Anda di halaman 1dari 4

DEFINISI

Gastritis adalah proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung.
Secara histopologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel-sel radang pada daerah
tersebut. Gastritis adalah salah satu penyakit yang paling banyak dijumpai di klinik penyakit
dalam pada umumnya (Hirlan, 2006). Gastritis dapat diakibatkan oleh ketidakteraturan diet,
misalnya mengonsumsi terlalu banyak dan cepat atau mengonsumsi makanan yang terlalu
berbumbu atau terinfeksi oleh penyebab yang lain seperti alkohol, aspirin, refluks empedu
atau terapi radiasi (Brunner and Suddart, 2002).

Gastritis atau lebih dikenal sebagai magh berasal dari bahasa yunani yaitu gastro,
yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan. Gastritis adalah suatu
keadaan peradangan atau peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronis, difus dan
lokal. Ada dua jenis gastritis yang terjadi yaitu gastritis akut dan kronik (Price dan Wilson,
2005). Gastritis akut adalah kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda gejala
yang khas, biasanya ditemukan sel inflamasi akut dan neutrofil. Sedangkan gastritis kronik
merupakan suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun, yang
disebabkan oleh ulkus dan berhubungan dengan Helicobacter pylori (Mansjoer, 2001).

EPIDEMIOLOGI

Menurut World Health Organization (WHO), insiden gastritis di dunia sekitar 1,8-2,1
juta dari jumlah penduduk setiap tahunnya, di Inggris (22%), China (31%), Jepang (14,5%),
Kanada (35%), dan Perancis (29,5%). Di Asia Tenggara sekitar 583.635 dari jumlah
penduduk setiap tahunnya. Gastritis biasanya dianggap sebagai suatu hal yang remeh namun
gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan seseorang.
Persentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8%, dan angka
kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396
kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk (Gustin, 2011).

Penelitian dan pengamatan yang dilakukan oleh Depertemen Kesehatan RI angka


kejadian gastritis di beberapa kota di Indonesia yang tertinggi mencapai 91,6% yaitu di kota
Medan, lalu di beberapa kota lainnya seperti Surabaya 31,2%, Denpasar 46%, Jakarta 50%,
Bandung 32,5%, Palembang 35,3%, Aceh 31,7% dan Pontianak 31,2%. Hal tersebut
disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat (Karwati, 2013).
Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2011, gastritis merupakan salahsatu
penyakit dari 10 penyakit terbanyak pada pasien inap di rumah sakit di Indonesia dengan
jumlah 30.154 kasus (4,9%) (Depkes RI, 2012). Angka kejadian gastritis pada beberapa
daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 238,452,952 jiwa
penduduk. Didapatkan data bahwa di kota Surabaya angka kejadian Gastritis sebesar 31,2%,
Denpasar 46%, sedangkan di Jawa Tengah angka kejadian infeksi cukup tinggi sebesar
79,6% (Depkes RI, 2013). Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo tahun 2014 menurut urutan
besar penyakit kabupaten Sukoharjo, gastritis menempati urutan ke-4 dengan jumlah
penderita sebesar 38.075orang (Dinkes Kabupaten Sukoharjo, 2014). Jumlah pasien di
Puskesmas Gatak dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, 2.906 orang pada tahun 2012,
3.982 orang pada tahun 2013, dan 4.340 orang pada tahun 2014. Adapun jumlah pasien yang
memeriksakan penyakit gastritis di Puskesmas Gatak selama 3 bulan terakhir (Juli sampai
September) sebanyak 690 pasien, dengan 231 orang terjadi pada usia 20-44 tahun (Dinkes
Kabupaten Sukoharjo, 2015).

Penyakit gastritis yang terjadi di negara maju sebagian besar mengenai usia tua. Hal
ini berbeda dengan di negara berkembang yang banyak mengenai usia dini. Menurut
Zhaoshen L et al (2010), kasus gastritis umumnya terjadi pada penduduk yang berusia lebih
dari 60 tahun.

Prevalensi gastritis pada wanita juga dikatakan lebih tinggi dibandingkan pria, hal ini
berkaitan dengan adanya tingkat stres. Secara teori psikologis juga disebutkan bahwa
perempuan lebih banyak menggunakan perasaan dan emosi sehingga mudah atau rentan
untuk mengalami stres psikologis (Gupta, 2008). Menurut penelitian Maulidiyah (2006),
57,8% responden penelitiannya yaitu penderita gastritis berusia ≥ 40 tahun dan 77,8%
responden mempunyai jenis kelamin perempuan. Sementara pada penelitian Yunita (2010),
menemukan 70% dari responden penelitiannya berjenis kelamin perempuan.

Daftar Pustaka

Brunner and Suddart. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Vol. 2. Jakarta: EGC.

Depkes RI. 2012. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2012. Jakarta: Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
Depkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. 2014. Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tahun
2014. Sukoharjo: Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tahun
2015. Sukoharjo: Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Gupta, MK. 2008. Kiat Mengendalikan Pikiran dan Bebas Stres. Jakarta : PT Intisari
Mediatama.

Gustin, Rahmi Kurnia. 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gastritis
Pada Pasien Yang Berobat Jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukit Tinggi.
Artikel Penelitian. Padang: Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Hirlan. 2006. Ilmu Penyakit Dalam Ed 4. AW Sudoyo, editor. Jakarta: Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.

Karwati, D., Lina, N., Korneliani, K. 2013. Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan
Berisiko Gastritis dan Stress dengan Kejadian Gastritis pada Wanita Usia 20-44
Tahun yang Berobat di Puskesmas Cilembang Tahun 2012. [online]
http://journal.unsil.ac.id/download.php?id=1550 Diakses pada 21 September 2014.

Mansjoer, Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius.

Maulidiyah. 2006. Hubungan Antara Stress dan Kebiasaan Makan dengan Terjadinya
Kekambuhan Penyakit Gastritis: Studi Pada Penderita Gastritis di Balai Pengobatan
Dan Rumah Bersalin Mawaddah Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Surabaya:
Universitas Airlangga.

Price and Wilson. 2005. Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6. Jakarta : EGC.

Yunita, R. 2009. Hubungan Antara Karakteristik Responden, Kebiasaan Makan dan Minum
Serta Pemakaian NSAID dengan Terjadinya Gastritis pada Mahasiswa Kedokteran.
Surabaya: Universitas Airlangga.
Zhaoshen L, Duowu Z, Xiuqiang M, Jie C, Xingang S, Yanfang G, et al. 2010. Epidemiology
of Peptic Ulcer Disease: Endoscopic Results of the Systematic Investigation of
Gastrointestinal Disease in China. Am J Gastroenterol. Epub 105 (12):2570-7.