Anda di halaman 1dari 7

Rizki Ardi Maulana (13115031)

Asisten : Dinur Wahyu Pratiwi (13115010)


Tanggal Percobaan : 20/9/2018
EL3104 PraktikumPengolahan Sinyal Digital
Laboratorium Teknik Elektro
Institut Teknologi Sumatera

melakukan tugas tertentu. Kemampuan pemrograman yang


Abstrak—Simulasi dan percobaan menggunakan software dibutuhkan tidak terlalu sulit bila Anda telah memiliki
membantu rekayasawan dalam mengembangkan teknologi atau pengalaman dalam pemrograman bahasa lain seperti C,
merekayasa teknologi sehingga banyak software simulasi yang PASCAL, atau FORTRAN.
hadir untuk menampilkan kemiripan dari kondisi real.
MATLAB merupakan salah satu software yang sering digunakan A. MATLAB Help
rekayasawan untuk merekayasa. Pada percobaan ini akan MATLAB menyediakan system help on-line yang dapat
didapatkan pengetahuan tentang help, fir1, fir2, dan m-file diakses dengan perintah help. Anda hanya perlu mengetikan
dalam penggunaanya pada MATLAB.
perintah “>>help filter”.
Perintah di atas akan menampilkan informasi dalam bentuk
Kunci—MATLAB, filter fir1, filter fir2, respon frekuensi, m-file.
teks pada layar MATLAB. Sebuah perintah yang sangat
berguna untuk mempelajari MATLAB adalah intro, yang
membahas konsep-konsep dasat tentang MATLAB.
I. PENDAHULUAN
B. Variabel dan Operasi Matriks
M ATLAB (Matrix Laboratory) adalah sebuah lingkungan
komputasi numerikal dan bahasa pemograman komputer
generasi keempat. Memungkinkan manipulasi matriks, pem-
Tipe variabel dasar pada MATLAB adalah matriks. Untuk
mendeklarasikan sebuah variabel, hanya perlu memberikan
plot-an fungsi dan data, implementasi algoritma, pembuatan nilai tertentu pada MATLAB prompt, sebagai contoh:
antarmuka pengguna, dan peng-antarmuka-an dengan program
dalam bahasanya. MATLAB juga software yang banyak >>M = [1 2 6;5 2 1];
digunakan dalam berbagai bidang, dapat menghitung
algoritma matematika, membuat grapik, analisa numerik dan M=126
statistik, dan banyak bidang lain yang dapat digunakan dengan 521
software MATLAB ini. Pada praktikum kali ini kita akan
Ada dua jenis variabel matriks pada MATLAB, yakni
melakukan percobaan yang memiliki tujuan sebagai berikut :
skalar dan vektor. Sebuah skalar adalah sebuah matriks yang
1. Mempelajari penggunaan sistem help untuk hanya berisi satu elemen, jadi berukuran 1x1. Sebuah vektro
mengetahui command dan syntax dasar MATLAB adalah sebuah matriks yang hanya berisi satu baris atau satu
2. Dapat menggunakan MATLAB untuk desain filter kolom.
3. Mempelajari bagaimana menulis fungsi dan m-file Submatriks juga dapat diakses dengan cara yang mirip
pada MATLAB dengan menggunakan operator colon (:). Operator colon
4. Merancang pem-filter-an FIR dengan MATLAB sangat berguna untuk membuat indeks array. Gunakan
5. Memahami pem-filter-an lewat MATLAB secara perintah help colon untuk mengetahui deskripsi detail tentang
mendalam kapabilitasnya.
Notasi colon didasarkan pada ide bahwa sebuah selang
II. LANDASAN TEORETIS indeks dapat dihasilkan dengan memberikan sebuah nilai
MATLAB (Matrix Laboratory) adalah sebuah program awal, interval, dan sebuah nilai akhir. Karena itu, sebuah
untuk analisis dan komputasi numerik. Pada awalnya, program vektor yang terpartisi secara teratur dapat diperoleh dengan
ini merupakan interface untuk koleksi rutin-rutin numerik dari perintah >>iii = nilai awal : interval : nilai akhir;
proyek LINPACK dan EISPACK, namun sekarang merupakan C. Plot dan Grapik
produk komersial dari perusahaan Mathworks, Inc. MATLAB
telah berkembang menjadi sebuah environment pemrograman
yang canggih yang berisi fungsi-fungsi built-in untuk
melakukan tugas pengolahan sinyal, aljabar linier, dan
kalkulasi matematis lainnya. MATLAB juga berisi toolbox
yang berisi fungsi-fungsi tambahan untuk aplikasi khusus.
MATLAB bersifat extensible, dalam arti bahwa seorang
pengguna dapat menulis fungsi baru untuk ditambahkan pada
library ketika fungsi-fungsi built-in yang tersedia tidak dapat
IV. METODOLOGI
A. Percobaan Pembuatan Sinyal Input Filter Berupa
Superposisi Beberapa Sinyal dengan Frekuensi Berbeda

