Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Perkembangan Teknologi Game Mobile

Bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA)


Terhadap Moral Remaja-Dewasa Indonesia
Agadi Samridho1 (13115004), Muhammad Aidil2 (13116069), Oktario3 (13116072)

Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan Jalan Terusan
Ryacudu, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan 35365
Agadi.13115004@student.itera.ac.id
Muhammad.13116069@student.itera.ac.id
Oktario.13116072@student.itera.ac.id

kecanduan bermain game MOBA.


Abstrak—Maraknya perkembangan dunia internet, membawa
banyak pengaruh bagi kaum remaja maupun dewasa. Salah
satunya dengan kehadiran game online, khususnya game online II. LANDASAN TEORETIS
bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Namun,
sama seperti game yang sedang hype pada umumnya, game ini A. Multiplayer Online Battle Arena
dapat menimbulkan dampak moral kepada pemainnya, terutama
dampak negatif seperti lupa waktu, kurang tidur, berkelahi MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) adalah jenis
dengan teman atau pacar, cenderung konsumtif, tidak permainan Real-Time Straegy (RTS) yang merupakan turunan
komunikatif, bahkan cenderung anti sosial. Meskipun lebih
banyak dampak negatifnya, namun bermain game MOBA juga
dari genre strategi. Dalam genre ini, pemain hanya mengontrol
bisa menjadi dampak positif yang dapat menghasilkan banyak seorang karakter atau jagoan yang memiliki atribut dan
uang seperti menjadi atlet E-Sports ataupun YouTuber. kemampuan yang unik dari karakter lainnya, dan hanya
memiliki sebuah tujuan untuk memenangkan permainan, yaitu
Kata Kunci—MOBA, game, Mobile Legends, moral menghancurkan semua bangunan inti dari tim lawan.

Karakter yang dimainkan juga memiliki tingkat kustomisasi


I. PENDAHULUAN yang tinggi, yang disesuaikan dengan gaya bermain. Untuk
Game bergenre MOBA saat ini sangat populer dikalangan mencapai tujuan permainan dengan mengalahkan tim lawan,
anak muda atau orang-orang yang memiliki semangat muda. tentunya jagoan yang dipilih tidaklah sendiri. MOBA sangat
Perangkat bergerak seperti konsol Game Boy dan smartphone berorientasi pada kerja sama tim.
memungkinkan seseorang untuk bermain kapanpun dan
dimanapun. Bagi kaum remaja dan dewasa, bermain game
online menjadi aktifitas bermain yang lebih aman dibandingkan
aktifitas bermain diluar. Namun terkadang game online yang
bersentuhan dengan teknologi modern menjadi lebih berbahaya
karena bisa menyebabkan kecanduan.

