Anda di halaman 1dari 11

Notasi Ilmiah: Pengertian, Rumus, Cara

Menulis, Contoh Soal dan Pembahasan dalam


Matematika (Materi SMP)
Guru Senior Reply February 08, 2018 A+ A-
DAFTAR MATERI FISIKA
 1. Bilangan Bulat dan Operasi Hitungnya
 2. Bentuk Pecahan dan Operasi Hitungnya
 3. Bentuk Aljabar dan Operasi Hitungnya
Tahukah kamu berapa berat bumi dan berapa volum matahari? Berdasarkan ilmu
Astronomi diketahui bahwa massa bumi diperkirakan mencapai
5.880.000.000.000.000.000.000.000 kg sedang volum matahari diperkirakan
mencapai 1.330.000.000.000.000 km3. Bagaimana kamu membaca kedua bilangan
di atas? Tentunya kamu kesulitan karena bilangan tersebut sangat besar atau
angka nolnya sangat banyak. Demikian juga tentu kamu kesulitan membaca
informasi seperti massa molekul air diperkirakan “0,00000000000000000003
gram”.

Untuk mengatasi kesulitan membaca atau menulis bilangan-bilangan seperti di


atas, diperlukan suatu cara yaitu Notasi Ilmiah. Lalu tahukah kamu apa yang
dimaksud dengan notasi ilmiah itu? Bagaimana rumus dan cara menuliskannya?
Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari definisi, rumus, aturan
penulisan, contoh soal dan pembahasan notasi ilmiah dalam matematika. Untuk
itu, silahkan kalian simak penjelasan berikut.
Pengertian Notasi Ilmiah
Notasi Ilmiah adalah cara yang singkat untuk menuliskan bilangan yang sangat
besar atau sangat kecil. Notasi Ilmiah ditulis sebagai perkalian dua faktor. Faktor
pertama adalah sebuah bilangan yang lebih dari atau sama dengan 1 dan kurang
dari 10. Sedangkan faktor kedua adalah bilangan berpangkat dengan bilangan
pokok 10.

Notasi ilmiah memiliki fungsi atau manfaat yaitu untuk menyederhanakan suatu
bilangan yang terlalu besar atau terlalu kecil agar lebih mudah dituliskan dan
disebutkan. Misalkan kecepatan cahaya besarnya 300.000.000 m/s atau massa
neutron sebesar 0,000.000.000.000187 g dengan menggunakan notasi ilmiah,
maka bilangan yang terlalu besar atau terlalu kecil tersebut lebih mudah
dituliskan. Lalu bagaimana caranya? Lanjut simak penjelasan berikut.

Rumus dan Cara Menuliskan Notasi Ilmiah


Sebelum membahas cara mengubah suatu bilangan ke dalam bentuk notasi
ilmiah, perhatikan bilangan berpangkat berikut dengan bilangan pokok 10.
104 = 10.000 → Sebanyak 4 angka nol di sebelah kanan 1
103 = 1000 → Sebanyak 3 angka nol di sebelah kanan 1
102 = 100 → Sebanyak 2 angka nol di sebelah kanan 1
101 = 10 → Sebanyak 1 angka nol di sebelah kanan 1

10- = 1 = 0,1 → Sebanyak 1 angka nol di sebalah


1
101 kiri 1
10- = 1 = 0,01 → Sebanyak 2 angka nol di sebalah kiri
2
102 1
10- = 1 = 0,001 → Sebanyak 3 angka nol di sebalah kiri
3
103 1
10- = 1 = 0,0001 → Sebanyak 4 angka nol di sebalah kiri
4
104 1

Contoh:
Dalam bidang ilmu pengetahuan alam, seringkali kita menemukan bilangan-
bilangan yang bernilai sangat besar maupun sangat kecil. Hal ini terkadang
membuat kita mengalami kesulitan dalam membaca atau menulisnya.
Misalnya sebagai berikut.
a. Panjang jari-jari neutron kira-kira:
0,000 000 000 000 00137 m
b. Jumlah molekul dalam 18 gram air adalah:
602.000.000.000.000.000.000.000