Gambar 2.C.1. Stem(x,y)

MATLAB dapat menghasilkan plot dua dimensi x-y dan


plot tiga dimensi, menayangkan citra, dan bahkan membuat
dan memutar video. Dua fungsi yang yang sering digunakan
pada praktikum ini adalah plot dan stem. Untuk memanggil
fungsi ini, umumnya kita membutuhkan dua vektor (satu
vektor juga bisa, namun untuk definisi yang berbeda, gunakan
perintah help untuk melihat informasi yang lebih lengkap),
untuk sumbu x dan sumbu y. Pemanggilan fungsi plot(x,y)
akan menghasilkan suatu plot yang terkoneksi dengan garis
lurus untuk setiap dua titik

{ (x(1),y(1), (x(2),y(2), (x(3),y(3), ........, (x(N),y(N) }

seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.C.1. Pemanggilan


fungsi stem(x,y) akan menghasilkan presentasi seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 2.C.1.
MATLAB memiliki banyak opsi plotting yang dapat
dipelajari dengan help plotxy, help plotxyz, dan help graphics
(versi 4) atau help graph2d, help graph3d, dan help specgraph
(versi 5).
D. MATLAB Scripts
Setiap perintah/pernyataan yang dapat dimasukan pada
window prompt dapat disimpan pada sebuah file teks dan
dieksekusi sebagai script. File teks tersebut dapat dibuat
dengan menggunakan sembarang editor ASCII seperti
program Notepad atau pada editor teks MATLAB. Ekstensi
file harus berupa .m dan scipt tersebut dieksekusi pada
MATLAB dengan hanya mengetikan nama file. Program-
program tersebut umumnya dikenal dengan istilah m-file.
Bila perintah-perintah tersebut disimpan dengan file
bernama xxx.m maka pengetikan xxx pada command prompt
akan menjalankan file tersebut, dan perintah akan dieksekusi
sama halnya bila mereka diketikan pada command prompt.

III. ALAT DAN BAHAN


1. 1 unit computer
2. Software MATLAB
B. Percobaan Desain dan Simulasi Filter FIR1

C. Percobaan Desain dan Simulasi Filter FIR2


D. Percobaan Membuat m-file untuk Melakukan Pem-filter-an

Gambar 5.A.2. Frekuensi Respon Sintot

% deklarasi
>> i = 1:100; % banyak sampel
>> fs = 16000; % frekuensi sampel
>> f1 = 200; % frekuensi sinyal 1
>> f2 = 1000; % frekuensi sinyal 2
>> f3 = 5000; % frekuensi sinyal 3

% rumus fungsi
>> sin1 = sin(2*pi*i*f1/fs); % sinyal 1
V. HASIL DAN ANALISIS >> sin2 = sin(2*pi*i*f2/fs); % sinyal 2
A. Percobaan Pembuatan Sinyal Input Filter Berupa >> sin3 = sin(2*pi*i*f3/fs); % sinyal 3
Superposisi Beberapa Sinyal dengan Frekuensi Berbeda >> sintot = (sin1+sin2+sin3)/3; % sinyal total

% tampilan
>> plot(sintot); % plot
>> freqz(sintot); % frekuensi respon

Pecobaan ini mendesain sebuah sinyal input dimana


terdapat variabel i (banyak sampel), fs (frekuensi sampel), f1
f2 f3 (frekuensi masing-masing sinyal). Terdapat tiga sinyal
yang dijumlahakn menjadi satu sinyal yang terdiri dari
penjumlahan tiga sinyal sinusoidal dengan frekuensi yang
berbeda. Total nilai dari ketiga sinyal ini merupakan hasil
superposisi dari sinyal 1, sinyal 2, dan sinyal 3 yang
panjangnya meliputi I, yaitu 1 hingga 100, diberi nama sintot.
Lalu diplot dan dilihat frekuensi responnya.

