Anda di halaman 1dari 21

8.

Cara Melapor Pasukan mulai melaksanakan perintah


a.Perorangan : Lapor Nama .............. dengan hituangan 1-1, 2-2, 3-2, 4-2 dst.
Umur .............. Tempat tgl lahir Pelaksanaan ;
................Pendidikan Terakhir ..................... 1. Periksa tali sepatu kaki kiri
Alamat .................................... 2. Periksa tali sepatu kaki
Laporan Selesai kanan

b. Beregu / apel : Laporan Siswa Diktama 3. Saku celana bagian kari

.............. Regu ......... Jumlah .........orang 4. Saku celana bagian kanan


Hadir ............ orang,kurang 5. Kopel Rim bagian depan
...................orang, keterangan ........... 6. Kopel Rim bagian belakang
(S,I,T,TK) siap mengikuti ..........................
7. Saku baju kiri (dilihat)
Laporan Selesai.
8. Saku baju kanan (dilihat)
c. Menghadap : Lapor Nama ................ 9. Dek / pangkat dipundak
siap menghadap. bagian kiri (tidak dilihat tapi
Jika selesai menghadap diraba)
“ Menghadap Selesai Laporan Selesai “. 10. Dek / pangkat dipundak
Jika menghadap lebih dari satu orang bagian kanan (tidak dilihat tapi
“Lapor Nama ....................... beserta diraba)
..................... orang siap menghadap”.
11. Topi / pet di pegang pada
ujung topi- satu.... pasukan
PERIKSA KERAPIHAN
kembali kedalam Sikap Sempurna.
Anggota dalam posisi Istirahat setelah
Komando memerintahkan “ Selesai ! “
ada aba- aba dari komando “Periksa
pasukan kembali kedalam posisi istirahat.
Kerapihan !“ pasukan langsung berubah
ke dalam sikap sempurna dan
BUKA TUTUP KEPALA
mengatakan “ Siap... “
Posisi Sikap Sempurna dengan aba – aba
Dilanjutkan komando memerintahkan
“ Buka Tutup Kepala ! “
“ Mulai ! “
Pasukan langsung memegang dengan b) JALAN
Adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang
kedua tangan ujung topi dengan dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
mengatakan “ Siap... “
1) Haluan kanan/kiri … JALAN
Setelah komando memerintahkan 2) Dua langkah ke depan … JALAN
3) Tiga langkah ke kanan … JALAN
“ Mulai ! “ 4) Satu langkah ke belakang … JALAN
Pasukan segera memulai buka tutup Catatan:
Bila gerakan meninggalkan tempat tersebut
kepala ; tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba
pelaksanaan harus didahului dengan aba-aba
peringatan: Maju …
JIKA ATASAN/KOMANDAN BERTANYA
“ ............... Jelas ! “ anggota menjawab
1) Maju … JALAN
“ Siap Jelas “ (Posisi dalam sikap 2) Haluan kanan/kiri maju … JALAN
sempurna) 3) Hadap kanan/kiri maju … JALAN
4) Melintang kanan/kiri maju … JALAN
“ ........ Mengerti ! “ anggota menjawab c) MULAI
“ Siap Mengerti “(Posisi dalam sikap Adalah untuk dipakai pada pelaksanaan
perintah yang harus dikerjakan berturut-
sempurna)
turut.
“ ...... Ass. Wr. Wb ! “ anggota menjawab Contoh:
“ Walaikum Salam “(Posisi dalam sikap 1) Hitung … MULAI
2) Berbanjar/bersaf kumpul … MULAI
sempurna) Cara memberi aba-aba:
a. Pada waktu memberi aba-aba, pemberi
Haluan Kiri / Kanan aba-aba pada dasarnya harus berdiri dalam
Merubah bentuk tapi tidak merubah sikap sempurna dan menghadap pasukan.
b. Apabila aba-aba yang diberikan itu
arah barisan berlaku pula untuk si pemberi aba-aba, maka
pada saat memberi aba-aba tidak menghadap
Melintang pasukan.
Barisan merubah arah tapi tidak Contoh:
Saat Komandan Upacara (Dan Up)
merubah bentuk mengistirahatkan pasukan untuk menerima
amanat dari Inspektur Upacara (Irup): Untuk
1) Jalan ditempat … GERAK amanat, istirahat ditempat … GERAK
2) Siap … GERAK c. Dalam rangka menyiapkan pasukan pada
3) Hadap kanan … GERAK saat Irup memasuki lapangan upacara dan
4) Hormat kanan … GERAK setelah amanat Irup selesai , Dan Up tidak
5) Pundak kiri senjata … GERAK (sedang berjalan menghadap pasukan.
dari sandang senjata)
d. Pada taraf permulaan latihan , aba-aba
6) Hormat … GERAK
yang ditujukan kepada pasukan yang sedang
bergerak (berjalan/berlari), aba-aba
pelaksanaannya harus selalu bertepatan
dengan jatuhnya salahsatu kaki tertentu yang
pelaksanaan geraknya dilakukan dengan
tambahan : satu langkah pada waktu berjalan
atau tiga langkah pada waktu berlari.
Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan
dapat diberikan bertepatan dengan jatuhnya
kaki yang berlawanan yang pelaksanaan
gerakannya dilakukan dengan tambahan dua
langkah pada waktu berjalan atau empat Lanjut ke konten
 Beranda
langkah pada waktu berlari, kemudian
 About
berhenti atau maju dengan mengubah bentuk ← PANCASILA
dan arah pada pasukan. FOTO →
e. Semua aba-aba diucapkan dengan suara
nyaring, tegas dan bersemangat PBB militer
f. Pemberian aba-aba petunjuk yang Posted on September 16, 2010by yoga69
dirangkaikan dengan aba-aba peringatan dan PERATURAN BARIS – BERBARIS (
pelaksanaan, pengucapannya tidak diberi
nada. PBB )
g. Pemberian aba-aba peringatan wajib
diberi nada pada suku kata pertama dan 1. ABA – ABA
terakhir. Nada suku kata terakhir diucapkan
lebih panjang menurut besar kecilnya
1. A. Pengertian
pasukan. Aba-aba pelaksanaan senantiasa
diucapkan deengan cara yang Suatu perintah yang di berikan oleh
di“hentakkan”. seorang Komandan kepada pasukannya,
h. Waktu antara aba-aba peringatan dengan untuk dilaksanakan secara serentak atau
aba-aba pelaksanaan diperpanjang sesuai berturut-turut.
dengan besar kecilnya pasukan dan atau
tingkatan perhatian pasukan (konsentrasi
perhatian). Dilarang memberikan 1. B. Macam aba – aba
keterangan-keterangan lain di sela-sela aba- A. 1. Aba – aba petunjuk
aba pelaksanaan. Digunakan bila perlu untuk menegaskan
Yoga's Blog maksud dari aba–aba peringatan /
pelaksanaan
Just another WordPress.com site