Kaum remaja dan dewasa yang telah kecanduan terhadap


game MOBA ini akan sulit mengontrol dirinya sendiri. Pecandu
game ini cenderung lupa waktu, mereka lebih banyak
menghabiskan waktu untuk bermain game. Selain itu, pecandu
game ini juga cenderung dapat berkelahi dengan teman atau Gambar 2.1 Dota 2 via Valve
pacarnya, tidak komunikatif, bahkan menjurus ke anti sosial.
Oleh karena itu, paper ini ditulis sebagai pembelajaran kepada MOBA dikenal dengan ciri khasnya yang dinamik sehingga
orang tua ataupun pemerintah untuk melihat realita yang terjadi tidak akan ada permainan yang sama persis dengan permainan
di lapangan dengan harapan orang tua dan pemerintah dapat sebelumnya. Mekanisme permainan yang kompleks disertai
memberikan edukasi kepada setiap anak bangsa tentang bahaya
dengan kemampuan tiap pemain yang bervariasi, tentunya MOBA yang paling popular di kalangan remaja hingga dewasa
sudah menggaransikan pengalaman bermain yang tidak Indonesia adalah Mobile Legends Bang Bang (MLBB). Hal ini
repetitif. dibuktikan dengan pengguna lebih dari 70 juta orang di seluruh
Indonesia.
Selain itu, MOBA juga memiliki konsep bermain yang
sederhana dan mudah dipahami. Bermodalkan mengetahui B. Mobile Legends Bang Bang
sebuah tujuan untuk menghancurkan markas tim lawan, pemain Mobile Legends Bang Bang (MLBB) merupakan salah
dapat dengan mudah memenangkan permainan hanya dengan satu game andalan dari MOBA yang sangat populer dan
mindset memperkuat karakter sendiri. Sistem dalam permainan diminati berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa.
juga secara tidak langsung sudah menyiapkan segala persiapan MLBB adalah sebuah game bergenre MOBA yang dirancang
yang diperlukan untuk memenangkan permainan. Misalnya, untuk smartphone yang dimainkan secara berkelompok (tim)
pasukan yang berjalan secara otomatis menuju markas tim dengan gameplay 5 vs 5, dimana kedua tim harus berjuang
lawan. untuk menghancurkan base musuh sambil mempertahankan
base mereka sendiri. Pada MLBB terdapat tiga jalur, masing-
Kecurangan dalam MOBA juga bukanlah hal yang mudah masing jalur dikenal sebagai "top lane", "mid lane" dan "bottom
terjadi. Dilengkapi dengan pengawasan dari game developer lane", dimana pada masing-masing jalur terdapat 3 base
agar permainan ini dapat terus dinikmati, sistem keamanan sebelum mencapai markas musuh. Pada masing-masing tim,
dalam genre ini adalah sebuah harga mati bagi para ada 5 pemain yang masing-masing mengendalikan hero dari
pengembangnya untuk terus menjaga kualitas. Didukung juga perangkat mereka sendiri.
dengan banyaknya judul MOBA yang memiliki turnamen
tersendiri, memotivasi perusahaan game tersebut untuk terus
memperhatikan kenyamanan bermain.

Fitur lain dari game MOBA ini terletak pada sisi


inklusivitasnya, dimana genre ini tidak menuntut pemainnya
untuk harus merogoh kocek agar dapat bermain ataupun unggul
dalam permainan. Meskipun berkategori free to play, MOBA
juga memiliki sisi konten premium. Penjualan barang-barang
penunjang karakter yang menambah nilai estetika permainan
juga turut disertakan untuk memberi pengalaman bermain yang Gambar 2.2 Mobile Legends Bang Bang
tidak ada duanya.
MLBB ini tidak hanya popular di Indonesia, bahkan di dunia,
Game yang berorientasi tim ini mampu mengubah mood dari terutama di Asia. Kepopuleran MLBB di Indonesia tidak lepas
bahagia hingga stres. Bagaiman tidak? Ketika kamu sudah dari fakta bahwa MLBB mudah dimainkan, size game yang
memberi performa yang terbaik tetapi teman kamu justru kecil, control yang mudah, grafik yang baik, bisa bermain
bermain dengan ceroboh, emotional intelligence seseorang dengan teman, karakter diambil dari berbagai negara (bahkan
akan segera dapat diukur. Beruntung jika amarah diarahkan Indonesia) dan tentunya game ini fairplay. Sehingga game ini
kepada pemain yang tidak dikenal dan tidak tersinggung. akan menawarkan sensasi tersendiri bagi para user nya.
Bayangkan jika kamu bermain dengan teman kamu, dan secara
tidak sengaja kamu melukai perasaan teman kamu. Sungguh MLBB pertama kali ada di indonesia pada tahun 2016.
sebuah fenomena ‘sudah jatuh, tertimpa tangga pula.’ Karena untuk dapat bermain game ini hanya perlu
menggunakan smartphone saja, jadi pemain MLBB di
Berlanjut dari isu yang muncul dari teamwork, perilaku pemain Indonesia sangatlah banyak. Diperkirakan hingga juli 2018 ini
yang toxic dalam MOBA juga dapat menjadi sebuah ancaman ada 70 juta pemain MLBB yang ada di Indonesia dan
nyata terhadap kenyamanan bermain. Flaming atau saling bertambah 30 juta pemain baru di setiap bulannya, serta rata-
mengejek atau menghina pemain satu sama lain, adalah sebuah rata terdapat 62,4 juta match yang dimainkan dalam waktu satu
pemandangan yang tidak asing dalam permainan game online. hari.
Bullying bisa terjadi di mana saja, termasuk di dalam game
MOBA, dan biasanya memiliki pemain amatir sebagai Banyaknya pemain yang ada di Indonesia, membuat
korbannya. Ketika seorang pemain baru yang memiliki antusias pengembang MLBB untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan
untuk bermain dihadapkan dengan lingkungan seperti ini, tidak ini. Pada tahun 2017 akhir, MLBB me-launching super hero
akan mengherankan jika suatu hari nanti permainan ini akan dari indonesia menjadi salah satu karakter di MLBB yaitu Gatot
menghilang dari pasaran. Kaca dengan role tank. Caya, selaku Country Manager MLBB
di Indonesia mengatakan bahwa “Hero Gatot Kaca digunakan
MOBA memiliki banyak turunan game seperti Arena Of Valor 45 juta menit dalam sehari”. Melihat antusias para pemain
(AOV), Mobile Legends Bang Bang (MLBB), Vain Glory, MLBB Indonesia, maka pihak pengembang akan
Heroes Evolved, Heroes Arena dan lainnya. Namun game merencanakan untuk membuat karakter baru dari Indonesia
kembali pada tahun 2018, yakni hero dengan sosok Nyi Roro Pengembang game bergenre MOBA selalu mencari cara
Kidul. untuk membuat game mereka lebih menarik dan orang betah
berlama-lama memainkan game tersebut. Mereka ingin orang
yang memainkan game mereka tidak pernah ingin berhenti
bermain. Karena itu, mereka merancang sebuah game yang
mungkin mudah dimainkan tapi terkesan lebih menantang,
pemain dibuat sulit untuk menang sehingga mereka tertantang
untuk terus menerus bermain. Dalam hal ini, para pengembang
game mendesain game mereka mirip dengan desain kasino
perjudian, yaitu kesempatan pemain untuk menang sangat kecil
agar mereka terus bermain mencoba untuk menang dan menjadi
yang terhebat.

