bustan.1997

Salah satu kegunaan riwayat alamiah penyakit adalah untuk melakukan upaya pencegahan,
dikenal ada empat tingkat pencegahan. Dikenal ada empat tingkat pencegahan penyakit.
Primordial prevention (pencegahan
Underliying condition tingkat awal)misalnya pengendalian
rokok
Primary prevention (pencegahan
Prepatogenesis Health promotion
pertama)
Misalnya melakukan pendidikan
kesehatan, imunisasi, kontrol
Specific protection
lingkungan/sanitasi
Secondary prevention(pencegahan
Early diagnosis and promp
kedua)berupa screening, pemberian
treatment
pengobatan sejak dini
Patogenesis Disability limitation Tertiary prevention(pencegahan tingkat
ketiga/pasca-sakit) misalnya
rehabilitasi
Rehabilitation

HUBUNGAN RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT DAN KLB

TEORI KAUSALITAS SIR AUSTIN BRADFORD HILL

Pengantar
Kausalitas Dalam Epidemiologi
Proses mempelajari serangkaian peristiwa yang menyebabkan KLB penyakit di
dalam komunitas melibatkan pengembangan hubungan sebab akibat yang
menghasilkan kesimpulan.kausalitas/hubungan kausal berkaitan dengan
hubungan sebab akibat yang digunakan untuk memastikan bagaimana kejadian
atau lingkungan yang berbeda berhubungan satu sama lain dan /atau bagaimana
kejadian tersebut bisa berhubungan.
Contoh : bagaimana satu tipe pajanan menyebabkan suatu penyakit/bagaimana
pajanan tertentu menyebabkan KLB penyakit dalam sebuah populasi.
Sir Austin Bradford Hill pada tahun 1965 menerbitkan 9 faktor yang dapat
digunakan untuk mengkaji kausalitas penyakit dan KLB penyakit. Berikut sepuluh
konsep kausalitas penyakit yang sudah dikembangkan dan diperbaharui.
1. Konsistensi
Jika variabel,faktor/peristiwa yang sama muncul dan muncul lagi dalam
keadaan yang berbeda dan memiliki hubungan yang berulang yang sama
dengan penyakit.
Contoh : pada penyakit Kuru di Papua Nugini dimana penduduk asli tanpa
memandang pria, wanita atau usianya yang selalu memakan otak kerabatnya
yang sudah meninggal akan memperlihatkan gejala penyakit Kuru.

2. Kekuatan
Jika hubungan menunjukkan faktor tertentu menyebabkan beberapa
penyakit atau KLB penyakit lebih mungkin terjadi akibat keberadaan satu
faktor dibandingkan keberadaan faktor atau peristiwa lain dan penyakit itu
terjadi dalam tahap yang lebih parah/dalam jumlah yang lebih besar. (hasil
pengamatan dr.john snow dalam epidemi kolera tahun 1854 memperlihatkan
bahwa semakin banyak bakteri kolera yang ada, semakin parah penyakit yang
diderita atau semakin besar kemungkinan terkena penyakit.
3. Spesifitas
Jika hubungan sebab akibat dari suatu KLB berhubungan secara khusus
dengan satu atau dua penyakit yang saling berkaitan. Hubungan sebab akibat
itu memang memiliki kemampuan untuk mengahasilkan hubungan negatif
sejati, yang dalam sebuah KLB, pengkajian sebab akibat difokuskan pada
mereka yang tidak terjangkit penyakit. Kelompok masyarakat dalam populasi
selama KLB berlangsung tampaknya termasuk dalam mereka yang tidak
terkena penyakit dan dikategorikan sebagai populasi yang tidak terkena
penyakit.
Dalam sebuah studi tentang kanker paru, hampir semua bukan perokok
ditetapkan tidak mengidap kanker paru.

4. Hubungan Waktu
Jika hubungan sebab akibat suatu kejadian atau pajanan secara logis
terjadi sebelum penyakit atau kondisi berkembang, faktor waktu
dipertimbangkan. Contoh : gigitan nyamuk terjadi sebelumnya dan
mengakibatkan malaria.

5. Koherensi
Jika suatu hubungan sebab akibat dicurigai, apakah hubungan tersebut sesuai
dengan pengetahuan yang ada dan apakah observa dan pengkajian yang logis
secara ilmiah masuk akal? Contoh : koherensi dalam istilah yang ada pada
awalnya dipakai untuk menunjukkan hubungan dan bagaimana hubungan itu
seharusnya sejalan dengan riwayat alamiah penyakit dan fakta yang diketahui
tentang penyakit misalnya makan daging ayam mentah yang secara alamiah
sering terjadi kontaminasi bakteri salmonella menyebabkan keracunan
makanan salmonellosis.