Contoh :

 Kepada pemimpin upacara –


Hormat – GERAK
 Untuk amanat – Istirahat di di dahului dengan aba-aba peringatan ”
tempat – GERAK maju ”.
1. 2. Aba – aba peringatan Contoh :
Inti perintah yang cukup jelas untuk
dilaksanakan tanpa ragu – ragu.  Maju – JALAN
 4 Langkah kedepan – JALAN
Contoh : 1. c. MULAI
Untuk pelaksanaan perintah yang harus
 Lencang kanan – GERAK di kerjakan berturut-turut.
 Istirahat di tempat – GERAK
1. 3. Aba – aba pelaksanaan Contoh :
Ketegasan mengenai saat untuk
melaksanakan aba – aba petunjuk /  Berhitung – MULAI
peringatan dengan serentak atau 1. C. Cara memberi aba-aba
berturut – turut. a) Waktu memberi aba – aba,
pemberi aba – aba harus berdiri dalam
Aba – aba yang dipakai : sikap sempurna dan menghadap
pasukan, terkecuali dalam keadaan yang
1. a. GERAK tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
Untuk gerakan – gerakan tanpa
meninggalkan tempat menggunakan b) Apabila aba-aba itu berlaku
kaki atau anggota tubuh lain baik dalam juga untuk si pemberi aba-aba, maka
berhenti maupun berjalan. pemberi aba-aba terikat pada tempat
yang telah ditentukan untuknya dan
Contoh : tidak menghadap pasukan.

