Anda di halaman 1dari 12

Tugas 1

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERAN,PROSEDUR DAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PADA


KURIKULUM 2013

Oleh
RISKA WAHYUNI
15175036

DOSEN :
Prof. Dr. Festiyed, M.S

PROGRAM PASCA SARJANA PENDIDIKAN FISIKA


UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-
Nya, saya dapat menyusun tugas ini dengan judul “Peran,Prosedur dan Implementasi Model
Pembelajaran pada Kurikulum 2013”
Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat masalah, namun hal tersebut
dapat diatasi dengan bimbingan dan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka penulis
mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Pengembangan Model
Pembelajaran Fisika, pengarang buku serta pembuat blog (internet) yang sangat membantu
sebagai pencarian bahan dalam pembuatan tugas ini, dan teman-teman yang secara langsung
atau tidak langsung terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Tugas ini telah diusahakan untuk dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin, namun
saya sebagai penyusun menyadari bahwa tidak ada karya yang sempurna. Untuk itu semua
kritik dan saran dari pembaca sangat saya harapkan, sebagai bahan penyempurnaan dimasa yang
akan dating. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua serta mendapat Ridho disisi Allah
dan dapat menjadi salah satu referensi dalam ilmu pengetahuan.

Padang, September 2015

Penulis

i
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii
BAB I................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................ 1
A. Latar Belakang....................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
C. Tujuan penulisan ................................................................................................... 2
D. Manfaat penulisan.................................................................................................. 2
BAB II .............................................................................................................................. 3
KAJIAN TEORI ............................................................................................................... 3
A. Kurikulum 2013 ........................................................................................................ 3
B. Model Pembelajaran .................................................................................................. 3
C. Peran Model Pembelajaran ........................................................................................ 6
D. Prosedur Model Pembelajaran sesuai Kurikulum 2013 ............................................ 7
BAB III ............................................................................................................................. 8
PEMBAHASAN............................................................................................................... 8
A. Analisis keterkaitan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran pada
kurikulum 2013 ......................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kurikulum yang berjalan di Indonesia pada saat sekarang ini adalah kurikulum
2013. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelummya.
Perubahan kurikulum ini didasari atas kebutuhan setiap masing-masing satuan
pendidikan. Kurikulum ini ditujukan agar dunia pendidikan dapat menghadapi berbagai
tantangan dan rintangan setiap permasalahan baik internal dan eksternal dalam dunia
pendidikan. Pengembangan kurikulum 2013 menekankan pada pola pikir, penguatan
tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses
pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara
apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan (Kemendikbud (2014) dalam M. Nuh
(2014)). Dengan adanya pengembangan kurikulum 2013 dan dapatnya menerapkan
kurikulum pendidikan 2013 dalam dunia pendidikan diharapkan dapat menghadapi
globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia di masa depan pada bidang pendidikan.
Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karena itu
kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran.
Implementasi kurikulum 2013 khususnya pada pembelajaran fisika, peserta didik
dituntut untuk dapat lebih aktif dalam menemukan hal-hal yang baru dan menyimpulkan
setiap permasalahan yang dialaminya. Dengan adanya tuntutan pembelajaran seperti ini,
guru diharapkan dapat menggunakan strategi, model, pendekatan, metode, serta bahan
pembelajaran yang cocok dalam implrmentasi pembelajaran kurikulum 2013. Hal ini
ditegaskan agar implementasi kurikulum 2013 dapat dijalankan dengan baik dan sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :


1. Bagaimana peran model pembelajaran yang sesuai dengan materi fisika SMP?
2. Bagaimana implementasi model pembelajaran dengan pendekatan saintifik di
jenjang SMP?
2

C. Tujuan penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Menjelaskan peran model pembelajaran yang sesuai dengan materi fisika SMP
2. menjelaskan implementasi model pembelajaran dengan pendekatan saintifik di
jenjang SMP

D. Manfaat penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah :
1. Dapat dijadikan pengalaman dan bekal ilmu pengetahuan bagi pembaca
khususnya untuk tenaga pendidik kedepannya
2. Memenuhi persyaratan untuk mengikuti mata kuliah pengembangan model
pembelajaran program studi pendidikan Fisika Fakultas pascasarjana Universitas
Negeri Padang.
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk
menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah berlaku selama
kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun
2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan. Kurikulum
2013 merupakan kurikulum yang mengutamakan pemahaman, keahlian, dan
pendidikan berkarakter, siswa dituntut paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan
presentasi, serta memiliki sopan santun dan disiplin ilmu yang tinggi.

B. Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur
yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk
mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang
pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar
mengajar (Syaiful Sagala, 2005).
Secara luas, Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model
pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan
perencanaan kurikulum, kursus-kursus, rancangan unit pembelajaran, perlengkapan
belajar, buku-buku pelajaran, program multi media, dan bantuan belajar melalui
program komputer. Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu
belajar (peserta didik) memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai-nilai, cara
berpikir, dan belajar bagaimana cara belajar.
Macam-macam model pembelajaran, yaitu :
1. Problem Based Learning
Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaran yang
melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah
sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan
masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan
masalah.
4

Problem Based Learning memiliki karakteristik sebagai berikut:


a. Belajar dimulai dengan satu masalah
b. Memastikan bahwa masalah tersebut berhubungan dengan dunia nyata siswa
c. Mengorganisasikan pelajaran seputar masalah, bukan seputar disiplin ilmu
d. Memberikan tanggung jawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan
menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri
e. Menggunakan kelompok kecil
f. Menuntut siswa untuk mendemonstrasi-kan yang telah mereka pelajari dalam
bentuk produk atau kinerja.

Berdasarkan uraian di atas, tampak jelas bahwa pembelajaran dengan model


PBL dimulai oleh adanya masalah yang dalam hal ini dapat dimunculkan oleh
siswa ataupun guru, kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa
yang mereka telah ketahui dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memcahkan
masalah tersebut. Siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk
dipecahkan sehingga mereka terdorong berperan aktif dalam belajar.

2. Project Based Learning


Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan
proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian,
interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil
belajar.
Pada Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki beberapa karakteristik berikut
ini, yaitu :

a. Peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja;


b. Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik;
c. Peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan
atau tantangan yang diajukan;
d. Peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan
mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan;
e. Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu;
f. Peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah
dijalankan;
5

g. Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif; dan


h. Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.

Peran pendidik atau guru dalam Pembelajaran Berbasis Proyek sebaiknya


sebagai fasilitator, pelatih, penasehat dan perantara untuk mendapatkan hasil yang
optimal sesuai dengan daya imajinasi, kreasi dan inovasi dari siswa.

3. Discovery learning
Discovery Learning mengacu kepada teori belajar yang didefinisikan
sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan
pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri.
Pada Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep
atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Perbedaan inkuiri dan problem
solving dengan Discovery Learning ialah bahwa pada discovery learning masalah
yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru.
Dalam mengaplikasikan model pembelajaran Discovery Learning guru
berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa
untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing
dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini
ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student
oriented.
Dalam Discovery Learning, hendaknya guru harus memberikan kesempatan
muridnya untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientis, historin, atau
ahli matematika. Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi siswa
dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi,
membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan,
mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan.

4. Inquiry

Model pembelajaran inkuiri adalah sebuah strategi yang langsung terpusat


pada peserta didik yang mana nantinya kelompok-kelompok siswa tersebut akan
dibawa dalam persoalan maupun mencari jawaban atas pertanyaan sesuai dengan
6

struktur dan prosedur yang jelas. Sehingga model pembelajaran ini bisa melatih
para siswa untuk belajar mulai dari menyelidiki dan menemukan masalah hingga
menarik kesimpulan. Adapun model ini menjadikan siswa akan lebih banyak
belajar mandiri untuk memecahkan permasalahan yang telah diberikan oleh
pengajar.