6. Sensivitas
Jika terjadi KLB, apakah analisis sebab akibat mengandung kebenaran dan
apakah pengkajian memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dengan benar
bahwa mereka yang sakit karena penyakit pada kenyataannya memang sakit
akibat penyebab yang dicurigai. Contoh : kelompok buruh menjalani screening
kanker paru. Sejumlah 50% kasus mengidap kanker paru dan disimpulkan
bahwa kanker paru berhubungan dengan merokok. Investigasi selanjutnya
mengungkap bahwa 80% pekerja yang mengidap kanker paru bekerja dalam
sebuah gedung yang terisolasi oleh asbestos selama 3 tahun. Setelah menjalani
pemeriksaan asbestosis, dipastikan bahwa kanker paru berhubungan dengan
pajanan asbestos.

7. Biologis/Medis
Jika hubungan didasarkan pada virilitas patogen atau faktor risiko dan pada
kemampuannya untuk menyebabkan penyakit atau suatu kondisi (hubungan
respon dosis) serta tingkat kerentanan pejamu, hubungannya adalah kausal
(orang yang tidak divaksinasi dipajankan pada poliovirus dan kemudian akan
memperlihatkan gejala awal penyakit).

8. Plausabilitas (Kelogisan)
Hubungan harus dibuktikan sebagai hubungan kausal dan didasarkan pada
ilmu pengetahuan biologis, kedokteran, epidemiologi dan pengetahuan
ilmiah.analisis logis yang didasarkan pada pengetahuan yang baru jangan
sampai mencampuri atau membatasi kesimpulan kausal yang jelas dan masuk
akal. Contoh : konsumsi air yang mengandung bibit penyakit kolera akan
menyebabkan munculnya penyakit kolera.

9. Eksperimen dan Penelitian


Pengetahuan dan kesimpulan tentang hubungan sebab akibat yang didasarkan
pada penelitian dan eksperimen menambah bukti pendukung subtansial dan
bobot sifat kausal dari hubungan tersebut. Contoh : demonstrasi ekperimental
yang memperlihatkan bahwa cacar dapat dicegah melalui imunisasi.

10. Faktor Analogi


Jika hubungan yang sama ternyata bersifat kausal dan memperlihatkan
hubungan sebab akibat, transfer pengetahuan harus berguna dan secara
analogis hubungan tersebut dapat dievaluasi sebagai hubungan kausal. Contoh
:pengamatan historis bahwa vaksinasi dengan cowpox dapat
mencegah smallpox.

Kausalitas dalam penyebaran penyakit dapat bersifat langsung maupun tidak


langsung. Penyebab langsung adalah penyebab yang terlihat jelas. Jika seorang
saat piknik, memakan salad kentang yang didiamkan beberapa jam di tempat
bersuhu kamar dan terkontaminasi stafilokokus, peluangnya untuk mengalami
keracunana makanan akibat mengkonsumsi salad kentang tersebut cukup
besar. Akan tetapi, tidak untuk kasus kanker paru pada pekerja asbestos
penyebab langsung tidak begitu jelas.
Penyebab tidak langsung sering kali jauh lebih kompleks dalam penyebaran
dan pengenalannya. Pada kasus kanker kandung kemih, penyebabnya tidak
tampak dan tidak jelas. Kanker kandung kemih dikaitkan dengan banyak
sumbermulai dari terlalu banyak minum kopi sambil mengkonsumsi vitamin C
secara berlebihan.
Pada penderita kelumpuhan yang harus memakai kursi roda, angka kanker
kandung kemih lebih tinggi dibanding populasi normal. Beberapa ahli urologi
menduga bahwa kanker kandung kemih pada penderita lumpuh yang
memakai kursi roda akibat mereka suka menahan buang air kecil dalam
periode waktu yang lama sehingga urine menjadi pekat.
Penyebab tidak langsung kanker kandung kemih mungkin disebabkan oleh
cacat karena lumpuh dan karena harus menggunakan kursi roda. Atau hal itu
mungkin akibat kombinasi dari terlalu banyak minum kopi dan tidak mampu
berkemih secara sering atau kopi dibuat terlalu kental atau konsentrasi pekat
dari suatu substansi sederhana berada terlalu lama dalam kandung kemih.
Ahli epidemiologi harus berhati-hati dalam mengkaji semua variabel pada
kausalitas penyakit dan mencari kedua penyebab penyakit baik yang langsung
maupun tidak langsung (Sumber: Buku Epidemiologi Suatu
Pengantar, Thomas Timmreck)