 Hormat – GERAK Contoh: Kepada Pembina Upacara –


 Lencang kanan – GERAK hormat – GERAK
 Istirahat ditempat – GERAK
1. b. JALAN Pelaksanaanya :
Untuk gerakan-gerakan kaki yang
dilakukan dengan meninggalkan  Pada waktu memberikan aba-aba
tempat. menghadap ke arah yang diberi
hormat sambil melakukan
Catatan : Bila gerakan meninggalkan gerakan penghormatan bersama-
tempat itu tidak terbatas jaraknya, maka sama dengan pasukan.
 Setelah penghormatan selesai h) Bila pada suatu bagian aba-aba
dijawab / dibalas oleh yang diperlukan pembetulan maka dilakukan
menerima penghormatan, maka perintah ULANG !
dalam keadaan sikap sedang
memberi hormat si pemberi aba- Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap
aba memberikan aba-aba tegak : GERAK
GERAK dan kembali ke sikap 1. GERAKAN PERORANGAN
sempurna. TANPA SENJATA / GERAKAN
c) Pada taraf permulaan aba-aba DASAR
yang ditunjukan kepada pasukan yang 1. Sikap Sempurna
sedang berjalan / berlari, aba-aba
pelaksanaan gerakannya ditambah 1 1. a. Aba – aba
(satu) langkah pada waktu berjalan, “ Siap – GERAK “
pada waktu berlari ditambah 3 (tiga)
langkah. 1. b. Pelaksanaan
 Badan / tubuh berdiri tegap,
 Pada taraf lanjutan, aba-aba kedua tumit rapat, kedua kaki
pelaksanaan dijatuhkan pada kaki merupakan sudut 60o.
kanan ditambah 2 (dua) langkah  Lutut lurus, paha rapat, berat
untuk berjalan / 4 (empat) badan dikedua kaki.
langkah untuk berlari.  Perut di tarik sedikit, dada
d) Aba-aba diucapkan dengan dibusungkan, pundak di tarik ke
suara nyaring-tegas dan bersemangat. belakang dan tidak di naikkan.
 Lengan rapat pada badan,
e) Aba – aba petunjuk dan pergelangan tangan lurus, jari
peringatan pada waktu pengucapan tangan menggenggam tidak
hendaknya diberi antara. terpaksa seperti sedang meremas
santan, rapat di paha.
f) Aba-aba pelaksanaan pada  Ibu jari segaris dengan jahitan
waktu pengucapan hendaknya celana.
dihentakkan.  Leher lurus, dagu di tarik, mulut
di tutup, gigi rapat, mata lurus ke
g) Antara aba-aba peringatan dan depan, bernafas wajar.
pelaksanaan hendaknya diperpanjang 2. Istirahat
disesuaikan dengan besar kecilnya
pasukan. 1. a. Aba – aba
“ Istirahat di tempat – GERAK “  Jari – jari menyentuh bahu orang
yang di sebelah kanan.
1. b. Pelaksanaan  Badan tetap lurus kedepan
 Kaki kiri dipindahkan kesamping Catatan :
kiri, sepanjang telapak kaki ( ± 30 1. Bila bersaf tiga, saf tengah &
cm ). belakang, kecuali penjuru, setelah
 Tangan menggenggam. meluruskan ke depan, ikut pula
 Kedua belah tangan dibawa memalingkan muka ke samping dengan
kebelakang di bawah pinggang, tidak mengangkat tangan.
punggung tangan kanan diatas
telapak tangan kiri, tangan kiri 2. Penjuru saf tengah dan belakang,
memegang pergelangan tangan mengambil antara kedepan setelah lurus
kanan diantara ibu jari dan menurunkan tangan.
telunjuk serta kedua lengan di
lemaskan. 3. Pada aba-aba : ” Tegak GERAK ”,
 Dapat bergerak semua dengan serentak menurunkan
3. Lencang kanan/kiri lengan dan memalingkan muka kembali
ke depan.
1. a. Hanya dalam bentuk shaf
2. b. Aba – aba 4. Setengah Lengan Lencang kanan
“ Lencang Kanan / Kiri – GERAK “
1. a. Aba – aba
1. c. Pelaksanaan “ Setengah Lencang Kanan – GERAK “
 Mengangkat tangan kanan/kiri
lurus ke samping, jari – jari 1. b. Pelaksanaan
tangan kanan/kiri menggenggam,  Seperti pelaksanaan lencang
punggung tangan menghadap ke kanan, tetapi tangan kanan di
atas, ketika tangan diangkat pinggang ( bertolak pinggang )
tangan tidak boleh bengkok, harus dengan siku menyentuh lengan
lurus. orang yang berdiri di sebelahnya.
 Bersamaan dengan ini kepala di  Pergelanggan tangan lurus, ibu
palingkan ke kanan/kiri, kecuali jari di sebelah belakang dan
penjuru kanan/kiri. empat jari lainnya rapat satu
 Masing – masing meluruskan diri, sama lain di sebelah depan.
hingga dapat melihat dada orang-  Pada aba – aba “ tegak gerak
orang di sebelah kanan. “ semua dengan serentak
menurunkan lengan dan penjuru menyebut nomor, sambil
memalingkan muka kembali ke memalingkan muka ke depan.
depan.  Jika berbanjar, semua dalam
1. Lencang Depan keadaan sikap sempurna.
1. a. Hanya dalam bentuk  Pada aba – aba pelaksanaan,
banjar mulai penjuru kanan depan
2. b. Aba – aba berturut – turut ke belakang.
“ Lencang Depan – GERAK “  Penyebutan nomor di ucapkan
penuh.
1. c. Pelaksanaan 1. PERUBAHAN ARAH
 Penjuru tetap sikap sempurna. 1. Hadap kanan/kiri
 Nomor dua dan seterusnya
meluruskan kedepan dengan 1. a. Aba-aba
mengangkat tangan ke depan. ” Hadap kanan / kiri – GERAK ”
 Lengan kanan lurus, tangan
menggenggam, punggung tangan 1. b. Pelaksanaan
menghadap ke atas, mengambil  Kaki kiri / kanan melintang di
jarak satu lengan ditambah dua depan kaki kanan / kiri, lekuk
kepal. kaki kiri / kanan berada di ujung
 Masing – masing meluruskan kaki kanan / kiri, berat badan
barisan hingga pandangan lurus berpindah ke kaki kanan / kiri,
dengan tengkuk leher orang yang badan tetap menghadap kedepan.
ada didepannya  Tumit kaki kanan / kiri dengan
 Pada aba – aba “ tegak gerak “, badan di putar ke kanan/kiri 900.
semua tangan dengan serentak  Kaki kiri / kanan di rapatkan
kembali ke sikap sempurna. kembali seperti sikap
6. Berhitung sempurna.
 Tangan tidak melenggang.
1. a. Aba – aba 2. Hadap serong kanan/kiri
“ Hitung – MULAI “
1. b. Pelaksanaan 1. a. Aba-aba
 Jika bersaf, penjuru tetap melihat ” Hadap serong kanan / kiri – GERAK ”.
ke depan, saf depan memalingkan
muka ke kanan. 1. b. Pelaksanaan
 Pada aba – aba pelaksanaan,  Kaki kiri / kanan di ajukan ke
berturut – turut mulai dari depan, sejajar dengan kaki kanan
/ kiri, badan tetap menghadap : TUTUP BARISAN
kedepan.
 Kaki kanan/kiri dan badan 1. a. Aba – aba
diputar arah 45o ke kanan / kiri. ” Tutup Barisan – JALAN ”
 Kaki kiri / kanan di rapatkan
kembali kekaki kanan / kiri. 1. b. Pelaksanaan
 Tangan tidak melenggang. Regu kanan dan kiri, masing-
3. Balik kanan masing membuat satu langkah ke
samping kanan / kiri, sedangkan
1. a. Aba-aba regu tengah tetap.
” Balik kanan – GERAK ” : BUBAR BARISAN

