Anda di halaman 1dari 3

Nama : Yolanda Tirta Ningrum Asmi Putri

NIM : P27833116024
Prodi/Smt : DIII Kesehatan Lingkungan Surabaya / 5
Mata Kuliah : [Teori] Sistem Manajemen K3

Perbedaan SMK3 PP No.50 Tahun 2012 dengan OHSAS 18001:2007 serta Elemennya

PERBEDAAN

SMK3 PP50/2012 OHSAS


OHSAS 18001 adalah Sistem SMK3 PP No.50 Tahun 2012 berlaku
Manajemen K3 yang berlaku secara nasional dan merupakan
secara internasional perundangan yang dibuat pemerintah
Indonesia melalui Kemnaker RI.
Sertifikasi SMK3 PP50/2012 OHSAS sifatnya
bersifat WAJIB dan Tidak VOLUNTARY/SUKARELA dan dalam
dilakukan Surveillance Audit masa berlaku sertifikat 3 Tahun wajib ada
(audit pengawasan) setelah audit suveillance audit minimal 1 tahun sekali
sertifikasi
Penilaian sistem menggunakan Penilaian sistem menggunakan kualitatif
kuantitatif
Sertifikatnya diterbitkan Sertifikatnya diterbitkan Badan Sertifikasi
Kemenaker RI
Audit pemenuhan regulasi lebih Pemenuhan regulasi tergantung dari
detail penilaian Auditor.
Auditornya nya ditunjuk oleh Auditornya ditunjuk oleh Badan
Kemenaker RI melalui SKP Sertifikasi
Auditor wajib terdaftar sebagau Auditor bisa karyawan maupun
karyawan lembaga penilaian tidak outourcing
bisa outsourching
Audit dilakukan oleh Lembaga Oleh Badan sertifikasi yang pedoman
Penilaian Audit yang ditunjuk oleh auditnya mengacu ke ISO 19011
Kemenaker RI dan pedoman audit
menggunakan Permenaker 26 2014
Selain sertifikat, organisasi akan Hanya sertifikat yang diberikan jika
mendapatkan bendera K3 berhasil dalam audit sertifikasi
(emas/perak)
Ada aspek/ketentuan sanksi Tidak ada ketentuan sanksi jika tidak
terhadap pelanggaran menerapkan

Tabel 1. Perbedaan antara PP No.50 Tahun 2012 dengan OHSAS 18001:2007


Di Indonesia, dua sistem manajemen K3 (OHSAS 18001dan SMK3 PP No 50 Tahun
2012) ini digunakan oleh berbagai organisasi maupun perusahaan. Dua standar tersebut memiliki
persamaan pada elemen/prinsip yang ada didalamnya. Berikut tabel persamaannya.

Tabel 2. Persamaan Elemen/Prinsip antara PP No.50 Tahun 2012 dengan OHSAS 18001:2007

Gambar 1. Elemen-Elemen OHSAS 18001:2007 Gambar 2. Elemen-Elemen OHSAS 18001:2007

OHSAS memiliki model SMK3 yang berbasis pada metodologi Plan-Do- Check-Act (PDCA).
Tahapan PDCA ini secara singkat dapat dideskripsikan sebagai berikut :

1. Plan (perencanaan) : menentukan tujuan dan proses yang diperlukan untuk memberikan
hasil yang sesuai dengan kebijakan K3 perusahaan.
2. Do (pelaksanaan) : mengimplementasikan proses yang telah direncanakan.
3. Check (pemeriksaan) : memantau dan menilai pelaksanaan proses berdasarkan
kebijakan K3, tujuan, standar serta perysaratan lainnya, dan melaporkan hasilnya.
4. Act (pengambilan tindakan): mengambil tindakan untuk meningkatkan performansi K3
secara terus menerus.

Standar SMK3 nasional memiliki langkah penerapan yang sejalan dengan OHSAS. Pada pasal 6
PP No. 50 tahun 2012 diungkapkan bahwa SMK3 meliputi :

1. Penetapan kebijakan K3 Kebijakan K3 dibuat oleh perusahaan.


Kebijakan K3 paling sedikit memuat visi, tujuan perusahaan, komitmen dan tekad
melaksanakan kebijakan, serta program kerja yang mencakup kegiatan perusahaan secara
menyeluruh.

2. Perencanaan K3
Rencana K3 disusun dan ditetapkan oleh pengusaha. Rencana K3 mengacu kepada
kebijakan K3 yang dirancang.

3. Pelaksanaan rencana K3
Pelaksanaan rencana K3 sesuai dengan rencana yang telah dirancang.

4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3


Pemantauan dan evaluasi ini dilakukan melalui pemeriksaan, pengujian, pengukuran, dan
audit internal SMK3. Hasil pemantauan dilaporkan dan digunakan untuk melakukan
tindakan perbaikan.

5. Peninjauan dan peningkatan kinerja K3


Peninjauan dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas penerapan SMK3. Hasil
peninjauan ini digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja.

Daftar Pustaka

1. Jan, Julia, dan Yasier, Elemen- Elemen Implementasi Smk3 (Sistem Manajemen
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja) Pada Kontraktor Lokal Proyek Gedung Bertingkat
Yang Sudah Menerapkan Ohsas 18001:2007, Jurnal Teknik Sipil Universitas Trisakti,
Jakarta. 2012
2. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2012. Peraturan Pemerintah No.
15 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja. Jakarta: Indonesia.
3. Linda Saraswati Iskandar. 2016. Perbedaan Smk3 Pp50/2012 Vs Ohsas 18001, [online],
(https://id.linkedin.com/pulse/perbedaan-smk3-pp502012-vs-ohsas-18001-linda-
saraswati-iskandar , diakses tanggal 18 September 2018).