Gambar 2.3 Hero Gatot Kaca Ada beberapa daya tarik yang dimasukkan ke dalam game
bergenre MOBA dengan tujuan agar pemainnya menjadi
Pada tahun ini, MLBB membuat Mobile Legends Southeast 'kecanduan' bermain, antara lain seperti:
Asia Cup 2018 yaitu perlombaan MLBB se-Asia Tenggara. Hal
ini mencetak sejarah pertelevisian Indonesia, karena faktanya a. Rank
ini merupakan pertama kalinya kompetisi MOBA disiarkan Kebanyakan game bergenre MOBA memiliki indikator yang
langsung di layar televisi Indonesia. Kompas TV dipercaya secara tersirat mengakui apakah pemain tersebut ‘Pro’ atau
menjadi official television broadcaster Grand Final Mobile ‘Noob’ yaitu melalui posisi ‘Rank’ atau peringkat. Nama-nama
Legends Southeast Asia Cup 2018 oleh perusahaan E-sports pemain yang posisi Rank nya tinggi akan dipajang pada
dan gaming. halaman game MOBA tersebut, sehingga mereka akan terkenal
dan memiliki ketenaran antar sesama pengguna game MOBA
tersebut. Sehingga setiap pemain pasti selalu ingin posisi Rank-
nya berada di tingkat atas, alhasil para pemain akan banyak
menghabiskan waktunya untuk hal tersebut.