1. b. Pelaksanaan 1. a. Aba-aba
 Kaki kiri di ajukan melintang ” Bubar – JALAN ”
(lebih dalam dari hadap kanan) di
depan kaki kanan, badan tetap 1. b. Pelaksanaan
lurus didepan ( kaki membentuk 1. Memalingkan muka ke arah
huruf T ). komandan dan memberi hormat ( sesuai
 Tumit kaki kanan beserta badan PPM ).
di putar ke kanan 1800.
 Kaki kiri di rapatkan pada kaki 2. Setelah di balas, kembali bersikap
kanan. sempurna, balik kanan, menghitung dua
 Tidak ada aturan balik kiri. hitungan dalam hati, mengayuhkan kaki
 Tangan tidak melenggang. kiri ke depan dengan hentakan
1. BUBAR, MEMBUKA & bersamaan dengan itu lengan kanan di
MENUTUP BARISAN ayun setinggi pundak kemudian bubar.
: BUKA BARISAN
1. GERAKAN BEKUMPUL
1. a. Aba – aba 1. Berhimpun
” Buka Barisan – JALAN ” 1. a. Aba-aba
” Berkumpul – MULAI ”
1. b. Pelaksanaan
Regu kanan dan kiri, masing- 1. b. Pelaksanaan
masing membuat satu langkah ke  Semua anggota datang di depan
samping kanan / kiri, sedangkan Komandan dengan berdiri bebas,
regu tengah tetap. dengan jarak tiga langkah
 Bentuk mengikat, jumlah saf tidak selanjutnya menuju tempat
mengikat. masing – masing.
1. c. Cara Melatih Berhimpun v. Pada saat datang di depan
A. Apabila seorang pelatih/komandan serta
pelatih/komandan ingin kembali tidak
mengumpulkan anggota menyampaikan
bawahannya secara bebas, penghormatan.
maka pelatih/komandan vi. Yang dimaksud berhimpun
memberikan aba – aba adalah semua anggota
berhimpun = MULAI. datang didepan komandan
B. Pelaksanaan dengan berdiri bebas,
i. Pada waktu aba – aba dengan jarak 3 langkah.
peringatan, seluruh Catatan :
anggota mengambil sikap
sempurna dan menghadap Bentuknya mengikat hanya jumlah shaf
kepada yang memberi aba tidak mengikat.
– aba.
ii. Pada waktu aba – aba 2. Berkumpul
pelaksanan, seluruh
anggota mengambil sikap 1. a. Berkumpul bersaf
untuk lari, selanjutnya lari 2. b. Aba-aba
maju di depan ” Bersaf kumpul – MULAI ”
pelatih/komandan dimana
ia berada dengan jarak 3 1. c. Pelaksanaan
langkah.  Pelatih menunjuk seorang
iii. Pada waktu datang di anggota sebagai penjuru,untuk
depan pelatih/komandan berdiri kurang lebih 4 langkah di
mengambil sikap depannya.
sempurna kemudian  Anggota lainnya berdiri di
langsung mengambil sikap samping kiri penjuru dan
istirahat. berturut-turut meluruskan diri (
iv. Setelah ada aba – aba “ lencang kanan ).
SELESAI “ seluruh anggota  Penjuru melihat ke kiri, setelah
mengambil sikap lurus, memberi isyarat dengan
sempurna, balik kanan perkataan ” Lurus”
 Pada isyarat ini semua anggota sebagai penjuru ( Bila penjuru
menurunkan tangan dan kembali bernama Hartono dan berpangkat
bersikap sempurna. Sahabat ).
 Bila bersenjata, sebelum  Penjuru mengambil sikap
meluruskan, letakan senjata di sempurna dan menghadap penuh
pundak kiri terlebih dahulu. kepada yang memberi perintah,
3. Berkumpul Berbanjar selanjutnya mengulangi perintah
1. a. Aba- aba sebagai berikut : “ Siap saudara
” Berbanjar kumpul – MULAI ” Hartono sebagai penjuru “.
 Penjuru mengambil sikap untuk
1. b. Pelaksanaan lari, kemudian lari menuju tempat
 Pelatih menunjuk seorang komandan/pelatih yang memberi
anggota sebagai penjuru untuk perintah.
berdiri kurang lebih 4 langkah di  Apabila bersenjata, mengambil
depannya. sikap dengan bersenjata
 Anggota lainya berdiri di belakang kemudian lari menuju tempat
penjuru dan berturut-turut komandan/pelatih yang memberi
meluruskan diri. perintah langsung pundak kiri
 Anggota yang paling belakang, senjata.
melihat ke depan setelah lurus  Pada aba – aba peringatan “
memberi isyarat dengan bershaf/berbanjar kumpul “,
perkataan ” Lurus ”. maka anggota lainnya mengambil
 Pada isyarat ini semua anggota sikap senpurna dan menghadap
menurunkan lengannya dan penuh kepada komandan/pelatih.
kembali ke sikap sempurna.  Pada aba – aba pelaksanaan
 Bila bersenjata sebelum anggota lainnya dengan serentak
meluruskan, letakkan senjata di mengambil sikap lari menuju di
pundak kiri terlebih dahulu. samping kiri/belakang penjuru
1. c. Cara Melatih Berkumpul dan berturut – turut meluruskan
 Komandan/Pelatih menunjuk diri.
salah seorang anggota untuk  Bila bersenjata, mengambil sikap
berdiri kurang lebih 4 langkah di dengan senjata kemudian lari
depannya, orang ini dinamakan menuju disamping kiri/belakang
penjuru. penjuru dan berturut – turut
 Komandan/pelatih memberikan meluruskan diri.
perintah : Sahabat Hartono
 Cara meluruskan diri kesamping ( pasukan serentak menurunkan
bila bershaf ) sebagai berikut : lengan kanan dan kembali ke
Meluruskan tangan kesamping sikap sempurna.
dengan lengan kanan di genggam,  Apabila bersenjata, maka setelah
punggung tangan menghadap menegakkan tangan kanannya
keatas, kepala dipalingkan kemudian dengan serentak tegak
kekanan dan meluruskan diri senjata.
hingga dapat melihat dada orang  Jika jumlah 9 orang atau lebih
– orang yang berada disebelah maka selalu 3 berbanjar atau 3
kanannya. Penjuru yang ditunjuk bershaf, jika kurang dari 9 orang
pada waktu berkumpul melihat maka berbaris 1
kekiri, setelah barisan terlihat berbanjar/bershaf.
lurus maka penjuru memberikan 1. MENINGGALKAN BARISAN
isyarat perkataan “ LURUS “. A. A. Bila pelatih
 Pada isyarat ini penjuru melihat memberikan perintah
kedepan serta yang lain serentak kepada anggota dalam
menurunkan lengan kanan, barisan
melihat kedepan dan kembali 1. Terlebih dahulu anggota tersebut di
bersikap sempurna. Bila panggil keluar dari barisan.
bersenjata, maka senjata
dipundak kiri dan ditegakkan 2. Perintah di berikan bila anggota telah
serentak. berdiri dalam sikap sempurna.
 Cara meluruskan diri kedepan (
bila berbanjar adalah sebagai 3. Yang menerima perintah harus
berikut : meluruskan lengan mengulangi perintah tersebut.
kanannya kedepan, tangan
digenggam, punggung tangan 4. Tata cara keluar menyampaikan
menghadap ketas, dan mengambil laporan dan penghormatan apabila
satu lengan ditambah 2 kepal dari dalam berisan :
orang di depannya dan
meluruskan kedepan. Setelah  Komanda/atasan memanggil
yang paling belakang / banjar sahabat bagus “ saudara Bagus
paling kanan melihat barisannya tampil kedepan” kemudian keluar
sudah lurus, maka ia memberi kata – kata “ siap saudara Bagus
isyarat dengan mengucapkan tampil kedepan “ kemudian keluar
“LURUS“. Pada isyarat ini barisan dan menghadap kurang
lebih 6 langkah di depan 3. Menyampaikan maksudnya.
komadan/atasan yang
memanggil. 4. Setelah mendapat izin, ia keluar dari
 Kemudian menghormat sesuai barisan tanpa menunggu anggota
PPM, setelah menghadap lainnya.
mengucapkan kata – kata “ Lapor
siap menghadap “ Selanjutnya 5. Setelah kembali maka harus laporan
menunggu perintah. kepada Pembina/komandan kemudian
 Setelah mendapat peritah / PPM.
petunjuk mengulangi perintah
tersebut 1. PERIKSA KERAPIAN
Contoh : Aba – aba : Periksa Kerapian = MULAI