Jika dituliskan dalam bentuk notasi ilmiah, maka diperoleh:

■ Pertama kita akan mengubah panjang jari-jari neutron ke dalam notasi ilmiah,
yaitu sebagai berikut:
0,00000000000000137
Notasi ilmiah terdiri dari perkalian dua faktor. Faktor pertama bilangan lebih
besar dari 1 dan kurang dari 10 sedangkan faktor kedua adalah bilangan
berpangkat dengan bilangan pokok 10.
Faktor pertama = 1,37 (lebih dari 1 dan kurang dari 10)
Faktor kedua = 10-15
Darimana angka -15 dalam pangkat 10 tersebut didapat?
Coba kalian perhatikan angka bewarna merah pada bilangan yang menyatakan
panjang jari-jari neutron di atas. Jumlahnya ada 15 angka di sebelah kiri angka 1.
Dan karena letaknya di sebelah kiri maka pangkatnya merupakan bilangan negatif.
Dengan demikian, bentuk notasi ilmiah dari jari-jari neutron tersebut adalah
sebagai berikut.
0,00000000000000137 = faktor pertama × faktor kedua
0,00000000000000137 = 1,37 × 10-15

■ Kedua kita akan mengubah jumlah molekul air ke dalam notasi ilmiah, yaitu
sebagai berikut:
602.000.000.000.000.000.000.000
Dari bilangan tersebut kita peroleh dua faktor notasi ilmiah yaitu:
Faktor pertama = 6,02 (lebih dari 1 dan kurang dari 10)
Faktor kedua = 1023
Darimana angka 23 dalam pangkat 10 tersebut didapat?
Coba kalian perhatikan angka bewarna hijau pada bilangan yang menyatakan
jumlah molekul air di atas. Jumlahnya ada 23 angka di sebelah kanan angka 6. Dan
karena letaknya di sebelah kanan maka pangkatnya merupakan bilangan positif.
Dengan demikian, bentuk notasi ilmiah dari jumlah molekul air tersebut adalah
sebagai berikut.
602.000.000.000.000.000.000.000 = faktor pertama × faktor kedua
602.000.000.000.000.000.000.000 = 6,02 × 1023

Dari dua contoh di atas, secara umum ada dua aturan penulisan notasi ilmiah
suatu bilangan, yaitu bilangan antara 0 sampai dengan 1 dan bilangan yang lebih
dari 10 yaitu sebagai berikut.

Bentuk baku bilangan lebih dari 10 dinyatakan dengan a × 10n dengan


1 ≤ a < 10 dan n bilangan asli. Bentuk baku bilangan antara 0 sampai
dengan 1 dinyatakan dengan a × 10–n dengan 1 ≤ a < 10 dan n bilangan
asli.

Contoh Soal dan Pembahasan


Baca Juga:

 Cara Menyederhanakan Pecahan Aljabar, Contoh Soal dan Pembahasan (Materi SMP)
 10+ Soal Cerita Penerapan Operasi Hitung Pecahan dalam Kehidupan dan Pembahasannya
(Materi SMP)
 Operasi Hitung Campuran Pecahan, Contoh Soal dan Pembahasan (Materi SMP)

Contoh Soal 1:
Permukaan Bumi ini kasar dan berbentuk seperti bola. Beratnya sangat besar,
yaitu sekitar 5.880.000.000.000.000.000.000.000 kg. Tulislah bilangan tersebut
dalam notasi ilmiah.
Jawab:
Untuk mengubah berat Bumi ke dalam bentuk notasi ilmiah atau penulisan baku,
perhatikan cara berikut.
5.880.000.000.000.000.000.000.000
Dari bilangan di atas, kita peroleh dua faktor notasi ilmiah yaitu sebagai berikut.
Faktor pertama:
a = 5,88 (1 ≤ a < 10)
Faktor kedua:
10n dengan n = 24 (hitung jumlah angka bewarna hijau)
Dengan demikian, berat bumi tersebut apabila dinyatakan dalam bentuk notasi
ilmiah adalah:
5.880.000.000.000.000.000.000.000 kg = 5,88 × 1024 kg
Contoh Soal 2:
Tulislah 0,000056 dalam notasi ilmiah.
Jawab:
0,000056
Dari bilangan tersebut kita peroleh dua faktor notasi ilmiah, yaitu:
Faktor pertama: a = 5,6 (1 ≤ a < 10)
Faktor kedua: 10n dengan n = -5 (bilangan lebih kecil dari 1)
Dengan demikian, bentuk notasi ilmiahnya adalah sebagai berikut.
0,000056 = 5,6 × 10-5

