Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KERJA

PROGRAM ISPA / PNEUMONIA

I. PENDAHULUAN
ISPA (Pneumonia) merupakan penyakit paling serius dan paling membahayakan jiwa
anak-anak dibandingkan dengan infeksi saluran pernafasan lainnya. Strategi dalam
penanggulangan ISPA dalam penemuan dini dan tatalaksana anak batuk, atau kesulitan
bernafas yang tepat. Tatalaksana ISPA pada balita bertujuan untuk menurunkan angka
kematian balita karena pneumoni dan diharapkan cakupan penemuan dini pneumoni balita
akan lebih cepat mencapai sasarannya.

II. LATAR BELAKANG


ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih
dari saluran nafas melalui hidung sampai alveoli terutama sinus dan rongga telinga tengah.
Pneumonia infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) tanda-tanda gejala
penyakit infeksi saluran pernafasan dapat berupa batuk.
Ada lima langkah bagan tatalaksana anak batuk atau kesulitan bernafas :
1. Menilai anak batuk atau kesulitan bernafas
2. Membuat klasifikasi dan menentukan tindakan sesuai 2 kelompok umur balita
3. Menentukan pengobatan dan rujukan
4. Memberi konseling bagi ibu
5. Memberikan pelayanan tindak lanjut

III. TUJUAN
a. TUJUAN UMUM
Melakukan upaya untuk menurunkan angka kesakitan ISPA (Pneumonia) wilayah
kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.

b. TUJUAN KHUSUS
1. Petugas dapat mengetahui faktor-faktor tingginya angka kesakitan ISPA (Pneumoni)
di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.
2. Meningkatnya sasaran pneumonia pasien.
3. Menekan angka kematian balita akibat pneumonia.
IV. TATA NILAI
Tata nilai Puskesmas Peusangan Siblah Krueng menggunakan istilah “SEHAT”, yang
mengandung arti sebagi berikut :
S : Santun
E : Edukatif
H : Harmonis
A : Adil
T : Tanggap

V. TATA NILAI YANG DAPAT DITERAPKAN


KEGIATAN SASARAN TATA NILAI YANG DAPAT DI ADOPSI
Care Seeking Kasus Balita dengan - Tanggap :
Pneumonia kasus ISPA Petugas segera menindak lanjuti pasien
Pneumonia dengan kasus ISPA Pneumonia.
- Santun :
Petugas bersikap santun dalam
berkomunikasi dengan pasien dan keluarga
pasien.

VI. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan Luar Gedung
NO KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN
1 Care Seeking Kasus ISPA / Petugas melakukan kunjungan rumah dan
Pneumonia memberikan konseling pada pasien dengan kasus
Pneumonia.

VII. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Kegiatan Luar Gedung
KEGIATAN PELAKSANA LINTAS PROGRAM LINTAS SEKTOR
NO KET
POKOK PROGRAM TERKAIT TERKAIT
1 Care Seeking - Menyusun rencana 1. Program MTBS-M 1. Kepala Desa Sumber
kegiatan - Mengambil data - Melakukan Pembiayaan
Kasus ISPA /
- Melakukan pasien kasus komunikasi BOK
Pneumonia ISPA / dan
koordinasi dengan
Pneumonia koordinasi
LP/LS sebelum
- Menentukan tempat pelaksanaan
dan waktu kegiatan
pelaksanaan
kegiatan
- Melakukan
kunjungan rumah
pasien yang
bersangkutan
- Melakukan
pemeriksaan fisik
pasien dan
memberikan
konseling pada
keluarga
- Menyiapkan form
laporan
- Membuat laporan
kegiatan.

VIII. SASARAN
1. Balita dan anak dengan kasus ISPA Pneumonia

IX. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


N TAHUN 2018
KEGIATAN
O Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Care Seeking Kasus
1 BILA ADA KASUS
Pneumonia

X. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi pelaksanaan kegiatan luar gedung dilakukan oleh Penanggung Jawab UKM
setiap 6 bulan sekali dengan pelaporan hasil-hasil yang dicapai pada saat evaluasi selesai
dilakukan.

XI. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pelaporan kegiatan dilakukan setiap bulan dan dilaporkan pada bulan berikutnya setiap
tanggal 5 yang ditujukan kepada Penanggung Jawab program ISPA di Dinas Kesehatan
Kabupaten Bireuen dan diketahui oleh Kepala Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.