“ Berikan aba – aba ditempat” 1. Periksa kerapian dimaksudkan


mengulang “ Berikan aba – aba di untuk merapikan perlengkapan
tempat” Selanjutnya melaksanakan yang dipakai anggota pada saat itu
perintah yang diberikan oleh dan pasukan dalam keadaan
komandan/pelatih. istirahat.
2. Pelaksanaan :
 Setelah selesai melaksanakan  Pada aba – aba peringatan
perintah.petunjuk kemudian pasukan secara serentak
menghadap kurang lebih 6 mangambil sikap sempurna.
langkah kedepan  Pada aba – aba pelaksanaan
komandan/pelatih yang dengan serentak
memanggil dan mengucapkan membungkukkan badan masing –
kata – kata “ Memberikan aba – masing, mulai memeriksa atau
aba ditempat telah dilaksanakan, membetulkan perlengkapannya
laporan selesai “ dari bawah ( ujung kaki ) ke atas
1. B. Bila anggota yang akan sampai ketutup kepala.
minta izin  Setelah yakin rapi, masing –
1. Mengambil sikap sempurna dahulu. masing anggota pasukan
mengambil sikap sempurna.
2. Mengangkat tangan kanannya ke  Setelah pelatih / komandan
atas ( tangan di buka jari-jari dirapatkan pasukan melihat semua anggota
). pasukan sudah selesai (sudah
dalam keadaan sikap semprna)
maka pelatih/komandan pasukan selanjutnya berjalan dengan
memberikan aba – aba langkah biasa.
“SELESAI”.  Langkah pertama di lakukan
 Pasukan serentak mengambil dengan melenggangkan lengan
sikap istirahat mereka. kanan ke depan 90olengan kiri
1. PANJANG, TEMPO, MACAM 30o .
LANGKAH  Langkah-langkah selanjutnya
A. Langkah dapat di bedakan sbb lengan atas dan bawah di
: lenggangkan ke depan 45o dan ke
belakang 30°.
anjangnya Tempo
 Dilarang keras berbicara, melihat
0 cm 102 / menit ke kanan / kiri.
0 cm 102 / menit Catatan :
1. Pada waktu berjalan kepala dan
0 cm 30 / menit
badan seperti sikap sempurna.
0 cm 70 / menit
0 cm 70 / menit 2. Waktu mengayunkan kaki ke depan,
0 cm 70 / menit lutut di bengkokan sedikit ( kaki tidak di
seret ).
0 cm 165 / menit