B. Percobaan Desain dan Simulasi Filter FIR1

Gambar 5.A.1. Plot Sintot


Gambar 5.B.2. Frekuensi Respon Bandpass Filter

Gambar 5.B.1. Frekuensi Respon Lowpass Filter

Gambar 5.B.3. Frekuensi Respon Highpass Filter


% deklarasi
>> fs = 16000; % frekuensi sampel
>> n = 32; % orde

% rumus fungsi
>> low = fir1(n,0.1,'low'); % fungsi lowpass fir1

% tampilan
>> plot(low); % plot
>> freqz(low); % frekuensi respon

% rumus fungsi
>> bandpass = fir1(n,[0.125 0.375],'bandpass'); % fungsi
bandpass fir1

% tampilan
>> plot(bandpass); % plot
>> freqz(bandpass); % frekuensi respon

% rumus fungsi
>> high = fir1(n,0.75,'high'); % fungsi highpass fir1 Gambar 5.C.1. Frekuensi Respon Sinyal dengan Orde 16

% tampilan
>> plot(high); % plot
>> freqz(high); % frekuensi respon

Fungsi fir1 disediakan MATLAB untuk mendesai sebuah


filter FIR dengan metode windowing dimana terdapat
beberapa filter seperti lowpass filter, bandpass filter, bandstop
filter, dan highpass filter. Rumus fungsinya adalah b =
fir1(N,Wn), yang akan menghasilkan vector b, yaitu respon
impuls pada suatu filter dengan orde senilai N. Dan rentang
dari frekuensi cut-off atau koefisien filter adalah antara 0
sampai 1.
C. Percobaan Desain dan Simulasi Filter FIR2

Gambar 5.C.2. Plot Sinyal dengan Orde 128


% deklarasi  MATLAB dapat memproses script diluar perintah
>>f = [0 0.1 0.15 1]; % frekuensi sinyal yang disediakan MATLAB seperti Notepad dan teks
>> m = [1 1 0 0]; % magnitud editor lainnya. Yang berguna jika ada kesalahan
dalam penulisan dapat diedit hanya pada bagian yang
% rumus fungsi salah dan tidak harus mengulang dari awal.
>> b = fir2(16,f,m); % fungsi fir2 dengan orde 16

% tampilan REFERENSI
>> plot(b); % plot
[1] Hutabarat, Mervin T. 2016. “Petunjuk Praktikum Pengolahan Sinyal
>> freqz(b); % frekuensi respon Digital”. Institut Teknologi Bandung.
[2] Amelinda, Rosana Dewi. 2015. “Laporan Praktikum Pengolahan Sinyal
% rumus fungsi Digital”. Institut Teknologi Bandung.
>> c = fir2(128,f,m); % fungsi fir2 dengan orde 128 [3] http://elista.akprind.ac.id/upload/files/1585_Modul4.pdf
(diakses pukul 22:32 tanggal 21 November 2017)
% tampilan [4] http://bima.lecturer.pens.ac.id/materi%20praktikum%20d
>> plot(c); % plot sp/ps5_fir.pdf (diakses pukul 22:32 tanggal 21 November
>> freqz(c); %frekuensi respon 2017)

Percobaan ketiga ini melakukan perancang filter sesuai


gambar yang telah diberikan, sebagai berikut:

Gambar 5.C.3. Respon Frekuensi Sinyal Lowpass Filter

sesuai dengan gambar di atas terdapat variabel yang bernila


yaitu frekuensi dan gain atau magnitude. Rumus fungsi fir2
pada MATLAB adalah b = (N,f,m); dimana N adalah orde, f
adalah frekuensi dan M adalah magnitude. Dan penulisan
seperti script yang ada di atas.
Fungsi fir2 tidak jauh berbeda dengan fir1. Jika fir1
menggunakan metode windowing untuk dapat merancang
sebuah filter maka fir2 menggunakan metode sampling untuk
merancang sebuah filter.
D.P ercobaan Membuat m-file untuk Melakukan Pem-filter-an
Percobaan keempat praktikan belum bisa menyelesaikan,
dan belum dapat membuat script pada editor teks yang dapat
di run pada software MATLAB.

VI. SIMPULAN
 Penggunaan sistem help pada MATLAB adalah untuk
mengetahui command dan syntax dasar MATLAB
agar terhindar dari kesalahan penulisan.
 Praktikan dapat mendesain filter menggunakan
MATLAB.
 Mengetahui perbedaan fir1 dan fir2, yaitu fir1
membuat/mendesain filter dengan metode window
dan fir2 menggunakan metode sampling