Gambar 3.1 Rank Mobile Legends Bang Bang

b. Karakter/Hero
Mayoritas game bergenre MOBA pasti memiliki banyak
karakter atau hero. Untuk mendapatkan karakter/hero tersebut
membutuhkan point, dimana point tersebut didapatkan dari
Gambar 2.4 Mobile Legends Southeast Asia Cup 2018 hasil permainan mereka. Bagi para pemain game MOBA pasti
ada emosional tersendiri untuk memiliki banyak hero, karena
dengan memiliki banyak hero tersebut mereka dapat mencoba
III. HASIL DAN ANALISIS skill/kekuatan unik yang tidak dimiliki hero lain. Sehingga
pemain pasti akan menghabiskan banyak waktu untuk
A. User Games MOBA Cenderung Lupa Waktu
bertanding atau matching guna mendapatkan points untuk bisa
Bermain games bergenre MOBA tentu akan membuat mendapatkan hero idamannya.
penggunanya ketagihan atau kecanduan. Hal ini merupakan hal
yang wajar karena banyak faktor yang membuat para pengguna
menjadi addict terhadap MOBA tersebut. Faktor-faktor
tersebut secara garis besar memang datang dari pengembang
Game itu sendiri.
kuesioner dan wawancara, disimpulkan bahwa 92,3 %
Mahasiswa UNY pernah bermain MLBB. Selain itu para
responden juga menyatakan dapat memainkan MLBB selama
3-4 jam dalam sehari dan 40% dari mereka mengaku bahwa
kecanduan MLBB berpengaruh terhadap manajemen waktu
mereka. Parahnya lagi, bahkan tidak sedikit dari mereka sering
begadang demi bermain MLBB, sering tidak hadir pada
perkuliahan bahkan tidak jarang mereka lupa mengerjakan
tugas karena asyik bermain MLBB.

B. Berkelahi dengan Teman atau Orang Lain


Bermain game bergenre MOBA yang dapat saling
Gambar 3.2 Karakter/Hero Mobile Legends Bang Bang berkomunikasi dengan orang lain baik via chat ataupun voice
chat, tentu tidak akan terlepas dari pemain toxic. Pemain toxic
c. Multiplayer Battle
adalah pemain yang memberikan dampak buruk bagi tim, baik
Seperti namanya Multiplayer Online Battle Arena, game
bergenre ini dapat dimainkan bersama dengan teman atau melalui aksinya di permainan maupun perkataannya di chat
sahabat. Hal ini tentu akan memberikan sensasi tersendiri bagi ataupun voice chat. Karena MOBA adalah sebuah permainan
para pemainnya karena bisa berjuang bersama-sama teman yang mengandalkan kerjasama tim, tentu akan terasa sangat
untuk mendapatkan rank yang tinggi. Selain itu, game ini juga menyebalkan jikalau terdapat oknum pemain yang tidak handal
dapat berkoordinasi langsung dengan teman 1 tim melalui fitur ‘Noob’, sehingga akibat pemain tersebut pertandingan yang
voice chat yang disediakan oleh pengembang game. Dengan seharusnya dapat menang malah menjadi kalah. Sehingga tidak
bermain bersama teman, tentu para pemain akan merasa lebih jarang terjadi pertengkaran di dunia nyata hanya karena game
senang dan selalu ingin bermain bersama lagi. seperti ini.