Contoh Soal 3:
Laba-laba yang umum ada di rumah memiliki berat sekitar 10-4 kg. Nyatakan berat
tersebut sebagai suatu pecahan dan sebagai suatu desimal.
Jawab:
Bilangan 10-4 apabila dinyatakan dalam bentuk pecahan, maka hasilnya adalah
sebagai berikut.

10- = 1 1
=
4
104 10.000
Sedangkan apabila dinyatakan dalam bilangan desimal, maka hasilnya adalah
sebagai berikut.

10- = 1
= 0,0001
4
10.000

Contoh Soal 4:
Tulislah bilangan 1,9 × 105 dalam bentuk umum.
Jawab:
Bentuk umum adalah kebalikan dari notasi ilmiah (bentuk baku). Caranya kita
tinggal mengalikan saja antara faktor pertama dan kedua dari notasi ilmiah.
Perhatikan cara berikut.

■ Pertama, 10 memiliki pangkat positif 5 oleh karena itu tambahkan beberapa


angka nol di sebelah kanan angka 9 (jumlah bebas tetapi menyesuaikan).
1,9 × 105 = 1,900000000

■ Kedua, geser tanda koma sejauh 5 tempat ke kanan dari posisi semula.
1,9 × 105 = 190000,0000

■ Kedua, sisa angka nol di sebelah kanan koma dibuang. Sehingga hasil akhirnya
adalah sebagai berikut.
1,9 × 105 = 190.000

Contoh Soal 5:
Tulislah bilangan 4,59 × 10-4 dalam bentuk umum.
Jawab:
Cara masih sama seperti langkah-langkah pada soal nomor 4, yaitu sebagai
berikut.

■ Pertama, 10 memiliki pangkat negatif 4 oleh karena itu tambahkan beberapa


angka nol di sebelah kiri angka 4.
4,59 × 10-4 = 0000004,59

■ Kedua, geser tanda koma sejauh 4 tempat ke kiri dari posisi semula.
4,59 × 10-4 = 000,000459

■ Kedua, sisakan satu angka nol di sebelah kanan koma. Sehingga hasil akhirnya
adalah sebagai berikut.
4,59 × 10-4 = 0,000459
Contoh Soal 6:
Urutkan planet-planet yang ada pada gambar di samping berdasarkan jaraknya ke
matahari. Mulailah dengan planet yang paling dekat dengan matahari.

Jawab:
Semakin dekat dengan Matahari berarti jaraknya semakin kecil. Dalam notasi
ilmiah, bilangan dinyatakan sebagai berikut.
a × 10n

■ Semakin kecil nilai a, maka nilai bilangan tersebut semakin kecil. Begitupun
sebaliknya.

■ Semakin kecil nilai n, maka nilai bilangan tersebut semakin kecil. Begitupun
sebaliknya.
Dengan demikian, urutan planet-planet tersebut dari yang paling dekat ke
matahari adalah sebagai berikut.
1. Planet Merkurius dengan jarak 7,783 × 107
2. Planet Venus dengan jarak 1,082 × 108
3. Planet Bumi dengan jarak 1,496 × 108
4. Planet Mars dengan jarak 7,783 × 108
5. Planet Yupiter dengan jarak 7,783 × 108
6. Planet Saturnus dengan jarak 1,427 × 109
7. Planet Uranus dengan jarak 2,869 × 109
8. Planet Neptunus dengan jarak 4,497 × 109