Menurut piaget bahwa model pembelajaran inquiry adalah model


pembelajaran yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan
eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan
sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri,
serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain,
membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan siswa lain.

Model pembelajaran inkuiri ada 2 macam, yaitu :

1. Inkuiri Induksi
Inkuiri induktif adalah model inkuiri yang penetapan masalahnya
ditentukan sendiri oleh siswa sesuai dengan bahan/materi ajar yang akan
dipelajari.
2. Inkuiri Deduksi
Inkuiri deduktif adalah model inkuiri yang permasalahannya berasal dari
guru. Siswa dalam inkuiri deduktif diminta untuk menentukan
teori/konsep yang digunakan dalam proses pemecahan masalah

C. Peran Model Pembelajaran


Bruce Joyce dan Marsha Weil menyatakan model pembelajaran adalah bentuk
atau pola sebuah pembelajaran. Keduanya mengemukakan 4 (empat) kelompok
model pembelajaran, yaitu:
1. Model interaksi sosial
2. Model pengolahan informasi
3. Model personal-humanistik
4. Model modifikasi tingkah laku.
7

Mengutip pendapat Bruce Joyce dan Marsha Weil tersebut penggunaan istilah
model pembelajaran kerap diidentikkan dengan strategi pembelajaran, sebab di
dalam model yang mereka kemukakan ditemukan langkah-langkah penggunaan
model yang mirip dengan langkah-langkah dalam strategi pembelajaran. Model
pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari
awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model
pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan,
metode, dan teknik pembelajaran.

D. Prosedur Model Pembelajaran sesuai Kurikulum 2013


Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan
menggunakan pendekatan saintifik. Proses pembelajaran saintifik menyentuh tiga
ranah pembelajaran, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pendekatan ilmiah
(scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi
mengamati, menanya, mencoba, mengolah, dan mengkomunikasikan untuk semua
mata pelajaran. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu, sangat mungkin
pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi
seperti ini, tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai atau
sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Analisis keterkaitan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran pada


kurikulum 2013
Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian
rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui
tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan
masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis,
mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan
dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

B. Sintaks model pembelajaran pada kurikulum 2013

Sintaks Model Pembelajaran


Pendekatan Penilaian
Problem Based Project Based Discovery Inquiry Saintifik
Learning Learning Learning
Orientasi peserta Identifikasi Pemberian Orientasi Mengamati Kognitif
didik pada masalah masalah riil stimulus masalah
Mengorganisasikan Perumusan Mengidentif Merumuskan Menanya Kognitif
peserta didik untuk Strategi/Alter ikasi Masalah
Psikomotor
belajar natif masalah
Pemecahan Afektif
Masalah
Membimbing Perancangan Mengumpul Merumuskan Mengumpu Kognitif
penyelidikan produk/peran kan data Hipotesis lkan
Psikomotor
individu dan cangan informasi/
kelompok kegiatan mencoba

Mengembangkan Proses Mengolah Mengumpulkan Mengasosi Kognitif


dan menyajikan produksi/kegi data data asikan/men
Psikomotor
hasil karya atan golah
informasi
Menganalisis dan Presentasi Menguji Menguji Menyimpul Kognitif
mengevaluasi Hasil Hipotesis kan
proses pemecahan
Psikomotor
masalah
Evaluasi Menyimpul Merumuskan Mengkomu Kognitif
kan Kesimpulan nikasikan
Afektif
9

DAFTAR PUSTAKA

Academia. 2013.Definisi Pembelajaran Scientific Di Kurikulum 2013.


http://www.academia.edu/7941522/Definisi_Pembelajaran_Saintific_Kurikul
um_2013
Eka Ikhsanudin. 2014. Model Pembelajaran Project Based
Learning.http://www.ekaikhsanudin.net/2014/09/model-pembelajaran-
project-based.html
Id.m.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013
Mulyasa. 2008. Menjadi guru profesional menciptakan pembelajaran kreatif dan
menyenangkan. Bandung : Remaja Rosda Karya
Syaiful Sagala. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.