Anda di halaman 1dari 2

Tugas dan Beban Kerja Guru Sesuai Permendikbud Terbaru

By Uda Awak Add Comment


Tugas dan beban kerja guru sesuai permendikbud terbaru – Landasan yuridis
terbaru yang mengatur tugas dan beban kerja guru per minggu adalah Permendikbud RI
Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas.
Dengan diundangkannya permendikbud ini sejak tanggal 18 Mei 2018 maka
Permendiknas RI Nomor Nomor 30 Tahun 2011 sebagai perubahan Permendiknas
Nomor 39 Tahun 2009 dinyatakan tidak berlaku lagi.

Beban kerja guru 40 jam perminggu (pixabay.com)

Segala bentuk tugas dan beban kerja guru mulai tahun pelajaran 2018/2019 harus
mengacu pada Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018.Oleh sebab itu, kali ini dibahas
masalah tugas dan beban kerja guru secara rinci sesuai dengan permendikbud tersebut.

#Berapa jam beban kerja wajib guru dalam seminggu?


Beban kerja guru dalam satu minggu sebagaimana pasal 2 Permendikbud Nomor 15
Tahun 2018 adalah 40 jam per minggu. Dalam waktu tersebut, 37,5 jam adalah jam kerja
efektif sedangkan sisanya 2,5 jam adalah jam istirahat.

Jika dirasa jam istirahat tersebut masih kurang maka dapat ditambah namun tidak boleh
mengurangi jam efektif. Misalnya, sekolah menambah jam istirahat menjadi 3,5 jam,
maka jam kerja wajib guru menjadi 41 jam perminggu. Dengan demikian jam kerja efektif
tetap 37,5 jam per minggu.

#Apa kegiatan pokok guru dalam jam kerja efektif?


Kegiatan pokok guru dalam jam kerja efektif sebagaimana pasal 3 Permindikbud RI
Nomor 15 Tahun 2018 dikenal dengan singkatan 5M, yaitu:

1.Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan


Kegiatan ini mencakup pengkajian kurikulum dan silabus pembelajaran, program
tahunan (Prota), program semester (Promes), dan pembuatan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) sesuai standar proses.
2.Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan
Poin ini berkaitan dengan pelaksanaan RPP dengan ketentuan dipenuhi paling sedikit 24
jam tatap muka dan paling banyak 40 jam per minggu.

3.Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan


Menilai hasil pembelajaran merupakan suatu proses pengumpulan dan pengolahan
informasi dalam mengukur hasil belajar siswa pada matra sikap, pengetahuan dan
keterampilan.

4.Membimbing dan melatih siswa


Kegiatan membimbing dan melatih siswa dapat dilaksanakan melalui kegiatan
kokurikuler dan, atau kegiatan ekstrakurikuler.

5.Melaksanakan tugas tambahan


Guru dapat melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok
sesuai dengan beban kerja guru. Untuk lembaga pendidikan SMP/Sederajat, ada
beberapa tugas tambahan untuk guru seperti menjadi wakil kepala sekolah, kepala
perpustakaan, kepala laboratorium, dan lain sebagainya. Tugas tambahan ini setara
dengan beban kerja 12 jam

Baca juga : Tugas Tambahan Guru di Sekolah


Selain tugas tambahan tersebut, sesuai pasal 6 Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018,
guru dapat melaksanakan tugas tambahan lain seperti wali kelas, pembina Osis, pembina
kegiatan ekstrakurikuler, koordinator PKB ( Pengembangan Keprofesionalan
Berkelanjutan), guru piket, penilai kinerja guru, pengurus organisasi guru/asosiasi profesi
guru dan tutor pendidikan jarak jauh.

Tugas tambahan guru tersebut berlaku 1 orang guru dalam satu tahun dan ekuivalen
dengan beban kerja guru 2 jam tatap muka per minggu. Kecuali untuk guru piket dimana
beban kerja guru piket ekuivalen dengan 1 jam tatap muka per minggu.

Dengan memahami pokok-pokok tugas dan beban kerja guru sesuai Permendikbud
Nomor 15 Tahun 2018 tersebut di atas, diharapkan tidak ada keraguan lagi bagi guru
dalam memulai aktivitas mengajar di Tahun Pelajaran 2018/2019 ini. Semoga
bermanfaat.