3. Di letakan sesuai dengan jarak yang


MACAM LANGKAH DAN TEMPO di tentukan.
1. Panjang langkah di ukur dari
tumit ke tumit. 4. Langkah kaki seperti jalan biasa.
1. GERAKAN LANGKAH
1. Maju Jalan 5. Pertama tumit di letakan di tanah
selanjutnya seluruh kaki.
1. a. Dari sikap sempurna
A. 1. Aba-aba : ” Maju Jalan ” 6. Lengan berlenggang wajar, lurus ke
B. 2. Pelakasanaan : depan dan belakang.
 Kaki kiri di ayun ke depan, lutut
lurus telapak kaki diangkat sejajar 7. Jari-jari tangan menggenggam
dengan tanah setinggi 15 cm dengan tidak terpaksa, punggung ibu
kemudian di hentakan ke tanah jari menghadap ke atas.
dengan jarak setengah langkah,
2. Langkah Tegap
1. a. Dari sikap sempurna  Langkah pertama di hentakan,
1. Aba-aba : ” Langkah Tegap Maju bersamaan dengan itu tangan
JALAN ” kembali menggenggam.
2. Pelaksanaan : Catatan : Dalam keadaan berjalan,
 Mulai berjalan dengan kaki kiri cukup menggunakan aba-aba
setengah langkah, selanjutnya peringatan : Langkah tegap / biasa jalan
seperti jalan biasa dengan cara pada perubahan langkah, tanpa adanya
kaki di hentakan terus menerus. kata MAJU
 Telapak kaki rapat / sejajar
dengan tanah, lutut lurus, kaki 3. Langkah Perlahan
tidak boleh diangkat tinggi.
 Bersamaan dengan langkah 1. A. Untuk berkabung (
pertama, tangan menggenggam mengantar jenazah ) dalam
hingga jari-jari lurus dan rapat. upacara kemiliteran.
 Lenggang tangan ke depan 900, ke 1. Aba-aba : ” Langkah perlahan maju
belakang 300. JALAN ”
 Kaki tidak boleh diseret. 2. Pelaksanaan :
1. b. Dari Langkah Tegap ke  Kaki kiri di langkahkan ke depan,
Langkah Biasa setelah kaki kiri menapak tanah di
1. Aba-aba : ” Langkah biasa JALAN ” susul dengan kaki kanan di tarik
2. Pelaksanaan : ke depan dan di tahan sebentar di
 Di berikan pada waktu kaki kiri sebelah mata kaki kiri, kemudian
jatuh di tanah di tambah satu di lanjutkan di tapakan di depan
langkah. kaki kiri.
 Kaki dihentakkan.  Tapak kaki pada saat melangkah (
 Kembali ke langkah biasa. menginjak tanah ) tidak di
1. c. Dari langkah biasa ke hentikan.
langkah tegap 1. B. Berhenti dari langkah
1. Aba-aba : ” Langkah Tegap JALAN perlahan
” 1. Aba-aba : ” Henti GERAK ”
2. Pelaksanaan : 2. Pelaksanaan :
 Di berikan pada waktu kaki kiri / Diberikan pada waktu kaki kanan / kiri
kanan jatuh di tanah di tambah jatuh di tanah di tambah satu langkah.
satu langkah. Selanjutnya kaki kanan / kiri di
rapatkan pada kaki kanan / kiri
menurut irama langkah biasa dan selanjutnya lari menurut panjang
kembali sikap sempurna. langkah.
1. b. Dari Langkah Biasa :
4. Langkah 1. Aba-aba : ” Lari – JALAN ”
kesamping/kedepan/kebelakang 2. Pelaksanaan :
 Pada aba-aba peringatan, sama
1. Aba-aba :…….Langkah ke dengan di atas.
samping/Kebelakang/Kedepan –  Pada aba-aba pelaksanaan, di
JALAN berikan pada kaki kanan / kiri
2. Pelaksanaan : jatuh di tanah di tambah satu
 Kaki kanan / kiri di langkahkan ke langkah.
samping / kekanan / kedepan 1. c. Kembali ke langkah Biasa :
sepanjang / sesuai ketentuan. 1. Aba-aba : ” Langkah biasa – JALAN
 Selanjutnya kaki kiri / kanan di ”
rapatkan pada kaki kanan / kiri. 2. Pelaksanaan :
 Badan tetap pada sikap sempurna, Di berikan pada waktu kaki kiri jatuh di
tangan tidak melenggang. tanah di tambah tiga langkah kemudian
 Hanya boleh dilakukan sebanyak berjalan biasa, di mulai dengan kaki kiri
– banyaknya 4 langkah. di hentakan, bersamaan dengan itu
 Khusus untuk langkah ke depan, kedua lengan di lenggangkan.
gerakan dilakukan dengan
langkah tegap. 1. d. Berhenti dari berlari
5. Langkah di waktu lari 1. Aba-aba : ” Henti – GERAK ”
2. Pelaksanaan :
1. a. Dari sikap sempurna : Di berikan pada waktu kaki kanan / kiri
1. Aba-aba : ” Lari Maju – JALAN ” jatuh di tanah di tambah tiga Langkah,
2. Pelaksanaan : selanjutnya kaki di rapatkan, kedua di
 Pada aba-aba peringatan, kedua turunkan, kembali bersikap sempurna.
tangan di kepalkan dengan lemas
di letakan di pinggang sebelah 6. Ganti Langkah
depan dengan punggung tangan
menghadap ke luar, kedua siku 1. Aba-aba : ” Ganti Langkah JALAN ”
sedikit ke belakang. 2. Pelaksanaan :
 Pada aba-aba pelaksanaan, di  Gerakan dapat di lakukan pada
mulai lari dengan menghentakan waktu langkah biasa / tegap.
kaki setengah langkah dan
 Di berikan pada waktu kaki kanan 1. c. Dari Jalan di Tempat ke
/ kiri jatuh di tanah di tambah Langkah Biasa
satu langkah. 1. Aba-aba : ” Maju – JALAN ”
 Ujung kaki kanan / kiri yang 2. Pelaksanaan :
sedang di belakang di rapatkan Di berikan pada waktu kaki kiri jatuh di
