Anda di halaman 1dari 3

LAMPIRAN A

APLIKASI DI DALAM INDUSTRI

“Identifikasi Cepat Bakteri Pathogen Menggunakan PCR Dan Pengujian Yang


Berdasarkan Micro-Array”

Diagnosis konvensional dari infeksi bakteri terutama yang berdasarkan pada


pengujian yang berbasis budidaya. Hasil diagnosis dari budidaya ini biasanya dalam
seari ataupun dalam beberapa kasus sampai seminggu setelah pengambilan sampel.
Lalu, budidaya bakteri tidak selalu berhasil dalam laboratorium. beberapa kegagalan
dapat terjadi karena kondisi kultur yang tidak cocok dan metode untuk spesies
bakteri yang masih dipertanyakan. Atau, wadah bersangkutan yang bersangkutan
dalam penelitian mungkin telah menerima terapi antimikroba sebelumnya. Metode
molekuler berdasarkan amplifikasi asam nukleat dan hibridisasi bertujuan untuk
menghindari masalah dan mempercepat prosedur diagnostik. Dalam metode tersebut,
pathogen secara simultan terdeteksi dan diidentifikasi, dihasilkanlah diagnosis yang
lebih cepat dari yang diperoleh dengan metode kultur konvensional dan juga
menghindari tes untuk kultur tambahan. Diagnostik ini juga dapat mengurangi
penggunaan antimikroba yang memungkinkan beralih ke pengobatan cepat yang
paling optimal, sehingga mengurangi efek samping dan biaya.
Micro-array memungkinkan untuk pendeteksian berdasarkan hibridisasi dari
beberapa target dalam suatu eksperimen. Array sebagian besar telah digunakan
dalam “gene expression profiling”. Namun, penggunaan microarray pada diagnosis
mikroba baru baru ini ditinjau oleh bodrossy dan sessitsch. penulis menggunakan
metode Polymerase Chain Reaction BroadRange (PCR) metode, yaitu utamanya
berdasarkan pengenalan urutan gen pelindung yang berisikan molekul penting.
Metode PCR luas jangkauan bakteri yang paling umum digunakan utamanya
mengenali urutan DNA yang dilindungi gen bakteri yang berisikan RNA ribosom
(rRNA 16S atau 23S). Namun, masalah resolusi terjadi pada saat genus dan atau
spesies menjadi bertingkat saat perbedaan antara spesies bakteri erat terkait semata-
mata dari susunan 16S rDNA yang melindungi. Selain itu, susunan seluruh gen 16S
rRNA direkomendasikan untuk spesiasi mikroba handal. Dalam perbandingan, gen
gyrB untuk membedakan antara spesies bakteri terkait lebih tepat dari pada gen 16S
rRNA, yang membuat gennya lebih cocok untuk identifikasi spesies tersebut [6].
Adapun flowchart dari “Identifikasi Cepat Bakteri Pathogen Menggunakan
PCR Dan Pengujian Yang Berdasarkan Micro-Array”

Mulai

Menyiapkan Sampel

Kultur darah

Resistensi oksasilin

Ekstraksi DNA

Amplifikasi DNA dan pelabelan

Konstruksi micro-array

Hidridisasi dan scanning

Analis data
.

Urutan CNS sampel

Analisis statistik

Selesai

Gambar 1. Flowchart Identifikasi Cepat Bakteri Pathogen Menggunakan PCR Dan


Pengujian Yang Berdasarkan Micro-Array
[6].
[3] Smid, J Eddy, Locrox Christophe, 2013. Microbe-microbe Interaction Mixed
Cultural Food Fermentation. Switzerland. Institute Food Nutrition and Health.
[4] Retnowati, Aquina Aulia. 2007. Uji Potensi Antibakteri Senyawa Yang
Dihasilkan Bakteri Dala Susu Frmentasi Yakult. Universitas Sanata Dharma:
Yogyakarta.
[5] Smathy, Judia Harriet. 2012. Isolation and Identification of Bacteria From
Covered and Uncovered Mobile Phone. Department of Biotechonology:
Chennai.
[6] Jarviden, Rocky. 2012. Identifikasi Cepat Bakteri Pathogen Menggunakan PCR
Dan Pengujian Yang Berdasarkan Micro-Array. Universitas Hasanuddin:
Makassar.