Salah satu contoh yang nyata adalah perkelahian antar atlet


E-Sports di MLBB, yakni antara Warpath dengan Daylen yang
notabenenya mereka merupakan satu squad dalam MLBB.
Perkelahian tersebut bermula dari Daylen yang mengeluarkan
Warpath dari squad tersebut tanpa ada musyawarah atau diskusi
terlebih dahulu. Warpath dianggap menggunakan nama squad
Saints untuk mencari popularitas dan juga uang. Karena tidak
terima atas tudingan tersebut, Warpath membeberkan tentang
fakta yang sebenarnya tentang yang melukai perasaan Daylen
di Channel YouTube-nya. Akhirnya mereka terlibat cekcok di
media sosial dan berujung dengan baku hantam serta mereka
saling lapor-melapor kepada polisi atas luka lebam yang
Gambar 3.3 MLBB Multiplayer Battle disebabkan oleh perkelahian mereka.
Banyaknya fitur dan faktor yang menyebabkan para pemain
ketagihan untuk memainkan game ini, maka akan berdampak
negatif bagi para pemainnya, salah satunya adalah lupa waktu.
Para siswa/i SD, SMP ataupun SMA yang kecanduan game
MOBA akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk
bermain game daripada belajar. Ketika bermain game waktu
akan terasa cepat karena game adalah hal yang menyenangkan,
berbeda ketika belajar maka waktu akan terasa lama karena
belajar merupakan hal yang membosankan. Hal ini berdampak
terhadap prestasi belajar para remaja tersebut, terbukti dari
beberapa penelitian menyimpulkan bahwa prestasi belajar para
siswa yang kecanduan bermain game MOBA cenderung
menurun.
Gambar 3.4 Meme Perkelahian Daylen Vs Warpath
Dampak negatif itu tidak hanya dirasakan oleh para remaja,
bahkan kalangan dewasa pun mengalaminya, seperti
C. Tidak Komunikatif/Anti Sosial
Mahasiswa. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Agil
Martha, salah seorang Mahasiswa Universitas Negeri Bermain game MOBA tanpa mengenal waktu juga dapat
Yogyakarta, menyimpulkan bahwa game MLBB mempengaruhi proses pendewasaan diri seseorang, hal tersebut
mempengaruhi manajemen waktu mahasiswa. Dengan metode sangat beralasan karena dalam game tersebut mengajak
seseorang untuk hanyut serta larut yang mengakibatkan Selain itu, skin yang dapat dibeli dengan menggunakan point
seseorang menjadi pemalu, minder, kurang percaya diri, manja sangat terbatas jumlahnya serta tingkat skin-nya juga tergolong
dan bersifat kekanak-kanakan. Selain itu, mereka yang telah rendah. Sehingga tidak heran jika banyak pemain game MOBA
kecanduan game MOBA, umumnya akan sulit bersosialisasi, yang rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli semua
bahkan cenderung memiliki sikap anti sosial, tidak memiliki skin hero/karakter tersebut.
keinginan untuk berbaur dengan masyarakat, keluarga, teman
dan lingkungan sekitar. Hal itu karena mereka sudah Selain skin, pengembang game juga biasanya me-launching
menemukan dunia yang menurut mereka adalah zona hero/karakter baru setiap 2 minggu. Biasanya hero baru tersebut
nyamannya. dibuat sedemikian rupa hingga menjadi yang paling kuat
diantaranya. Meskipun hero tersebut dapat dibeli dengan
menggunakan point yang didapat dari hasil pertarungan, namun
Banyak kita lihat di warung kopi atau di tempat-tempat yang
sangat lah sulit untuk mendapatkan point tersebut serta
menyediakan free wifi, dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk
membutuhkan pertarungan yang sangat banyak untuk dapat
dengan smartphone-nya masing-masing untuk bermain game membelinya. Sehingga tidak heran jika banyak pemain game
MOBA. Pemandangan itu tidak hanya terlihat pada orang MOBA yang rela mengeluarkan uang untuk membeli
dewasa, namun juga termasuk para remaja. Maka tak heran, ada hero/karakter baru tersebut agar dapat menjadi posisi rank
istilah “Generasi Nunduk” yang sering dilontarkan kepada teratas.
orang-orang khusunya anak muda yang bermain game MOBA
berjam-jam lamanya. Sehingga romantisme berkumpul E. Menjadi Atlet E-Sports
bersama teman atau sahabat untuk bersenang-senang, tertawa Bermain game tidak selalu berbicara tentang dampak negatif
bersama dan berbicara tentang hal yang substansial menjadi yang dihasilkan, namun juga ada hal-hal positif yang dapat
tidak ada, karena mayoritas dari mereka sudah asyik dengan menghasilkan banyak uang, salah satunya menjadi Atlet E-
game-nya. Sports. Atlet E-Sports biasanya tergabung ke dalam sebuah tim
professional. Mereka akan diberikan pelatihan khusus untuk
persiapan mengikuti berbagai macam turnamen game. Game
MOBA termasuk genre yang sangat sering mengadakan
turnamen, seperti halnya Dota 2 dan MLBB. Sebagai contoh
seperti Turnamen “Dota 2 The International 2017” total hadiah
yang disediakan adalah sebesar US$ 20.770.460 atau sekitar
Rp. 277 Miliar. Selain itu, pada Turnamen “MLBB : The
southeast Asia Cup” total hadiah yang disediakan adalah
sebesar 1,4 Miliar.