dengan tumit kaki sebelahnya. tanah, di tambah satu langkah dan
 Bersamaan dengan itu lenggang mulai berjalan dengan menghentakan
tangan di hentikan tanpa di kaki kiri setengah langkah ke depan.
rapatkan di paha.
 Selanjutnya di sesuaikan dengan 1. d. Dari Jalan di Tempat ke
langkah baru. Berhenti :
 Gerakan ini di lakukan dalam satu 1. Aba-aba : ” Henti – GERAK ”
hitungan. 2. Pelaksanaan :
7. Jalan ditempat Di berikan pada waktu kaki kanan / kiri
jatuh di tanah di tambah satu langkah,
1. a. Dari sikap sempurna selanjutnya kaki kanan / kiri di rapatkan
1. Aba-aba : ” Jalan ditempat – ( Tidak boleh ada gerakan meskipun
GERAK ” barisan atau posisi badan tidak pas )
2. Pelaksanaan :
 Di mulai dengan kaki kiri, lutut 8. Berhenti
berganti – ganti diangkat hingga
paha rata-rata. 1. Aba-aba : ” Henti GERAK ”
 Ujung kaki menuju ke bawah, 2. Pelaksanaan :
tempo langkah sesuai langkah Diberikan pada waktu kaki kanan / kiri
biasa. jatuh ditanah di tambah satu langkah,
 Badan tegak, pandangan lurus ke selanjutnya kaki kanan / kiri dirapatkan.
depan dan lengan di rapatkan
pada badan (tidak melenggang). 9. Hormat kanan/kiri
1. b. Dari Langkah Biasa :
1. Aba-aba : ” Jalan di tempat – Gerak 1. a. Gerakan Hormat kanan /
” kiri
2. Pelaksanaan : 1. Aba-aba : hormat kanan / kiri –
Diberikan pada waktu kaki kanan / kiri GERAK ”
jatuh di tanah, di tambah satu langkah 2. Pelaksanaan :
kemudian jalan di tempat.  Gerakan dilakukan pada waktu
langkah tegap.
 Di berikan pada waktu kaki kanan  Membuat gerakan hadap kanan /
jatuh di tanah di tambah satu kiri.
langkah  Pada hitungan ke tiga kaki kanan
 langkah berikutnya di hentakan. / kiri tidak dirapatkan tetapi
 Bersamaan dengan itu tangan dilangkahkan seperti gerakan
kanan diangkat ke arah pelipis maju jalan.
(PPM) kepala di palingkan dan 1. b. Ke Hadap Serong Kanan /
pandangan mata di arahkan Kiri Maju Jalan
kepada yang di beri hormat 1. Aba-aba : ” Hadap Serong kanan /
sampai 45° hingga ada aba-aba kiri – JALAN ”
”Tegak gerak” 2. Pelaksanaan :
 Penjuru kanan / kiri tetap melihat  Membuat gerakan hadap serong
kedepan untuk memelihara arah. kanan / kiri.
 Lengan kiri tidak melenggang,  Gerakan selanjutnya sama seperti
rapat pada badan, pada waktu diatas.
menyampaikan penghormatan. 1. c. Balik Kanan Maju Jalan
1. b. Gerakan Selesai 1. Aba-aba : ” Balik Kanan maju –
Menghormat JALAN ”
1. Aba-aba : ” Tegak – GERAK ” 2. Pelaksanaan :
2. Pelaksanaan :  Membuat gerakan balik Kanan.
Diberikan pada waktu kaki kanan jatuh  Gerakan selanjutnya sama seperti
di tanah, ditambah satu langkah, di atas.
langkah berikutnya di hentakan. 1. d. Ke Belok Kanan / Kiri
Bersamaan dengan itu lengan kanan Maju Jalan :
maupun kiri kembali melenggang, 1. Aba-aba : ” Belok kanan / kiri maju
pandangan kembali kedepan. – JALAN ”
2. Pelaksanaan :
10. PERUBAHAN ARAH DARI  Penjuru merubah arah 900 ke
BERHENTI KE BERJALAN kanan / kiri dan mulai berjalan ke
arah tertentu.
1. a. Ke Hadap Kanan / Kiri  Anggota lainnya mengikuti.
Maju Jalan : 1. PERUBAHAN ARAH DARI
1. Aba-aba : ” Hadap Kanan / Kiri ” BERJALAN KE BERJALAN
Maju – JALAN ” A. a. Ke Hadap Kanan / Kiri
2. Pelaksanaan : Maju Jalan.
B. b. Ke Hadap Serong e. Tiap – tiap banjar 2 kali belok
Kanan / Kiri Maju Jalan. kanan
C. c. Ke Balik kanan maju 1. Aba-aba : ” Tiap-tiap banjar dua
jalan. kali belok kanan / kiri – JALAN”
1. Aba-aba disesuaikan 2. Pelaksanaan :
2. Pelaksanaan :  Pada saat kaki kanan / kiri jatuh
 Aba-aba pelaksanaan jatuh pada di tanah, di tambah satu langkah.
waktu kaki kanan / kiri jatuh di  Setelah dua langkah berjalan,
tanah, di tambah satu langkah. tiap-tiap banjar melakukan belok
 Melakukan gerakan-gerakan kanan / kiri, pada tempat dimana
hadap kanan / kiri hadap serong aba – aba di berikan.
kanan / kiri, balik kanan.  Perubahan arah 180°.
 Gerakan selanjutnya, pada 1. PERUBAHAN ARAH DARI
hitungan ke tiga kaki kanan / kiri BERJALAN KE BERHENTI
tidak dirapatkan, tetapi 1. Ke hadap kanan / kiri berhenti
dilangkahkan. 1. Aba-aba : Hadap kanan / kiri –
1. d. Ke Belok Kanan / Kiri henti GERAK
1. Aba-aba : ” Belok kanan / Kiri – 2. Ke hadap serong kanan / kiri
JALAN ” berhenti
2. Pelaksanaan : 1. Aba-aba : Hadap serong kanan /
 Pada saat kaki kanan / kiri jatuh kiri henti GERAK
di tanah, ditambah satu langkah. 3. Ke balik kanan berhenti
 Penjuru depan merubah arah 1. Aba –aba : Balik kanan henti –
900 ke kanan / kiri dan mulai GERAK
jalan ke arah yang baru. 1. 2. Pelaksanaan :