Contoh Soal 7:
Satu liter (L) sama dengan 106 milimeter kubik (mm3). Dalam 1 mm3 darah
terdapat 5 × 106 sel darah merah. Gunakan notasi ilmiah untuk menuliskan
banyaknya sel darah merah dalam 1 L darah manusia.
Jawab:
1 L = 106 mm3
1 mm3 = 5 × 106 sel darah merah
Maka dalam satu liter darah manusia terdapat sel darah merah sebanyak:
5 × 106 × 106 = 5 × 106 + 6 = 5 × 1012
Jadi, jumlah sel darah merah dalam 1 liter darah adalah 5 × 1012 sel darah merah.
Notasi Ilmiah (Bentuk Baku)
20 Juni 2010asimtotTinggalkan komentarGo to comments

Notasi Ilmiah atau bentuk baku ini digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar. atau
bilangan yang sangat dekat dengan nol. Tepatnya yaitu diantara 0 dan 1 atau diantara 0 dan –1.
Tujuannya yaitu agar penulisan angka tersebut lebih ringkas. Bagaimana kita mau menuliskan angka
yang sangat panjang. misalnya 1230000000000 dan 0.0000000827.

Penulisan notasi ilmiah atau bentuk baku ini dilambangkan dengan a x 10n. dengan a lebih besar atau
sama dengan 1 dan kurang dari 10. Dan n adalah bilangan bulat. Semua bilangan real bisa dituliskan
dalam bentuk baku. Misalnya saja angka 2. Jika kita tuliskan ke dalam bentuk baku menjadi 2 x 100.
Karena 100 = 1, maka 2 x 1 = 2.

Beberapa konsep yang perlu diperhatikan dalam menuliskan bentuk baku ini adalah

Jika bilangan tersebut sangat besar, maka yang harus kita lakukan adalah menghitung
jumlah digit pada bilangan yang sangat besar tersebut, kemudian kita kurangi 1 dan hasilnya kita
tuliskan sebagai n. dan bilangan a diperoleh dari bilangan yang sangat besar tersebut kita ambil digit
depannya dan kita beri koma disamping digit terdepan. Misalnya menuliskan bilangan
14240000000000000000 dalam bentuk baku.

Kita hitung jumlah digit yang ada pada bilangan tersebut. kita dapatkan ada 20 digit. Sehingga kita
tuliskan n = 19. Dan a adalah angka depannya yang diberi tanda koma. Yaitu 1,424. Sehingga,
bentuk bakunya kita dapatkan

14240000000000000000 = 1,424 x 1019.

Contoh yang lainnya :

87120000000 = 8,712 x 1010.


90000000000000000 = 9 x 1016.
453000000000000 = 4,53 x 1014.
536500000000000 = 5,365 x 1014.
10230000000000 = 1,023 x 1013.

Jika bilangan tersebut sangat kecil (diantara 0 dan 1 atau diantara -1 dan 0), maka yang
harus kita lakukan adalah menggeser tanda koma ke kanan sampai pada bilangan bukan nol yang
terdekat. Banyaknya pergeseran adalah sama dengan n dikalikan dengan negative 1. Langsung saja
perhatikan contoh berikut ini :

0,0000025 = a x 10n

Pertama, kita geser tanda koma tersebut kea rah kanan sampai bertemu dengan angka tak nol yang
terdekat.

0,0000025 (angka semula)


00,000025 (pergeseran pertama)
000,00025 (pergeseran kedua)
0000,0025 (pergeseran ketiga)
00000,025 (pergeseran keempat)
000000,25 (pergeseran kelima)
0000002,5 (pergeseran keenam)

Sehingga didapatkan n = -6. Dan a = 2,5. Dalam bentuk baku dapat dituliskan 2,5 x 10-6.

Contoh yang lain :

0,0301 = 3,01 x 10-2


0,000000102 = 1,02 x 10-7
0,009279 = 9,279x 10-3
0,0000000000012 = 1,2 x 10-12

Notasi pangkat ini biasanya digunakan untuk mengukur jarak-jarak pada ruang angkasa yang
jaraknya sangat jauh. Atau juga digunakan dalam sebuah ukuran mikroba yang sangat kecil.