Gambar 3.5 ‘Generasi Nunduk’ Pemain MOBA

D. Cenderung Konsumtif
Mayoritas game bergenre MOBA tidak menggunakan sistem
‘Pay to Win’ atau ‘Membayar untuk dapat Menang’. Namun,
pengembang game pasti akan membuat bagaimana pun caranya Gambar 3.6 Pemenang Turnamen Dota 2
agar para penggunanya mau mengeluarkan uang untuk game
tersebut. Adapun caranya adalah dengan membuat ‘skin’
hero/karakter dan membuat hero/karakter baru setiap 2 minggu.

Skin hero/karakter merupakan bentuk tampilan hero yang


berbeda dari yang lainnya, yang memiliki bentuk dan efek yang
memanjakan mata sehingga memberikan sensasi tersendiri bagi
para penggunanya. Skin pada game MOBA biasanya
memberikan sedikit tambahan power atau efek positif. Selain
itu, skin juga digunakan sebagai adu gengsi antar pemain game
MOBA. Meskipun skin dapat dibeli dengan point yang didapat
dari hasil pertarungan, namun untuk mengumpulkan point Gambar 3.7 Pemenang Turnamen MLBB Southeast Asia
tersebut sangat lah sulit dan membutuhkan banyak pertarungan. Cup 2018
F. Menjadi YouTuber
Seiring dengan banyaknya antusiasme kalangan remaja
hingga dewasa terhadap game MOBA, tentu akan memberikan
peluang kepada Atlet E-Sports ataupun pro player untuk
memberikan tutorial hero atau mempertunjukkan gameplay
mereka kepada kalangan fans mereka sesama pemain game
tersebut yang dituangkan ke dalam channel YouTube mereka
masing-masing. Tidak dapat dipungkiri, bahwa YouTube
merupakan telah banyak membuat Atlet E-Sports ataupun pro
player game MOBA menjadi kaya raya. Di Indonesia sendiri
sangat banyak Atlet E-Sports ataupun pro player yang sudah
meraup keuntungan ratusan juta hingga miliaran rupiah hanya
dengan bermodalkan menjadi top highest rank global dan
channel YouTube seperti JessNoLimit, MichaelSouw,
DylandPros dan masih banyak yang lainnya. JessNoLimit dapat
menghasilkan uang sebesar 137 juta hingga 2 miliar dalam
waktu satu bulan dari akun YouTube-nya. Sedangkan
MichaelSouw dapat menghasilkan uang sebesar 71 juta hingga
1,4 miliar dalam waktu satu bulan dari akun YouTube-nya.
Terakhir, DylandPros dapat menghasilkan uang sebesar 46 juta Gambar 3.9 MichaelSouw
hingga 700 juta dalam waktu sebulan dari akun YouTube-nya.