 Anggota lainnya mengikuti.  Aba-aba pelaksanaan jatuh pada
d. 2 kali belok kanan kaki kanan / kiri jatuh di tanah, di
1. Aba-aba : ” Dua kali belok kanan / tambah satu langkah
kiri – JALAN ”  Melakukan hadap kanan / kiri,
2. Pelaksanaan : hadap serong kanan / kiri, balik
 Pada saat kaki kanan / kiri jatuh kanan.
di tanah, di tambah satu langkah.  Pada hitungan ketiga, kaki kanan
 Setelah dua langkah berjalan, / kiri di rapatkan, kembali ke
kemudian melakukan gerakan sikap sempurna.
belok kanan / kiri – jalan. 1. MELINTANG & HALUAN
KANAN/KIRI
1. A. HALUAN KANAN/KIRI  Pada saat kaki kanan / kiri jatuh
Gerakan haluan hanya dalam bentuk di tanah, di tambah satu langkah.
bersaf, guna merubah arah tanpa  Setelah penjuru kanan/kiri
merubah bentuk. melihat safnya telah lurus, ia
memberi isyarat ”LURUS”.
1. a. Berhenti ke Berhenti  Pelatih memberi aba-aba ” Henti
1. Aba-aba : ” Haluan Kanan / kiri – – Jalan ”.
JALAN ” 1. d. Berjalan ke Berjalan
2. Pelaksanaan : 1. Aba-aba : ” Haluan kanan / kiri
 Pada aba-aba pelaksanaan, maju – Jalan ”
penjuru kanan / kiri jalan di 2. Pelaksanaan :
tempat, dengan merubah arah  Pada saat kaki kanan / kiri jatuh
secara perlahan-lahan sampai di tanah, di tambah satu langkah.
90°.  Setelah penjuru kanan/kiri
 Bersamaan dengan ini saf mulai melihat safnya telah lurus, ia
maju, sambil meluruskan safnya, memberi isyarat ”LURUS”.
hingga merubah arah 90°,  Pelatih memberi aba-aba ” Maju –
kemudian berjalan di tempat. Jalan ”
 Setelah penjuru kanan / kiri  Seluruhnya melaksanakan
melihat safnya telah lurus, ia berjalan.
memberi isyarat ” LURUS ”. B. MELINTANG KANAN / KIRI
 Kemudian Komandan memberi
aba-aba Henti – Gerak. Gerakan ini di lakukan dalam bentuk
b. Berhenti ke Berjalan berbanjar, guna merubah bentuk
1. Aba-aba : ” Haluan kanan / kiri pasukan menjadi bersaf dengan arah
maju – Jalan ” tetap.
2. Pelaksanaan :
 Gerakan seperti tersebut di atas a. Berhenti ke Berhenti
 Setelah aba-aba ” Maju – Jalan ” , 1. Aba-aba : ” Melintang kanan / kiri
pasukan mulai berjalan.( aba-aba – Jalan ”
di berikan Komandan ). 2. Pelaksanaan :
c. Berjalan ke Berhenti Setelah aba-aba pelaksanaan,
1. Aba-aba : ” Haluan kanan / kiri – melakukan gerakan hadap kanan / kiri,
jalan ” kemudian barisan mebuat gerakan
2. Pelaksanaan : Haluan kiri / kanan.
1. b. Berhenti ke Berjalan 2. Peraturan Baris Berbaris –
1. Aba-aba : Melintang kanan / kiri Pusdiklat TNI-AD
maju – Jalan ” Baris berbaris memegang peranan
2. Pelaksanaan : penting dalam palaksanaan pengibaran
 Setelah aba-aba pelaksanaan, Bendera Sang Merah Putih
melakukan gerakan hadap kanan
/ kiri kemudian barisan membuat Derap langkah yang tegas dan kompak
gerakan haluan kanan / kiri. akan sangat mempengaruhi jiwa dan
 Setelah beri aba-aba Maju – semangat Paskibraka
Jalan, barisan malakukan gerakan
maju jalan. untuk melaksanakan tugas.
1. c. Berjalan ke Berjalan
1. Aba-aba : ” Melintang Kanan / kiri Kekompakan anggota Paskibraka
Maju-Jalan ” tercermin
2. Pelaksanaan :
 Setelah aba-aba pelaksanaan dan dari sikap disiplin
ditambah satu langkah barisan
melakukan hadap kanan/kiri dalam melaksanakan baris berbaris dan
kemudian haluan kiri / kanan. membentuk formasi
 Setelah beri aba-aba Maju –
Jalan, barisan malakukan gerakan
maju jalan.
1. d. Berhenti ke Berhenti
Tentang yoga69
1. aba-aba : ” Melintang kanan / kiri –
am a men
Jalan ” Lihat semua pos dari yoga69 →
2. Pelaksanaan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized.
 Setelah aba-aba pelaksanaan dan Tandai permalink.
ditambah satu langkah, barisan
← PANCASILA
melakukan hadap kanan/kiri FOTO →
kemudian haluan kiri / kanan. Tinggalkan Balasan
 Setelah aba-aba Henti – Gerak,
seluruhnya kembali ke sikap
sempurna.
Sumber/ Referensi :
1. Pedoman Penyelenggaraan
Paskibraka – Depdiknas.
lapangan, misal: MAJU, IKUT,
BERHENTI, LURUSKAN, LURUS.

Cari

 Tulisan Terakhir
 Video
 FOTO
 PBB militer
 PANCASILA
 Hello world!
 Komentar Terbaru

Mr WordPress di Hello world!


 Arsip
 September 2010
 Kategori
 Uncategorized
 Meta
 Daftar
 Masuk
 RSS Entri
 RSS Komentar
 WordPress.com
Yoga's Blog
Blog di WordPress.com.

 Ikuti

i. Bila ada suatu bagian aba-aba yang
diperlukan pembetulan, maka
dikeluarkan perintah “ulangi”.
Contoh:
Dua langkah ke kanan … Ulangi …
Satu langkah ke kanan … JALAN
j. Gerakan yang tidak termasuk aba-
aba tetapi yang harus dijalankan
pula, dapat diberikan petunjuk-
petunjuk dengan suara yang nyaring,
tegas dan bersemangat.
Biasanya dipakai pada waktu di