Gambar 3.10 DylandPros

Gambar 3.8 JessNoLimit


G. Penanggung Jawab Terhadap Moral

Game bergenre MOBA memiliki dampak negatif dan positif


terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, meskipun
cenderung lebih banyak negatifnya. Tentu hal ini menjadi
ancaman serius bagi masa depan bangsa Indonesia jikalau para
generasi penerusnya hanya terlena dengan game MOBA
tersebut. Tentu perlu adanya koordinasi dan edukasi dari pihak-
pihak yang bertanggung jawab atas kebobrokan moral yang
diakibatkan oleh game bergenre MOBA ini. Orang tua selaku
orang yang terdekat dengan anak-anaknya harus mengawasi
dan membatasi jam bermain anak-anaknya agar tidak larut
dalam game tersebut. Selain itu, guru sebagai orang tua di
sekolah juga wajib mengedukasi para siswa/i nya agar mereka
dapat mengontrol diri dan memanajemen waktu mereka se-
efektif mungkin. Selain itu, Pemerintah juga harus peka https://edoc.site/pengaruh-mobile-legend-terhadap-
terhadap gejala game bergenre MOBA tersebut, jikalau game manajemen-waktu-mahasiswa-pdf-free.html/
tersebut sudah banyak merugikan dan mengkorbankan masa [3] Pontianakpost. ‘Generasi Mobile Legends’. 20
depan bangsa harus ada tindakan tegas berupa pembekuan atau Desember 2017. <
penghapusan peredaran game tersebut dari Indonesia. Terakhir, https://www.pontianakpost.co.id/generasi-mobile-
yang terpenting adalah kesadaran dari dalam diri sendiri, legends/> [diakses pada 6 september 2018]
sepatutnya kita introspeksi diri dan berkaca pada masa depan [4] PikiranRakyat. ‘7 Alasan Mengapa Mobile Legends
bahwa kita tidak dapat menjadi orang sukses hanya dengan Jadi Game Terpopuler Saat Ini’. 12 Juli 2017. <
bermain game, kecuali memang sejak kecil kita sudah dilatih http://www.pikiran-rakyat.com/hidup-
gaya/2017/07/12/7-alasan-mengapa-mobile-legends-
untuk menjadi atlet E-Sports.
jadi-game-terpopuler-saat-ini-405003/> [diakses pada
6 september 2018]
IV. SIMPULAN
[5] Kompasiana. ‘Pengaruh Game MOBA Terhadap
 Game bergenre MOBA dapat membuat para pemainnya Minat Belajar Anak’. 24 April 2018. <
menjadi kecanduan yang berimbas pada dampak negatif https://www.kompasiana.com/rizkiriansyaputra/5ade
seperti lupa waktu, berkelahi dengan teman atau orang lain, eb60ab12ae234f687f22/pengaruh-game-mobile-
tidak komunikatif dan anti sosial, serta cenderung legend-terhadap-minat-belajar-anak/> [diakses pada 6
konsumtif. september 2018]
 Game MOBA memiliki dampak positif jika kita benar- [6] CarolinaLidya’sRoom. ‘Ketagihan Main Game
benar fokus, konsisten dan menekuni untuk bermain game. MOBA (Arena Of Valor dan Mobile Legends)’. 7
Para pemain game MOBA bisa menjadi atlet E-Sports atau september 2017. <
YouTuber sebagai profesi untuk menghasilkan uang. http://www.carolinalidya.com/2017/09/ketagihan-
main-game-moba-arena-of-valor.html/> [diakses pada
 Terlepas dari dampak positif dan negatif, perlu adanya
6 september 2018]
sinergisasi antara orang tua, guru, pemerintah dan pihak [7] Detikinet. ‘Kenapa Game Bisa Bikin Kecanduan?’ 21
terkait lainnya guna memberikan edukasi dan pencerdasan Juli 2016. < https://inet.detik.com/konsultasi-
kepada kaum remaja hingga dewasa agar tidak larut dalam cyberlife/d-3257345/kenapa-game-bisa-bikin-
game dan mengisi waktunya ke dalam hal-hal positif seperti kecanduan/> [diakses pada 6 september 2018]
belajar, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, [8] Liputan6com. ‘5 Alasan Kenapa Orang Indonesia
berorganisasi, melakukan penelitian dan sebagainya demi Tergila-Gila Mobile Legends’. 27 April 2018. <
kemajuan masa depan bangsa Indonesia. https://www.liputan6.com/tekno/read/3491376/5-
alasan-kenapa-orang-indonesia-tergila-gila-mobile-
legends/> [diakses pada 6 september 2018]
REFERENSI [9] Brilionet. ‘Cuma Main Mobile Legends, 5 YouTuber
ini Kantongi Miliaran Per Bulan’. 22 April 2018. <
[1] Detikinet. ’5 Dampak Keasyikan Main Game MOBA’. https://www.brilio.net/foto/view/news/2018/05/17/14
16 September 2017. < https://inet.detik.com/games- 2946/776804-1000xauto-pemain-moba-terkaya.jpg/>
news/d-3645895/5-dampak-keasyikan-main-game- [diakses pada 6 september 2018]
moba/> [diakses pada 6 september 2018]
[2] Martha, Agil. 2018. Pengaruh Mobile Legend
Terhadap Manajemen Waktu Mahasiswa. diakses dari